This page looks best with JavaScript enabled

Kisah Menakjubkan di Balik "Batu di Bundaran HI Harga 150"

 ·  ☕ 17 min read

Saat ini, Batu di Bundaran HI Harga 150 masih menjadi salah satu ikon kota Jakarta yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Batu ini juga menjadi salah satu spot foto favorit bagi warga Jakarta dan wisatawan, terutama saat malam hari ketika lampu-lampu di sekitar bundaran menyala.

Batu di Bundaran HI Harga 150

Batu di Bundaran HI Harga 150 merupakan sebuah batu andesit yang memiliki nilai historis dan estetika tinggi. Batu ini menjadi saksi bisu perkembangan kota Jakarta, dari masa penjajahan Belanda hingga kemerdekaan Indonesia. Selain itu, batu ini juga menjadi salah satu landmark kota Jakarta yang terkenal dan sering dijadikan sebagai tempat berkumpul atau berfoto bagi warga Jakarta dan wisatawan.

  • Batu: Andesit
  • Berat: 30 ton
  • Lokasi: Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat
  • Asal: Jonggol, Bogor, Jawa Barat
  • Pembuat: Lee Bongju (seniman Korea Selatan)
  • Nilai historis: Simbol persahabatan antara Jakarta dan Seoul
  • Nilai estetika: Landmark kota Jakarta
  • Fungsi: Tempat berkumpul dan berfoto
  • Harga: 150 juta rupiah (pada tahun 1962)
  • Keunikan: Batu utuh tanpa sambungan

Kesepuluh aspek tersebut saling terkait dan membentuk sebuah kesatuan yang utuh. Batu di Bundaran HI Harga 150 tidak hanya memiliki nilai historis dan estetika, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya. Batu ini menjadi simbol persahabatan antara Jakarta dan Seoul, serta menjadi salah satu ikon kota Jakarta yang banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Sebagai penutup, Batu di Bundaran HI Harga 150 merupakan sebuah warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan. Batu ini menjadi pengingat akan sejarah kota Jakarta, serta menjadi simbol persahabatan antara Indonesia dan Korea Selatan.

Batu

Batu, Info News

Tahukah kamu kalau batu di Bundaran HI terbuat dari batu andesit? Andesit adalah jenis batuan beku yang terbentuk dari pendinginan lava yang cepat di permukaan bumi. Batu ini memiliki tekstur yang keras dan padat, serta berwarna abu-abu kehitaman. Andesit banyak digunakan sebagai bahan bangunan, seperti batu pondasi, batu paving, dan batu hias.

  • Kekuatan dan Ketahanan

    Batu andesit dikenal memiliki kekuatan dan ketahanan yang tinggi. Hal ini membuat batu ini cocok digunakan sebagai bahan bangunan yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan, seperti batu pondasi dan batu paving. Batu di Bundaran HI yang terbuat dari andesit pun mampu bertahan hingga puluhan tahun tanpa mengalami kerusakan yang berarti.

  • Warna dan Tekstur

    Batu andesit memiliki warna abu-abu kehitaman yang khas, serta tekstur yang keras dan padat. Warna dan tekstur ini memberikan kesan yang elegan dan mewah pada batu di Bundaran HI. Selain itu, tekstur yang keras membuat batu ini tidak mudah tergores atau rusak.

  • Nilai Historis

    Batu di Bundaran HI yang terbuat dari andesit memiliki nilai historis yang tinggi. Batu ini merupakan hadiah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Pemerintah Kota Seoul, Korea Selatan, sebagai simbol persahabatan kedua kota. Batu ini didatangkan langsung dari daerah Jonggol, Bogor, Jawa Barat, dan dipahat oleh seniman asal Korea Selatan, Lee Bongju.

  • Nilai Estetika

    Selain nilai historis, batu di Bundaran HI juga memiliki nilai estetika yang tinggi. Batu ini menjadi salah satu landmark kota Jakarta yang terkenal dan sering dijadikan sebagai tempat berkumpul atau berfoto bagi warga Jakarta dan wisatawan. Warna dan tekstur batu andesit yang khas membuat batu ini terlihat indah dan menarik.

