This page looks best with JavaScript enabled

Rahasia Sukses Menanam Jagung, Temukan Panduan Lengkapnya!

 ·  ☕ 13 min read

Berikut ini adalah langkah-langkah cara menanam jagung yang benar:

  1. Pemilihan Varietas Unggul
  2. Persiapan Lahan
  3. Penanaman
  4. Pemupukan
  5. Pengairan
  6. Pengendalian Hama dan Penyakit
  7. Pemanenan

Cara Menanam Jagung yang Benar

Jagung merupakan salah satu tanaman pangan pokok yang penting bagi masyarakat Indonesia. Untuk memperoleh hasil panen yang optimal, perlu dilakukan teknik budidaya jagung yang benar. Berikut adalah 9 aspek penting dalam cara menanam jagung yang benar:

  • Pemilihan Varietas Unggul
  • Persiapan Lahan
  • Penanaman
  • Pemupukan
  • Pengairan
  • Pengendalian Hama dan Penyakit
  • Penyiangan
  • Pemanenan
  • Pascapanen

Pemilihan varietas unggul sangat penting untuk memperoleh hasil panen yang optimal. Varietas unggul memiliki potensi hasil yang tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit, serta memiliki kualitas biji yang baik. Persiapan lahan yang baik meliputi pengolahan tanah, pembuatan bedengan, dan pemberian pupuk dasar. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam yang tepat dan kedalaman tanam yang sesuai. Pemupukan dilakukan secara berimbang dan sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Pengairan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung. Pengairan dilakukan secara teratur, terutama pada saat tanaman memasuki fase generatif. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara terpadu, meliputi penggunaan pestisida, pemasangan perangkap, dan penggunaan tanaman refugia. Penyiangan dilakukan secara rutin untuk menghilangkan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman jagung.

Pemanenan dilakukan pada saat jagung sudah tua dan siap panen. Jagung dipanen dengan cara dipetik atau dipotong. Pascapanen meliputi pengeringan, penyimpanan, dan pemasaran hasil panen. Dengan memperhatikan kesembilan aspek penting ini, petani dapat memperoleh hasil panen jagung yang optimal dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pemilihan Varietas Unggul

Pemilihan Varietas Unggul, Cara Menanams

Memilih varietas unggul merupakan langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan budidaya jagung. Varietas unggul memiliki potensi hasil yang tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit, serta memiliki kualitas biji yang baik. Dengan memilih varietas yang tepat, petani dapat memaksimalkan hasil panen dan meningkatkan keuntungan mereka.

  • Produktivitas Tinggi

    Varietas unggul memiliki kemampuan menghasilkan tongkol jagung yang banyak dan berukuran besar. Hal ini sangat menguntungkan bagi petani karena dapat meningkatkan hasil panen per hektar.

  • Tahan Hama dan Penyakit

    Hama dan penyakit merupakan masalah umum yang dapat menyerang tanaman jagung. Varietas unggul memiliki ketahanan yang baik terhadap hama dan penyakit, sehingga dapat mengurangi risiko gagal panen dan kerugian petani.

  • Kualitas Biji Baik

    Varietas unggul menghasilkan biji jagung yang berkualitas baik, baik dari segi ukuran, warna, maupun kandungan nutrisi. Biji jagung yang berkualitas baik dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi dan menguntungkan petani.

  • Sesuai dengan Kondisi Lingkungan

    Pemilihan varietas unggul juga harus mempertimbangkan kondisi lingkungan di daerah penanaman. Varietas yang cocok untuk daerah dataran rendah mungkin tidak cocok untuk daerah dataran tinggi. Oleh karena itu, petani harus memilih varietas yang sesuai dengan kondisi iklim dan tanah di daerah mereka.

Dengan memilih varietas unggul yang tepat, petani dapat meminimalkan risiko kegagalan panen, meningkatkan hasil panen, dan memperoleh keuntungan yang lebih besar dari usaha tani jagung mereka.

Persiapan Lahan

Persiapan Lahan, Cara Menanams

Dalam cara menanam jagung yang benar, persiapan lahan merupakan langkah awal yang sangat penting. Lahan yang dipersiapkan dengan baik akan memberikan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung, sehingga dapat menghasilkan panen yang melimpah.

Persiapan lahan meliputi beberapa kegiatan, antara lain:

  1. Pembersihan lahan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya, gulma, dan bebatuan.
  2. Pengolahan tanah dengan cara membajak atau mencangkul untuk menggemburkan tanah dan memperbaiki struktur tanah.
  3. Pembuatan bedengan atau guludan untuk memudahkan drainase air dan mencegah genangan air.
  4. Pemberian pupuk dasar untuk menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman jagung pada tahap awal pertumbuhan.
  5. Pengairan awal untuk membasahi tanah dan mempersiapkan lahan untuk penanaman.

