This page looks best with JavaScript enabled

Rahasia Terbongkar! Cara Menanam Jagung Super Produktif

 ·  ☕ 14 min read
  • Menjadi sumber pangan yang kaya karbohidrat, protein, dan serat.
  • Bernilai ekonomis tinggi, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor.
  • Membantu menjaga kesuburan tanah dan mencegah erosi.
  • Dapat diolah menjadi berbagai produk makanan dan industri, seperti tepung jagung, minyak jagung, dan pakan ternak.

Untuk menanam jagung dengan baik, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  1. Pemilihan lahan: Pilih lahan yang memiliki tanah gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik.
  2. Pengolahan tanah: Gemburkan tanah dengan cara membajak atau mencangkul, lalu buat bedengan dengan jarak antar bedengan sekitar 70-80 cm.
  3. Pemilihan benih: Pilih benih jagung unggul yang sesuai dengan kondisi lahan dan iklim di daerah penanaman.
  4. Penanaman: Buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 5-7 cm, kemudian masukkan 2-3 biji jagung ke dalam setiap lubang. Jarak antar lubang tanam sekitar 20-25 cm.
  5. Pemupukan: Berikan pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman, biasanya dilakukan pada saat tanam dan saat tanaman berumur sekitar 3-4 minggu.
  6. Pengairan: Jagung membutuhkan air yang cukup, terutama pada saat pertumbuhan awal dan pembentukan tongkol. Lakukan penyiraman secara teratur, terutama pada saat musim kemarau.
  7. Penyiangan: Lakukan penyiangan secara teratur untuk membersihkan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman jagung.
  8. Pengendalian hama dan penyakit: Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat waktu untuk mencegah kerusakan tanaman.
  9. Panen: Panen jagung dilakukan ketika tongkol sudah matang, biasanya sekitar 2-3 bulan setelah tanam. Ciri-ciri tongkol jagung yang matang adalah kulitnya sudah kering dan berwarna kecokelatan, serta biji jagung sudah mengeras.

Cara Menanam Jagung

Menanam jagung merupakan kegiatan penting dalam pertanian. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan untuk keberhasilan budidaya jagung, antara lain:

  • Pemilihan lahan
  • Pengolahan tanah
  • Pemilihan benih
  • Penanaman
  • Pemupukan
  • Pengairan
  • Penyiangan
  • Pengendalian hama dan penyakit
  • Panen

Pemilihan lahan yang tepat akan menentukan pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung. Tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik akan menghasilkan tanaman jagung yang sehat dan berproduksi tinggi.

Pengolahan tanah yang baik akan menciptakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan akar tanaman. Pembajakan atau pencangkulan tanah akan menggemburkan tanah dan menghilangkan gulma.

Pemilihan benih jagung unggul sangat penting untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal. Benih jagung unggul memiliki potensi hasil yang tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit, serta memiliki kualitas biji yang baik.

Penanaman jagung harus dilakukan dengan benar agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Jarak tanam dan kedalaman tanam harus sesuai dengan rekomendasi.

Pemupukan yang tepat akan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman jagung untuk pertumbuhan dan produksi. Pupuk diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.

Pengairan yang cukup sangat penting, terutama pada saat pertumbuhan awal dan pembentukan tongkol. Penyiraman dilakukan secara teratur, terutama pada saat musim kemarau.

Penyiangan dilakukan untuk membersihkan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman jagung. Gulma dapat bersaing dengan tanaman jagung dalam menyerap nutrisi dan air.

Pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan tanaman. Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman jagung pada semua tahap pertumbuhan.

Panen jagung dilakukan ketika tongkol sudah matang. Ciri-ciri tongkol jagung yang matang adalah kulitnya sudah kering dan berwarna kecokelatan, serta biji jagung sudah mengeras.

Dengan memperhatikan aspek-aspek penting tersebut, petani dapat memperoleh hasil panen jagung yang optimal. Jagung merupakan komoditas pertanian yang penting, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Dengan menguasai teknik budidaya yang baik, petani dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan dari usaha tani jagung.

