- Pilih bibit bawang merah yang berkualitas. Pilih bibit bawang merah yang sehat, tidak cacat, dan berukuran sedang. Bibit yang baik akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif.
- Siapkan lahan tanam. Lahan tanam yang baik untuk bawang merah adalah lahan yang gembur, subur, dan memiliki pH tanah antara 5,5-6,5. Lahan juga harus mendapat sinar matahari yang cukup.
- Buat bedengan. Buat bedengan dengan lebar 100-120 cm dan tinggi 20-30 cm. Jarak antar bedengan sekitar 50-60 cm.
- Tanam bibit bawang merah. Buat lubang tanam pada bedengan dengan jarak 15-20 cm. Tanam bibit bawang merah sedalam 2-3 cm, dengan posisi akar berada di bawah dan tunas berada di atas.
- Siram bibit bawang merah. Siram bibit bawang merah secukupnya setelah ditanam. Penyiraman dilakukan secara rutin, terutama pada musim kemarau.
- Beri pupuk. Beri pupuk pada tanaman bawang merah secara teratur, terutama pupuk yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium.
- Lakukan pengendalian hama dan penyakit. Lakukan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman bawang merah secara teratur. Hama yang sering menyerang bawang merah antara lain ulat grayak, kutu daun, dan trips. Sedangkan penyakit yang sering menyerang bawang merah antara lain busuk umbi dan layu fusarium.
- Panen. Panen bawang merah dilakukan setelah tanaman berumur sekitar 60-75 hari. Ciri-ciri bawang merah yang siap panen antara lain daun sudah menguning dan layu, serta umbi sudah terbentuk sempurna.
Cara Menanam Bibit Bawang Merah
Menanam bibit bawang merah adalah salah satu aspek penting dalam budidaya bawang merah. Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibutuhkan masyarakat Indonesia. Berikut adalah 10 aspek penting dalam cara menanam bibit bawang merah:
- Pemilihan bibit: Pilih bibit bawang merah yang sehat, tidak cacat, dan berukuran sedang.
- Persiapan lahan: Siapkan lahan tanam yang gembur, subur, dan memiliki pH tanah antara 5,5-6,5.
- Pembuatan bedengan: Buat bedengan dengan lebar 100-120 cm dan tinggi 20-30 cm.
- Penanaman bibit: Tanam bibit bawang merah sedalam 2-3 cm, dengan posisi akar berada di bawah dan tunas berada di atas.
- Penyiraman: Siram bibit bawang merah secukupnya setelah ditanam.
- Pemupukan: Beri pupuk pada tanaman bawang merah secara teratur, terutama pupuk yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium.
- Pengendalian hama dan penyakit: Lakukan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman bawang merah secara teratur.
- Penyiangan: Lakukan penyiangan pada tanaman bawang merah secara teratur untuk menghilangkan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
- Pembumbunan: Lakukan pembumbunan pada tanaman bawang merah untuk memperkuat akar dan mencegah tanaman roboh.
- Panen: Panen bawang merah dilakukan setelah tanaman berumur sekitar 60-75 hari.
Sepuluh aspek tersebut saling terkait dan sangat penting untuk diperhatikan dalam menanam bibit bawang merah. Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, petani dapat memperoleh hasil panen bawang merah yang optimal.
Selain itu, petani juga perlu memperhatikan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman bawang merah, seperti kondisi cuaca, ketersediaan air, dan penggunaan teknologi pertanian. Dengan mengoptimalkan seluruh faktor tersebut, petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas bawang merah yang dihasilkan.
Pemilihan bibit
Pemilihan bibit merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam bibit bawang merah. Bibit yang berkualitas akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif. Bibit bawang merah yang sehat biasanya memiliki ciri-ciri fisik yang baik, seperti tidak cacat, berukuran sedang, dan memiliki warna yang cerah. Bibit yang cacat atau berukuran terlalu kecil biasanya tidak akan tumbuh dengan baik dan dapat menjadi sumber penyakit.
-
Kesehatan bibit
Kesehatan bibit bawang merah sangat penting untuk keberhasilan budidaya. Bibit yang sehat akan terbebas dari hama dan penyakit, sehingga tanaman yang dihasilkan juga akan sehat dan produktif. Bibit yang tidak sehat dapat menjadi sumber penularan hama dan penyakit, sehingga dapat merugikan tanaman yang lain.
