Buku Panduan Lazisnu juga berisi tentang sejarah, visi, misi, dan tujuan Lazisnu, serta informasi tentang berbagai program dan kegiatan yang dilakukan oleh Lazisnu. Buku ini menjadi sumber informasi yang berharga bagi pengurus Lazisnu, peneliti, dan masyarakat umum yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang Lazisnu dan perannya dalam membantu masyarakat.
Buku Panduan Lazisnu
Buku Panduan Lazisnu sangat penting bagi pengelolaan Lazisnu yang profesional dan akuntabel. Buku ini memuat berbagai aspek penting, di antaranya:
- Definisi dan Tujuan Lazisnu
- Struktur dan Organisasi Lazisnu
- Penghimpunan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah
- Pengelolaan dan Pendistribusian Dana
- Akuntansi dan Pelaporan Keuangan
- Audit dan Pengawasan
- Pengembangan SDM
- Kerja Sama dan Kemitraan
- Humas dan Publikasi
Buku Panduan Lazisnu tidak hanya berisi panduan teknis, tetapi juga prinsip-prinsip pengelolaan Lazisnu yang sesuai dengan ajaran Islam dan nilai-nilai Nahdlatul Ulama. Buku ini menjadi pedoman bagi pengurus Lazisnu dalam menjalankan tugasnya secara amanah, profesional, dan transparan.
Dengan mengikuti panduan yang terdapat dalam Buku Panduan Lazisnu, diharapkan pengelolaan Lazisnu dapat berjalan dengan baik dan optimal, sehingga dana yang dihimpun dapat dikelola dan didistribusikan secara efektif untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Definisi dan Tujuan Lazisnu
Buku Panduan Lazisnu tidak hanya berisi panduan teknis, tetapi juga prinsip-prinsip pengelolaan Lazisnu yang sesuai dengan ajaran Islam dan nilai-nilai Nahdlatul Ulama. Prinsip-prinsip ini tertuang dalam Definisi dan Tujuan Lazisnu, yang menjadi dasar bagi seluruh kegiatan dan pengelolaan Lazisnu.
-
Definisi Lazisnu
Lazisnu adalah lembaga amil zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Definisi ini menjelaskan bahwa Lazisnu adalah lembaga yang bertugas menghimpun, mengelola, dan mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat.
-
Tujuan Lazisnu
Tujuan Lazisnu adalah membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga Nahdliyin, melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Tujuan ini sejalan dengan ajaran Islam yang mewajibkan umat Islam untuk saling membantu dan berbagi kepada sesama.
Definisi dan Tujuan Lazisnu menjadi dasar bagi seluruh kegiatan dan pengelolaan Lazisnu. Dengan memahami definisi dan tujuan Lazisnu, pengurus Lazisnu dapat menjalankan tugasnya secara profesional dan akuntabel, sehingga dana yang dihimpun dapat dikelola dan didistribusikan secara optimal untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Struktur dan Organisasi Lazisnu
Buku Panduan Lazisnu tidak hanya memuat panduan teknis, tetapi juga prinsip-prinsip pengelolaan Lazisnu yang sesuai dengan ajaran Islam dan nilai-nilai Nahdlatul Ulama (NU). Salah satu prinsip penting tersebut adalah Struktur dan Organisasi Lazisnu yang jelas dan akuntabel.
-
Struktur Organisasi Lazisnu
Struktur organisasi Lazisnu terdiri dari Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, Pengurus M ranting, dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Setiap level struktur organisasi memiliki tugas dan fungsi yang jelas, sehingga pengelolaan Lazisnu dapat berjalan secara efektif dan efisien.
-
Prinsip Akuntabilitas
Lazisnu menerapkan prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan keuangannya. Setiap pengurus Lazisnu wajib membuat laporan keuangan secara berkala dan transparan. Laporan keuangan ini dapat diakses oleh masyarakat melalui website resmi Lazisnu.
