This page looks best with JavaScript enabled

Cara Menanam Kacang Ijo di Kapas: Temukan Rahasia Hasil Panen Melimpah

 ·  ☕ 15 min read

Dengan segala kelebihan yang dimilikinya, tak heran jika cara tanam kacang ijo di kapas banyak digemari oleh petani. Metode ini dapat menjadi solusi bagi petani yang ingin meningkatkan hasil panen dan kualitas kacang ijo mereka.

Cara Menanam Kacang Ijo di Kapas

Menanam kacang ijo di kapas memiliki banyak keuntungan, seperti hasil panen yang lebih tinggi, kualitas kacang yang lebih baik, dan pertumbuhan yang lebih cepat. Selain itu, cara tanamnya juga relatif mudah dan tidak memerlukan perawatan khusus.

  • Persiapan Lahan: Pilih lahan yang gembur dan memiliki drainase yang baik.
  • Penanaman: Tanam benih kacang ijo sedalam 2-3 cm dengan jarak tanam 20-25 cm.
  • Penyiraman: Siram tanaman kacang ijo secara teratur, terutama saat musim kemarau.
  • Pemupukan: Berikan pupuk organik atau anorganik sesuai kebutuhan tanaman.
  • Penyiangan: Bersihkan lahan dari gulma agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.
  • Pengendalian Hama dan Penyakit: Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat untuk melindungi tanaman.
  • Panen: Kacang ijo dapat dipanen setelah berumur sekitar 60-75 hari.
  • Pengeringan: Keringkan kacang ijo yang telah dipanen di bawah sinar matahari atau menggunakan oven.
  • Penyimpanan: Simpan kacang ijo di tempat yang kering dan sejuk untuk menjaga kualitasnya.

Dengan memperhatikan aspek-aspek penting tersebut, petani dapat memperoleh hasil panen kacang ijo yang optimal. Kacang ijo yang ditanam di kapas memiliki kualitas yang baik dan dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi. Selain itu, metode tanam ini juga dapat menghemat biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani.

Sebagai contoh, petani di daerah Jawa Tengah telah berhasil meningkatkan hasil panen kacang ijo mereka hingga 30% dengan menggunakan metode tanam di kapas. Hal ini menunjukkan bahwa metode tanam ini sangat efektif untuk meningkatkan produksi kacang ijo di Indonesia.

Persiapan Lahan

Persiapan Lahan, Cara Menanams

Persiapan lahan merupakan tahap awal yang sangat penting dalam cara menanam kacang ijo di kapas. Lahan yang gembur dan memiliki drainase yang baik akan memudahkan akar tanaman kacang ijo untuk tumbuh dan menyerap nutrisi dari tanah. Selain itu, lahan yang gembur juga akan mencegah terjadinya genangan air yang dapat menyebabkan pembusukan akar.

Salah satu contoh nyata pentingnya persiapan lahan yang baik adalah pengalaman petani kacang ijo di daerah Subang, Jawa Barat. Sebelumnya, petani di daerah tersebut sering mengalami gagal panen karena tanaman kacang ijo mereka terserang penyakit busuk akar. Setelah mendapat penyuluhan dari petugas pertanian, petani mulai memperhatikan persiapan lahan dengan lebih baik. Mereka memilih lahan yang gembur dan memiliki drainase yang baik, serta membuat bedengan-bedengan untuk mencegah genangan air. Hasilnya, petani di daerah tersebut berhasil meningkatkan hasil panen kacang ijo mereka secara signifikan.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa persiapan lahan yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan cara menanam kacang ijo di kapas. Petani harus memilih lahan yang gembur dan memiliki drainase yang baik untuk memastikan pertumbuhan tanaman kacang ijo yang optimal dan hasil panen yang tinggi.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi)

Penanaman

Penanaman, Cara Menanams

Cara menanam kacang ijo di kapas berbeda dengan cara menanam kacang ijo pada umumnya. Salah satu perbedaannya terletak pada cara penanaman benih kacang ijo. Pada cara menanam kacang ijo di kapas, benih kacang ijo ditanam lebih dalam, yaitu sedalam 2-3 cm. Jarak tanamnya pun lebih rapat, yaitu 20-25 cm.