Jadi, itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang batu andesit yang digunakan sebagai bahan pembuatan batu di Bundaran HI. Batu andesit memiliki kekuatan, ketahanan, warna, tekstur, nilai historis, dan nilai estetika yang tinggi, sehingga menjadi pilihan yang tepat untuk digunakan sebagai bahan bangunan sebuah landmark kota yang terkenal.

Berat

Berat, Info News

Berat batu di Bundaran HI yang mencapai 30 ton menjadikannya sebuah landmark yang kokoh dan megah. Berat yang besar ini memiliki beberapa implikasi penting:

Pertama, berat 30 ton membuat batu tersebut sangat stabil dan tidak mudah bergeser. Hal ini sangat penting mengingat lokasi batu tersebut yang berada di tengah persimpangan jalan yang ramai. Batu tersebut mampu menahan guncangan dan getaran yang disebabkan oleh kendaraan yang melintas, sehingga tidak membahayakan pengguna jalan.

Kedua, berat 30 ton membuat batu tersebut sulit untuk dipindahkan atau dirusak. Hal ini menjadikannya sebuah simbol yang kuat dan tahan lama dari persahabatan antara Jakarta dan Seoul. Batu tersebut telah berdiri kokoh selama lebih dari 50 tahun, dan diperkirakan akan terus berdiri selama bertahun-tahun yang akan datang.

Ketiga, berat 30 ton membuat batu tersebut menjadi sebuah karya seni yang mengesankan. Ukuran dan beratnya yang besar memberikan kesan yang kuat dan berwibawa. Batu tersebut menjadi sebuah daya tarik wisata yang populer, dan banyak orang yang datang untuk melihatnya dan berfoto dengannya.

Jadi, berat 30 ton dari batu di Bundaran HI bukan hanya sekadar angka, tetapi juga memiliki makna dan implikasi yang penting. Berat tersebut membuat batu tersebut menjadi sebuah landmark yang kokoh, tahan lama, dan mengesankan, yang menjadi simbol persahabatan dan kebanggaan bagi warga Jakarta dan Seoul.


Sumber:
Sejarah Batu Bundaran HI

Lokasi

Lokasi, Info News

Lokasi Batu di Bundaran HI di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat menjadikannya sebuah landmark yang penting dan strategis. Bundaran Hotel Indonesia merupakan salah satu persimpangan jalan terpenting di Jakarta, menghubungkan beberapa jalan utama seperti Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman, dan Jalan Gatot Subroto. Lokasi ini membuat Batu di Bundaran HI mudah diakses dan dilihat oleh banyak orang.

Selain itu, Bundaran Hotel Indonesia juga merupakan kawasan yang ramai dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Di sekitar bundaran terdapat beberapa bangunan penting, seperti Hotel Indonesia, Grand Indonesia, dan Plaza Indonesia. Lokasi ini membuat Batu di Bundaran HI menjadi bagian dari kawasan wisata dan budaya yang populer di Jakarta.

Dengan demikian, lokasi Batu di Bundaran HI di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat sangat penting untuk nilai historis, estetika, dan strategisnya. Lokasi ini menjadikan Batu di Bundaran HI sebuah landmark yang mudah diakses, dilihat, dan dikunjungi oleh banyak orang, baik warga Jakarta maupun wisatawan.

Sumber:
Sejarah Batu Bundaran HI

Asal

Asal, Info News

Batu di Bundaran HI yang megah itu ternyata berasal dari Jonggol, Bogor, Jawa Barat. Pemilihan batu andesit dari Jonggol bukan kebetulan, melainkan memiliki beberapa alasan penting yang berkaitan dengan kualitas dan sejarah batu tersebut.

  • Kualitas Batu Andesit Jonggol

    Batu andesit yang berasal dari Jonggol dikenal memiliki kualitas yang sangat baik. Batu ini memiliki tekstur yang keras dan padat, serta warna abu-abu kehitaman yang khas. Kualitas ini membuat batu andesit Jonggol sangat cocok untuk digunakan sebagai bahan bangunan yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan, seperti batu pondasi dan batu paving.

