This page looks best with JavaScript enabled

Rahasia Sukses Panen Cabai Melimpah untuk Pemula, Dijamin Untung!

 ·  ☕ 14 min read

Dengan perawatan yang baik, tanaman cabai dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah yang berkualitas. Cabai yang ditanam di kebun dapat digunakan untuk konsumsi sendiri, dijual, atau diolah menjadi berbagai produk makanan.

Cara Menanam Cabai di Kebun

Menanam cabai di kebun merupakan kegiatan yang mengasyikkan sekaligus menguntungkan. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan agar tanaman cabai dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah yang berkualitas.

  • Pemilihan Benih: Pilih varietas cabai yang cocok dengan kondisi iklim dan tanah di daerah Anda.
  • Persiapan Lahan: Gemburkan tanah dan buat bedengan dengan jarak yang cukup antar baris.
  • Penanaman Bibit: Tanam bibit cabai pada jarak sekitar 50-70 cm antar tanaman.
  • Penyiraman: Siram tanaman cabai secara teratur, terutama saat musim kemarau.
  • Pemupukan: Berikan pupuk secara berkala untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.
  • Penyiangan: Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman cabai.
  • Pemasangan Ajir: Pasang ajir untuk menopang tanaman cabai agar tidak roboh.
  • Pengendalian Hama dan Penyakit: Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara teratur untuk melindungi tanaman cabai.
  • Pemanenan: Panen cabai saat buah sudah matang dan berwarna merah atau hijau tua.
  • Pascapanen: Simpan cabai di tempat yang sejuk dan kering untuk menjaga kesegarannya.

Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, Anda dapat menanam cabai di kebun dengan sukses. Cabai yang ditanam sendiri memiliki cita rasa yang lebih segar dan alami dibandingkan dengan cabai yang dibeli di pasar. Selain itu, menanam cabai di kebun juga dapat menjadi sarana rekreasi dan terapi yang menyenangkan.

Sebagai tambahan, menanam cabai di kebun juga dapat memberikan manfaat ekonomi. Cabai merupakan komoditas yang memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.

Pemilihan Benih

Pemilihan Benih, Cara Menanams

Dalam cara menanam cabai di kebun, pemilihan benih merupakan salah satu aspek yang sangat penting. Benih yang dipilih haruslah varietas cabai yang cocok dengan kondisi iklim dan tanah di daerah Anda. Hal ini karena setiap varietas cabai memiliki karakteristik yang berbeda-beda, seperti tingkat kepedasan, bentuk buah, dan ketahanan terhadap penyakit.

Jika Anda memilih varietas cabai yang tidak cocok dengan kondisi iklim dan tanah di daerah Anda, maka tanaman cabai tidak akan dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang berkualitas. Misalnya, jika Anda menanam varietas cabai yang membutuhkan banyak sinar matahari di daerah yang curah hujannya tinggi, maka tanaman cabai akan mudah terserang penyakit dan tidak dapat menghasilkan buah yang optimal.

Oleh karena itu, sebelum menanam cabai di kebun, sebaiknya Anda terlebih dahulu mencari informasi tentang varietas cabai yang cocok dengan kondisi iklim dan tanah di daerah Anda. Anda dapat berkonsultasi dengan petani setempat, petugas penyuluh pertanian, atau membaca buku-buku tentang budidaya cabai.

Dengan memilih varietas cabai yang tepat, Anda dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam menanam cabai di kebun. Tanaman cabai akan tumbuh subur, menghasilkan buah yang berkualitas, dan tidak mudah terserang penyakit.

Sumber: Cara Budidaya Cabe untuk Pemula

Persiapan Lahan

Persiapan Lahan, Cara Menanams

Persiapan lahan merupakan salah satu langkah penting dalam cara menanam cabai di kebun. Dengan menggemburkan tanah dan membuat bedengan dengan jarak yang cukup antar baris, Anda dapat memberikan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan tanaman cabai. Tanah yang gembur akan memudahkan akar tanaman cabai untuk menyerap air dan nutrisi dari dalam tanah. Selain itu, bedengan yang dibuat dengan jarak yang cukup antar baris akan memberikan ruang yang cukup bagi tanaman cabai untuk tumbuh dan berbuah.

