This page looks best with JavaScript enabled

Rahasia Menanam Cabe dari Biji untuk Panen Melimpah

 ·  ☕ 15 min read
  1. Lebih hemat biaya: Menanam cabe dari biji lebih hemat biaya dibandingkan membeli bibit yang sudah jadi.
  2. Dapat memilih varietas unggul: Dengan menanam dari biji, Anda dapat memilih varietas cabe yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan Anda.
  3. Hasil panen lebih memuaskan: Cabe yang ditanam dari biji biasanya memiliki kualitas yang lebih baik dan hasil panen yang lebih melimpah.

Untuk menanam cabe dari biji, berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti:

  1. Siapkan benih cabe yang berkualitas baik.
  2. Semai benih dalam media semai yang sudah disiapkan.
  3. Siram benih secara teratur dan pastikan media semai tetap lembap.
  4. Setelah benih berkecambah, pindahkan bibit ke dalam pot atau polybag.
  5. Rawat bibit cabe dengan baik hingga siap ditanam di lahan.
  6. Tanam bibit cabe di lahan yang sudah disiapkan dan beri jarak tanam yang sesuai.
  7. Lakukan perawatan rutin seperti penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, Anda dapat menanam cabe dari biji dengan sukses dan memperoleh hasil panen yang melimpah.

Cara Menanam Cabe dari Biji

Menanam cabe dari biji merupakan salah satu cara budidaya yang mudah dan hemat biaya. Berikut adalah 10 aspek penting yang perlu diperhatikan dalam menanam cabe dari biji:

  • Benih berkualitas: Pilih benih cabe yang unggul dan bebas penyakit.
  • Media semai: Gunakan media semai yang porous dan memiliki drainase yang baik.
  • Penyiraman rutin: Siram benih cabe secara teratur, namun jangan sampai tergenang.
  • Pemindahan bibit: Pindahkan bibit cabe ke pot atau polybag setelah berkecambah.
  • Perawatan bibit: Rawat bibit cabe dengan baik hingga siap ditanam.
  • Penanaman: Tanam bibit cabe di lahan yang sudah disiapkan dengan jarak tanam yang sesuai.
  • Penyiraman: Siram tanaman cabe secara teratur, terutama saat musim kemarau.
  • Pemupukan: Berikan pupuk secara rutin untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.
  • Pengendalian hama dan penyakit: Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat untuk menjaga kesehatan tanaman.
  • Panen: Panen cabe saat sudah matang dan berwarna merah atau hijau sesuai varietasnya.

Dengan memperhatikan aspek-aspek penting tersebut, Anda dapat menanam cabe dari biji dengan sukses dan memperoleh hasil panen yang melimpah. Cabe yang ditanam dari biji biasanya memiliki kualitas yang lebih baik dan lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Selain itu, menanam cabe dari biji juga dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat, terutama jika dilakukan bersama keluarga atau teman.

Selamat mencoba!

Benih berkualitas

Benih Berkualitas, Cara Menanams

Dalam cara menanam cabe dari biji, pemilihan benih yang berkualitas sangat penting. Benih yang unggul dan bebas penyakit akan menghasilkan tanaman cabe yang sehat dan produktif. Sebaliknya, benih yang kurang berkualitas dapat menyebabkan tanaman cabe tumbuh kerdil, mudah terserang hama dan penyakit, serta menghasilkan buah yang sedikit dan berkualitas rendah.

Berikut adalah beberapa tips untuk memilih benih cabe yang berkualitas:

  1. Beli benih dari toko pertanian atau penjual benih yang terpercaya.
  2. Pilih benih yang dikemas dalam kemasan yang baik dan memiliki label yang jelas.
  3. Periksa tanggal kedaluwarsa benih. Benih yang sudah kedaluwarsa biasanya memiliki tingkat perkecambahan yang rendah.
  4. Pilih benih yang berukuran besar dan berwarna cerah.
  5. Hindari membeli benih yang terlihat rusak atau berjamur.

Dengan memilih benih cabe yang berkualitas, Anda dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam menanam cabe dari biji. Tanaman cabe yang sehat dan produktif akan menghasilkan panen cabe yang melimpah dan berkualitas tinggi.

