This page looks best with JavaScript enabled

Rahasia Menanam Bawang di Air: Temukan Cara Revolusioner

 ·  ☕ 14 min read
  • Hemat tempat, karena tidak memerlukan lahan yang luas.
  • Mudah dipantau, karena pertumbuhan bawang dapat diamati secara langsung.
  • Minim hama dan penyakit, karena bawang ditanam di dalam air.
  • Nutrisi terkontrol, karena nutrisi dapat ditambahkan sesuai kebutuhan bawang.
  • Hasil panen yang lebih cepat dibandingkan dengan cara tanam konvensional.

Untuk menanam bawang di air, diperlukan beberapa bahan, diantaranya:

  • Bawang merah siap tanam
  • Ember atau wadah lainnya
  • Air bersih
  • Nutrisi hidroponik

Cara menanam bawang di air:

  1. Kupas bawang merah hingga terlihat bagian dalam yang putih.
  2. Masukkan bawang merah ke dalam ember atau wadah lainnya.
  3. Tambahkan air bersih hingga bawang terendam sekitar 2 cm.
  4. Berikan nutrisi hidroponik sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
  5. Letakkan ember atau wadah di tempat yang terkena sinar matahari langsung.
  6. Ganti air dan nutrisi secara teratur, sekitar 5-7 hari sekali.
  7. Setelah sekitar 2-3 minggu, bawang akan mulai tumbuh tunas dan akar.
  8. Tunggu hingga bawang berumur sekitar 60 hari atau hingga tunas mencapai ukuran yang diinginkan.
  9. Setelah itu, panen bawang dengan cara mencabutnya dari air.
  10. Bawang hidroponik siap untuk dikonsumsi atau disimpan.

Cara Menanam Bawang di Air

Menanam bawang di air atau yang lebih dikenal dengan bawang hidroponik adalah cara mudah dan praktis untuk menanam bawang merah. Dengan teknik ini, bawang merah dapat ditanam tanpa menggunakan tanah, melainkan cukup menggunakan air dan nutrisi.

  • Hemat tempat: Tidak memerlukan lahan yang luas.
  • Mudah dipantau: Pertumbuhan bawang dapat diamati secara langsung.
  • Minim hama dan penyakit: Bawang ditanam di dalam air.
  • Nutrisi terkontrol: Nutrisi dapat ditambahkan sesuai kebutuhan bawang.
  • Hasil panen cepat: Lebih cepat dibandingkan dengan cara tanam konvensional.
  • Bawang merah: Jenis bawang yang biasa ditanam dengan cara hidroponik.
  • Ember: Wadah yang digunakan untuk menanam bawang hidroponik.
  • Air bersih: Media tanam untuk bawang hidroponik.
  • Nutrisi hidroponik: Nutrisi yang dibutuhkan bawang untuk tumbuh.

Selain mudah dan praktis, menanam bawang di air juga memiliki beberapa kelebihan, diantaranya menghemat air, ramah lingkungan, dan dapat dilakukan di mana saja, bahkan di dalam ruangan. Teknik ini juga cocok untuk pemula yang ingin mencoba berkebun tanpa harus memiliki lahan yang luas.

Dengan memperhatikan aspek-aspek penting dalam menanam bawang di air, seperti pemilihan bibit yang tepat, wadah tanam yang sesuai, nutrisi yang cukup, dan perawatan yang rutin, maka kita dapat memperoleh hasil panen bawang yang berkualitas dan melimpah.

Hemat tempat

Hemat Tempat, Cara Menanams

Salah satu keuntungan menanam bawang di air adalah hemat tempat. Tidak seperti menanam bawang secara konvensional yang membutuhkan lahan yang luas, bawang hidroponik dapat ditanam di wadah yang relatif kecil, seperti ember atau pot. Hal ini menjadi solusi tepat bagi masyarakat perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan untuk berkebun.

Dengan teknik hidroponik, bawang dapat ditanam secara vertikal, sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan ruang secara efisien. Selain itu, karena bawang ditanam di dalam air, tidak diperlukan pengolahan tanah yang memakan tempat dan tenaga.

