Adapun topik-topik utama yang akan dibahas dalam artikel ini meliputi:
- Pemilihan varietas cabe
- Persiapan lahan tanam
- Teknik penanaman cabe
- Pemupukan dan perawatan tanaman
- Pengendalian hama dan penyakit
- Pemanenan dan pascapanen cabe
Cara Menanam Cabe
Menanam cabe itu gampang, asal tahu caranya. Berikut 10 aspek penting yang perlu diperhatikan:
- Pilih varietas unggul: Pilih varietas cabe yang sesuai dengan iklim dan tujuan tanam.
- Siapkan lahan dengan baik: Gemburkan tanah dan beri pupuk dasar.
- Tanam pada jarak yang tepat: Beri jarak antar tanaman sekitar 50-75 cm.
- Siram secara teratur: Siram tanaman cabe setiap pagi atau sore hari.
- Beri pupuk susulan: Beri pupuk susulan setiap 2-3 minggu sekali.
- Cegah hama dan penyakit: Gunakan pestisida alami atau kimia jika diperlukan.
- Panen tepat waktu: Panen cabe saat sudah berwarna merah atau hijau sesuai varietas.
- Simpan dengan benar: Simpan cabe di tempat yang sejuk dan kering.
- Olah menjadi berbagai masakan: Cabe bisa diolah menjadi berbagai masakan, seperti sambal, saus, atau acar.
- Jadikan sumber penghasilan: Cabe bisa menjadi sumber penghasilan tambahan jika ditanam dalam skala besar.
Selain aspek-aspek di atas, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan, seperti penggunaan mulsa untuk menjaga kelembapan tanah, pemangkasan untuk merangsang pertumbuhan, dan rotasi tanaman untuk menjaga kesehatan lahan. Dengan memperhatikan semua aspek ini, Anda bisa menanam cabe dengan sukses dan menikmati hasilnya.
Jadi, tunggu apalagi? Yuk, tanam cabe sekarang!
Pilih varietas unggul
Memilih varietas cabe yang unggul merupakan langkah awal yang sangat penting dalam cara menanam cabe. Varietas yang dipilih haruslah sesuai dengan iklim dan tujuan tanam. Misalnya, jika Anda tinggal di daerah dataran rendah dengan iklim panas, pilihlah varietas cabe yang tahan terhadap penyakit dan hama, serta dapat tumbuh dengan baik di suhu tinggi. Sementara itu, jika Anda ingin menanam cabe untuk dijual, pilihlah varietas yang memiliki produktivitas tinggi dan harga jual yang baik.
Dengan memilih varietas yang tepat, Anda akan mendapatkan hasil panen yang lebih baik, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Selain itu, Anda juga akan menghemat waktu dan tenaga dalam perawatan tanaman, karena varietas yang unggul biasanya lebih tahan terhadap hama dan penyakit.
Jadi, jangan asal pilih varietas cabe. Pertimbangkan faktor-faktor seperti iklim, tujuan tanam, dan karakteristik varietas sebelum menentukan pilihan.
Sumber: Cara Menanam Cabe Agar Subur dan Berbuah Lebat
Siapkan lahan dengan baik
Dalam cara menanam cabe, menyiapkan lahan dengan baik merupakan langkah krusial yang tidak boleh dilewatkan. Lahan yang baik akan memberikan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe. Lahan yang baik memiliki tanah yang gembur dan subur, serta memiliki drainase yang baik.
-
Menggemburkan tanah
Tanah yang gembur memiliki struktur yang tidak padat sehingga akar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan mudah. Tanah yang gembur juga memungkinkan air dan udara masuk ke dalam tanah, sehingga tanaman dapat menyerap nutrisi dengan baik. -
Memberi pupuk dasar
Pupuk dasar adalah pupuk yang diberikan sebelum tanam cabe. Pemberian pupuk dasar bertujuan untuk menyuburkan tanah dan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman cabe untuk tumbuh dan berproduksi. Pupuk dasar yang umum digunakan adalah pupuk kandang atau kompos.
