This page looks best with JavaScript enabled

Rahasia Sukses Tanam Bawang Merah di Rumah, Panen Melimpah!

 ·  ☕ 16 min read
  • Menghemat pengeluaran belanja dapur
  • Mendapatkan bawang merah segar dan berkualitas
  • Kegiatan berkebun yang menyenangkan dan menyehatkan

Berikut ini adalah langkah-langkah menanam bawang merah di rumah:

  1. Siapkan bibit bawang merah yang berkualitas
  2. Siapkan media tanam yang subur dan gembur
  3. Buat bedengan dengan lebar sekitar 1 meter dan tinggi 20-30 cm
  4. Tanam bibit bawang merah dengan jarak tanam 10-15 cm
  5. Siram tanaman secara teratur, terutama pada musim kemarau
  6. Beri pupuk tambahan setiap 2-3 minggu sekali
  7. Panen bawang merah setelah umur 60-75 hari

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat menanam bawang merah di rumah dengan mudah dan mendapatkan hasil panen yang melimpah.

Cara Menanam Bawang Merah di Rumah

Menanam bawang merah di rumah tidaklah sulit. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar tanaman bawang merah tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah. Berikut adalah 10 aspek penting dalam menanam bawang merah di rumah:

  • Bibit unggul: Pilih bibit bawang merah yang berkualitas baik dan bebas dari penyakit.
  • Media tanam: Gunakan media tanam yang subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik.
  • Bedengan: Buat bedengan dengan lebar sekitar 1 meter dan tinggi 20-30 cm.
  • Jarak tanam: Tanam bibit bawang merah dengan jarak tanam 10-15 cm.
  • Penyiraman: Siram tanaman secara teratur, terutama pada musim kemarau.
  • Pemupukan: Beri pupuk tambahan setiap 2-3 minggu sekali.
  • Penyiangan: Bersihkan gulma secara teratur agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.
  • Pengendalian hama dan penyakit: Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat agar tanaman tetap sehat.
  • Panen: Panen bawang merah setelah umur 60-75 hari.
  • Penyimpanan: Simpan bawang merah di tempat yang kering dan sejuk agar tahan lama.

Dengan memperhatikan 10 aspek penting di atas, Anda dapat menanam bawang merah di rumah dengan mudah dan mendapatkan hasil panen yang melimpah. Selain menghemat pengeluaran belanja dapur, menanam bawang merah di rumah juga merupakan kegiatan yang menyenangkan dan menyehatkan.

Sebagai tambahan, menanam bawang merah di rumah dapat menjadi sarana untuk belajar tentang pertanian dan lingkungan. Anda dapat melibatkan anak-anak dalam kegiatan ini untuk menumbuhkan kecintaan mereka terhadap alam. Dengan menanam bawang merah di rumah, Anda tidak hanya mendapatkan bahan makanan sehat, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan keluarga Anda.

Bibit unggul

Bibit Unggul, Cara Menanams

Dalam cara menanam bawang merah di rumah, pemilihan bibit yang unggul memegang peranan penting. Bibit yang berkualitas baik akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif, sedangkan bibit yang buruk dapat menyebabkan tanaman kerdil, mudah terserang penyakit, dan hasil panen yang sedikit.

Bibit bawang merah yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Bebas dari hama dan penyakit
  • Berukuran sedang, tidak terlalu besar atau terlalu kecil
  • Berbentuk bulat atau lonjong, tidak cacat atau rusak
  • Memiliki warna kulit yang mengkilap

Anda dapat membeli bibit bawang merah di toko pertanian atau dari petani bawang merah langsung. Jika Anda membeli bibit dari petani, pastikan untuk memilih petani yang terpercaya dan memiliki reputasi yang baik.

Dengan menggunakan bibit unggul, Anda telah meletakkan dasar yang kuat untuk keberhasilan cara menanam bawang merah di rumah. Tanaman bawang merah Anda akan tumbuh dengan sehat, menghasilkan panen yang melimpah, dan membuat Anda bangga sebagai petani bawang merah rumahan.

Sumber: Cara Mudah Menanam Bawang Merah di Pekarangan Rumah

Media Tanam

Media Tanam, Cara Menanams

Dalam cara menanam bawang merah di rumah, media tanam memegang peranan yang sangat penting. Media tanam yang baik akan menyediakan nutrisi, air, dan oksigen yang dibutuhkan tanaman bawang merah untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebaliknya, media tanam yang buruk dapat menyebabkan tanaman kerdil, mudah terserang penyakit, dan hasil panen yang sedikit.

