This page looks best with JavaScript enabled

Rahasia Menanam Cabe, Panen Melimpah dan Pedas Muantap!

 ·  ☕ 14 min read
  • Meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen
  • Mengurangi risiko gagal panen
  • Menghemat biaya produksi

Adapun langkah-langkah dalam cara menanam cabe yang benar meliputi:

  1. Pemilihan bibit unggul
  2. Pengolahan lahan
  3. Penanaman
  4. Perawatan
  5. Panen

Cara Menanam Cabe yang Benar

Dalam bertanam cabe, ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan agar hasil panen optimal. Berikut 9 aspek penting dalam cara menanam cabe yang benar:

  • Pemilihan Bibit: Pilih bibit cabe unggul yang sehat dan bebas penyakit.
  • Pengolahan Lahan: Gemburkan tanah dan beri pupuk dasar yang cukup.
  • Penanaman: Tanam bibit cabe pada kedalaman yang tepat dan beri jarak tanam yang sesuai.
  • Penyiraman: Siram cabe secara teratur, terutama saat musim kemarau.
  • Pemupukan: Beri pupuk tambahan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan nutrisi cabe.
  • Penyiangan: Bersihkan gulma di sekitar tanaman cabe agar tidak mengganggu pertumbuhan.
  • Pengendalian Hama dan Penyakit: Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat dan teratur.
  • Pemangkasan: Pangkas cabang dan daun yang tidak produktif untuk merangsang pertumbuhan cabe.
  • Panen: Panen cabe saat sudah matang dan berwarna merah atau hijau sesuai varietas.

Dengan memperhatikan aspek-aspek penting tersebut, Anda dapat meningkatkan produktivitas tanaman cabe dan memperoleh hasil panen yang melimpah. Misalnya, pemilihan bibit unggul dapat menghasilkan tanaman yang lebih tahan terhadap penyakit dan menghasilkan buah yang lebih berkualitas. Demikian juga dengan pengolahan lahan yang baik dapat menyediakan lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan tanaman cabe.

Selain itu, perawatan yang tepat seperti penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit sangat penting untuk menjaga kesehatan tanaman dan mencegah penurunan hasil panen. Dengan menguasai cara menanam cabe yang benar, Anda dapat menikmati panen cabe yang melimpah dan berkualitas tinggi.

Pemilihan Bibit

Pemilihan Bibit, Cara Menanams

Dalam "cara menanam cabe yang benar", pemilihan bibit memegang peran penting. Bibit unggul yang sehat dan bebas penyakit menjadi dasar pertumbuhan tanaman cabe yang optimal dan produktif.

Bibit unggul memiliki sifat genetik yang baik, seperti tahan terhadap hama dan penyakit, pertumbuhan yang vigor, serta potensi hasil panen yang tinggi. Sementara bibit yang sehat dan bebas penyakit akan terhindar dari masalah pertumbuhan dan perkembangan, sehingga dapat menyerap nutrisi dan air dengan baik.

Dengan menggunakan bibit unggul yang sehat, petani dapat meminimalisir risiko kegagalan panen akibat serangan hama atau penyakit. Tanaman cabe juga akan tumbuh lebih kuat dan produktif, sehingga meningkatkan hasil panen secara keseluruhan.

Dalam praktiknya, petani dapat memperoleh bibit unggul dari sumber terpercaya, seperti toko pertanian atau lembaga penelitian. Bibit juga dapat diperoleh dari hasil seleksi sendiri dengan memilih buah cabe yang sehat dan berkualitas dari tanaman induk yang unggul.

Dengan memahami pentingnya pemilihan bibit dalam "cara menanam cabe yang benar", petani dapat meningkatkan peluang keberhasilan budidaya cabe dan memperoleh hasil panen yang melimpah dan berkualitas tinggi.

