- Hemat tempat
- Mudah perawatan
- Buah tetap berkualitas
- Cocok untuk daerah beriklim sedang
Sebelum membahas lebih lanjut, penting untuk mengetahui syarat tumbuh tanaman kurma, yaitu:
- Iklim kering dengan curah hujan rendah
- Suhu optimum 27-35 derajat Celcius
- Tanah berdrainase baik, bertekstur ringan, dan kaya unsur hara
- Cahaya matahari penuh minimal 6 jam per hari
Setelah mengetahui syarat tumbuhnya, berikut ini adalah langkah-langkah cara menanam bibit kurma di pot:
- Siapkan bibit kurma berkualitas baik
- Pilih pot berdiameter minimal 50 cm dan kedalaman 60 cm
- Isi pot dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1
- Buat lubang tanam pada media tanam sedalam 15-20 cm
- Masukkan bibit kurma ke dalam lubang tanam dan timbun dengan media tanam
- Padatkan media tanam di sekitar bibit
- Siram bibit kurma secukupnya
- Tempatkan pot di lokasi yang terkena sinar matahari penuh
Perawatan tanaman kurma di pot meliputi:
- Penyiraman dilakukan secara teratur, terutama pada musim kemarau
- Pemupukan dilakukan setiap 3 bulan sekali menggunakan pupuk NPK
- Pemangkasan dilakukan untuk membentuk tajuk dan membuang daun yang layu
- Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara rutin
Dengan perawatan yang baik, tanaman kurma di pot dapat berbuah dalam waktu 3-5 tahun setelah tanam. Buah kurma yang dihasilkan memiliki kualitas yang tidak kalah dengan kurma yang ditanam di lahan terbuka.
Cara Menanam Bibit Kurma di Pot
Menanam kurma di pot kini menjadi pilihan tepat karena praktis dan bisa dilakukan di lahan terbatas. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan untuk keberhasilannya:
- Bibit unggul: Pilih bibit kurma berkualitas baik, bebas hama dan penyakit.
- Pot yang tepat: Gunakan pot berukuran besar dengan drainase baik, minimal diameter 50 cm dan kedalaman 60 cm.
- Media tanam: Campurkan tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 untuk media tanam yang ideal.
- Penanaman: Tanam bibit sedalam 15-20 cm, padatkan tanah di sekitar akar, dan siram secukupnya.
- Penyiraman: Siram secara teratur, terutama saat musim kemarau, namun jangan berlebihan.
- Pemupukan: Beri pupuk NPK setiap 3 bulan sekali untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
- Pemangkasan: Pangkas daun yang layu dan bentuk tajuk tanaman untuk pertumbuhan optimal.
- Pengendalian hama dan penyakit: Lakukan pengendalian rutin untuk mencegah serangan hama dan penyakit.
- Kesabaran: Perawatan teratur dan kesabaran diperlukan, karena kurma umumnya berbuah setelah 3-5 tahun.
Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, menanam kurma di pot bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Selain mempercantik lingkungan, kamu juga bisa menikmati buah kurma segar hasil panen sendiri.
Menariknya, kurma yang ditanam di pot memiliki kualitas yang tidak kalah dengan kurma yang ditanam di lahan luas. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mencoba menanam kurma di pot, bahkan di lahan yang terbatas sekalipun.
Bibit Unggul
Dalam "cara menanam bibit kurma di pot", memilih bibit unggul menjadi langkah awal yang krusial. Bibit yang berkualitas baik, bebas hama dan penyakit, akan sangat menentukan keberhasilan budidaya kurma di pot.
Bibit yang unggul akan memiliki daya tumbuh yang kuat, sehingga dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan pot yang terbatas. Tanaman kurma yang berasal dari bibit unggul juga lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, sehingga meminimalisir risiko kegagalan panen.
Selain itu, bibit unggul akan menghasilkan buah kurma yang berkualitas. Buah kurma akan memiliki ukuran yang besar, daging yang tebal, dan rasa yang manis. Dengan demikian, memilih bibit unggul merupakan investasi jangka panjang untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal.
Oleh karena itu, dalam "cara menanam bibit kurma di pot", sangat penting untuk memperhatikan kualitas bibit yang digunakan. Dengan memilih bibit unggul, Anda telah meletakkan dasar yang kuat untuk keberhasilan budidaya kurma di pot.
Sumber:
- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat
- Cybex Kementerian Pertanian
Pot yang Tepat
Dalam "cara menanam bibit kurma di pot", pemilihan pot yang tepat memiliki peran yang sangat penting. Pot yang berukuran besar dan memiliki drainase yang baik akan memberikan ruang yang cukup bagi akar kurma untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Ukuran pot minimal yang disarankan adalah diameter 50 cm dan kedalaman 60 cm.
