Adapun topik-topik utama dalam pembahasan cara menanam jahe yang benar meliputi pemilihan bibit unggul, pengolahan lahan yang tepat, teknik penanaman yang optimal, perawatan tanaman yang intensif, serta pemanenan jahe yang tepat waktu. Setiap tahap dalam cara menanam jahe yang benar perlu dilakukan dengan cermat dan hati-hati untuk memastikan pertumbuhan dan hasil panen jahe yang maksimal.
Cara Menanam Jahe yang Benar
Menanam jahe yang benar itu gampang, asalkan tahu caranya. Berikut sembilan aspek penting yang perlu diperhatikan:
- Bibit unggul
- Lahan gembur
- Penanaman tepat
- Penyiraman cukup
- Pemupukan berimbang
- Penyiangan rutin
- Pengendalian hama
- Panen tepat waktu
- Penjemuran menyeluruh
Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, dijamin jahe yang ditanam akan tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah. Jahe yang ditanam dengan benar juga memiliki kualitas yang lebih baik, sehingga lebih laku di pasaran.
Jadi, jangan ragu untuk menanam jahe sendiri. Dengan cara yang benar, menanam jahe itu mudah dan menyenangkan. Selamat mencoba!
Bibit Unggul
Dalam menanam jahe, bibit yang unggul sangat berperan penting. Bibit unggul merupakan kunci awal untuk keberhasilan budidaya jahe karena menentukan kualitas dan produktivitas tanaman yang dihasilkan.
-
Ciri-ciri Bibit Unggul
Bibit jahe yang unggul memiliki ciri-ciri seperti bentuknya yang besar, berwarna cerah mengkilat, dan tidak keriput. Selain itu, bibit juga harus bebas dari hama dan penyakit, serta memiliki mata tunas yang cukup.
-
Sumber Bibit Unggul
Bibit unggul jahe dapat diperoleh dari beberapa sumber, seperti penangkar bibit yang terpercaya atau dari petani yang memang sudah berpengalaman dalam menanam jahe. Pastikan untuk memilih sumber yang terpercaya agar mendapatkan bibit yang berkualitas.
-
Persiapan Bibit
Sebelum ditanam, bibit jahe perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Caranya dengan merendam bibit dalam larutan fungisida selama kurang lebih 30 menit. Hal ini bertujuan untuk mencegah bibit terserang jamur atau penyakit lainnya.
-
Teknik Penanaman
Teknik penanaman juga mempengaruhi kualitas jahe yang dihasilkan. Bibit jahe harus ditanam pada lahan yang gembur dan mendapat sinar matahari yang cukup. Jarak tanam yang ideal adalah sekitar 20-25 cm, dengan kedalaman tanam sekitar 5-7 cm.
Dengan menggunakan bibit unggul dan menerapkan cara tanam yang benar, petani dapat memperoleh panen jahe yang berkualitas tinggi. Jahe yang berkualitas tinggi memiliki ukuran yang besar, rasa yang pedas, dan kandungan nutrisi yang lengkap.
Lahan gembur
Dalam "cara menanam jahe yang benar", lahan gembur menjadi aspek krusial yang berpengaruh pada kualitas dan kuantitas panen jahe. Lahan gembur menyediakan lingkungan tumbuh yang optimal bagi tanaman jahe, mendukung perkembangan akar dan penyerapan nutrisi.
-
Struktur Tanah yang Ideal
Lahan gembur memiliki struktur tanah yang tidak padat dan berdrainase baik. Tanah yang gembur memungkinkan akar jahe menembus dan berkembang dengan mudah, sehingga tanaman dapat menyerap nutrisi dan air secara maksimal.
-
Aerasi dan Drainase
Lahan gembur memiliki aerasi dan drainase yang baik. Aerasi yang cukup memastikan ketersediaan oksigen di sekitar akar jahe, sehingga mencegah pembusukan dan penyakit pada akar. Drainase yang baik mencegah genangan air yang dapat menyebabkan pembusukan rimpang jahe.
