This page looks best with JavaScript enabled

Rahasia Sukses Menanam Cengkeh, Temukan Terobosan Baru!

 ·  ☕ 13 min read

Proses penanaman cengkeh meliputi beberapa tahap, yaitu:

  • Pemilihan bibit: Bibit cengkeh dapat diperoleh dari biji atau cangkok. Bibit yang baik adalah bibit yang berasal dari pohon induk yang sehat dan produktif.
  • Penyemaian: Bibit cengkeh disemai dalam bedengan atau polybag yang berisi campuran tanah dan pupuk kandang. Bibit disiram secara teratur dan dijaga dari hama dan penyakit.
  • Penanaman: Setelah bibit berumur sekitar 6-8 bulan, bibit dapat dipindahkan ke lahan tanam. Jarak tanam yang ideal adalah 8-10 meter antar pohon.
  • Pemeliharaan: Tanaman cengkeh membutuhkan perawatan yang baik agar dapat tumbuh dengan optimal. Perawatan meliputi penyiraman, pemupukan, penyiangan, dan pengendalian hama dan penyakit.
  • Panen: Bunga cengkeh dapat dipanen setelah tanaman berumur sekitar 5-7 tahun. Bunga cengkeh yang siap panen biasanya berwarna merah tua dan beraroma harum.

Cara Menanam Cengkeh

Menanam cengkeh merupakan kegiatan yang menguntungkan dan bermanfaat. Berikut 8 aspek penting dalam cara menanam cengkeh:

  • Pemilihan bibit: Pilih bibit unggul dari pohon induk yang sehat.
  • Penyemaian: Semai bibit dalam media yang subur dan lembap.
  • Penanaman: Tanam bibit pada lahan dengan jarak yang tepat.
  • Pemupukan: Beri pupuk secara teratur untuk menyuburkan tanaman.
  • Penyiangan: Bersihkan gulma di sekitar tanaman agar tidak mengganggu pertumbuhan.
  • Pengendalian hama dan penyakit: Lindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit.
  • Panen: Panen bunga cengkeh saat sudah berwarna merah tua dan beraroma harum.
  • Pengeringan: Keringkan bunga cengkeh setelah panen agar awet.

Kedelapan aspek tersebut saling terkait dan sangat penting untuk keberhasilan budidaya cengkeh. Pemilihan bibit yang unggul akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif. Penyemaian yang baik akan memastikan pertumbuhan bibit yang optimal. Penanaman dengan jarak yang tepat akan memberikan ruang yang cukup bagi tanaman untuk tumbuh dan berproduksi. Pemupukan yang teratur akan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan dan produksi bunga cengkeh yang berkualitas. Penyiangan akan mencegah gulma mengganggu pertumbuhan tanaman dan menyerap nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Pengendalian hama dan penyakit akan melindungi tanaman dari kerusakan dan kehilangan hasil panen. Panen pada waktu yang tepat akan menghasilkan bunga cengkeh dengan kualitas terbaik. Pengeringan yang baik akan mengawetkan bunga cengkeh dan mencegah pembusukan.

Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, petani dapat membudidayakan cengkeh dengan baik dan memperoleh hasil panen yang optimal. Cengkeh yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik sebagai bumbu masakan, bahan baku industri farmasi, maupun wewangian.

Pemilihan bibit

Pemilihan Bibit, Cara Menanam

Dalam cara menanam cengkeh, pemilihan bibit merupakan langkah awal yang sangat penting. Bibit yang unggul akan menentukan kualitas dan produktivitas tanaman cengkeh yang akan ditanam. Bibit unggul dapat diperoleh dari pohon induk yang sehat dan produktif. Pohon induk yang sehat adalah pohon yang bebas dari hama dan penyakit, serta memiliki pertumbuhan dan produksi bunga cengkeh yang baik.

Pemilihan bibit unggul sangat penting karena akan mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman cengkeh. Bibit yang unggul akan tumbuh menjadi tanaman yang sehat dan kuat, serta mampu menghasilkan bunga cengkeh yang banyak dan berkualitas. Sebaliknya, bibit yang tidak unggul akan menghasilkan tanaman yang lemah dan rentan terhadap hama dan penyakit, serta menghasilkan bunga cengkeh yang sedikit dan berkualitas rendah.

Oleh karena itu, dalam cara menanam cengkeh, sangat penting untuk memilih bibit unggul dari pohon induk yang sehat. Dengan memilih bibit unggul, petani dapat meningkatkan peluang keberhasilan budidaya cengkeh dan memperoleh hasil panen yang optimal.

