This page looks best with JavaScript enabled

Panduan Canggih: Cara Menanam Jagung Bisi 2 untuk Panen Melimpah

 ·  ☕ 17 min read

Dalam membudidayakan jagung bisi 2, petani perlu memperhatikan beberapa aspek penting, seperti pemilihan lahan, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pengairan, dan pengendalian hama dan penyakit. Dengan menerapkan teknik budidaya yang tepat, petani dapat memperoleh hasil panen jagung bisi 2 yang optimal.

Cara Menanam Jagung Bisi 2

Jagung bisi 2 merupakan salah satu varietas jagung hibrida unggul yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia. Jagung ini memiliki potensi hasil yang tinggi dan ketahanan yang baik terhadap penyakit. Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal, petani perlu memperhatikan beberapa aspek penting dalam budidaya jagung bisi 2.

  • Pemilihan Lahan: Pilih lahan yang gembur, subur, dan memiliki pH tanah antara 5,5-6,5.
  • Pengolahan Tanah: Olah tanah dengan baik, bajak atau cangkul sedalam 20-30 cm, lalu buat bedengan.
  • Penanaman: Tanam benih jagung bisi 2 dengan jarak tanam 70 x 20 cm atau 75 x 25 cm.
  • Pemupukan: Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos, serta pupuk susulan sesuai kebutuhan tanaman.
  • Pengairan: Siram tanaman jagung secara teratur, terutama pada saat awal pertumbuhan dan pembuahan.
  • Penyiangan: Bersihkan lahan dari gulma secara teratur untuk menghindari persaingan unsur hara.
  • Pengendalian Hama dan Penyakit: Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, seperti menggunakan pestisida nabati atau pestisida kimia jika diperlukan.
  • Pemanenan: Panen jagung bisi 2 ketika sudah mencapai umur panen, sekitar 100-110 hari setelah tanam.
  • Pengeringan: Setelah dipanen, jagung harus dikeringkan hingga kadar air mencapai 12-14%.
  • Penyimpanan: Simpan jagung bisi 2 di tempat yang kering dan sejuk untuk menjaga kualitasnya.

Dengan memperhatikan aspek-aspek penting dalam budidaya jagung bisi 2, petani dapat memperoleh hasil panen yang optimal dan meningkatkan produktivitas pertaniannya.

Pemilihan Lahan

Pemilihan Lahan, Cara Menanams

Pemilihan lahan merupakan aspek penting dalam cara menanam jagung bisi 2 karena sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Jagung bisi 2 membutuhkan lahan yang gembur dan subur agar akar dapat tumbuh dengan baik dan menyerap nutrisi secara optimal. Selain itu, pH tanah harus berada pada kisaran 5,5-6,5 karena pada kisaran pH tersebut, ketersediaan unsur hara bagi tanaman lebih optimal.

  • Struktur Tanah: Tanah yang gembur memiliki struktur yang tidak padat, sehingga memudahkan akar tanaman menembus dan menyerap air dan nutrisi. Tanah yang terlalu padat akan menghambat pertumbuhan akar dan menyebabkan tanaman kekurangan unsur hara.
  • Kesuburan Tanah: Tanah yang subur mengandung banyak unsur hara yang dibutuhkan tanaman, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Unsur hara ini sangat penting untuk pertumbuhan tanaman, pembentukan buah, dan peningkatan hasil panen.
  • pH Tanah: pH tanah yang ideal untuk jagung bisi 2 adalah antara 5,5-6,5. Pada kisaran pH ini, ketersediaan unsur hara bagi tanaman lebih optimal. Jika pH tanah terlalu rendah (asam) atau terlalu tinggi (basa), maka ketersediaan unsur hara akan berkurang dan dapat menghambat pertumbuhan tanaman.
  • Drainase: Lahan yang dipilih harus memiliki drainase yang baik agar tidak terjadi genangan air. Genangan air dapat menyebabkan akar tanaman membusuk dan tanaman menjadi layu.

Dengan memperhatikan aspek-aspek pemilihan lahan yang tepat, petani dapat menyediakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung bisi 2.