  • Cadangan Batu Andesit yang Melimpah

    Daerah Jonggol memiliki cadangan batu andesit yang melimpah. Hal ini menjadi salah satu faktor penting yang membuat batu andesit Jonggol dipilih sebagai bahan pembuatan Batu di Bundaran HI. Cadangan yang melimpah memastikan bahwa batu yang dibutuhkan untuk membuat batu tersebut tersedia dalam jumlah yang cukup.

  • Nilai Historis

    Batu andesit Jonggol memiliki nilai historis yang cukup tinggi. Batu ini telah digunakan sebagai bahan bangunan sejak zaman dahulu, termasuk pada masa Kerajaan Tarumanagara. Penggunaan batu andesit Jonggol pada Batu di Bundaran HI menjadi sebuah penghubung antara masa lalu dan masa kini, serta menunjukkan kekayaan budaya Indonesia.

  • Nilai Estetika

    Warna abu-abu kehitaman dan tekstur yang khas dari batu andesit Jonggol memberikan kesan yang elegan dan mewah pada Batu di Bundaran HI. Batu ini menjadi sebuah karya seni yang indah dan menarik, serta menambah nilai estetika pada kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

Dengan demikian, asal Batu di Bundaran HI dari Jonggol, Bogor, Jawa Barat bukan hanya sebuah kebetulan, tetapi juga memiliki alasan yang kuat terkait dengan kualitas, ketersediaan, nilai historis, dan nilai estetika batu andesit Jonggol. Pemilihan batu dari Jonggol menjadi sebuah bukti kekayaan alam Indonesia dan keahlian para seniman dalam memanfaatkannya untuk menciptakan sebuah karya seni yang megah dan bernilai tinggi.

Pembuat

Pembuat, Info News

Di balik megahnya Batu di Bundaran HI, terdapat sosok seniman Korea Selatan bernama Lee Bongju yang berperan penting dalam penciptaannya. Lee Bongju merupakan seniman yang ditugaskan untuk memahat batu andesit asal Jonggol, Bogor, Jawa Barat, menjadi sebuah karya seni yang indah dan bermakna.

Pemilihan Lee Bongju sebagai pembuat Batu di Bundaran HI bukan tanpa alasan. Lee Bongju dikenal sebagai seniman yang ahli dalam memahat batu. Ia telah banyak menciptakan karya seni dari batu, baik di Korea Selatan maupun di negara lain. Salah satu karya seninya yang terkenal adalah patung Buddha raksasa di kuil Haeinsa, Korea Selatan.

Keahlian Lee Bongju dalam memahat batu menjadi sangat penting dalam pembuatan Batu di Bundaran HI. Batu tersebut memiliki ukuran yang besar dan berat, sehingga membutuhkan teknik pemahatan yang tepat. Lee Bongju mampu memahat batu tersebut dengan detail dan presisi yang tinggi, sehingga menghasilkan sebuah karya seni yang indah dan menakjubkan.

Lee Bongju tidak hanya berperan sebagai pembuat Batu di Bundaran HI, tetapi juga sebagai simbol persahabatan antara Indonesia dan Korea Selatan. Batu tersebut merupakan hadiah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Pemerintah Kota Seoul sebagai tanda persahabatan kedua kota. Lee Bongju, sebagai seniman Korea Selatan, menjadi jembatan budaya yang menghubungkan kedua negara.

Jadi, sosok Lee Bongju sebagai pembuat Batu di Bundaran HI memiliki peran yang sangat penting. Keahliannya dalam memahat batu, serta posisinya sebagai seniman Korea Selatan, menjadikan Batu di Bundaran HI sebuah karya seni yang tidak hanya indah, tetapi juga bermakna dan menjadi simbol persahabatan antara Indonesia dan Korea Selatan.


Sumber:
Sejarah Batu Bundaran HI

Nilai Historis

Nilai Historis, Info News

Batu di Bundaran HI tidak hanya sekadar tugu atau hiasan kota, tetapi juga memiliki nilai historis yang tinggi. Batu ini merupakan simbol persahabatan antara Jakarta dan Seoul, dua kota yang memiliki hubungan erat sejak lama.

  • Hadiah dari Jakarta untuk Seoul

    Batu di Bundaran HI merupakan hadiah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Pemerintah Kota Seoul pada tahun 1962. Hadiah ini diberikan sebagai tanda persahabatan dan kerja sama antara kedua kota.

