This page looks best with JavaScript enabled

Rahasia Sukses Menanam Padi di Sawah: Panduan Lengkap dari Semai hingga Panen

 ·  ☕ 14 min read

Berikut ini adalah pembahasan lebih rinci mengenai cara menanam padi di sawah sampai panen:

  • Pengolahan lahan: Tahap awal menanam padi adalah pengolahan lahan, yang meliputi pembersihan lahan dari gulma, pembajakan, dan penggaruan. Tujuan pengolahan lahan adalah untuk menciptakan kondisi tanah yang baik bagi pertumbuhan padi.
  • Penyemaian benih: Setelah lahan siap, benih padi disemai dalam bedengan khusus. Benih padi direndam terlebih dahulu selama beberapa jam untuk mempercepat perkecambahan. Benih yang telah berkecambah kemudian ditanam di bedengan dengan jarak tertentu.
  • Penanaman bibit: Setelah bibit padi berumur sekitar 2-3 minggu, bibit siap dipindahkan ke sawah. Penanaman bibit dilakukan dengan cara mencabut bibit dari bedengan dan menanamnya di sawah dengan jarak tertentu.
  • Pemupukan: Pemupukan dilakukan secara berkala untuk memberikan nutrisi bagi tanaman padi. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan tergantung pada kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.
  • Pengendalian hama dan penyakit: Hama dan penyakit merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan hasil panen padi. Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan cara penggunaan pestisida, pemasangan perangkap, dan penggunaan varietas padi yang tahan hama dan penyakit.
  • Pengairan: Pengairan yang cukup sangat penting untuk pertumbuhan padi. Pengairan dilakukan secara teratur, terutama pada saat tanaman padi masih muda dan pada saat pembentukan bulir.
  • Pemanenan: Pemanenan padi dilakukan ketika padi sudah matang, yaitu sekitar 3-4 bulan setelah tanam. Pemanenan padi dapat dilakukan secara manual menggunakan sabit atau secara mekanis menggunakan mesin pemanen.

Cara Menanam Padi di Sawah Sampai Panen

Menanam padi di sawah sampai panen merupakan suatu proses yang kompleks dan membutuhkan ketekunan. Ada banyak aspek penting yang perlu diperhatikan dalam proses ini, mulai dari pemilihan benih hingga pemanenan. Berikut adalah 8 aspek penting dalam cara menanam padi di sawah sampai panen:

  • Benih: Benih yang baik akan menghasilkan tanaman padi yang sehat dan produktif.
  • Lahan: Lahan yang subur dan memiliki sistem pengairan yang baik akan mendukung pertumbuhan padi yang optimal.
  • Penanaman: Penanaman bibit padi yang tepat akan memastikan pertumbuhan tanaman yang seragam dan sehat.
  • Pemupukan: Pemupukan yang tepat akan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman padi untuk tumbuh dan berkembang.
  • Pengairan: Pengairan yang cukup sangat penting untuk pertumbuhan padi, terutama pada saat pem pembentukan bulir.
  • Pengendalian Hama dan Penyakit: Hama dan penyakit dapat merusak tanaman padi dan mengurangi hasil panen. Pengendalian hama dan penyakit yang efektif sangat penting untuk melindungi tanaman padi.
  • Panen: Panen padi dilakukan ketika padi sudah matang. Panen yang tepat waktu akan menghasilkan gabah yang berkualitas baik.
  • Pasca Panen: Pasca panen meliputi pengeringan, penggilingan, dan penyimpanan gabah. Penanganan pasca panen yang baik akan menjaga kualitas gabah dan beras.

Semua aspek ini saling terkait dan sangat penting untuk keberhasilan menanam padi di sawah sampai panen. Petani harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk mengelola setiap aspek dengan baik agar dapat memperoleh hasil panen yang optimal.

