This page looks best with JavaScript enabled

Rahasia Terungkap: Panduan Lengkap Menanam Buncis di Polybag

 ·  ☕ 16 min read

Perawatan tanaman buncis di polybag meliputi penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit. Penyiraman dilakukan secara teratur, terutama pada saat musim kemarau. Pemupukan dapat dilakukan setiap 2-3 minggu sekali dengan menggunakan pupuk organik atau anorganik. Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan cara manual atau menggunakan pestisida alami.

Cara Menanam Buncis di Polybag

Menanam buncis di polybag menjadi solusi berkebun di lahan sempit. Yuk, kulik 9 aspek penting berikut ini:

  • Pemilihan Polybag: Ukuran dan kualitas polybag berpengaruh pada pertumbuhan buncis.
  • Media Tanam: Tanah subur, gembur, dan berdrainase baik jadi kunci keberhasilan.
  • Bibit Buncis: Pilih bibit berkualitas, bisa dari biji atau stek.
  • Penanaman: Buat lubang sedalam 1-2 cm, masukkan bibit, dan tutup kembali.
  • Penyiraman: Siram secara teratur, terutama saat musim kemarau.
  • Pemupukan: Beri pupuk organik atau anorganik setiap 2-3 minggu.
  • Penyiangan: Bersihkan gulma agar tidak mengganggu pertumbuhan buncis.
  • Hama dan Penyakit: Kendalikan hama dan penyakit dengan cara manual atau pestisida alami.
  • Panen: Buncis siap panen sekitar 60-70 hari setelah tanam.

Setiap aspek saling terkait dan sangat penting untuk keberhasilan menanam buncis di polybag. Misalnya, pemilihan polybag yang tepat akan memengaruhi sirkulasi udara dan drainase tanah. Media tanam yang subur menyediakan nutrisi yang dibutuhkan buncis untuk tumbuh sehat. Bibit berkualitas menghasilkan tanaman yang kuat dan produktif.

Menanam buncis di polybag tidak hanya menghemat lahan, tetapi juga memungkinkan Anda menanam buncis di mana saja, bahkan di balkon atau teras. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, praktikkan 9 aspek penting di atas dan nikmati hasil panen buncis segar di rumah!

Pemilihan Polybag

Pemilihan Polybag, Cara Menanams

Saat menanam buncis di polybag, pemilihan polybag yang tepat sangatlah penting. Ukuran dan kualitas polybag berpengaruh langsung pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman buncis. Polybag yang terlalu kecil akan membatasi ruang gerak akar, sehingga tanaman kesulitan menyerap nutrisi dan air. Akibatnya, pertumbuhan buncis akan terhambat dan hasil panen berkurang.

Selain ukuran, kualitas bahan polybag juga perlu diperhatikan. Polybag yang tipis dan mudah sobek tidak akan mampu menopang tanaman buncis yang semakin besar dan berbuah. Polybag yang berkualitas baik harus tebal, kuat, dan memiliki lubang drainase yang cukup. Lubang drainase berfungsi untuk mengeluarkan kelebihan air, sehingga akar tanaman tidak terendam dan membusuk.

Dengan memilih polybag yang tepat, tanaman buncis akan memiliki ruang tumbuh yang cukup, akses nutrisi dan air yang baik, serta terhindar dari masalah pembusukan akar. Hal ini akan berdampak positif pada pertumbuhan, produktivitas, dan kualitas hasil panen buncis.

Misalnya, seorang petani bernama Pak Tani menggunakan polybag berukuran 30x30 cm untuk menanam buncis. Polybag yang digunakan terbuat dari bahan plastik tebal dan memiliki lubang drainase yang cukup. Hasilnya, tanaman buncis tumbuh subur, berbuah lebat, dan tidak mengalami masalah pembusukan akar. Sementara itu, petani lain bernama Bu Tani menggunakan polybag berukuran 20x20 cm yang terbuat dari bahan plastik tipis. Akibatnya, tanaman buncisnya tumbuh kerdil, berbuah sedikit, dan banyak yang mati karena pembusukan akar.