Apabila persiapan lahan tidak dilakukan dengan baik, maka tanaman cabai tidak akan dapat tumbuh dengan optimal. Tanah yang keras dan padat akan menghambat pertumbuhan akar tanaman cabai. Selain itu, jika jarak antar baris terlalu sempit, maka tanaman cabai akan kekurangan sinar matahari dan nutrisi, sehingga pertumbuhannya akan terhambat dan produksi buahnya akan berkurang.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mempersiapkan lahan dengan baik sebelum menanam cabai di kebun. Dengan menggemburkan tanah dan membuat bedengan dengan jarak yang cukup antar baris, Anda dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam budidaya cabai.

Sumber: Cara Budidaya Cabe untuk Pemula

Penanaman Bibit

Penanaman Bibit, Cara Menanams

Dalam menanam cabai di kebun, penanaman bibit merupakan salah satu langkah penting yang menentukan keberhasilan panen. Menanam bibit cabai pada jarak yang tepat, sekitar 50-70 cm antar tanaman, sangat penting untuk memastikan pertumbuhan dan produktivitas tanaman yang optimal.

  • Jarak Tanam Optimal
    Jarak tanam yang cukup antar tanaman cabai memungkinkan setiap tanaman mendapat sinar matahari, air, dan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berproduksi secara maksimal. Jarak tanam yang terlalu rapat dapat menyebabkan persaingan antar tanaman, sehingga pertumbuhan terhambat dan produktivitas menurun.
  • Akses Sinar Matahari
    Tanaman cabai membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk melakukan fotosintesis dan menghasilkan buah yang berkualitas. Jarak tanam yang sesuai memastikan bahwa setiap tanaman mendapat akses yang cukup terhadap sinar matahari, sehingga pertumbuhan dan produksi buah menjadi optimal.
  • Sirkulasi Udara
    Jarak tanam yang cukup juga memungkinkan sirkulasi udara yang baik di sekitar tanaman. Sirkulasi udara yang baik membantu mencegah penyakit dan hama, karena kelembapan berlebih di sekitar tanaman dapat menjadi tempat berkembangbiaknya patogen.
  • Kemudahan Pemeliharaan
    Jarak tanam yang sesuai memudahkan petani dalam melakukan pemeliharaan tanaman cabai, seperti penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit. Tanaman yang tidak berdesakan akan lebih mudah diakses dan dirawat, sehingga kesehatan dan produktivitas tanaman tetap terjaga.

Dengan memperhatikan jarak tanam bibit cabai yang tepat, petani dapat menciptakan lingkungan tumbuh yang optimal bagi tanaman cabai. Tanaman akan tumbuh sehat dan produktif, menghasilkan buah cabai yang berkualitas dan melimpah.

Penyiraman

Penyiraman, Cara Menanams

Air sangat penting bagi kehidupan tanaman, termasuk tanaman cabai. Penyiraman secara teratur, terutama saat musim kemarau, merupakan salah satu aspek penting dalam 'cara menanam cabai di kebun'.

Saat musim kemarau, tanah menjadi kering dan kekurangan air. Jika tanaman cabai tidak disiram secara teratur, maka tanaman akan layu dan pertumbuhannya akan terhambat. Bahkan, jika kekeringan berlangsung lama, tanaman cabai dapat mati.

Oleh karena itu, petani harus memastikan bahwa tanaman cabai mendapatkan air yang cukup, terutama saat musim kemarau. Penyiraman dapat dilakukan dengan cara menyiram langsung ke tanah di sekitar tanaman atau menggunakan sistem irigasi.

Dengan memperhatikan kebutuhan air tanaman cabai, petani dapat menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman. Tanaman cabai yang disiram secara teratur akan tumbuh subur dan menghasilkan buah yang berkualitas.

