- Pertumbuhan kangkung lebih optimal karena akar tanaman dapat menyerap nutrisi dari tanah secara langsung.
- Hasil panen lebih banyak dan berkualitas baik.
- Hemat biaya karena tidak memerlukan wadah atau media tanam tambahan.
Sebelum menanam kangkung di tanah, perlu mempersiapkan lahan terlebih dahulu. Lahan harus diolah dengan baik, gembur, dan memiliki drainase yang baik. pH tanah yang ideal untuk kangkung adalah sekitar 6-7. Setelah lahan siap, buat bedengan dengan lebar sekitar 1 meter dan tinggi 20-30 cm. Jarak antar bedengan sekitar 30-40 cm.
Penanaman kangkung dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan biji atau stek batang. Jika menggunakan biji, taburkan biji kangkung secara merata di atas bedengan. Setelah itu, tutup biji dengan tanah tipis dan siram dengan air secukupnya. Jika menggunakan stek batang, potong batang kangkung sepanjang 10-15 cm dan tancapkan pada bedengan dengan jarak sekitar 15-20 cm. Setelah ditanam, siram kangkung dengan air secukupnya.
Perawatan kangkung meliputi penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit. Penyiraman dilakukan secara teratur, terutama saat musim kemarau. Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik atau anorganik. Pengendalian hama penyakit dapat dilakukan dengan cara manual atau menggunakan pestisida alami.
Kangkung dapat dipanen setelah berumur sekitar 25-30 hari. Panen dilakukan dengan cara mencabut batang kangkung hingga ke akar. Kangkung yang telah dipanen dapat langsung dikonsumsi atau dijual.
Cara Menanam Kangkung di Tanah
Menanam kangkung di tanah itu mudah dan menyenangkan! Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar kangkung tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah.
- Persiapan Lahan: Gemburkan tanah dan buat bedengan agar air tidak menggenang.
- Pemilihan Bibit: Gunakan bibit kangkung yang berkualitas baik dan bebas penyakit.
- Penanaman: Tanam bibit kangkung dengan jarak yang tepat agar tidak saling berebut nutrisi.
- Penyiraman: Siram kangkung secara teratur, terutama saat musim kemarau.
- Pemupukan: Beri pupuk secara berkala untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kangkung.
- Penyiangan: Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar kangkung agar tidak mengganggu pertumbuhannya.
- Pengendalian Hama dan Penyakit: Lindungi kangkung dari serangan hama dan penyakit dengan cara alami atau kimiawi.
- Panen: Kangkung dapat dipanen setelah berumur sekitar 25-30 hari.
- Pasca Panen: Kangkung yang telah dipanen dapat langsung dikonsumsi atau dijual.
Dengan memperhatikan aspek-aspek penting di atas, menanam kangkung di tanah dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Kangkung yang ditanam sendiri akan terasa lebih segar dan sehat.
Selain itu, menanam kangkung di tanah juga dapat menjadi solusi untuk ketahanan pangan keluarga. Kangkung merupakan sayuran yang mudah tumbuh dan dapat dipanen dalam waktu yang relatif singkat. Dengan demikian, kita dapat menyediakan sumber makanan sehat dan bergizi untuk keluarga kita sendiri.
Persiapan Lahan
Dalam cara menanam kangkung di tanah, persiapan lahan merupakan langkah awal yang sangat penting. Salah satu aspek penting dalam persiapan lahan adalah menggemburkan tanah dan membuat bedengan. Hal ini dilakukan agar air tidak menggenang di lahan, yang dapat menyebabkan akar kangkung membusuk.
-
Tanah yang Gembur
Tanah yang gembur memungkinkan akar kangkung menembus tanah dengan mudah. Akar yang dapat menembus tanah dengan baik akan memperkokoh tanaman dan memudahkan penyerapan nutrisi dari dalam tanah. -
Bedengan yang Tinggi
Bedengan yang tinggi berfungsi sebagai drainase air. Saat hujan turun, air tidak akan menggenang di lahan, melainkan akan mengalir ke sela-sela bedengan. Dengan demikian, akar kangkung tidak akan terendam air dan membusuk.