Selain itu, menanam padi di sawah juga memiliki nilai budaya dan sosial yang kuat di beberapa daerah. Bagi masyarakat petani, menanam padi di sawah merupakan bagian dari tradisi dan warisan budaya yang diwariskan turun-temurun.

Benih

Benih, Cara Menanams

Dalam proses cara menanam padi di sawah sampai panen, pemilihan benih merupakan salah satu aspek yang sangat penting. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman padi yang sehat dan produktif, sehingga berpengaruh besar pada hasil panen yang diperoleh.

Benih padi yang baik memiliki beberapa ciri-ciri, antara lain: berasal dari varietas unggul, memiliki daya kecambah yang tinggi, bebas dari hama dan penyakit, serta memiliki ukuran dan bentuk yang seragam. Benih padi yang berkualitas dapat diperoleh dari toko pertanian terpercaya atau dari petani yang sudah berpengalaman.

Selain memilih benih yang baik, petani juga perlu memperhatikan cara penyimpanan benih yang tepat. Benih padi harus disimpan di tempat yang kering, sejuk, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas benih agar tetap baik hingga saat tanam tiba.

Dengan menggunakan benih yang baik dan cara penyimpanan yang tepat, petani dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam menanam padi di sawah sampai panen. Tanaman padi yang sehat dan produktif akan menghasilkan gabah yang berkualitas baik, sehingga pada akhirnya petani dapat memperoleh hasil panen yang optimal.

Sumber:

  • Cara Memilih Benih Padi Unggul Agar Panen Melimpah

Lahan

Lahan, Cara Menanams

Dalam proses cara menanam padi di sawah sampai panen, lahan memegang peranan yang sangat penting. Lahan yang subur dan memiliki sistem pengairan yang baik akan mendukung pertumbuhan padi yang optimal, sehingga berpengaruh besar pada hasil panen yang diperoleh.

  • Kesuburan Tanah

    Kesuburan tanah merupakan faktor utama yang menentukan pertumbuhan padi. Tanah yang subur mengandung unsur hara yang cukup, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Unsur hara ini dibutuhkan oleh tanaman padi untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

  • Sistem Pengairan

    Sistem pengairan yang baik sangat penting untuk pertumbuhan padi. Pengairan yang cukup dan teratur akan memastikan bahwa tanaman padi mendapatkan air yang dibutuhkan untuk fotosintesis dan pertumbuhannya. Sistem pengairan yang baik juga dapat mencegah tanaman padi dari kekeringan atau kebanjiran.

  • Pengelolaan Lahan

    Pengelolaan lahan yang baik juga berpengaruh pada pertumbuhan padi. Pengelolaan lahan meliputi kegiatan seperti pembersihan lahan, pengolahan tanah, dan pembuatan bedengan. Pengelolaan lahan yang baik akan menciptakan kondisi tanah yang optimal untuk pertumbuhan padi.

  • Pemilihan Varietas Padi

    Pemilihan varietas padi yang tepat juga perlu diperhatikan. Varietas padi yang cocok untuk lahan tertentu akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Petani perlu memilih varietas padi yang sesuai dengan kondisi lahan dan iklim di daerahnya.

Dengan memperhatikan aspek-aspek lahan yang disebutkan di atas, petani dapat mempersiapkan lahan yang optimal untuk pertumbuhan padi. Lahan yang subur dan memiliki sistem pengairan yang baik akan mendukung pertumbuhan padi yang sehat dan produktif, sehingga pada akhirnya petani dapat memperoleh hasil panen yang maksimal.

Penanaman

Penanaman, Cara Menanams

Dalam proses cara menanam padi di sawah sampai panen, penanaman bibit padi merupakan salah satu aspek yang sangat penting. Penanaman bibit padi yang tepat akan memastikan pertumbuhan tanaman yang seragam dan sehat, sehingga berpengaruh besar pada hasil panen yang diperoleh.