Sumber: Cara Pemilihan Benih Cabe yang Baik dan Benar

Pengolahan Lahan

Pengolahan Lahan, Cara Menanams

Dalam "cara menanam cabe yang benar", pengolahan lahan memegang peranan penting untuk menciptakan lingkungan tumbuh yang optimal bagi tanaman cabe. Pengolahan lahan meliputi penggemburan tanah dan pemberian pupuk dasar yang cukup.

  • Penggemburan Tanah
    Tanah yang gembur memungkinkan akar tanaman cabe tumbuh dan berkembang dengan baik. Penggemburan tanah dapat dilakukan dengan cara mencangkul atau membajak lahan. Tanah yang gembur juga memperlancar sirkulasi udara dan air, sehingga akar tanaman dapat menyerap nutrisi dan air dengan lebih baik.
  • Pemberian Pupuk Dasar
    Pupuk dasar adalah pupuk yang diberikan sebelum tanam untuk menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman pada awal pertumbuhan. Pupuk dasar yang biasa digunakan untuk tanaman cabe adalah pupuk kandang atau kompos. Pupuk kandang atau kompos mengandung unsur hara makro (nitrogen, fosfor, dan kalium) dan unsur hara mikro yang lengkap, sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman cabe pada tahap awal pertumbuhan.

Dengan melakukan pengolahan lahan yang baik, petani dapat mempersiapkan lingkungan tumbuh yang optimal bagi tanaman cabe. Tanah yang gembur dan kaya unsur hara akan mendukung pertumbuhan tanaman cabe yang sehat dan produktif, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan hasil panen.

Penanaman

Penanaman, Cara Menanams

Dalam "cara menanam cabe yang benar", tahap penanaman memegang peranan penting untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe yang optimal. Penanaman yang tepat meliputi penanaman bibit cabe pada kedalaman yang tepat dan pemberian jarak tanam yang sesuai.

  • Kedalaman tanam
    Menanam bibit cabe pada kedalaman yang tepat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan akar yang kuat. Bibit cabe yang ditanam terlalu dalam dapat menyebabkan pembusukan akar, sedangkan bibit yang ditanam terlalu dangkal dapat menyebabkan tanaman mudah roboh dan kekeringan.

    Kedalaman tanam yang ideal untuk bibit cabe adalah sekitar 5-7 cm. Pada kedalaman ini, akar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta terlindung dari sengatan matahari langsung dan angin kencang.
  • Jarak tanam
    Jarak tanam yang tepat juga sangat penting untuk pertumbuhan tanaman cabe. Jarak tanam yang terlalu rapat dapat menyebabkan persaingan antar tanaman untuk mendapatkan nutrisi, air, dan sinar matahari. Sebaliknya, jarak tanam yang terlalu lebar dapat menyebabkan pemanfaatan lahan yang tidak optimal.

    Jarak tanam yang ideal untuk tanaman cabe bervariasi tergantung pada varietas dan kondisi lahan. Namun, secara umum, jarak tanam yang direkomendasikan adalah sekitar 60-90 cm antar tanaman dan 70-100 cm antar baris.

Dengan melakukan penanaman yang tepat, petani dapat menciptakan kondisi tumbuh yang optimal bagi tanaman cabe. Bibit cabe yang ditanam pada kedalaman yang tepat dan diberi jarak tanam yang sesuai akan tumbuh dengan sehat dan produktif, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan hasil panen.

Penyiraman

Penyiraman, Cara Menanams

Dalam "cara menanam cabe yang benar", penyiraman memegang peranan penting untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe yang optimal. Penyiraman yang teratur, terutama saat musim kemarau, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan air tanaman cabe yang tinggi.

Tanaman cabe membutuhkan pasokan air yang cukup untuk berbagai proses fisiologis, seperti fotosintesis, transportasi nutrisi, dan pertumbuhan sel. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman cabe mengalami stres, layu, dan bahkan mati. Sebaliknya, penyiraman yang berlebihan juga dapat berdampak negatif, seperti menyebabkan pembusukan akar dan penyakit jamur.

