This page looks best with JavaScript enabled

Cara Menanam Jeruk Santang Madu: Rahasia Sukses Panen Berlimpah

 ·  ☕ 12 min read

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lebih mendalam tentang cara menanam jeruk santang madu, termasuk pemilihan bibit, persiapan lahan, penanaman, perawatan, dan pemanenan. Kita juga akan membahas tentang hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman jeruk santang madu, serta cara pengendaliannya.

Cara Menanam Jeruk Santang Madu

Menanam jeruk santang madu membutuhkan beberapa aspek penting yang saling berkaitan, yaitu:

  • Pemilihan bibit unggul
  • Pengolahan lahan yang baik
  • Penanaman yang tepat
  • Pemupukan teratur
  • Pengairan yang cukup
  • Pemangkasan rutin
  • Pengendalian hama dan penyakit
  • Pemanenan yang tepat waktu

Pemilihan bibit unggul menjadi kunci awal keberhasilan budidaya jeruk santang madu. Bibit yang baik berasal dari varietas unggul, sehat, dan bebas dari hama penyakit. Pengolahan lahan yang baik meliputi pembersihan lahan, penggemburan tanah, dan pembuatan bedengan. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam yang sesuai, yaitu sekitar 4 x 4 meter. Pemupukan dilakukan secara teratur untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Pengairan yang cukup sangat penting, terutama pada saat tanaman sedang berbuah.

Pemangkasan rutin dilakukan untuk membentuk tajuk tanaman dan merangsang pertumbuhan tunas baru. Pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan secara tepat dan teratur untuk mencegah kerugian akibat serangan hama penyakit. Pemanenan dilakukan pada saat buah sudah matang, yaitu ditandai dengan perubahan warna kulit buah menjadi oranye kekuningan.

Dengan memperhatikan aspek-aspek penting tersebut, petani dapat memperoleh hasil panen jeruk santang madu yang optimal, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Pemilihan Bibit Unggul

Pemilihan Bibit Unggul, Cara Menanams

Dalam membudidayakan jeruk santang madu, pemilihan bibit unggul menjadi langkah awal yang sangat penting karena menentukan kualitas dan kuantitas hasil panen. Bibit unggul memiliki beberapa karakteristik, yaitu:

  • Berasal dari varietas unggul
    Varietas unggul adalah varietas yang telah terbukti memiliki produktivitas tinggi, tahan terhadap hama penyakit, dan memiliki kualitas buah yang baik.
  • Sehat dan bebas dari hama penyakit
    Bibit yang sehat memiliki batang yang kokoh, daun yang hijau segar, dan tidak menunjukkan gejala serangan hama penyakit.
  • Berumur sekitar 6-12 bulan
    Bibit yang terlalu muda atau terlalu tua kurang optimal untuk ditanam. Bibit berumur 6-12 bulan biasanya sudah memiliki sistem perakaran yang kuat dan siap untuk dipindahkan ke lahan tanam.

Dengan memilih bibit unggul, petani dapat meningkatkan peluang keberhasilan budidaya jeruk santang madu dan memperoleh hasil panen yang optimal.

Pengolahan Lahan yang Baik

Pengolahan Lahan Yang Baik, Cara Menanams

Pengolahan lahan merupakan langkah awal yang sangat penting dalam cara menanam jeruk santang madu. Lahan yang diolah dengan baik akan memberikan lingkungan tumbuh yang optimal bagi tanaman jeruk, sehingga dapat tumbuh subur dan berproduksi tinggi.

  • Pembersihan Lahan
    Pembersihan lahan meliputi penebangan pohon atau semak belukar, pembersihan gulma, dan pembuangan sisa-sisa tanaman sebelumnya. Pembersihan lahan bertujuan untuk menghilangkan gulma dan hama penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman jeruk.
  • Penggemburan Tanah
    Penggemburan tanah dilakukan dengan cara membajak atau mencangkul tanah hingga kedalaman sekitar 30-40 cm. Penggemburan tanah bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah, sehingga menjadi lebih gembur dan subur.
  • Pembuatan Bedengan
    Bedengan adalah guludan tanah yang dibuat untuk tempat menanam tanaman jeruk. Bedengan berfungsi untuk memperbaiki drainase tanah dan memudahkan perawatan tanaman.
  • Pemberian Kapur Pertanian
    Pemberian kapur pertanian bertujuan untuk menaikkan pH tanah dan memperbaiki kesuburan tanah. Kapur pertanian dapat diberikan dengan cara ditaburkan di atas permukaan tanah dan dicampur dengan tanah.

Dengan memperhatikan aspek-aspek pengolahan lahan yang baik, petani dapat menciptakan lingkungan tumbuh yang optimal bagi tanaman jeruk santang madu, sehingga dapat tumbuh subur dan berproduksi tinggi.