-
Ukuran bibit
Ukuran bibit bawang merah juga perlu diperhatikan. Bibit yang berukuran terlalu kecil biasanya tidak memiliki cadangan makanan yang cukup untuk tumbuh dengan baik. Bibit yang terlalu besar juga tidak baik, karena dapat membuat tanaman menjadi terlalu rimbun dan mudah roboh.
-
Warna bibit
Warna bibit bawang merah juga dapat menjadi indikator kesehatan bibit. Bibit yang sehat biasanya memiliki warna yang cerah dan mengkilap. Bibit yang berwarna pucat atau kusam biasanya tidak sehat dan tidak akan tumbuh dengan baik.
-
Sumber bibit
Pemilihan sumber bibit juga sangat penting. Bibit bawang merah yang baik biasanya berasal dari petani atau penjual bibit yang terpercaya. Bibit yang berasal dari sumber yang tidak jelas biasanya tidak memiliki kualitas yang baik dan dapat membawa hama atau penyakit.
Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, petani dapat memilih bibit bawang merah yang berkualitas baik dan dapat menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif.
Persiapan lahan
Persiapan lahan yang tepat sangat penting dalam cara menanam bibit bawang merah. Lahan yang gembur, subur, dan memiliki pH tanah yang sesuai akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman bawang merah secara optimal.
-
Struktur tanah
Tanah yang gembur memiliki struktur yang baik, sehingga akar tanaman dapat dengan mudah menembus dan menyerap nutrisi dari tanah. Tanah yang keras dan padat akan menghambat pertumbuhan akar dan dapat menyebabkan tanaman layu dan kerdil.
-
Kesuburan tanah
Tanah yang subur mengandung banyak unsur hara yang dibutuhkan tanaman bawang merah, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Tanah yang subur akan mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif.
-
pH tanah
Tanaman bawang merah tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH antara 5,5-6,5. pH tanah yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat penyerapan nutrisi oleh tanaman.
-
Pengolahan lahan
Sebelum menanam bibit bawang merah, lahan perlu diolah terlebih dahulu. Pengolahan lahan bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengatur pH tanah. Pengolahan lahan dapat dilakukan dengan cara membajak, mencangkul, atau menggunakan traktor.
Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut dalam persiapan lahan, petani dapat menciptakan lingkungan tumbuh yang optimal untuk bibit bawang merah. Hal ini akan meningkatkan peluang keberhasilan budidaya bawang merah dan menghasilkan panen yang melimpah.
Pembuatan bedengan
Pembuatan bedengan merupakan salah satu langkah penting dalam cara menanam bibit bawang merah. Bedengan berfungsi untuk memperbaiki drainase lahan, memudahkan perawatan tanaman, dan mencegah tanaman dari serangan hama dan penyakit.
Lebar dan tinggi bedengan yang ideal untuk menanam bibit bawang merah adalah 100-120 cm dan 20-30 cm. Lebar bedengan yang cukup akan memudahkan petani dalam melakukan perawatan tanaman, seperti penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit. Tinggi bedengan yang cukup akan membuat tanaman bawang merah lebih kokoh dan tidak mudah roboh.
Selain itu, pembuatan bedengan juga dapat membantu dalam mengatur pH tanah. Dengan membuat bedengan, petani dapat menambahkan bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang ke dalam tanah. Bahan organik ini akan membantu menaikkan pH tanah dan membuat tanah lebih subur.
Dengan demikian, pembuatan bedengan merupakan langkah penting dalam cara menanam bibit bawang merah. Bedengan yang dibuat dengan benar akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman bawang merah secara optimal, sehingga menghasilkan panen yang melimpah.
Sumber: Cara Menanam Bawang Merah di Bedengan
Penanaman bibit
Dalam cara menanam bibit bawang merah, penanaman bibit merupakan salah satu langkah penting yang menentukan keberhasilan budidaya. Menanam bibit bawang merah sedalam 2-3 cm, dengan posisi akar berada di bawah dan tunas berada di atas adalah teknik penanaman yang tepat agar bibit bawang merah tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang melimpah.
