This page looks best with JavaScript enabled

Panduan Lengkap Menanam Kopi di Rumah untuk Hasil Panen Melimpah

 ·  ☕ 15 min read

Untuk menanam kopi di rumah, terdapat beberapa hal yang perlu dipersiapkan, seperti pemilihan bibit kopi, media tanam, dan wadah tanam. Bibit kopi dapat diperoleh dari toko pertanian atau dari biji kopi yang telah disangrai dan dikupas. Media tanam yang cocok untuk kopi adalah campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Wadah tanam dapat berupa pot, polybag, atau bedengan.

Cara Menanam Kopi di Rumah

Menanam kopi di rumah bisa menjadi hobi yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan saat menanam kopi di rumah, yaitu:

  • Bibit unggul: Pilih bibit kopi yang berkualitas baik dan sesuai dengan kondisi iklim di daerah Anda.
  • Media tanam: Gunakan media tanam yang porous dan subur, seperti campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang.
  • Wadah tanam: Pilih wadah tanam yang sesuai dengan ukuran tanaman kopi, seperti pot, polybag, atau bedengan.
  • Penyiraman: Siram tanaman kopi secara teratur, terutama saat musim kemarau.
  • Pemupukan: Beri pupuk pada tanaman kopi secara rutin untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.
  • Penyiangan: Bersihkan gulma di sekitar tanaman kopi agar tidak mengganggu pertumbuhannya.
  • Pengendalian hama dan penyakit: Lakukan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kopi secara tepat dan rutin.
  • Panen: Panen biji kopi saat sudah matang, biasanya sekitar 8-12 bulan setelah tanam.
  • Pengolahan pasca panen: Setelah dipanen, biji kopi perlu diolah dengan benar untuk mendapatkan kualitas terbaik.

Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, Anda dapat menanam kopi di rumah dengan baik dan menikmati hasil panen yang berkualitas. Menanam kopi di rumah tidak hanya dapat menghemat pengeluaran, tetapi juga menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat.

Selain itu, menanam kopi di rumah juga dapat menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan hidup. Kopi merupakan tanaman yang dapat menyerap karbon dioksida dari udara, sehingga dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Bibit unggul

Bibit Unggul, Cara Menanams

Memilih bibit kopi yang unggul merupakan langkah awal yang sangat penting dalam cara menanam kopi di rumah. Bibit kopi yang unggul akan menentukan kualitas dan produktivitas tanaman kopi di kemudian hari. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih bibit kopi yang berkualitas baik dan sesuai dengan kondisi iklim di daerah Anda.

  • Asal bibit
    Bibit kopi yang baik berasal dari pohon induk yang sehat dan produktif. Bibit yang berasal dari biji kopi yang tidak berkualitas atau dari pohon yang terserang hama dan penyakit akan menghasilkan tanaman kopi yang kurang baik.
  • Varietas kopi
    Ada banyak varietas kopi yang tersedia, masing-masing dengan karakteristik yang berbeda-beda. Beberapa varietas kopi cocok ditanam di dataran rendah, sementara varietas lainnya cocok ditanam di dataran tinggi. Ada juga varietas kopi yang tahan terhadap hama dan penyakit, dan ada juga yang tidak. Penting untuk memilih varietas kopi yang sesuai dengan kondisi iklim di daerah Anda.
  • Ukuran bibit
    Bibit kopi yang siap tanam biasanya memiliki tinggi sekitar 15-20 cm dan memiliki 3-4 pasang daun. Bibit yang terlalu kecil atau terlalu besar kurang bagus untuk ditanam.
  • Kondisi fisik
    Bibit kopi yang sehat memiliki batang yang kokoh, daun yang hijau segar, dan akar yang sehat. Hindari memilih bibit kopi yang layu, daunnya menguning, atau akarnya rusak.

