- Memiliki drainase yang baik, sehingga mencegah pembusukan akar akibat genangan air.
- Struktur porous memungkinkan aerasi yang baik, sehingga mendukung pertumbuhan akar anggrek yang sehat.
- Mudah didapat dan harganya terjangkau.
- Dapat menampung air dan nutrisi dengan baik, sehingga mengurangi frekuensi penyiraman dan pemupukan.
Cara Menanam Anggrek dengan Media Sabut Kelapa
Menanam anggrek dengan media sabut kelapa memiliki beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan. Berikut adalah 10 aspek penting tersebut:
- Pemilihan Sabut Kelapa: Gunakan sabut kelapa yang sudah tua dan kering.
- Rendam Sabut Kelapa: Rendam sabut kelapa dalam air selama beberapa jam sebelum digunakan.
- Pot dan Lubang Drainase: Pilih pot yang memiliki lubang drainase yang cukup.
- Ukuran Media Tanam: Sesuaikan ukuran media tanam dengan ukuran anggrek.
- Penanaman Anggrek: Tanam anggrek dengan hati-hati, hindari merusak akarnya.
- Penyiraman: Siram anggrek secara teratur, tetapi jangan berlebihan.
- Pemupukan: Berikan pupuk secara teratur untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anggrek.
- Pencahayaan: Anggrek membutuhkan cahaya matahari yang cukup, tetapi tidak langsung.
- Kelembaban: Jaga kelembaban udara di sekitar anggrek.
- Pengendalian Hama dan Penyakit: Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara teratur untuk menjaga kesehatan anggrek.
Dengan memperhatikan aspek-aspek penting tersebut, Anda dapat berhasil menanam anggrek dengan media sabut kelapa. Sabut kelapa merupakan media tanam yang baik untuk anggrek karena memiliki drainase yang baik, aerasi yang tinggi, dan dapat menampung air dan nutrisi dengan baik.
Selamat mencoba!
Pemilihan Sabut Kelapa
Dalam cara menanam anggrek dengan media sabut kelapa, pemilihan sabut kelapa yang tepat sangat penting. Sabut kelapa yang sudah tua dan kering memiliki struktur yang lebih kokoh dan porous, sehingga dapat memberikan dukungan yang baik bagi akar anggrek dan memungkinkan aerasi yang optimal.
- Sabut Kelapa yang Tua Lebih Tahan Lama: Sabut kelapa yang sudah tua memiliki serat yang lebih kuat dan tidak mudah lapuk, sehingga dapat digunakan sebagai media tanam dalam jangka waktu yang lebih lama.
- Sabut Kelapa yang Kering Memiliki Drainase yang Baik: Sabut kelapa yang kering memiliki kemampuan drainase yang baik, sehingga dapat mencegah pembusukan akar anggrek akibat genangan air.
- Sabut Kelapa yang Porous Mendukung Aerasi Akar: Struktur sabut kelapa yang porous memungkinkan udara masuk ke dalam media tanam, sehingga mendukung pertumbuhan akar anggrek yang sehat dan mencegah pembusukan.
- Sabut Kelapa yang Tua dan Kering Bebas Hama: Sabut kelapa yang sudah tua dan kering biasanya sudah terbebas dari hama dan penyakit, sehingga aman digunakan sebagai media tanam anggrek.
Dengan menggunakan sabut kelapa yang sudah tua dan kering, Anda dapat memastikan bahwa anggrek Anda memiliki lingkungan tumbuh yang optimal, sehingga dapat tumbuh dengan sehat dan menghasilkan bunga yang indah.
Rendam Sabut Kelapa
Dalam cara menanam anggrek dengan media sabut kelapa, merendam sabut kelapa sebelum digunakan merupakan langkah penting yang tidak boleh dilewatkan. Proses perendaman ini memiliki beberapa manfaat yang sangat penting bagi pertumbuhan dan kesehatan anggrek.
- Menghilangkan Tanin: Sabut kelapa mengandung tanin, yaitu senyawa alami yang dapat menghambat pertumbuhan anggrek. Perendaman dalam air akan membantu menghilangkan tanin dari sabut kelapa, sehingga tidak akan meracuni akar anggrek.