Bibit padi yang ditanam dengan tepat akan tumbuh dengan baik dan seragam, sehingga dapat menyerap nutrisi dan air secara optimal. Hal ini akan menghasilkan tanaman padi yang sehat dan produktif, yang pada akhirnya akan menghasilkan gabah yang berkualitas baik.

Sebaliknya, penanaman bibit padi yang tidak tepat dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman yang tidak seragam dan tidak sehat. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti jarak tanam yang terlalu rapat atau terlalu jarang, kedalaman tanam yang tidak sesuai, atau bibit padi yang tidak berkualitas baik.

Oleh karena itu, petani perlu memperhatikan aspek-aspek penanaman bibit padi dengan baik. Petani harus memastikan bahwa bibit padi ditanam dengan jarak yang tepat, kedalaman tanam yang sesuai, dan menggunakan bibit padi yang berkualitas baik. Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, petani dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam menanam padi di sawah sampai panen, dan memperoleh hasil panen yang optimal.

Sumber:

  • Cara Menanam Padi yang Benar untuk Pemula

Pemupukan

Pemupukan, Cara Menanams

Pemupukan merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam padi di sawah sampai panen. Pemupukan yang tepat akan memastikan bahwa tanaman padi mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga dapat menghasilkan gabah yang berkualitas dan melimpah.

  • Jenis dan Dosis Pupuk

    Pemilihan jenis dan dosis pupuk yang tepat sangat penting. Jenis pupuk yang digunakan harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman padi dan kondisi lahan. Dosis pupuk yang diberikan harus sesuai dengan anjuran, tidak boleh berlebihan atau kekurangan.

  • Waktu Pemupukan

    Waktu pemupukan juga perlu diperhatikan. Pemupukan pertama biasanya dilakukan saat tanaman padi masih muda, sekitar 1-2 minggu setelah tanam. Pemupukan selanjutnya dilakukan secara berkala, sesuai dengan kebutuhan tanaman.

  • Cara Pemupukan

    Cara pemupukan pun berpengaruh pada penyerapan nutrisi oleh tanaman padi. Pupuk dapat diberikan dengan cara ditabur atau dikocor. Pemupukan dengan cara dikocor biasanya lebih efektif karena pupuk dapat langsung diserap oleh akar tanaman.

  • Pengaruh Pemupukan

    Pemupukan yang tepat akan memberikan banyak manfaat bagi tanaman padi, antara lain:

    • Mempercepat pertumbuhan tanaman
    • Meningkatkan produksi anakan
    • Memperkuat batang tanaman
    • Meningkatkan jumlah dan kualitas gabah

Dengan memperhatikan aspek-aspek pemupukan yang disebutkan di atas, petani dapat memastikan bahwa tanaman padi mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada hasil panen yang melimpah dan berkualitas.

Pengairan

Pengairan, Cara Menanams

Dalam proses cara menanam padi di sawah sampai panen, pengairan memegang peranan yang sangat penting, terutama pada saat pembentukan bulir. Pengairan yang cukup dan teratur akan memastikan bahwa tanaman padi mendapatkan air yang dibutuhkan untuk proses fotosintesis dan pembentukan bulir yang sempurna.

Tanaman padi memerlukan air dalam jumlah yang cukup pada saat pembentukan bulir. Hal ini dikarenakan pada saat ini, tanaman padi sedang mengalami pertumbuhan yang sangat cepat dan membutuhkan banyak nutrisi dan air untuk pembentukan bulir yang berisi dan bernas.

Kekurangan air pada saat pembentukan bulir dapat menyebabkan bulir menjadi hampa atau tidak terisi dengan sempurna. Hal ini akan berdampak pada hasil panen yang menurun, baik dari segi kuantitas maupun kualitas gabah yang dihasilkan.

Oleh karena itu, petani harus selalu memastikan bahwa tanaman padi mendapatkan air yang cukup, terutama pada saat pembentukan bulir. Pengairan yang cukup dapat dilakukan dengan cara mengatur irigasi atau mengairi sawah secara manual menggunakan pompa air atau saluran air.