Dengan memilih bibit kopi yang unggul, Anda telah meletakkan dasar yang kuat untuk keberhasilan cara menanam kopi di rumah. Bibit kopi yang baik akan tumbuh menjadi tanaman kopi yang sehat dan produktif, yang akan memberikan Anda hasil panen biji kopi berkualitas tinggi.

Media Tanam

Media Tanam, Cara Menanams

Dalam cara menanam kopi di rumah, pemilihan media tanam merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan budidaya. Media tanam yang baik akan menyediakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman kopi, sehingga menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif.

  • Porositas dan Drainase
    Media tanam yang baik harus memiliki porositas dan drainase yang baik. Porositas memungkinkan air dan udara masuk ke dalam media tanam, sehingga akar tanaman dapat bernapas dan menyerap nutrisi dengan baik. Drainase yang baik mencegah terjadinya genangan air, yang dapat menyebabkan akar tanaman membusuk.
  • Kesuburan
    Media tanam juga harus subur, artinya mengandung cukup unsur hara yang dibutuhkan tanaman kopi untuk tumbuh dan berkembang. Unsur hara tersebut dapat berasal dari tanah, pupuk kandang, atau pupuk kimia.
  • Struktur Fisik
    Struktur fisik media tanam harus gembur dan tidak mudah memadat. Struktur yang gembur memungkinkan akar tanaman berkembang dengan mudah, sementara struktur yang tidak mudah memadat mencegah terjadinya pemadatan tanah yang dapat menghambat pertumbuhan akar.
  • pH
    Tanaman kopi tumbuh optimal pada pH tanah antara 5,5 hingga 6,5. Oleh karena itu, media tanam harus memiliki pH yang sesuai dengan kebutuhan tanaman kopi.

Dengan menggunakan media tanam yang porous, subur, dan memiliki struktur fisik yang baik, Anda dapat menciptakan lingkungan tumbuh yang optimal untuk tanaman kopi di rumah. Hal ini akan meningkatkan peluang keberhasilan cara menanam kopi di rumah dan menghasilkan tanaman kopi yang sehat dan produktif.

Wadah tanam

Wadah Tanam, Cara Menanams

Dalam cara menanam kopi di rumah, pemilihan wadah tanam merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan. Wadah tanam yang sesuai akan memberikan ruang yang cukup bagi tanaman kopi untuk tumbuh dan berkembang, serta memudahkan perawatan tanaman.

  • Jenis wadah tanam

    Ada berbagai jenis wadah tanam yang dapat digunakan untuk menanam kopi di rumah, seperti pot, polybag, atau bedengan. Pemilihan jenis wadah tanam tergantung pada ukuran tanaman kopi, ketersediaan lahan, dan preferensi pribadi.

  • Ukuran wadah tanam

    Ukuran wadah tanam harus disesuaikan dengan ukuran tanaman kopi. Tanaman kopi yang masih kecil dapat ditanam dalam pot atau polybag berukuran kecil, sementara tanaman kopi yang sudah besar membutuhkan wadah tanam yang lebih besar seperti bedengan.

  • Bahan wadah tanam

    Wadah tanam dapat dibuat dari berbagai bahan, seperti tanah liat, plastik, atau kayu. Pemilihan bahan wadah tanam tergantung pada daya tahan, harga, dan estetika.

  • Lubang drainase

    Wadah tanam harus memiliki lubang drainase di bagian bawah untuk mencegah terjadinya genangan air. Genangan air dapat menyebabkan akar tanaman membusuk.

Dengan memilih wadah tanam yang sesuai, Anda dapat memberikan lingkungan tumbuh yang optimal bagi tanaman kopi di rumah. Hal ini akan meningkatkan peluang keberhasilan cara menanam kopi di rumah dan menghasilkan tanaman kopi yang sehat dan produktif.

Penyiraman

Penyiraman, Cara Menanams

Penyiraman merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam kopi di rumah. Tanaman kopi membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman kopi layu, daunnya menguning, dan akhirnya mati. Sebaliknya, kelebihan air juga tidak baik karena dapat menyebabkan akar tanaman membusuk.