- Meningkatkan Kapasitas Menahan Air: Sabut kelapa yang direndam akan menyerap air dan meningkatkan kapasitasnya dalam menahan air. Hal ini penting bagi anggrek karena mereka membutuhkan media tanam yang dapat mempertahankan kelembaban, tetapi tidak terlalu basah.
- Melunakkan Sabut Kelapa: Perendaman dalam air akan melunakkan sabut kelapa, sehingga lebih mudah untuk diatur dan digunakan sebagai media tanam. Sabut kelapa yang lunak juga akan lebih mudah ditembus oleh akar anggrek.
Sumber:How to Grow Orchids in Coconut Husk
Pot dan Lubang Drainase
Dalam cara menanam anggrek dengan media sabut kelapa, pemilihan pot yang tepat sangat penting. Salah satu aspek penting yang harus diperhatikan adalah lubang drainase. Lubang drainase berfungsi untuk mengalirkan kelebihan air dari media tanam, sehingga mencegah pembusukan akar anggrek.
Sabut kelapa memiliki struktur yang porous dan dapat menahan air dengan baik. Namun, jika pot tidak memiliki lubang drainase yang cukup, kelebihan air dapat menumpuk di dalam pot dan menyebabkan akar anggrek membusuk. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih pot yang memiliki lubang drainase yang cukup untuk memastikan drainase yang baik.
Selain itu, lubang drainase juga memungkinkan udara masuk ke dalam media tanam. Aerasi yang baik penting untuk pertumbuhan akar anggrek yang sehat. Akar anggrek membutuhkan oksigen untuk bernapas dan tumbuh dengan baik. Jika media tanam terlalu padat dan tidak memiliki aerasi yang cukup, akar anggrek dapat tercekik dan membusuk.
Dengan memilih pot yang memiliki lubang drainase yang cukup, Anda dapat memastikan bahwa anggrek Anda memiliki lingkungan tumbuh yang optimal, sehingga dapat tumbuh dengan sehat dan menghasilkan bunga yang indah.
Sumber: How to Grow Orchids in Coconut Husk
Ukuran Media Tanam
Dalam cara menanam anggrek dengan media sabut kelapa, ukuran media tanam memegang peranan penting untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan anggrek. Menyesuaikan ukuran media tanam dengan ukuran anggrek akan menciptakan lingkungan tumbuh yang optimal, sehingga anggrek dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan bunga yang indah.
- Ukuran Media Tanam yang Tepat Mencegah Pembusukan Akar: Media tanam yang terlalu besar dapat menyebabkan genangan air di sekitar akar anggrek, sehingga meningkatkan risiko pembusukan akar. Sebaliknya, media tanam yang terlalu kecil akan membatasi ruang gerak akar dan menghambat pertumbuhannya.
- Dukungan yang Optimal: Media tanam yang berukuran sesuai akan memberikan dukungan yang optimal bagi anggrek. Anggrek yang ditanam dalam media tanam yang terlalu besar akan mudah goyah dan rentan roboh, sementara media tanam yang terlalu kecil akan membuat anggrek sulit berdiri tegak.
- Aerasi yang Baik: Ukuran media tanam yang tepat juga mempengaruhi aerasi. Media tanam yang terlalu padat akan menghambat sirkulasi udara di sekitar akar, sehingga dapat menyebabkan pembusukan akar. Sebaliknya, media tanam yang terlalu longgar akan membuat anggrek sulit menyerap air dan nutrisi.
- Kemudahan Penanaman: Menyesuaikan ukuran media tanam dengan ukuran anggrek akan memudahkan proses penanaman. Media tanam yang terlalu besar atau terlalu kecil akan menyulitkan Anda untuk menempatkan anggrek dengan benar dan memastikan akarnya tertanam dengan baik.
Dengan menyesuaikan ukuran media tanam dengan ukuran anggrek, Anda dapat memastikan bahwa anggrek Anda memiliki lingkungan tumbuh yang optimal, sehingga dapat tumbuh dengan sehat dan menghasilkan bunga yang indah.