Persiapan lahan yang baik akan memberikan manfaat sebagai berikut:

  • Memperbaiki struktur tanah, sehingga akar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
  • Meningkatkan ketersediaan unsur hara di dalam tanah, sehingga tanaman jagung dapat menyerap nutrisi yang cukup untuk pertumbuhannya.
  • Mempermudah drainase air, sehingga tanaman jagung tidak tergenang air dan terhindar dari penyakit busuk akar.
  • Mengurangi pertumbuhan gulma, sehingga tanaman jagung tidak bersaing dengan gulma dalam memperoleh nutrisi dan air.

Dengan mempersiapkan lahan dengan baik, petani dapat menciptakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung, sehingga dapat memperoleh hasil panen yang melimpah dan berkualitas baik.

Sumber:
Balai Penelitian Tanaman Serealia, "Cara Menanam Jagung yang Benar", https://www.balitsereal.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/publikasi/artikel/cara-menanam-jagung-yang-benar

Penanaman

Penanaman, Cara Menanams

Dalam cara menanam jagung yang benar, penanaman merupakan salah satu aspek penting yang menentukan keberhasilan budidaya jagung. Penanaman yang tepat akan memberikan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung, sehingga dapat menghasilkan panen yang melimpah dan berkualitas baik.

Penanaman jagung dilakukan dengan cara menanam biji jagung pada lahan yang telah disiapkan. Jarak tanam dan kedalaman tanam harus sesuai dengan anjuran, agar tanaman jagung dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Setelah ditanam, biji jagung akan berkecambah dan tumbuh menjadi tanaman jagung muda.

Tahap penanaman sangat penting karena merupakan awal dari pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung. Penanaman yang tepat akan memberikan dasar yang kuat bagi tanaman jagung untuk tumbuh dan menghasilkan panen yang optimal. Oleh karena itu, petani harus memperhatikan aspek-aspek teknis dalam penanaman jagung, seperti jarak tanam, kedalaman tanam, dan waktu tanam.

Sumber:
Balai Penelitian Tanaman Serealia, "Cara Menanam Jagung yang Benar", https://www.balitsereal.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/publikasi/artikel/cara-menanam-jagung-yang-benar

Pemupukan

Pemupukan, Cara Menanams

Pemupukan merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam jagung yang benar. Pemupukan berfungsi untuk menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman jagung untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Unsur hara tersebut meliputi nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta unsur hara mikro lainnya.

Pemupukan yang tepat dapat meningkatkan hasil panen jagung secara signifikan. Nitrogen berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman, seperti pembentukan batang, daun, dan akar. Fosfor berperan dalam pembentukan bunga dan biji, serta memperkuat batang tanaman. Kalium berperan dalam pembentukan karbohidrat dan protein, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit.

Pemupukan dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu pemupukan dasar, pemupukan susulan 1, dan pemupukan susulan 2. Pemupukan dasar dilakukan sebelum tanam, dengan menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos. Pemupukan susulan 1 dilakukan pada saat tanaman jagung berumur 2-3 minggu, dengan menggunakan pupuk urea atau ZA. Pemupukan susulan 2 dilakukan pada saat tanaman jagung berumur 6-8 minggu, dengan menggunakan pupuk NPK.

Pemupukan yang tepat tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga dapat mengurangi biaya produksi. Dengan pemupukan yang tepat, tanaman jagung dapat tumbuh dengan sehat dan kuat, sehingga lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Hal ini dapat mengurangi kebutuhan penggunaan pestisida, sehingga biaya produksi dapat ditekan.

Sumber:
Balai Penelitian Tanaman Serealia, "Cara Menanam Jagung yang Benar", https://www.balitsereal.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/publikasi/artikel/cara-menanam-jagung-yang-benar

Pengairan

Pengairan, Cara Menanams

Pengairan merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam jagung yang benar. Jagung membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman jagung kerdil, daunnya menguning, dan tongkolnya kecil. Sebaliknya, kelebihan air juga dapat menyebabkan tanaman jagung mudah terserang penyakit dan akarnya membusuk.