Pada musim kemarau, tanaman kopi membutuhkan penyiraman lebih sering karena air lebih cepat menguap. Anda dapat menyiram tanaman kopi setiap hari atau dua kali sehari, tergantung pada kondisi cuaca dan media tanam yang digunakan. Sebaiknya siram tanaman kopi pada pagi atau sore hari saat matahari tidak terlalu terik.

Untuk mengetahui apakah tanaman kopi sudah perlu disiram, Anda dapat memasukkan jari ke dalam tanah sedalam sekitar 2-3 cm. Jika tanah terasa kering, maka tanaman kopi perlu disiram. Hindari menyiram tanaman kopi secara berlebihan karena dapat menyebabkan akar tanaman membusuk.

Dengan memperhatikan kebutuhan penyiraman tanaman kopi, Anda dapat memastikan tanaman kopi tumbuh sehat dan produktif. Tanaman kopi yang sehat akan menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi yang dapat Anda nikmati bersama keluarga atau teman.

Sumber: Cara Menanam Kopi di Rumah untuk Pemula

Pemupukan

Pemupukan, Cara Menanams

Dalam cara menanam kopi di rumah, pemupukan merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Tanaman kopi membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh sehat dan produktif. Pemberian pupuk secara rutin akan memastikan tanaman kopi mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya untuk menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi.

  • Manfaat Pemupukan

    Pemupukan memiliki banyak manfaat bagi tanaman kopi, di antaranya:

    • Meningkatkan pertumbuhan tanaman
    • Meningkatkan hasil panen
    • Meningkatkan kualitas biji kopi
    • Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit
  • Jenis Pupuk

    Ada berbagai jenis pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman kopi, di antaranya:

    • Pupuk organik (pupuk kandang, kompos)
    • Pupuk anorganik (urea, TSP, KCL)
    • Pupuk majemuk (NPK)
  • Cara Pemupukan

    Pemupukan tanaman kopi dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya:

    • Tabur (pupuk disebarkan di sekitar tanaman)
    • Kocor (pupuk dilarutkan dalam air dan disiramkan ke tanaman)
    • Semprot (pupuk dilarutkan dalam air dan disemprotkan ke tanaman)
  • Waktu Pemupukan

    Pemupukan tanaman kopi sebaiknya dilakukan secara rutin, yaitu setiap 1-2 bulan sekali. Waktu pemupukan yang tepat adalah pada saat tanaman sedang aktif tumbuh, yaitu pada musim hujan.

Dengan melakukan pemupukan secara rutin, Anda dapat memastikan tanaman kopi di rumah Anda tumbuh sehat dan produktif. Tanaman kopi yang sehat akan menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi yang dapat Anda nikmati bersama keluarga atau teman.

Penyiangan

Penyiangan, Cara Menanams

Dalam cara menanam kopi di rumah, penyiangan merupakan salah satu aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Gulma adalah tanaman pengganggu yang dapat tumbuh di sekitar tanaman kopi dan bersaing dengan tanaman kopi dalam memperoleh nutrisi, air, dan sinar matahari. Jika dibiarkan tumbuh subur, gulma dapat menghambat pertumbuhan tanaman kopi dan menurunkan hasil panen.

Oleh karena itu, sangat penting untuk membersihkan gulma secara teratur di sekitar tanaman kopi. Penyiangan dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan atau cangkul. Penyiangan sebaiknya dilakukan pada saat gulma masih muda dan belum terlalu besar. Gulma yang sudah besar dan berakar kuat akan lebih sulit untuk dibersihkan dan dapat merusak tanaman kopi saat dicabut.

Dengan melakukan penyiangan secara teratur, Anda dapat memastikan tanaman kopi di rumah Anda tumbuh sehat dan produktif. Tanaman kopi yang sehat akan menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi yang dapat Anda nikmati bersama keluarga atau teman.