Penanaman yang Tepat

Penanaman Yang Tepat, Cara Menanams

Penanaman yang tepat merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam jeruk santang madu. Penanaman yang tepat akan memberikan lingkungan tumbuh yang optimal bagi tanaman jeruk, sehingga dapat tumbuh subur dan berproduksi tinggi.

  • Jarak Tanam
    Jarak tanam yang ideal untuk tanaman jeruk santang madu adalah sekitar 4 x 4 meter. Jarak tanam ini memberikan ruang yang cukup bagi tanaman untuk tumbuh dan berkembang, serta memudahkan perawatan tanaman.
  • Waktu Tanam
    Waktu tanam yang tepat untuk jeruk santang madu adalah pada awal musim hujan. Hal ini karena pada awal musim hujan, tanah masih lembap dan gembur, sehingga memudahkan pertumbuhan tanaman.
  • Lubang Tanam
    Lubang tanam dibuat dengan ukuran sekitar 50 x 50 x 50 cm. Lubang tanam diisi dengan campuran tanah, pupuk kandang, dan kapur pertanian.
  • Penanaman
    Bibit jeruk santang madu ditanam tegak lurus di tengah lubang tanam. Setelah ditanam, tanah di sekitar bibit dipadatkan dan disiram hingga tanah basah.

Dengan memperhatikan aspek-aspek penanaman yang tepat, petani dapat menciptakan lingkungan tumbuh yang optimal bagi tanaman jeruk santang madu, sehingga dapat tumbuh subur dan berproduksi tinggi.

Pemupukan teratur

Pemupukan Teratur, Cara Menanams

Dalam cara menanam jeruk santang madu, pemupukan teratur memegang peranan penting untuk memastikan pertumbuhan dan produksi tanaman yang optimal. Pemupukan memberikan nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh subur, berbuah lebat, dan memiliki kualitas buah yang baik.

  • Nutrisi untuk Pertumbuhan

    Pemupukan teratur menyediakan nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang dibutuhkan tanaman jeruk untuk pertumbuhan vegetatif, seperti pembentukan batang, daun, dan akar.

  • Pembungaan dan Pembuahan

    Selain nutrisi untuk pertumbuhan, pemupukan juga berperan dalam merangsang pembungaan dan pembuahan pada tanaman jeruk. Fosfor dan kalium sangat penting untuk pembentukan bunga dan buah yang berkualitas.

  • Kualitas Buah

    Pemupukan yang tepat dapat meningkatkan kualitas buah jeruk santang madu, seperti rasa yang lebih manis, warna kulit yang lebih cerah, dan kandungan vitamin yang lebih tinggi.

  • Ketahanan Tanaman

    Tanaman jeruk yang dipupuk secara teratur memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap hama penyakit, kekeringan, dan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.

Dengan memperhatikan pemupukan teratur sesuai kebutuhan tanaman, petani dapat memaksimalkan hasil panen jeruk santang madu, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Pengairan yang Cukup

Pengairan Yang Cukup, Cara Menanams

Dalam cara menanam jeruk santang madu, pengairan yang cukup sangat penting untuk memastikan pertumbuhan dan produksi tanaman yang optimal. Air merupakan komponen penting dalam semua proses fisiologis tanaman, termasuk fotosintesis, pengangkutan nutrisi, dan pembentukan buah.

Tanaman jeruk santang madu membutuhkan air yang cukup terutama selama musim kemarau dan saat tanaman sedang berbuah. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman layu, daun menguning, dan pertumbuhan terhambat. Dalam kasus yang parah, kekurangan air dapat menyebabkan kematian tanaman.

Sebaliknya, pengairan yang berlebihan juga dapat merugikan tanaman jeruk santang madu. Pengairan yang berlebihan dapat menyebabkan akar tanaman membusuk dan tanaman menjadi rentan terhadap penyakit jamur. Oleh karena itu, penting untuk memberikan air pada tanaman secukupnya, tidak berlebihan dan tidak kekurangan.

Untuk memastikan pengairan yang cukup, petani dapat menggunakan berbagai metode irigasi, seperti irigasi tetes, irigasi sprinkler, atau irigasi manual. Pemberian air harus dilakukan secara teratur, terutama pada saat tanaman sedang berbuah.

Dengan memperhatikan pengairan yang cukup, petani dapat memaksimalkan hasil panen jeruk santang madu, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika

Pemangkasan rutin

Pemangkasan Rutin, Cara Menanams

Pemangkasan rutin merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam jeruk santang madu. Pemangkasan dilakukan untuk membentuk tajuk tanaman, merangsang pertumbuhan tunas baru, dan meningkatkan produksi buah.

