This page looks best with JavaScript enabled

Cara Menanam Sawi Hidroponik Tanpa Rockwool: Temukan Rahasia Menanam Sayuran Sehat untuk Kehidupan Lebih Baik

 ·  ☕ 14 min read

Untuk menanam sawi hidroponik tanpa rockwool, diperlukan beberapa bahan dan peralatan, antara lain:

  1. Bibit sawi
  2. Bak penampung larutan nutrisi
  3. Pompa air
  4. Selang air
  5. Media tanam (spons, sabut kelapa, atau arang sekam)
  6. Net pot atau wadah penampung tanaman
Langkah-langkah penanamannya adalah sebagai berikut:
  1. Semai benih sawi pada media semai hingga berkecambah.
  2. Pindahkan bibit sawi yang telah berkecambah ke net pot atau wadah penampung tanaman yang telah diisi dengan media tanam.
  3. Masukkan net pot atau wadah penampung tanaman ke dalam bak penampung larutan nutrisi.
  4. Pasang pompa air dan selang air untuk mengalirkan larutan nutrisi ke tanaman.
  5. Atur pH dan nutrisi larutan sesuai kebutuhan tanaman.
  6. Pantau pertumbuhan tanaman secara teratur dan lakukan perawatan seperti penambahan nutrisi atau pengendalian hama penyakit.

Cara Menanam Sawi Hidroponik Tanpa Rockwool

Cara menanam sawi hidroponik tanpa rockwool memiliki beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan. Aspek-aspek ini meliputi:

  • Pemilihan bibit: Pilih bibit sawi yang berkualitas baik dan bebas penyakit.
  • Media tanam: Gunakan media tanam yang porous dan dapat menyerap air dengan baik, seperti spons, sabut kelapa, atau arang sekam.
  • Larutan nutrisi: Siapkan larutan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman sawi.
  • pH larutan: Atur pH larutan nutrisi pada kisaran 5,5-6,5.
  • Aerasi: Pastikan larutan nutrisi teraerasi dengan baik untuk menyediakan oksigen bagi akar tanaman.
  • Pencahayaan: Berikan pencahayaan yang cukup untuk pertumbuhan tanaman sawi, sekitar 12-14 jam per hari.
  • Pengendalian hama dan penyakit: Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara teratur untuk mencegah kerusakan tanaman.
  • Panen: Panen sawi hidroponik tanpa rockwool dapat dilakukan setelah tanaman berumur sekitar 30-45 hari.

Dengan memperhatikan aspek-aspek penting di atas, Anda dapat berhasil menanam sawi hidroponik tanpa rockwool. Teknik ini tidak hanya menghemat biaya tetapi juga menghasilkan sawi yang sehat dan berkualitas tinggi.

Selain itu, cara menanam sawi hidroponik tanpa rockwool juga ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah rockwool yang sulit terurai. Teknik ini juga dapat diterapkan di lahan yang sempit atau tidak subur, sehingga cocok untuk urban farming atau berkebun di daerah perkotaan.

Pemilihan Bibit

Pemilihan Bibit, Cara Menanams

Dalam cara menanam sawi hidroponik tanpa rockwool, pemilihan bibit menjadi sangat penting. Bibit yang berkualitas baik akan menentukan keberhasilan panen. Bibit yang baik adalah bibit yang berasal dari varietas unggul, memiliki daya kecambah tinggi, dan bebas dari hama dan penyakit.

  • Varietas Unggul
    Pilih varietas sawi yang cocok untuk ditanam secara hidroponik tanpa rockwool. Varietas yang baik biasanya memiliki pertumbuhan yang cepat, tahan penyakit, dan menghasilkan panen yang melimpah.
  • Daya Kecambah Tinggi
    Pastikan bibit sawi memiliki daya kecambah yang tinggi. Daya kecambah menunjukkan persentase benih yang mampu berkecambah menjadi tanaman. Bibit dengan daya kecambah tinggi akan menghasilkan tanaman yang seragam dan sehat.
  • Bebas Hama dan Penyakit
    Bibit sawi yang terinfeksi hama atau penyakit akan sulit tumbuh dan menghasilkan panen yang buruk. Oleh karena itu, pilih bibit yang bebas dari hama dan penyakit. Bibit yang sehat biasanya memiliki warna yang cerah, tidak layu, dan tidak terdapat bercak-bercak pada daun atau batangnya.
  • Persiapan Bibit
    Sebelum ditanam, bibit sawi perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Rendam bibit dalam air hangat selama beberapa jam untuk mempercepat proses perkecambahan. Setelah direndam, bibit siap untuk disemai pada media semai hingga berkecambah.

Pemilihan bibit yang berkualitas baik dan bebas penyakit merupakan langkah awal yang krusial dalam cara menanam sawi hidroponik tanpa rockwool. Dengan memilih bibit yang tepat, Anda telah mempersiapkan dasar yang kuat untuk pertumbuhan tanaman sawi yang sehat dan hasil panen yang melimpah.

