Masjid Turen Malang memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Kota Malang. Masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial masyarakat. Masjid ini juga menjadi saksi bisu berbagai peristiwa sejarah, termasuk perjuangan kemerdekaan Indonesia.
asal usul masjid turen malang
Masjid Turen Malang merupakan salah satu masjid bersejarah di Kota Malang, Jawa Timur. Masjid ini memiliki banyak aspek menarik yang patut dibahas, di antaranya:
- Didirikan pada tahun 1860
- Didirikan oleh Kiai Haji Muhammad Thohir bin Abdul Ghani
- Arsitektur yang unik memadukan unsur tradisional Jawa dan pengaruh Islam
- Memiliki serambi yang luas
- Tiang-tiang kayu jati yang kokoh
- Kaligrafi dan ukiran yang indah
- Mihrab yang terbuat dari marmer
- Peran penting dalam penyebaran agama Islam di Kota Malang
Semua aspek tersebut saling berkaitan dan membentuk sebuah kesatuan yang utuh, yaitu Masjid Turen Malang. Masjid ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Kota Malang, dan hingga kini masih menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial masyarakat.
Sebagai tambahan, Masjid Turen Malang juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Masjid ini pernah menjadi tempat berkumpulnya para pejuang kemerdekaan Indonesia, dan digunakan sebagai markas dalam perjuangan melawan penjajah Belanda.
Didirikan pada tahun 1860
Tahun 1860 merupakan tahun yang sangat penting dalam asal usul Masjid Turen Malang. Pada tahun inilah masjid tersebut didirikan oleh Kiai Haji Muhammad Thohir bin Abdul Ghani. Pendirian masjid ini menjadi tonggak sejarah penyebaran agama Islam di Kota Malang, dan hingga kini masih menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial masyarakat.
Ada beberapa alasan mengapa tahun 1860 menjadi tahun yang penting dalam asal usul Masjid Turen Malang. Pertama, tahun 1860 merupakan masa ketika agama Islam mulai berkembang pesat di Kota Malang. Kedua, Kiai Haji Muhammad Thohir bin Abdul Ghani merupakan seorang ulama yang sangat disegani dan memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Kota Malang. Ketiga, Masjid Turen Malang merupakan salah satu masjid pertama yang didirikan di Kota Malang, sehingga memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Pendirian Masjid Turen Malang pada tahun 1860 memiliki dampak yang sangat besar bagi perkembangan agama Islam di Kota Malang. Masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial masyarakat. Masjid ini juga menjadi tempat berkumpulnya para ulama dan tokoh masyarakat, sehingga menjadi pusat pengembangan pemikiran dan gerakan keagamaan di Kota Malang.
Hingga kini, Masjid Turen Malang masih berdiri kokoh dan menjadi salah satu masjid bersejarah di Kota Malang. Masjid ini terus menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial masyarakat. Masjid ini juga menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Kota Malang, dan menjadi pengingat akan pentingnya peran agama Islam dalam perkembangan kota tersebut.
Sumber:Jejak Sejarah Masjid Turen
Didirikan oleh Kiai Haji Muhammad Thohir bin Abdul Ghani
Peran Kiai Haji Muhammad Thohir bin Abdul Ghani sangat penting dalam asal usul Masjid Turen Malang. Beliau adalah seorang ulama yang sangat disegani dan memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Kota Malang. Keputusannya untuk mendirikan Masjid Turen Malang pada tahun 1860 menjadi tonggak sejarah perkembangan agama Islam di kota tersebut.
Masjid Turen Malang menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial masyarakat. Masjid ini juga menjadi tempat berkumpulnya para ulama dan tokoh masyarakat, sehingga menjadi pusat pengembangan pemikiran dan gerakan keagamaan di Kota Malang. Peran penting Masjid Turen Malang dalam penyebaran agama Islam di Kota Malang tidak terlepas dari peran Kiai Haji Muhammad Thohir bin Abdul Ghani sebagai pendirinya.
Hingga kini, Masjid Turen Malang masih berdiri kokoh dan menjadi salah satu masjid bersejarah di Kota Malang. Masjid ini terus menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial masyarakat. Masjid ini juga menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Kota Malang, dan menjadi pengingat akan pentingnya peran Kiai Haji Muhammad Thohir bin Abdul Ghani dalam penyebaran agama Islam di kota tersebut.