-
Kolaborasi dan Koordinasi
Lazisnu menjalin kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan lembaga amil zakat lainnya. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah, sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
-
Pengembangan SDM
Lazisnu menyadari pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk pengelolaan Lazisnu yang profesional. Oleh karena itu, Lazisnu secara rutin mengadakan pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi pengurus Lazisnu di seluruh Indonesia.
Struktur dan Organisasi Lazisnu yang jelas dan akuntabel merupakan salah satu kunci keberhasilan Lazisnu dalam menghimpun, mengelola, dan mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah. Dengan struktur organisasi yang jelas, prinsip akuntabilitas yang kuat, serta kolaborasi dan pengembangan SDM yang berkelanjutan, Lazisnu dapat menjalankan tugasnya secara profesional dan amanah, sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penghimpunan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah
Buku Panduan Lazisnu tidak hanya berisi panduan teknis, tetapi juga prinsip-prinsip pengelolaan Lazisnu yang sesuai dengan ajaran Islam dan nilai-nilai Nahdlatul Ulama (NU). Salah satu prinsip penting tersebut adalah Penghimpunan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah yang dilakukan secara profesional dan akuntabel.
-
Syarat dan Rukun Penghimpunan Dana
Buku Panduan Lazisnu menjelaskan syarat dan rukun penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah sesuai dengan syariat Islam. Syarat dan rukun ini harus dipenuhi agar dana yang dihimpun sah dan dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak.
-
Metode dan Teknik Penghimpunan Dana
Buku Panduan Lazisnu juga memuat berbagai metode dan teknik penghimpunan dana yang efektif dan efisien. Metode dan teknik ini disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
-
Akuntansi dan Pelaporan Penghimpunan Dana
Lazisnu menerapkan prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan keuangannya. Setiap dana yang dihimpun dicatat dan dilaporkan secara transparan. Laporan penghimpunan dana dapat diakses oleh masyarakat melalui website resmi Lazisnu.
-
Penyaluran Dana
Dana yang dihimpun oleh Lazisnu disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program dan kegiatan. Penyaluran dana dilakukan secara tepat sasaran dan akuntabel, sehingga bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang berhak.
Penghimpunan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah yang dilakukan secara profesional dan akuntabel merupakan salah satu kunci keberhasilan Lazisnu dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Buku Panduan Lazisnu, Lazisnu dapat menghimpun dana secara optimal dan menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran.
Pengelolaan dan Pendistribusian Dana
Dalam buku panduan Lazisnu, aspek Pengelolaan dan Pendistribusian Dana menjadi perhatian penting. Buku ini memuat panduan lengkap tentang bagaimana mengelola dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun oleh Lazisnu, mulai dari penerimaan hingga penyalurannya kepada masyarakat yang membutuhkan.
-
Penerimaan Dana
Buku panduan Lazisnu menjelaskan prosedur penerimaan dana zakat, infak, dan sedekah yang sesuai dengan syariat Islam. Dana yang diterima harus dicatat dan dikelola dengan baik, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
-
Pengelolaan Dana
Buku panduan Lazisnu juga memuat panduan tentang pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Dana yang dikelola harus diinvestasikan dan dikembangkan secara produktif, sehingga dapat menghasilkan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
-
Pendistribusian Dana
Pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah harus dilakukan secara tepat sasaran dan akuntabel. Buku panduan Lazisnu menjelaskan kriteria dan prosedur penyaluran dana, sehingga bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
-
Pelaporan dan Akuntabilitas
Lazisnu menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangannya. Buku panduan Lazisnu memuat panduan tentang pelaporan keuangan dan audit, sehingga masyarakat dapat memantau penggunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun oleh Lazisnu.
Pengelolaan dan Pendistribusian Dana yang baik sangat penting bagi Lazisnu untuk menjalankan fungsinya sebagai lembaga amil zakat, infak, dan sedekah. Dengan mengikuti panduan yang terdapat dalam buku panduan Lazisnu, pengurus Lazisnu dapat mengelola dan mendistribusikan dana secara profesional dan akuntabel, sehingga bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran.