Oleh karena itu, petani perlu melakukan penyiraman secara teratur dan sesuai dengan kebutuhan tanaman cabe. Frekuensi dan volume penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca, jenis tanah, dan tahap pertumbuhan tanaman. Sebagai pedoman umum, tanaman cabe perlu disiram setiap 1-2 hari sekali, terutama saat musim kemarau.

Dengan melakukan penyiraman yang teratur dan tepat, petani dapat menjaga kelembapan tanah dan memenuhi kebutuhan air tanaman cabe. Hal ini akan mendukung pertumbuhan tanaman cabe yang sehat dan produktif, serta pada akhirnya meningkatkan hasil panen.

Sumber: Perawatan Tanaman Cabe

Pemupukan

Pemupukan, Cara Menanams

Dalam "cara menanam cabe yang benar", pemupukan memegang peranan penting untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe yang optimal. Pemupukan secara berkala dapat memenuhi kebutuhan nutrisi cabe sehingga menghasilkan panen yang melimpah dan berkualitas tinggi.

  • Nutrisi Penting bagi Tanaman Cabe
    Tanaman cabe membutuhkan berbagai nutrisi untuk tumbuh dan berproduksi dengan baik, di antaranya nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Nitrogen berperan dalam pertumbuhan vegetatif, fosfor berperan dalam pembentukan bunga dan buah, sedangkan kalium berperan dalam meningkatkan kualitas buah dan ketahanan tanaman terhadap penyakit.
  • Jenis dan Dosis Pupuk
    Ada berbagai jenis pupuk yang dapat digunakan untuk memupuk tanaman cabe, baik pupuk organik maupun anorganik. Pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos dapat menyediakan unsur hara yang lengkap dan memperbaiki struktur tanah. Sementara itu, pupuk anorganik seperti urea, SP-36, dan KCl dapat memberikan nutrisi spesifik yang dibutuhkan tanaman cabe. Dosis pupuk yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.
  • Waktu dan Cara Pemupukan
    Pemupukan sebaiknya dilakukan secara berkala, mulai dari saat tanaman masih kecil hingga menjelang panen. Pemupukan dapat dilakukan dengan cara dikocor atau ditabur di sekitar tanaman. Pemupukan dikocor lebih efektif dalam memberikan nutrisi secara langsung ke akar tanaman, sedangkan pemupukan ditabur lebih cocok untuk lahan yang luas.
  • Dampak Pemupukan yang Tepat
    Pemupukan yang tepat dapat memberikan banyak manfaat bagi tanaman cabe, di antaranya:
    • Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman
    • Meningkatkan jumlah dan kualitas buah
    • Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit
    • Memperpanjang masa produktif tanaman

Dengan memahami pentingnya pemupukan dan cara pemupukan yang benar, petani dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman cabe dan memperoleh hasil panen yang optimal. Pemupukan yang tepat merupakan salah satu aspek penting dalam "cara menanam cabe yang benar" yang tidak boleh diabaikan.

Penyiangan

Penyiangan, Cara Menanams

Dalam "cara menanam cabe yang benar", penyiangan memegang peranan penting untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe yang optimal. Penyiangan adalah kegiatan membersihkan gulma atau tanaman pengganggu yang tumbuh di sekitar tanaman cabe.

Gulma dapat bersaing dengan tanaman cabe dalam menyerap nutrisi, air, dan sinar matahari. Jika dibiarkan tumbuh, gulma dapat menghambat pertumbuhan tanaman cabe dan mengurangi hasil panen. Selain itu, gulma juga dapat menjadi tempat persembunyian hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman cabe.

Oleh karena itu, penyiangan harus dilakukan secara teratur untuk mencegah pertumbuhan gulma di sekitar tanaman cabe. Penyiangan dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan atau cangkul kecil, atau secara kimiawi dengan menggunakan herbisida. Namun, jika menggunakan herbisida, petani harus mengikuti petunjuk penggunaan dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan pada tanaman cabe.