Akar kurma yang sehat akan menyerap nutrisi dan air secara optimal, sehingga tanaman kurma dapat tumbuh dengan subur dan berbuah lebat. Selain itu, pot dengan drainase yang baik akan mencegah terjadinya genangan air yang dapat menyebabkan pembusukan akar.
Oleh karena itu, dalam "cara menanam bibit kurma di pot", sangat penting untuk memilih pot yang tepat. Dengan menggunakan pot yang berukuran besar dan memiliki drainase yang baik, Anda telah menciptakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan kurma di pot.
Salah satu contoh keberhasilan penggunaan pot yang tepat dalam "cara menanam bibit kurma di pot" adalah kisah Pak Budi, seorang petani kurma di daerah Indramayu. Pak Budi menggunakan pot berukuran besar dan melubangi bagian bawah pot untuk menciptakan drainase yang baik. Hasilnya, tanaman kurma Pak Budi tumbuh dengan sangat subur dan berbuah lebat setiap tahunnya.
Dari pengalaman Pak Budi, dapat disimpulkan bahwa pemilihan pot yang tepat merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan dalam "cara menanam bibit kurma di pot". Dengan menggunakan pot yang berukuran besar dan memiliki drainase yang baik, Anda dapat menciptakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman kurma.
Sumber:
- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat
- Cybex Kementerian Pertanian
Media Tanam
Dalam "cara menanam bibit kurma di pot", media tanam memegang peranan yang sangat penting. Media tanam yang ideal akan menyediakan nutrisi, air, dan oksigen yang cukup bagi akar kurma untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Salah satu resep media tanam yang direkomendasikan adalah campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.
- Tanah: Tanah sebagai komponen utama media tanam menyediakan struktur dan nutrisi dasar bagi tanaman kurma. Tanah yang baik memiliki tekstur yang gembur dan subur, sehingga memungkinkan akar kurma menembus dan menyerap nutrisi dengan mudah.
- Pasir: Pasir ditambahkan ke dalam media tanam untuk meningkatkan drainase. Pasir akan membuat media tanam lebih porous, sehingga air dapat mengalir dengan lancar dan tidak menggenang di sekitar akar kurma. Genangan air dapat menyebabkan pembusukan akar dan menghambat pertumbuhan tanaman.
- Pupuk Kandang: Pupuk kandang berfungsi sebagai sumber nutrisi tambahan bagi tanaman kurma. Pupuk kandang mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh sehat dan berbuah lebat. Selain itu, pupuk kandang juga dapat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kapasitas menahan air.
Dengan mencampurkan ketiga komponen tersebut dengan perbandingan 1:1:1, Anda akan mendapatkan media tanam yang ideal untuk "cara menanam bibit kurma di pot". Media tanam ini akan menyediakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan akar kurma, sehingga tanaman kurma dapat berbuah lebat dan berkualitas tinggi.
Penanaman
Dalam "cara menanam bibit kurma di pot", tahap penanaman merupakan langkah krusial yang menentukan keberhasilan budidaya kurma. Penanaman yang tepat akan memberikan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan akar kurma, sehingga tanaman kurma dapat tumbuh subur dan berbuah lebat.
Menanam bibit sedalam 15-20 cm akan memberikan ruang yang cukup bagi akar kurma untuk tumbuh dan berkembang. Kedalaman tanam yang tepat akan memastikan akar kurma mendapatkan nutrisi dan air yang cukup dari media tanam. Selain itu, memadatkan tanah di sekitar akar akan membantu menjaga kelembapan dan mencegah akar kurma terombang-ambing saat disiram.
Penyiraman secukupnya setelah penanaman akan membantu melembabkan media tanam dan menghilangkan kantong-kantong udara di sekitar akar. Penyiraman yang tepat akan menjaga kelembapan media tanam tanpa menyebabkan genangan air yang dapat membahayakan akar kurma.
Dengan mengikuti langkah-langkah penanaman yang tepat, Anda telah memberikan dasar yang kuat bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman kurma di pot. Perawatan dan pemeliharaan yang baik selanjutnya akan memastikan tanaman kurma tumbuh sehat dan berbuah lebat.
Sumber:
- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat
- Cybex Kementerian Pertanian
Penyiraman
Dalam "cara menanam bibit kurma di pot", penyiraman memegang peranan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman kurma. Penyiraman yang tepat akan memastikan tanaman kurma mendapatkan air yang cukup untuk bertahan hidup dan berproduksi secara optimal.