Dengan memperhatikan aspek pengairan yang baik, petani dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam menanam padi di sawah sampai panen. Tanaman padi yang mendapatkan air yang cukup akan tumbuh dengan sehat dan produktif, sehingga menghasilkan gabah yang berkualitas dan melimpah.

Sumber:

  • Cara Menanam Padi yang Benar untuk Pemula

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian Hama Dan Penyakit, Cara Menanams

Dalam proses cara menanam padi di sawah sampai panen, pengendalian hama dan penyakit merupakan salah satu aspek yang sangat penting. Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman padi pada setiap tahap pertumbuhan, mulai dari persemaian hingga panen. Jika tidak dikendalikan dengan baik, hama dan penyakit dapat menyebabkan kerusakan tanaman padi yang parah dan berdampak pada penurunan hasil panen.

Ada berbagai jenis hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman padi, antara lain:

  • Hama: Wereng, penggerek batang, belalang, dan tikus
  • Penyakit: Blas, hawar daun, busuk batang, dan tungro

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:

  • Penggunaan varietas padi yang tahan hama dan penyakit
  • Penanaman serempak untuk menghindari serangan hama dan penyakit
  • Pengaturan jarak tanam untuk mengurangi kelembapan dan memperlancar sirkulasi udara
  • Pemupukan yang berimbang untuk menjaga kesehatan tanaman
  • Penggunaan pestisida secara selektif dan bijaksana

Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara efektif, petani dapat melindungi tanaman padi dari kerusakan dan meningkatkan hasil panen. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani dan ketahanan pangan secara nasional.

Sumber:

  • Cara Mengendalikan Hama dan Penyakit Padi

Panen

Panen, Cara Menanams

Panen merupakan tahap akhir dari proses cara menanam padi di sawah sampai panen. Panen dilakukan ketika padi sudah matang, yang ditandai dengan perubahan warna gabah menjadi kuning keemasan dan mengeras. Panen yang tepat waktu sangat penting untuk menghasilkan gabah yang berkualitas baik.

  • Waktu Panen

    Waktu panen yang tepat akan menentukan kualitas gabah yang dihasilkan. Panen yang terlalu cepat akan menghasilkan gabah yang belum matang sempurna, sehingga kualitasnya rendah. Sebaliknya, panen yang terlalu lambat dapat menyebabkan gabah rontok dan kehilangan hasil panen.

  • Cara Panen

    Cara panen padi juga berpengaruh pada kualitas gabah. Panen padi dapat dilakukan secara manual menggunakan sabit atau secara mekanis menggunakan mesin pemanen. Panen secara manual lebih teliti, sehingga dapat meminimalisir kerusakan gabah. Namun, panen secara mekanis lebih efisien dan dapat menghemat waktu.

  • Pengeringan Gabah

    Setelah dipanen, gabah perlu dikeringkan untuk mengurangi kadar air dan mencegah kerusakan. Pengeringan gabah dapat dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari atau menggunakan mesin pengering. Pengeringan gabah yang tepat akan menghasilkan gabah yang berkualitas baik dan tahan lama.

  • Penyimpanan Gabah

    Gabah yang sudah kering perlu disimpan dengan baik untuk menjaga kualitasnya. Penyimpanan gabah dapat dilakukan di dalam karung atau silo. Kondisi penyimpanan gabah harus kering, sejuk, dan terhindar dari hama dan penyakit.

Dengan memperhatikan aspek-aspek panen yang disebutkan di atas, petani dapat memperoleh gabah yang berkualitas baik. Gabah yang berkualitas baik akan menghasilkan beras yang berkualitas baik pula, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi petani dan konsumen.