Oleh karena itu, petani harus memperhatikan kebutuhan air tanaman jagung dan memberikan pengairan secara teratur. Pengairan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti dengan menggunakan irigasi, sumur, atau tadah hujan.Selain itu, petani juga harus memperhatikan kondisi tanah. Tanah yang gembur dan subur dapat menyimpan air lebih baik daripada tanah yang keras dan tandus. Oleh karena itu, petani disarankan untuk mengolah tanah dengan baik sebelum menanam jagung.

Dengan memberikan pengairan yang tepat, petani dapat memastikan tanaman jagung tumbuh dengan sehat dan produktif. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani.


Sumber:Balai Penelitian Tanaman Serealia, "Cara Menanam Jagung yang Benar", https://www.balitsereal.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/publikasi/artikel/cara-menanam-jagung-yang-benar

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian Hama Dan Penyakit, Cara Menanams

Dalam cara menanam jagung yang benar, pengendalian hama dan penyakit merupakan hal yang sangat penting. Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman jagung kapan saja, menyebabkan kerusakan pada tanaman dan menurunkan hasil panen. Oleh karena itu, petani harus melakukan pengendalian hama dan penyakit secara teratur untuk melindungi tanaman jagung mereka.

  • Identifikasi Hama dan Penyakit

    Langkah pertama dalam pengendalian hama dan penyakit adalah mengidentifikasi jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman jagung. Dengan mengetahui jenis hama dan penyakit, petani dapat menentukan cara pengendalian yang tepat.

  • Penggunaan Pestisida

    Penggunaan pestisida merupakan salah satu cara pengendalian hama dan penyakit yang efektif. Namun, petani harus menggunakan pestisida secara bijaksana dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Penggunaan pestisida yang berlebihan dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia.

  • Pengendalian Biologis

    Pengendalian biologis adalah cara pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan musuh alami hama, seperti predator atau parasit. Cara ini lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida.

  • Sanitasi Lahan

    Sanitasi lahan merupakan salah satu cara pengendalian hama dan penyakit yang penting. Dengan membersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman dan gulma, petani dapat mengurangi tempat berkembang biak hama dan penyakit.

Pengendalian hama dan penyakit yang tepat dapat membantu petani melindungi tanaman jagung mereka dan meningkatkan hasil panen. Dengan demikian, petani dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dari usaha tani jagung mereka.

Penyiangan

Penyiangan, Cara Menanams

Dalam cara menanam jagung yang benar, penyiangan merupakan salah satu aspek penting yang seringkali disepelekan. Penyiangan adalah kegiatan membersihkan lahan dari gulma atau tanaman pengganggu yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung.

  • Mencegah Persaingan Nutrisi

    Gulma dapat menyerap nutrisi dari tanah, sehingga mengurangi ketersediaan nutrisi bagi tanaman jagung. Penyiangan akan menghilangkan gulma dan memastikan bahwa tanaman jagung mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dengan baik.

  • Mengurangi Hama dan Penyakit

    Gulma dapat menjadi tempat berkembang biaknya hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman jagung. Penyiangan akan mengurangi populasi gulma dan mencegah penyebaran hama dan penyakit.

  • Memperbaiki Aerasi Tanah

    Gulma dapat menghalangi sirkulasi udara di sekitar tanaman jagung. Penyiangan akan membuka lahan dan meningkatkan aerasi tanah, sehingga akar tanaman jagung dapat bernapas dengan baik.

  • Meningkatkan Hasil Panen

    Dengan menghilangkan gulma, tanaman jagung dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Hal ini akan meningkatkan hasil panen dan kualitas biji jagung yang dihasilkan.

Penyiangan merupakan kegiatan yang sederhana namun sangat penting dalam cara menanam jagung yang benar. Dengan melakukan penyiangan secara teratur, petani dapat memperoleh hasil panen yang melimpah dan berkualitas baik.

Pemanenan

Pemanenan, Cara Menanams

Pemanenan merupakan salah satu aspek terpenting dalam cara menanam jagung yang benar. Waktu panen yang tepat akan menentukan kualitas dan kuantitas hasil panen. Jagung yang dipanen terlalu cepat akan menghasilkan biji yang belum masak sempurna dan kadar air yang tinggi, sehingga mudah rusak dan rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Sebaliknya, jagung yang dipanen terlalu lambat akan menghasilkan biji yang kering dan keras, sehingga sulit diolah dan nilai gizinya menurun.

Oleh karena itu, petani harus memperhatikan ciri-ciri jagung yang sudah siap panen. Beberapa ciri tersebut antara lain:

  • Klobot atau kulit jagung sudah mengering dan berwarna kecoklatan.
  • Rambut jagung sudah berwarna coklat dan mudah rontok.
  • Biji jagung sudah mengeras dan berwarna kuning atau putih, tergantung varietasnya.
  • Batang jagung sudah mengering dan berwarna kecoklatan.