-
Pengolahan Lahan
Untuk memperoleh lahan gembur, diperlukan pengolahan lahan yang tepat. Pengolahan lahan meliputi pembajakan, pencangkulan, dan pembuatan bedengan. Pembajakan dan pencangkulan bertujuan untuk menggemburkan tanah dan menghilangkan gulma. Pembuatan bedengan bertujuan untuk memperbaiki drainase dan aerasi tanah.
-
Penambahan Bahan Organik
Penambahan bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang ke dalam lahan dapat meningkatkan kesuburan dan struktur tanah. Bahan organik membantu menggemburkan tanah, meningkatkan kapasitas menahan air, dan menyediakan nutrisi bagi tanaman jahe.
Dengan mempersiapkan lahan gembur sesuai "cara menanam jahe yang benar", petani dapat menciptakan lingkungan tumbuh yang optimal bagi tanaman jahe. Lahan gembur mendukung perkembangan akar yang kuat, penyerapan nutrisi yang maksimal, dan mencegah penyakit pada tanaman. Hal ini pada akhirnya akan menghasilkan panen jahe yang berkualitas tinggi dan melimpah.
Penanaman Tepat
Dalam "cara menanam jahe yang benar", penanaman tepat memegang peranan penting yang menentukan keberhasilan panen jahe. Penanaman tepat meliputi pemilihan jarak tanam yang sesuai, pembuatan lubang tanam yang benar, dan teknik penanaman yang baik.
Jarak tanam yang sesuai sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman jahe. Jarak tanam yang terlalu rapat dapat menyebabkan persaingan antar tanaman untuk mendapatkan sinar matahari, air, dan nutrisi. Sebaliknya, jarak tanam yang terlalu lebar dapat menyebabkan pertumbuhan gulma yang berlebihan dan menurunkan produktivitas tanaman.
Pembuatan lubang tanam yang benar juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman jahe. Lubang tanam harus dibuat dengan kedalaman yang cukup, sekitar 10-15 cm, agar rimpang jahe dapat berkembang dengan baik. Selain itu, lubang tanam harus dibuat dengan jarak yang sesuai, biasanya sekitar 25-30 cm antar lubang.
Teknik penanaman yang baik juga perlu diperhatikan. Rimpang jahe harus ditanam dengan posisi yang benar, yaitu bagian mata tunas menghadap ke atas. Rimpang jahe juga harus ditanam dengan hati-hati agar tidak rusak. Setelah ditanam, rimpang jahe harus ditutup dengan tanah secara perlahan dan hati-hati.
Dengan melakukan penanaman tepat sesuai "cara menanam jahe yang benar", petani dapat memastikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman jahe yang optimal. Penanaman tepat mendukung pertumbuhan rimpang jahe yang besar dan sehat, serta meningkatkan produktivitas tanaman jahe secara keseluruhan.
Sumber: Cara Budidaya Jahe yang Baik dan Benar
Penyiraman cukup
Air merupakan komponen penting dalam kehidupan semua makhluk hidup, termasuk tanaman jahe. Penyiraman yang cukup sangat berpengaruh pada keberhasilan budidaya jahe. Nah, apa saja sih peran penting penyiraman dalam "cara menanam jahe yang benar"? Yuk, kita bahas lebih dalam!
-
Membantu Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman
Air berperan penting dalam proses fotosintesis, yaitu proses pembuatan makanan oleh tanaman. Air juga membantu mengangkut unsur hara dari tanah ke seluruh bagian tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
-
Mencegah Tanaman Layu dan Stres
Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman layu dan stres. Daun tanaman akan terlihat menguning dan layu, dan pertumbuhan tanaman akan terhambat. Penyiraman yang cukup membantu menjaga turgiditas sel tanaman, sehingga tanaman tetap segar dan tidak stres.
-
Mengatur Suhu Tanah
Air memiliki kapasitas panas yang tinggi, sehingga dapat membantu mengatur suhu tanah. Penyiraman yang cukup dapat menurunkan suhu tanah pada saat cuaca panas, dan menjaga kelembapan tanah pada saat cuaca dingin.