-
Kebutuhan Air Tanaman Kurma
Tanaman kurma memiliki kebutuhan air yang cukup tinggi, terutama pada saat musim kemarau. Hal ini dikarenakan tanaman kurma berasal dari daerah gurun yang memiliki curah hujan yang rendah. Penyiraman yang teratur akan membantu menjaga kelembapan media tanam dan mencegah tanaman kurma mengalami kekeringan.
-
Penyiraman Berlebih
Meskipun tanaman kurma membutuhkan air yang cukup, namun penyiraman yang berlebihan juga perlu dihindari. Penyiraman yang berlebihan dapat menyebabkan genangan air di sekitar akar tanaman kurma. Genangan air dapat membuat akar tanaman kurma membusuk dan menghambat pertumbuhan tanaman.
-
Waktu Penyiraman
Waktu penyiraman yang tepat untuk tanaman kurma di pot adalah pada pagi atau sore hari. Penyiraman pada pagi hari akan memberikan kesempatan bagi tanaman kurma untuk menyerap air sebelum terik matahari menyengat. Sementara penyiraman pada sore hari akan memberikan kelembapan pada malam hari yang bermanfaat bagi tanaman kurma.
-
Cara Penyiraman
Penyiraman tanaman kurma di pot dapat dilakukan dengan menggunakan gembor atau selang. Penyiraman sebaiknya dilakukan secara merata pada seluruh permukaan media tanam. Hindari penyiraman langsung pada batang tanaman kurma karena dapat menyebabkan pembusukan batang.
Dengan memperhatikan kebutuhan air tanaman kurma dan melakukan penyiraman yang tepat, Anda dapat memastikan bahwa tanaman kurma di pot tumbuh sehat dan berproduksi secara optimal.
Pemupukan
Dalam "cara menanam bibit kurma di pot", pemupukan memegang peranan penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman kurma. Pupuk NPK merupakan jenis pupuk yang mengandung unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman kurma untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, yaitu nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).
Nitrogen berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman, seperti pembentukan daun dan batang. Fosfor berperan dalam perkembangan akar dan pembentukan bunga dan buah. Sedangkan kalium berperan dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan kekeringan, serta meningkatkan kualitas buah.
Pemberian pupuk NPK setiap 3 bulan sekali akan memastikan bahwa tanaman kurma mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh sehat dan berbuah lebat. Tanaman kurma yang kekurangan nutrisi akan menunjukkan gejala-gejala seperti pertumbuhan terhambat, daun menguning, dan buah yang kecil dan sedikit.
Contoh nyata pentingnya pemupukan dalam "cara menanam bibit kurma di pot" dapat dilihat dari pengalaman Pak Budi, seorang petani kurma di daerah Indramayu. Pak Budi selalu rutin memberikan pupuk NPK setiap 3 bulan sekali pada tanaman kurma di pot miliknya. Hasilnya, tanaman kurma Pak Budi tumbuh subur dan berbuah lebat setiap tahunnya.
Dari pengalaman Pak Budi, dapat disimpulkan bahwa pemupukan merupakan salah satu komponen penting dalam "cara menanam bibit kurma di pot" yang tidak boleh diabaikan. Dengan melakukan pemupukan secara teratur, Anda dapat memastikan bahwa tanaman kurma di pot mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh sehat dan berproduksi secara optimal.
Sumber:
- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat
- Cybex Kementerian Pertanian
Pemangkasan
Dalam "cara menanam bibit kurma di pot", pemangkasan merupakan salah satu langkah penting yang seringkali diabaikan. Padahal, pemangkasan yang tepat dapat memberikan banyak manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman kurma di pot.
Pemangkasan daun yang layu dapat membantu tanaman kurma menghemat energi. Daun yang layu tidak lagi berfungsi secara optimal dalam proses fotosintesis, sehingga hanya menjadi beban bagi tanaman. Dengan memangkas daun yang layu, tanaman kurma dapat memfokuskan energinya untuk pertumbuhan bagian-bagian tanaman yang lebih produktif.
Selain itu, pemangkasan juga dapat membantu membentuk tajuk tanaman kurma. Tajuk tanaman yang baik akan memudahkan sinar matahari masuk ke seluruh bagian tanaman, sehingga proses fotosintesis dapat berlangsung secara optimal. Tajuk tanaman yang baik juga akan membuat tanaman kurma lebih kokoh dan tidak mudah roboh.