Sumber: Cara Budidaya Cabe untuk Pemula

Pemupukan

Pemupukan, Cara Menanams

Dalam "cara menanam cabai di kebun", pemupukan merupakan aspek penting yang tidak boleh dilewatkan. Pupuk berfungsi sebagai makanan bagi tanaman, menyediakan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai.

  • Nutrisi Esensial
    Pupuk mengandung nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang dibutuhkan tanaman cabai untuk pertumbuhan yang sehat. Nitrogen berperan dalam pembentukan daun dan batang, fosfor membantu perkembangan akar dan bunga, sedangkan kalium meningkatkan kualitas dan ukuran buah.
  • Waktu Pemupukan
    Pemupukan sebaiknya dilakukan secara berkala, yaitu setiap 2-3 minggu sekali. Pemberian pupuk yang teratur memastikan tanaman cabai selalu mendapatkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan produksi buah yang optimal.
  • Jenis Pupuk
    Terdapat berbagai jenis pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman cabai, baik pupuk organik maupun anorganik. Pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang kaya akan unsur hara dan dapat memperbaiki struktur tanah. Sedangkan pupuk anorganik seperti urea, SP-36, dan KCL mengandung nutrisi dalam bentuk yang lebih mudah diserap tanaman.
  • Dosis Pemupukan
    Dosis pemupukan harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman cabai dan kondisi tanah. Pemupukan yang berlebihan dapat menyebabkan tanaman keracunan, sedangkan pemupukan yang kurang dapat menghambat pertumbuhan dan produksi buah.

Dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi tanaman cabai dan memberikan pupuk secara berkala, petani dapat memastikan tanaman cabai tumbuh sehat, produktif, dan menghasilkan buah cabai yang berkualitas tinggi.

Penyiangan

Penyiangan, Cara Menanams

Dalam "cara menanam cabai di kebun", penyiangan merupakan salah satu langkah penting yang tidak boleh dilewatkan. Gulma adalah tanaman pengganggu yang dapat bersaing dengan tanaman cabai dalam memperoleh nutrisi, air, dan sinar matahari. Jika dibiarkan tumbuh subur, gulma dapat menghambat pertumbuhan tanaman cabai dan mengurangi hasil panen.

Oleh karena itu, petani harus secara teratur membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman cabai. Penyiangan dapat dilakukan secara manual dengan tangan atau menggunakan alat bantu seperti cangkul atau traktor. Penyiangan sebaiknya dilakukan saat gulma masih muda dan belum terlalu besar, sehingga lebih mudah dicabut atau dibasmi.

Dengan melakukan penyiangan secara teratur, petani dapat menciptakan lingkungan tumbuh yang optimal bagi tanaman cabai. Tanaman cabai akan mendapatkan nutrisi, air, dan sinar matahari yang cukup, sehingga dapat tumbuh sehat dan produktif. Hasil panen cabai pun akan meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Sumber: Cara Budidaya Cabe untuk Pemula

Pemasangan Ajir

Pemasangan Ajir, Cara Menanams

Dalam "cara menanam cabai di kebun", pemasangan ajir merupakan langkah penting yang tidak boleh dilewatkan. Ajir adalah tongkat atau kayu yang dipasang di samping tanaman cabai untuk menopangnya agar tidak roboh. Pemasangan ajir sangat penting terutama saat tanaman cabai sudah mulai berbuah, karena beban buah yang banyak dapat membuat tanaman mudah roboh dan patah.