  • Membentuk Tajuk Tanaman
    Pemangkasan rutin dapat membentuk tajuk tanaman jeruk santang madu menjadi lebih teratur dan seimbang. Tajuk yang teratur memudahkan sinar matahari masuk ke seluruh bagian tanaman, sehingga tanaman dapat berfotosintesis dengan baik dan menghasilkan buah yang berkualitas.
  • Merangsang Pertumbuhan Tunas Baru
    Pemangkasan juga merangsang pertumbuhan tunas baru pada tanaman jeruk santang madu. Tunas baru ini akan menggantikan tunas-tunas tua yang sudah tidak produktif, sehingga tanaman tetap produktif dalam jangka waktu yang lama.
  • Meningkatkan Produksi Buah
    Pemangkasan dapat meningkatkan produksi buah jeruk santang madu dengan cara mengurangi jumlah buah pada setiap ranting. Dengan berkurangnya jumlah buah, maka nutrisi yang tersedia dapat terkonsentrasi pada buah-buah yang tersisa, sehingga buah menjadi lebih besar dan berkualitas.
  • Mengendalikan Hama dan Penyakit
    Pemangkasan juga dapat membantu mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman jeruk santang madu. Dengan memangkas cabang-cabang yang terserang hama atau penyakit, penyebaran hama dan penyakit dapat dihambat.

Dengan memperhatikan pemangkasan rutin, petani jeruk santang madu dapat memperoleh hasil panen yang optimal, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian Hama Dan Penyakit, Cara Menanams

Dalam cara menanam jeruk santang madu, pengendalian hama dan penyakit merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman jeruk santang madu dan menyebabkan kerugian yang besar, baik dari segi kuantitas maupun kualitas buah.

  • Pengenalan Hama dan Penyakit

    Hama adalah organisme pengganggu tanaman yang dapat merusak tanaman secara langsung dengan memakan daun, batang, atau buah. Sementara itu, penyakit adalah gangguan yang disebabkan oleh organisme patogen seperti jamur, bakteri, atau virus.

  • Cara Pengendalian

    Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jeruk santang madu dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan menggunakan pestisida, insektisida, atau fungisida. Namun, penggunaan bahan kimia tersebut harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan untuk menghindari dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan.

  • Pengendalian Organik

    Selain menggunakan bahan kimia, pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jeruk santang madu juga dapat dilakukan dengan menggunakan metode organik. Metode organik lebih ramah lingkungan dan tidak meninggalkan residu pada buah.

Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat, petani jeruk santang madu dapat meminimalisir kerugian akibat serangan hama dan penyakit, sehingga dapat memperoleh hasil panen yang optimal.

Pemanenan yang tepat waktu

Pemanenan Yang Tepat Waktu, Cara Menanams

Dalam cara menanam jeruk santang madu, pemanenan yang tepat waktu sangatlah penting untuk memperoleh hasil panen yang optimal. Pemanenan yang dilakukan terlalu cepat dapat menghasilkan buah yang belum matang sempurna, sehingga kualitas dan rasanya kurang baik. Sementara itu, pemanenan yang terlambat dapat menyebabkan buah terlalu matang dan mudah rusak, sehingga mengurangi nilai jualnya.

Waktu yang tepat untuk memanen jeruk santang madu adalah ketika buah sudah matang secara fisiologis. Ciri-ciri buah jeruk santang madu yang sudah matang antara lain kulit buah berwarna oranye kekuningan, mengkilap, dan mudah dikupas. Selain itu, kadar gula dalam buah sudah tinggi, sehingga rasanya manis dan segar.

Pemanenan jeruk santang madu dilakukan dengan cara memotong tangkai buah menggunakan gunting atau pisau yang tajam. Buah yang dipanen harus dalam kondisi baik, tidak cacat, dan tidak terserang hama penyakit. Setelah dipanen, buah jeruk santang madu harus segera disortasi dan dikemas untuk menjaga kualitasnya.

Dengan melakukan pemanenan yang tepat waktu, petani jeruk santang madu dapat memperoleh hasil panen yang berkualitas baik dan bernilai jual tinggi. Selain itu, pemanenan yang tepat waktu juga dapat memperpanjang masa simpan buah, sehingga buah dapat dipasarkan dalam waktu yang lebih lama.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika

Pertanyaan Umum tentang Cara Menanam Jeruk Santang Madu

Bagi pemula yang ingin membudidayakan jeruk santang madu, mungkin ada beberapa pertanyaan yang muncul. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya untuk membantu Anda memulai:

Pertanyaan 1: Kapan waktu yang tepat untuk menanam jeruk santang madu?


Waktu yang tepat untuk menanam jeruk santang madu adalah pada awal musim hujan, yaitu sekitar bulan Oktober hingga November.

Pertanyaan 2: Berapa jarak tanam yang ideal untuk jeruk santang madu?