-
Mencegah Penyakit
Tanaman yang kekurangan air lebih rentan terserang penyakit. Penyiraman yang cukup membantu menjaga kelembapan tanah, sehingga mengurangi risiko perkembangan jamur dan bakteri penyebab penyakit.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penyiraman yang cukup merupakan aspek penting dalam "cara menanam jahe yang benar". Dengan memperhatikan kebutuhan air tanaman jahe, petani dapat memperoleh hasil panen yang optimal. Jadi, jangan lupa untuk selalu menjaga kelembapan tanah tanaman jahe ya!
Pemupukan berimbang
Dalam "cara menanam jahe yang benar", pemupukan berimbang memegang peran yang sangat krusial. Pemupukan berimbang adalah pemberian nutrisi yang tepat dan seimbang bagi tanaman jahe, baik dari unsur makro maupun mikro. Pemberian pupuk yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman jahe, serta menjaga kualitas hasil panen.
-
Nutrisi Makro
Unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman jahe antara lain nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Nitrogen berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman, fosfor berperan dalam pertumbuhan akar dan pembungaan, sementara kalium berperan dalam meningkatkan kualitas dan hasil panen. Pemberian pupuk yang mengandung unsur hara makro ini harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman pada setiap fase pertumbuhan.
-
Nutrisi Mikro
Selain unsur hara makro, tanaman jahe juga membutuhkan unsur hara mikro, seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), belerang (S), dan boron (B). Unsur hara mikro ini dibutuhkan dalam jumlah yang lebih sedikit, tetapi sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara keseluruhan. Kekurangan unsur hara mikro dapat menyebabkan gangguan fisiologis dan menurunkan kualitas hasil panen.
-
Jenis dan Dosis Pupuk
Jenis dan dosis pupuk yang diberikan harus disesuaikan dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang dapat menjadi sumber nutrisi yang baik bagi tanaman jahe. Pupuk anorganik seperti urea, TSP, dan KCL juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tertentu. Dosis pupuk harus diberikan sesuai dengan rekomendasi yang ditetapkan, karena pemberian pupuk yang berlebihan dapat menyebabkan masalah pada tanaman.
-
Waktu Pemupukan
Waktu pemupukan juga perlu diperhatikan dalam "cara menanam jahe yang benar". Pemupukan dapat dilakukan secara bertahap, yaitu pada saat tanam, saat tanaman berumur 1-2 bulan, dan saat tanaman berumur 3-4 bulan. Pemberian pupuk susulan dapat dilakukan jika diperlukan, berdasarkan pengamatan terhadap kondisi tanaman dan hasil analisis tanah.
Dengan menerapkan pemupukan berimbang sesuai "cara menanam jahe yang benar", petani dapat memperoleh tanaman jahe yang sehat dan produktif. Tanaman jahe yang dipupuk dengan baik akan memiliki pertumbuhan yang optimal, rimpang yang besar dan berkualitas, serta tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
Penyiangan rutin
Dalam "cara menanam jahe yang benar", penyiangan rutin menjadi salah satu aspek penting yang tidak boleh dilewatkan. Mengapa demikian? Yuk, kita kupas tuntas peran penting penyiangan rutin dalam budidaya jahe!
-
Mengendalikan Gulma
Penyiangan rutin bertujuan untuk mengendalikan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman jahe. Gulma dapat bersaing dengan tanaman jahe dalam memperoleh nutrisi, air, dan sinar matahari. Jika gulma tidak dikendalikan, pertumbuhan tanaman jahe akan terhambat dan hasil panen menurun.
-
Mencegah Hama dan Penyakit
Gulma dapat menjadi tempat persembunyian hama dan penyakit. Dengan melakukan penyiangan rutin, kita dapat mengurangi risiko serangan hama dan penyakit pada tanaman jahe. Gulma yang dibiarkan tumbuh dapat menjadi inang bagi serangga hama, seperti kutu daun dan ulat, yang dapat merusak tanaman jahe.