  • Menopang Tanaman
    Fungsi utama ajir adalah untuk menopang tanaman cabai agar tidak roboh. Tanaman cabai yang tidak diberi ajir akan mudah roboh terutama saat hujan atau angin kencang. Robohnya tanaman cabai dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman dan buahnya, sehingga dapat menurunkan hasil panen.
  • Meningkatkan Kualitas Buah
    Tanaman cabai yang ditopang dengan ajir akan tumbuh lebih tegak dan tidak mudah roboh. Hal ini memungkinkan buah cabai mendapatkan sinar matahari yang cukup dan tumbuh dengan baik. Buah cabai yang tumbuh dengan baik akan memiliki kualitas yang lebih baik, baik dari segi ukuran, warna, maupun rasanya.
  • Mencegah Penyakit
    Tanaman cabai yang roboh akan lebih mudah terserang penyakit. Hal ini karena tanaman yang roboh akan lebih lembap dan mudah ditumbuhi jamur. Pemasangan ajir dapat mencegah tanaman cabai roboh, sehingga dapat mengurangi risiko terserang penyakit.
  • Memudahkan Pemeliharaan
    Tanaman cabai yang ditopang dengan ajir akan lebih mudah dirawat. Petani dapat dengan mudah melakukan penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabai yang ditopang dengan ajir.

Dengan memperhatikan aspek pemasangan ajir dalam "cara menanam cabai di kebun", petani dapat meningkatkan produktivitas tanaman cabai dan mendapatkan hasil panen yang berkualitas tinggi.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian Hama Dan Penyakit, Cara Menanams

Saat menanam cabai di kebun, mengendalikan hama dan penyakit merupakan langkah penting yang tidak boleh dilewatkan. Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman cabai dan menyebabkan kerusakan yang signifikan, sehingga berdampak pada hasil panen. Oleh karena itu, pengendalian hama dan penyakit secara teratur sangat penting untuk melindungi tanaman cabai dan memastikan pertumbuhan yang sehat serta produksi buah yang optimal.

Hama dan penyakit pada tanaman cabai dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti serangan serangga, jamur, bakteri, atau virus. Beberapa hama yang umum menyerang tanaman cabai antara lain kutu daun, thrips, dan ulat. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman cabai antara lain penyakit layu bakteri, penyakit antraknosa, dan penyakit busuk buah.

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabai dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik secara organik maupun kimiawi. Cara organik meliputi penggunaan pestisida alami seperti pestisida nabati atau biopestisida. Sedangkan cara kimiawi meliputi penggunaan pestisida sintetis yang efektif membasmi hama dan penyakit. Pemilihan metode pengendalian hama dan penyakit harus disesuaikan dengan jenis hama atau penyakit yang menyerang serta tingkat keparahannya.

Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara teratur, petani dapat mencegah kerusakan pada tanaman cabai dan memastikan produksi buah yang berkualitas tinggi. Tanaman cabai yang sehat dan bebas dari hama dan penyakit akan menghasilkan buah yang lebih besar, lebih banyak, dan lebih sehat.

Sumber: Cara Budidaya Cabe untuk Pemula

Pemanenan

Pemanenan, Cara Menanams

Dalam "cara menanam cabai di kebun", pemanenan merupakan salah satu tahap penting yang menentukan keberhasilan budidaya cabai. Pemanenan dilakukan saat buah cabai sudah matang dan berwarna merah atau hijau tua, tergantung pada varietas cabai yang ditanam.

Panen cabai yang tepat waktu sangat penting untuk menjaga kualitas dan kuantitas buah cabai. Jika cabai dipanen terlalu cepat, maka buah cabai akan berukuran kecil dan rasanya kurang pedas. Sebaliknya, jika panen dilakukan terlalu lambat, maka buah cabai akan terlalu matang dan mudah rusak.

Ada beberapa tanda yang dapat digunakan untuk menentukan kematangan buah cabai, yaitu:

  • Warna buah cabai berubah dari hijau menjadi merah atau hijau tua, tergantung varietasnya.
  • Kulit buah cabai mengkilap dan terasa agak lunak saat disentuh.
  • Biji cabai sudah berwarna hitam atau kecoklatan.

Saat memanen cabai, sebaiknya gunakan gunting atau pisau yang tajam untuk memotong tangkai buah. Hindari menarik atau memetik buah cabai secara langsung, karena dapat merusak tanaman.