Sumber: Cara Menanam Cengkeh yang Baik dan Benar

Penyemaian

Penyemaian, Cara Menanam

Dalam cara menanam cengkeh, penyemaian merupakan tahap awal yang sangat penting. Penyemaian yang baik akan menghasilkan bibit yang sehat dan kuat, yang akan tumbuh menjadi tanaman cengkeh yang produktif. Sebaliknya, penyemaian yang tidak baik akan menghasilkan bibit yang lemah dan rentan terhadap penyakit, yang akan menghasilkan tanaman cengkeh yang kurang produktif.

  • Pemilihan media semai
    Media semai yang baik untuk cengkeh adalah campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Media semai harus subur dan gembur, serta memiliki drainase yang baik.
  • Penyemaian bibit
    Bibit cengkeh dapat disemai langsung ke media semai atau disemai terlebih dahulu dalam polybag. Jika disemai langsung ke media semai, buatlah lubang kecil sedalam 1-2 cm, kemudian masukkan 1-2 biji cengkeh ke dalam lubang. Jika disemai dalam polybag, isi polybag dengan media semai, kemudian buat lubang kecil sedalam 1-2 cm dan masukkan 1 biji cengkeh ke dalam lubang.
  • Penyiraman
    Setelah disemai, bibit cengkeh harus disiram secara teratur. Penyiraman dilakukan secukupnya, jangan sampai berlebihan karena dapat menyebabkan bibit busuk.
  • Perawatan bibit
    Bibit cengkeh yang baru disemai perlu dirawat dengan baik agar dapat tumbuh dengan optimal. Perawatan bibit meliputi penyiraman, penyiangan, dan pemupukan.

Dengan melakukan penyemaian dengan baik, petani dapat meningkatkan peluang keberhasilan budidaya cengkeh dan memperoleh hasil panen yang optimal. Bibit yang sehat dan kuat akan tumbuh menjadi tanaman cengkeh yang produktif dan menghasilkan bunga cengkeh yang berkualitas.

Penanaman

Penanaman, Cara Menanam

Dalam cara menanam cengkeh, penanaman merupakan salah satu tahap terpenting yang menentukan keberhasilan budidaya. Penanaman yang tepat akan menghasilkan tanaman cengkeh yang sehat, kuat, dan produktif. Sebaliknya, penanaman yang tidak tepat akan menghasilkan tanaman cengkeh yang lemah, rentan terhadap penyakit, dan kurang produktif.

Salah satu aspek penting dalam penanaman cengkeh adalah jarak tanam. Jarak tanam yang tepat akan memberikan ruang yang cukup bagi tanaman cengkeh untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Jarak tanam yang terlalu rapat akan menyebabkan tanaman cengkeh saling berebut nutrisi dan sinar matahari, sehingga pertumbuhannya menjadi terhambat dan produksinya menurun. Sebaliknya, jarak tanam yang terlalu lebar akan menyebabkan lahan menjadi tidak efisien dan produktivitas tanaman cengkeh menjadi rendah.

Jarak tanam yang ideal untuk cengkeh adalah 8-10 meter antar pohon. Jarak tanam ini memberikan ruang yang cukup bagi tanaman cengkeh untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Selain itu, jarak tanam ini juga memudahkan petani dalam melakukan perawatan tanaman, seperti penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit.

Dengan melakukan penanaman dengan jarak yang tepat, petani dapat meningkatkan peluang keberhasilan budidaya cengkeh dan memperoleh hasil panen yang optimal. Tanaman cengkeh yang sehat, kuat, dan produktif akan menghasilkan bunga cengkeh yang banyak dan berkualitas.

Sumber: Cara Menanam Cengkeh yang Baik dan Benar

Pemupukan

Pemupukan, Cara Menanam

Dalam cara menanam cengkeh, pemupukan merupakan salah satu aspek penting yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Pemupukan yang teratur akan menyuburkan tanaman cengkeh dan membuatnya lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Sebaliknya, pemupukan yang tidak teratur atau tidak tepat dapat menyebabkan tanaman cengkeh tumbuh kerdil, kurang produktif, dan mudah terserang hama dan penyakit.

Jenis pupuk yang digunakan untuk tanaman cengkeh dapat berupa pupuk organik atau pupuk anorganik. Pupuk organik yang sering digunakan adalah pupuk kandang atau kompos. Pupuk kandang dapat memberikan unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman cengkeh, serta memperbaiki struktur tanah. Pupuk anorganik yang sering digunakan adalah pupuk NPK. Pupuk NPK dapat memberikan unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalium yang dibutuhkan tanaman cengkeh untuk pertumbuhan dan produksi bunga.