Media Tanam

Media Tanam, Cara Menanams

Dalam cara menanam sawi hidroponik tanpa rockwool, media tanam memegang peranan yang sangat penting. Media tanam yang digunakan harus memiliki sifat porous dan mampu menyerap air dengan baik, seperti spons, sabut kelapa, atau arang sekam.

  • Porositas
    Media tanam yang porous memungkinkan akar tanaman bernapas dengan baik. Akar membutuhkan oksigen untuk menyerap nutrisi dan tumbuh dengan sehat. Media tanam yang terlalu padat akan menghambat pertumbuhan akar dan menyebabkan tanaman layu.
  • Kapasitas Menyerap Air
    Media tanam yang dapat menyerap air dengan baik akan menjaga kelembaban di sekitar akar tanaman. Kelembaban yang cukup sangat penting untuk pertumbuhan tanaman, terutama pada sistem hidroponik yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanam.
  • Jenis Media Tanam
    Beberapa jenis media tanam yang cocok digunakan untuk sawi hidroponik tanpa rockwool adalah:
    • Spons: Spons memiliki pori-pori yang banyak sehingga dapat menyerap air dengan baik. Spons juga mudah dibentuk dan tidak mudah rusak.
    • Sabut Kelapa: Sabut kelapa memiliki sifat porous dan dapat menyerap air hingga 10 kali beratnya. Sabut kelapa juga merupakan bahan alami yang ramah lingkungan.
    • Arang Sekam: Arang sekam memiliki struktur yang porous dan dapat menyerap air dengan baik. Arang sekam juga memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tanaman.

Dengan memilih media tanam yang tepat, Anda telah mempersiapkan dasar yang kuat untuk pertumbuhan tanaman sawi yang sehat dan hasil panen yang melimpah. Media tanam yang porous dan dapat menyerap air dengan baik akan memastikan akar tanaman mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan optimal.

Larutan nutrisi

Larutan Nutrisi, Cara Menanams

Dalam berkebun hidroponik, larutan nutrisi memegang peran yang sangat penting. Larutan ini menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Oleh karena itu, menyiapkan larutan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman sawi menjadi kunci keberhasilan cara menanam sawi hidroponik tanpa rockwool.

  • Komponen Larutan Nutrisi
    Larutan nutrisi untuk tanaman sawi harus mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap. Unsur hara makro meliputi nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), sedangkan unsur hara mikro meliputi kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan besi (Fe). Perbandingan unsur hara makro dan mikro dalam larutan nutrisi harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman.
  • Konsentrasi Larutan Nutrisi
    Konsentrasi larutan nutrisi harus disesuaikan dengan usia dan pertumbuhan tanaman. Tanaman muda membutuhkan konsentrasi larutan nutrisi yang lebih rendah dibandingkan tanaman dewasa. Konsentrasi larutan nutrisi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan keracunan pada tanaman, sedangkan konsentrasi yang terlalu rendah dapat menyebabkan kekurangan nutrisi.
  • pH Larutan Nutrisi
    pH larutan nutrisi juga harus diperhatikan. Tanaman sawi tumbuh optimal pada pH larutan nutrisi antara 5,5-6,5. Pada pH di luar kisaran ini, tanaman akan mengalami kesulitan menyerap nutrisi.
  • Aerasi Larutan Nutrisi
    Selain nutrisi dan pH, aerasi larutan nutrisi juga penting. Aerasi yang baik akan memastikan akar tanaman mendapatkan oksigen yang cukup untuk bernapas. Pada sistem hidroponik, aerasi dapat dilakukan dengan menggunakan pompa air atau aerator.

Dengan menyiapkan larutan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman sawi, Anda telah menyediakan landasan yang kokoh untuk pertumbuhan tanaman yang sehat dan hasil panen yang melimpah. Larutan nutrisi yang lengkap, konsentrasi yang tepat, pH yang sesuai, dan aerasi yang baik akan memastikan tanaman sawi mendapatkan semua nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

pH Larutan

PH Larutan, Cara Menanams

Dalam cara menanam sawi hidroponik tanpa rockwool, mengatur pH larutan nutrisi menjadi sangat penting. pH larutan yang tepat akan memastikan tanaman sawi dapat menyerap nutrisi secara optimal dan tumbuh dengan baik.