Pemilihan lahan

Pemilihan Lahan, Cara Menanam

Pemilihan lahan merupakan salah satu aspek terpenting dalam cara menanam jagung. Lahan yang baik akan menentukan pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung. Jagung membutuhkan tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik.

Tanah yang gembur akan memudahkan akar tanaman jagung untuk berkembang dan menyerap nutrisi. Tanah yang subur akan menyediakan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan tanaman. Drainase yang baik akan mencegah genangan air yang dapat menyebabkan busuk akar.

Jika lahan yang dipilih tidak memenuhi syarat tersebut, maka perlu dilakukan perbaikan. Misalnya, jika tanah terlalu padat, dapat dilakukan penggemburan dengan cara membajak atau mencangkul. Jika tanah kurang subur, dapat dilakukan pemupukan untuk menambah kandungan nutrisinya. Jika drainase kurang baik, dapat dibuat saluran drainase untuk mengalirkan kelebihan air.

Dengan memilih lahan yang tepat dan melakukan perbaikan jika diperlukan, petani dapat menciptakan lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan tanaman jagung. Hal ini akan berdampak pada peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Sumber: Cara Menanam Jagung yang Benar untuk Pemula

Pengolahan tanah

Pengolahan Tanah, Cara Menanam

Pengolahan tanah merupakan salah satu langkah penting dalam cara menanam jagung. Pengolahan tanah yang baik akan menciptakan lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan akar tanaman jagung, sehingga dapat menyerap nutrisi dan air dengan baik. Selain itu, pengolahan tanah juga dapat membantu mengendalikan gulma dan penyakit.

Ada beberapa cara pengolahan tanah yang dapat dilakukan, di antaranya:

  • Membajak: Membajak adalah cara pengolahan tanah yang paling umum dilakukan. Membajak dapat dilakukan dengan menggunakan traktor atau cangkul. Membajak akan membalik tanah dan menggemburkannya, sehingga akar tanaman jagung dapat tumbuh dengan mudah.
  • Mencangkul: Mencangkul adalah cara pengolahan tanah yang dilakukan dengan menggunakan cangkul. Mencangkul akan menggemburkan tanah dan menghilangkan gulma. Mencangkul biasanya dilakukan pada lahan yang tidak terlalu luas.
  • Menggaru: Menggaru adalah cara pengolahan tanah yang dilakukan dengan menggunakan garu. Menggaru akan meratakan tanah dan menghilangkan gulma. Menggaru biasanya dilakukan setelah membajak atau mencangkul.

Pengolahan tanah yang baik akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung. Oleh karena itu, penting bagi petani untuk melakukan pengolahan tanah dengan benar sebelum menanam jagung.

Sumber: Cara Menanam Jagung yang Benar untuk Pemula

Pemilihan benih

Pemilihan Benih, Cara Menanam

Pemilihan benih merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam jagung. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif. Sebaliknya, benih yang buruk akan menghasilkan tanaman yang kerdil, mudah terserang penyakit, dan tidak produktif.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih benih jagung, antara lain:

  • Varietas: Pilih varietas jagung yang sesuai dengan kondisi lahan dan iklim di daerah penanaman. Misalnya, untuk daerah dataran rendah, pilih varietas jagung yang tahan terhadap penyakit bulai. Sedangkan untuk daerah dataran tinggi, pilih varietas jagung yang tahan terhadap penyakit karat daun.
  • Kualitas: Pilih benih jagung yang berkualitas baik. Benih yang berkualitas baik memiliki daya kecambah yang tinggi dan bebas dari hama dan penyakit.
  • Sumber: Pilih benih jagung dari sumber yang terpercaya. Benih jagung yang berasal dari sumber yang terpercaya biasanya memiliki kualitas yang baik dan terjamin keasliannya.