Penanaman Anggrek
Dalam cara menanam anggrek dengan media sabut kelapa, penanaman anggrek merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Anggrek memiliki akar yang sensitif dan mudah rusak, sehingga penanaman harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan pada akar.
Akar anggrek berfungsi untuk menyerap air dan nutrisi dari media tanam. Jika akar anggrek rusak, maka kemampuannya dalam menyerap air dan nutrisi akan berkurang, sehingga berdampak negatif pada pertumbuhan dan kesehatan anggrek. Selain itu, kerusakan pada akar anggrek juga dapat menyebabkan infeksi penyakit.
Untuk menghindari kerusakan pada akar anggrek saat penanaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
- Gunakan media tanam yang sesuai, seperti sabut kelapa yang sudah tua dan kering. Sabut kelapa memiliki struktur yang porous dan memiliki kemampuan drainase yang baik, sehingga cocok untuk menanam anggrek.
- Jangan menanam anggrek terlalu dalam. Akar anggrek membutuhkan aerasi yang baik, sehingga tidak boleh terkubur terlalu dalam dalam media tanam.
- Berhati-hatilah saat menempatkan anggrek ke dalam pot. Hindari menarik atau mendorong anggrek secara paksa, karena dapat merusak akarnya.
- Setelah anggrek ditanam, padatkan media tanam dengan lembut di sekitar akarnya untuk memberikan dukungan yang baik.
Selain aspek penanaman yang disebutkan di atas, faktor lain yang juga perlu diperhatikan dalam cara menanam anggrek dengan media sabut kelapa adalah pemilihan pot, ukuran media tanam, penyiraman, dan pemupukan. Dengan memperhatikan semua aspek tersebut, Anda dapat memastikan bahwa anggrek Anda tumbuh dengan sehat dan menghasilkan bunga yang indah.
Sumber: How to Grow Orchids in Coconut Husk
Penyiraman
Dalam cara menanam anggrek dengan media sabut kelapa, penyiraman merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan. Sabut kelapa memiliki kemampuan menahan air yang baik, tetapi juga memiliki drainase yang baik. Oleh karena itu, penting untuk menyiram anggrek secara teratur, tetapi jangan berlebihan.
Menyiram anggrek secara berlebihan dapat menyebabkan pembusukan akar. Akar anggrek membutuhkan aerasi yang baik, dan penyiraman yang berlebihan dapat membuat media tanam terlalu basah dan mengurangi aerasi. Sebaliknya, jika anggrek tidak disiram secara teratur, maka anggrek akan kekurangan air dan nutrisi, sehingga pertumbuhannya akan terhambat.
Berikut adalah beberapa tips untuk menyiram anggrek dengan benar:
- Siram anggrek ketika media tanam sudah mulai kering.
- Siram anggrek secara menyeluruh, sampai air keluar dari lubang drainase di dasar pot.
- Hindari menyiram anggrek pada malam hari, karena dapat menyebabkan kelembaban berlebih dan meningkatkan risiko penyakit.
Dengan menyiram anggrek secara teratur dan tidak berlebihan, Anda dapat memastikan bahwa anggrek Anda mendapatkan air dan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dengan sehat dan menghasilkan bunga yang indah.
Sumber: How to Grow Orchids in Coconut Husk
Pemupukan
Dalam cara menanam anggrek dengan media sabut kelapa, pemupukan memegang peranan penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anggrek. Sabut kelapa memiliki kemampuan menahan air dan nutrisi yang baik, tetapi tidak dapat menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan anggrek untuk tumbuh dengan sehat dan menghasilkan bunga yang indah.
- Jenis Pupuk: Untuk anggrek yang ditanam dengan media sabut kelapa, sebaiknya gunakan pupuk khusus anggrek yang memiliki kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium yang seimbang. Pupuk dengan kandungan nitrogen yang tinggi akan membantu pertumbuhan daun dan batang anggrek, sedangkan pupuk dengan kandungan fosfor yang tinggi akan membantu pertumbuhan bunga dan akar.
- Waktu Pemupukan: Pemupukan anggrek dapat dilakukan setiap 2-4 minggu sekali selama masa pertumbuhan aktif. Hindari pemupukan saat anggrek sedang beristirahat atau dorman.