Dengan mempersiapkan lahan dengan baik, yaitu dengan menggemburkan tanah dan membuat bedengan, kangkung akan tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah. Akar kangkung yang sehat akan menyerap nutrisi dari dalam tanah secara optimal, sehingga tanaman kangkung dapat tumbuh dengan kuat dan menghasilkan banyak daun.
Pemilihan Bibit
Dalam cara menanam kangkung di tanah, pemilihan bibit merupakan salah satu aspek penting yang menentukan keberhasilan panen. Bibit kangkung yang berkualitas baik dan bebas penyakit akan menghasilkan tanaman kangkung yang sehat dan produktif.
Bibit kangkung yang berkualitas baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Bebas dari hama dan penyakit
- Batang kokoh dan berwarna hijau segar
- Daun lebar dan tidak berlubang
Sedangkan bibit kangkung yang terinfeksi penyakit biasanya menunjukkan gejala-gejala seperti:
- Daun menguning atau berbintik
- Batang layu atau berlendir
- Akar membusuk
Jika menggunakan bibit kangkung yang terinfeksi penyakit, maka tanaman kangkung yang dihasilkan juga akan rentan terhadap penyakit. Akibatnya, pertumbuhan tanaman terhambat, produksi daun berkurang, dan bahkan dapat menyebabkan kematian tanaman.
Oleh karena itu, sangat penting untuk menggunakan bibit kangkung yang berkualitas baik dan bebas penyakit. Dengan memilih bibit yang tepat, kita dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam menanam kangkung di tanah dan memperoleh panen yang melimpah.
Sumber: Tips Cara Menanam Kangkung Agar Subur dan Cepat Panen
Penanaman
Dalam cara menanam kangkung di tanah, penanaman merupakan salah satu tahapan penting yang menentukan keberhasilan panen. Salah satu aspek penting dalam penanaman kangkung adalah menanam bibit kangkung dengan jarak yang tepat.
Jarak tanam yang tepat sangat penting agar tanaman kangkung tidak saling berebut nutrisi. Ketika tanaman kangkung ditanam terlalu rapat, akarnya akan saling bertumpukan dan kesulitan menyerap nutrisi dari dalam tanah. Akibatnya, pertumbuhan tanaman terhambat, produksi daun berkurang, dan tanaman menjadi rentan terhadap penyakit.
Sebaliknya, jika tanaman kangkung ditanam dengan jarak yang terlalu lebar, maka lahan tidak akan termanfaatkan secara optimal. Selain itu, gulma akan lebih mudah tumbuh di sela-sela tanaman kangkung, sehingga dapat mengganggu pertumbuhan kangkung dan mengurangi hasil panen.
Oleh karena itu, sangat penting untuk menanam bibit kangkung dengan jarak yang tepat. Jarak tanam yang ideal untuk kangkung adalah sekitar 15-20 cm antar tanaman. Dengan jarak tanam yang tepat, tanaman kangkung dapat tumbuh subur, menghasilkan banyak daun, dan tahan terhadap penyakit.
Sumber: Tips Cara Menanam Kangkung Agar Subur dan Cepat Panen
Penyiraman
Dalam cara menanam kangkung di tanah, penyiraman merupakan salah satu aspek penting yang menentukan keberhasilan panen. Kangkung merupakan tanaman yang membutuhkan banyak air, terutama saat musim kemarau.
-
Kebutuhan Air Kangkung
Kangkung membutuhkan air yang cukup untuk pertumbuhannya. Air berfungsi sebagai pelarut nutrisi yang diserap oleh akar tanaman. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman kangkung layu, pertumbuhan terhambat, dan produksi daun berkurang. -
Penyiraman yang Teratur
Penyiraman kangkung harus dilakukan secara teratur, terutama saat musim kemarau. Frekuensi penyiraman tergantung pada kondisi cuaca dan kelembapan tanah. Pada musim kemarau, kangkung perlu disiram setiap hari atau dua kali sehari. -
Cara Penyiraman yang Benar
Cara penyiraman kangkung yang benar adalah dengan menyiram langsung ke pangkal batang tanaman. Hindari menyiram pada daun, karena dapat menyebabkan penyakit. Gunakan air secukupnya, jangan sampai menggenang di lahan. -
Manfaat Penyiraman yang Tepat
Penyiraman kangkung yang tepat akan menghasilkan tanaman kangkung yang sehat dan produktif. Tanaman kangkung yang cukup air akan memiliki daun yang lebar dan berwarna hijau segar. Selain itu, kangkung yang disiram secara teratur akan lebih tahan terhadap penyakit dan hama.