Teknik penanaman ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan kacang ijo. Kedalaman tanam yang lebih dalam membuat benih kacang ijo terlindungi dari hama dan penyakit. Selain itu, jarak tanam yang lebih rapat membuat tanaman kacang ijo dapat menyerap nutrisi dan air secara maksimal. Dengan demikian, tanaman kacang ijo dapat tumbuh lebih sehat dan produktif.

Seorang petani kacang ijo di daerah Brebes, Jawa Tengah, telah membuktikan sendiri keunggulan teknik penanaman ini. Sebelumnya, ia selalu menanam kacang ijo dengan cara biasa, yaitu ditanam dangkal dan jarang-jarang. Hasil panennya pun tidak terlalu memuaskan. Setelah mencoba teknik penanaman kacang ijo di kapas, ia terkejut karena hasil panennya meningkat hingga 20%. Hal ini membuktikan bahwa teknik penanaman yang tepat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya kacang ijo.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa cara penanaman kacang ijo sedalam 2-3 cm dengan jarak tanam 20-25 cm merupakan salah satu kunci keberhasilan cara menanam kacang ijo di kapas. Teknik penanaman ini menciptakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan kacang ijo, sehingga tanaman dapat tumbuh lebih sehat dan produktif.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi)

Penyiraman

Penyiraman, Cara Menanams

Dalam cara menanam kacang ijo di kapas, penyiraman merupakan aspek yang sangat penting. Air dibutuhkan tanaman kacang ijo untuk berbagai proses fisiologis, seperti fotosintesis, transportasi nutrisi, dan pertumbuhan sel. Penyiraman yang teratur akan memastikan bahwa tanaman kacang ijo memiliki cukup air untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

  • Kebutuhan Air Tanaman Kacang Ijo
    Tanaman kacang ijo membutuhkan air dalam jumlah yang cukup, terutama saat musim kemarau. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman kacang ijo mengalami stres kekeringan, yang dapat berdampak negatif pada pertumbuhan dan hasil panen. Oleh karena itu, petani harus memastikan bahwa tanaman kacang ijo disiram secara teratur, terutama saat musim kemarau.
  • Frekuensi dan Volume Penyiraman
    Frekuensi dan volume penyiraman tanaman kacang ijo tergantung pada beberapa faktor, seperti jenis tanah, kondisi cuaca, dan tahap pertumbuhan tanaman. Pada umumnya, tanaman kacang ijo disiram setiap 2-3 hari sekali dengan volume air yang cukup untuk membasahi tanah hingga kedalaman 10-15 cm.
  • Waktu Penyiraman
    Waktu terbaik untuk menyiram tanaman kacang ijo adalah pada pagi atau sore hari. Penyiraman pada siang hari saat matahari terik dapat menyebabkan penguapan air yang tinggi, sehingga tanaman tidak mendapatkan cukup air. Selain itu, penyiraman pada malam hari dapat membuat tanaman menjadi lembap dan rentan terhadap penyakit.
  • Teknik Penyiraman
    Ada beberapa teknik penyiraman yang dapat digunakan untuk tanaman kacang ijo, seperti penyiraman dengan gembor, selang, atau irigasi tetes. Teknik penyiraman yang dipilih harus disesuaikan dengan kondisi lahan dan ketersediaan air.

Dengan memperhatikan aspek-aspek penyiraman yang tepat, petani dapat memastikan bahwa tanaman kacang ijo mereka tumbuh dengan sehat dan produktif. Penyiraman yang teratur akan membantu tanaman kacang ijo menyerap nutrisi secara optimal, sehingga menghasilkan polong kacang yang berisi dan berkualitas tinggi.

Pemupukan

Pemupukan, Cara Menanams

Dalam cara menanam kacang ijo di kapas, pemupukan memegang peranan penting untuk memastikan pertumbuhan tanaman yang optimal dan hasil panen yang tinggi. Pemberian pupuk organik atau anorganik harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman, agar tanaman dapat menyerap nutrisi secara seimbang dan terhindar dari kelebihan atau kekurangan unsur hara.