Keuntungan hemat tempat ini menjadikan cara menanam bawang di air sebagai pilihan yang menarik bagi mereka yang ingin berkebun dengan lahan terbatas. Baik di apartemen, rumah mungil, atau bahkan di balkon, siapa saja dapat menikmati keseruan menanam bawang sendiri tanpa harus memiliki lahan yang luas.

Sumber: Cybex

Mudah dipantau

Mudah Dipantau, Cara Menanams

Salah satu keuntungan utama dari cara menanam bawang di air adalah kemudahan dalam memantau pertumbuhannya. Tidak seperti menanam bawang di tanah, di mana pertumbuhan bawang hanya dapat diamati dengan mencabutnya atau menggali tanah di sekitarnya, bawang hidroponik dapat dipantau secara langsung melalui air yang jernih.

  • Pertumbuhan akar
    Dengan menanam bawang di air, kita dapat mengamati perkembangan akar bawang secara langsung. Akar yang sehat akan terlihat putih dan bercabang-cabang, menandakan bahwa bawang mendapatkan nutrisi dan oksigen yang cukup. Jika akar terlihat berwarna coklat atau hitam, itu bisa jadi tanda bahwa bawang kekurangan nutrisi atau oksigen.
  • Pertumbuhan tunas
    Selain akar, pertumbuhan tunas bawang juga dapat diamati dengan mudah. Tunas bawang yang sehat akan terlihat hijau dan segar, menandakan bahwa bawang mendapatkan sinar matahari yang cukup. Jika tunas terlihat layu atau menguning, itu bisa jadi tanda bahwa bawang kekurangan sinar matahari atau nutrisi.
  • Hama dan penyakit
    Karena bawang hidroponik ditanam di dalam air, hama dan penyakit yang biasa menyerang bawang tanah dapat diminimalisir. Namun, tetap penting untuk memantau pertumbuhan bawang secara rutin untuk mendeteksi adanya hama atau penyakit sedini mungkin. Jika ditemukan hama atau penyakit, tindakan pengendalian dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efektif.
  • Kebutuhan nutrisi
    Menanam bawang di air memudahkan kita untuk mengontrol kebutuhan nutrisi bawang. Dengan memantau pertumbuhan bawang, kita dapat mengetahui kapan bawang membutuhkan tambahan nutrisi. Nutrisi dapat ditambahkan ke dalam air sesuai dengan kebutuhan bawang, sehingga bawang dapat tumbuh optimal.

Dengan kemudahan dalam memantau pertumbuhan bawang, cara menanam bawang di air menjadi pilihan yang menarik bagi pemula maupun petani berpengalaman. Kita dapat dengan mudah memastikan bahwa bawang mendapatkan nutrisi, oksigen, dan sinar matahari yang cukup, sehingga menghasilkan panen bawang yang berkualitas tinggi.

Minim hama dan penyakit

Minim Hama Dan Penyakit, Cara Menanams

Salah satu keuntungan utama dari cara menanam bawang di air adalah minimnya hama dan penyakit yang menyerang bawang. Hal ini dikarenakan bawang ditanam di dalam air, sehingga tidak bersentuhan langsung dengan tanah yang merupakan tempat berkembang biaknya berbagai hama dan penyakit.