Pemanenan jagung dilakukan dengan cara memetik atau memotong tongkol jagung dari batangnya. Jagung yang sudah dipanen kemudian dikumpulkan dan dijemur untuk mengurangi kadar airnya. Setelah kering, jagung siap disimpan atau diolah menjadi berbagai produk makanan.

Pemanenan yang tepat sangat penting untuk keberhasilan budidaya jagung. Dengan memperhatikan waktu panen dan ciri-ciri jagung yang siap panen, petani dapat memperoleh hasil panen yang optimal dan berkualitas baik.

Sumber:
Balai Penelitian Tanaman Serealia, "Cara Menanam Jagung yang Benar", https://www.balitsereal.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/publikasi/artikel/cara-menanam-jagung-yang-benar

Pascapanen

Pascapanen, Cara Menanams

Dalam cara menanam jagung yang benar, pascapanen merupakan salah satu aspek penting yang menentukan kualitas dan kuantitas hasil panen. Pascapanen meliputi kegiatan-kegiatan seperti pengeringan, penyimpanan, dan pengolahan hasil panen. Kegiatan-kegiatan ini sangat berpengaruh terhadap kualitas biji jagung yang dihasilkan, sehingga petani perlu memperhatikannya dengan baik.

  • Pengeringan

    Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air biji jagung hingga mencapai kadar yang aman untuk penyimpanan. Pengeringan yang baik akan mencegah tumbuhnya jamur dan kerusakan biji jagung selama penyimpanan.

  • Penyimpanan

    Biji jagung yang sudah dikeringkan perlu disimpan dengan baik untuk menjaga kualitasnya. Penyimpanan yang baik meliputi pemilihan tempat penyimpanan yang bersih, kering, dan memiliki ventilasi yang cukup. Biji jagung juga perlu disimpan dalam wadah yang kedap udara untuk mencegah serangan hama.

  • Pengolahan

    Biji jagung dapat diolah menjadi berbagai macam produk makanan, seperti tepung jagung, minyak jagung, dan pakan ternak. Pengolahan biji jagung yang tepat akan menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi yang bernilai ekonomis.

Pascapanen yang baik sangat penting untuk menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen jagung. Dengan memperhatikan aspek-aspek pascapanen, petani dapat memperoleh hasil panen yang optimal dan meningkatkan pendapatan mereka.

Tanya Jawab Seputar Cara Menanam Jagung yang Benar

Bagi pemula yang ingin bertanam jagung, mungkin masih banyak pertanyaan yang muncul di benak. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan beserta jawabannya:

Pertanyaan 1: Benarkah menanam jagung itu sulit?


Jawaban: Menanam jagung tidaklah sulit jika kita memahami teknik dasar budidayanya. Dengan memperhatikan pemilihan varietas, persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pengairan, pengendalian hama dan penyakit, serta panen, kita dapat memperoleh hasil panen jagung yang optimal.

Pertanyaan 2: Jenis jagung apa yang cocok ditanam di daerah saya?


Jawaban: Pemilihan varietas jagung harus disesuaikan dengan kondisi iklim dan tanah di daerah tempat kita bertanam. Untuk mengetahui varietas jagung yang cocok, kita dapat berkonsultasi dengan penyuluh pertanian setempat atau mengunjungi toko pertanian terdekat.

Pertanyaan 3: Berapa jarak tanam yang ideal untuk jagung?


Jawaban: Jarak tanam jagung yang ideal adalah sekitar 70-90 cm x 20-25 cm. Jarak tanam ini memberikan ruang yang cukup bagi tanaman jagung untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara mengatasi hama dan penyakit pada tanaman jagung?


Jawaban: Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jagung dapat dilakukan secara terpadu, meliputi penggunaan pestisida, pemasangan perangkap, dan penggunaan tanaman refugia. Pembersihan lahan dari gulma dan sisa-sisa tanaman juga dapat membantu mengurangi risiko serangan hama dan penyakit.

Pertanyaan 5: Kapan waktu yang tepat untuk memanen jagung?


Jawaban: Waktu panen jagung yang tepat adalah ketika jagung sudah tua dan siap panen. Ciri-ciri jagung yang siap panen antara lain klobot atau kulit jagung sudah mengering dan berwarna kecoklatan, rambut jagung sudah berwarna coklat dan mudah rontok, biji jagung sudah mengeras dan berwarna kuning atau putih, tergantung varietasnya, dan batang jagung sudah mengering dan berwarna kecoklatan.