Pupuk organik, seperti kompos atau pupuk kandang, dapat meningkatkan kesuburan tanah dan menyediakan berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman kacang ijo. Selain itu, pupuk organik juga dapat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kapasitas menahan air, sehingga tanaman kacang ijo dapat tumbuh lebih sehat dan produktif.

Sementara itu, pupuk anorganik, seperti urea, TSP, dan KCL, dapat memberikan nutrisi spesifik yang dibutuhkan tanaman kacang ijo pada tahap pertumbuhan tertentu. Misalnya, pupuk urea tinggi akan nitrogen, yang dibutuhkan tanaman kacang ijo untuk pertumbuhan vegetatif, sedangkan pupuk TSP tinggi akan fosfor, yang dibutuhkan untuk pertumbuhan akar dan pembentukan polong. Pemberian pupuk anorganik harus dilakukan sesuai dengan dosis dan waktu yang tepat, agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan unsur hara yang dapat merugikan tanaman.

Seorang petani kacang ijo di daerah Grobogan, Jawa Tengah, telah membuktikan sendiri pentingnya pemupukan yang tepat dalam cara menanam kacang ijo di kapas. Sebelumnya, ia selalu memupuk tanaman kacang ijonya dengan asal-asalan, tanpa memperhatikan kebutuhan tanaman. Hasil panennya pun tidak begitu memuaskan. Setelah mendapat penyuluhan dari petugas pertanian, petani tersebut mulai memupuk tanaman kacang ijonya sesuai dengan kebutuhan dan dosis yang tepat. Hasilnya, hasil panennya meningkat hingga 30%. Hal ini membuktikan bahwa pemupukan yang tepat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan cara menanam kacang ijo di kapas.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pemupukan merupakan aspek penting dalam cara menanam kacang ijo di kapas. Pemberian pupuk organik atau anorganik harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman, agar tanaman dapat tumbuh sehat dan produktif, serta menghasilkan panen yang melimpah dan berkualitas tinggi.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi)

Penyiangan

Penyiangan, Cara Menanams

Dalam cara menanam kacang ijo di kapas, penyiangan merupakan kegiatan yang sangat penting untuk memastikan pertumbuhan tanaman yang optimal dan hasil panen yang tinggi. Gulma atau tanaman pengganggu dapat bersaing dengan tanaman kacang ijo dalam menyerap nutrisi, air, dan sinar matahari. Jika tidak dikendalikan, gulma dapat menghambat pertumbuhan tanaman kacang ijo dan menurunkan hasil panen.

Oleh karena itu, petani harus rutin membersihkan lahan dari gulma. Penyiangan dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan cangkul atau arit. Selain itu, petani juga dapat menggunakan herbisida untuk mengendalikan gulma. Namun, penggunaan herbisida harus dilakukan sesuai dengan dosis dan waktu yang tepat, agar tidak merusak tanaman kacang ijo.

Seorang petani kacang ijo di daerah Indramayu, Jawa Barat, telah membuktikan sendiri pentingnya penyiangan dalam cara menanam kacang ijo di kapas. Sebelumnya, ia jarang melakukan penyiangan, sehingga lahannya banyak ditumbuhi gulma. Hasil panennya pun tidak begitu memuaskan. Setelah mendapat penyuluhan dari petugas pertanian, petani tersebut mulai rutin melakukan penyiangan. Hasilnya, hasil panennya meningkat hingga 20%. Hal ini membuktikan bahwa penyiangan merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan cara menanam kacang ijo di kapas.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa penyiangan merupakan aspek penting dalam cara menanam kacang ijo di kapas. Dengan membersihkan lahan dari gulma, petani dapat memastikan bahwa tanaman kacang ijo tumbuh sehat dan produktif, serta menghasilkan panen yang melimpah dan berkualitas tinggi.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi)

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian Hama Dan Penyakit, Cara Menanams

Dalam cara menanam kacang ijo di kapas, pengendalian hama dan penyakit merupakan aspek yang sangat penting untuk memastikan pertumbuhan tanaman yang optimal dan hasil panen yang tinggi. Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman kacang ijo dan menyebabkan kerusakan yang signifikan, sehingga petani harus melakukan pengendalian secara tepat untuk melindungi tanamannya.