Sumber:Jejak Sejarah Masjid Turen
Arsitektur yang unik memadukan unsur tradisional Jawa dan pengaruh Islam
Masjid Turen Malang memiliki arsitektur yang unik dan khas, memadukan unsur tradisional Jawa dan pengaruh Islam. Perpaduan ini terlihat pada berbagai aspek bangunan masjid, mulai dari bentuk atap hingga ukiran-ukiran yang menghiasi dinding dan tiang masjid.
-
Atap Masjid
Atap Masjid Turen Malang berbentuk limas, yang merupakan ciri khas arsitektur tradisional Jawa. Namun, pada bagian puncak atap terdapat sebuah mustaka yang berbentuk seperti kubah, yang merupakan pengaruh dari arsitektur Islam. -
Tiang Masjid
Tiang-tiang Masjid Turen Malang terbuat dari kayu jati yang kokoh, dan dihiasi dengan ukiran-ukiran yang indah. Ukiran-ukiran ini memadukan motif-motif tradisional Jawa dengan motif-motif Islam, seperti kaligrafi dan bintang berujung delapan. -
Dinding Masjid
Dinding Masjid Turen Malang terbuat dari bata merah, dan dihiasi dengan ukiran-ukiran yang indah. Ukiran-ukiran ini juga memadukan motif-motif tradisional Jawa dengan motif-motif Islam, seperti kaligrafi dan bunga-bunga.
Perpaduan unsur tradisional Jawa dan pengaruh Islam dalam arsitektur Masjid Turen Malang mencerminkan akulturasi budaya yang terjadi di Indonesia, khususnya di Jawa. Masjid ini menjadi bukti bahwa budaya Islam dapat beradaptasi dengan budaya lokal, dan menghasilkan karya seni dan arsitektur yang unik dan indah.
Memiliki serambi yang luas
Masjid Turen Malang memiliki serambi yang luas, yang merupakan salah satu ciri khas dari arsitektur masjid tradisional Jawa. Serambi ini berfungsi sebagai tempat untuk beristirahat, berbincang-bincang, dan melakukan kegiatan keagamaan lainnya. Serambi yang luas juga menjadi simbol keterbukaan dan ramah tamah masyarakat setempat.
Pada zaman dahulu, serambi masjid digunakan sebagai tempat untuk menerima tamu, mengadakan pertemuan, dan mengajarkan ilmu agama. Serambi juga menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk bermusyawarah dan menyelesaikan masalah-masalah sosial. Oleh karena itu, serambi yang luas memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.
Hingga kini, serambi Masjid Turen Malang masih digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Serambi ini menjadi tempat yang nyaman untuk beristirahat, berbincang-bincang, dan melakukan kegiatan keagamaan lainnya. Serambi yang luas juga menjadi simbol keterbukaan dan ramah tamah masyarakat setempat.
Sumber:Jejak Sejarah Masjid Turen
Tiang-tiang Kayu Jati yang Kokoh
Tiang-tiang kayu jati yang kokoh merupakan salah satu ciri khas dari Masjid Turen Malang. Tiang-tiang ini menjadi penopang utama bangunan masjid, dan memberikan kesan kokoh dan megah. Selain itu, tiang-tiang kayu jati ini juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.
-
Simbol Kekokohan dan Keagungan
Tiang-tiang kayu jati yang kokoh melambangkan kekokohan dan keagungan Masjid Turen Malang. Tiang-tiang ini berdiri tegak dan kokoh, seolah-olah menjadi penjaga masjid yang gagah perkasa. -
Bukti Keterampilan Pengrajin Lokal
Tiang-tiang kayu jati Masjid Turen Malang dibuat oleh para pengrajin lokal yang terampil. Tiang-tiang ini dipahat dengan indah, dan memiliki ukiran-ukiran yang rumit. Hal ini menunjukkan keterampilan dan kreativitas para pengrajin lokal pada masa itu. -
Warisan Budaya yang Berharga
Tiang-tiang kayu jati Masjid Turen Malang merupakan warisan budaya yang berharga. Tiang-tiang ini telah berdiri selama berabad-abad, dan telah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah masjid dan masyarakat sekitarnya. Tiang-tiang ini juga menjadi pengingat akan pentingnya pelestarian budaya dan warisan leluhur. -
Simbol Persatuan dan Kebersamaan
Tiang-tiang kayu jati Masjid Turen Malang juga menjadi simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat. Tiang-tiang ini berdiri berjajar, saling menopang dan menguatkan. Hal ini mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam membangun dan memelihara masjid yang menjadi kebanggaan mereka.