  • Dibuat oleh Seniman Korea Selatan

    Batu di Bundaran HI dipahat oleh seniman Korea Selatan bernama Lee Bongju. Pemilihan seniman Korea Selatan untuk membuat batu ini semakin memperkuat simbol persahabatan antara Jakarta dan Seoul.

  • Simbol Hubungan yang Harmonis

    Batu di Bundaran HI menjadi simbol hubungan yang harmonis antara Jakarta dan Seoul. Kedua kota ini terus menjalin kerja sama di berbagai bidang, seperti ekonomi, budaya, dan pendidikan.

  • Landmark yang Penting

    Batu di Bundaran HI bukan hanya sebuah simbol persahabatan, tetapi juga menjadi landmark penting bagi Jakarta. Batu ini menjadi salah satu daya tarik wisata dan sering menjadi tempat berkumpul atau berfoto bagi warga Jakarta dan wisatawan.

Nilai historis Batu di Bundaran HI sebagai simbol persahabatan antara Jakarta dan Seoul menjadikannya sebuah tugu yang tidak hanya indah, tetapi juga bermakna. Batu ini menjadi pengingat akan hubungan erat antara kedua kota dan diharapkan dapat terus memperkuat persahabatan tersebut di masa depan.

Nilai Estetika

Nilai Estetika, Info News

Batu di Bundaran HI tak hanya sekadar batu, namun juga memiliki nilai estetika yang tinggi dan telah menjadi landmark kota Jakarta yang terkenal. Nilai estetika ini berpengaruh besar pada citra dan daya tarik kota Jakarta, baik bagi warganya maupun wisatawan.

Keindahan Batu di Bundaran HI terletak pada bentuknya yang unik dan ukurannya yang megah. Batu berwarna abu-abu kehitaman ini berdiri kokoh di tengah persimpangan jalan yang ramai, menjadikannya sebuah titik fokus yang menarik perhatian. Selain itu, permukaan batu yang halus dan mengkilap memantulkan cahaya dengan indah, sehingga menambah kesan mewah dan elegan pada kawasan Bundaran HI.

Keberadaan Batu di Bundaran HI juga berkontribusi pada estetika kawasan sekitarnya. Batu ini menjadi pusat perhatian yang mempercantik taman dan air mancur yang ada di sekitarnya. Selain itu, Batu di Bundaran HI menjadi latar belakang yang indah untuk berbagai kegiatan, seperti pertunjukan seni, festival budaya, dan acara-acara penting lainnya.

Nilai estetika Batu di Bundaran HI sebagai landmark kota Jakarta memiliki makna yang penting. Batu ini menjadi simbol kebanggaan bagi warga Jakarta dan identitas kota yang unik. Selain itu, keindahan Batu di Bundaran HI juga memberikan manfaat praktis, seperti meningkatkan daya tarik wisata dan nilai ekonomi kawasan sekitarnya.

Sumber:
- Sejarah Batu Bundaran HI
- Mengenal Batu Bundaran HI, dari Sejarah hingga Maknanya

Fungsi

Fungsi, Info News

Batu di Bundaran HI nggak cuma jadi pajangan, tapi juga punya fungsi yang penting banget buat warga Jakarta dan wisatawan. Yap, batu ini udah jadi tempat berkumpul dan berfoto yang ikonik!

  • Tempat Berkumpul

    Batu di Bundaran HI sering jadi titik kumpul buat warga Jakarta dan wisatawan. Mau demo, konser, atau sekadar nongkrong bareng temen, batu ini selalu jadi pilihan utama. Suasananya yang ramai dan strategis bikin batu ini pas banget buat jadi tempat ketemuan atau kumpul-kumpul.

  • Spot Foto

    Selain jadi tempat berkumpul, Batu di Bundaran HI juga jadi spot foto yang kece abis. Dengan latar belakang gedung-gedung tinggi dan air mancur yang menari, hasil fotomu dijamin bakal estetik dan Instagramable. Nggak heran kalau banyak orang yang rela antre buat foto-foto di sini.