Dengan memilih benih jagung yang tepat, petani dapat meningkatkan peluang keberhasilan budidaya jagung. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif, sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani.

Sumber: Cara Menanam Jagung yang Benar untuk Pemula

Penanaman

Penanaman, Cara Menanam

Penanaman merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam jagung. Penanaman yang baik akan menentukan pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanaman jagung, antara lain: pemilihan lahan, pengolahan tanah, pemilihan benih, penentuan jarak tanam, dan cara tanam.

Pemilihan lahan yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan tanaman jagung. Jagung membutuhkan tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik. Pengolahan tanah yang baik akan menciptakan lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan akar tanaman jagung. Pemilihan benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif. Jarak tanam yang tepat akan memberikan ruang yang cukup bagi tanaman jagung untuk tumbuh dan berkembang. Cara tanam yang benar akan memastikan tanaman jagung tumbuh dengan baik dan tidak mudah terserang hama dan penyakit.

Penanaman jagung yang baik akan menghasilkan tanaman jagung yang sehat dan produktif. Tanaman jagung yang sehat dan produktif akan menghasilkan tongkol jagung yang besar dan berisi banyak biji. Tongkol jagung yang besar dan berisi banyak biji akan menghasilkan panen jagung yang melimpah. Panen jagung yang melimpah akan meningkatkan pendapatan petani jagung.

Sumber: Cara Menanam Jagung yang Benar untuk Pemula

Pemupukan dalam Cara Menanam Jagung

Pemupukan Dalam Cara Menanam Jagung, Cara Menanam

Pemupukan memegang peranan penting dalam cara menanam jagung. Tanaman jagung membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang melimpah. Pemupukan yang tepat akan membantu tanaman jagung menyerap nutrisi yang diperlukan dari tanah.

  • Jenis Pupuk

    Ada berbagai jenis pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman jagung, antara lain pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik berasal dari bahan-bahan alami, seperti kotoran hewan dan kompos. Pupuk anorganik dibuat dari bahan kimia dan biasanya mengandung unsur hara tertentu, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium.

  • Waktu Pemupukan

    Pemupukan dilakukan pada beberapa tahap pertumbuhan tanaman jagung. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman jagung masih muda, sekitar 2-3 minggu setelah tanam. Pemupukan berikutnya dilakukan saat tanaman jagung mulai berbunga dan saat tanaman jagung mulai membentuk tongkol.

  • Cara Pemupukan

    Pupuk dapat diberikan dengan cara ditaburkan di sekitar tanaman jagung atau dengan cara dikocor. Pemupukan dengan cara ditaburkan dilakukan dengan menaburkan pupuk di sekitar tanaman jagung, kemudian ditutup dengan tanah. Pemupukan dengan cara dikocor dilakukan dengan melarutkan pupuk dalam air, kemudian disiramkan ke tanaman jagung.

  • Manfaat Pemupukan

    Pemupukan yang tepat dapat memberikan banyak manfaat bagi tanaman jagung, antara lain meningkatkan pertumbuhan tanaman, meningkatkan produksi tongkol, dan meningkatkan kualitas biji jagung. Tanaman jagung yang dipupuk dengan baik akan lebih tahan terhadap hama dan penyakit.

Dengan memperhatikan aspek-aspek pemupukan tersebut, petani dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Pemupukan yang tepat merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam cara menanam jagung.

Pengairan

Pengairan, Cara Menanam

Pengairan adalah salah satu aspek penting dalam cara menanam jagung. Jagung membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang melimpah. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman jagung kerdil, tongkolnya kecil, dan biji jagungnya sedikit. Sebaliknya, pengairan yang berlebihan juga dapat menyebabkan tanaman jagung busuk akar dan mudah terserang penyakit.