  • Kesuburan: Media tanam yang subur mengandung banyak unsur hara yang dibutuhkan tanaman bawang merah, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Unsur hara ini berperan penting dalam pertumbuhan tanaman, pembentukan umbi, dan ketahanan terhadap penyakit.
  • Gembur: Media tanam yang gembur memiliki struktur yang porous, sehingga air dan udara dapat masuk dengan mudah ke dalam tanah. Struktur yang gembur juga memudahkan akar tanaman untuk berkembang dan menyerap nutrisi.
  • Drainase: Drainase yang baik sangat penting untuk mencegah genangan air di sekitar akar tanaman. Genangan air dapat menyebabkan akar membusuk dan tanaman menjadi layu. Media tanam yang memiliki drainase yang baik akan membiarkan kelebihan air mengalir dengan cepat.

Dengan menggunakan media tanam yang subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik, Anda telah menciptakan kondisi yang optimal untuk pertumbuhan tanaman bawang merah Anda. Tanaman bawang merah Anda akan tumbuh dengan sehat, menghasilkan panen yang melimpah, dan membuat Anda bangga sebagai petani bawang merah rumahan.

Bedengan

Bedengan, Cara Menanams

Dalam cara menanam bawang merah di rumah, bedengan memegang peranan penting. Bedengan adalah tempat di mana bibit bawang merah akan ditanam. Bedengan yang baik akan menyediakan kondisi yang optimal bagi pertumbuhan tanaman bawang merah, sehingga menghasilkan panen yang melimpah.

  • Fungsi Bedengan
    Bedengan berfungsi untuk:
    • Meningkatkan drainase tanah, sehingga mencegah genangan air yang dapat membusukkan akar tanaman.
    • Mempermudah perawatan tanaman, seperti penyiraman, pemupukan, dan penyiangan.
    • Mengatur jarak tanam, sehingga tanaman bawang merah mendapat sinar matahari dan nutrisi yang cukup.
    • Meningkatkan produktivitas tanaman, karena bedengan yang baik akan menyediakan kondisi yang optimal bagi pertumbuhan akar dan pembentukan umbi.
  • Cara Membuat Bedengan
    Untuk membuat bedengan, ikuti langkah-langkah berikut:
    1. Pilih lokasi yang terkena sinar matahari langsung.
    2. Gali tanah sedalam 20-30 cm dan lebar 1 meter.
    3. Campurkan tanah dengan pupuk kandang atau kompos.
    4. Ratakan tanah dan buat bedengan dengan tinggi 20-30 cm.
    5. Padatkan bedengan dengan cara menginjak-injaknya perlahan.
  • Ukuran Bedengan
    Ukuran bedengan yang ideal untuk menanam bawang merah adalah lebar 1 meter dan tinggi 20-30 cm. Lebar 1 meter memudahkan Anda untuk merawat tanaman dan memanen bawang merah. Tinggi 20-30 cm cukup untuk menyediakan ruang yang cukup bagi pertumbuhan akar dan pembentukan umbi.
  • Jarak Tanam
    Jarak tanam yang ideal untuk bawang merah adalah 10-15 cm. Jarak ini cukup untuk memberikan ruang bagi tanaman untuk berkembang dan mendapatkan sinar matahari dan nutrisi yang cukup.

Bedengan yang dibuat dengan benar akan memberikan kondisi yang optimal bagi pertumbuhan tanaman bawang merah. Tanaman bawang merah akan tumbuh dengan sehat, menghasilkan panen yang melimpah, dan membuat Anda bangga sebagai petani bawang merah rumahan.

Jarak tanam

Jarak Tanam, Cara Menanams

Dalam cara menanam bawang merah di rumah, jarak tanam memegang peranan penting. Jarak tanam yang tepat akan memberikan ruang yang cukup bagi tanaman bawang merah untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga menghasilkan panen yang melimpah.

Jarak tanam yang terlalu rapat dapat menyebabkan persaingan antar tanaman untuk mendapatkan sinar matahari, air, dan nutrisi. Akibatnya, tanaman bawang merah akan tumbuh kerdil, mudah terserang penyakit, dan menghasilkan umbi yang kecil. Sebaliknya, jarak tanam yang terlalu lebar akan membuang-buang lahan dan mengurangi jumlah tanaman yang dapat ditanam per meter persegi.