Dengan menyiapkan lahan dengan baik, Anda akan memberikan dasar yang kuat bagi tanaman cabe untuk tumbuh dan berproduksi secara optimal. Tanaman cabe yang tumbuh di lahan yang baik akan lebih sehat, lebih tahan terhadap hama dan penyakit, dan menghasilkan buah yang lebih banyak dan berkualitas.
Tanam pada jarak yang tepat
Menanam cabe pada jarak yang tepat merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam cabe. Jarak tanam yang tepat akan memberikan ruang yang cukup bagi tanaman cabe untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Jarak tanam yang terlalu rapat akan menyebabkan persaingan antar tanaman dalam memperoleh nutrisi, air, dan sinar matahari. Akibatnya, tanaman cabe akan tumbuh kerdil, kurang produktif, dan rentan terhadap hama dan penyakit.
Sebaliknya, jarak tanam yang terlalu lebar juga tidak baik. Jarak tanam yang terlalu lebar akan menyebabkan pemborosan lahan dan berkurangnya jumlah tanaman yang dapat ditanam per satuan luas. Selain itu, jarak tanam yang terlalu lebar juga dapat menghambat penyerbukan silang, sehingga menurunkan produksi buah cabe.
Jarak tanam yang ideal untuk tanaman cabe adalah sekitar 50-75 cm. Jarak tanam ini memberikan ruang yang cukup bagi tanaman cabe untuk tumbuh dan berkembang, tanpa terjadi persaingan yang berlebihan. Selain itu, jarak tanam ini juga memudahkan dalam perawatan tanaman, seperti penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit.
Dengan menanam cabe pada jarak yang tepat, Anda akan mendapatkan tanaman cabe yang sehat, produktif, dan tahan terhadap hama dan penyakit. Tanaman cabe yang ditanam dengan jarak yang tepat juga akan menghasilkan buah yang lebih banyak dan berkualitas.
Sumber: Cara Menanam Cabe Agar Subur dan Berbuah Lebat
Siram secara teratur
Dalam cara menanam cabe, menyiram tanaman secara teratur merupakan hal yang sangat penting. Tanaman cabe membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dan berproduksi secara optimal. Penyiraman yang tidak teratur atau kurangnya air dapat menyebabkan tanaman cabe stres, kerdil, dan bahkan mati.
Waktu terbaik untuk menyiram tanaman cabe adalah pada pagi atau sore hari. Pada saat-saat tersebut, penguapan air tidak terlalu tinggi sehingga air dapat diserap oleh tanaman secara maksimal. Hindari menyiram tanaman cabe pada siang hari karena air akan cepat menguap dan tidak terserap oleh tanaman.
Frekuensi penyiraman tanaman cabe tergantung pada kondisi cuaca dan jenis tanah. Pada musim kemarau, tanaman cabe perlu disiram setiap hari. Sementara itu, pada musim hujan, penyiraman dapat dilakukan setiap 2-3 hari sekali. Tanah yang gembur dan berdrainase baik juga berpengaruh pada frekuensi penyiraman. Tanah yang gembur dan berdrainase baik akan membuat air cepat meresap dan tidak menggenang di sekitar tanaman.
Dengan menyiram tanaman cabe secara teratur, Anda akan mendapatkan tanaman cabe yang sehat, produktif, dan tahan terhadap hama dan penyakit. Tanaman cabe yang disiram secara teratur juga akan menghasilkan buah yang lebih banyak dan berkualitas.
Sumber: Cara Menanam Cabe Agar Subur dan Berbuah Lebat
Beri pupuk susulan
Dalam cara menanam cabe, memberi pupuk susulan secara teratur merupakan hal yang sangat penting. Pupuk susulan adalah pupuk yang diberikan setelah tanaman cabe tumbuh dan mulai berproduksi. Pemberian pupuk susulan bertujuan untuk menjaga kesuburan tanah dan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman cabe untuk tumbuh dan berproduksi secara optimal.