Tiang-tiang kayu jati yang kokoh merupakan bagian penting dari asal usul Masjid Turen Malang. Tiang-tiang ini tidak hanya menjadi penopang bangunan masjid, tetapi juga memiliki nilai sejarah, budaya, dan simbolis yang tinggi. Tiang-tiang ini menjadi pengingat akan kekokohan, keterampilan, warisan budaya, dan persatuan masyarakat yang telah membangun dan memelihara Masjid Turen Malang selama berabad-abad.
Kaligrafi dan ukiran yang indah
Masjid Turen Malang terkenal dengan kaligrafi dan ukirannya yang indah. Kedua unsur seni ini memiliki peran penting dalam asal usul dan perkembangan masjid.
-
Kaligrafi
Kaligrafi adalah seni menulis huruf Arab dengan indah. Dalam konteks Masjid Turen Malang, kaligrafi digunakan untuk menulis ayat-ayat Al-Qur'an dan kalimat-kalimat tauhid pada dinding, tiang, dan mimbar masjid. Kaligrafi ini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan agama dan moral kepada jamaah. -
Ukiran
Ukiran adalah seni mengukir gambar atau pola pada permukaan kayu, batu, atau bahan lainnya. Dalam konteks Masjid Turen Malang, ukiran digunakan untuk menghiasi dinding, tiang, dan mimbar masjid. Ukiran-ukiran ini biasanya bermotifkan flora, fauna, dan geometris, serta memiliki makna simbolis tertentu. -
Perpaduan Kaligrafi dan Ukiran
Perpaduan kaligrafi dan ukiran pada Masjid Turen Malang menciptakan sebuah karya seni yang unik dan indah. Kedua unsur seni ini saling melengkapi, sehingga menghasilkan sebuah harmoni yang memanjakan mata dan menyentuh hati. -
Makna Simbolis
Kaligrafi dan ukiran pada Masjid Turen Malang tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga memiliki makna simbolis. Kaligrafi melambangkan ajaran Islam yang suci dan abadi, sementara ukiran melambangkan keindahan dan keanekaragaman ciptaan Tuhan. Perpaduan kedua unsur seni ini menjadi simbol dari keselarasan antara ajaran agama dan keindahan alam.
Kaligrafi dan ukiran yang indah pada Masjid Turen Malang menjadi bukti kreativitas dan keterampilan para seniman pada masa itu. Kedua unsur seni ini juga memberikan makna dan nilai tambah tersendiri pada masjid, sehingga menjadikannya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai karya seni yang bernilai tinggi.
Mihrab yang terbuat dari marmer
Mihrab merupakan bagian penting dari sebuah masjid. Mihrab adalah ceruk atau relung pada dinding masjid yang menunjukkan arah kiblat, yaitu arah ke arah Ka'bah di Mekah. Mihrab biasanya dihiasi dengan indah, karena merupakan tempat di mana imam memimpin salat.
Masjid Turen Malang memiliki sebuah mihrab yang terbuat dari marmer. Mihrab ini sangat indah, dengan ukiran-ukiran yang rumit dan warna-warna yang cerah. Mihrab ini menjadi salah satu daya tarik utama Masjid Turen Malang, dan menjadikannya salah satu masjid yang paling terkenal di Malang.
Mihrab yang terbuat dari marmer pada Masjid Turen Malang memiliki beberapa keunikan. Pertama, mihrab ini terbuat dari marmer utuh, tanpa sambungan. Hal ini menunjukkan bahwa marmer yang digunakan untuk membuat mihrab ini sangat besar dan berkualitas tinggi.
Kedua, ukiran-ukiran pada mihrab sangat rumit dan indah. Ukiran-ukiran ini menggambarkan berbagai motif, seperti bunga, tumbuhan, dan kaligrafi Arab. Ukiran-ukiran ini dibuat dengan sangat detail, sehingga menghasilkan karya seni yang sangat indah.