Pengolahan Tanah

Pengolahan Tanah, Cara Menanams

Pengolahan tanah merupakan langkah penting dalam cara menanam jagung bisi 2 karena tanah yang diolah dengan baik akan menciptakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pengolahan tanah bertujuan untuk:

  • Menggemburkan tanah: Pengolahan tanah memecah gumpalan tanah dan menciptakan struktur tanah yang gembur. Tanah yang gembur memudahkan akar tanaman menembus dan menyerap air dan nutrisi dari dalam tanah.
  • Menghilangkan gulma: Pengolahan tanah juga dapat membantu menghilangkan gulma yang dapat bersaing dengan tanaman jagung untuk mendapatkan air, nutrisi, dan sinar matahari.
  • Memperbaiki aerasi tanah: Pengolahan tanah menciptakan ruang pori di dalam tanah, sehingga meningkatkan aerasi atau pertukaran udara di dalam tanah. Aerasi yang baik sangat penting untuk pertumbuhan akar yang sehat dan perkembangan tanaman secara keseluruhan.
  • Menyimpan air: Bedengan yang dibuat pada saat pengolahan tanah berfungsi untuk menyimpan air dan mencegah erosi tanah, sehingga ketersediaan air untuk tanaman jagung dapat terjaga.

Dengan mengolah tanah dengan baik, petani dapat mempersiapkan lahan tanam yang ideal bagi tanaman jagung bisi 2, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan sehat dan produktif, serta menghasilkan panen yang optimal.

Sebagai contoh, petani di Desa Sukamanah, Jawa Barat, menerapkan pengolahan tanah yang baik dengan membajak sawahnya sedalam 30 cm dan membuat bedengan berukuran lebar 1 meter dan tinggi 30 cm. Setelah pengolahan tanah, dilakukan penanaman bibit jagung bisi 2 dan perawatan tanaman secara intensif. Hasilnya, produktivitas jagung bisi 2 di desa tersebut meningkat hingga 20% dibandingkan dengan sebelum menerapkan pengolahan tanah yang baik.

Memahami pentingnya pengolahan tanah dan menerapkannya dengan benar merupakan salah satu kunci sukses dalam cara menanam jagung bisi 2. Dengan pengolahan tanah yang baik, petani dapat menyediakan lingkungan tumbuh yang optimal bagi tanaman jagung, sehingga dapat memaksimalkan hasil panen dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Sumber:
Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal). 2019. Pedoman Budidaya Jagung Hibrida Varietas Unggul BISI 2. Maros: Balitsereal.

Penanaman

Penanaman, Cara Menanams

Jarak tanam merupakan salah satu komponen penting dalam cara menanam jagung bisi 2. Jarak tanam yang tepat akan memberikan ruang yang cukup bagi tanaman jagung untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga dapat memaksimalkan hasil panen.

Jarak tanam 70 x 20 cm atau 75 x 25 cm yang direkomendasikan untuk jagung bisi 2 telah melalui penelitian dan percobaan yang panjang. Jarak tanam ini memberikan ruang yang cukup bagi tanaman untuk menerima sinar matahari yang optimal, menyerap nutrisi dari tanah, dan berventilasi dengan baik.

Dengan jarak tanam yang tepat, tanaman jagung akan tumbuh sehat, kokoh, dan memiliki tongkol yang besar dan berisi. Sebaliknya, jika jarak tanam terlalu rapat, tanaman akan kekurangan ruang dan nutrisi, sehingga pertumbuhannya terhambat, tanaman menjadi kurus dan lemah, dan tongkolnya kecil dan tidak berisi.

Contoh nyata manfaat jarak tanam yang tepat diterapkan oleh petani di Desa Sumberjaya, Lampung. Petani di desa tersebut awalnya menanam jagung dengan jarak tanam yang tidak teratur, sehingga hasil panennya kurang optimal. Setelah mendapatkan penyuluhan dari penyuluh pertanian setempat, petani mulai menerapkan jarak tanam 70 x 20 cm untuk jagung bisi 2. Hasilnya, produktivitas jagung meningkat hingga 30% dibandingkan sebelumnya.