Dari kedua contoh tersebut, jelas terlihat bahwa pemilihan polybag yang tepat sangat berpengaruh pada keberhasilan menanam buncis di polybag. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih polybag yang berukuran dan berkualitas baik agar tanaman buncis dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang melimpah.

Sumber:

  • Cara Menanam Buncis di Polybag: Panduan Lengkap dari Pemula hingga Panen | Agrotek.id
  • Panduan Lengkap Menanam Buncis di Polybag untuk Pemula | Kebun.id

Media Tanam

Media Tanam, Cara Menanams

Dalam "cara menanam buncis di polybag", media tanam memegang peranan yang sangat krusial. Tanah yang subur, gembur, dan berdrainase baik menjadi faktor penentu keberhasilan budidaya buncis di polybag. Mengapa demikian?

Tanah yang subur kaya akan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman buncis untuk tumbuh dan berproduksi. Unsur hara tersebut, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, berperan penting dalam proses fotosintesis, pertumbuhan vegetatif, dan pembentukan buah. Tanah yang gembur memungkinkan akar tanaman buncis menembus dan menyerap unsur hara dengan mudah. Selain itu, tanah yang gembur juga menyediakan aerasi yang cukup bagi akar, sehingga tanaman dapat bernapas dengan baik.

Drainase yang baik sangat penting untuk mencegah genangan air di sekitar akar tanaman buncis. Genangan air dapat menyebabkan akar membusuk dan tanaman menjadi layu. Oleh karena itu, media tanam harus memiliki kemampuan untuk mengalirkan air dengan baik, sehingga kelebihan air dapat keluar dan tidak menggenang di sekitar akar.

Contoh nyata di lapangan, Pak Tani, seorang petani buncis berpengalaman, selalu memperhatikan kualitas media tanam yang digunakannya. Ia selalu menggunakan campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam padi dengan perbandingan yang tepat. Hasilnya, tanaman buncisnya tumbuh subur, berbuah lebat, dan jarang terserang penyakit. Sementara itu, Bu Tani, petani buncis pemula, tidak terlalu memperhatikan kualitas media tanam. Ia hanya menggunakan tanah biasa tanpa campuran apapun. Akibatnya, tanaman buncisnya tumbuh kerdil, buahnya sedikit, dan sering layu karena kekurangan unsur hara.

Dari kedua contoh tersebut, jelas terlihat bahwa penggunaan media tanam yang subur, gembur, dan berdrainase baik sangat memengaruhi keberhasilan "cara menanam buncis di polybag". Oleh karena itu, sangat penting untuk mempersiapkan media tanam dengan baik sebelum menanam buncis di polybag.

Sumber:

  • Cara Menanam Buncis di Polybag: Panduan Lengkap dari Pemula hingga Panen | Agrotek.id
  • Panduan Lengkap Menanam Buncis di Polybag untuk Pemula | Kebun.id

Bibit Buncis

Bibit Buncis, Cara Menanams

Dalam "cara menanam buncis di polybag", pemilihan bibit buncis merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan budidaya. Bibit buncis yang berkualitas akan menghasilkan tanaman buncis yang sehat, produktif, dan tahan terhadap hama penyakit. Ada dua sumber bibit buncis yang umum digunakan, yaitu dari biji dan stek.

Bibit buncis dari biji didapatkan dari biji buncis yang sudah tua dan kering. Biji buncis yang berkualitas baik biasanya berukuran besar, berwarna cerah, dan tidak cacat. Sebelum ditanam, biji buncis sebaiknya direndam dalam air hangat selama beberapa jam untuk mempercepat proses perkecambahan.

Bibit buncis dari stek didapatkan dari batang buncis yang sehat dan produktif. Stek buncis dipotong sepanjang 10-15 cm, kemudian ditancapkan pada media tanam yang subur dan gembur. Stek buncis biasanya akan tumbuh akar dan tunas baru dalam waktu sekitar 2-3 minggu.