-
Manfaat Pemberian Pupuk Susulan
Pemberian pupuk susulan memiliki beberapa manfaat, antara lain:
Meningkatkan pertumbuhan tanaman
Meningkatkan produksi buah
Meningkatkan kualitas buah
Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit -
Jenis Pupuk Susulan
Pupuk susulan yang diberikan pada tanaman cabe dapat berupa pupuk organik atau pupuk anorganik. Pupuk organik yang umum digunakan adalah pupuk kandang atau kompos. Sementara itu, pupuk anorganik yang umum digunakan adalah pupuk NPK.
-
Waktu dan Dosis Pemberian Pupuk Susulan
Pupuk susulan pertama kali diberikan setelah tanaman cabe berumur sekitar 1 bulan. Pemberian pupuk susulan selanjutnya dilakukan setiap 2-3 minggu sekali. Dosis pupuk yang diberikan tergantung pada jenis pupuk dan umur tanaman cabe.
-
Cara Pemberian Pupuk Susulan
Pupuk susulan dapat diberikan dengan cara ditaburkan di sekitar tanaman cabe atau dikocor di sekitar tanaman cabe. Pemberian pupuk susulan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.
Dengan memberi pupuk susulan secara teratur, Anda akan mendapatkan tanaman cabe yang sehat, produktif, dan tahan terhadap hama dan penyakit. Tanaman cabe yang diberi pupuk susulan secara teratur juga akan menghasilkan buah yang lebih banyak dan berkualitas.
Cegah hama dan penyakit
Dalam cara menanam cabe, mencegah hama dan penyakit merupakan hal yang sangat penting. Hama dan penyakit dapat menyebabkan tanaman cabe rusak, bahkan mati. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit secara tepat.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman cabe, antara lain:
-
Menanam varietas cabe yang tahan hama dan penyakit
Beberapa varietas cabe memiliki ketahanan yang baik terhadap hama dan penyakit tertentu. Menanam varietas cabe yang tahan hama dan penyakit dapat membantu mengurangi risiko serangan hama dan penyakit.
-
Mengatur jarak tanam dengan tepat
Jarak tanam yang terlalu rapat dapat menyebabkan tanaman cabe menjadi lembap dan rentan terserang hama dan penyakit. Sebaliknya, jarak tanam yang terlalu lebar dapat menyebabkan pertumbuhan gulma yang berlebihan, yang juga dapat menjadi tempat berkembangnya hama dan penyakit.
-
Menjaga kebersihan lahan
Lahan yang bersih dapat membantu mengurangi risiko serangan hama dan penyakit. Bersihkan lahan dari gulma dan sisa-sisa tanaman cabe yang sudah dipanen. Gulma dan sisa-sisa tanaman cabe dapat menjadi tempat berkembangnya hama dan penyakit.
-
Menggunakan pestisida alami atau kimia jika diperlukan
Jika serangan hama dan penyakit sudah tidak dapat dikendalikan dengan cara-cara di atas, maka dapat digunakan pestisida alami atau kimia. Pestisida alami yang dapat digunakan antara lain adalah pestisida nabati, seperti pestisida dari daun sirsak atau tembakau. Pestisida kimia dapat digunakan jika serangan hama dan penyakit sudah parah.
Dengan mencegah dan mengendalikan hama dan penyakit secara tepat, Anda akan mendapatkan tanaman cabe yang sehat, produktif, dan tahan terhadap hama dan penyakit. Tanaman cabe yang sehat akan menghasilkan buah yang lebih banyak dan berkualitas.
Panen tepat waktu
Dalam cara menanam cabe, panen tepat waktu merupakan hal yang sangat penting. Panen yang tepat waktu akan menghasilkan buah cabe yang berkualitas baik dan bernilai jual tinggi. Sebaliknya, panen yang terlambat atau terlalu cepat dapat menurunkan kualitas buah cabe dan mengurangi nilai jualnya.
-
Ciri-ciri cabe yang siap panen
Cabe yang siap panen memiliki beberapa ciri-ciri, antara lain:
Buah cabe sudah berwarna merah atau hijau sesuai varietas.
Buah cabe sudah mengkilap dan tidak kusam.
Buah cabe sudah terasa keras saat ditekan.