Sumber:

  • How to Grow Chilli Peppers from Seed
  • Starting Pepper Seeds: How to Start Pepper Seeds Indoors

Media semai

Media Semai, Cara Menanams

Dalam cara menanam cabe dari biji, media semai memegang peranan penting. Media semai yang baik akan mendukung pertumbuhan akar cabe yang sehat dan kuat, serta mencegah penyakit busuk akar. Sebaliknya, media semai yang kurang baik dapat menyebabkan akar cabe menjadi lemah dan mudah terserang penyakit, sehingga pertumbuhan tanaman cabe terhambat.

Media semai yang porous dan memiliki drainase yang baik akan memungkinkan air dan udara masuk ke dalam tanah dengan mudah. Hal ini penting untuk pertumbuhan akar cabe yang sehat. Akar cabe membutuhkan oksigen untuk bernapas dan menyerap nutrisi dari tanah. Jika media semai terlalu padat atau tidak memiliki drainase yang baik, akar cabe akan kesulitan bernapas dan menyerap nutrisi. Akibatnya, tanaman cabe akan tumbuh kerdil dan mudah terserang penyakit.

Beberapa contoh media semai yang baik untuk menanam cabe dari biji antara lain campuran tanah, kompos, dan pasir; cocopeat; atau rockwool. Media semai ini memiliki struktur yang porous dan drainase yang baik, sehingga cocok untuk pertumbuhan akar cabe yang sehat.

Dengan menggunakan media semai yang tepat, Anda dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam menanam cabe dari biji. Tanaman cabe yang sehat dan kuat akan menghasilkan panen cabe yang melimpah dan berkualitas tinggi.

Sumber:

  • How to Grow Chilli Peppers from Seed
  • Starting Pepper Seeds: How to Start Pepper Seeds Indoors

Penyiraman rutin

Penyiraman Rutin, Cara Menanams

Dalam cara menanam cabe dari biji, penyiraman rutin sangat penting untuk keberhasilan pertumbuhan benih cabe. Penyiraman yang teratur akan menjaga kelembapan tanah, sehingga benih cabe dapat menyerap air dan nutrisi yang dibutuhkan untuk berkecambah dan tumbuh. Namun, penyiraman yang berlebihan juga perlu dihindari, karena dapat menyebabkan tanah menjadi becek dan tergenang air. Kondisi tanah yang becek dapat menghambat pertumbuhan akar cabe dan membuatnya rentan terhadap penyakit busuk akar.

Frekuensi penyiraman benih cabe tergantung pada kondisi cuaca dan jenis tanah. Pada cuaca panas dan kering, penyiraman perlu dilakukan lebih sering, yaitu sekitar 2-3 kali sehari. Sedangkan pada cuaca dingin dan lembap, penyiraman dapat dilakukan lebih jarang, yaitu sekitar 1-2 kali sehari. Jenis tanah juga mempengaruhi frekuensi penyiraman. Tanah yang berpasir dan porous membutuhkan penyiraman lebih sering dibandingkan tanah yang liat dan padat.

Untuk mengetahui apakah benih cabe sudah waktunya disiram, cukup dengan memasukkan jari ke dalam tanah sedalam sekitar 2 cm. Jika tanah terasa kering, maka benih cabe perlu disiram. Sebaliknya, jika tanah masih terasa lembap, maka penyiraman dapat ditunda.

Dengan melakukan penyiraman rutin yang tepat, benih cabe akan tumbuh dengan sehat dan kuat. Tanaman cabe yang sehat akan menghasilkan panen cabe yang melimpah dan berkualitas tinggi.

Sumber:

  • How to Grow Chilli Peppers from Seed
  • Starting Pepper Seeds: How to Start Pepper Seeds Indoors

Pemindahan bibit

Pemindahan Bibit, Cara Menanams

Proses pemindahan bibit cabe ke pot atau polybag merupakan salah satu langkah penting dalam cara menanam cabe dari biji. Setelah biji cabe berkecambah dan tumbuh menjadi bibit kecil, maka perlu segera dipindahkan ke wadah yang lebih besar agar memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh dan berkembang.