Baik bibit buncis dari biji maupun stek, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bibit buncis dari biji lebih mudah didapatkan dan harganya lebih murah, namun pertumbuhannya relatif lebih lambat. Bibit buncis dari stek pertumbuhannya lebih cepat dan sifatnya sama dengan induknya, namun ketersediaannya terbatas dan harganya lebih mahal.

Pemilihan bibit buncis yang berkualitas sangat penting untuk keberhasilan "cara menanam buncis di polybag". Bibit buncis yang berkualitas akan menghasilkan tanaman buncis yang sehat, produktif, dan tahan terhadap hama penyakit. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih bibit buncis dari sumber yang terpercaya dan memiliki reputasi baik.

Sumber:

  • Cara Menanam Buncis di Polybag: Panduan Lengkap dari Pemula hingga Panen | Agrotek.id
  • Panduan Lengkap Menanam Buncis di Polybag untuk Pemula | Kebun.id

Penanaman

Penanaman, Cara Menanams

Dalam "cara menanam buncis di polybag", penanaman merupakan langkah krusial yang menentukan keberhasilan budidaya buncis. Langkah penanaman yang tepat akan memastikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman buncis yang optimal. Salah satu aspek penting dalam penanaman buncis di polybag adalah membuat lubang sedalam 1-2 cm, memasukkan bibit, dan menutupnya kembali.

Lubang tanam berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan bibit buncis. Kedalaman lubang yang tepat, yaitu 1-2 cm, sangat penting untuk pertumbuhan akar buncis. Jika lubang terlalu dalam, akar buncis akan kesulitan menyerap air dan nutrisi dari tanah. Sebaliknya, jika lubang terlalu dangkal, akar buncis akan mudah terpapar sinar matahari dan udara, sehingga dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

Setelah bibit buncis dimasukkan ke dalam lubang, langkah selanjutnya adalah menutupnya kembali dengan tanah. Proses penutupan lubang ini harus dilakukan dengan hati-hati agar bibit buncis tidak rusak. Tekan tanah di sekitar bibit dengan lembut untuk memastikan bibit berdiri tegak dan tidak mudah roboh.

Penanaman buncis di polybag yang dilakukan dengan benar, termasuk membuat lubang sedalam 1-2 cm, memasukkan bibit, dan menutupnya kembali, akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman buncis. Tanaman buncis akan memiliki sistem perakaran yang kuat, sehingga dapat menyerap air dan nutrisi dengan baik. Selain itu, tanaman buncis akan tumbuh tegak dan tidak mudah roboh, sehingga dapat memaksimalkan produksi buah buncis.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengikuti langkah penanaman buncis di polybag dengan baik dan benar, termasuk membuat lubang sedalam 1-2 cm, memasukkan bibit, dan menutupnya kembali. Dengan demikian, tanaman buncis dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal, sehingga menghasilkan panen buncis yang melimpah.

Sumber:

  • Cara Menanam Buncis di Polybag: Panduan Lengkap dari Pemula hingga Panen | Agrotek.id
  • Panduan Lengkap Menanam Buncis di Polybag untuk Pemula | Kebun.id

Penyiraman

Penyiraman, Cara Menanams

Dalam "cara menanam buncis di polybag", penyiraman merupakan salah satu aspek penting yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman buncis. Penyiraman yang teratur, terutama saat musim kemarau, sangat dibutuhkan untuk menjaga kelembapan tanah dan memenuhi kebutuhan air tanaman buncis.

Tanaman buncis membutuhkan air yang cukup untuk berbagai proses fisiologis, seperti fotosintesis, transportasi nutrisi, dan pertumbuhan sel. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman buncis layu, pertumbuhan terhambat, dan produksi buah menurun. Sebaliknya, penyiraman yang berlebihan juga tidak baik, karena dapat menyebabkan genangan air di sekitar akar dan memicu pembusukan akar.