Dengan melakukan penyiangan secara teratur, petani dapat menciptakan lingkungan tumbuh yang optimal bagi tanaman cabe. Tanaman cabe akan terbebas dari persaingan dengan gulma, sehingga dapat tumbuh dengan sehat dan produktif. Pada akhirnya, penyiangan yang tepat akan berkontribusi pada peningkatan hasil panen cabe.

Sumber: Perawatan Tanaman Cabe

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian Hama Dan Penyakit, Cara Menanams

Dalam "cara menanam cabe yang benar", pengendalian hama dan penyakit memegang peranan penting untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe yang optimal. Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman cabe kapan saja, menyebabkan kerusakan pada daun, batang, buah, bahkan hingga kematian tanaman.

  • Pencegahan
    Pencegahan adalah tindakan terbaik untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman cabe. Beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan bibit unggul yang tahan terhadap hama dan penyakit, menjaga kebersihan lahan, dan melakukan rotasi tanaman.
  • Pengendalian Hama
    Hama yang biasa menyerang tanaman cabe antara lain kutu daun, thrips, dan tungau. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan cara mekanis (menangkap hama secara manual), biologis (menggunakan musuh alami hama), atau kimiawi (menggunakan pestisida).
  • Pengendalian Penyakit
    Penyakit yang biasa menyerang tanaman cabe antara lain penyakit layu fusarium, penyakit antraknosa, dan penyakit busuk buah. Pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan cara kultur teknis (menjaga kebersihan lahan dan mengatur jarak tanam), biologis (menggunakan mikroorganisme antagonis), atau kimiawi (menggunakan fungisida).
  • Penggunaan Pestisida
    Penggunaan pestisida harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan petunjuk penggunaan. Penggunaan pestisida yang berlebihan atau tidak tepat dapat menimbulkan resistensi hama dan penyakit, serta merusak lingkungan.

Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat dan teratur, petani dapat melindungi tanaman cabe dari serangan hama dan penyakit, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan sehat dan produktif. Pengendalian hama dan penyakit merupakan salah satu aspek penting dalam "cara menanam cabe yang benar" yang tidak boleh diabaikan.

Pemangkasan

Pemangkasan, Cara Menanams

Dalam "cara menanam cabe yang benar", pemangkasan memegang peranan penting untuk meningkatkan produktivitas tanaman cabe. Pemangkasan polega pada pembuangan cabang dan daun yang tidak produktif atau tidak dibutuhkan untuk mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe ke arah yang lebih baik.

  • Meningkatkan Sirkulasi Udara dan Cahaya Matahari
    Pemangkasan cabang dan daun yang rimbun dapat meningkatkan sirkulasi udara dan cahaya matahari ke seluruh bagian tanaman. Hal ini penting untuk mencegah penyakit dan hama, serta membantu proses fotosintesis yang akan menghasilkan lebih banyak buah.
  • Mengoptimalkan Penyerapan Nutrisi
    Dengan memangkas cabang dan daun yang tidak produktif, tanaman dapat memfokuskan energinya untuk pertumbuhan bagian yang lebih produktif, seperti buah dan batang utama. Hal ini akan mengoptimalkan penyerapan nutrisi dan air, sehingga tanaman cabe dapat tumbuh lebih sehat dan menghasilkan lebih banyak buah.
  • Mengendalikan Bentuk Tanaman
    Pemangkasan juga dapat digunakan untuk mengendalikan bentuk tanaman cabe. Dengan memangkas cabang yang tumbuh ke arah yang tidak diinginkan, petani dapat membentuk tanaman agar lebih teratur dan mudah dalam perawatannya, seperti saat penyiraman atau pemupukan.
  • Meningkatkan Kualitas Buah
    Pemangkasan dapat membantu meningkatkan kualitas buah cabe. Dengan membuang cabang dan daun yang tidak produktif, tanaman akan mengalihkan energinya untuk menghasilkan buah yang lebih besar, lebih berisi, dan lebih pedas.