Dengan memperhatikan aspek penyiraman dalam cara menanam kangkung di tanah, petani dapat memperoleh hasil panen yang melimpah dan berkualitas baik. Kangkung yang cukup air akan tumbuh subur dan menghasilkan banyak daun yang segar dan sehat.
Pemupukan
Dalam "cara menanam kangkung di tanah", pemupukan merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Pupuk berperan penting dalam menyediakan nutrisi yang dibutuhkan kangkung untuk tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah.
-
Jenis dan Waktu Pemupukan
Ada dua jenis pupuk yang umum digunakan untuk kangkung, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Pemberian pupuk dilakukan secara berkala, yaitu setiap 1-2 minggu sekali. Pemberian pupuk pertama dilakukan saat kangkung berumur sekitar 10 hari setelah tanam. -
Manfaat Pemupukan
Pemupukan yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan kangkung, memperbanyak jumlah daun, dan meningkatkan kualitas daun. Kangkung yang dipupuk dengan baik akan memiliki daun yang lebar, hijau segar, dan tebal. -
Dampak Kekurangan Pupuk
Kekurangan pupuk dapat menyebabkan pertumbuhan kangkung terhambat, daun menguning, dan produksi daun berkurang. Oleh karena itu, pemupukan secara berkala sangat penting untuk memastikan kangkung mendapatkan nutrisi yang cukup. -
Dampak Kelebihan Pupuk
Sebaliknya, pemberian pupuk yang berlebihan juga tidak baik untuk kangkung. Kelebihan pupuk dapat menyebabkan tanaman kangkung layu, daun terbakar, dan bahkan kematian tanaman.
Dengan memahami pentingnya pemupukan dalam "cara menanam kangkung di tanah", petani dapat memastikan kangkung yang ditanam tumbuh subur, menghasilkan panen yang melimpah, dan memiliki kualitas yang baik.
Penyiangan
Dalam "cara menanam kangkung di tanah", penyiangan merupakan salah satu aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Gulma adalah tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman budidaya, seperti kangkung. Gulma dapat mengganggu pertumbuhan kangkung dengan cara:
- Berebut nutrisi dan air dengan tanaman kangkung.
- Menghalangi sinar matahari yang dibutuhkan kangkung untuk berfotosintesis.
- Menjadi tempat persembunyian hama dan penyakit.
Oleh karena itu, penyiangan sangat penting untuk dilakukan agar kangkung dapat tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah. Penyiangan dapat dilakukan secara manual dengan tangan atau menggunakan alat bantu seperti cangkul atau garu. Frekuensi penyiangan tergantung pada kondisi lahan dan pertumbuhan gulma. Biasanya, penyiangan dilakukan setiap 1-2 minggu sekali.
Dengan melakukan penyiangan secara teratur, petani dapat memastikan kangkung yang ditanam tumbuh subur, bebas dari gulma, dan menghasilkan panen yang berkualitas baik.
Sumber: Tips Cara Menanam Kangkung Agar Subur dan Cepat Panen
Pengendalian Hama dan Penyakit
Menjaga kesehatan tanaman kangkung sangatlah penting dalam "cara menanam kangkung di tanah". Salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan tanaman adalah pengendalian hama dan penyakit. Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman kangkung dan menyebabkan kerusakan pada daun, batang, atau bahkan seluruh tanaman.