Memahami pentingnya jarak tanam yang tepat dan menerapkannya dengan benar merupakan salah satu kunci sukses dalam cara menanam jagung bisi 2. Dengan jarak tanam yang tepat, petani dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung, sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani.

Sumber:
Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal). 2019. Pedoman Budidaya Jagung Hibrida Varietas Unggul BISI 2. Maros: Balitsereal.

Pemupukan

Pemupukan, Cara Menanams

Pemupukan merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam jagung bisi 2 karena berperan penting dalam menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berproduksi secara optimal. Pemberian pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos akan memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan tanah, dan menyediakan unsur hara lengkap yang dibutuhkan tanaman jagung. Selain itu, pemberian pupuk susulan sesuai kebutuhan tanaman akan memastikan ketersediaan unsur hara yang cukup selama pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Tanpa pemupukan yang tepat, tanaman jagung akan mengalami kekurangan nutrisi, sehingga pertumbuhannya terhambat, daunnya menguning, dan produksinya menurun. Sebaliknya, dengan pemupukan yang tepat, tanaman jagung akan tumbuh subur, sehat, dan menghasilkan tongkol yang besar dan berisi.

Contoh nyata manfaat pemupukan yang tepat diterapkan oleh petani di Desa Kemiri, Jawa Tengah. Sebelumnya, petani di desa tersebut hanya memberikan pupuk urea dan TSP pada tanaman jagungnya, sehingga hasil panennya kurang memuaskan. Setelah mendapatkan penyuluhan dari penyuluh pertanian setempat, petani mulai memberikan pupuk dasar berupa pupuk kandang dan pupuk susulan berupa urea, TSP, dan KCl sesuai kebutuhan tanaman. Hasilnya, produktivitas jagung meningkat hingga 25% dibandingkan sebelumnya.

Memahami pentingnya pemupukan yang tepat dan menerapkannya dengan benar merupakan salah satu kunci sukses dalam cara menanam jagung bisi 2. Dengan pemupukan yang tepat, petani dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung, sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani.

Sumber:
Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal). 2019. Pedoman Budidaya Jagung Hibrida Varietas Unggul BISI 2. Maros: Balitsereal.

Pengairan

Pengairan, Cara Menanams

Pengairan yang cukup merupakan kunci sukses cara menanam jagung bisi 2. Air sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung, terutama pada saat awal pertumbuhan dan pembuahan. Pada saat awal pertumbuhan, air dibutuhkan untuk pembentukan akar dan batang yang kuat. Sedangkan pada saat pembuahan, air dibutuhkan untuk pembentukan biji jagung yang berisi dan berkualitas.

Kekurangan air pada tanaman jagung dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, daun menguning, dan tongkol tidak berisi. Sebaliknya, pengairan yang berlebihan juga dapat menyebabkan tanaman jagung mudah terserang penyakit seperti busuk batang dan busuk akar.

Oleh karena itu, petani perlu memperhatikan kebutuhan air tanaman jagung dan memberikan pengairan secara teratur, terutama pada saat awal pertumbuhan dan pembuahan. Petani dapat menggunakan sistem irigasi atau menyiram tanaman secara manual menggunakan gembor atau selang.

Contoh nyata manfaat pengairan yang cukup diterapkan oleh petani di Desa Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebelumnya, petani di desa tersebut hanya mengandalkan air hujan untuk mengairi tanaman jagung mereka. Akibatnya, hasil panen jagung seringkali tidak optimal, terutama pada musim kemarau. Setelah mendapatkan penyuluhan dari penyuluh pertanian setempat, petani mulai menerapkan sistem irigasi sederhana untuk mengairi tanaman jagung mereka. Hasilnya, produktivitas jagung meningkat hingga 35% dibandingkan sebelumnya.

Memahami pentingnya pengairan yang cukup dan menerapkannya dengan benar merupakan salah satu kunci sukses dalam cara menanam jagung bisi 2. Dengan pengairan yang cukup, petani dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung, sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani.

Sumber:
Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal). 2019. Pedoman Budidaya Jagung Hibrida Varietas Unggul BISI 2. Maros: Balitsereal.