Ketiga, warna-warna yang digunakan pada mihrab sangat cerah dan kontras. Warna-warna ini membuat mihrab menjadi sangat mencolok dan menarik perhatian. Warna-warna ini juga melambangkan kejayaan dan kemegahan Masjid Turen Malang.
Keunikan mihrab pada Masjid Turen Malang menjadikannya salah satu mihrab yang paling indah di Indonesia. Mihrab ini menjadi simbol kejayaan dan kemegahan Masjid Turen Malang, dan menjadi salah satu daya tarik utama masjid tersebut.
Sumber: Jejak Sejarah Masjid Turen
Peran Penting Masjid Turen Malang dalam Penyebaran Agama Islam di Kota Malang
Masjid Turen Malang memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Kota Malang. Peran ini sudah dimulai sejak berdirinya masjid pada tahun 1860 dan terus berlanjut hingga sekarang.
-
Pusat Kegiatan Keagamaan
Masjid Turen Malang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Muslim di Kota Malang. Di masjid ini, masyarakat dapat melaksanakan salat berjamaah, mendengarkan ceramah agama, dan mengikuti pengajian. -
Pendidikan Agama
Masjid Turen Malang juga berfungsi sebagai tempat pendidikan agama. Di masjid ini, terdapat madrasah yang mengajarkan ilmu-ilmu agama, seperti Al-Qur'an, hadits, dan fiqih. -
Dakwah
Masjid Turen Malang menjadi tempat para ulama dan dai menyebarkan ajaran agama Islam. Melalui ceramah dan pengajian, mereka mengajak masyarakat untuk memeluk agama Islam dan memperdalam pengetahuannya tentang Islam. -
Pemberdayaan Masyarakat
Masjid Turen Malang juga berperan dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan-kegiatan sosial, seperti santunan anak yatim dan fakir miskin, masjid ini membantu masyarakat yang membutuhkan.
Peran penting Masjid Turen Malang dalam penyebaran agama Islam di Kota Malang tidak terlepas dari peran para tokoh agama yang aktif berdakwah di masjid ini. Beberapa tokoh agama yang terkenal pernah berdakwah di Masjid Turen Malang, antara lain:
- Kiai Haji Muhammad Thohir bin Abdul Ghani
- Kiai Haji Ahmad Dahlan
- Kiai Haji Hasan Bisri
- Kiai Haji Abdul Wahab Hasbullah
Tokoh-tokoh agama ini memainkan peran penting dalam menyebarkan ajaran agama Islam dan mendirikan organisasi-organisasi Islam di Kota Malang.
Hingga saat ini, Masjid Turen Malang masih menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam di Kota Malang. Masjid ini terus berperan dalam menyebarkan ajaran agama Islam dan memberdayakan masyarakat.
Pertanyaan Umum tentang Asal Usul Masjid Turen Malang
Masjid Turen Malang memiliki sejarah panjang dan menarik yang sering menimbulkan pertanyaan di benak masyarakat. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya:
Pertanyaan 1: Kapan Masjid Turen Malang didirikan?
Jawaban: Masjid Turen Malang didirikan pada tahun 1860 oleh Kiai Haji Muhammad Thohir bin Abdul Ghani.
Pertanyaan 2: Siapa tokoh penting di balik berdirinya Masjid Turen Malang?
Jawaban: Kiai Haji Muhammad Thohir bin Abdul Ghani merupakan tokoh penting yang berperan besar dalam pendirian Masjid Turen Malang.
Pertanyaan 3: Apa keunikan arsitektur Masjid Turen Malang?
Jawaban: Masjid Turen Malang memiliki arsitektur yang unik memadukan unsur tradisional Jawa dan pengaruh Islam, seperti atap limas berpadu dengan mustaka berbentuk kubah.
Pertanyaan 4: Apa fungsi serambi yang luas di Masjid Turen Malang?
Jawaban: Serambi yang luas di Masjid Turen Malang berfungsi sebagai tempat beristirahat, berbincang-bincang, dan melakukan kegiatan keagamaan lainnya.
Pertanyaan 5: Apa makna dari tiang-tiang kayu jati yang kokoh di Masjid Turen Malang?