  • Landmark Jakarta

    Batu di Bundaran HI juga udah jadi salah satu landmark kota Jakarta. Keberadaannya yang mencolok di tengah persimpangan jalan yang sibuk bikin batu ini gampang dikenalin. Nggak cuma jadi tempat berkumpul dan berfoto, batu ini juga jadi simbol kebanggaan warga Jakarta.

  • Nilai Sejarah

    Selain fungsinya sebagai tempat berkumpul dan berfoto, Batu di Bundaran HI juga punya nilai sejarah yang tinggi. Batu ini merupakan hadiah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Pemerintah Kota Seoul, Korea Selatan, sebagai simbol persahabatan kedua kota. Jadi, selain berfungsi sebagai tempat berkumpul dan berfoto, batu ini juga jadi pengingat hubungan baik antara Indonesia dan Korea Selatan.

Jadi, itulah beberapa fungsi Batu di Bundaran HI sebagai tempat berkumpul dan berfoto. Batu ini nggak cuma jadi pajangan, tapi juga punya peran penting dalam kehidupan masyarakat Jakarta dan jadi simbol kebanggaan kota ini.

Harga

Harga, Info News

Saat kita mendengar istilah "batu di bundaran hi harga 150", pasti yang terlintas di benak kita adalah nilai yang fantastis. Tapi apa sebenarnya hubungan antara harga tersebut dengan batu di Bundaran HI? Yuk, kita bahas lebih dalam!

  • Nilai Historis

    Harga 150 juta rupiah pada tahun 1962 bukanlah jumlah yang sedikit. Pada masa itu, uang tersebut bisa digunakan untuk membangun sebuah rumah mewah. Jadi, pengeluaran sebesar itu untuk sebuah batu menunjukkan bahwa batu di Bundaran HI memiliki nilai historis yang tinggi.

  • Simbol Persahabatan

    Batu di Bundaran HI merupakan hadiah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Pemerintah Kota Seoul, Korea Selatan, sebagai simbol persahabatan kedua kota. Harga yang mahal menunjukkan bahwa Indonesia sangat menghargai hubungan baik dengan Korea Selatan.

  • Kualitas Material

    Batu di Bundaran HI terbuat dari batu andesit yang berasal dari Jonggol, Bogor. Batu andesit dikenal memiliki kualitas yang sangat baik, keras, dan tahan lama. Harga yang mahal juga mencerminkan kualitas material yang digunakan.

  • Nilai Estetika

    Batu di Bundaran HI tidak hanya bernilai historis, tetapi juga memiliki nilai estetika yang tinggi. Batu ini menjadi salah satu landmark kota Jakarta dan sering dijadikan sebagai spot foto. Harga yang mahal juga menunjukkan bahwa batu ini dianggap sebagai sebuah karya seni yang indah.

Jadi, harga 150 juta rupiah pada tahun 1962 untuk batu di Bundaran HI bukan hanya sekadar nilai materi, tetapi juga mencerminkan nilai historis, simbol persahabatan, kualitas material, dan nilai estetika yang tinggi. Batu ini menjadi sebuah simbol kebanggaan bagi warga Jakarta dan pengingat hubungan baik antara Indonesia dan Korea Selatan.

Keunikan

Keunikan, Info News

Di tengah hiruk pikuk kota Jakarta, berdiri gagah sebuah batu raksasa di tengah Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI). Batu ini memiliki keunikan yang menjadikannya istimewa, yaitu utuh tanpa sambungan. Keunikan ini memiliki keterkaitan erat dengan nilai "batu di bundaran hi harga 150" pada tahun 1962.

Pembuatan batu utuh tanpa sambungan merupakan sebuah tantangan tersendiri pada masa itu. Diperlukan teknik dan keahlian khusus untuk memahat batu andesit berukuran besar menjadi bentuk yang diinginkan tanpa membuatnya pecah atau retak. Keberhasilan memahat batu utuh tanpa sambungan menunjukkan keterampilan luar biasa dari seniman pembuatnya, Lee Bongju.

Selain nilai estetika, batu utuh tanpa sambungan juga memiliki nilai historis dan simbolis. Batu ini menjadi simbol keutuhan dan kesatuan, baik bagi kota Jakarta maupun hubungan persahabatan antara Indonesia dan Korea Selatan. Keutuhan batu tersebut juga mencerminkan harapan akan terjaganya keharmonisan dan kerja sama yang baik antara kedua negara.