-
Kedalaman tanam
Kedalaman tanam bibit bawang merah sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Menanam bibit terlalu dalam akan membuat bibit sulit untuk mendapatkan oksigen dan sinar matahari, sehingga pertumbuhannya akan terhambat. Sebaliknya, menanam bibit terlalu dangkal akan membuat bibit mudah roboh dan tidak dapat tumbuh dengan baik.
-
Posisi akar dan tunas
Posisi akar dan tunas bibit bawang merah juga sangat penting diperhatikan. Akar harus berada di bawah agar dapat menyerap nutrisi dari tanah, sedangkan tunas harus berada di atas agar dapat tumbuh menjadi tanaman bawang merah. Jika posisi akar dan tunas terbalik, bibit bawang merah tidak akan dapat tumbuh dengan baik.
-
Jarak tanam
Selain kedalaman tanam dan posisi akar dan tunas, jarak tanam antar bibit bawang merah juga perlu diperhatikan. Jarak tanam yang terlalu rapat akan membuat tanaman saling berebut nutrisi dan sinar matahari, sehingga pertumbuhannya akan terhambat. Sebaliknya, jarak tanam yang terlalu lebar akan membuat lahan menjadi tidak efisien.
-
Waktu tanam
Waktu tanam bibit bawang merah juga perlu disesuaikan dengan kondisi iklim dan cuaca. Di daerah tropis seperti Indonesia, bibit bawang merah dapat ditanam sepanjang tahun. Namun, waktu tanam yang ideal adalah pada awal musim kemarau atau penghujan, karena pada saat itu kondisi cuaca lebih stabil dan tidak terlalu ekstrem.
Dengan memperhatikan faktor-faktor penting dalam penanaman bibit bawang merah, seperti kedalaman tanam, posisi akar dan tunas, jarak tanam, dan waktu tanam, petani dapat meningkatkan peluang keberhasilan budidaya bawang merah dan memperoleh hasil panen yang melimpah.
Penyiraman
Dalam cara menanam bibit bawang merah, penyiraman merupakan salah satu aspek penting yang tidak boleh dilewatkan. Penyiraman secukupnya setelah bibit ditanam akan membantu bibit untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan tumbuh dengan baik.
Saat bibit bawang merah ditanam, akarnya masih belum kuat dan belum dapat menyerap air dan nutrisi dari tanah secara optimal. Oleh karena itu, penyiraman secukupnya sangat penting untuk menjaga kelembaban tanah dan membantu akar bibit untuk berkembang. Penyiraman yang cukup juga akan membantu mencegah bibit layu dan mati.
Namun, perlu diingat untuk tidak menyiram bibit bawang merah secara berlebihan. Penyiraman yang berlebihan dapat menyebabkan tanah menjadi becek dan akar bibit membusuk. Frekuensi penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan jenis tanah. Pada musim kemarau, penyiraman dapat dilakukan lebih sering, sedangkan pada musim hujan penyiraman dapat dikurangi.
Dengan memperhatikan aspek penyiraman yang tepat, petani dapat meningkatkan peluang keberhasilan budidaya bawang merah dan memperoleh hasil panen yang melimpah.
Sumber: Cara Menanam Bawang Merah di Bedengan
Pemupukan
Dalam cara menanam bibit bawang merah, pemupukan merupakan salah satu aspek penting yang tidak boleh dilewatkan. Pemberian pupuk secara teratur akan membantu tanaman bawang merah tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah.
-
Jenis Pupuk
Pupuk yang digunakan untuk tanaman bawang merah harus mengandung unsur hara makro, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium (NPK). Nitrogen berperan penting dalam pertumbuhan vegetatif tanaman, fosfor berperan dalam pembentukan akar dan bunga, sedangkan kalium berperan dalam meningkatkan kualitas dan ketahanan tanaman.
-
Waktu Pemupukan
Pemupukan dapat dilakukan secara bertahap, yaitu pada saat tanam, saat tanaman berumur 2-3 minggu, dan saat tanaman berumur 4-5 minggu. Pemupukan pada saat tanam bertujuan untuk menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman pada awal pertumbuhan. Pemupukan pada saat tanaman berumur 2-3 minggu bertujuan untuk merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman. Sedangkan pemupukan pada saat tanaman berumur 4-5 minggu bertujuan untuk mempercepat pembentukan umbi.