  • Hama
    Hama yang biasa menyerang bawang di tanah, seperti ulat dan thrips, tidak dapat hidup di dalam air. Hal ini karena hama tersebut membutuhkan tanah untuk berkembang biak dan mencari makan. Dengan menanam bawang di air, hama-hama tersebut tidak dapat mengakses bawang, sehingga bawang dapat tumbuh dengan sehat tanpa gangguan hama.
  • Penyakit
    Penyakit yang biasa menyerang bawang di tanah, seperti busuk leher dan layu fusarium, juga dapat diminimalisir dengan cara menanam bawang di air. Penyakit-penyakit tersebut biasanya disebabkan oleh jamur atau bakteri yang terdapat di dalam tanah. Karena bawang tidak bersentuhan langsung dengan tanah, penyakit-penyakit tersebut tidak dapat menginfeksi bawang.
  • Media tanam yang bersih
    Air sebagai media tanam bawang hidroponik dapat dijaga kebersihannya dengan mudah. Dengan mengganti air secara teratur dan memberikan nutrisi yang tepat, air dapat terhindar dari kontaminasi hama dan penyakit. Hal ini berbeda dengan tanah yang dapat menjadi tempat berkumpulnya hama dan penyakit, meskipun sudah diolah dengan baik.
  • Pengendalian hama dan penyakit
    Jika ditemukan hama atau penyakit pada bawang hidroponik, pengendalian dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efektif. Hama atau penyakit dapat langsung diangkat atau dibersihkan dari air. Selain itu, karena bawang ditanam di dalam air, penggunaan pestisida atau fungisida dapat dihindari, sehingga bawang yang dihasilkan lebih aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Dengan meminimalisir hama dan penyakit, cara menanam bawang di air menjadi pilihan yang menarik bagi petani yang ingin menghasilkan bawang yang sehat dan berkualitas tinggi. Petani tidak perlu khawatir bawang mereka akan diserang hama atau penyakit, sehingga dapat fokus pada perawatan bawang dan memperoleh hasil panen yang optimal.

Nutrisi terkontrol

Nutrisi Terkontrol, Cara Menanams

Dalam cara menanam bawang di air atau bawang hidroponik, nutrisi merupakan faktor penting yang harus diperhatikan. Bawang membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Dengan menanam bawang di air, kita dapat mengontrol nutrisi yang diberikan kepada bawang sesuai dengan kebutuhannya.

Nutrisi yang dibutuhkan bawang meliputi nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur. Nutrisi-nutrisi ini dapat ditambahkan ke dalam air dalam bentuk larutan nutrisi hidroponik. Dosis dan jenis nutrisi yang diberikan harus disesuaikan dengan umur dan pertumbuhan bawang.

Pengendalian nutrisi yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan bawang yang optimal. Jika bawang kekurangan nutrisi, pertumbuhannya akan terhambat dan hasil panennya akan berkurang. Sebaliknya, jika bawang kelebihan nutrisi, dapat menyebabkan keracunan nutrisi yang juga dapat merusak pertumbuhan bawang.

Dengan cara menanam bawang di air, kita dapat memantau kebutuhan nutrisi bawang secara langsung. Jika bawang terlihat layu atau pertumbuhannya lambat, bisa jadi tanda bahwa bawang kekurangan nutrisi. Sebaliknya, jika bawang terlihat terlalu hijau atau pertumbuhannya terlalu cepat, bisa jadi tanda bahwa bawang kelebihan nutrisi.

Dengan mengontrol nutrisi secara tepat, kita dapat memastikan bahwa bawang mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Hal ini akan menghasilkan bawang yang sehat, berkualitas tinggi, dan berproduksi tinggi.

Sumber: Pertanianku

Hasil panen cepat

Hasil Panen Cepat, Cara Menanams

Salah satu keuntungan dari cara menanam bawang di air adalah hasil panennya yang cepat. Bawang hidroponik dapat dipanen dalam waktu sekitar 60 hari setelah tanam, lebih cepat dibandingkan dengan bawang yang ditanam secara konvensional di tanah yang membutuhkan waktu sekitar 90-120 hari.

Kecepatan panen ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

  • Nutrisi yang terkontrol: Pada sistem hidroponik, nutrisi diberikan langsung ke akar bawang dalam bentuk larutan nutrisi. Hal ini memastikan bahwa bawang mendapatkan nutrisi yang cukup dan seimbang, sehingga pertumbuhannya lebih cepat.
  • Lingkungan yang optimal: Bawang hidroponik ditanam di dalam air yang bersih dan terkontrol suhunya. Lingkungan yang optimal ini mendukung pertumbuhan bawang secara efektif dan efisien.
  • Tidak ada kompetisi: Dalam sistem hidroponik, bawang ditanam secara terpisah, sehingga tidak ada kompetisi untuk mendapatkan nutrisi dan cahaya matahari. Hal ini memungkinkan bawang untuk tumbuh lebih cepat dan optimal.

Hasil panen yang cepat ini menjadi salah satu daya tarik dari cara menanam bawang di air. Petani dapat memperoleh hasil panen lebih cepat, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan keuntungan.