-
Meningkatkan Aerasi Tanah
Penyiangan rutin juga dapat meningkatkan aerasi tanah di sekitar tanaman jahe. Aerasi tanah yang baik memungkinkan akar tanaman jahe berkembang dengan baik dan menyerap nutrisi secara optimal. Tanah yang gembur dan aerasi yang baik akan membuat tanaman jahe tumbuh lebih sehat dan produktif.
-
Memperindah Lahan
Selain manfaat-manfaat di atas, penyiangan rutin juga dapat membuat lahan tanam jahe terlihat lebih rapi dan indah. Lahan yang bersih dari gulma akan memberikan kesan yang lebih profesional dan membuat petani lebih semangat dalam merawat tanaman jahenya.
Dengan melakukan penyiangan rutin sesuai "cara menanam jahe yang benar", petani dapat memperoleh banyak manfaat bagi tanaman jahenya. Penyiangan rutin dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, mencegah hama dan penyakit, serta memperindah lahan tanam. Jadi, jangan malas untuk melakukan penyiangan rutin ya!
Pengendalian Hama
Dalam "cara menanam jahe yang benar", pengendalian hama memegang peranan penting untuk menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman jahe. Hama dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman, menurunkan hasil panen, bahkan menyebabkan gagal panen. Oleh karena itu, petani perlu melakukan pengendalian hama secara efektif dan efisien.
-
Identifikasi Hama
Langkah pertama dalam pengendalian hama adalah mengidentifikasi jenis hama yang menyerang tanaman jahe. Beberapa hama umum yang menyerang jahe antara lain kutu daun, ulat, dan kumbang. Dengan mengetahui jenis hama, petani dapat menentukan metode pengendalian yang tepat.
-
Penggunaan Pestisida
Pestisida dapat digunakan untuk mengendalikan hama pada tanaman jahe. Namun, penggunaan pestisida harus dilakukan secara bijaksana dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Penggunaan pestisida yang berlebihan dapat menimbulkan resistensi pada hama dan merusak lingkungan.
-
Pengendalian Biologis
Pengendalian biologis melibatkan penggunaan musuh alami hama untuk mengendalikan populasinya. Musuh alami hama dapat berupa predator seperti burung atau serangga pemangsa, atau parasit yang menyerang hama. Pengendalian biologis merupakan metode pengendalian hama yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
-
Sanitasi Kebun
Sanitasi kebun yang baik dapat membantu mencegah serangan hama. Beberapa praktik sanitasi yang dapat dilakukan antara lain membersihkan gulma, membuang sisa-sisa tanaman yang terinfeksi, dan menjaga kebersihan lingkungan kebun.
Dengan menerapkan pengendalian hama yang tepat dalam "cara menanam jahe yang benar", petani dapat meminimalisir kerusakan tanaman akibat hama, meningkatkan hasil panen, dan menjaga kualitas jahe yang dihasilkan.
Panen Tepat Waktu
Dalam "cara menanam jahe yang benar", panen tepat waktu menjadi faktor krusial yang menentukan kualitas dan kuantitas hasil panen. Mengapa demikian? Yuk, kita cari tahu!
-
Waktu Panen yang Tepat
Waktu panen jahe yang tepat sangat bergantung pada varietas jahe yang ditanam. Secara umum, jahe dapat dipanen setelah berumur 8-10 bulan. Panen yang terlalu cepat akan menghasilkan rimpang yang kecil dan kualitasnya rendah, sedangkan panen yang terlambat dapat menyebabkan rimpang menjadi berserat dan rasanya kurang pedas.
-
Ciri-Ciri Jahe yang Siap Panen
Ada beberapa ciri-ciri yang dapat diamati untuk mengetahui apakah jahe sudah siap panen, di antaranya:
- Daun jahe mulai menguning dan layu.
- Batang jahe mulai mengering dan berwarna kecoklatan.
- Rimpang jahe sudah cukup besar dan berisi.
- Kulit rimpang jahe berwarna kecokelatan dan tidak mudah tergores.
-
Cara Panen Jahe
Proses panen jahe dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak rimpang. Berikut langkah-langkahnya:
- Gali tanah di sekitar rumpun jahe dengan hati-hati.