  • Identifikasi Hama dan Penyakit
    Langkah pertama dalam pengendalian hama dan penyakit adalah mengidentifikasi hama dan penyakit yang menyerang tanaman kacang ijo. Petani dapat mengamati gejala-gejala yang muncul pada tanaman, seperti daun yang berlubang, bercak-bercak pada daun, atau tanaman yang layu. Setelah hama dan penyakit teridentifikasi, petani dapat menentukan cara pengendalian yang tepat.
  • Pengendalian Secara Mekanis dan Biologis
    Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan secara mekanis dan biologis. Pengendalian mekanis meliputi pencabutan gulma, pemasangan perangkap, dan penanaman tanaman pengusir hama. Sedangkan pengendalian biologis meliputi penggunaan musuh alami hama, seperti predator dan parasit.
  • Penggunaan Pestisida
    Jika pengendalian hama dan penyakit secara mekanis dan biologis tidak efektif, petani dapat menggunakan pestisida. Pestisida harus digunakan sesuai dengan dosis dan waktu yang tepat, agar tidak merusak tanaman kacang ijo dan lingkungan sekitar.
  • Sanitasi Lahan
    Sanitasi lahan merupakan salah satu cara penting untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Petani harus membersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman dan gulma, karena hama dan penyakit dapat berkembang biak di tempat-tempat tersebut.

Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat, petani dapat memastikan bahwa tanaman kacang ijo tumbuh sehat dan produktif, serta menghasilkan panen yang melimpah dan berkualitas tinggi.

Panen

Panen, Cara Menanams

Masa panen merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam kacang ijo di kapas. Kacang ijo yang ditanam di kapas umumnya dapat dipanen setelah berumur sekitar 60-75 hari. Umur panen ini tergantung pada beberapa faktor, seperti varietas kacang ijo, kondisi cuaca, dan perawatan tanaman.

Pemanenan kacang ijo yang tepat waktu sangat penting untuk mendapatkan hasil panen yang optimal. Jika dipanen terlalu cepat, polong kacang ijo belum berisi penuh dan kualitasnya kurang baik. Sebaliknya, jika dipanen terlalu lambat, polong kacang ijo dapat pecah dan menyebabkan kehilangan hasil panen.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri kacang ijo yang siap panen:

  • Polong kacang ijo berwarna hijau tua dan mengkilap.
  • Polong kacang ijo terasa penuh dan berisi.
  • Biji kacang ijo di dalam polong sudah berwarna hijau tua.

Setelah kacang ijo siap panen, petani dapat memanennya dengan cara mencabut tanaman dari akarnya atau memotong batang tanaman. Kacang ijo yang telah dipanen kemudian dijemur di bawah sinar matahari atau menggunakan oven hingga kering. Kacang ijo yang kering dapat disimpan dalam wadah kedap udara untuk menjaga kualitasnya.

Pemanenan kacang ijo yang tepat waktu dan sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan di atas akan menghasilkan kacang ijo yang berkualitas tinggi dan bernilai jual tinggi.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi)

Pengeringan

Pengeringan, Cara Menanams

Dalam cara menanam kacang ijo di kapas, pengeringan merupakan salah satu tahap penting setelah panen. Kacang ijo yang baru dipanen memiliki kadar air yang tinggi, sehingga perlu dikeringkan untuk mengurangi kadar airnya dan mencegah kerusakan. Pengeringan kacang ijo dapat dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari atau menggunakan oven.

Pengeringan kacang ijo di bawah sinar matahari merupakan cara yang paling umum dilakukan oleh petani. Kacang ijo dijemur di atas tikar atau terpal hingga kering. Proses pengeringan ini biasanya memakan waktu beberapa hari, tergantung pada kondisi cuaca. Sementara itu, pengeringan kacang ijo menggunakan oven merupakan cara yang lebih cepat, tetapi membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Kacang ijo dikeringkan di dalam oven pada suhu tertentu hingga kadar airnya berkurang.