Sumber: Cybex

Bawang merah

Bawang Merah, Cara Menanams

Dalam dunia pertanian hidroponik, bawang merah menjadi salah satu jenis bawang yang populer untuk ditanam. Hal ini dikarenakan bawang merah memiliki karakteristik yang cocok dengan teknik hidroponik, yaitu memiliki sistem perakaran yang kuat dan dapat tumbuh dengan baik di dalam air.

Sistem perakaran bawang merah yang kuat memungkinkan bawang untuk menyerap nutrisi secara efektif dari larutan nutrisi hidroponik. Selain itu, bawang merah juga dapat menoleransi kadar oksigen terlarut yang lebih rendah dalam air, sehingga cocok untuk ditanam dalam sistem hidroponik yang menggunakan aerasi terbatas.

Dengan menggunakan teknik hidroponik, petani dapat mengontrol lingkungan pertumbuhan bawang merah secara optimal, seperti nutrisi, suhu, dan pH air. Hal ini memungkinkan bawang merah untuk tumbuh lebih cepat dan menghasilkan panen yang lebih tinggi dibandingkan dengan penanaman secara konvensional di tanah.

Keberhasilan menanam bawang merah dengan cara hidroponik juga didukung oleh ketersediaan teknologi dan peralatan yang semakin canggih. Saat ini, sudah banyak tersedia sistem hidroponik siap pakai yang memudahkan petani untuk memulai budidaya bawang merah hidroponik.

Dengan demikian, kombinasi antara karakteristik bawang merah yang cocok dengan teknik hidroponik, serta dukungan teknologi dan peralatan yang memadai, menjadikan bawang merah sebagai jenis bawang yang sangat potensial untuk ditanam dengan cara hidroponik.

Sumber: Pertanianku

Ember

Ember, Cara Menanams

Dalam cara menanam bawang di air atau bawang hidroponik, ember menjadi salah satu wadah yang umum digunakan. Ember dipilih karena memiliki beberapa kelebihan yang sesuai dengan kebutuhan bawang hidroponik, di antaranya:

  • Mudah ditemukan: Ember adalah wadah yang mudah ditemukan di pasaran, baik secara online maupun offline. Harganya pun relatif terjangkau.
  • Ukuran variatif: Ember tersedia dalam berbagai ukuran, sehingga petani dapat memilih ukuran yang sesuai dengan kebutuhan dan jumlah bawang yang ingin ditanam.
  • Praktis dan mudah digunakan: Ember mudah digunakan dan tidak memerlukan perakitan yang rumit. Petani hanya perlu melubangi bagian bawah ember untuk mengalirkan kelebihan air.
  • Dapat digunakan kembali: Ember dapat digunakan kembali berkali-kali, sehingga menghemat biaya dan ramah lingkungan.

Selain ember, ada beberapa wadah lain yang juga dapat digunakan untuk menanam bawang hidroponik, seperti bak plastik, pot, atau pipa paralon. Namun, ember tetap menjadi pilihan yang populer karena kelebihan-kelebihan yang dimilikinya.

Dengan menggunakan ember sebagai wadah tanam, petani dapat dengan mudah mengontrol lingkungan pertumbuhan bawang hidroponik. Petani dapat mengatur ketinggian air, kadar nutrisi, dan pencahayaan sesuai dengan kebutuhan bawang. Hal ini akan menghasilkan bawang hidroponik yang sehat, berkualitas tinggi, dan berproduksi optimal.

Air bersih

Air Bersih, Cara Menanams

Dalam cara menanam bawang di air atau bawang hidroponik, air bersih memegang peranan penting sebagai media tanam. Berbeda dengan cara tanam konvensional yang menggunakan tanah, bawang hidroponik ditanam dengan menggunakan air sebagai pengganti tanah.