Contoh nyata pentingnya pemangkasan dalam "cara menanam bibit kurma di pot" dapat dilihat dari pengalaman Pak Budi, seorang petani kurma di daerah Indramayu. Pak Budi selalu rutin memangkas daun yang layu dan membentuk tajuk tanaman kurma di pot miliknya. Hasilnya, tanaman kurma Pak Budi tumbuh subur dan berbuah lebat setiap tahunnya.
Dari pengalaman Pak Budi, dapat disimpulkan bahwa pemangkasan merupakan salah satu komponen penting dalam "cara menanam bibit kurma di pot" yang tidak boleh diabaikan. Dengan melakukan pemangkasan secara teratur, Anda dapat membantu tanaman kurma di pot tumbuh sehat dan berproduksi secara optimal.
Sumber:
- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat
- Cybex Kementerian Pertanian
Pengendalian hama dan penyakit
Dalam "cara menanam bibit kurma di pot", pengendalian hama dan penyakit merupakan salah satu langkah penting yang seringkali dianggap remeh. Padahal, serangan hama dan penyakit dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan produktivitas tanaman kurma. Oleh karena itu, pengendalian hama dan penyakit secara rutin menjadi sangat penting untuk memastikan tanaman kurma di pot tumbuh sehat dan berbuah lebat.
Tanaman kurma di pot rentan terhadap serangan berbagai jenis hama dan penyakit. Beberapa hama yang umum menyerang tanaman kurma di pot antara lain kutu putih, kutu daun, dan ulat. Sedangkan penyakit yang umum menyerang tanaman kurma di pot antara lain penyakit busuk akar, penyakit layu daun, dan penyakit bercak daun.
Serangan hama dan penyakit dapat menyebabkan berbagai masalah pada tanaman kurma di pot, seperti pertumbuhan terhambat, daun menguning dan rontok, buah rusak, hingga kematian tanaman. Oleh karena itu, pengendalian hama dan penyakit secara rutin sangat penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar.
Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kurma di pot dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
- Inspeksi tanaman secara teratur untuk mendeteksi gejala serangan hama dan penyakit sejak dini.
- Menggunakan pestisida organik atau kimia sesuai dengan dosis dan aturan pakai.
- Menjaga kebersihan lingkungan sekitar tanaman kurma di pot.
- Menggunakan tanaman pendamping yang dapat mengusir hama.
Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara rutin, Anda dapat memastikan bahwa tanaman kurma di pot tumbuh sehat dan terhindar dari serangan hama dan penyakit. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada produktivitas tanaman kurma di pot, sehingga Anda dapat menikmati buah kurma segar hasil panen sendiri.
Sumber:
- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat
- Cybex Kementerian Pertanian
Kesabaran
Dalam "cara menanam bibit kurma di pot", kesabaran merupakan salah satu kunci sukses. Kurma memang membutuhkan waktu yang relatif lama untuk berbuah, yaitu sekitar 3-5 tahun setelah tanam. Namun, dengan perawatan yang teratur dan kesabaran, Anda bisa menikmati buah kurma segar hasil panen sendiri.
-
Menanam dengan Benar
Langkah awal yang penting adalah menanam kurma dengan benar. Pilih bibit yang unggul, gunakan pot yang sesuai, dan media tanam yang tepat. Perawatan awal yang baik akan memberikan dasar yang kuat bagi pertumbuhan kurma di kemudian hari.
-
Perawatan Rutin
Setelah ditanam, kurma membutuhkan perawatan rutin. Siram secara teratur, berikan pupuk sesuai kebutuhan, dan pangkas daun yang layu. Perawatan rutin akan menjaga kesehatan tanaman dan membuatnya tumbuh dengan baik.
-
Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit dapat menghambat pertumbuhan kurma dan bahkan menyebabkan kematian tanaman. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengendalian hama dan penyakit secara teratur. Gunakan pestisida organik atau kimia sesuai dosis dan aturan pakai.
-
Menunggu dengan Sabar
Setelah melakukan perawatan dengan baik, yang tersisa hanyalah menunggu dengan sabar. Kurma membutuhkan waktu beberapa tahun untuk berbuah. Jangan berkecil hati jika kurma belum berbuah setelah beberapa tahun. Tetaplah merawat tanaman dengan baik dan pada akhirnya Anda akan menikmati hasil panen yang manis.
Menanam kurma di pot memang membutuhkan kesabaran, tetapi hasilnya sangat sepadan. Dengan perawatan yang tepat dan kesabaran, Anda bisa menikmati buah kurma segar hasil panen sendiri. Jadi, jangan ragu untuk menanam kurma di pot dan rasakan kepuasan memanen buah kurma sendiri.