Waktu pemupukan tanaman cengkeh yang tepat adalah pada awal musim hujan dan awal musim kemarau. Pemupukan pada awal musim hujan bertujuan untuk merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman, sedangkan pemupukan pada awal musim kemarau bertujuan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. Dosis pemupukan yang diberikan harus disesuaikan dengan umur dan kondisi tanaman.

Dengan melakukan pemupukan secara teratur dan tepat, petani dapat meningkatkan peluang keberhasilan budidaya cengkeh dan memperoleh hasil panen yang optimal. Tanaman cengkeh yang sehat, kuat, dan produktif akan menghasilkan bunga cengkeh yang banyak dan berkualitas.

Sumber: Cara Menanam Cengkeh yang Baik dan Benar

Penyiangan

Penyiangan, Cara Menanam

Dalam cara menanam cengkeh, penyiangan merupakan salah satu aspek penting yang seringkali disepelekan. Padahal, penyiangan sangat penting untuk pertumbuhan dan produktivitas tanaman cengkeh. Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman cengkeh dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dengan cara:

  • Menyerap nutrisi dan air yang dibutuhkan tanaman cengkeh.
  • Menghalangi sinar matahari yang dibutuhkan tanaman cengkeh untuk berfotosintesis.
  • Menjadi tempat berkembangnya hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman cengkeh.

Oleh karena itu, penyiangan harus dilakukan secara teratur untuk membersihkan gulma di sekitar tanaman cengkeh. Penyiangan dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan cangkul atau sabit, atau secara kimia dengan menggunakan herbisida. Penyiangan secara manual lebih ramah lingkungan, tetapi membutuhkan tenaga yang lebih banyak. Penyiangan secara kimia lebih efektif dan efisien, tetapi harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman cengkeh.

Dengan melakukan penyiangan secara teratur, petani dapat meningkatkan peluang keberhasilan budidaya cengkeh dan memperoleh hasil panen yang optimal. Tanaman cengkeh yang sehat, kuat, dan produktif akan menghasilkan bunga cengkeh yang banyak dan berkualitas.

Sumber: Cara Menanam Cengkeh yang Baik dan Benar

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian Hama Dan Penyakit, Cara Menanam

Dalam cara menanam cengkeh, pengendalian hama dan penyakit merupakan aspek yang sangat penting untuk keberhasilan budidaya. Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman cengkeh pada semua stadia pertumbuhan, mulai dari persemaian hingga panen. Oleh karena itu, petani harus selalu waspada dan melakukan tindakan pengendalian hama dan penyakit secara teratur.

  • Pengendalian Hama
    Hama yang sering menyerang tanaman cengkeh antara lain kutu daun, ulat grayak, dan penggerek batang. Pengendalian hama dapat dilakukan secara mekanis, biologis, atau kimiawi. Pengendalian hama secara mekanis dapat dilakukan dengan cara memungut hama secara manual atau menggunakan perangkap. Pengendalian hama secara biologis dapat dilakukan dengan cara menggunakan musuh alami hama, seperti predator atau parasitoid. Pengendalian hama secara kimiawi dapat dilakukan dengan cara menggunakan pestisida.
  • Pengendalian Penyakit
    Penyakit yang sering menyerang tanaman cengkeh antara lain penyakit layu daun, penyakit busuk batang, dan penyakit bercak daun. Pengendalian penyakit dapat dilakukan secara kultur teknis, biologis, atau kimiawi. Pengendalian penyakit secara kultur teknis dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar tanaman, memangkas bagian tanaman yang sakit, dan melakukan rotasi tanaman. Pengendalian penyakit secara biologis dapat dilakukan dengan cara menggunakan agens hayati, seperti bakteri atau jamur antagonis. Pengendalian penyakit secara kimiawi dapat dilakukan dengan cara menggunakan fungisida.

Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara teratur dan tepat, petani dapat meningkatkan peluang keberhasilan budidaya cengkeh dan memperoleh hasil panen yang optimal. Tanaman cengkeh yang sehat, kuat, dan produktif akan menghasilkan bunga cengkeh yang banyak dan berkualitas.

Panen

Panen, Cara Menanam

Masa panen merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh para petani cengkeh. Bunga cengkeh yang sudah siap panen memiliki ciri-ciri berwarna merah tua dan beraroma harum khas. Proses panen harus dilakukan dengan hati-hati agar bunga cengkeh tidak rusak dan kualitasnya tetap terjaga.