Pertanyaan 6: Berapa lama jagung bisa disimpan?


Jawaban: Jagung dapat disimpan selama berbulan-bulan jika disimpan dengan benar. Jagung yang sudah dikeringkan dan disimpan dalam wadah kedap udara dapat bertahan hingga satu tahun. Namun, untuk menjaga kualitas jagung, sebaiknya dikonsumsi dalam waktu enam bulan setelah panen.

Dengan memahami teknik cara menanam jagung yang benar, kita dapat memperoleh hasil panen jagung yang optimal dan berkualitas baik. Jagung merupakan salah satu tanaman pangan pokok yang penting bagi masyarakat Indonesia, sehingga budidaya jagung yang baik sangat bermanfaat untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Sumber:
Balai Penelitian Tanaman Serealia, "Cara Menanam Jagung yang Benar", https://www.balitsereal.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/publikasi/artikel/cara-menanam-jagung-yang-benar

Tips Cara Menanam Jagung yang Benar

Menanam jagung memang gampang-gampang susah. Tapi, kalau kamu tahu tips dan triknya, dijamin panen jagung kamu bakal melimpah ruah!

Tips 1: Pilih Varietas Unggul

Varietas unggul itu ibarat bibit juara, punya potensi hasil panen yang tinggi, tahan hama penyakit, dan kualitas bijinya bagus. Jadi, jangan asal pilih ya!

Tips 2: Siapkan Lahan dengan Baik

Lahan yang baik itu kayak rumah yang nyaman buat tanaman jagung. Beri pupuk dasar yang cukup, buat bedengan atau guludan, dan pastikan drainase airnya lancar.

Tips 3: Tanam dengan Benar

Jarak tanam yang pas dan kedalaman tanam yang tepat itu penting banget. Jangan terlalu rapat atau terlalu dalam, nanti tanaman jagungnya malah susah tumbuh.

Tips 4: Beri Pupuk Secara Teratur

Pupuk itu kayak makanan buat tanaman jagung. Beri pupuk dasar, susulan 1, dan susulan 2 sesuai kebutuhan. Dijamin tanaman jagung kamu bakal tumbuh subur dan berbuah banyak.

Tips 5: Jaga Kelembapan Tanah

Tanaman jagung itu butuh air yang cukup, tapi jangan sampai tergenang. Siramlah secara teratur, terutama saat tanaman memasuki fase generatif.

Tips 6: Kendalikan Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit itu musuh utama tanaman jagung. Gunakan pestisida, pasang perangkap, dan tanam tanaman refugia untuk mengendalikannya.

Tips 7: Bersihkan Gulma Secara Rutin

Gulma itu kayak pencuri nutrisi buat tanaman jagung. Bersihkan gulma secara rutin agar tanaman jagung kamu bisa tumbuh optimal.

Tips 8: Panen Tepat Waktu

Jangan terburu-buru memanen jagung. Tunggu sampai jagung benar-benar tua dan siap panen. Ciri-cirinya, klobot kering, rambut jagung coklat, dan biji jagung mengeras.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, dijamin tanaman jagung kamu bakal tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah. Selamat mencoba!

Cara Menanam Jagung yang Benar

Petani sedang menanam jagung

Menanam jagung itu seru dan bermanfaat, lho! Dengan cara yang benar, kamu bisa panen jagung melimpah dan berkualitas. Yuk, kita bahas langkah-langkahnya:

  • Pilih bibit unggul yang kuat dan produktif.
  • Siapkan lahan yang gembur dan subur, beri pupuk dasar secukupnya.
  • Tanam bibit dengan jarak dan kedalaman yang tepat.
  • Beri pupuk secara teratur sesuai kebutuhan tanaman.
  • Siram tanaman secara teratur, terutama saat musim kemarau.
  • Bersihkan gulma yang bisa mengganggu pertumbuhan jagung.
  • Lindungi tanaman dari hama dan penyakit dengan pestisida atau cara alami.

Nah, kalau jagung sudah tumbuh besar dan tua, tandanya siap panen. Ciri-cirinya, kulit jagung kering, rambut jagung cokelat, dan biji jagung mengeras. Panen jagung tepat waktu agar kualitasnya tetap terjaga.

Menanam jagung itu nggak susah, kan? Yuk, praktikkan cara-cara tadi dan rasakan keasyikan panen jagung sendiri. Selamat mencoba!

Images References

Images References, Cara Menanams
Share on