Kebutuhan air tanaman jagung bervariasi tergantung pada tahap pertumbuhannya. Pada tahap awal pertumbuhan, tanaman jagung membutuhkan lebih sedikit air. Kebutuhan air akan meningkat saat tanaman jagung mulai berbunga dan membentuk tongkol. Petani harus memperhatikan kebutuhan air tanaman jagung dan menyesuaikan jadwal penyiraman sesuai dengan kondisi cuaca dan tanah.

Ada beberapa cara pengairan yang dapat dilakukan, antara lain pengairan permukaan, pengairan tetes, dan pengairan sprinkler. Pemilihan metode pengairan tergantung pada kondisi lahan, ketersediaan air, dan biaya. Pengairan permukaan adalah cara pengairan yang paling umum dilakukan. Pengairan tetes dan pengairan sprinkler merupakan cara pengairan yang lebih efisien dan dapat menghemat air.

Pengairan yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Dengan memperhatikan kebutuhan air tanaman jagung dan menggunakan metode pengairan yang tepat, petani dapat mengoptimalkan hasil panen jagung.

Sumber: Cara Menanam Jagung yang Benar untuk Pemula

Penyiangan

Penyiangan, Cara Menanam

Dalam cara menanam jagung, penyiangan merupakan salah satu aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Penyiangan adalah kegiatan membersihkan gulma atau tanaman pengganggu yang tumbuh di sekitar tanaman jagung. Gulma dapat bersaing dengan tanaman jagung dalam menyerap nutrisi dan air, sehingga dapat menghambat pertumbuhan dan produksi tanaman jagung.

Ada beberapa cara penyiangan yang dapat dilakukan, antara lain penyiangan manual, penyiangan kimia, dan penyiangan mulsa. Penyiangan manual dilakukan dengan cara mencabut atau memotong gulma menggunakan tangan atau alat bantu seperti cangkul atau sabit. Penyiangan kimia dilakukan dengan cara menyemprotkan herbisida atau obat pembasmi gulma. Penyiangan mulsa dilakukan dengan cara menutupi tanah di sekitar tanaman jagung dengan mulsa, seperti jerami atau rumput kering. Mulsa akan menghalangi pertumbuhan gulma dan menjaga kelembaban tanah.

Penyiangan yang tepat dapat memberikan banyak manfaat bagi tanaman jagung, antara lain meningkatkan pertumbuhan tanaman, meningkatkan produksi tongkol, dan meningkatkan kualitas biji jagung. Tanaman jagung yang tidak disiangi akan lebih rentan terhadap hama dan penyakit. Selain itu, penyiangan juga dapat membantu menjaga kebersihan lahan dan mencegah kebakaran.

Dengan memperhatikan aspek penyiangan dalam cara menanam jagung, petani dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Penyiangan yang tepat merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam budidaya jagung.

Sumber: Cara Menanam Jagung yang Benar untuk Pemula

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian Hama Dan Penyakit, Cara Menanam

Dalam cara menanam jagung, pengendalian hama dan penyakit merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman jagung pada semua tahap pertumbuhan, mulai dari persemaian hingga panen. Jika tidak dikendalikan dengan baik, hama dan penyakit dapat menyebabkan kerusakan serius pada tanaman jagung dan menurunkan hasil panen.

  • Pengendalian Hama

    Hama yang biasa menyerang tanaman jagung antara lain penggerek batang, penggerek tongkol, dan ulat grayak. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan cara mekanis, kimiawi, dan biologis. Pengendalian mekanis dilakukan dengan cara menangkap atau membunuh hama secara langsung. Pengendalian kimiawi dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida. Pengendalian biologis dilakukan dengan cara menggunakan musuh alami hama, seperti burung atau predator lainnya.

  • Pengendalian Penyakit

    Penyakit yang biasa menyerang tanaman jagung antara lain penyakit bulai, penyakit karat daun, dan penyakit busuk tongkol. Pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan cara kultur teknis, kimiawi, dan biologis. Pengendalian kultur teknis dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lahan dan menanam varietas jagung yang tahan penyakit. Pengendalian kimiawi dilakukan dengan cara menyemprotkan fungisida. Pengendalian biologis dilakukan dengan cara menggunakan mikroorganisme antagonis atau musuh alami penyakit.