Pada musim kemarau, intensitas penyiraman perlu ditingkatkan karena penguapan air dari tanah lebih tinggi. Penyiraman dapat dilakukan setiap pagi atau sore hari, tergantung pada kondisi cuaca dan kelembapan tanah. Sebaiknya gunakan air secukupnya hingga tanah menjadi lembap, tetapi tidak sampai tergenang.

Dengan melakukan penyiraman secara teratur, terutama saat musim kemarau, tanaman buncis akan tumbuh sehat dan produktif. Akar tanaman buncis akan berkembang dengan baik dan mampu menyerap air dan nutrisi dari tanah secara optimal. Hasilnya, tanaman buncis akan menghasilkan buah yang lebat dan berkualitas baik.

Sumber:

  • Cara Menanam Buncis di Polybag: Panduan Lengkap dari Pemula hingga Panen | Agrotek.id
  • Panduan Lengkap Menanam Buncis di Polybag untuk Pemula | Kebun.id

Pemupukan

Pemupukan, Cara Menanams

Dalam "cara menanam buncis di polybag", pemupukan memegang peranan penting untuk memastikan pertumbuhan dan produktivitas tanaman buncis. Pemberian pupuk secara teratur setiap 2-3 minggu, baik pupuk organik maupun anorganik, sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman buncis.

Pupuk organik, seperti kompos atau pupuk kandang, kaya akan unsur hara alami yang dibutuhkan oleh tanaman buncis. Pupuk organik juga membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kapasitas menahan air. Sementara itu, pupuk anorganik, seperti NPK atau urea, menyediakan unsur hara dalam bentuk yang lebih cepat diserap oleh tanaman. Kombinasi antara pupuk organik dan anorganik dapat memberikan nutrisi yang lengkap dan seimbang bagi tanaman buncis.

Pemberian pupuk secara teratur setiap 2-3 minggu sangat penting untuk menjaga ketersediaan nutrisi bagi tanaman buncis. Tanaman buncis yang kekurangan nutrisi akan mengalami pertumbuhan terhambat, daun menguning, dan produksi buah menurun. Sebaliknya, tanaman buncis yang mendapatkan nutrisi yang cukup akan tumbuh sehat dan produktif, menghasilkan buah yang lebat dan berkualitas baik.

Contoh nyata di lapangan, Pak Tani, seorang petani buncis berpengalaman, selalu memperhatikan jadwal pemupukan tanaman buncisnya. Ia memberikan pupuk organik dan anorganik secara bergantian setiap 2-3 minggu. Hasilnya, tanaman buncisnya tumbuh subur, berbuah lebat, dan jarang terserang penyakit. Sementara itu, Bu Tani, petani buncis pemula, tidak terlalu memperhatikan pemupukan. Ia hanya memberikan pupuk sesekali saja. Akibatnya, tanaman buncisnya tumbuh kerdil, buahnya sedikit, dan sering layu karena kekurangan nutrisi.

Dari kedua contoh tersebut, jelas terlihat bahwa pemupukan secara teratur setiap 2-3 minggu merupakan salah satu faktor penting dalam "cara menanam buncis di polybag". Pemupukan yang tepat akan memastikan ketersediaan nutrisi bagi tanaman buncis, sehingga dapat tumbuh sehat dan produktif, menghasilkan panen buncis yang melimpah.

Sumber:

  • Cara Menanam Buncis di Polybag: Panduan Lengkap dari Pemula hingga Panen | Agrotek.id
  • Panduan Lengkap Menanam Buncis di Polybag untuk Pemula | Kebun.id

Penyiangan

Penyiangan, Cara Menanams

Dalam "cara menanam buncis di polybag", penyiangan merupakan salah satu aspek penting yang seringkali terabaikan, padahal perannya sangat krusial bagi keberhasilan budidaya buncis. Gulma, atau tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman buncis, dapat menjadi pesaing yang merebut nutrisi, air, dan sinar matahari yang dibutuhkan oleh tanaman buncis.