- Dosis Pemupukan: Dosis pemupukan harus disesuaikan dengan jenis pupuk yang digunakan dan ukuran anggrek. Umumnya, dosis pemupukan untuk anggrek yang ditanam dengan media sabut kelapa adalah sekitar 1/4-1/2 sendok teh pupuk per liter air.
- Cara Pemupukan: Pemupukan dapat dilakukan dengan cara menyiramkan larutan pupuk ke media tanam anggrek. Hindari pemupukan pada daun atau bunga anggrek, karena dapat menyebabkan kerusakan.
Dengan memberikan pupuk secara teratur, Anda dapat memastikan bahwa anggrek Anda mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dengan sehat dan menghasilkan bunga yang indah.
Pencahayaan
Dalam cara menanam anggrek dengan media sabut kelapa, pencahayaan memegang peranan penting. Anggrek membutuhkan cahaya matahari yang cukup, tetapi tidak langsung, untuk tumbuh dengan sehat dan menghasilkan bunga yang indah.
- Pengaruh Cahaya Matahari pada Fotosintesis: Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi anggrek melalui proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses di mana anggrek menggunakan cahaya matahari, karbon dioksida, dan air untuk menghasilkan makanan (glukosa) dan oksigen.
- Dampak Cahaya Langsung: Meskipun anggrek membutuhkan cahaya matahari, tetapi cahaya langsung yang berlebihan dapat membakar daun anggrek dan menghambat pertumbuhannya. Cahaya langsung yang berlebihan dapat menyebabkan daun anggrek berubah warna menjadi kuning atau coklat, dan dapat merusak jaringan daun.
- Manfaat Cahaya Tidak Langsung: Cahaya tidak langsung, seperti cahaya yang disaring melalui tirai atau pepohonan, lebih cocok untuk anggrek. Cahaya tidak langsung memberikan pencahayaan yang cukup untuk fotosintesis, tanpa risiko membakar daun anggrek.
- Penempatan Anggrek: Untuk memberikan pencahayaan yang optimal bagi anggrek yang ditanam dengan media sabut kelapa, tempatkan anggrek di lokasi yang menerima cahaya tidak langsung yang cukup. Anda dapat menempatkan anggrek di dekat jendela yang menghadap ke timur atau barat, atau di bawah naungan pohon atau bangunan.
Dengan memperhatikan kebutuhan pencahayaan anggrek dan memberikan pencahayaan yang optimal, Anda dapat memastikan bahwa anggrek Anda tumbuh dengan sehat dan menghasilkan bunga yang indah.
Kelembaban
Dalam cara menanam anggrek dengan media sabut kelapa, kelembaban udara menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Sabut kelapa memiliki kemampuan menyerap dan menahan air dengan baik, namun juga membutuhkan kelembaban udara yang cukup untuk mendukung pertumbuhan anggrek secara optimal.
- Manfaat Kelembaban Tinggi: Kelembaban udara yang tinggi membantu menjaga hidrasi pada daun dan akar anggrek, sehingga mencegah dehidrasi dan kerusakan jaringan. Kelembaban tinggi juga mendukung proses transpirasi, yaitu penguapan air dari daun anggrek, yang membantu mengatur suhu tanaman dan menyerap nutrisi penting dari udara.
- Dampak Kelembaban Rendah: Di sisi lain, kelembaban udara yang rendah dapat menyebabkan dehidrasi pada anggrek, terutama pada bagian daun dan akar. Dehidrasi dapat menyebabkan daun menguning, layu, dan rontok, serta menghambat pertumbuhan akar. Kelembaban rendah juga dapat meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit pada anggrek.
- Cara Meningkatkan Kelembaban: Untuk menjaga kelembaban udara yang cukup di sekitar anggrek yang ditanam dengan media sabut kelapa, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, seperti menempatkan anggrek di dekat sumber air, seperti kolam atau akuarium, menggunakan humidifier untuk meningkatkan kelembaban udara, atau mengelompokkan tanaman anggrek bersama-sama untuk menciptakan iklim mikro yang lembab.