Jarak tanam yang ideal untuk bawang merah adalah 10-15 cm. Jarak ini cukup untuk memberikan ruang yang cukup bagi tanaman untuk berkembang dan mendapatkan sinar matahari dan nutrisi yang cukup. Dengan jarak tanam yang tepat, tanaman bawang merah akan tumbuh dengan sehat, menghasilkan umbi yang besar dan berkualitas baik.

Berikut adalah contoh nyata dari pentingnya jarak tanam dalam cara menanam bawang merah di rumah:

  • Jika Anda menanam bawang merah dengan jarak tanam 5 cm, tanaman bawang merah akan tumbuh kerdil dan menghasilkan umbi yang kecil karena persaingan antar tanaman untuk mendapatkan sinar matahari, air, dan nutrisi.
  • Jika Anda menanam bawang merah dengan jarak tanam 20 cm, tanaman bawang merah akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan umbi yang besar karena tanaman memiliki cukup ruang untuk berkembang dan mendapatkan sinar matahari dan nutrisi yang cukup.

Dengan memahami pentingnya jarak tanam dalam cara menanam bawang merah di rumah, Anda dapat mengoptimalkan hasil panen Anda. Tanaman bawang merah Anda akan tumbuh dengan sehat, menghasilkan umbi yang besar dan berkualitas baik, dan membuat Anda bangga sebagai petani bawang merah rumahan.

Sumber: Cara Mudah Menanam Bawang Merah di Pekarangan Rumah

Penyiraman

Penyiraman, Cara Menanams

Dalam cara menanam bawang merah di rumah, penyiraman memegang peranan penting. Bawang merah membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman kerdil, mudah terserang penyakit, dan menghasilkan umbi yang kecil. Sebaliknya, kelebihan air juga dapat menyebabkan akar membusuk dan tanaman menjadi layu.

  • Waktu Penyiraman
    Waktu terbaik untuk menyiram tanaman bawang merah adalah pada pagi atau sore hari. Hindari menyiram tanaman pada siang hari saat matahari terik, karena dapat menyebabkan daun terbakar.
  • Frekuensi Penyiraman
    Frekuensi penyiraman tergantung pada kondisi cuaca dan jenis tanah. Pada musim kemarau, tanaman bawang merah perlu disiram setiap hari. Pada musim hujan, penyiraman dapat dilakukan lebih jarang, yaitu 2-3 hari sekali.
  • Jumlah Air
    Jumlah air yang dibutuhkan tanaman bawang merah tergantung pada ukuran tanaman dan kondisi tanah. Sebagai acuan, siram tanaman hingga air merembes hingga kedalaman 5-10 cm.
  • Cara Penyiraman
    Cara penyiraman yang baik adalah dengan menggunakan gembor atau selang dengan sprayer. Hindari menyiram tanaman langsung dari atas, karena dapat merusak daun dan batang tanaman.

Dengan memperhatikan aspek penyiraman dalam cara menanam bawang merah di rumah, Anda dapat memastikan tanaman bawang merah Anda tumbuh dengan sehat, menghasilkan umbi yang besar dan berkualitas baik.

Pemupukan

Pemupukan, Cara Menanams

Dalam cara menanam bawang merah di rumah, pemupukan memegang peranan penting. Bawang merah membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan tanaman kerdil, mudah terserang penyakit, dan menghasilkan umbi yang kecil. Sebaliknya, kelebihan nutrisi juga dapat menyebabkan tanaman menjadi stres dan mudah layu.

  • Jenis Pupuk
    Pupuk yang baik untuk bawang merah adalah pupuk yang mengandung unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalium (NPK). Unsur hara ini berperan penting dalam pertumbuhan tanaman, pembentukan umbi, dan ketahanan terhadap penyakit.
    Contoh pupuk NPK yang dapat digunakan adalah pupuk urea, SP-36, dan KCl.
  • Waktu Pemupukan
    Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam. Pemupukan selanjutnya dilakukan setiap 2-3 minggu sekali hingga tanaman berumur 60 hari.
    Pada saat tanaman berumur 60 hari, pemupukan dihentikan untuk menghindari penumpukan nitrat dalam umbi.
  • Dosis Pemupukan
    Dosis pemupukan tergantung pada jenis pupuk yang digunakan dan umur tanaman. Sebagai acuan, dosis pemupukan untuk tanaman bawang merah adalah sebagai berikut:
    - Pupuk urea: 50-100 kg/ha - Pupuk SP-36: 100-200 kg/ha - Pupuk KCl: 50-100 kg/ha
  • Cara Pemupukan
    Pemupukan dapat dilakukan dengan cara ditabur atau dikocor. Jika menggunakan cara ditabur, pupuk disebar secara merata di sekitar tanaman. Jika menggunakan cara dikocor, pupuk dilarutkan dalam air dan kemudian disiramkan ke tanaman.