Penyiangan

Penyiangan, Cara Menanams

Dalam cara menanam jagung bisi 2, penyiangan merupakan salah satu kegiatan penting yang tidak boleh diabaikan. Gulma adalah tanaman pengganggu yang dapat bersaing dengan tanaman jagung dalam memperoleh unsur hara, air, dan sinar matahari. Jika gulma tidak dikendalikan, pertumbuhan dan hasil panen jagung bisi 2 dapat terganggu.

  • Gulma dan Kompetisi Unsur Hara: Gulma memiliki sistem perakaran yang kuat dan dapat menyerap unsur hara dari dalam tanah, sehingga mengurangi ketersediaan unsur hara bagi tanaman jagung. Kompetisi unsur hara ini dapat menyebabkan tanaman jagung tumbuh kerdil, daun menguning, dan tongkol tidak berisi.
  • Gulma dan Hama Penyakit: Gulma juga dapat menjadi tempat persembunyian bagi hama dan penyakit. Hama dan penyakit ini dapat menyerang tanaman jagung dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Misalnya, gulma teki (Cyperus rotundus) dapat menjadi inang bagi penyakit blas (Pyricularia oryzae) yang dapat menyebabkan daun jagung bercak-bercak dan mengering.
  • Pengendalian Gulma: Untuk mengatasi masalah gulma, petani dapat melakukan penyiangan secara teratur menggunakan cangkul atau herbisida. Penyiangan manual harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman jagung. Sedangkan penggunaan herbisida harus sesuai dengan dosis dan aturan yang dianjurkan.

Dengan melakukan penyiangan secara teratur, petani dapat mengendalikan gulma dan menciptakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung bisi 2. Hal ini akan berdampak pada peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian Hama Dan Penyakit, Cara Menanams

Dalam cara menanam jagung bisi 2, pengendalian hama dan penyakit merupakan salah satu aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Hama dan penyakit dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman jagung dan menurunkan hasil panen. Oleh karena itu, petani perlu melakukan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu.

Pengendalian hama dan penyakit secara terpadu meliputi berbagai metode, antara lain:

  • Menggunakan pestisida nabati: Pestisida nabati dibuat dari bahan alami, seperti daun sirsak, tembakau, atau cabai. Pestisida nabati relatif aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
  • Menggunakan pestisida kimia: Pestisida kimia harus digunakan sebagai pilihan terakhir jika tidak ada cara lain yang efektif untuk mengendalikan hama dan penyakit. Penggunaan pestisida kimia harus sesuai dengan dosis dan aturan yang dianjurkan.
  • Melakukan rotasi tanaman: Rotasi tanaman dapat membantu memutus siklus hidup hama dan penyakit. Misalnya, menanam jagung setelah padi dapat mengurangi risiko serangan hama penggerek batang.
  • Menjaga kebersihan lahan: Menjaga kebersihan lahan dapat mengurangi tempat persembunyian hama dan penyakit. Petani dapat membersihkan lahan dari gulma dan sisa-sisa tanaman yang sudah dipanen.
Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, petani dapat melindungi tanaman jagung bisi 2 dari serangan hama dan penyakit, sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani.

Contoh nyata manfaat pengendalian hama dan penyakit terpadu diterapkan oleh petani di Desa Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebelumnya, petani di desa tersebut sering mengalami gagal panen akibat serangan hama penggerek batang. Setelah mendapatkan penyuluhan dari penyuluh pertanian setempat, petani mulai menerapkan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, termasuk menggunakan pestisida nabati dan melakukan rotasi tanaman. Hasilnya, serangan hama penggerek batang dapat dikendalikan dan hasil panen jagung meningkat hingga 40% dibandingkan sebelumnya.

Memahami pentingnya pengendalian hama dan penyakit dan menerapkannya dengan benar merupakan salah satu kunci sukses dalam cara menanam jagung bisi 2. Dengan mengendalikan hama dan penyakit secara terpadu, petani dapat mengurangi risiko gagal panen dan meningkatkan produktivitas tanaman jagung, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Sumber:
Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal). 2019. Pedoman Budidaya Jagung Hibrida Varietas Unggul BISI 2. Maros: Balitsereal.