Akuntansi dan Pelaporan Keuangan dalam Buku Panduan Lazisnu
Buku Panduan Lazisnu tidak hanya memuat panduan teknis, tetapi juga prinsip-prinsip pengelolaan Lazisnu yang sesuai dengan ajaran Islam dan nilai-nilai Nahdlatul Ulama (NU). Salah satu prinsip penting tersebut adalah Akuntansi dan Pelaporan Keuangan yang transparan dan akuntabel.
-
Transparansi Pengelolaan Dana
Akuntansi dan Pelaporan Keuangan yang transparan sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap Lazisnu. Buku Panduan Lazisnu memuat panduan tentang bagaimana membuat laporan keuangan yang mudah dipahami dan diakses oleh masyarakat.
-
Akuntabilitas Pengurus
Akuntansi dan Pelaporan Keuangan yang akuntabel menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban pengurus Lazisnu kepada masyarakat. Buku Panduan Lazisnu menjelaskan bagaimana membuat laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi dan dapat diaudit oleh pihak independen.
-
Penggunaan Dana yang Efektif dan Efisien
Akuntansi dan Pelaporan Keuangan yang baik dapat membantu Lazisnu dalam mengelola dana yang dihimpun secara efektif dan efisien. Buku Panduan Lazisnu memuat panduan tentang bagaimana membuat anggaran dan mengendalikan pengeluaran, sehingga dana dapat digunakan secara optimal untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
-
Peningkatan Kualitas Pelayanan
Akuntansi dan Pelaporan Keuangan yang transparan dan akuntabel dapat meningkatkan kualitas pelayanan Lazisnu. Dengan adanya laporan keuangan yang jelas, masyarakat dapat memantau kinerja Lazisnu dan memberikan masukan untuk perbaikan layanan.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip Akuntansi dan Pelaporan Keuangan yang tertuang dalam Buku Panduan Lazisnu, pengurus Lazisnu dapat mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan akuntabel. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memastikan bahwa dana yang dihimpun dapat digunakan secara optimal untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Audit dan Pengawasan
Dalam buku panduan Lazisnu, Audit dan Pengawasan menjadi komponen penting untuk memastikan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang transparan dan akuntabel. Audit dan Pengawasan dilakukan untuk menjaga kredibilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap Lazisnu.
Buku panduan Lazisnu memuat panduan lengkap tentang bagaimana melakukan Audit dan Pengawasan, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Audit dilakukan oleh auditor internal atau eksternal yang independen dan kompeten. Pengawasan dilakukan oleh Dewan Pengawas Lazisnu yang bertugas mengawasi kinerja pengurus Lazisnu.
Hasil Audit dan Pengawasan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Lazisnu. Temuan dan rekomendasi dari auditor dan pengawas dapat menjadi bahan perbaikan dan pengembangan sistem pengelolaan Lazisnu. Dengan adanya Audit dan Pengawasan yang baik, masyarakat dapat yakin bahwa dana yang mereka salurkan melalui Lazisnu dikelola secara profesional dan amanah.
Selain itu, Audit dan Pengawasan juga menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu. Sertifikasi ini membuktikan bahwa Lazisnu telah menerapkan sistem pengelolaan yang baik dan memenuhi standar internasional.
Dengan demikian, Audit dan Pengawasan merupakan komponen penting dalam buku panduan Lazisnu untuk memastikan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang transparan, akuntabel, dan berkualitas.
Sumber: Buku Panduan Lazisnu
Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)
Dalam buku panduan Lazisnu, Pengembangan SDM menjadi salah satu komponen penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Lazisnu. Pengembangan SDM dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas pengurus Lazisnu di seluruh Indonesia.
Dengan pengembangan SDM yang baik, pengurus Lazisnu akan memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang pengelolaan zakat, infak, dan sedekah sesuai dengan syariat Islam dan nilai-nilai Nahdlatul Ulama (NU). Mereka juga akan memiliki keterampilan teknis yang mumpuni dalam bidang penghimpunan, pengelolaan, dan pendistribusian dana. Selain itu, pengembangan SDM juga akan meningkatkan motivasi dan komitmen pengurus Lazisnu dalam menjalankan tugasnya.