- Pengaruh Media Sabut Kelapa: Media sabut kelapa yang memiliki sifat porous dan mampu menyerap air dengan baik dapat membantu menjaga kelembaban di sekitar akar anggrek. Namun, kelembaban udara yang cukup tetap diperlukan untuk mendukung kesehatan anggrek secara keseluruhan.
Dengan menjaga kelembaban udara di sekitar anggrek, Anda dapat memastikan bahwa anggrek Anda mendapatkan lingkungan tumbuh yang optimal, sehingga dapat tumbuh dengan sehat dan menghasilkan bunga yang indah.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Dalam membincangkan cara menanam anggrek dengan media sabut kelapa, mengendalikan hama dan penyakit adalah hal yang tak kalah krusial. Sabut kelapa, meski memiliki sifat yang baik untuk pertumbuhan anggrek, juga bisa menjadi sarang hama dan penyakit jika tidak dirawat dengan benar.
- Deteksi dan Identifikasi: Langkah awal dalam pengendalian hama dan penyakit adalah mendeteksi dan mengidentifikasi masalahnya. Amati anggrek secara teratur untuk mencari tanda-tanda serangan hama atau penyakit, seperti bercak pada daun, perubahan warna, atau kehadiran serangga.
- Sanitasi: Menjaga kebersihan lingkungan sekitar anggrek sangat penting untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit. Buang sisa-sisa tanaman yang sakit atau mati, bersihkan pot dan alat berkebun secara teratur, dan hindari menyiram anggrek secara berlebihan yang dapat menciptakan kondisi lembap yang disukai hama.
- Pestisida dan Fungisida: Jika hama atau penyakit terlanjur menyerang, penggunaan pestisida atau fungisida mungkin diperlukan. Pilih produk yang diformulasikan khusus untuk anggrek dan ikuti petunjuk penggunaan dengan hati-hati. Gunakan pestisida dan fungisida secara bijak dan hanya jika benar-benar diperlukan untuk menghindari resistensi dan kerusakan lingkungan.
- Pengendalian Biologis: Dalam beberapa kasus, pengendalian biologis dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk mengendalikan hama. Metode ini melibatkan penggunaan predator alami atau parasit untuk menekan populasi hama.
Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara teratur, Anda dapat menjaga kesehatan anggrek yang ditanam dengan media sabut kelapa dan memastikan pertumbuhan dan pembungaannya yang optimal.
Pertanyaan Umum tentang Cara Menanam Anggrek dengan Media Sabut Kelapa
Menanam anggrek dengan media sabut kelapa memang seru, tapi ada juga pertanyaan yang sering muncul. Yuk, kita bahas beberapa pertanyaan umum seputar cara menanam anggrek dengan media sabut kelapa:
Pertanyaan 1: Apakah semua jenis sabut kelapa bisa digunakan untuk menanam anggrek?
Tidak semua sabut kelapa cocok untuk anggrek. Pilihlah sabut kelapa yang sudah tua dan kering karena memiliki struktur yang lebih baik dan tidak mudah lapuk.
Pertanyaan 2: Berapa ukuran pot yang ideal untuk anggrek yang ditanam dengan media sabut kelapa?
Ukuran pot harus disesuaikan dengan ukuran anggrek. Pilih pot yang tidak terlalu besar atau terlalu kecil, dan pastikan pot memiliki lubang drainase yang cukup.
Pertanyaan 3: Bagaimana cara memindahkan anggrek ke media sabut kelapa?
Keluarkan anggrek dari pot lama dengan hati-hati. Singkirkan media tanam lama dan bersihkan akar anggrek dari kotoran atau sisa-sisa media tanam sebelumnya.
Pertanyaan 4: Berapa lama waktu yang dibutuhkan anggrek untuk berbunga setelah ditanam dengan media sabut kelapa?
Waktu yang dibutuhkan anggrek untuk berbunga bervariasi tergantung jenis anggrek dan kondisi lingkungan. Biasanya, anggrek akan berbunga dalam waktu beberapa bulan hingga satu tahun setelah ditanam.
Pertanyaan 5: Bagaimana cara mengatasi hama dan penyakit pada anggrek yang ditanam dengan media sabut kelapa?