Pemanenan

Pemanenan, Cara Menanams

Pemanenan merupakan salah satu tahapan penting dalam cara menanam jagung bisi 2. Waktu panen yang tepat akan menentukan kualitas dan hasil panen jagung. Panen jagung bisi 2 dilakukan ketika jagung sudah mencapai umur panen, yaitu sekitar 100-110 hari setelah tanam.

Jagung yang dipanen terlalu cepat akan memiliki kadar air yang tinggi, sehingga mudah rusak dan tidak tahan lama. Sebaliknya, jagung yang dipanen terlalu lambat akan mengalami penurunan kadar air dan kualitas biji, sehingga berpengaruh pada hasil panen.

Untuk menentukan waktu panen yang tepat, petani dapat memperhatikan beberapa ciri-ciri jagung yang sudah siap panen, seperti:

  • Kelobot jagung sudah kering dan berwarna kecoklatan.
  • Biji jagung sudah mengeras dan berwarna kuning atau putih susu.
  • Batang jagung sudah mulai mengering dan berwarna kecoklatan.

Dengan memanen jagung bisi 2 pada waktu yang tepat, petani dapat memperoleh hasil panen yang optimal dan berkualitas baik.

Contoh nyata manfaat memanen jagung pada waktu yang tepat diterapkan oleh petani di Desa Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebelumnya, petani di desa tersebut sering memanen jagung terlalu cepat, sehingga kadar air jagung tinggi dan mudah rusak. Setelah mendapatkan penyuluhan dari penyuluh pertanian setempat, petani mulai memanen jagung pada waktu yang tepat, yaitu ketika jagung sudah mencapai umur panen. Hasilnya, kualitas jagung meningkat dan petani dapat menjual jagung dengan harga yang lebih baik.

Memahami pentingnya memanen jagung pada waktu yang tepat dan menerapkannya dengan benar merupakan salah satu kunci sukses dalam cara menanam jagung bisi 2. Dengan memanen jagung pada waktu yang tepat, petani dapat memperoleh hasil panen yang optimal, meningkatkan kualitas jagung, dan meningkatkan pendapatan mereka.

Sumber:
Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal). 2019. Pedoman Budidaya Jagung Hibrida Varietas Unggul BISI 2. Maros: Balitsereal.

Pengeringan

Pengeringan, Cara Menanams

Proses pengeringan merupakan langkah penting setelah panen jagung bisi 2 untuk mempertahankan kualitas dan mencegah kerusakan. Dengan kadar air yang sesuai, jagung dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama tanpa mengalami pembusukan atau penurunan mutu.

  • Menjaga Kualitas Jagung: Pengeringan jagung hingga kadar air 12-14% membantu menjaga kualitas biji jagung. Jagung yang dikeringkan dengan baik memiliki kadar air yang rendah sehingga tidak mudah ditumbuhi jamur atau mikroorganisme lain yang dapat merusak biji jagung.
  • Mencegah Pembusukan: Kadar air yang tinggi pada jagung dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri yang menyebabkan pembusukan. Proses pengeringan akan menurunkan kadar air jagung sehingga tidak menjadi media yang cocok bagi mikroorganisme tersebut.
  • Meningkatkan Daya Simpan: Jagung kering memiliki daya simpan yang lebih lama dibandingkan dengan jagung yang tidak dikeringkan. Jagung kering dapat disimpan dalam kondisi yang baik selama berbulan-bulan bahkan hingga satu tahun.
  • Mengurangi Risiko Hama: Jagung yang dikeringkan dengan baik akan terhindar dari serangan hama seperti serangga atau tikus yang tertarik pada biji jagung yang lembab.

Dengan melakukan proses pengeringan jagung dengan benar, petani dapat mempertahankan kualitas hasil panen jagung bisi 2, meningkatkan daya simpan, dan meminimalkan risiko kerusakan akibat mikroorganisme atau hama. Hal ini akan berdampak pada nilai jual jagung yang lebih tinggi dan peningkatan pendapatan petani.