Pengembangan SDM dilakukan melalui berbagai program, seperti pelatihan, workshop, seminar, dan magang. Program-program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pengurus Lazisnu di berbagai bidang, seperti manajemen keuangan, akuntansi, penggalangan dana, dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan mengikuti program-program pengembangan SDM, pengurus Lazisnu dapat meningkatkan kapasitasnya dan berkontribusi lebih optimal dalam pengelolaan Lazisnu.
Dengan demikian, Pengembangan SDM merupakan komponen penting dalam buku panduan Lazisnu untuk memastikan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang profesional, akuntabel, dan berkualitas.
Sumber: Buku Panduan Lazisnu
Kerja Sama dan Kemitraan
Dalam buku panduan Lazisnu, Kerja Sama dan Kemitraan menjadi salah satu komponen penting untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan dampak pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Melalui kerja sama dan kemitraan, Lazisnu dapat mengoptimalkan sumber daya, memperluas jaringan, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
-
Sinergi dengan Lembaga Pemerintah
Lazisnu menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah, seperti Kementerian Sosial, Kementerian Agama, dan pemerintah daerah. Kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, menghindari duplikasi program, dan memperkuat koordinasi dalam penanggulangan kemiskinan dan kesejahteraan sosial.
-
Kolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Lainnya
Lazisnu juga menjalin kolaborasi dengan LAZ lainnya, baik di lingkungan NU maupun di luar NU. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat jaringan penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah, serta berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan zakat.
-
Kemitraan dengan Dunia Usaha
Lazisnu menjalin kemitraan dengan dunia usaha, seperti perusahaan swasta dan badan usaha milik negara (BUMN). Kemitraan ini bertujuan untuk menggalang dana CSR (Corporate Social Responsibility) dan mengembangkan program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
-
Kerja Sama dengan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS)
Lazisnu bekerja sama dengan berbagai OMS, seperti lembaga sosial, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan. Kerja sama ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pelayanan Lazisnu, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan membangun kerja sama dan kemitraan yang strategis, Lazisnu dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Kolaborasi dengan berbagai pihak memungkinkan Lazisnu untuk mengakses sumber daya yang lebih luas, memperluas jaringan distribusi, dan mengembangkan program-program pemberdayaan masyarakat yang komprehensif.
Humas dan Publikasi
Dalam buku panduan Lazisnu, Humas dan Publikasi memegang peranan penting dalam membangun citra positif Lazisnu di masyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berzakat, infak, dan sedekah. Melalui berbagai kegiatan Humas dan Publikasi, Lazisnu dapat menyampaikan pesan-pesan positif tentang pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Salah satu kegiatan Humas dan Publikasi yang dilakukan oleh Lazisnu adalah menjalin hubungan dengan media massa, baik cetak maupun elektronik. Melalui media massa, Lazisnu dapat mempublikasikan program-program dan kegiatannya, serta menyampaikan informasi tentang pengelolaan zakat yang benar. Selain itu, Lazisnu juga aktif menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi dan menggalang dukungan masyarakat.
Buku panduan Lazisnu memuat panduan lengkap tentang bagaimana melakukan Humas dan Publikasi yang efektif. Panduan ini mencakup strategi komunikasi, teknik penulisan berita, dan pemanfaatan media sosial. Dengan mengikuti panduan ini, pengurus Lazisnu dapat membangun citra positif Lazisnu dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berzakat, infak, dan sedekah.
Sumber: Buku Panduan Lazisnu
Tanya Jawab Seputar Buku Panduan Lazisnu
Buku Panduan Lazisnu merupakan panduan lengkap bagi pengurus Lazisnu dalam menjalankan tugasnya secara profesional dan akuntabel. Buku ini memuat berbagai aspek penting, mulai dari definisi dan tujuan Lazisnu, hingga Humas dan Publikasi. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan terkait Buku Panduan Lazisnu:
Pertanyaan 1: Apa saja manfaat mengikuti panduan dalam Buku Panduan Lazisnu?