Lakukan pengecekan rutin untuk mendeteksi hama dan penyakit pada anggrek. Gunakan pestisida atau fungisida secara bijak jika diperlukan, dan jaga kebersihan lingkungan sekitar anggrek.
Pertanyaan 6: Apa manfaat menggunakan media sabut kelapa untuk menanam anggrek?
Menanam anggrek dengan media sabut kelapa memiliki banyak manfaat, seperti drainase yang baik, aerasi yang tinggi, dan kemampuan menahan air dan nutrisi dengan baik.
Dengan memahami jawaban dari pertanyaan-pertanyaan umum ini, kamu bisa semakin mahir dalam menanam anggrek dengan media sabut kelapa. Selamat mencoba!
Referensi:
How to Grow Orchids in Coconut Husk
Tips Menanam Anggrek di Sabut Kelapa
Menanam anggrek di sabut kelapa itu gampang dan seru! Yuk, ikuti beberapa tips berikut ini supaya anggrekmu tumbuh subur dan berbunga indah:
Tips 1: Pilih Sabut Kelapa yang Tepat
Nggak semua sabut kelapa cocok buat anggrek. Pilihlah sabut kelapa yang sudah tua dan kering karena lebih awet dan nggak gampang lapuk. Sabut kelapa yang bagus juga punya warna cokelat gelap dan seratnya lebih kuat.
Tips 2: Rendam Sabut Kelapa
Sebelum dipakai, rendam dulu sabut kelapa di air selama beberapa jam. Tujuannya untuk menghilangkan tanin yang dapat menghambat pertumbuhan anggrek. Rendam juga bisa bikin sabut kelapa lebih lunak dan mudah diatur saat digunakan.
Tips 3: Gunakan Pot yang Tepat
Pilih pot yang ukurannya pas dengan anggrekmu. Jangan terlalu besar atau terlalu kecil, ya! Pastikan juga pot punya lubang drainase yang cukup supaya air nggak menggenang dan bikin akar anggrek busuk.
Tips 4: Tanam Anggrek dengan Hati-hati
Saat menanam anggrek, hati-hati jangan sampai merusak akarnya. Letakkan anggrek di tengah pot dan isi sekelilingnya dengan sabut kelapa. Padatkan sedikit sabut kelapa supaya anggrek bisa berdiri tegak.
Tips 5: Siram Anggrek Secara Teratur
Anggrek yang ditanam di sabut kelapa butuh disiram secara teratur, tapi jangan berlebihan. Siramlah saat sabut kelapa sudah mulai kering. Siram sampai air keluar dari lubang drainase di dasar pot.
Tips 6: Beri Pupuk Secara Berkala
Supaya anggrekmu tumbuh sehat dan berbunga banyak, jangan lupa beri pupuk secara berkala. Gunakan pupuk khusus anggrek yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium. Pupuklah anggrekmu setiap 2-4 minggu sekali.
Dengan mengikuti tips di atas, dijamin deh anggrekmu bakal tumbuh subur dan rajin berbunga. Selamat mencoba!
Menanam Anggrek di Sabut Kelapa
Siapa sangka, sabut kelapa yang biasa kita buang bisa jadi media tanam yang bagus banget untuk anggrek. Sabut kelapa punya banyak kelebihan, seperti bisa menyerap air dengan baik, punya aerasi yang bagus, dan bisa menahan nutrisi yang penting buat anggrek.
Cara menanam anggrek di sabut kelapa juga gampang banget. Pertama, pilih sabut kelapa yang sudah tua dan kering. Rendam sabut kelapa di air selama beberapa jam untuk menghilangkan tanin. Setelah itu, gunakan pot yang ukurannya pas dengan anggrek dan pastikan pot punya lubang drainase yang cukup.
Tanam anggrek dengan hati-hati, jangan sampai merusak akarnya. Siram anggrek secara teratur, tapi jangan berlebihan. Beri pupuk secara berkala supaya anggrekmu tumbuh sehat dan rajin berbunga.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, dijamin deh anggrekmu bakal tumbuh cantik dan berbunga indah. Yuk, cobain tanam anggrek di sabut kelapa sekarang!