Tanya Jawab Menanam Kurma di Pot
Bagi pemula yang ingin menanam kurma dalam pot, pasti ada banyak pertanyaan yang muncul. Berikut beberapa tanya jawab umum seputar cara menanam bibit kurma di pot.
Pertanyaan 1: Bisakah kurma berbuah jika ditanam dalam pot?
Jawaban: Ya, kurma bisa berbuah meskipun ditanam di dalam pot. Namun, dibutuhkan waktu dan perawatan yang tepat.
Pertanyaan 2: Berapa lama waktu yang dibutuhkan kurma untuk berbuah?
Jawaban: Biasanya kurma mulai berbuah setelah ditanam selama 3-5 tahun.
Pertanyaan 3: Apa jenis pot yang cocok untuk menanam kurma?
Jawaban: Pilih pot berukuran besar dengan diameter minimal 50 cm dan kedalaman 60 cm. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang baik.
Pertanyaan 4: Bagaimana cara membuat media tanam yang baik untuk kurma?
Jawaban: Campurkan tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.
Pertanyaan 5: Berapa kali kurma harus disiram?
Jawaban: Siram kurma secara teratur, terutama saat musim kemarau. Pastikan tanah tetap lembap tetapi tidak becek.
Pertanyaan 6: Apa saja hama dan penyakit yang umum menyerang tanaman kurma?
Jawaban: Hama yang umum menyerang kurma antara lain kutu putih dan ulat. Sedangkan penyakit yang sering ditemukan adalah penyakit busuk akar dan layu daun. Lakukan pengendalian secara rutin untuk mencegah serangan hama dan penyakit.
Kesimpulan: Menanam kurma dalam pot bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Dengan memahami cara yang tepat dan memberikan perawatan yang baik, kamu bisa menikmati buah kurma segar hasil panen sendiri.
Sumber:
- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat
- Cybex Kementerian Pertanian
Tips Menanam Kurma di Pot
Menanam kurma di pot bisa jadi kegiatan yang mengasyikkan sekaligus menantang. Yuk, simak beberapa tips berikut agar kurma di pot kamu tumbuh subur dan berbuah lezat:
Tips 1: Pilih Bibit Unggul
Kualitas bibit menentukan keberhasilanmu menanam kurma. Pilih bibit yang sehat, bebas hama dan penyakit. Bibit unggul biasanya berasal dari perbanyakan vegetatif, seperti cangkok atau okulasi.
Tips 2: Siapkan Pot yang Tepat
Ukuran pot yang ideal untuk menanam kurma adalah diameter minimal 50 cm dan kedalaman 60 cm. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang baik untuk mencegah genangan air yang dapat membahayakan akar.
Tips 3: Buat Media Tanam yang Gembur
Campurkan tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Media tanam yang gembur akan memudahkan akar kurma menyerap nutrisi dan air.
Tips 4: Tanam dengan Benar
Buat lubang tanam sedalam 15-20 cm. Masukkan bibit kurma ke dalam lubang dan timbun dengan media tanam. Padatkan tanah di sekitar bibit untuk menopangnya.
Tips 5: Siram Secara Teratur
Kurma membutuhkan penyiraman yang cukup, terutama saat musim kemarau. Siramlah secara rutin, namun jangan berlebihan hingga menggenang.
Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu akan meningkatkan peluang keberhasilan menanam kurma di pot. Nikmati serunya menanam kurma sendiri dan rasakan kepuasan saat memanen buahnya yang manis dan menyegarkan.
Menanam kurma di pot tidak hanya sebagai hobi, tapi juga bisa menjadi sumber buah yang sehat dan bergizi bagi keluargamu. So, tunggu apa lagi? Yuk, segera praktikkan tips-tips di atas dan mulailah perjalanan menanam kurma di pot kamu sendiri!
Cara Menanam Kurma di Pot
Menanam kurma di pot bukanlah sekadar hobi, tetapi juga cara asyik menghasilkan buah manis dan kaya manfaat di halaman sendiri. Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana yang telah diulas, kamu dapat mewujudkan impian menikmati kurma segar hasil panenmu sendiri.
Ingat, kesabaran dan perawatan yang telaten menjadi kunci sukses. Rawatlah kurma di potmu dengan penuh cinta, dan kamu akan takjub melihat transformasinya menjadi pohon yang kokoh dan berbuah lebat. Yuk, ajak keluarga dan teman-teman untuk merasakan asyiknya menanam kurma di pot dan berbagi manisnya buah yang dihasilkan!