Sumber: Cara Menanam Kopi di Rumah untuk Pemula

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian Hama Dan Penyakit, Cara Menanams

Dalam cara menanam kopi di rumah, pengendalian hama dan penyakit merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman kopi dan menyebabkan kerusakan yang parah, bahkan dapat menyebabkan kematian tanaman. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat dan rutin untuk melindungi tanaman kopi.

Ada berbagai jenis hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman kopi, di antaranya:

  • Hama: Kutu putih, kutu daun, penggerek buah kopi
  • Penyakit: Karat daun, bercak daun, busuk akar
Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya:
  • Pengendalian secara alami: Menggunakan predator alami hama, seperti burung atau serangga
  • Pengendalian secara kimia: Menggunakan pestisida atau fungisida
  • Pengendalian secara kultur teknis: Menjaga kebersihan kebun kopi, memangkas cabang yang terserang hama atau penyakit
Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat dan rutin, Anda dapat memastikan tanaman kopi di rumah Anda tumbuh sehat dan produktif. Tanaman kopi yang sehat akan menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi yang dapat Anda nikmati bersama keluarga atau teman.

Sumber: Cara Menanam Kopi di Rumah untuk Pemula

Panen

Panen, Cara Menanams

Proses panen merupakan bagian penting dari cara menanam kopi di rumah. Panen yang tepat waktu dan dilakukan dengan benar akan menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi yang dapat Anda nikmati bersama keluarga atau teman.

Biji kopi umumnya akan matang sekitar 8-12 bulan setelah tanam. Namun, waktu panen dapat bervariasi tergantung pada varietas kopi, kondisi cuaca, dan ketinggian lokasi penanaman. Untuk mengetahui apakah biji kopi sudah matang, Anda dapat memeriksanya secara visual. Biji kopi yang matang biasanya berwarna merah atau ungu tua dan terasa kenyal saat ditekan.

Saat memanen biji kopi, sebaiknya gunakan tangan untuk memetiknya secara selektif. Hindari memetik biji kopi yang masih mentah atau terlalu matang. Biji kopi yang masih mentah akan menghasilkan rasa yang asam, sedangkan biji kopi yang terlalu matang akan menghasilkan rasa yang pahit.

Setelah dipetik, biji kopi harus segera diolah untuk menjaga kualitasnya. Proses pengolahan biji kopi meliputi pencucian, pengupasan, penjemuran, dan pemanggangan. Dengan melakukan pengolahan secara tepat, Anda akan mendapatkan biji kopi berkualitas tinggi yang siap untuk dinikmati.

Sumber: Cara Menanam Kopi di Rumah untuk Pemula

Pengolahan Pasca Panen

Pengolahan Pasca Panen, Cara Menanams

Setelah biji kopi dipanen, tahap selanjutnya yang tidak kalah penting dalam cara menanam kopi di rumah adalah pengolahan pasca panen. Pengolahan pasca panen yang tepat akan menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi yang siap dinikmati.

  • Pencucian
    Setelah dipetik, biji kopi harus segera dicuci untuk menghilangkan kotoran dan lendir yang menempel. Pencucian dapat dilakukan dengan menggunakan air bersih yang mengalir atau dengan merendam biji kopi dalam air selama beberapa jam.
  • Pengupasan
    Setelah dicuci, biji kopi perlu dikupas untuk memisahkan kulit luarnya. Pengupasan dapat dilakukan dengan menggunakan mesin pengupas atau secara manual dengan menggunakan tangan. Biji kopi yang sudah dikupas disebut biji kopi beras.
  • Penjemuran
    Biji kopi beras perlu dijemur hingga kering untuk mengurangi kadar airnya. Penjemuran dapat dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari atau menggunakan mesin pengering. Biji kopi yang sudah kering akan lebih mudah disimpan dan diolah lebih lanjut.
  • Pemanggangan
    Pemanggangan merupakan tahap terakhir dalam pengolahan pasca panen biji kopi. Pemanggangan dilakukan untuk mengembangkan aroma dan rasa biji kopi. Biji kopi dapat dipanggang dengan berbagai tingkat kematangan, mulai dari light roast hingga dark roast. Tingkat kematangan yang berbeda akan menghasilkan rasa dan aroma biji kopi yang berbeda pula.