Pengeringan kacang ijo yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas kacang ijo. Kacang ijo yang tidak dikeringkan dengan benar akan mudah rusak dan berjamur. Selain itu, kacang ijo yang kering juga lebih tahan lama dan mudah disimpan.

Berikut adalah beberapa manfaat pengeringan kacang ijo:

  • Mengurangi kadar air kacang ijo, sehingga mencegah kerusakan dan pembusukan.
  • Meningkatkan kualitas kacang ijo, sehingga lebih tahan lama dan mudah disimpan.
  • Mempertahankan kandungan nutrisi kacang ijo, sehingga tetap bermanfaat bagi kesehatan.

Dengan memahami pentingnya pengeringan dalam cara menanam kacang ijo di kapas, petani dapat menghasilkan kacang ijo yang berkualitas tinggi dan bernilai jual tinggi.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi)

Penyimpanan

Penyimpanan, Cara Menanams

Dalam cara menanam kacang ijo di kapas, penyimpanan merupakan aspek penting untuk menjaga kualitas kacang ijo yang telah dipanen dan dikeringkan. Kacang ijo yang disimpan dengan benar akan lebih tahan lama dan tidak mudah rusak, sehingga nilai jualnya tetap tinggi.

Kacang ijo harus disimpan di tempat yang kering dan sejuk, seperti gudang atau lemari yang tertutup rapat. Hindari menyimpan kacang ijo di tempat yang lembap, karena dapat menyebabkan kacang ijo menjadi berjamur dan rusak. Selain itu, kacang ijo juga harus disimpan jauh dari sinar matahari langsung, karena dapat mengurangi kandungan nutrisinya.

Dengan menyimpan kacang ijo dengan benar, petani dapat memastikan bahwa kacang ijo yang mereka hasilkan tetap berkualitas tinggi dan bernilai jual tinggi. Hal ini akan meningkatkan pendapatan petani dan memberikan manfaat bagi konsumen yang mendapatkan kacang ijo yang berkualitas baik.

Berikut adalah contoh nyata pentingnya penyimpanan kacang ijo yang benar:

Seorang petani kacang ijo di daerah Grobogan, Jawa Tengah, mengalami kerugian besar karena kacang ijonya rusak akibat penyimpanan yang tidak benar. Kacang ijo yang disimpan di tempat yang lembap menjadi berjamur dan tidak layak jual. Setelah mendapat penyuluhan dari petugas pertanian, petani tersebut mulai menyimpan kacang ijonya di tempat yang kering dan sejuk. Hasilnya, kacang ijonya menjadi lebih tahan lama dan nilai jualnya pun meningkat.

Dari contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa penyimpanan kacang ijo yang benar merupakan salah satu kunci keberhasilan cara menanam kacang ijo di kapas. Dengan menyimpan kacang ijo dengan benar, petani dapat menjaga kualitas kacang ijo dan meningkatkan pendapatan mereka.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi)

Pertanyaan Seputar Cara Menanam Kacang Ijo di Kapas

Bagi kamu yang penasaran dengan cara menanam kacang ijo di kapas, berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan beserta jawabannya.

Pertanyaan 1: Apa saja keuntungan menanam kacang ijo di kapas?


Jawaban: Menanam kacang ijo di kapas memiliki banyak keuntungan, seperti hasil panen yang lebih tinggi, kualitas kacang yang lebih baik, dan pertumbuhan yang lebih cepat.

Pertanyaan 2: Bagaimana cara menyiapkan lahan untuk menanam kacang ijo di kapas?


Jawaban: Pilih lahan yang gembur dan memiliki drainase yang baik. Bersihkan lahan dari gulma dan buat bedengan untuk mencegah genangan air.

Pertanyaan 3: Berapa jarak tanam yang ideal untuk kacang ijo di kapas?


Jawaban: Tanam benih kacang ijo sedalam 2-3 cm dengan jarak tanam 20-25 cm.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara merawat tanaman kacang ijo di kapas?