- Angkat rimpang jahe dengan tangan atau cangkul secara perlahan.
- Bersihkan rimpang jahe dari sisa tanah dan potong bagian batang dan akarnya.
- Jemur rimpang jahe di tempat yang teduh dan berventilasi baik selama beberapa hari.
-
Dampak Panen Tepat Waktu
Panen tepat waktu memberikan banyak manfaat, antara lain:
- Hasil panen yang optimal, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
- Rimpang jahe yang lebih besar, berisi, dan rasanya lebih pedas.
- Masa simpan jahe yang lebih lama.
- Mengurangi risiko serangan hama dan penyakit.
Dengan memperhatikan panen tepat waktu dalam "cara menanam jahe yang benar", petani dapat memperoleh hasil panen jahe yang berkualitas tinggi dan melimpah. Panen tepat waktu memastikan bahwa rimpang jahe memiliki ukuran, rasa, dan nutrisi yang optimal. Jadi, jangan lewatkan waktu panen yang tepat untuk mendapatkan hasil panen jahe terbaik!
Penjemuran menyeluruh
Dalam "cara menanam jahe yang benar", penjemuran menyeluruh merupakan tahap penting yang tak boleh dilewatkan. Mengapa demikian? Yuk, kita bahas lebih dalam!
Setelah panen, rimpang jahe perlu dijemur untuk mengurangi kadar air dan mencegah pembusukan. Penjemuran yang menyeluruh akan menghasilkan rimpang jahe yang kering, keras, dan tahan lama. Rimpang jahe yang dijemur dengan baik juga akan memiliki aroma dan rasa yang lebih kuat.
Proses penjemuran harus dilakukan di tempat yang teduh dan berventilasi baik. Rimpang jahe dapat dijemur di atas para-para atau di atas tikar. Selama proses penjemuran, rimpang jahe perlu dibolak-balik secara teratur agar kering secara merata. Lama penjemuran tergantung pada cuaca dan ketebalan rimpang jahe. Biasanya, penjemuran dilakukan selama 3-5 hari.
Penjemuran menyeluruh sangat penting untuk menjaga kualitas jahe. Rimpang jahe yang dijemur dengan baik akan lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, serta memiliki masa simpan yang lebih lama. Selain itu, penjemuran juga dapat meningkatkan kandungan (gingerol) pada jahe, yang memberikan rasa pedas dan hangat.
Dengan melakukan penjemuran menyeluruh sesuai "cara menanam jahe yang benar", petani dapat memperoleh hasil panen jahe yang berkualitas tinggi dan tahan lama. Penjemuran menyeluruh memastikan bahwa rimpang jahe memiliki aroma, rasa, dan kandungan nutrisi yang optimal.
Sumber: Cara Menanam Jahe yang Tepat Agar Hasil Panen Melimpah
Tanya Jawab Seputar "Cara Menanam Jahe yang Benar"
Bagi pemula yang ingin menanam jahe, tak jarang timbul rasa penasaran dan pertanyaan-pertanyaan yang mengganjal. Berikut ini adalah beberapa tanya jawab umum yang sering muncul seputar "cara menanam jahe yang benar":
Pertanyaan 1: Kapan waktu terbaik menanam jahe?
Waktu terbaik menanam jahe adalah pada awal musim hujan, ketika tanah masih lembap dan kaya nutrisi. Hal ini akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan jahe secara optimal.
Pertanyaan 2: Berapa jarak tanam jahe yang ideal?
Jarak tanam jahe yang ideal adalah sekitar 20-25 cm antar tanaman dan 30-35 cm antar baris. Jarak tanam yang tepat akan memberikan ruang yang cukup bagi jahe untuk tumbuh dan berkembang, serta memudahkan perawatan dan pemanenan.
Pertanyaan 3: Bagaimana cara mengatasi hama dan penyakit pada tanaman jahe?