Dengan melakukan pengolahan pasca panen secara tepat, Anda dapat memastikan biji kopi yang Anda tanam di rumah memiliki kualitas terbaik. Biji kopi berkualitas tinggi akan menghasilkan minuman kopi yang nikmat dan beraroma yang dapat Anda nikmati bersama keluarga atau teman.

Tanya Jawab tentang Cara Menanam Kopi di Rumah

Menanam kopi di rumah bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Namun, ada beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan oleh pemula yang ingin menanam kopi di rumah. Berikut adalah beberapa tanya jawab seputar cara menanam kopi di rumah:

Pertanyaan 1: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menanam kopi hingga bisa dipanen?


Waktu yang dibutuhkan untuk menanam kopi hingga bisa dipanen bervariasi tergantung pada varietas kopi dan kondisi lingkungan. Umumnya, dibutuhkan waktu sekitar 8-12 bulan setelah tanam untuk bisa memanen biji kopi pertama.

Pertanyaan 2: Berapa kali dalam setahun tanaman kopi bisa dipanen?


Tanaman kopi umumnya bisa dipanen sekali dalam setahun. Namun, ada beberapa varietas kopi yang bisa dipanen dua kali dalam setahun.

Pertanyaan 3: Berapa banyak biji kopi yang bisa dihasilkan dari satu pohon kopi?


Jumlah biji kopi yang dihasilkan dari satu pohon kopi bervariasi tergantung pada varietas kopi, kondisi lingkungan, dan perawatan tanaman. Rata-rata, satu pohon kopi dapat menghasilkan sekitar 1-2 kilogram biji kopi per tahun.

Pertanyaan 4: Apa saja hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kopi?


Ada beberapa hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kopi, di antaranya adalah kutu putih, kutu daun, penggerek buah kopi, karat daun, dan bercak daun. Untuk mencegah dan mengendalikan hama dan penyakit, perlu dilakukan perawatan tanaman secara rutin, seperti pemupukan, penyemprotan pestisida, dan pemangkasan.

Pertanyaan 5: Berapa lama biji kopi bisa disimpan?


Biji kopi yang disimpan dengan benar dapat bertahan hingga 6-12 bulan. Untuk menjaga kualitas biji kopi, sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan gelap.

Pertanyaan 6: Berapa banyak air yang dibutuhkan tanaman kopi?


Tanaman kopi membutuhkan air yang cukup, terutama saat musim kemarau. Penyiraman dapat dilakukan setiap hari atau dua kali sehari, tergantung pada kondisi cuaca dan media tanam yang digunakan. Sebaiknya siram tanaman kopi pada pagi atau sore hari saat matahari tidak terlalu terik.

Demikianlah beberapa tanya jawab tentang cara menanam kopi di rumah. Dengan memahami cara menanam dan merawat tanaman kopi dengan baik, Anda dapat menikmati hasil panen biji kopi berkualitas tinggi dari tanaman kopi yang Anda tanam sendiri.

Sumber: Cara Menanam Kopi di Rumah untuk Pemula

Tips Menanam Kopi di Rumah

Menanam kopi di rumah bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Namun, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan agar tanaman kopi tumbuh sehat dan menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi.