  • Waktu Panen

    Waktu panen cengkeh sangat berpengaruh terhadap kualitas bunga cengkeh yang dihasilkan. Panen sebaiknya dilakukan pada saat bunga cengkeh sudah benar-benar matang, yaitu saat bunga sudah berwarna merah tua dan beraroma harum. Jika panen dilakukan terlalu cepat, bunga cengkeh akan berukuran kecil dan kualitasnya rendah. Sebaliknya, jika panen dilakukan terlalu lambat, bunga cengkeh akan rontok dan kualitasnya menurun.

  • Cara Panen

    Cara panen cengkeh juga sangat berpengaruh terhadap kualitas bunga cengkeh yang dihasilkan. Panen sebaiknya dilakukan dengan cara memetik bunga cengkeh secara langsung dari tangkainya. Pemetikan harus dilakukan dengan hati-hati agar bunga cengkeh tidak rusak dan kualitasnya tetap terjaga.

  • Pasca Panen

    Setelah dipanen, bunga cengkeh harus segera dikeringkan untuk mencegah pembusukan. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari atau menggunakan oven. Setelah kering, bunga cengkeh dapat disimpan dalam wadah kedap udara untuk menjaga kualitasnya.

Proses panen yang tepat akan menghasilkan bunga cengkeh yang berkualitas tinggi. Bunga cengkeh yang berkualitas tinggi akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan dapat memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani.

Pengeringan

Pengeringan, Cara Menanam

Pengeringan merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam cengkeh. Bunga cengkeh yang baru dipanen memiliki kadar air yang tinggi, sehingga mudah rusak dan busuk. Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air pada bunga cengkeh sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama tanpa mengalami kerusakan.

  • Mencegah pembusukan
    Bunga cengkeh yang basah sangat rentan terhadap serangan jamur dan bakteri yang dapat menyebabkan pembusukan. Pengeringan dapat mencegah pertumbuhan mikroorganisme tersebut sehingga bunga cengkeh dapat disimpan lebih lama.
  • Menjaga kualitas
    Pengeringan yang tepat dapat mempertahankan kualitas bunga cengkeh, seperti warna, aroma, dan rasa. Bunga cengkeh yang dikeringkan dengan baik akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
  • Menghemat tempat penyimpanan
    Bunga cengkeh yang kering memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan bunga cengkeh yang basah. Hal ini dapat menghemat tempat penyimpanan sehingga petani dapat menyimpan lebih banyak cengkeh dalam ruang yang terbatas.
  • Memudahkan transportasi
    Bunga cengkeh yang kering lebih ringan dan mudah diangkut dibandingkan dengan bunga cengkeh yang basah. Hal ini dapat mengurangi biaya transportasi dan mempermudah proses distribusi.

Dengan melakukan pengeringan dengan baik, petani dapat meningkatkan kualitas bunga cengkeh yang dihasilkan dan memperpanjang masa simpannya. Hal ini dapat meningkatkan keuntungan petani dan memenuhi permintaan pasar akan bunga cengkeh yang berkualitas tinggi.

Pertanyaan Umum tentang Cara Menanam Cengkeh

Bagi pemula yang ingin menanam cengkeh, wajar jika memiliki banyak pertanyaan. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan beserta jawabannya:

Pertanyaan 1: Kapan waktu terbaik untuk menanam cengkeh?


Waktu terbaik untuk menanam cengkeh adalah pada awal musim penghujan. Pada saat ini, tanah masih lembap dan curah hujan yang cukup akan membantu pertumbuhan bibit cengkeh.

Pertanyaan 2: Berapa jarak tanam yang ideal untuk pohon cengkeh?


Jarak tanam yang ideal untuk pohon cengkeh adalah 8-10 meter antar pohon. Jarak ini memberikan ruang yang cukup bagi pohon cengkeh untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara merawat tanaman cengkeh agar tumbuh subur?


Perawatan tanaman cengkeh meliputi penyiraman secara teratur, pemupukan, penyiangan, dan pengendalian hama dan penyakit. Lakukan penyiraman secukupnya, jangan berlebihan. Berikan pupuk secara teratur untuk menyuburkan tanah dan memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Lakukan penyiangan untuk membersihkan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan cengkeh. Dan terakhir, lakukan pengendalian hama dan penyakit untuk melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit.

Pertanyaan 4: Kapan bunga cengkeh siap dipanen?


Bunga cengkeh siap dipanen ketika sudah berwarna merah tua dan beraroma harum. Waktu panen yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas bunga cengkeh.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara mengeringkan bunga cengkeh?