Hama dan penyakit dapat menjadi kendala dalam budidaya jahe. Cara mengatasinya adalah dengan melakukan pengendalian hama terpadu, seperti penggunaan pestisida nabati, rotasi tanaman, dan menjaga kebersihan lingkungan kebun.
Pertanyaan 4: Berapa lama jahe bisa dipanen?
Lama waktu panen jahe bervariasi tergantung varietasnya. Umumnya, jahe dapat dipanen setelah berumur 8-10 bulan. Ciri-ciri jahe yang siap panen antara lain daun menguning, batang mengering, dan rimpang sudah cukup besar.
Pertanyaan 5: Bagaimana cara menyimpan jahe agar tahan lama?
Untuk menyimpan jahe agar tahan lama, lakukan penjemuran hingga kering, lalu simpan di tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi baik. Jahe yang disimpan dengan baik dapat bertahan hingga berbulan-bulan.
Pertanyaan 6: Apakah jahe hanya bisa ditanam di lahan luas?
Tidak, jahe juga bisa ditanam di lahan terbatas, seperti pot atau polybag. Dengan teknik penanaman yang tepat, jahe tetap bisa tumbuh subur dan menghasilkan panen yang memuaskan.
Itulah beberapa tanya jawab seputar "cara menanam jahe yang benar". Dengan mengetahui dan menerapkan cara-cara yang tepat, siapa pun bisa menanam jahe sendiri dan merasakan manfaatnya untuk kesehatan dan kuliner.
Sumber: Pertanianku, Cybex Kementerian Pertanian
Tips Cara Menanam Jahe yang Benar
Menanam jahe sendiri itu mudah dan menyenangkan, lho! Dengan mengikuti beberapa tips berikut, kamu bisa panen jahe yang banyak dan berkualitas. Yuk, simak!
Tip 1: Pilih Bibit yang Bagus
Pilih bibit jahe yang sehat, tidak keriput, dan berukuran besar. Bibit yang bagus akan menghasilkan tanaman yang subur dan produktif.
Tip 2: Tanah yang Gembur
Jahe butuh tanah yang gembur dan banyak mengandung nutrisi. Gemburkan tanah dengan cangkul atau traktor, lalu beri pupuk kandang atau kompos.
Tip 3: Jarak Tanam yang Pas
Jarak tanam jahe yang ideal adalah sekitar 25 cm x 25 cm. Jarak ini cukup untuk tanaman jahe tumbuh dan berkembang dengan baik.
Tip 4: Siram yang Cukup
Jahe butuh air yang cukup, tapi jangan sampai berlebihan. Siram tanaman jahe secara teratur, terutama pada musim kemarau.
Tip 5: Beri Pupuk yang Tepat
Tanaman jahe butuh pupuk yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium. Beri pupuk secara berkala sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Tip 6: Bersihkan Gulma
Gulma bisa menyerap nutrisi yang dibutuhkan tanaman jahe. Bersihkan gulma secara teratur agar tanaman jahe tumbuh optimal.
Tip 7: Hindari Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit bisa menyerang tanaman jahe. Gunakan pestisida alami atau organik untuk mencegah dan mengendalikan hama dan penyakit.
Tip 8: Panen yang Tepat Waktu
Panen jahe saat tanaman sudah berumur sekitar 8-10 bulan. Tanda-tanda jahe siap panen adalah daun mulai menguning dan rimpang sudah membesar.
Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu bisa menanam jahe sendiri dengan mudah dan mendapatkan hasil panen yang melimpah. Selamat mencoba!
Cara Menanam Jahe yang Benar Itu Gampang Banget!
Menanam jahe itu ternyata asik banget, lho! Dengan mengikuti cara yang benar, kamu bisa panen jahe sendiri di rumah. Jahe yang ditanam sendiri itu lebih sehat dan segar, bisa kamu pakai untuk bumbu masak, bikin wedang jahe, atau buat masker wajah.
Yuk, kita bahas cara menanam jahe yang benar, dari pemilihan bibit sampai panen. Nggak pakai ribet, kok! Siapa pun bisa menanam jahe sendiri, asal telaten dan sabar. Selamat mencoba!