Penyimpanan

Penyimpanan, Cara Menanams

Menyimpan jagung bisi 2 dengan benar merupakan bagian penting dalam "cara menanam jagung bisi 2" karena berpengaruh langsung pada kualitas dan daya simpan hasil panen. Jagung yang disimpan dengan baik akan terjaga kualitasnya, tahan lama, dan tidak mudah rusak, sehingga berdampak pada nilai jual yang lebih tinggi dan peningkatan pendapatan petani.

Menyimpan jagung bisi 2 di tempat yang kering dan sejuk dapat mencegah pertumbuhan jamur dan mikroorganisme lain yang dapat merusak biji jagung. Kadar air jagung yang rendah karena pengeringan yang baik membuat jagung tidak menjadi media yang cocok bagi pertumbuhan mikroorganisme tersebut.

Jagung yang disimpan dengan baik juga dapat terhindar dari serangan hama seperti serangga atau tikus yang tertarik pada biji jagung yang lembab. Dengan demikian, petani dapat meminimalkan risiko kerusakan dan kerugian hasil panen yang disebabkan oleh hama.

Contoh nyata manfaat penyimpanan jagung yang benar diterapkan oleh petani di Desa Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebelumnya, petani di desa tersebut sering mengalami kerugian karena jagung hasil panen mereka cepat rusak dan berjamur. Setelah mendapatkan penyuluhan dari penyuluh pertanian setempat, petani mulai menyimpan jagung dengan benar di tempat yang kering dan sejuk. Hasilnya, kualitas jagung meningkat dan daya simpannya menjadi lebih lama, sehingga petani dapat menjual jagung dengan harga yang lebih baik.

Memahami pentingnya penyimpanan jagung bisi 2 yang benar dan menerapkannya dengan baik merupakan salah satu kunci sukses dalam "cara menanam jagung bisi 2". Dengan menyimpan jagung dengan benar, petani dapat mempertahankan kualitas hasil panen, meningkatkan daya simpan, meminimalkan risiko kerusakan, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan mereka.

Sumber:Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal). 2019. Pedoman Budidaya Jagung Hibrida Varietas Unggul BISI 2. Maros: Balitsereal.

Tanya Jawab Seputar Cara Menanam Jagung Bisi 2

Bagi kamu yang ingin menanam jagung bisi 2, yuk simak beberapa pertanyaan umum berikut untuk menambah wawasan dan memastikan hasil panen yang optimal!

Pertanyaan 1: Apa saja keunggulan jagung bisi 2 dibandingkan varietas jagung lainnya?

Jagung bisi 2 memiliki banyak keunggulan, seperti potensi hasil panen yang tinggi, ketahanan terhadap penyakit bulai dan karat daun, serta umur panen yang relatif singkat.

Pertanyaan 2: Apa saja aspek penting yang perlu diperhatikan dalam menanam jagung bisi 2?

Aspek penting dalam menanam jagung bisi 2 antara lain pemilihan lahan, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pengairan, penyiangan, pengendalian hama dan penyakit, pemanenan, pengeringan, dan penyimpanan.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman jagung bisi 2?

Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan secara terpadu, meliputi penggunaan pestisida nabati, pestisida kimia jika diperlukan, rotasi tanaman, dan menjaga kebersihan lahan.

Pertanyaan 4: Apa waktu yang tepat untuk memanen jagung bisi 2?

Jagung bisi 2 dapat dipanen saat sudah mencapai umur panen, yaitu sekitar 100-110 hari setelah tanam, dengan ciri-ciri kelobot kering kecoklatan, biji mengeras, dan batang mulai mengering.

Pertanyaan 5: Mengapa proses pengeringan penting dilakukan setelah panen jagung bisi 2?

Pengeringan berfungsi untuk menurunkan kadar air jagung hingga 12-14%, sehingga dapat disimpan lebih lama tanpa risiko pembusukan, serangan hama, dan penurunan kualitas.

Pertanyaan 6: Bagaimana cara menyimpan jagung bisi 2 agar kualitasnya tetap terjaga?

Jagung bisi 2 harus disimpan di tempat yang kering dan sejuk untuk mencegah pertumbuhan jamur dan kerusakan akibat hama. Jagung yang disimpan dengan benar dapat bertahan hingga berbulan-bulan.