Bunga cengkeh dapat dikeringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari atau menggunakan oven. Pengeringan yang tepat akan mencegah bunga cengkeh dari pembusukan dan mempertahankan kualitasnya.

Pertanyaan 6: Apa saja manfaat bunga cengkeh?


Bunga cengkeh memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai bumbu masakan, bahan baku industri farmasi, dan wewangian. Cengkeh juga memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi yang bermanfaat bagi kesehatan.

Dengan memahami jawaban dari pertanyaan-pertanyaan umum ini, diharapkan dapat membantu pemula dalam menanam cengkeh dengan baik dan mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

Sumber: Cara Menanam Cengkeh yang Baik dan Benar

Tips Menanam Cengkeh

Menanam cengkeh bisa menjadi kegiatan yang menguntungkan dan menyenangkan. Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda sukses dalam menanam cengkeh:

Tip 1: Pilih Bibit Unggul

Kualitas bibit sangat menentukan keberhasilan budidaya cengkeh. Pilihlah bibit yang berasal dari pohon induk yang sehat dan produktif. Bibit yang baik memiliki batang yang kokoh, daun yang hijau segar, dan akar yang kuat.

Tip 2: Siapkan Lahan yang Tepat

Cengkeh membutuhkan lahan yang subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik. Lahan yang ideal memiliki pH tanah antara 5,5-6,5. Bersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman sebelumnya untuk menghindari persaingan nutrisi.

Tip 3: Tanam Pada Waktu yang Tepat

Waktu tanam yang tepat untuk cengkeh adalah pada awal musim hujan. Pada saat ini, tanah masih lembap dan curah hujan yang cukup akan membantu pertumbuhan bibit cengkeh.

Tip 4: Lakukan Perawatan Rutin

Perawatan tanaman cengkeh meliputi penyiraman, pemupukan, dan penyiangan. Siram tanaman secara teratur, terutama pada musim kemarau. Berikan pupuk secara berkala untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Lakukan penyiangan untuk membersihkan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan cengkeh.

Tip 5: Kendalikan Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit dapat mengancam pertumbuhan dan produksi cengkeh. Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, meliputi penggunaan pestisida kimia, hayati, dan mekanis. Jaga kebersihan lahan dan sanitasi tanaman untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit.

Kesimpulan

Menanam cengkeh memang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Namun, dengan mengikuti tips yang tepat, Anda dapat meningkatkan peluang keberhasilan dan memperoleh hasil panen yang melimpah. Cengkeh merupakan komoditas yang berharga, baik secara ekonomi maupun kesehatan. Jadi, jangan ragu untuk mencoba menanam cengkeh di lahan Anda.

Budidaya Cengkeh, Rempah Berharga dari Timur

Pohon cengkeh dengan bunga merah mudanya

Cara menanam cengkeh tidaklah sulit, namun perlu ketekunan dan perawatan yang tepat. Pohon cengkeh dapat tumbuh subur di iklim tropis yang hangat dan lembap. Untuk memulai, pilihlah bibit unggul dari pohon induk yang sehat dan produktif. Tanam bibit pada lahan yang gembur dan subur, dengan jarak tanam yang cukup untuk memungkinkan pertumbuhan optimal.

Merawat tanaman cengkeh meliputi penyiraman secara teratur, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit. Pemupukan dapat dilakukan menggunakan pupuk organik atau anorganik, tergantung pada ketersediaan dan kebutuhan tanaman. Hama dan penyakit dapat dikendalikan dengan cara-cara alami, seperti penggunaan pestisida nabati atau musuh alami hama. Dengan perawatan yang baik, pohon cengkeh dapat tumbuh sehat dan berbuah lebat.

Bunga cengkeh yang sudah siap panen memiliki ciri-ciri berwarna merah tua dan beraroma harum. Panen dilakukan dengan cara memetik bunga secara hati-hati, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari atau menggunakan oven. Bunga cengkeh kering dapat disimpan dalam wadah kedap udara untuk menjaga kualitas dan aromanya.

Cengkeh memiliki nilai ekonomi yang tinggi, baik dalam negeri maupun internasional. Rempah ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan, bahan baku industri farmasi, dan wewangian. Selain itu, cengkeh juga memiliki manfaat kesehatan, seperti antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi.

Jadi, jika Anda tertarik untuk membudidayakan rempah berharga ini, jangan ragu untuk memulai. Dengan ketekunan dan perawatan yang tepat, pohon cengkeh dapat menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan sekaligus berkontribusi pada pelestarian tanaman rempah asli Indonesia.

Images References

Images References, Cara Menanam
Share on