Pengendalian hama dan penyakit yang tepat dapat memberikan banyak manfaat bagi tanaman jagung, antara lain meningkatkan pertumbuhan tanaman, meningkatkan produksi tongkol, dan meningkatkan kualitas biji jagung. Tanaman jagung yang tidak dikendalikan hama dan penyakitnya akan lebih rentan mengalami gagal panen. Selain itu, pengendalian hama dan penyakit juga dapat membantu menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penyebaran hama dan penyakit ke tanaman lain.

Dengan memperhatikan aspek pengendalian hama dan penyakit dalam cara menanam jagung, petani dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Pengendalian hama dan penyakit yang tepat merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam budidaya jagung.

Panen

Panen, Cara Menanam

Panen merupakan puncak dari cara menanam jagung. Setelah melalui proses panjang mulai dari pemilihan lahan, pengolahan tanah, pemilihan benih, penanaman, pemupukan, pengairan, penyiangan, dan pengendalian hama dan penyakit, akhirnya petani dapat memanen hasil jerih payahnya.

Panen jagung dilakukan ketika tongkol jagung sudah matang. Ciri-ciri tongkol jagung yang matang antara lain kulitnya sudah kering dan berwarna kecokelatan, serta biji jagung sudah mengeras. Panen jagung dapat dilakukan secara manual dengan tangan atau menggunakan alat bantu seperti pisau atau sabit.

Setelah dipanen, tongkol jagung biasanya dijemur terlebih dahulu untuk mengurangi kadar airnya. Tongkol jagung yang sudah kering kemudian diolah menjadi berbagai produk, seperti tepung jagung, minyak jagung, dan pakan ternak. Biji jagung juga dapat dikonsumsi langsung sebagai makanan pokok atau diolah menjadi berbagai makanan olahan, seperti nasi jagung, bubur jagung, dan popcorn.

Panen merupakan bagian yang sangat penting dalam cara menanam jagung. Tanpa panen, semua proses sebelumnya akan sia-sia. Oleh karena itu, petani harus memperhatikan waktu panen yang tepat dan melakukan panen dengan hati-hati agar tidak merusak tongkol jagung.

Sumber: Cara Menanam Jagung yang Benar untuk Pemula

Pertanyaan Umum Cara Menanam Jagung

Menanam jagung tidak selalu mudah, apalagi bagi pemula. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan, mulai dari pemilihan lahan hingga panen. Namun, jangan khawatir, berikut adalah beberapa pertanyaan umum seputar cara menanam jagung yang sering ditanyakan:

Pertanyaan 1: Kapan waktu yang tepat untuk menanam jagung?


Jawaban: Waktu yang tepat untuk menanam jagung adalah saat musim hujan tiba. Jagung membutuhkan banyak air, jadi pastikan tanah selalu lembab.

Pertanyaan 2: Bagaimana cara memilih bibit jagung yang baik?


Jawaban: Pilih bibit jagung yang berasal dari varietas unggul dan bebas dari hama dan penyakit. Bibit yang baik akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif.

Pertanyaan 3: Berapa jarak tanam yang tepat untuk jagung?


Jawaban: Jarak tanam yang tepat untuk jagung adalah 70-80 cm antar baris dan 20-25 cm antar lubang tanam.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara memupuk tanaman jagung?


Jawaban: Tanaman jagung membutuhkan pupuk yang cukup, terutama nitrogen, fosfor, dan kalium. Pupuk dapat diberikan pada saat tanam dan saat tanaman berumur sekitar 3-4 minggu.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman jagung?