Tangkai buah cabe sudah mulai mengering. -
Waktu panen cabe
Waktu panen cabe tergantung pada varietasnya. Cabe varietas unggul biasanya dapat dipanen setelah berumur 80-90 hari setelah tanam. Sementara itu, cabe varietas lokal biasanya dapat dipanen setelah berumur 100-120 hari setelah tanam.
-
Cara panen cabe
Cabe dipanen dengan cara dipetik atau dipotong menggunakan gunting atau pisau. Petik atau potong cabe pada bagian tangkainya. Hindari memetik atau memotong cabe pada bagian buahnya, karena dapat menyebabkan buah cabe rusak.
-
Pascapanen cabe
Setelah dipanen, cabe harus segera dicuci dan dikeringkan. Cabe yang sudah dicuci dan dikeringkan dapat disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Cabe dapat disimpan dalam lemari es atau freezer.
Dengan memanen cabe tepat waktu, Anda akan mendapatkan buah cabe yang berkualitas baik dan bernilai jual tinggi. Buah cabe yang berkualitas baik akan lebih disukai konsumen dan dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi.
Simpan dengan benar
Setelah panen, cabe harus segera disimpan dengan benar untuk menjaga kualitas dan kesegarannya. Cabe yang disimpan dengan benar dapat bertahan lebih lama dan tidak mudah rusak.
Cara menyimpan cabe yang benar adalah dengan menyimpannya di tempat yang sejuk dan kering. Cabe dapat disimpan di lemari es atau freezer. Cabe yang disimpan di lemari es dapat bertahan selama 1-2 minggu. Sementara itu, cabe yang disimpan di freezer dapat bertahan selama 6-8 bulan.
Selain tempat penyimpanan, cara penyimpanan cabe juga perlu diperhatikan. Cabe harus disimpan dalam wadah yang kedap udara untuk mencegah udara masuk dan menyebabkan cabe menjadi layu. Cabe juga tidak boleh disimpan bersama dengan buah atau sayuran lain yang mengeluarkan gas etilen, seperti apel atau pisang. Gas etilen dapat mempercepat pematangan cabe dan membuatnya cepat busuk.
Dengan menyimpan cabe dengan benar, Anda dapat menjaga kualitas dan kesegaran cabe lebih lama. Cabe yang disimpan dengan benar dapat digunakan untuk berbagai masakan dan tetap memiliki rasa dan aroma yang nikmat.
Sumber: Cara Menyimpan Cabe Agar Awet dan Tidak Busuk
Olah menjadi berbagai masakan
Menanam cabe tidak hanya sekadar menanam saja. Yang tak kalah penting adalah mengolah hasil panen cabe menjadi berbagai masakan yang lezat. Cabe bisa diolah menjadi berbagai macam masakan, seperti sambal, saus, atau acar. Dengan mengolah cabe menjadi berbagai masakan, kita bisa menikmati cita rasa pedas yang khas dari cabe.
Selain itu, mengolah cabe menjadi berbagai masakan juga bisa menjadi cara untuk mengawetkan cabe. Cabe yang diolah menjadi sambal, saus, atau acar bisa bertahan lebih lama dibandingkan dengan cabe segar. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan, terutama bagi mereka yang suka menyimpan stok cabe di rumah.
Jadi, bagi Anda yang suka menanam cabe, jangan lupa untuk mengolah hasil panen cabe menjadi berbagai masakan. Selain bisa menikmati cita rasa pedas yang khas, mengolah cabe menjadi berbagai masakan juga bisa menjadi cara untuk mengawetkan cabe.
Sumber: Cara Menanam Cabe Agar Subur dan Berbuah Lebat
Jadikan sumber penghasilan
Siapa sangka, menanam cabe tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, tapi juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan yang menggiurkan. Dengan menanam cabe dalam skala besar, Anda bisa menjual hasil panen Anda ke pasar, supermarket, atau bahkan ekspor ke luar negeri.
-
Peluang Pasar yang Besar
Cabe merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Hal ini membuat peluang pasar untuk cabe sangat besar. Selain itu, cabe juga banyak digunakan sebagai bahan baku industri makanan, seperti sambal, saus, dan kecap.