-
Dosis Pupuk
Dosis pupuk yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan. Dosis pupuk yang berlebihan dapat menyebabkan tanaman keracunan, sedangkan dosis pupuk yang kurang dapat menyebabkan tanaman kekurangan unsur hara dan pertumbuhannya terhambat.
-
Cara Pemupukan
Pupuk dapat diberikan dengan cara ditabur di sekitar tanaman atau dikocor. Pemupukan dengan cara ditabur lebih mudah dilakukan, sedangkan pemupukan dengan cara dikocor lebih efektif karena pupuk dapat langsung diserap oleh tanaman.
Dengan memperhatikan aspek pemupukan yang tepat, petani dapat meningkatkan peluang keberhasilan budidaya bawang merah dan memperoleh hasil panen yang melimpah.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Dalam cara menanam bibit bawang merah, pengendalian hama dan penyakit merupakan salah satu aspek penting yang tidak boleh dilewatkan. Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman bawang merah kapan saja, sehingga perlu dilakukan pengendalian secara teratur untuk mencegah kerugian yang lebih besar.
-
Hama
Hama yang sering menyerang tanaman bawang merah antara lain ulat grayak, kutu daun, dan thrips. Hama-hama ini dapat menyebabkan kerusakan pada daun, batang, dan umbi bawang merah, sehingga menurunkan kualitas dan hasil panen.
-
Penyakit
Penyakit yang sering menyerang tanaman bawang merah antara lain busuk umbi dan layu fusarium. Penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan tanaman bawang merah layu dan mati, sehingga menyebabkan kerugian yang besar.
-
Pengendalian
Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman bawang merah dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain menggunakan pestisida, insektisida, atau fungisida. Penggunaan pestisida harus dilakukan secara bijaksana dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan, agar tidak merugikan lingkungan dan kesehatan manusia.
Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara teratur, petani dapat melindungi tanaman bawang merah dari serangan hama dan penyakit, sehingga dapat memperoleh hasil panen yang melimpah dan berkualitas baik.
Penyiangan
Penyiangan merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam bibit bawang merah. Gulma adalah tanaman pengganggu yang dapat tumbuh di sekitar tanaman bawang merah dan bersaing untuk mendapatkan air, nutrisi, dan sinar matahari. Jika gulma tidak dikendalikan, pertumbuhan tanaman bawang merah akan terhambat dan hasil panen dapat menurun.
Penyiangan dapat dilakukan secara manual atau menggunakan herbisida. Penyiangan manual dilakukan dengan cara mencabut atau memotong gulma menggunakan tangan atau alat-alat sederhana seperti cangkul. Penyiangan menggunakan herbisida dilakukan dengan cara menyemprotkan herbisida pada gulma. Namun, penggunaan herbisida harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan, agar tidak merugikan tanaman bawang merah dan lingkungan.
Dengan melakukan penyiangan secara teratur, petani dapat mencegah gulma tumbuh dan mengganggu pertumbuhan tanaman bawang merah. Hal ini akan menghasilkan tanaman bawang merah yang sehat dan produktif, serta meningkatkan hasil panen.
Sumber: Cara Menanam Bawang Merah di Bedengan
Pembumbunan
Salah satu aspek penting dalam cara menanam bibit bawang merah adalah pembumbunan. Pembumbunan adalah proses menimbun tanah di sekitar pangkal tanaman bawang merah. Proses ini berfungsi untuk memperkuat akar tanaman dan mencegah tanaman roboh. Tanaman bawang merah yang kokoh akan lebih tahan terhadap angin dan hujan, sehingga tidak mudah roboh dan rusak.
Selain itu, pembumbunan juga membantu menjaga kelembaban tanah di sekitar tanaman. Kelembaban tanah yang terjaga akan membuat tanaman bawang merah lebih mudah menyerap air dan nutrisi. Hal ini akan membuat tanaman bawang merah tumbuh lebih sehat dan produktif.