  • Sumber kehidupan
    Air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup, termasuk bawang. Dalam bawang hidroponik, air berperan sebagai penyedia nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan bawang untuk tumbuh dan berkembang.
  • Media yang bersih dan steril
    Air bersih yang digunakan dalam bawang hidroponik haruslah bebas dari kontaminan seperti bakteri, jamur, atau bahan kimia berbahaya. Media tanam yang bersih akan mencegah bawang dari serangan penyakit dan hama, sehingga menghasilkan bawang yang sehat dan berkualitas tinggi.
  • Pengatur suhu
    Air memiliki kemampuan untuk mengatur suhu lingkungan tumbuh bawang. Dalam sistem hidroponik, suhu air dapat dikontrol dengan mudah untuk menciptakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan bawang.
  • Transportasi nutrisi
    Dalam sistem hidroponik, nutrisi diberikan kepada bawang melalui larutan nutrisi yang dilarutkan dalam air. Air berperan sebagai transportasi yang menyalurkan nutrisi ke seluruh bagian bawang, sehingga bawang dapat menyerap nutrisi secara efisien.

Dengan menggunakan air bersih sebagai media tanam, bawang hidroponik dapat tumbuh dengan optimal, menghasilkan panen yang melimpah, dan memiliki kualitas yang baik. Cara menanam bawang di air ini pun menjadi pilihan yang menarik bagi petani yang ingin menghasilkan bawang yang sehat dan ramah lingkungan.

Nutrisi hidroponik

Nutrisi Hidroponik, Cara Menanams

Dalam cara menanam bawang di air atau bawang hidroponik, nutrisi memegang peranan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bawang. Nutrisi hidroponik adalah nutrisi yang diberikan kepada bawang melalui larutan nutrisi yang dilarutkan dalam air. Nutrisi ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bawang yang tidak dapat diperoleh dari air saja.

  • Nitrogen
    Nitrogen merupakan nutrisi penting untuk pertumbuhan vegetatif bawang, seperti pembentukan daun dan batang. Kekurangan nitrogen dapat menyebabkan pertumbuhan bawang terhambat dan daun menguning.
  • Fosfor
    Fosfor berperan dalam pembentukan akar dan perkembangan bunga bawang. Kekurangan fosfor dapat menyebabkan akar bawang lemah dan bunga tidak terbentuk dengan baik.
  • Kalium
    Kalium membantu mengatur keseimbangan air dalam bawang dan meningkatkan ketahanan bawang terhadap penyakit. Kekurangan kalium dapat menyebabkan daun bawang layu dan mudah terserang penyakit.
  • Kalsium
    Kalsium berperan dalam pembentukan dinding sel bawang, sehingga bawang menjadi lebih kuat dan kokoh. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan bawang mudah rusak dan busuk.

Selain keempat nutrisi utama tersebut, bawang juga membutuhkan nutrisi mikro lainnya, seperti magnesium, sulfur, besi, dan mangan. Nutrisi-nutrisi ini berperan dalam berbagai proses fisiologis bawang, seperti fotosintesis, respirasi, dan metabolisme. Dengan memberikan nutrisi hidroponik yang lengkap dan seimbang, bawang hidroponik dapat tumbuh dengan optimal dan menghasilkan panen yang melimpah.

FAQ Cara Menanam Bawang di Air

Yuk, cari tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul seputar cara menanam bawang di air:

Pertanyaan 1: Bawang merah apa yang cocok untuk ditanam secara hidroponik?

Semua jenis bawang merah pada dasarnya bisa ditanam secara hidroponik. Namun, bawang merah varietas lokal seperti Bima Brebes dan Tuk-tuk lebih direkomendasikan karena memiliki kemampuan beradaptasi yang baik dengan sistem hidroponik.

Pertanyaan 2: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memanen bawang hidroponik?

Waktu panen bawang hidroponik umumnya lebih cepat dibandingkan dengan bawang yang ditanam secara konvensional. Biasanya, bawang hidroponik bisa dipanen sekitar 60-70 hari setelah tanam.

Pertanyaan 3: Apa saja keuntungan menanam bawang secara hidroponik?

Menanam bawang secara hidroponik memiliki banyak keuntungan, antara lain:

  • Hemat tempat
  • Mudah dipantau pertumbuhannya
  • Minim hama dan penyakit
  • Nutrisi terkontrol
  • Hasil panen cepat

Pertanyaan 4: Bagaimana cara mengatasi bawang hidroponik yang layu?