Keunikan batu utuh tanpa sambungan pada batu di Bundaran HI menjadikannya sebuah karya seni yang dikagumi dan dihargai. Nilai historis, estetika, dan simbolis yang terkandung di dalamnya berkontribusi pada tingginya nilai "batu di bundaran hi harga 150" pada masa itu. Batu ini menjadi sebuah kebanggaan bagi warga Jakarta dan pengingat akan persahabatan yang kuat antara Indonesia dan Korea Selatan.


Sumber:
Sejarah Batu Bundaran HI

Seputar Batu di Bundaran HI

Batu di Bundaran HI, dengan kisah unik dan nilai historisnya, sering kali mengundang rasa penasaran. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering ditanyakan.

Pertanyaan 1: Mengapa batu di Bundaran HI disebut "batu 150 juta"?

Batu di Bundaran HI disebut "batu 150 juta" karena merupakan hadiah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Pemerintah Kota Seoul, Korea Selatan, pada tahun 1962. Saat itu, nilai batu tersebut mencapai 150 juta rupiah, jumlah yang sangat besar pada masa itu.

Pertanyaan 2: Apa makna dari batu di Bundaran HI?

Batu di Bundaran HI memiliki makna simbolis sebagai pengikat persahabatan antara Jakarta dan Seoul. Batu ini juga menjadi simbol keutuhan dan kesatuan, serta harapan terjaganya keharmonisan dan kerja sama yang baik antara kedua negara.

Pertanyaan 3: Mengapa batu di Bundaran HI tampak begitu besar dan kokoh?

Batu di Bundaran HI memang berukuran besar dengan berat sekitar 30 ton. Ukuran dan beratnya yang besar memberikan kesan kokoh dan menunjukkan keahlian para seniman dalam memahat dan mengangkut batu tersebut.

Pertanyaan 4: Apa jenis batu yang digunakan untuk membuat batu di Bundaran HI?

Batu di Bundaran HI terbuat dari batu andesit yang berasal dari Jonggol, Bogor. Batu andesit dikenal memiliki kualitas yang sangat baik, keras, dan tahan lama, sehingga sangat cocok digunakan sebagai bahan pembuatan monumen atau landmark.

Pertanyaan 5: Mengapa batu di Bundaran HI tidak memiliki sambungan?

Batu di Bundaran HI dibuat utuh tanpa sambungan untuk menunjukkan keutuhan dan kesatuan. Pembuatan batu utuh tanpa sambungan juga merupakan sebuah tantangan tersendiri yang menunjukkan keterampilan luar biasa dari seniman pembuatnya, Lee Bongju.

Pertanyaan 6: Apakah batu di Bundaran HI memiliki fungsi selain sebagai simbol?

Selain sebagai simbol, batu di Bundaran HI juga berfungsi sebagai tempat berkumpul dan berfoto. Batu ini menjadi titik kumpul yang populer bagi warga Jakarta dan wisatawan, serta menjadi spot foto yang menarik dengan latar belakang gedung-gedung tinggi dan air mancur menari.

Batu di Bundaran HI adalah sebuah karya seni yang unik dan bermakna. Batu ini menjadi pengingat akan persahabatan antara Indonesia dan Korea Selatan, serta simbol keutuhan dan kesatuan. Kisah dan nilai-nilai yang terkandung dalam batu ini menjadikannya sebuah landmark yang dikagumi dan dihargai.

Sumber:
Sejarah Batu Bundaran HI

Tips Menarik Seputar "Batu di Bundaran HI Harga 150"

Menelusuri kisah di balik "Batu di Bundaran HI Harga 150" tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membawa kita pada apresiasi yang lebih dalam akan nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya. Berikut adalah beberapa tips menarik yang dapat kamu simak:

Tip 1: Batu yang Tak Biasa

Tahukah kamu bahwa batu di Bundaran HI merupakan sebuah batu utuh tanpa sambungan? Dibuat dari batu andesit berkualitas tinggi, batu ini dipahat dengan sangat apik oleh seniman Korea Selatan, Lee Bongju. Keunikan ini menjadikannya sebuah karya seni yang dikagumi banyak orang.