Dengan memperhatikan aspek pemupukan dalam cara menanam bawang merah di rumah, Anda dapat memastikan tanaman bawang merah Anda tumbuh dengan sehat, menghasilkan umbi yang besar dan berkualitas baik.

Penyiangan

Penyiangan, Cara Menanams

Dalam berkebun, gulma adalah tanaman pengganggu yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman utama. Penyiangan atau pembersihan gulma secara teratur penting dilakukan, termasuk dalam cara menanam bawang merah di rumah. Berikut adalah penjelasannya:

  • Gulma Berebut Nutrisi

    Gulma dapat menyerap nutrisi dari tanah yang seharusnya diserap oleh tanaman bawang merah. Akibatnya, tanaman bawang merah kekurangan nutrisi dan pertumbuhannya terhambat.

  • Gulma Menghalangi Sinar Matahari

    Gulma yang tinggi dapat menghalangi sinar matahari yang dibutuhkan tanaman bawang merah untuk berfotosintesis. Akibatnya, pertumbuhan tanaman terhambat dan umbi bawang merah menjadi kecil.

  • Gulma Sarang Hama dan Penyakit

    Gulma dapat menjadi tempat berlindung bagi hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman bawang merah. Akibatnya, tanaman bawang merah menjadi rentan terserang hama dan penyakit.

  • Gulma Menghambat Penyiraman dan Pemupukan

    Gulma dapat menghalangi air dan pupuk yang diberikan untuk tanaman bawang merah. Akibatnya, tanaman bawang merah tidak mendapatkan asupan air dan nutrisi yang cukup.

Dengan melakukan penyiangan secara teratur, Anda dapat menghilangkan gulma dan memastikan tanaman bawang merah Anda tumbuh dengan sehat dan optimal. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mencabut gulma dengan tangan atau menggunakan alat penyiang.

Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian Hama Dan Penyakit, Cara Menanams

Dalam cara menanam bawang merah di rumah, pengendalian hama dan penyakit memegang peranan penting. Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman bawang merah dan menyebabkan kerusakan yang signifikan, bahkan dapat menyebabkan gagal panen. Oleh karena itu, pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan secara tepat agar tanaman bawang merah tetap sehat dan produktif.

Ada berbagai macam hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman bawang merah. Beberapa hama yang umum ditemukan antara lain ulat bawang, thrips, dan kutu daun. Sedangkan beberapa penyakit yang umum ditemukan antara lain penyakit layu fusarium, penyakit busuk leher, dan penyakit bercak ungu.

Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:

  • Penggunaan pestisida
  • Penggunaan insektisida
  • Penggunaan fungisida
  • Penggunaan metode pengendalian biologis
  • Penggunaan metode pengendalian mekanis

Pemilihan metode pengendalian hama dan penyakit harus disesuaikan dengan jenis hama atau penyakit yang menyerang tanaman bawang merah. Penggunaan pestisida atau insektisida harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Penggunaan pestisida atau insektisida yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi hama dan penyakit, serta dapat berbahaya bagi lingkungan.

Selain menggunakan metode pengendalian hama dan penyakit, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan hama dan penyakit, antara lain:

  • Menanam varietas bawang merah yang tahan hama dan penyakit
  • Melakukan rotasi tanaman
  • Menjaga kebersihan lingkungan tanam
  • Memberikan nutrisi yang cukup pada tanaman

Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat, Anda dapat memastikan tanaman bawang merah Anda tumbuh dengan sehat dan produktif. Hal ini akan berdampak pada hasil panen yang melimpah dan berkualitas baik.

Sumber: Cara Mudah Menanam Bawang Merah di Pekarangan Rumah

Panen

Panen, Cara Menanams

Dalam cara menanam bawang merah di rumah, panen merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu. Panen bawang merah umumnya dilakukan setelah tanaman berumur 60-75 hari.