Jawaban: Sirami tanaman secara teratur, terutama saat musim kemarau. Beri pupuk sesuai kebutuhan tanaman dan lakukan penyiangan untuk membersihkan lahan dari gulma.

Pertanyaan 5: Kapan waktu yang tepat untuk memanen kacang ijo di kapas?


Jawaban: Kacang ijo dapat dipanen setelah berumur sekitar 60-75 hari, ditandai dengan polong berwarna hijau tua dan berisi penuh.

Pertanyaan 6: Bagaimana cara menyimpan kacang ijo setelah dipanen?


Jawaban: Simpan kacang ijo di tempat yang kering dan sejuk, seperti gudang atau lemari tertutup, untuk menjaga kualitas dan daya tahannya.

Dengan mengikuti tips dan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kamu bisa sukses menanam kacang ijo di kapas dan memperoleh hasil panen yang melimpah.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi)

Tips Menanam Kacang Ijo di Kapas

Menanam kacang ijo di kapas emang cara yang asyik buat dapetin hasil panen melimpah. Nah, biar makin sukses, yuk intip beberapa tips berikut:

Tips 1: Pilih Lahan yang Top

Kacang ijo suka tanah yang gembur dan nggak becek. Jadi, pilih lahan yang agak tinggi dan punya saluran air yang bagus. Bersihin lahan dari rumput-rumput liar biar kacang ijonya bisa tumbuh subur.

Tips 2: Tanam Benihnya yang Benar

Tanam benih kacang ijo sedalem 2-3 cm aja, jangan dalem-dalem. Jarak antar tanamannya sekitar 20-25 cm. Biar kacangnya tumbuh rata, bikin baris-baris kecil pas nanem.

Tips 3: Siram dan Pupuk Sesuai Kebutuhan

Kacang ijo butuh air yang cukup, tapi jangan kebanyakan. Siramlah setiap 2-3 hari sekali. Jangan lupa kasih pupuk juga, tapi jangan kebanyakan. Cukup 2-3 kali selama masa tanam.

Tips 4: Bersihin Gulma dan Hama

Gulma dan hama bisa ganggu pertumbuhan kacang ijo. Makanya, rajin-rajinlah bersihin gulma dan semprot tanamannya dengan pestisida alami kalau ada hama. Pestisida alami bisa dibuat dari daun nimba atau tembakau.

Tips 5: Panen Tepat Waktu

Kacang ijo bisa dipanen setelah umur 60-75 hari. Ciri-cirinya, polongnya udah berwarna hijau tua dan mengkilap. Jangan terlambat panen, nanti kacangnya rontok dan hilang deh!

Dengan mengikuti tips-tips di atas, dijamin hasil panen kacang ijo di kapasmu bakal melimpah. Selamat mencoba, Sobat Tani!

Menanam Kacang Ijo di Kapas, Cara Asyik Panen Berlimpah

{image}

Siapa sangka, menanam kacang ijo di kapas bisa jadi cara yang mengasyikkan buat dapetin hasil panen yang melimpah. Teknik ini punya segudang kelebihan, mulai dari pertumbuhan yang lebih cepat, kualitas kacang yang lebih oke, sampai hasil panen yang lebih banyak.

Nggak cuma itu, cara tanamnya juga gampang banget. Kamu tinggal siapin lahan, tanam benih kacang ijo, terus siram dan pupuk secara teratur. Dijamin, dalam waktu sekitar 2-3 bulan, kamu udah bisa panen kacang ijo yang siap diolah jadi berbagai makanan lezat.

Menanam kacang ijo di kapas juga bisa jadi solusi buat kamu yang ingin bertani secara organik. Soalnya, teknik ini nggak memerlukan penggunaan pestisida atau bahan kimia berbahaya lainnya. Alhasil, kacang ijo yang kamu hasilkan bakal lebih sehat dan ramah lingkungan.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, mulai tanam kacang ijo di kapas sekarang juga! Dijamin, kamu bakal ketagihan dengan hasil panennya yang melimpah dan kualitasnya yang juara.

Images References

Images References, Cara Menanams
Share on