  • Manfaat pemindahan bibit:

    Pemindahan bibit cabe ke pot atau polybag memberikan beberapa manfaat, antara lain:

    • Memberikan ruang yang lebih luas untuk pertumbuhan akar dan batang bibit.
    • Mempermudah perawatan bibit, seperti penyiraman dan pemupukan.
    • Mencegah bibit saling berdesakan dan berebut nutrisi.
    • Mempersiapkan bibit untuk dipindahkan ke lahan tanam.
  • Waktu pemindahan bibit:

    Waktu yang tepat untuk memindahkan bibit cabe ke pot atau polybag adalah ketika bibit sudah memiliki 2-3 pasang daun sejati. Daun sejati adalah daun yang tumbuh setelah daun kotiledon (daun pertama yang muncul dari biji).

  • Media tanam:

    Media tanam yang digunakan untuk mengisi pot atau polybag sebaiknya adalah campuran tanah, kompos, dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. Media tanam ini memiliki struktur yang porous dan drainase yang baik, sehingga cocok untuk pertumbuhan bibit cabe.

  • Cara pemindahan bibit:

    Cara memindahkan bibit cabe ke pot atau polybag adalah sebagai berikut:

    1. Buat lubang pada media tanam sedalam sekitar 5 cm.
    2. Ambil bibit cabe dengan hati-hati menggunakan sendok atau garpu kecil.
    3. Masukkan bibit cabe ke dalam lubang dan padatkan tanah di sekitarnya.
    4. Siram bibit cabe secukupnya.

Dengan melakukan pemindahan bibit cabe ke pot atau polybag dengan benar, maka bibit cabe akan tumbuh dengan sehat dan kuat, sehingga siap untuk dipindahkan ke lahan tanam dan menghasilkan panen cabe yang melimpah.

Perawatan bibit

Perawatan Bibit, Cara Menanams

Merawat bibit cabe dengan baik merupakan bagian penting dari cara menanam cabe dari biji. Perawatan yang baik akan memastikan bibit cabe tumbuh sehat dan kuat, sehingga siap ditanam di lahan dan menghasilkan panen yang melimpah.

Ada beberapa aspek penting dalam perawatan bibit cabe, antara lain:

  • Penyiraman: Bibit cabe membutuhkan penyiraman secara teratur, namun jangan sampai tergenang. Penyiraman yang berlebihan dapat menyebabkan busuk akar.
  • Pemupukan: Bibit cabe membutuhkan nutrisi untuk tumbuh dan berkembang. Berikan pupuk cair atau pupuk kandang secara rutin sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
  • Pencahayaan: Bibit cabe membutuhkan cahaya matahari yang cukup untuk melakukan fotosintesis. Letakkan bibit di tempat yang terkena sinar matahari langsung atau di bawah lampu neon.
  • Pengendalian hama dan penyakit: Bibit cabe rentan terserang hama dan penyakit. Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat untuk menjaga kesehatan bibit.

Dengan melakukan perawatan bibit cabe dengan baik, Anda dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam menanam cabe dari biji. Bibit cabe yang sehat dan kuat akan menghasilkan tanaman cabe yang produktif dan berkualitas tinggi.

Sumber:

  • How to Grow Chilli Peppers from Seed
  • Starting Pepper Seeds: How to Start Pepper Seeds Indoors

Penanaman

Penanaman, Cara Menanams

Dalam cara menanam cabe dari biji, penanaman merupakan tahap yang sangat penting untuk keberhasilan budidaya cabe. Penanaman yang tepat akan memberikan ruang yang cukup bagi tanaman cabe untuk tumbuh dan berkembang, serta mencegah persaingan antar tanaman dalam memperoleh nutrisi dan sinar matahari.

Jarak tanam yang sesuai sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabe. Jarak tanam yang terlalu rapat dapat menyebabkan tanaman cabe saling berdesakan, sehingga pertumbuhannya terhambat dan mudah terserang hama dan penyakit. Sebaliknya, jarak tanam yang terlalu lebar juga tidak baik, karena dapat menyebabkan pemborosan lahan dan mengurangi hasil panen.