  • Tanda-tanda Bawang Merah Siap Panen
    Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa bawang merah sudah siap dipanen, yaitu:
    • Daun bawang merah mulai menguning dan layu.
    • Batang bawang merah mulai lunak.
    • Umbi bawang merah terlihat menonjol di permukaan tanah.
  • Cara memanen bawang merah
    Panen bawang merah dilakukan dengan cara mencabut tanaman bawang merah dari tanah. Cabut tanaman bawang merah dengan hati-hati agar tidak merusak umbi. Setelah dicabut, bersihkan sisa tanah yang menempel pada umbi bawang merah.
  • Waktu Panen
    Waktu panen bawang merah sangat mempengaruhi kualitas umbi bawang merah. Panen yang terlalu cepat dapat menghasilkan umbi bawang merah yang kecil dan kurang berkualitas. Sebaliknya, panen yang terlambat dapat menyebabkan umbi bawang merah menjadi busuk.
  • Penyimpanan Bawang Merah
    Setelah dipanen, bawang merah harus segera disimpan di tempat yang kering dan sejuk. Penyimpanan yang baik dapat membuat bawang merah tahan lama hingga beberapa bulan.

Dengan memanen bawang merah pada waktu yang tepat dan menyimpannya dengan baik, Anda dapat menikmati bawang merah hasil panen sendiri yang segar dan berkualitas.

Penyimpanan

Penyimpanan, Cara Menanams

Setelah panen, bawang merah perlu disimpan dengan baik agar tahan lama dan tidak mudah busuk. Salah satu cara terbaik untuk menyimpan bawang merah adalah dengan menyimpannya di tempat yang kering dan sejuk.

  • Tempat yang Kering
    Tempat yang kering sangat penting untuk mencegah bawang merah dari pembusukan. Bawang merah yang disimpan di tempat yang lembap akan mudah ditumbuhi jamur dan bakteri, sehingga cepat busuk.
  • Tempat yang Sejuk
    Tempat yang sejuk juga penting untuk menjaga kualitas bawang merah. Bawang merah yang disimpan di tempat yang terlalu panas akan mudah kering dan layu, sehingga mengurangi kualitasnya.
  • Cara Penyimpanan
    Bawang merah dapat disimpan dengan berbagai cara, antara lain:
    • Digantung dalam jaring atau keranjang
    • Disimpan dalam peti kayu
    • Disimpan dalam kantong plastik berlubang
  • Lama Penyimpanan
    Bawang merah yang disimpan dengan baik dapat bertahan hingga beberapa bulan.

Dengan menyimpan bawang merah di tempat yang kering dan sejuk, Anda dapat menikmati bawang merah hasil panen sendiri yang segar dan berkualitas untuk waktu yang lebih lama.

Pertanyaan Umum tentang Cara Menanam Bawang Merah di Rumah

Bagi kamu yang baru memulai berkebun dan ingin menanam bawang merah di rumah, mungkin ada beberapa pertanyaan yang muncul di benakmu. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum beserta jawabannya yang mungkin dapat membantumu:

Pertanyaan 1: Apakah bawang merah bisa ditanam di pot?

Jawaban: Ya, bawang merah bisa ditanam di pot. Pilih pot berukuran sedang dengan diameter sekitar 20-30 cm dan kedalaman minimal 15 cm. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang baik.

Pertanyaan 2: Kapan waktu terbaik menanam bawang merah?

Jawaban: Waktu terbaik menanam bawang merah adalah pada awal musim kemarau, yaitu sekitar bulan April-Mei.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara merawat bawang merah yang baru ditanam?

Jawaban: Siram bawang merah secara teratur, terutama pada musim kemarau. Beri pupuk tambahan setiap 2-3 minggu sekali. Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman.

Pertanyaan 4: Apakah bawang merah rentan terhadap hama dan penyakit?

Jawaban: Bawang merah bisa rentan terhadap beberapa hama dan penyakit, seperti ulat bawang, thrips, dan penyakit layu fusarium. Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat untuk mencegah kerugian.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara memanen bawang merah?

Jawaban: Panen bawang merah setelah umur 60-75 hari. Tanda-tanda bawang merah siap panen antara lain daun menguning dan layu, serta batang melunak.

Pertanyaan 6: Bagaimana cara menyimpan bawang merah agar tahan lama?