Bawang hidroponik yang layu biasanya disebabkan oleh kekurangan nutrisi atau air. Pastikan untuk memberikan nutrisi secara teratur dan menjaga ketinggian air yang cukup pada wadah tanam.

Pertanyaan 5: Apakah bawang hidroponik aman dikonsumsi?

Ya, bawang hidroponik aman dikonsumsi karena ditanam tanpa menggunakan pestisida atau bahan kimia berbahaya. Nutrisi yang diberikan juga terkontrol sehingga menghasilkan bawang yang sehat dan berkualitas.

Pertanyaan 6: Di mana bisa mendapatkan peralatan untuk menanam bawang hidroponik?

Peralatan untuk menanam bawang hidroponik, seperti ember, net pot, dan larutan nutrisi, bisa dengan mudah ditemukan di toko pertanian atau secara online.

Kesimpulan: Menanam bawang secara hidroponik adalah cara yang praktis dan efisien untuk mendapatkan bawang yang sehat dan berkualitas. Dengan memperhatikan tips dan cara yang tepat, Anda bisa menikmati hasil panen bawang hidroponik yang melimpah.

Sumber:

https://www.pertanianku.com/cara-menanam-bawang-merah-hidroponik/

Tips Menanam Bawang di Air

Siapa sangka menanam bawang bisa semudah ini? Dengan teknik hidroponik, kamu bisa menanam bawang di air dan mendapatkan hasil panen yang melimpah. Yuk, simak tips berikut ini untuk menanam bawang di air dengan sukses:

Tip 1: Pilih Bawang yang Tepat

Untuk menanam bawang di air, pilihlah jenis bawang merah lokal seperti Bima Brebes atau Tuk-tuk. Bawang jenis ini lebih mudah beradaptasi dengan sistem hidroponik.

Tip 2: Siapkan Wadah dan Nutrisi

Gunakan ember atau wadah lain yang memiliki lubang di bagian bawah untuk mengalirkan kelebihan air. Siapkan juga larutan nutrisi hidroponik untuk memberikan nutrisi yang dibutuhkan bawang.

Tip 3: Tanam Bawang

Kupas bawang hingga terlihat bagian dalamnya, lalu masukkan ke dalam wadah tanam. Tambahkan air hingga bawang terendam sekitar 2 cm.

Tip 4: Beri Nutrisi Secara Teratur

Tambahkan larutan nutrisi ke dalam air sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Nutrisi ini sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bawang.

Tip 5: Pantau Pertumbuhan

Amati pertumbuhan bawang secara teratur. Jika bawang terlihat layu, tambahkan air atau nutrisi. Jika bawang tumbuh terlalu cepat, kurangi dosis nutrisi.

Tip 6: Panen Bawang

Setelah sekitar 60-70 hari, bawang siap untuk dipanen. Tarik bawang dari wadah tanam dan bersihkan tanah yang menempel.

Tips Tambahan:

  • Letakkan wadah tanam di tempat yang terkena sinar matahari langsung.
  • Ganti air dan nutrisi secara berkala untuk menjaga kebersihan dan kesehatan bawang.
  • Setelah panen, bawang hidroponik dapat disimpan di tempat yang sejuk dan kering.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu bisa menanam bawang di air dengan mudah dan mendapatkan hasil panen yang memuaskan. Selamat mencoba!

Cara Menanam Bawang di Air

Bawang Hidroponik

Siapa sangka menanam bawang bisa semudah ini? Dengan cara menanam bawang di air atau teknik hidroponik, kamu nggak perlu lagi repot-repot mengolah tanah atau khawatir hama penyakit menyerang. Cukup siapkan wadah, air, dan nutrisi, kamu bisa menikmati bawang segar hasil panen sendiri dari rumah!

Menanam bawang di air punya banyak keuntungan lho. Selain hemat tempat dan mudah dipantau, bawang hidroponik juga tumbuh lebih cepat dan terjamin kualitasnya. Nggak pakai pestisida, jadi aman dikonsumsi deh. Tertarik mencoba? Yuk, ikuti langkah-langkahnya di atas dan bersiaplah untuk merasakan sensasi panen bawang segar dari hasil kerja kerasmu sendiri!

Images References

Images References, Cara Menanams
Share on