Dengan melakukan pemangkasan secara tepat dan teratur, petani dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabe. Pemangkasan merupakan salah satu aspek penting dalam "cara menanam cabe yang benar" yang tidak boleh diabaikan untuk memperoleh hasil panen yang melimpah dan berkualitas tinggi.

Panen

Panen, Cara Menanams

Panen merupakan tahap akhir dari "cara menanam cabe yang benar". Waktu panen yang tepat sangat menentukan kualitas dan kuantitas hasil panen cabe. Cabe yang dipanen terlalu dini atau terlalu matang dapat menurunkan kualitas dan nilai jualnya.

Cabe umumnya siap dipanen setelah berumur sekitar 80-100 hari setelah tanam. Ciri-ciri cabe yang sudah matang dan siap panen adalah sebagai berikut:

  • Buah cabe telah mencapai ukuran dan bentuk yang sesuai varietas.
  • Warna buah cabe telah berubah menjadi merah atau hijau, tergantung varietasnya.
  • Kulit buah cabe mengkilap dan tidak kusam.
  • Tangkai buah cabe mudah dipatahkan.

Pemanenan cabe harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak buah. Gunakan gunting atau pisau yang tajam untuk memotong tangkai buah. Hindari memetik cabe dengan tangan karena dapat menyebabkan luka pada buah dan menurunkan kualitasnya.

Setelah dipanen, cabe harus segera disortir dan dibuang yang rusak atau cacat. Cabe yang baik kemudian dapat disimpan dalam wadah yang bersih dan kering untuk menjaga kesegarannya.

Dengan memanen cabe pada waktu yang tepat dan dengan cara yang benar, petani dapat memperoleh hasil panen yang optimal, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Panen yang tepat merupakan bagian penting dari "cara menanam cabe yang benar" dan berkontribusi besar pada keberhasilan budidaya cabe.

Sumber: Cara Menanam Cabe Rawit Agar Cepat Berbuah

Pertanyaan Umum Seputar "Cara Menanam Cabe yang Benar"

Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam menanam cabe agar tumbuh subur dan berbuah lebat. Berikut beberapa pertanyaan umum yang sering ditanyakan seputar "cara menanam cabe yang benar":

Pertanyaan 1: Kapan waktu yang tepat menanam cabe?


Waktu yang tepat menanam cabe adalah saat awal musim kemarau, yaitu sekitar bulan Maret-April. Pada saat ini, intensitas hujan rendah dan sinar matahari cukup, sehingga cocok untuk pertumbuhan cabe.

Pertanyaan 2: Bagaimana cara memilih bibit cabe yang unggul?


Pilih bibit cabe yang berasal dari varietas unggul, sehat, dan bebas dari hama dan penyakit. Bibit yang baik memiliki ciri-ciri daun berwarna hijau tua, batang kokoh, dan tidak layu.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara membuat bedengan untuk menanam cabe?


Bedengan dibuat dengan lebar sekitar 100 cm, tinggi 30-40 cm, dan panjang sesuai kebutuhan. Tanah bedengan dicampur dengan pupuk kandang atau kompos untuk menyuburkan tanah.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara menanam bibit cabe?


Bibit cabe ditanam pada lubang tanam yang telah dibuat sebelumnya. Jarak antar lubang tanam sekitar 60-70 cm. Bibit ditanam sedalam pangkal batang dan disiram secukupnya.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara merawat tanaman cabe?


Perawatan tanaman cabe meliputi penyiraman, pemupukan, penyiangan, dan pengendalian hama dan penyakit. Penyiraman dilakukan secara teratur, terutama saat musim kemarau. Pemupukan dilakukan setiap 1-2 minggu sekali menggunakan pupuk NPK.

Pertanyaan 6: Kapan waktu yang tepat memanen cabe?


Cabe dapat dipanen setelah berumur sekitar 3-4 bulan. Ciri-ciri cabe yang siap panen adalah buahnya sudah berwarna merah atau hijau tua, mengkilap, dan tangkainya mudah dipatahkan.