-
Pengendalian Hama
Hama adalah serangga atau hewan kecil yang menyerang tanaman kangkung. Beberapa hama yang umum menyerang kangkung antara lain ulat, kutu daun, dan belalang. Hama dapat merusak daun kangkung, menghambat pertumbuhan, dan bahkan menyebabkan kematian tanaman. -
Pengendalian Penyakit
Penyakit pada tanaman kangkung dapat disebabkan oleh jamur, bakteri, atau virus. Beberapa penyakit yang umum menyerang kangkung antara lain penyakit layu fusarium, penyakit bercak daun, dan penyakit busuk batang. Penyakit dapat menyebabkan perubahan warna pada daun, layu, dan bahkan kematian tanaman. -
Cara Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kangkung dapat dilakukan dengan cara alami atau kimiawi. Cara alami meliputi penggunaan pestisida nabati, seperti ekstrak bawang putih atau cabai. Sedangkan cara kimiawi meliputi penggunaan pestisida sintetis. Pemilihan cara pengendalian hama dan penyakit tergantung pada tingkat serangan dan ketersediaan bahan.
Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat, petani dapat memastikan tanaman kangkung yang ditanam tumbuh subur, sehat, dan menghasilkan panen yang melimpah.
Panen
Saat menanam kangkung di tanah, mengetahui waktu panen yang tepat sangatlah penting untuk mendapatkan hasil yang optimal. Panen kangkung yang dilakukan terlalu cepat dapat menghasilkan daun yang kecil dan kurang berkualitas, sementara panen yang terlambat dapat membuat daun kangkung menjadi keras dan berserat.
-
Masa Tumbuh Kangkung
Umur panen kangkung berkisar antara 25-30 hari setelah tanam. Selama masa ini, kangkung akan mengalami pertumbuhan yang pesat dan menghasilkan banyak daun. Daun kangkung yang siap panen biasanya sudah memiliki ukuran yang cukup besar, berwarna hijau segar, dan tidak terdapat hama atau penyakit. -
Ciri-ciri Kangkung Siap Panen
Selain umur, ada beberapa ciri-ciri yang dapat dijadikan patokan untuk menentukan apakah kangkung sudah siap dipanen. Ciri-ciri tersebut antara lain:- Daun kangkung sudah lebar dan berwarna hijau tua.
- Batang kangkung sudah kokoh dan tidak mudah patah.
- Kangkung sudah tidak mengeluarkan bunga atau tunas baru.
-
Cara Panen Kangkung
Panen kangkung dapat dilakukan dengan cara mencabut seluruh tanaman beserta akarnya. Cara ini lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan memotong daun kangkung saja. Setelah dicabut, kangkung dapat langsung dibersihkan dan dicuci untuk siap diolah menjadi berbagai macam masakan.
Dengan memahami waktu panen yang tepat dan ciri-ciri kangkung siap panen, Anda dapat memperoleh hasil panen kangkung yang berkualitas dan melimpah. Kangkung yang dipanen pada waktu yang tepat akan memiliki rasa yang lebih gurih dan kandungan nutrisi yang lebih tinggi.
Pasca Panen
Setelah melalui proses penanaman dan perawatan yang baik, tibalah saat yang ditunggu-tunggu, yaitu panen kangkung. Kangkung yang telah dipanen dapat langsung dinikmati atau dijual untuk mendapatkan keuntungan. Momen pasca panen ini memiliki hubungan erat dengan "cara menanam kangkung di tanah", karena merupakan hasil akhir dari proses panjang yang telah dilakukan.
-
Konsumsi Pribadi
Salah satu manfaat dari menanam kangkung di tanah adalah dapat dikonsumsi sendiri sebagai bahan masakan. Kangkung yang baru dipanen memiliki kesegaran dan kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kangkung yang dijual di pasaran. Dengan mengonsumsi kangkung hasil panen sendiri, Anda dapat memastikan kualitas dan kesehatannya. -
Penjualan
Bagi petani yang menanam kangkung dalam skala besar, pasca panen merupakan saat yang tepat untuk menjual hasil panen mereka. Kangkung dapat dijual ke pasar tradisional, supermarket, atau pengepul dengan harga yang menguntungkan. Penjualan kangkung dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani. -
Pengolahan Lebih Lanjut
Selain dikonsumsi langsung atau dijual, kangkung juga dapat diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk makanan. Misalnya, kangkung dapat dijadikan keripik kangkung, asinan kangkung, atau dijadikan bahan dasar untuk membuat jus sehat. Pengolahan lebih lanjut ini dapat meningkatkan nilai jual kangkung dan memperpanjang masa simpannya. -
Pemanfaatan Limbah
Setelah panen, biasanya terdapat sisa tanaman kangkung yang tidak terpakai, seperti akar dan batang yang sudah tua. Limbah-limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai kompos untuk menyuburkan tanah. Dengan demikian, limbah pasca panen dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan ramah lingkungan.