Tanaman gulma memiliki sistem perakaran yang kuat dan kemampuan beradaptasi yang tinggi, sehingga dapat tumbuh dengan cepat dan menyebar luas. Jika tidak segera dibersihkan, gulma akan menghambat pertumbuhan tanaman buncis, mengurangi produksi buah, dan bahkan dapat menjadi sumber penyakit bagi tanaman buncis.

Oleh karena itu, penyiangan harus dilakukan secara teratur untuk membersihkan gulma dari sekitar tanaman buncis. Penyiangan dapat dilakukan secara manual menggunakan tangan atau alat sederhana seperti cangkul atau garpu. Waktu terbaik untuk melakukan penyiangan adalah saat gulma masih kecil dan belum sempat berakar kuat.

Dengan melakukan penyiangan secara teratur, tanaman buncis akan terbebas dari gangguan gulma dan dapat tumbuh dengan optimal. Tanaman buncis akan mendapatkan nutrisi, air, dan sinar matahari yang cukup, sehingga dapat berproduksi secara maksimal. Selain itu, penyiangan juga dapat mencegah penyebaran penyakit dan hama yang dapat menyerang tanaman buncis.

Contoh nyata di lapangan, Pak Tani, seorang petani buncis berpengalaman, selalu rajin melakukan penyiangan pada tanaman buncisnya. Hasilnya, tanaman buncisnya tumbuh subur, berbuah lebat, dan jarang terserang penyakit. Sementara itu, Bu Tani, petani buncis pemula, kurang memperhatikan penyiangan. Akibatnya, tanaman buncisnya banyak ditumbuhi gulma, pertumbuhannya terhambat, dan produksinya menurun.

Dari kedua contoh tersebut, jelas terlihat bahwa penyiangan merupakan salah satu aspek penting dalam "cara menanam buncis di polybag". Penyiangan yang teratur akan memastikan tanaman buncis mendapatkan nutrisi, air, dan sinar matahari yang cukup, sehingga dapat tumbuh sehat dan produktif, menghasilkan panen buncis yang melimpah.

Sumber:

  • Cara Menanam Buncis di Polybag: Panduan Lengkap dari Pemula hingga Panen | Agrotek.id
  • Panduan Lengkap Menanam Buncis di Polybag untuk Pemula | Kebun.id

Hama dan Penyakit

Hama Dan Penyakit, Cara Menanams

Dalam "cara menanam buncis di polybag", pengendalian hama dan penyakit merupakan salah satu aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman buncis dan menyebabkan kerusakan serius, bahkan hingga gagal panen. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pengendalian hama dan penyakit secara efektif dan ramah lingkungan.

  • Pengendalian Manual:
    Pengendalian hama dan penyakit secara manual merupakan cara yang efektif dan tidak memerlukan biaya besar. Cara ini dilakukan dengan membasmi hama dan penyakit secara langsung, seperti menangkap ulat, memungut bekicot, atau membersihkan daun yang terserang penyakit.
  • Pestisida Alami:
    Pestisida alami merupakan alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pestisida kimia. Pestisida alami dapat dibuat dari bahan-bahan alami, seperti tembakau, bawang putih, atau cabai. Pestisida alami dapat mengendalikan hama dan penyakit tanpa meninggalkan residu berbahaya pada tanaman buncis.
  • Sanitasi Kebun:
    Sanitasi kebun yang baik dapat membantu mencegah penyebaran hama dan penyakit. Bersihkan sisa-sisa tanaman yang sudah dipanen, gulma, dan sampah dari sekitar tanaman buncis. Sanitasi kebun yang baik juga dapat mengurangi tempat persembunyian hama dan penyakit.
  • Varietas Tahan Hama dan Penyakit:
    Menanam varietas buncis yang tahan hama dan penyakit dapat menjadi salah satu cara pengendalian hama dan penyakit yang efektif. Varietas buncis yang tahan hama dan penyakit memiliki ketahanan alami terhadap serangan hama dan penyakit tertentu.

Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara efektif dan ramah lingkungan, tanaman buncis dapat terlindungi dari kerusakan dan menghasilkan panen yang melimpah. Selain itu, penggunaan pestisida alami dan sanitasi kebun yang baik juga dapat menjaga lingkungan tetap sehat dan tidak tercemar residu pestisida kimia.

Panen

Panen, Cara Menanams

Masa panen buncis menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para petani. Bayangkan saja, setelah melewati serangkaian proses perawatan, kini saatnya menikmati hasil kerja keras menanam buncis di polybag. Masa panen buncis biasanya jatuh sekitar 60-70 hari setelah tanam. Ini artinya, dalam waktu kurang dari 3 bulan, kita sudah bisa mencicipi buncis segar hasil tanam sendiri.

  • Menentukan Waktu Panen Tepat

    Untuk mendapatkan buncis dengan kualitas terbaik, penting untuk memanennya pada waktu yang tepat. Buncis siap panen ditandai dengan beberapa ciri, seperti polong yang sudah berisi penuh, buncis berukuran sesuai varietas, dan biji buncis sudah mulai mengeras.

  • Cara Memanen Buncis

    Proses pemanenan buncis cukup mudah. Cukup pegang pangkal polong buncis, lalu putar dan tarik perlahan. Hindari memetik buncis dengan cara menarik paksa, karena dapat merusak tanaman.

  • Pascapanen

    Setelah dipanen, buncis bisa langsung dikonsumsi atau disimpan untuk kemudian dijual. Untuk menyimpan buncis, disarankan untuk membungkusnya dengan plastik atau kertas, lalu simpan di lemari es. Dengan cara ini, buncis dapat bertahan hingga 1 minggu.

Masa panen buncis menjadi bukti nyata dari keberhasilan "cara menanam buncis di polybag". Dengan perawatan yang tepat, kita dapat menikmati hasil panen buncis yang segar dan berkualitas. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, tanam buncis di polybag dan rasakan sensasi memanen buncis sendiri!

Tanya Jawab Seputar "Cara Menanam Buncis di Polybag"

Menanam buncis di polybag memang terlihat mudah, tapi banyak juga kendala yang bisa muncul. Yuk, simak tanya jawab berikut ini untuk menjawab berbagai yang sering muncul:

Pertanyaan 1: Bibit buncis mana yang bagus untuk ditanam di polybag?


Jawaban: Pilihlah bibit buncis yang berkualitas, seperti varietas buncis tegak, buncis rambat, atau buncis dwarf. Varietas ini cocok untuk ditanam di polybag dan memiliki produktivitas yang baik.

Pertanyaan 2: Media tanam apa yang cocok untuk buncis di polybag?


Jawaban: Gunakan media tanam yang subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik. Campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam padi dengan perbandingan yang tepat bisa menjadi pilihan yang bagus.

Pertanyaan 3: Kapan waktu yang tepat untuk menanam buncis di polybag?


Jawaban: Waktu yang tepat untuk menanam buncis di polybag adalah saat musim kemarau. Hal ini karena buncis membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh dengan baik.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara merawat tanaman buncis di polybag?


Jawaban: Perawatan tanaman buncis di polybag meliputi penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit. Siram tanaman secara teratur, terutama saat musim kemarau. Berikan pupuk organik atau anorganik setiap 2-3 minggu. Lakukan juga pengendalian hama dan penyakit secara manual atau menggunakan pestisida alami.

Pertanyaan 5: Kapan buncis siap dipanen?


Jawaban: Buncis biasanya siap dipanen sekitar 60-70 hari setelah tanam. Ciri-ciri buncis yang siap panen adalah polong yang sudah berisi penuh, berukuran sesuai varietas, dan biji buncis sudah mulai mengeras.