Tip 2: Simbol Persahabatan

Batu di Bundaran HI bukanlah sekadar batu biasa. Batu ini merupakan hadiah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Pemerintah Kota Seoul, Korea Selatan, sebagai simbol persahabatan kedua kota. Nilai historis ini menjadikannya sebuah pengingat akan eratnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea Selatan.

Tip 3: Landmark Kota

Seiring berjalannya waktu, batu di Bundaran HI menjelma menjadi sebuah landmark ikonik kota Jakarta. Keberadaannya yang mencolok di tengah persimpangan jalan yang ramai menjadikannya sebagai titik kumpul dan spot foto yang populer bagi warga Jakarta dan wisatawan.

Tip 4: Tempat Berkumpul

Selain menjadi landmark, batu di Bundaran HI juga berfungsi sebagai tempat berkumpul yang nyaman. Suasana yang ramai dan strategis di sekitar batu ini menjadikannya sebagai tempat yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga.

Tip 5: Destinasi Wisata

Keunikan dan nilai sejarah yang terkandung dalam batu di Bundaran HI menarik perhatian banyak wisatawan. Batu ini menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi ketika berada di Jakarta. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengabadikan momen berharga di spot yang menakjubkan ini.

Tip 6: Harga yang Fantastis

Pada tahun 1962, batu di Bundaran HI dihargai sebesar 150 juta rupiah. Nilai yang fantastis pada masa itu menunjukkan betapa berharganya batu ini bagi kedua negara. Harga tersebut menjadi bukti nyata dari kuatnya jalinan persahabatan antara Indonesia dan Korea Selatan.

Tip 7: Batu yang Kokoh

Dengan berat sekitar 30 ton, batu di Bundaran HI berdiri kokoh di tengah hiruk pikuk kota Jakarta. Ketahanannya terhadap cuaca dan berbagai faktor eksternal membuktikan kualitas batu andesit yang digunakan dalam pembuatannya. Batu ini menjadi simbol keteguhan dan kekuatan.

Tip 8: Warisan Budaya

Batu di Bundaran HI tidak hanya memiliki nilai sejarah dan estetika, tetapi juga menjadi sebuah warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan. Batu ini merupakan bagian dari identitas kota Jakarta dan menjadi pengingat akan hubungan baik antara Indonesia dan Korea Selatan.

Dengan memahami tips-tips menarik ini, kita dapat semakin mengapresiasi keberadaan "Batu di Bundaran HI Harga 150". Mari kita jaga dan lestarikan warisan budaya ini sebagai simbol persahabatan dan kebanggaan bagi kota Jakarta dan Indonesia.

Batu di Bundaran HI, Simbol Persahabatan yang Kokoh

Batu di Bundaran HI

Di tengah hiruk pikuk kota Jakarta, berdiri gagah sebuah batu raksasa di Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI). Batu ini menyimpan sebuah kisah unik dan berharga, kisah persahabatan antara dua negara, Indonesia dan Korea Selatan. Dengan harga 150 juta rupiah pada tahun 1962, batu ini menjadi simbol eratnya hubungan kedua negara.

Batu di Bundaran HI merupakan hadiah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Pemerintah Kota Seoul, Korea Selatan. Batu berukuran besar ini dipahat dari batu andesit berkualitas tinggi, menjadikannya sebuah karya seni yang utuh tanpa sambungan. Keunikan dan keindahannya menjadikannya sebagai landmark ikonik kota Jakarta.

Selain menjadi simbol persahabatan, batu di Bundaran HI juga memiliki nilai historis yang tinggi. Batu ini menjadi saksi bisu perkembangan kota Jakarta, dari masa penjajahan hingga kemerdekaan. Keberadaannya menjadi pengingat akan hubungan baik antara Indonesia dan Korea Selatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Saat ini, batu di Bundaran HI telah menjadi bagian dari identitas kota Jakarta. Batu ini menjadi tempat berkumpul, berfoto, dan menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih. Kehadirannya memberikan warna tersendiri bagi kota Jakarta, menjadikannya sebuah kota yang penuh dengan sejarah, budaya, dan persahabatan.

Images References

Images References, Info News
Share on