Jarak tanam yang ideal untuk tanaman cabe bervariasi tergantung pada varietas dan kondisi lahan. Namun, secara umum, jarak tanam yang dianjurkan adalah sekitar 60-90 cm antar tanaman dan 70-100 cm antar baris. Jarak tanam ini memberikan ruang yang cukup bagi tanaman cabe untuk tumbuh optimal dan menghasilkan buah yang lebat.Selain jarak tanam, persiapan lahan juga sangat penting sebelum melakukan penanaman. Lahan yang akan digunakan untuk menanam cabe harus diolah terlebih dahulu dengan cara dicangkul atau dibajak. Setelah itu, buat bedengan dengan lebar sekitar 100 cm dan tinggi sekitar 20-30 cm. Bedengan berfungsi untuk memperbaiki drainase lahan dan memudahkan perawatan tanaman.Dengan melakukan penanaman dengan jarak tanam yang sesuai dan mempersiapkan lahan dengan baik, Anda dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam menanam cabe dari biji. Tanaman cabe yang sehat dan produktif akan menghasilkan panen cabe yang melimpah dan berkualitas tinggi.

Sumber:

  • How to Grow Chilli Peppers from Seed
  • Growing Pepper Plants: How to Grow Peppers in the Garden

Penyiraman

Penyiraman, Cara Menanams

Dalam cara menanam cabe dari biji, penyiraman merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Air sangat dibutuhkan oleh tanaman cabe untuk berbagai proses fisiologis, seperti fotosintesis, pengangkutan nutrisi, dan pengaturan suhu.

  • Kebutuhan air tanaman cabe:

    Tanaman cabe membutuhkan air dalam jumlah yang cukup, terutama saat musim kemarau. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman cabe layu, pertumbuhan terhambat, dan produksi buah menurun.

  • Frekuensi penyiraman:

    Frekuensi penyiraman tanaman cabe tergantung pada kondisi cuaca dan jenis tanah. Pada cuaca panas dan kering, penyiraman perlu dilakukan lebih sering, yaitu sekitar 2-3 kali sehari. Sedangkan pada cuaca dingin dan lembap, penyiraman dapat dilakukan lebih jarang, yaitu sekitar 1-2 kali sehari.

  • Cara penyiraman:

    Penyiraman tanaman cabe sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Hindari penyiraman pada siang hari karena dapat menyebabkan daun tanaman terbakar.

  • Mulsa:

    Pemberian mulsa pada tanaman cabe dapat membantu menjaga kelembapan tanah dan mengurangi penguapan air. Mulsa dapat berupa jerami, sekam padi, atau kompos.

Dengan melakukan penyiraman tanaman cabe secara teratur dan tepat, Anda dapat memastikan tanaman cabe tumbuh sehat dan produktif, sehingga menghasilkan panen cabe yang melimpah.

Pemupukan

Pemupukan, Cara Menanams

Dalam cara menanam cabe dari biji, pemupukan memegang peranan penting untuk keberhasilan budidaya. Pemberian pupuk secara rutin akan memastikan tanaman cabe mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga dapat menghasilkan buah yang lebat dan berkualitas.

  • Nutrisi penting bagi tanaman cabe:

    Tanaman cabe membutuhkan berbagai nutrisi untuk pertumbuhannya, antara lain nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Nitrogen berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman, fosfor berperan dalam pembentukan bunga dan buah, sedangkan kalium berperan dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit.

  • Jenis pupuk yang digunakan:

    Ada berbagai jenis pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman cabe, baik pupuk organik maupun pupuk kimia. Pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang mengandung unsur hara yang lengkap dan dapat memperbaiki struktur tanah. Sedangkan pupuk kimia seperti urea, TSP, dan KCL mengandung unsur hara tertentu yang tinggi.

  • Waktu dan cara pemupukan:

    Pemupukan tanaman cabe dapat dilakukan secara bertahap, yaitu pada saat tanam, saat tanaman berumur 2 minggu, dan saat tanaman berumur 4 minggu. Pemupukan dapat dilakukan dengan cara ditabur atau dikocor di sekitar tanaman.

Dengan melakukan pemupukan secara rutin dan tepat, Anda dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman cabe dan meningkatkan hasil panen. Tanaman cabe yang sehat dan produktif akan menghasilkan buah yang lebat dan berkualitas tinggi.

Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian Hama Dan Penyakit, Cara Menanams

Dalam cara menanam cabe dari biji, pengendalian hama dan penyakit memegang peranan penting untuk keberhasilan budidaya. Hama dan penyakit dapat menyebabkan tanaman cabe rusak, pertumbuhan terhambat, dan bahkan mati. Oleh karena itu, pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan secara tepat untuk menjaga kesehatan tanaman dan memperoleh hasil panen yang optimal.

Ada berbagai jenis hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman cabe, antara lain:

  • Hama: Kutu daun, thrips, tungau, ulat grayak, dan lalat buah.
  • Penyakit: Layu fusarium, antraknosa, busuk buah, dan bercak daun.

Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:

  • Penggunaan pestisida nabati atau kimia.
  • Pengendalian hayati dengan menggunakan musuh alami hama.
  • Penerapan teknik budidaya yang baik, seperti rotasi tanaman, sanitasi lahan, dan pemupukan yang berimbang.

Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat, Anda dapat menjaga kesehatan tanaman cabe dan meningkatkan hasil panen. Tanaman cabe yang sehat dan produktif akan menghasilkan buah yang lebat dan berkualitas tinggi.

Sumber:

  • How to Grow Chilli Peppers from Seed
  • Growing Pepper Plants: How to Grow Peppers in the Garden

Panen

Panen, Cara Menanams

Panen merupakan salah satu tahap penting dalam cara menanam cabe dari biji. Panen yang tepat waktu dan sesuai dengan varietas cabe akan menghasilkan buah cabe yang berkualitas baik dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Cabe yang siap panen biasanya ditandai dengan perubahan warna buah. Untuk varietas cabe merah, buah akan berubah warna menjadi merah cerah. Sedangkan untuk varietas cabe hijau, buah akan tetap berwarna hijau tetapi ukurannya sudah besar dan padat. Selain itu, cabe yang siap panen juga memiliki tangkai yang mudah dipatahkan.

Pemanenan cabe dapat dilakukan dengan cara memotong tangkai buah menggunakan gunting atau pisau yang tajam. Hindari memetik cabe dengan tangan karena dapat merusak tanaman. Setelah dipanen, cabe dapat langsung dijual atau disimpan dalam lemari es untuk menjaga kesegarannya.

Dengan memanen cabe pada waktu yang tepat, Anda dapat memperoleh hasil panen yang optimal dan berkualitas tinggi. Cabe yang dipanen pada waktu yang tepat akan memiliki rasa yang lebih pedas, aroma yang lebih kuat, dan kandungan vitamin yang lebih banyak.

Sumber:

  • How to Grow Chilli Peppers from Seed
  • Growing Pepper Plants: How to Grow Peppers in the Garden

Pertanyaan Umum tentang Cara Menanam Cabe dari Biji

Menanam cabe dari biji merupakan cara budidaya yang menyenangkan dan bermanfaat. Namun, bagi pemula, mungkin masih terdapat beberapa pertanyaan yang ingin diajukan. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum beserta jawabannya:

Pertanyaan 1: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menanam cabe dari biji?


Waktu yang dibutuhkan untuk menanam cabe dari biji hingga panen bervariasi tergantung pada varietas dan kondisi lingkungan. Umumnya, dibutuhkan sekitar 3-4 bulan dari penyemaian hingga panen.

Pertanyaan 2: Apa saja jenis cabe yang bisa ditanam dari biji?


Banyak sekali jenis cabe yang bisa ditanam dari biji, antara lain cabe rawit, cabe keriting, cabe merah besar, dan cabe hijau besar.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara mengatasi hama dan penyakit pada tanaman cabe?


Hama dan penyakit pada tanaman cabe dapat diatasi dengan berbagai cara, antara lain menggunakan pestisida alami, pengendalian hayati, dan menerapkan teknik budidaya yang baik.

Pertanyaan 4: Kapan waktu yang tepat untuk memanen cabe?