Pertanyaan 6: Apa saja manfaat menanam buncis di polybag?


Jawaban: Menanam buncis di polybag memiliki banyak manfaat, antara lain:- Menghemat lahan, cocok untuk lahan sempit atau perkotaan.- Perawatan mudah dan hemat air.- Dapat dipindahkan dengan mudah jika diperlukan.- Menghasilkan buncis segar dan organik untuk konsumsi sendiri.

Itulah beberapa tanya jawab seputar "cara menanam buncis di polybag". Dengan mengikuti tips dan trik di atas, Anda bisa menanam buncis di polybag dengan mudah dan menghasilkan panen yang melimpah.

Sumber:

- Cara Menanam Buncis di Polybag: Panduan Lengkap dari Pemula hingga Panen | Agrotek.id

- Panduan Lengkap Menanam Buncis di Polybag untuk Pemula | Kebun.id

Tips Menanam Buncis di Polybag

Menanam buncis di polybag itu gampang banget, lho! Ikuti tips berikut ini supaya buncis kamu tumbuh subur dan berbuah lebat:

Tip 1: Pilih Polybag yang Tepat
Pilih polybag berukuran cukup besar, sekitar 30x30 cm. Pastikan polybag memiliki lubang drainase yang baik agar air tidak tergenang dan membuat akar buncis membusuk.

Tip 2: Siapkan Media Tanam yang Subur
Isi polybag dengan campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1. Aduk hingga rata dan pastikan media tanam gembur dan subur.

Tip 3: Pilih Bibit Unggul
Gunakan bibit buncis berkualitas tinggi yang tahan penyakit. Kamu bisa membeli bibit di toko pertanian atau membuat bibit sendiri dari biji buncis yang sudah tua.

Tip 4: Tanam Benih dengan Benar
Buat lubang sedalam 1-2 cm di tengah polybag. Masukkan 2-3 biji buncis ke dalam lubang, lalu tutup dengan tanah dan padatkan sedikit.

Tip 5: Siram Secara Teratur
Siram tanaman buncis secara teratur, terutama saat musim kemarau. Jangan sampai tanah terlalu basah atau terlalu kering.

Tip 6: Beri Pupuk Tambahan
Berikan pupuk organik atau anorganik setiap 2-3 minggu sekali. Pupuk akan membantu tanaman buncis tumbuh subur dan berbuah lebat.

Tip 7: Kendalikan Hama dan Penyakit
Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara rutin. Kamu bisa menggunakan pestisida alami atau cara manual, seperti menangkap ulat dengan tangan.

Dengan mengikuti tips di atas, kamu bisa menanam buncis di polybag dengan mudah dan menghasilkan panen yang melimpah. Selamat mencoba!

Cara Menanam Buncis di Polybag

Menanam buncis di polybag

Menanam buncis di polybag ternyata mudah dan menyenangkan, lho! Dengan mengikuti cara-cara berikut, kamu bisa menanam buncis sendiri di rumah dan menikmati hasil panennya yang melimpah.

Pertama, siapkan polybag berukuran sedang, sekitar 30x30 cm. Isi polybag dengan campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam padi. Pastikan tanah gembur dan subur, ya. Kemudian, buat lubang sedalam 1-2 cm dan masukkan 2-3 biji buncis ke dalam lubang. Tutup lubang dan padatkan sedikit.

Jangan lupa siram tanaman buncis secara teratur, terutama saat musim kemarau. Beri juga pupuk tambahan setiap 2-3 minggu sekali. Untuk mencegah hama dan penyakit, kamu bisa menggunakan pestisida alami atau cara manual, seperti menangkap ulat dengan tangan.

Biasanya, buncis akan siap dipanen sekitar 60-70 hari setelah tanam. Ciri-cirinya adalah polong buncis yang sudah berisi penuh, berukuran sesuai varietas, dan biji buncis sudah mulai mengeras. Selamat mencoba!

Images References

Images References, Cara Menanams
Share on