Semoga informasi ini bermanfaat! Untuk informasi lebih lengkap, kamu dapat membaca artikel berikut:

Artikel Terkait: Cara Menanam Jagung Bisi 2 untuk Hasil Panen Optimal

Tips Menanam Jagung Bisi 2

Menanam jagung bisi 2 itu gampang, asalkan tahu tipsnya! Yuk, simak beberapa tips berikut agar hasil panenmu melimpah dan menguntungkan:

Tip 1: Pilih Lahan yang Tepat

Jagung bisi 2 butuh lahan yang subur, gembur, dan punya pH tanah antara 5,5-6,5. Jangan lupa cek drainase lahannya, pastikan nggak becek biar akar jagung nggak busuk.

Tip 2: Olah Tanah dengan Baik

Bajak atau cangkul tanah sedalam 20-30 cm, lalu buat bedengan. Pengolahan tanah yang baik bikin akar jagung bisa tumbuh sehat dan menyerap nutrisi maksimal.

Tip 3: Tanam dengan Jarak yang Pas

Jarak tanam yang ideal untuk jagung bisi 2 adalah 70 x 20 cm atau 75 x 25 cm. Jarak ini bikin tanaman jagung punya ruang cukup buat tumbuh, menerima sinar matahari, dan nggak berebut nutrisi.

Tip 4: Beri Pupuk Secara Teratur

Jagung bisi 2 butuh banyak nutrisi, jadi jangan lupa kasih pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos. Tambahkan juga pupuk susulan sesuai kebutuhan tanaman, seperti urea, TSP, dan KCl.

Tip 5: Siram dengan Cukup

Jagung bisi 2 butuh air yang cukup, terutama saat awal pertumbuhan dan pembuahan. Siram tanaman secara teratur, tapi jangan berlebihan karena bisa bikin tanaman busuk.

Tip 6: Bersihkan Gulma

Gulma bisa rebutan nutrisi dengan tanaman jagung. Bersihkan lahan dari gulma secara teratur biar jagung bisa tumbuh optimal dan nggak kekurangan nutrisi.

Tip 7: Kendalikan Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit bisa menyerang tanaman jagung. Gunakan pestisida nabati atau kimia jika perlu, tapi selalu ikuti aturan pakai yang tertera. Rotasi tanaman dan jaga kebersihan lahan juga bisa bantu mencegah serangan hama dan penyakit.

Tip 8: Panen di Waktu yang Tepat

Jagung bisi 2 bisa dipanen sekitar 100-110 hari setelah tanam. Ciri-cirinya, kelobot jagung udah kering kecoklatan, biji mengeras, dan batang mulai mengering. Jangan panen terlalu cepat atau terlalu lambat, karena bisa mempengaruhi kualitas panen.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, menanam jagung bisi 2 jadi lebih mudah dan hasil panennya bisa melimpah. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Jagung Bisi 2

Jagung Bisi 2

Menanam jagung Bisi 2 itu gampang banget! Varietas unggul ini punya potensi hasil panen yang tinggi dan tahan terhadap penyakit. Yuk, ikuti langkah-langkah berikut ini supaya panen jagung kamu melimpah ruah:

  1. Pilih lahan yang subur dan gembur, jangan lupa cek pH tanahnya ya.
  2. Olah tanah dengan baik, buat bedengan biar akar jagung bisa tumbuh sehat.
  3. Tanam benih jagung dengan jarak yang pas, jangan terlalu rapat atau terlalu jarang.
  4. Beri pupuk secara teratur, jagung butuh banyak nutrisi biar tumbuh subur.
  5. Siram tanaman secukupnya, jangan sampai kekurangan atau kelebihan air.
  6. Bersihkan gulma dari lahan, jangan sampai gulma merebut nutrisi dari tanaman jagung.
  7. Kendalikan hama dan penyakit, gunakan pestisida nabati atau kimia kalau perlu.
  8. Panen jagung di waktu yang tepat, jangan terlalu cepat atau terlalu lambat.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, menanam jagung Bisi 2 pasti sukses besar! Selamat mencoba dan semoga panen kamu berlimpah!

Images References

Images References, Cara Menanams
Share on