Pasca Panen

Pasca Panen, Cara Menanams

Tahap pasca panen merupakan bagian penting dari proses cara menanam padi di sawah sampai panen. Penanganan pasca panen yang baik akan menentukan kualitas gabah dan beras yang dihasilkan. Gabah yang berkualitas baik akan menghasilkan beras yang pulen, enak, dan bernutrisi tinggi.

  • Pengeringan Gabah

    Pengeringan gabah bertujuan untuk mengurangi kadar air pada gabah agar tidak mudah rusak dan berjamur. Pengeringan gabah dapat dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari atau menggunakan mesin pengering. Gabah yang telah dikeringkan dengan baik akan lebih tahan lama dan tidak mudah rusak.

  • Penggilingan Gabah

    Penggilingan gabah bertujuan untuk memisahkan gabah dari kulitnya. Penggilingan gabah dapat dilakukan secara tradisional menggunakan lesung atau secara modern menggunakan mesin penggiling. Penggilingan yang baik akan menghasilkan beras yang bersih dan tidak tercampur dengan kulit gabah.

  • Penyimpanan Gabah dan Beras

    Penyimpanan gabah dan beras bertujuan untuk menjaga kualitas gabah dan beras agar tidak rusak dan berjamur. Penyimpanan gabah dan beras dapat dilakukan di dalam karung atau silo. Tempat penyimpanan harus kering, sejuk, dan tidak lembab.

Dengan memperhatikan aspek-aspek pasca panen yang disebutkan di atas, petani dapat menjaga kualitas gabah dan beras yang dihasilkan. Gabah dan beras yang berkualitas baik akan memberikan nilai tambah bagi petani dan konsumen.

Pertanyaan Umum tentang Cara Menanam Padi di Sawah Sampai Panen

Banyak pertanyaan yang muncul dalam benak kita ketika ingin mempelajari cara menanam padi di sawah sampai panen. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum beserta jawabannya:

Pertanyaan 1: Apa saja persiapan yang diperlukan sebelum menanam padi?


Sebelum menanam padi, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan, seperti mengolah lahan, memilih benih unggul, dan menyiapkan sistem pengairan yang baik.

Pertanyaan 2: Kapan waktu yang tepat untuk menanam padi?


Waktu tanam padi yang tepat biasanya pada awal musim hujan, sekitar bulan Oktober hingga November.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara merawat tanaman padi agar tumbuh sehat?


Perawatan tanaman padi meliputi pemupukan, pengairan, pengendalian hama dan penyakit, serta penyiangan.

Pertanyaan 4: Kapan padi siap dipanen?


Padi siap dipanen ketika bulir sudah menguning dan mengeras, biasanya sekitar 3-4 bulan setelah tanam.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara memanen padi dengan benar?


Panen padi dapat dilakukan secara manual menggunakan sabit atau secara mekanis menggunakan mesin pemanen.

Pertanyaan 6: Apa saja manfaat menanam padi di sawah?


Menanam padi di sawah memiliki banyak manfaat, seperti menyediakan bahan pangan pokok, mendukung perekonomian petani, dan menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan memahami jawaban dari pertanyaan umum ini, kita dapat lebih siap dalam menanam padi di sawah dan memperoleh hasil panen yang optimal. Selamat mencoba!

Sumber:

Cara Menanam Padi yang Benar untuk Pemula

Tips Menanam Padi di Sawah Sampai Panen

Menanam padi di sawah merupakan salah satu kegiatan penting dalam sektor pertanian. Padi merupakan bahan pangan pokok bagi masyarakat Indonesia, sehingga keberhasilan dalam menanam padi sangat berpengaruh pada ketahanan pangan nasional. Berikut adalah beberapa tips menanam padi di sawah sampai panen yang dapat membantu petani memperoleh hasil yang optimal:

Tip 1: Persiapan Lahan yang Matang

Lahan yang baik untuk menanam padi adalah lahan yang subur dan memiliki sistem pengairan yang baik. Sebelum menanam padi, lahan harus diolah terlebih dahulu dengan cara dibajak atau dicangkul. Kemudian, buatlah bedengan-bedengan dengan lebar sekitar 1 meter dan tinggi sekitar 20 cm. Buatlah parit-parit di antara bedengan untuk saluran irigasi.