Cabe siap dipanen ketika buahnya sudah berubah warna sesuai dengan varietasnya. Untuk cabe merah, panen dilakukan saat buah berwarna merah cerah. Sedangkan untuk cabe hijau, panen dilakukan saat buah masih berwarna hijau tetapi ukurannya sudah besar dan padat.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara menyimpan cabe agar tetap segar?


Cabe yang baru dipanen dapat disimpan dalam lemari es untuk menjaga kesegarannya. Cabe dapat disimpan dalam kantong plastik atau wadah kedap udara.

Pertanyaan 6: Apa manfaat menanam cabe dari biji?


Menanam cabe dari biji memiliki banyak manfaat, antara lain dapat menghemat biaya, memilih varietas sesuai keinginan, dan memperoleh hasil panen yang lebih memuaskan.

Dengan mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan umum tersebut, diharapkan dapat membantu pemula dalam menanam cabe dari biji dengan sukses.

Sumber:

How to Grow Chilli Peppers from Seed

Tips Menanam Cabe dari Biji

Menanam cabe dari biji tidak hanya mengasyikkan, tapi juga bisa menghemat biaya dan menghasilkan panen yang memuaskan. Ikuti tips berikut untuk memulai perjalanan menanam cabemu:

Tip 1: Pilih Biji Berkualitas

Gunakan biji cabe yang berasal dari tanaman sehat dan bebas penyakit. Pilihlah biji yang berukuran besar, berwarna cerah, dan tidak rusak.

Tip 2: Gunakan Media Semai yang Tepat

Media semai yang baik harus porous dan memiliki drainase yang bagus. Cocopeat, campuran tanah, kompos, dan pasir merupakan pilihan yang tepat.

Tip 3: Siram Secara Teratur

Jaga kelembapan media semai, tapi jangan sampai tergenang. Siramlah secukupnya setiap hari, terutama saat cuaca panas dan kering.

Tip 4: Pindahkan Bibit Tepat Waktu

Setelah bibit tumbuh 2-3 pasang daun sejati, pindahkan ke pot atau polybag yang lebih besar. Hal ini akan memberi ruang yang cukup untuk pertumbuhan akar dan batang.

Tip 5: Beri Sinar Matahari yang Cukup

Cabe membutuhkan banyak sinar matahari untuk tumbuh optimal. Letakkan bibit di tempat yang terkena sinar matahari langsung atau di bawah lampu neon.

Tip 6: Siram dan Beri Pupuk Secukupnya

Siram bibit secara teratur dan beri pupuk cair atau pupuk kandang sesuai dosis. Hal ini akan memastikan bahwa bibit mendapat nutrisi yang cukup untuk berkembang.

Tip 7: Jaga Kebersihan Lahan

Sebelum menanam cabe, bersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman sebelumnya. Hal ini akan mengurangi risiko serangan hama dan penyakit.

Tip 8: Tanam dengan Jarak yang Tepat

Jarak tanam yang ideal untuk cabe adalah sekitar 60-90 cm antar tanaman dan 70-100 cm antar baris. Jarak ini akan memberikan ruang yang cukup bagi tanaman untuk tumbuh dan menghasilkan buah yang lebat.

Dengan mengikuti tips-tips ini, kamu bisa menanam cabe dari biji dengan sukses dan menikmati hasil panen yang memuaskan. Selamat berkebun!

Cabe dari Biji

Gambar cabe hijau beserta buahnya

Menanam cabe dari biji itu gampang banget, lho! Pertama-tama, pilihlah biji cabe yang bagus dan sehat, lalu semai di tanah yang gembur dan lembap. Setelah tumbuh beberapa helai daun, pindahkan bibit cabe ke pot atau polybag yang lebih besar. Siram secara teratur dan jangan lupa beri pupuk secukupnya. Cabe butuh sinar matahari yang cukup, jadi letakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung atau di bawah lampu neon.

Setelah beberapa bulan, cabemu akan tumbuh besar dan siap dipanen. Cabe bisa dipetik saat sudah berwarna merah atau hijau, tergantung varietasnya. Dengan menanam cabe sendiri, kamu bisa menghemat biaya dan menikmati cabe segar hasil panenmu sendiri. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai tanam cabe sekarang juga!

Images References

Images References, Cara Menanams
Share on