Pasca panen merupakan bagian penting dari "cara menanam kangkung di tanah" karena menentukan hasil akhir dari proses penanaman. Dengan memanfaatkan hasil panen secara optimal, baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk dijual, petani dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat.
Tanya Jawab Seputar Cara Menanam Kangkung di Tanah
Menanam kangkung di tanah memang terlihat sederhana, tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kangkung tumbuh subur dan berproduksi banyak. Yuk, simak tanya jawab berikut ini untuk menjawab berbagai pertanyaan dan kesalahpahaman umum tentang cara menanam kangkung di tanah.
Pertanyaan 1: Benarkah menanam kangkung di tanah lebih mudah daripada menanamnya di pot?
Jawaban: Ya, menanam kangkung di tanah memang lebih mudah karena akar kangkung dapat tumbuh lebih leluasa mencari nutrisi di dalam tanah. Selain itu, kangkung yang ditanam di tanah biasanya lebih tahan terhadap hama dan penyakit.
Pertanyaan 2: Berapa jarak ideal antar tanaman kangkung saat ditanam di tanah?
Jawaban: Jarak ideal antar tanaman kangkung sekitar 15-20 cm. Jarak ini cukup untuk memberi ruang bagi tanaman kangkung tumbuh dan berkembang tanpa berebut nutrisi dan sinar matahari.
Pertanyaan 3: Apa saja hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kangkung?
Jawaban: Beberapa hama dan penyakit yang umum menyerang tanaman kangkung antara lain ulat, kutu daun, penyakit layu fusarium, dan penyakit bercak daun. Untuk mengendalikannya, bisa menggunakan pestisida alami atau kimiawi sesuai tingkat serangannya.
Pertanyaan 4: Bagaimana cara mengetahui kangkung sudah siap dipanen?
Jawaban: Kangkung biasanya siap dipanen setelah berumur sekitar 25-30 hari. Ciri-cirinya adalah daun kangkung sudah lebar dan berwarna hijau tua, batang kangkung kokoh, serta tidak ada bunga atau tunas baru yang muncul.
Pertanyaan 5: Apakah menanam kangkung di tanah membutuhkan banyak air?
Jawaban: Ya, kangkung membutuhkan banyak air terutama saat musim kemarau. Penyiraman kangkung sebaiknya dilakukan secara teratur, yaitu setiap pagi atau sore hari, tergantung kondisi cuaca dan kelembapan tanah.
Pertanyaan 6: Apa saja manfaat menanam kangkung di tanah sendiri?
Jawaban: Menanam kangkung di tanah sendiri memiliki banyak manfaat, antara lain: mendapatkan kangkung segar dan berkualitas, menghemat pengeluaran belanja sayur, mengisi waktu luang, dan sebagai sarana relaksasi.
Demikian beberapa tanya jawab seputar cara menanam kangkung di tanah. Dengan memahami tips dan trik menanam kangkung dengan baik, Anda bisa menikmati hasil panen kangkung yang melimpah dan berkualitas untuk dikonsumsi sendiri atau dijual.
Sumber:
- Tips Cara Menanam Kangkung Agar Subur dan Cepat Panen
Tips Menanam Kangkung di Tanah
Kangkung merupakan salah satu sayuran hijau yang mudah ditanam dan banyak digemari. Menanam kangkung di tanah bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti agar kangkung tumbuh subur dan berproduksi banyak:
Tip 1: Persiapan Lahan
Sebelum menanam kangkung, gemburkan tanah dan buat bedengan agar air tidak menggenang. Tanah yang gembur akan memudahkan akar kangkung menyerap nutrisi, sementara bedengan akan mencegah akar kangkung membusuk karena terendam air.