Jawaban: Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan cara mekanis, kimiawi, atau biologis. Cara mekanis dilakukan dengan cara menangkap atau membunuh hama secara langsung. Cara kimiawi dilakukan dengan cara menyemprotkan pestisida. Cara biologis dilakukan dengan cara menggunakan predator alami hama atau penyakit.

Pertanyaan 6: Kapan saat yang tepat untuk memanen jagung?


Jawaban: Jagung dapat dipanen ketika tongkolnya sudah matang. Ciri-ciri tongkol jagung yang matang adalah kulitnya sudah kering dan berwarna kecokelatan, serta biji jagung sudah mengeras.

Itulah beberapa pertanyaan umum seputar cara menanam jagung. Jika masih memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk bertanya kepada penyuluh pertanian atau membaca sumber-sumber terpercaya.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, diharapkan Anda dapat menanam jagung dengan sukses dan memperoleh hasil panen yang melimpah.

Sumber: Cara Menanam Jagung yang Benar untuk Pemula

Tips Menanam Jagung

Menanam jagung tidak sesulit yang dibayangkan. Dengan mengikuti beberapa tips sederhana, kamu bisa mendapatkan hasil panen yang melimpah. Berikut ini lima tips menanam jagung yang bisa kamu coba:

Tip 1: Pilih Lahan yang Tepat
Jagung membutuhkan tanah yang subur dan gembur. Pastikan lahan yang kamu pilih memiliki drainase yang baik dan tidak tergenang air.

Tip 2: Olah Tanah dengan Benar
Sebelum menanam jagung, olah tanah terlebih dahulu. Cangkul tanah sedalam 20-30 cm dan tambahkan pupuk kandang atau kompos untuk menyuburkan tanah.

Tip 3: Pilih Bibit Jagung yang Unggul
Pilih bibit jagung yang berasal dari varietas unggul dan tahan hama penyakit. Bibit yang baik akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif.

Tip 4: Tanam Jagung dengan Jarak yang Tepat
Jarak tanam yang ideal untuk jagung adalah 70-80 cm antar baris dan 20-25 cm antar lubang tanam. Jarak tanam yang tepat akan memberikan ruang yang cukup bagi tanaman jagung untuk tumbuh dan berkembang.

Tip 5: Siram Tanaman Jagung Secara Teratur
Jagung membutuhkan banyak air, terutama pada saat pertumbuhan awal dan pembentukan tongkol. Siram tanaman jagung secara teratur, terutama pada saat musim kemarau.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu akan mendapatkan tanaman jagung yang sehat dan produktif. Jagung yang sehat akan menghasilkan tongkol yang besar dan berisi banyak biji. Tongkol jagung yang besar dan berisi banyak biji akan menghasilkan panen jagung yang melimpah.

Cara Menanam Jagung yang Benar

Jagung yang subur

Menanam jagung itu mudah dan menyenangkan, lho! Dengan mengikuti beberapa langkah sederhana, kamu bisa mendapatkan hasil panen yang melimpah. Pertama, pilih lahan yang tepat, yaitu tanah yang subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik. Kemudian, olah tanah dengan benar, yaitu dengan mencangkul tanah sedalam 20-30 cm dan menambahkan pupuk kandang atau kompos untuk menyuburkan tanah.

Selanjutnya, pilih bibit jagung yang unggul, yaitu bibit yang berasal dari varietas unggul dan tahan hama penyakit. Tanam jagung dengan jarak yang tepat, yaitu 70-80 cm antar baris dan 20-25 cm antar lubang tanam. Terakhir, siram tanaman jagung secara teratur, terutama pada saat pertumbuhan awal dan pembentukan tongkol.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu akan mendapatkan tanaman jagung yang sehat dan produktif. Jagung yang sehat akan menghasilkan tongkol yang besar dan berisi banyak biji. Tongkol jagung yang besar dan berisi banyak biji akan menghasilkan panen jagung yang melimpah. Yuk, tunggu apalagi? Ayo tanam jagung sekarang juga!

Images References

Images References, Cara Menanam
Share on