Pembumbunan biasanya dilakukan pada saat tanaman bawang merah sudah berumur sekitar 4-5 minggu. Proses pembumbunan dapat dilakukan dengan cara menimbun tanah di sekitar pangkal tanaman menggunakan cangkul atau sekop. Tinggi timbunan tanah sekitar 10-15 cm.
Dengan melakukan pembumbunan secara rutin, petani dapat memperkuat akar tanaman bawang merah dan mencegah tanaman roboh. Hal ini akan menghasilkan tanaman bawang merah yang sehat, produktif, dan tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
Sumber: Cara Menanam Bawang Merah di Bedengan
Panen
Proses panen merupakan bagian penting dari cara menanam bibit bawang merah. Waktu panen yang tepat akan menentukan kualitas dan hasil panen bawang merah. Panen yang dilakukan terlalu cepat atau terlalu lambat dapat menurunkan kualitas dan hasil panen.
Umur panen bawang merah biasanya sekitar 60-75 hari setelah tanam. Ciri-ciri tanaman bawang merah yang siap panen antara lain daunnya sudah menguning dan layu, serta umbinya sudah terbentuk sempurna. Jika panen dilakukan terlalu cepat, umbi bawang merah belum terbentuk sempurna dan ukurannya masih kecil. Sebaliknya, jika panen dilakukan terlalu lambat, umbi bawang merah dapat membusuk atau diserang hama penyakit.
Sebelum melakukan panen, petani harus membersihkan lahan dari gulma dan sisa-sisa tanaman. Panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman bawang merah dari tanah. Setelah dicabut, umbi bawang merah dijemur di bawah sinar matahari selama beberapa hari hingga kering. Bawang merah yang sudah kering dapat disimpan dalam gudang atau dijual ke pasar.
Dengan memahami waktu panen yang tepat dan cara panen yang benar, petani dapat memperoleh hasil panen bawang merah yang berkualitas baik dan melimpah.
Sumber: Cara Menanam Bawang Merah di Bedengan
FAQ Cara Menanam Bibit Bawang Merah
Menanam bibit bawang merah bisa jadi gampang-gampang susah, nih. Tapi jangan khawatir, di sini ada beberapa pertanyaan umum yang sering ditanyakan sama petani bawang merah pemula. Yuk, simak jawabannya supaya hasil panenmu melimpah!
Pertanyaan 1: Kapan waktu terbaik untuk menanam bibit bawang merah?
Waktu terbaik untuk menanam bibit bawang merah adalah pada awal musim kemarau atau penghujan, saat cuaca sedang stabil dan tidak terlalu ekstrem.
Pertanyaan 2: Bagaimana cara menyiapkan lahan tanam yang baik untuk bawang merah?
Lahan tanam yang baik untuk bawang merah adalah lahan yang gembur, subur, dan memiliki pH tanah antara 5,5-6,5. Lahan juga harus mendapat sinar matahari yang cukup.
Pertanyaan 3: Berapa jarak tanam yang ideal untuk bibit bawang merah?
Jarak tanam yang ideal untuk bibit bawang merah adalah sekitar 15-20 cm. Jarak ini cukup untuk memberi ruang bagi tanaman untuk tumbuh dan berkembang.
Pertanyaan 4: Bagaimana cara merawat tanaman bawang merah agar tumbuh subur?
Merawat tanaman bawang merah cukup mudah. Yang perlu dilakukan adalah menyiramnya secara teratur, memberi pupuk secukupnya, dan mengendalikan hama dan penyakit.
Pertanyaan 5: Kapan waktu panen bawang merah yang tepat?
Bawang merah siap dipanen setelah tanaman berumur sekitar 60-75 hari. Ciri-cirinya adalah daun sudah menguning dan layu, serta umbi sudah terbentuk sempurna.
Pertanyaan 6: Bagaimana cara menyimpan bawang merah agar tahan lama?
Bawang merah yang sudah dipanen bisa disimpan dalam gudang atau tempat yang kering dan sejuk. Pastikan bawang merah tidak lembab atau terkena sinar matahari langsung.
Nah, itu dia beberapa pertanyaan umum tentang cara menanam bibit bawang merah. Dengan mengikuti tips di atas, semoga hasil panen bawang merahmu bisa melimpah, ya!
Sumber: Cara Menanam Bawang Merah di Bedengan
Tips Menanam Bibit Bawang Merah yang Wajib Dicoba!