Setelah dipanen, buah cabai dapat langsung dikonsumsi atau diolah menjadi berbagai produk makanan, seperti sambal, saus, atau bubuk cabai. Cabai juga dapat dikeringkan atau diasinkan untuk memperpanjang masa simpannya.

Dengan memperhatikan waktu panen yang tepat, petani dapat memperoleh hasil panen cabai yang berkualitas baik dan melimpah.

Sumber: Cara Budidaya Cabe untuk Pemula

Pascapanen

Pascapanen, Cara Menanams

Setelah panen, cara menyimpan cabai yang tepat sangat penting untuk menjaga kesegaran dan kualitasnya. Menyimpan cabai di tempat yang sejuk dan kering dapat memperpanjang masa simpannya dan mencegah kerusakan.

  • Mencegah Pembusukan
    Tempat yang sejuk dan kering dapat mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri yang menyebabkan pembusukan pada cabai. Kelembapan yang tinggi dan suhu yang hangat menciptakan lingkungan yang ideal bagi mikroorganisme ini untuk berkembang biak dan merusak cabai.
  • Menjaga Kesegaran
    Tempat yang sejuk dan kering membantu menjaga kesegaran cabai dengan memperlambat proses pematangan dan kehilangan air. Cabai yang disimpan pada suhu yang lebih rendah akan matang lebih lambat dan mempertahankan kerenyahannya lebih lama.
  • Memperpanjang Masa Simpan
    Dengan menyimpan cabai di tempat yang sejuk dan kering, masa simpannya dapat diperpanjang secara signifikan. Cabai yang disimpan dengan benar dapat bertahan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, tergantung pada varietasnya.

Selain menyimpan cabai di tempat yang sejuk dan kering, ada beberapa tips tambahan yang dapat membantu menjaga kesegarannya, seperti:

  • Jangan mencuci cabai sebelum disimpan.
  • Bungkus cabai dengan kertas atau tisu untuk menyerap kelembapan.
  • Simpan cabai dalam wadah kedap udara untuk mencegah hilangnya kelembapan.

Dengan mengikuti tips ini, cabai yang Anda tanam di kebun dapat tetap segar dan nikmat untuk waktu yang lebih lama.

Tanya Jawab tentang Cara Menanam Cabai di Kebun

Bagi yang ingin mencoba menanam cabai di kebun, mungkin ada beberapa pertanyaan yang muncul. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum beserta jawabannya:

Pertanyaan 1: Kapan waktu yang tepat untuk menanam cabai?


Waktu terbaik untuk menanam cabai adalah pada awal musim hujan, sekitar bulan Oktober-November. Pada saat ini, curah hujan cukup dan sinar matahari tidak terlalu terik, sehingga tanaman cabai dapat tumbuh dengan baik.

Pertanyaan 2: Berapa jarak tanam yang ideal untuk tanaman cabai?


Jarak tanam yang ideal untuk tanaman cabai adalah sekitar 50-70 cm antar tanaman. Jarak ini cukup untuk memudahkan perawatan tanaman dan mencegah persaingan antar tanaman dalam mendapatkan sinar matahari dan nutrisi.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara mengatasi hama dan penyakit pada tanaman cabai?


Hama dan penyakit dapat menjadi masalah pada tanaman cabai. Untuk mengatasinya, bisa dilakukan dengan cara alami seperti menggunakan pestisida nabati atau biopestisida. Jika serangan hama dan penyakit cukup parah, bisa juga menggunakan pestisida kimiawi sesuai dosis dan aturan pakai.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara memanen cabai yang tepat?


Cabai dapat dipanen saat buahnya sudah matang dan berwarna merah atau hijau tua, tergantung varietasnya. Saat memanen, gunakan gunting atau pisau tajam untuk memotong tangkai buah. Hindari menarik atau memetik buah cabai secara langsung, karena dapat merusak tanaman.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara menyimpan cabai agar tetap segar?