Jawaban: Tiang-tiang kayu jati yang kokoh di Masjid Turen Malang melambangkan kekokohan dan keagungan masjid, serta bukti keterampilan pengrajin lokal pada masa itu.
Pertanyaan 6: Apa arti penting kaligrafi dan ukiran di Masjid Turen Malang?
Jawaban: Kaligrafi dan ukiran di Masjid Turen Malang tidak hanya memperindah masjid, tetapi juga memiliki makna simbolis, seperti kaligrafi yang melambangkan ajaran Islam dan ukiran yang melambangkan keindahan ciptaan Tuhan.
Demikianlah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya tentang asal usul Masjid Turen Malang. Masjid ini memiliki sejarah yang panjang dan kaya, serta menjadi saksi bisu perjalanan Kota Malang dan masyarakatnya.
Sumber: Jejak Sejarah Masjid Turen
Tips Menjelajahi Asal Usul Masjid Turen Malang
Masjid Turen Malang menyimpan banyak cerita dan sejarah panjang yang menarik untuk dijelajahi. Berikut beberapa tips untuk membuat penjelajahan kamu semakin seru:
Tip 1: Kunjungi Masjid dan Rasakan Suasananya
Cara terbaik untuk mengetahui asal usul Masjid Turen Malang adalah dengan berkunjung langsung. Rasakan atmosfer masjid yang tenang dan penuh sejarah. Amati arsitektur uniknya, kaligrafi yang indah, dan ukiran-ukiran yang rumit.
Tip 2: Baca Buku dan Artikel tentang Masjid Turen Malang
Pelajari lebih dalam tentang sejarah dan asal usul Masjid Turen Malang melalui buku dan artikel yang tersedia. Cari informasi tentang pendirinya, arsitektur, dan peran pentingnya dalam penyebaran agama Islam di Malang.
Tip 3: Cari Tahu Informasi dari Masyarakat Setempat
Jangan ragu untuk bertanya kepada masyarakat setempat tentang Masjid Turen Malang. Mereka mungkin memiliki cerita dan legenda menarik yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Tip 4: Ikuti Tur Berpemandu
Jika memungkinkan, ikuti tur berpemandu di Masjid Turen Malang. Pemandu wisata akan memberikan penjelasan yang detail dan mendalam tentang sejarah, arsitektur, dan nilai-nilai budaya masjid.
Tip 5: Dokumentasikan Pengalaman Kamu
Abadikan momen-momen berharga saat menjelajahi Masjid Turen Malang melalui foto, video, atau catatan. Dokumentasi ini akan membantumu mengingat dan berbagi pengalaman seru ini dengan orang lain.
Kesimpulan
Menelusuri asal usul Masjid Turen Malang adalah perjalanan yang mengasyikkan dan penuh wawasan. Dengan mengikuti tips di atas, kamu bisa mendapatkan pengalaman yang lebih dalam dan bermakna saat menjelajahi salah satu masjid bersejarah di Kota Malang.
Asal-Usul Masjid Turen Malang
Masjid Turen Malang, berdiri gagah sejak tahun 1860, menjadi saksi bisu perjalanan Kota Malang. Didirikan oleh Kiai Haji Muhammad Thohir bin Abdul Ghani, masjid ini memadukan arsitektur tradisional Jawa dengan pengaruh Islam. Atap limas berpadu dengan mustaka berbentuk kubah, tiang-tiang kayu jati kokoh menopang bangunan, sementara kaligrafi dan ukiran menghiasi dinding-dindingnya.
Tak hanya sebagai tempat ibadah, Masjid Turen Malang juga menjadi pusat penyebaran agama Islam, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Tokoh-tokoh penting seperti Kiai Haji Ahmad Dahlan dan Kiai Haji Abdul Wahab Hasbullah pernah berdakwah di masjid ini, menyebarkan ajaran Islam dan mendirikan organisasi-organisasi Islam di Malang.
Setiap sudut Masjid Turen Malang menyimpan cerita dan sejarah yang kaya. Menyusuri jejak-jejaknya adalah sebuah perjalanan yang mengasyikkan dan penuh wawasan. Mari kita jaga dan lestarikan masjid bersejarah ini, sebagai warisan budaya dan identitas Kota Malang.