Dengan mengikuti panduan dalam Buku Panduan Lazisnu, pengurus Lazisnu dapat mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan akuntabel. Dana yang dihimpun dapat dioptimalkan penggunaannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Pertanyaan 2: Di mana saya bisa mendapatkan Buku Panduan Lazisnu?
Buku Panduan Lazisnu dapat diperoleh melalui Kantor Pusat Lazisnu atau diunduh melalui situs resmi Lazisnu.
Pertanyaan 3: Apakah Buku Panduan Lazisnu hanya berlaku untuk pengurus Lazisnu pusat saja?
Tidak, Buku Panduan Lazisnu berlaku untuk seluruh pengurus Lazisnu, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
Pertanyaan 4: Apakah Buku Panduan Lazisnu sering diperbarui?
Ya, Buku Panduan Lazisnu diperbarui secara berkala sesuai dengan perkembangan peraturan dan kebutuhan organisasi.
Pertanyaan 5: Apakah ada pelatihan khusus untuk memahami Buku Panduan Lazisnu?
Ya, Lazisnu mengadakan pelatihan khusus bagi pengurus Lazisnu untuk memahami dan menerapkan panduan dalam Buku Panduan Lazisnu.
Pertanyaan 6: Bagaimana cara memastikan bahwa Buku Panduan Lazisnu diterapkan dengan baik?
Lazisnu melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa Buku Panduan Lazisnu diterapkan dengan baik oleh seluruh pengurus Lazisnu.
Dengan memahami dan menerapkan panduan dalam Buku Panduan Lazisnu, Lazisnu dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sumber: Buku Panduan Lazisnu
Tips Memahami Buku Panduan Lazisnu
Buku Panduan Lazisnu menjadi pegangan penting bagi pengurus Lazisnu dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah. Agar dapat memahami dan menerapkan panduan tersebut dengan baik, berikut adalah beberapa tips yang bisa diikuti:
Tip 1: Baca dan Pahami Secara Menyeluruh
Langkah pertama adalah membaca dan memahami isi Buku Panduan Lazisnu secara menyeluruh. Bacalah setiap bab dan bagian dengan saksama, catat poin-poin penting, dan jangan ragu untuk mencari penjelasan jika ada hal yang kurang dipahami.
Tip 2: Ikuti Pelatihan yang Diadakan Lazisnu
Lazisnu secara rutin mengadakan pelatihan untuk membantu pengurus Lazisnu memahami dan menerapkan panduan dalam Buku Panduan Lazisnu. Ikutilah pelatihan tersebut dengan aktif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam.
Tip 3: Diskusikan dengan Pengurus Lainnya
Setelah membaca dan mengikuti pelatihan, diskusikan isi Buku Panduan Lazisnu dengan pengurus Lazisnu lainnya. Bertukar pikiran dan berbagi pengalaman akan membantu memperkuat pemahaman dan memudahkan penerapan panduan tersebut.
Tip 4: Praktikkan Secara Konsisten
Memahami Buku Panduan Lazisnu tidak cukup, yang terpenting adalah mempraktikkan panduan tersebut secara konsisten. Terapkan panduan tersebut dalam setiap kegiatan Lazisnu, mulai dari penghimpunan dana hingga penyaluran bantuan.
Tip 5: Lakukan Monitoring dan Evaluasi
Setelah menerapkan panduan dalam Buku Panduan Lazisnu, lakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Hal ini penting untuk mengetahui apakah panduan tersebut sudah diterapkan dengan baik dan apakah ada kendala yang dihadapi. Hasil monitoring dan evaluasi dapat menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Lazisnu.
Dengan mengikuti tips-tips di atas, pengurus Lazisnu dapat memahami dan menerapkan Buku Panduan Lazisnu dengan baik. Hal ini akan berdampak pada pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.Buku Panduan Lazisnu
Buku Panduan Lazisnu adalah pegangan lengkap bagi pengurus Lazisnu dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah secara profesional dan akuntabel. Buku ini menjadi panduan dalam setiap langkah pengelolaan, mulai dari penghimpunan dana hingga penyaluran bantuan.
Dengan mengikuti panduan dalam buku ini, Lazisnu dapat mengoptimalkan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Sehingga, bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.