-
Harga Jual yang Stabil
Harga jual cabe cenderung stabil, bahkan cenderung naik saat musim kemarau. Hal ini membuat menanam cabe menjadi pilihan investasi yang relatif aman. Anda tidak perlu khawatir harga cabe akan anjlok drastis dan membuat Anda merugi.
-
Budidaya yang Mudah
Cabe merupakan tanaman yang relatif mudah dibudidayakan. Tanaman cabe dapat tumbuh di berbagai jenis tanah dan iklim. Selain itu, perawatan tanaman cabe juga tidak terlalu sulit, sehingga cocok untuk pemula sekalipun.
-
Potensi Keuntungan yang Tinggi
Dengan perawatan yang baik, tanaman cabe dapat menghasilkan panen yang melimpah. Harga jual cabe yang stabil dan permintaan pasar yang tinggi membuat menanam cabe dalam skala besar berpotensi memberikan keuntungan yang tinggi.
Jadi, jika Anda sedang mencari peluang usaha yang menjanjikan, menanam cabe dalam skala besar bisa menjadi pilihan yang tepat. Dengan modal yang relatif kecil, Anda bisa meraup keuntungan yang besar dari bisnis ini.
Pertanyaan Umum tentang Cara Menanam Cabe
Menanam cabe itu gampang-gampang susah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tanaman cabe tumbuh subur dan berbuah lebat. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan umum yang sering ditanyakan oleh pemula tentang cara menanam cabe:
Pertanyaan 1: Kapan waktu yang tepat untuk menanam cabe?
Cabe dapat ditanam sepanjang tahun, tetapi waktu tanam yang ideal adalah pada awal musim kemarau, yaitu sekitar bulan April-Juni. Pada musim ini, curah hujan tidak terlalu banyak sehingga tanaman cabe tidak mudah terserang penyakit.
Pertanyaan 2: Bagaimana cara memilih bibit cabe yang baik?
Pilihlah bibit cabe yang berasal dari varietas unggul, yaitu varietas yang tahan terhadap hama dan penyakit, serta memiliki produktivitas yang tinggi. Bibit cabe yang baik biasanya terlihat sehat, tidak cacat, dan memiliki akar yang kuat.
Pertanyaan 3: Bagaimana cara menyiapkan lahan tanam cabe?
Lahan tanam cabe harus diolah terlebih dahulu. Bersihkan lahan dari gulma dan sisa-sisa tanaman sebelumnya. Kemudian, gemburkan tanah dan buat bedengan dengan lebar sekitar 1 meter dan tinggi sekitar 20 cm. Beri jarak antar bedengan sekitar 50 cm.
Pertanyaan 4: Bagaimana cara menanam bibit cabe?
Buat lubang tanam pada bedengan dengan jarak antar lubang sekitar 50 cm. Masukkan bibit cabe ke dalam lubang tanam dan timbun dengan tanah. Padatkan tanah di sekitar tanaman dan siram dengan air secukupnya.
Pertanyaan 5: Bagaimana cara merawat tanaman cabe?
Tanaman cabe perlu disiram secara teratur, terutama pada musim kemarau. Beri pupuk secara berkala, misalnya menggunakan pupuk kandang atau kompos. Lakukan penyulaman pada tanaman yang mati atau rusak. Bersihkan lahan dari gulma dan lakukan pengendalian hama dan penyakit jika diperlukan.
Pertanyaan 6: Kapan waktu panen cabe?
Cabe dapat dipanen setelah berumur sekitar 80-90 hari setelah tanam. Ciri-ciri cabe yang siap panen adalah buahnya sudah berwarna merah atau hijau sesuai varietas, mengkilap, keras saat ditekan, dan tangkainya mulai mengering.
Nah, itulah beberapa pertanyaan umum tentang cara menanam cabe. Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda bisa menanam cabe sendiri di rumah dengan mudah dan mendapatkan hasil panen yang melimpah.