Tip 2: Pemilihan Bibit
Pilih bibit kangkung yang berkualitas baik dan bebas penyakit. Bibit yang sehat akan menghasilkan tanaman kangkung yang kuat dan produktif. Ciri-ciri bibit kangkung yang baik antara lain: bebas dari hama dan penyakit, batang kokoh dan berwarna hijau segar, serta daun lebar dan tidak berlubang.
Tip 3: Penanaman
Tanam bibit kangkung dengan jarak yang tepat agar tidak saling berebut nutrisi. Jarak tanam yang ideal adalah sekitar 15-20 cm antar tanaman. Tanam bibit kangkung hingga pangkal batangnya, lalu padatkan tanah di sekitar tanaman agar berdiri tegak.
Tip 4: Penyiraman
Kangkung membutuhkan banyak air, terutama saat musim kemarau. Siram kangkung secara teratur, yaitu setiap pagi atau sore hari, tergantung kondisi cuaca dan kelembapan tanah. Penyiraman yang tepat akan membuat kangkung tumbuh subur dan menghasilkan banyak daun.
Tip 5: Pemupukan
Beri pupuk pada kangkung secara berkala untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Pupuk yang biasa digunakan untuk kangkung adalah pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang. Pemupukan yang tepat akan membuat kangkung tumbuh subur, berdaun lebat, dan tahan terhadap penyakit.
Tip 6: Penyiangan
Gulma dapat mengganggu pertumbuhan kangkung dengan cara berebut nutrisi, air, dan sinar matahari. Bersihkan gulma secara teratur agar kangkung dapat tumbuh optimal. Penyiangan bisa dilakukan secara manual dengan tangan atau menggunakan alat bantu seperti cangkul atau garu.
Tip 7: Pengendalian Hama dan Penyakit
Beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang kangkung antara lain ulat, kutu daun, dan penyakit layu fusarium. Untuk mengendalikannya, bisa menggunakan pestisida alami atau kimiawi sesuai tingkat serangannya. Pengendalian hama dan penyakit yang tepat akan menjaga kesehatan kangkung dan meningkatkan hasil panen.
Tip 8: Panen
Kangkung biasanya siap dipanen setelah berumur sekitar 25-30 hari. Ciri-ciri kangkung yang siap panen adalah daunnya sudah lebar dan berwarna hijau tua, batangnya kokoh, serta tidak ada bunga atau tunas baru yang muncul. Panen kangkung dengan cara mencabut seluruh tanaman beserta akarnya.
Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu bisa menanam kangkung di tanah dengan mudah dan mendapatkan hasil panen yang melimpah. Yuk, tanam kangkung sendiri dan nikmati kelezatan serta manfaatnya!
Cara Menanam Kangkung di Tanah
Menanam kangkung di tanah bukanlah hal yang sulit, bahkan bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan. Dengan mengikuti beberapa langkah sederhana, kamu bisa mendapatkan kangkung segar dan berkualitas tinggi untuk dikonsumsi sendiri atau dijual. Yuk, simak cara menanam kangkung di tanah berikut ini:
Pertama, siapkan lahan tanam dengan menggemburkan tanah dan membuat bedengan. Selanjutnya, pilih bibit kangkung yang unggul dan tanam dengan jarak yang tepat. Jangan lupa untuk menyiram kangkung secara teratur, terutama saat musim kemarau. Untuk menambah nutrisi, berikan pupuk secara berkala. Agar kangkung tumbuh optimal, bersihkan gulma yang tumbuh di sekitarnya.
Hama dan penyakit memang bisa menyerang kangkung, tapi kamu bisa mengatasinya dengan pestisida alami atau kimiawi. Setelah berumur sekitar 25-30 hari, kangkung sudah bisa dipanen. Ciri-cirinya, daun kangkung sudah lebar dan berwarna hijau tua, serta batangnya kokoh. Dengan mengikuti cara menanam kangkung di tanah ini, kamu bisa menikmati kangkung segar dan sehat hasil panen sendiri.