Siapa yang suka bawang merah? Sayuran yang satu ini memang sering banget dipakai untuk masak. Rasanya yang gurih dan aromanya yang khas bikin masakan jadi makin sedap.
Nah, buat kamu yang ingin menanam sendiri bawang merah, ada beberapa tips penting yang harus kamu ikuti. Yuk, simak baik-baik!
Tips 1: Pilih Bibit yang Unggul
Kunci sukses menanam bawang merah adalah memilih bibit yang unggul. Bibit yang bagus biasanya sehat, tidak cacat, dan berukuran sedang. Bibit yang sehat akan menghasilkan tanaman yang kuat dan produktif.
Tips 2: Siapkan Lahan yang Gembur
Bawang merah butuh tanah yang gembur dan subur. Kamu bisa menggemburkan tanah dengan cara membajak atau mencangkulnya. Tambahkan juga pupuk kandang atau kompos untuk menyuburkan tanah.
Tips 3: Buat Bedengan yang Rapi
Bedengan berfungsi untuk mempermudah perawatan tanaman bawang merah. Buatlah bedengan dengan lebar sekitar 100 cm dan tinggi 20 cm. Jarak antar bedengan sekitar 50 cm.
Tips 4: Tanam Bibit dengan Benar
Tanam bibit bawang merah sedalam 2-3 cm. Jangan terlalu dalam, nanti pertumbuhannya bisa terhambat. Posisikan akar bibit di bawah dan tunas di atas.
Tips 5: Siram Secara Teratur
Bawang merah butuh air yang cukup, terutama pada masa pertumbuhan. Siramlah tanaman secara teratur, terutama pada musim kemarau.
Tips 6: Beri Pupuk yang Tepat
Pemberian pupuk sangat penting untuk pertumbuhan bawang merah. Beri pupuk NPK secara rutin, sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
Tips 7: Kendalikan Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit bisa menyerang tanaman bawang merah, seperti ulat grayak dan penyakit busuk daun. Lakukan pengendalian secara teratur dengan menggunakan pestisida atau fungisida yang aman.
Tips 8: Panen Tepat Waktu
Bawang merah siap dipanen setelah berumur sekitar 60-75 hari. Ciri-cirinya adalah daun sudah menguning dan layu, serta umbi sudah terbentuk sempurna. Panenlah bawang merah dengan hati-hati agar tidak rusak.
Itulah beberapa tips menanam bibit bawang merah yang bisa kamu coba. Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu bisa mendapatkan hasil panen bawang merah yang melimpah dan berkualitas baik.
Cara Mudah Menanam Bawang Merah di Rumah
Siapa sangka menanam bawang merah di rumah itu gampang banget? Cukup ikuti langkah-langkah berikut, dijamin kamu bisa panen bawang merah sendiri yang segar dan berkualitas.
Pertama, pilih bibit bawang merah yang bagus. Bibit yang bagus biasanya berwarna merah cerah, keras, dan tidak bertunas. Setelah itu, siapkan lahan tanam yang gembur dan subur. Buat bedengan dengan lebar sekitar 1 meter dan tinggi 20 cm. Tanam bibit bawang merah sedalam 2-3 cm, dengan jarak tanam sekitar 15-20 cm.
Jangan lupa siram tanaman bawang merah secara teratur, terutama pada musim kemarau. Beri pupuk NPK secara rutin, sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Kendalikan juga hama dan penyakit yang menyerang tanaman bawang merah. Hama yang sering menyerang bawang merah adalah ulat grayak, sedangkan penyakit yang sering menyerang adalah busuk daun.
Setelah berumur sekitar 60-75 hari, bawang merah siap dipanen. Ciri-cirinya adalah daun sudah menguning dan layu, serta umbi sudah terbentuk sempurna. Panen bawang merah dengan hati-hati agar tidak rusak. Setelah dipanen, bawang merah bisa langsung dikonsumsi atau disimpan di tempat yang kering dan sejuk.
Menanam bawang merah sendiri itu ternyata mudah dan menyenangkan, kan? Yuk, coba tanam sendiri di rumah dan rasakan sensasi panen bawang merah sendiri yang segar dan berkualitas.