Sumber: Cara Menanam Cabe Agar Subur dan Berbuah Lebat
Tips Cara Menanam Cabe
Menanam cabe itu gampang, asal tahu caranya. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu ikuti agar tanaman cabemu tumbuh subur dan berbuah lebat:
Pilih bibit unggul
Pilihlah bibit cabe yang berasal dari varietas unggul. Varietas unggul biasanya tahan terhadap hama dan penyakit, serta memiliki produktivitas yang tinggi. Bibit cabe yang baik biasanya terlihat sehat, tidak cacat, dan memiliki akar yang kuat.
Siapkan lahan dengan baik
Lahan tanam cabe harus diolah terlebih dahulu. Bersihkan lahan dari gulma dan sisa-sisa tanaman sebelumnya. Kemudian, gemburkan tanah dan buat bedengan dengan lebar sekitar 1 meter dan tinggi sekitar 20 cm. Beri jarak antar bedengan sekitar 50 cm.
Tanam pada jarak yang tepat
Jarak tanam cabe sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Jarak tanam yang ideal untuk tanaman cabe adalah sekitar 50-75 cm. Jarak tanam ini memberikan ruang yang cukup bagi tanaman cabe untuk tumbuh dan berkembang, tanpa terjadi persaingan yang berlebihan.
Siram secara teratur
Tanaman cabe membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dan berproduksi secara optimal. Siram tanaman cabe secara teratur, terutama pada musim kemarau. Waktu terbaik untuk menyiram tanaman cabe adalah pada pagi atau sore hari.
Beri pupuk susulan
Pemberian pupuk susulan sangat penting untuk menjaga kesuburan tanah dan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman cabe untuk tumbuh dan berproduksi secara optimal. Pupuk susulan pertama kali diberikan setelah tanaman cabe berumur sekitar 1 bulan. Pemberian pupuk susulan selanjutnya dilakukan setiap 2-3 minggu sekali.
Cegah hama dan penyakit
Hama dan penyakit dapat menyebabkan tanaman cabe rusak, bahkan mati. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit secara tepat. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman cabe, antara lain menanam varietas cabe yang tahan hama dan penyakit, mengatur jarak tanam dengan tepat, menjaga kebersihan lahan, dan menggunakan pestisida alami atau kimia jika diperlukan.
Panen tepat waktu
Panen tepat waktu sangat penting untuk mendapatkan buah cabe yang berkualitas baik. Cabe yang dipanen terlalu cepat atau terlalu lambat dapat menurunkan kualitas buah cabe dan mengurangi nilai jualnya. Ciri-ciri cabe yang siap panen adalah buahnya sudah berwarna merah atau hijau sesuai varietas, mengkilap, keras saat ditekan, dan tangkainya mulai mengering.
Simpan dengan benar
Setelah dipanen, cabe harus segera disimpan dengan benar untuk menjaga kualitas dan kesegarannya. Cabe dapat disimpan di lemari es atau freezer. Cabe yang disimpan di lemari es dapat bertahan selama 1-2 minggu. Sementara itu, cabe yang disimpan di freezer dapat bertahan selama 6-8 bulan.
Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu bisa menanam cabe sendiri di rumah dengan mudah dan mendapatkan hasil panen yang melimpah.
Nanam Cabe itu Gampang, Yuk Dicoba!
Siapa yang suka pedas-pedas? Pasti banyak dong ya. Nah, sekarang kamu bisa tanam cabe sendiri di rumah, lho. Nggak susah kok, ikuti aja tips-tips berikut ini:
- Pilih bibit cabe yang bagus.
- Siapkan tanah yang gembur dan subur.
- Tanam cabe dengan jarak yang pas.
- Siram cabe secara teratur, jangan sampai kekeringan.
- Beri pupuk secara rutin untuk menjaga kesuburan tanah.
- Lindungi cabe dari hama dan penyakit.
- Panen cabe saat sudah matang, ditandai dengan warna yang merah atau hijau sesuai varietasnya.
Selain tips di atas, ada beberapa hal lagi yang perlu kamu perhatikan saat menanam cabe, seperti mengatur pH tanah, melakukan penyiangan gulma, dan melakukan rotasi tanaman. Dengan perawatan yang baik, tanaman cabe kamu pasti akan tumbuh subur dan berbuah lebat. Yuk, cobain sekarang!