Cabai dapat disimpan di tempat yang sejuk dan kering, seperti lemari es atau wadah kedap udara. Bungkus cabai dengan kertas atau tisu untuk menyerap kelembapan. Dengan cara ini, cabai dapat bertahan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Pertanyaan 6: Apa manfaat menanam cabai sendiri?


Menanam cabai sendiri memiliki banyak manfaat, antara lain menghemat pengeluaran, mendapatkan cabai yang lebih segar dan sehat, serta sebagai kegiatan rekreasi yang menyenangkan.

Itulah beberapa tanya jawab tentang cara menanam cabai di kebun. Dengan mengikuti tips-tips tersebut, Anda bisa menanam cabai sendiri dengan sukses dan menikmati hasil panen yang melimpah.

Sumber: Cara Budidaya Cabe untuk Pemula

Tips Menanam Cabai di Kebun

Menanam cabai di kebun adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Dengan mengikuti beberapa tips berikut, kamu bisa mendapatkan hasil panen cabai yang melimpah dan berkualitas:

1. Pilih Varietas yang Tepat

Pilih varietas cabai yang cocok dengan iklim dan kondisi tanah di daerahmu. Varietas yang tepat akan tumbuh subur dan berbuah lebat.

2. Siapkan Lahan dengan Benar

Gemburkan tanah dan buat bedengan dengan jarak yang cukup antar baris. Hal ini akan memudahkan pertumbuhan akar cabai dan mencegah genangan air.

3. Tanam dengan Jarak Ideal

Tanam bibit cabai dengan jarak sekitar 50-70 cm antar tanaman. Jarak ini cukup untuk memberi ruang tumbuh dan mencegah persaingan antar tanaman.

4. Siram Secara Teratur

Siram tanaman cabai secara teratur, terutama saat musim kemarau. Air sangat penting untuk pertumbuhan dan produksi buah cabai yang optimal.

5. Beri Pupuk Secara Berkala

Berikan pupuk secara berkala untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman cabai. Pupuk yang cukup akan membuat tanaman tumbuh sehat dan berbuah lebat.

6. Bersihkan Gulma

Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman cabai secara teratur. Gulma dapat bersaing dengan tanaman cabai dalam menyerap nutrisi dan air.

7. Pasang Ajir

Pasang ajir atau tongkat penyangga untuk menopang tanaman cabai. Ajir akan mencegah tanaman roboh saat berbuah.

8. Kendalikan Hama dan Penyakit

Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara rutin untuk melindungi tanaman cabai. Gunakan pestisida alami atau kimia sesuai kebutuhan.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu bisa menanam cabai di kebun dengan mudah dan mendapatkan hasil panen yang melimpah. Selamat berkebun!

Sumber:Cara Budidaya Cabe untuk Pemula

Cara Menanam Cabai di Kebun, Mudah dan Menguntungkan!

Gambar tanaman cabai di kebun

Menanam cabai di kebun adalah kegiatan yang menyenangkan dan menguntungkan. Dengan teknik yang tepat, kita bisa mendapatkan cabai segar dan berkualitas tinggi untuk kebutuhan sehari-hari. Yuk, simak tips-tips berikut ini:

  • Pilih bibit cabai yang unggul dan cocok dengan iklim daerahmu.
  • Siapkan lahan yang gembur dan buat bedengan dengan jarak yang cukup.
  • Tanam bibit cabai dengan jarak sekitar 50-70 cm antar tanaman.
  • Siram tanaman secara teratur, terutama saat musim kemarau.
  • Beri pupuk secara berkala untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.
  • Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman cabai.
  • Pasang ajir atau tongkat penyangga untuk menopang tanaman agar tidak roboh.
  • Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara rutin untuk melindungi tanaman.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, menanam cabai di kebun bukan lagi hal yang sulit. Kita bisa menikmati hasil panen cabai segar dan berkualitas tinggi hasil kerja keras sendiri. Selamat mencoba!

Images References

Images References, Cara Menanams
Share on