Tip 2: Pemilihan Benih Unggul

Benih padi yang unggul akan menghasilkan tanaman padi yang sehat dan produktif. Pilihlah varietas padi yang sesuai dengan kondisi lahan dan iklim setempat. Benih padi yang baik harus bebas dari hama dan penyakit, serta memiliki daya kecambah yang tinggi.

Tip 3: Penanaman Bibit yang Tepat

Bibit padi yang siap tanam biasanya berumur sekitar 21-25 hari setelah semai. Tanamlah bibit padi dengan jarak yang tepat, yaitu sekitar 20x20 cm. Penanaman bibit yang terlalu rapat dapat menyebabkan tanaman padi kekurangan sinar matahari dan nutrisi, sehingga pertumbuhannya terhambat.

Tip 4: Pemupukan yang Berimbang

Tanaman padi membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Berikan pupuk secara berimbang, yaitu pupuk urea, SP-36, dan KCl. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman padi berumur sekitar 2 minggu setelah tanam. Pemupukan selanjutnya dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Tip 5: Pengairan yang Teratur

Tanaman padi membutuhkan air yang cukup selama masa pertumbuhannya. Pengairan yang teratur sangat penting, terutama pada saat tanaman padi sedang berbuah. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman padi kekeringan dan gagal panen.

Tip 6: Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya padi. Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu, yaitu dengan menggunakan varietas padi yang tahan hama dan penyakit, menerapkan pola tanam yang baik, serta menggunakan pestisida secara bijaksana.

Tip 7: Panen yang Tepat Waktu

Padi siap dipanen ketika bulirnya sudah menguning dan mengeras. Panen yang tepat waktu akan menghasilkan gabah yang berkualitas baik. Panen dapat dilakukan secara manual menggunakan sabit atau secara mekanis menggunakan mesin pemanen.

Tip 8: Pascapanen yang Baik

Setelah dipanen, gabah perlu dijemur dan diolah lebih lanjut untuk menghasilkan beras. Gabah yang dijemur dengan baik akan menghasilkan beras yang berkualitas tinggi. Beras yang dihasilkan dapat disimpan dalam wadah kedap udara untuk menjaga kualitasnya.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, petani dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam menanam padi di sawah sampai panen. Hasil panen yang optimal akan memberikan manfaat bagi petani dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

Menanam Padi di Sawah, Warisan Budaya yang Menjanjikan Pangan

Petani sedang menanam padi di sawah

Menanam padi di sawah merupakan tradisi turun-temurun yang masih banyak dilakukan di Indonesia. Bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan pangan, kegiatan ini juga memiliki nilai budaya dan sosial yang kuat.

Proses menanam padi di sawah cukup kompleks, mulai dari pengolahan lahan, penyemaian benih, penanaman bibit, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, pengairan, hingga panen. Setiap tahap harus dilakukan dengan cermat dan tepat agar menghasilkan panen yang optimal.

Selain faktor teknis, keberhasilan menanam padi di sawah juga sangat bergantung pada ketelatenan dan kerja keras petani. Mereka rela berpanas-panas dan berhujan-hujan demi memastikan tanaman padinya tumbuh subur. Hasil panen yang melimpah tidak hanya menjadi kebanggaan, tapi juga menjadi sumber penghidupan bagi keluarga petani.

Dengan menjaga tradisi menanam padi di sawah, kita tidak hanya melestarikan budaya leluhur, tapi juga turut mendukung ketahanan pangan nasional. Setiap bulir padi yang dihasilkan merupakan hasil kerja keras dan dedikasi para petani kita.

Images References

Images References, Cara Menanams
Share on