Dengan memperhatikan tips-tips di atas, Anda dapat menanam cabe dengan benar dan memperoleh hasil panen yang melimpah. Selamat mencoba!

Sumber: Cara Menanam Cabe Rawit Agar Cepat Berbuah

Tips Mudah Menanam Cabe yang Benar

Menanam cabe tidak sesulit yang dibayangkan. Asalkan tahu caranya, kamu bisa memanen cabe sendiri di rumah. Berikut ini beberapa tips mudah menanam cabe yang benar:

1. Pilih bibit unggul


Pilihlah bibit cabe yang berasal dari varietas unggul, sehat, dan bebas hama penyakit. Bibit yang bagus biasanya memiliki ciri-ciri daun berwarna hijau tua, batang kokoh, dan tidak layu.


2. Siapkan lahan tanam


Lahan tanam cabe sebaiknya gembur dan kaya nutrisi. Campurkan tanah dengan pupuk kandang atau kompos untuk menyuburkannya. Buat bedengan dengan lebar sekitar 1 meter dan tinggi 30-40 cm.


3. Tanam dengan benar


Tanam bibit cabe pada lubang tanam yang sudah dibuat sebelumnya. Jarak antar lubang tanam sekitar 60-70 cm. Tanam bibit sedalam pangkal batang dan siram secukupnya.


4. Rawat dengan baik


Perawatan cabe meliputi penyiraman, pemupukan, penyiangan, dan pengendalian hama penyakit. Siram cabe secara teratur, terutama saat musim kemarau. Beri pupuk NPK setiap 1-2 minggu sekali. Bersihkan gulma di sekitar tanaman dan kendalikan hama penyakit dengan pestisida alami.


5. Panen tepat waktu


Cabe dapat dipanen setelah berumur sekitar 3-4 bulan. Ciri-ciri cabe yang siap panen adalah buahnya sudah berwarna merah atau hijau tua, mengkilap, dan tangkainya mudah dipatahkan.


Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu bisa menanam cabe sendiri dengan mudah dan mendapatkan hasil panen yang melimpah.

Cara Menanam Cabe yang Benar, Panen Melimpah dan Pedasnya Nampol!

gambar tanaman cabe yang rimbun dan berbuah lebat

Siapa yang tidak suka sambal? Makanan khas Indonesia ini memang selalu berhasil menggugah selera makan. Salah satu bahan utama sambal adalah cabe. Tapi, tahukah kamu cara menanam cabe yang benar agar hasilnya melimpah dan rasanya pedasnya nampol?

Menanam cabe tidak sesulit yang dibayangkan. Kuncinya ada pada pemilihan bibit, pengolahan lahan, penanaman, perawatan, dan panen. Yuk, simak tips berikut ini supaya kamu bisa menanam cabe sendiri di rumah dan menikmati hasil panen yang memuaskan!

Pertama, pilihlah bibit cabe yang unggul dan sehat. Bibit yang baik biasanya berasal dari varietas yang tahan penyakit dan produktif. Kedua, siapkan lahan tanam yang gembur dan kaya nutrisi. Buat bedengan dengan lebar sekitar 1 meter dan tinggi 30-40 cm.

Selanjutnya, tanam bibit cabe dengan jarak antar lubang tanam sekitar 60-70 cm. Siram bibit secukupnya dan jangan lupa untuk memberikan pupuk NPK secara teratur. Jangan lupa juga untuk menyiangi gulma dan mengendalikan hama penyakit.

Terakhir, panen cabe ketika buahnya sudah berwarna merah atau hijau tua, mengkilap, dan tangkainya mudah dipatahkan. Dengan mengikuti tips di atas, dijamin kamu bisa menanam cabe sendiri dengan mudah dan mendapatkan hasil panen yang melimpah. Selamat mencoba!

Images References

Images References, Cara Menanams
Share on