Jarak tanam ideal untuk jeruk santang madu adalah sekitar 4 x 4 meter. Jarak ini memberikan ruang yang cukup bagi tanaman untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara merawat tanaman jeruk santang madu yang baru ditanam?


Tanaman jeruk santang madu yang baru ditanam membutuhkan penyiraman secara teratur, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit.

Pertanyaan 4: Kapan tanaman jeruk santang madu mulai berbuah?


Tanaman jeruk santang madu biasanya mulai berbuah pada umur 2-3 tahun setelah tanam.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara memanen jeruk santang madu yang tepat?


Jeruk santang madu dipanen ketika buah sudah matang, yaitu ditandai dengan perubahan warna kulit buah menjadi oranye kekuningan dan mudah dikupas.

Pertanyaan 6: Apa saja manfaat menanam jeruk santang madu?


Menanam jeruk santang madu memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai sumber vitamin C, antioksidan, dan serat, serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Dengan memahami cara menanam jeruk santang madu yang tepat, Anda dapat menikmati buah yang manis dan menyegarkan dari hasil kebun sendiri.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika

Tips Menanam Jeruk Santang Madu

Menanam jeruk santang madu tidaklah sulit, namun ada beberapa tips yang bisa membantu Anda memperoleh hasil panen yang optimal.

Tip 1: Pilihlah Bibit Unggul

Kunci sukses menanam jeruk santang madu terletak pada pemilihan bibit unggul. Pastikan bibit berasal dari varietas unggul, sehat, dan bebas dari hama penyakit.

Tip 2: Siapkan Lahan yang Tepat

Jeruk santang madu membutuhkan lahan yang subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik. Bersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman sebelumnya, lalu gemburkan tanah dengan cara dibajak atau dicangkul.

Tip 3: Tanam di Waktu yang Tepat

Waktu tanam yang tepat untuk jeruk santang madu adalah pada awal musim hujan, sekitar bulan Oktober hingga November. Pada saat ini, tanah masih lembap dan gembur, sehingga memudahkan pertumbuhan tanaman.

Tip 4: Beri Pupuk Secara Teratur

Jeruk santang madu membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh subur dan berbuah lebat. Beri pupuk secara teratur, misalnya pupuk kandang atau pupuk kompos, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.

Tip 5: Siram Secukupnya

Jeruk santang madu membutuhkan penyiraman yang cukup, terutama pada musim kemarau. Namun, jangan berlebihan menyiram karena dapat menyebabkan akar tanaman membusuk.

Tip 6: Pangkas Ranting Secara Rutin

Pemangkasan ranting secara rutin dapat membantu membentuk tajuk tanaman yang teratur, merangsang pertumbuhan tunas baru, dan meningkatkan produksi buah. Pangkas ranting yang tumbuh tidak teratur, kering, atau terserang hama penyakit.

Tip 7: Kendalikan Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman jeruk santang madu dan menurunkan produktivitasnya. Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara teratur, misalnya dengan menggunakan pestisida atau insektisida yang ramah lingkungan.

Tip 8: Panen dengan Tepat Waktu

Jeruk santang madu dipanen ketika buah sudah matang, yaitu ditandai dengan perubahan warna kulit buah menjadi oranye kekuningan dan mudah dikupas. Pemanenan yang tepat waktu akan menghasilkan buah yang manis, segar, dan memiliki kualitas terbaik.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat menanam jeruk santang madu dengan mudah dan memperoleh hasil panen yang melimpah.

Cara Menanam Jeruk Santang Madu, Buah Manis nan Menggiurkan

Jeruk santang madu yang segar dan manis

Jeruk santang madu, siapa yang tidak kenal buah yang satu ini? Buah yang memiliki cita rasa manis dan menyegarkan ini banyak digemari oleh masyarakat. Selain rasanya yang lezat, jeruk santang madu juga kaya akan vitamin dan nutrisi yang baik untuk kesehatan.

Menanam jeruk santang madu tidaklah sulit, asalkan kita mengetahui teknik dan perawatan yang tepat. Pertama, pilihlah bibit unggul yang berasal dari varietas unggulan. Setelah itu, siapkan lahan yang subur dan gembur, lalu tanam bibit jeruk pada awal musim hujan.

Jangan lupa untuk memberikan pupuk secara teratur dan menyiram secukupnya. Pangkas ranting secara rutin untuk membentuk tajuk tanaman yang baik dan mengendalikan hama dan penyakit. Pemanenan dapat dilakukan ketika buah sudah matang, yaitu ditandai dengan perubahan warna kulit buah menjadi oranye kekuningan.

Dengan mengikuti cara-cara di atas, kita dapat menanam jeruk santang madu sendiri di rumah. Selain dapat menikmati buahnya yang lezat, menanam jeruk santang madu juga dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat.

Images References

Images References, Cara Menanams
Share on