Tip 1: Pilih bibit kopi yang unggul
Memilih bibit kopi yang unggul sangat penting karena akan menentukan kualitas dan produktivitas tanaman kopi di kemudian hari. Pilih bibit kopi yang berasal dari pohon induk yang sehat dan produktif, serta sesuai dengan kondisi iklim di daerah Anda.Tip 2: Gunakan media tanam yang porous dan subur
Media tanam yang baik akan menyediakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman kopi. Gunakan campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Pastikan media tanam porous dan memiliki drainase yang baik untuk mencegah genangan air.Tip 3: Beri pupuk secara rutin
Tanaman kopi membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh sehat dan produktif. Beri pupuk secara rutin, setiap 1-2 bulan sekali, menggunakan pupuk organik atau anorganik. Pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos akan memperbaiki struktur tanah dan menyediakan nutrisi bagi tanaman.Tip 4: Lakukan penyiraman secara teratur
Tanaman kopi membutuhkan air yang cukup, terutama saat musim kemarau. Siram tanaman kopi setiap hari atau dua kali sehari, tergantung pada kondisi cuaca dan media tanam yang digunakan. Hindari menyiram tanaman kopi secara berlebihan karena dapat menyebabkan akar tanaman membusuk.Tip 5: Bersihkan gulma di sekitar tanaman
Gulma dapat bersaing dengan tanaman kopi dalam memperoleh nutrisi, air, dan sinar matahari. Bersihkan gulma secara teratur di sekitar tanaman kopi untuk mencegah pertumbuhannya. Penyiangan dapat dilakukan secara manual menggunakan tangan atau cangkul.Tip 6: Lakukan pengendalian hama dan penyakit
Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman kopi dan menyebabkan kerusakan yang parah. Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat dan rutin menggunakan pestisida atau fungisida. Pengendalian secara alami juga dapat dilakukan menggunakan predator alami hama, seperti burung atau serangga.Tip 7: Panen biji kopi saat sudah matang
Biji kopi umumnya akan matang sekitar 8-12 bulan setelah tanam. Panen biji kopi saat sudah matang, yaitu ketika berwarna merah atau ungu tua dan terasa kenyal saat ditekan. Panen biji kopi secara selektif dan hindari memetik biji kopi yang masih mentah atau terlalu matang.Tip 8: Olah biji kopi dengan benar
Setelah dipanen, biji kopi perlu diolah dengan benar untuk mendapatkan kualitas terbaik. Proses pengolahan meliputi pencucian, pengupasan, penjemuran, dan pemanggangan. Pengolahan yang tepat akan menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi yang siap dinikmati.

Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat menanam kopi di rumah dengan baik dan menikmati hasil panen biji kopi berkualitas tinggi. Menanam kopi di rumah tidak hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat.

Menanam Kopi di Rumah, Menikmati Hasil Panen Sendiri

Menanam kopi di rumah

Menanam kopi di rumah ternyata bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Kita bisa menghemat pengeluaran membeli kopi, sekaligus menikmati biji kopi segar dan berkualitas tinggi hasil panen sendiri. Nggak cuma itu, menanam kopi juga bisa jadi cara untuk mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.

Menanam kopi di rumah nggak sesulit yang dibayangkan, kok. Kita bisa memulainya dengan memilih bibit kopi yang unggul dan sesuai dengan iklim di daerah kita. Lalu, gunakan media tanam yang porous dan subur, serta wadah tanam yang tepat. Yang nggak boleh lupa, sirami tanaman kopi secara teratur, beri pupuk secukupnya, dan bersihkan gulma di sekitarnya.

Kalau tanaman kopi sudah tumbuh besar dan berbuah, saatnya memanen biji kopinya. Biasanya, biji kopi akan matang sekitar 8-12 bulan setelah ditanam. Panenlah biji kopi saat sudah berwarna merah atau ungu tua, dan terasa kenyal saat ditekan. Setelah dipanen, biji kopi harus diolah dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga.

Menanam kopi di rumah bisa jadi pengalaman yang seru dan bermanfaat. Siapa sangka, dari biji kopi kecil bisa tumbuh tanaman yang menghasilkan minuman yang kita sukai. Yuk, mulai menanam kopi di rumah sekarang!

Images References

Images References, Cara Menanams
Share on