Jawaban: Simpan bawang merah di tempat yang kering dan sejuk. Hindari menyimpan bawang merah di tempat yang lembap atau terkena sinar matahari langsung.

Dengan mengikuti tips dan menjawab pertanyaan umum di atas, kamu bisa menanam bawang merah di rumah dengan sukses dan menikmati hasil panen yang melimpah.

Sumber: Cara Mudah Menanam Bawang Merah di Pekarangan Rumah

Tips Menanam Bawang Merah di Rumah

Ingin menanam bawang merah di rumah? Yuk, ikuti tips berikut ini untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah:

Tips 1: Pilih Bibit UnggulPilihlah bibit bawang merah yang berkualitas baik, tidak keriput atau rusak. Bibit yang bagus akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif.

Tips 2: Siapkan Media Tanam yang SuburBawang merah membutuhkan tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik. Campurkan tanah dengan kompos atau pupuk kandang untuk menambah kesuburan.

Tips 3: Buat Bedengan yang TinggiBuat bedengan dengan tinggi sekitar 20 cm agar tanaman bawang merah tidak terendam air saat hujan. Bedengan juga memudahkan perawatan tanaman.

Tips 4: Tanam dengan Jarak yang TepatTanam bibit bawang merah dengan jarak sekitar 10-15 cm. Jarak yang terlalu rapat akan membuat tanaman berebut nutrisi dan sinar matahari.

Tips 5: Siram Secara TeraturBawang merah membutuhkan air yang cukup, terutama saat musim kemarau. Hindari menyiram berlebihan karena dapat menyebabkan busuk akar.

Tips 6: Beri Pupuk TambahanBeri pupuk tambahan setiap 2-3 minggu sekali untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman bawang merah. Gunakan pupuk yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium.

Tips 7: Kendalikan Hama dan PenyakitHama dan penyakit dapat menyerang tanaman bawang merah. Lakukan pengendalian dengan menggunakan pestisida atau insektisida secara tepat.

Tips 8: Panen Tepat WaktuPanen bawang merah setelah umur sekitar 60-75 hari. Tanda bawang merah siap panen adalah daun yang menguning dan batang yang melunak.

Dengan mengikuti tips di atas, kamu bisa menanam bawang merah di rumah dengan mudah dan mendapatkan hasil panen yang melimpah. Selamat mencoba!

Cara Menanam Bawang Merah di Rumah, Gampang Banget!

Bawang merah segar siap panen

Siapa sangka menanam bawang merah di rumah ternyata gampang banget? Dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat, kamu bisa panen bawang merah sendiri yang segar dan berkualitas. Yuk, simak ringkasan cara menanam bawang merah di rumah berikut ini:

  • Pilih bibit yang bagus: Pilih bibit bawang merah yang tidak keriput atau rusak, karena bibit yang bagus akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif.
  • Siapkan tanah yang subur: Bawang merah butuh tanah yang gembur, subur, dan punya saluran air yang baik. Campurkan tanah dengan kompos atau pupuk kandang untuk menambah kesuburannya.
  • Buat bedengan yang tinggi: Buat bedengan dengan tinggi sekitar 20 cm agar tanaman bawang merah tidak terendam air saat hujan. Bedengan juga memudahkan kamu dalam merawat tanaman.
  • Tanam dengan jarak yang tepat: Tanam bibit bawang merah dengan jarak sekitar 10-15 cm. Jangan terlalu rapat, karena tanaman akan berebut nutrisi dan sinar matahari.
  • Siram secara teratur: Bawang merah butuh air yang cukup, terutama saat musim kemarau. Tapi jangan disiram berlebihan, karena bisa menyebabkan busuk akar.
  • Beri pupuk tambahan: Beri pupuk tambahan setiap 2-3 minggu sekali untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman bawang merah. Gunakan pupuk yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium.
  • Kendalikan hama dan penyakit: Hama dan penyakit bisa menyerang tanaman bawang merah. Lakukan pengendalian dengan menggunakan pestisida atau insektisida secara tepat.
  • Panen tepat waktu: Panen bawang merah setelah umur sekitar 60-75 hari. Tanda bawang merah siap panen adalah daun yang menguning dan batang yang melunak.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, dijamin kamu bisa panen bawang merah sendiri yang segar dan berkualitas. Selamat mencoba, ya! Menanam bawang merah di rumah itu mengasyikkan dan hasilnya bisa bikin kamu bangga.

Images References

Images References, Cara Menanams
Share on