  • Apa itu pH Larutan?
    pH larutan adalah ukuran keasaman atau kebasaan suatu larutan. Nilai pH berkisar dari 0 hingga 14, dengan 0 sebagai sangat asam dan 14 sangat basa. Tanaman yang berbeda memiliki kisaran pH optimal untuk pertumbuhannya.
  • Kisaran pH Optimal untuk Sawi
    Tanaman sawi tumbuh optimal pada kisaran pH larutan antara 5,5-6,5. Pada kisaran pH ini, tanaman sawi dapat menyerap nutrisi secara efisien dan terhindar dari keracunan unsur hara.
  • Cara Mengatur pH Larutan
    pH larutan dapat diatur menggunakan larutan asam atau basa. Jika pH larutan terlalu tinggi (basa), dapat ditambahkan larutan asam seperti asam nitrat atau asam fosfat. Jika pH larutan terlalu rendah (asam), dapat ditambahkan larutan basa seperti kalium hidroksida atau natrium hidroksida.
  • Dampak pH Larutan pada Pertumbuhan Sawi
    pH larutan yang tidak sesuai dapat berdampak negatif pada pertumbuhan tanaman sawi. Jika pH terlalu asam, tanaman akan sulit menyerap nutrisi dan mengalami gangguan pertumbuhan. Sebaliknya, jika pH terlalu basa, tanaman dapat mengalami keracunan unsur hara dan mengalami kerusakan pada akar.

Dengan mengatur pH larutan nutrisi pada kisaran yang tepat, Anda dapat memastikan tanaman sawi hidroponik tanpa rockwool tumbuh sehat dan menghasilkan panen yang melimpah. pH larutan yang optimal akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi penyerapan nutrisi, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan optimal dan menghasilkan hasil panen yang berkualitas tinggi.

Aerasi

Aerasi, Cara Menanams

Dalam cara menanam sawi hidroponik tanpa rockwool, aerasi larutan nutrisi memegang peranan yang sangat penting. Aerasi yang baik akan memastikan akar tanaman mendapatkan pasokan oksigen yang cukup untuk bernapas dan menyerap nutrisi secara optimal.

Tanpa aerasi yang memadai, akar tanaman akan kekurangan oksigen dan mengalami kesulitan dalam menyerap nutrisi. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat, daun menguning, dan bahkan kematian tanaman.

Untuk memastikan aerasi yang baik, larutan nutrisi dapat dialirkan menggunakan pompa air atau aerator. Pompa air akan membuat larutan nutrisi bergerak dan berputar, sehingga akar tanaman dapat menyerap oksigen dari udara. Aerator adalah alat khusus yang dapat menghasilkan gelembung-gelembung udara dalam larutan nutrisi, sehingga meningkatkan kadar oksigen yang tersedia bagi akar tanaman.

Selain menggunakan pompa air atau aerator, aerasi larutan nutrisi juga dapat dilakukan dengan cara mengatur ketinggian larutan nutrisi. Semakin tinggi larutan nutrisi, semakin banyak oksigen yang dapat larut di dalamnya. Oleh karena itu, disarankan untuk mengatur ketinggian larutan nutrisi pada batas yang wajar, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.

Dengan memastikan aerasi larutan nutrisi yang baik, Anda dapat membantu tanaman sawi hidroponik tanpa rockwool tumbuh sehat dan subur. Akar tanaman yang mendapatkan pasokan oksigen yang cukup akan dapat menyerap nutrisi secara optimal, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan cepat dan menghasilkan panen yang melimpah.

Sumber: The Importance of Aeration in Hydroponics

Pencahayaan

Pencahayaan, Cara Menanams

Dalam cara menanam sawi hidroponik tanpa rockwool, pencahayaan memegang peranan penting untuk pertumbuhan tanaman. Sawi membutuhkan cahaya matahari atau cahaya buatan yang cukup untuk melakukan fotosintesis, yaitu proses pembuatan makanan oleh tanaman.

  • Fotosintesis
    Fotosintesis adalah proses di mana tanaman menggunakan cahaya matahari, karbon dioksida, dan air untuk menghasilkan glukosa (gula) dan oksigen. Glukosa digunakan oleh tanaman sebagai sumber energi, sedangkan oksigen dilepaskan ke udara.
  • Kebutuhan Cahaya Sawi
    Tanaman sawi membutuhkan cahaya matahari sekitar 12-14 jam per hari untuk tumbuh dengan baik. Jika pencahayaan kurang, pertumbuhan tanaman akan terhambat, daun menjadi pucat, dan hasil panen berkurang.
  • Sumber Cahaya Buatan
    Jika tanaman sawi tidak mendapatkan cukup cahaya matahari, dapat digunakan cahaya buatan seperti lampu LED atau lampu fluoresen. Lampu LED lebih hemat energi dan memiliki umur pakai yang lebih lama dibandingkan lampu fluoresen.
  • Intensitas Cahaya
    Intensitas cahaya yang dibutuhkan tanaman sawi sekitar 10.000-15.000 lux. Intensitas cahaya dapat diukur menggunakan alat pengukur cahaya (lux meter).

Dengan memberikan pencahayaan yang cukup, tanaman sawi hidroponik tanpa rockwool dapat tumbuh sehat dan menghasilkan panen yang melimpah. Pencahayaan yang optimal akan memastikan tanaman sawi mendapatkan energi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian Hama Dan Penyakit, Cara Menanams

Dalam cara menanam sawi hidroponik tanpa rockwool, pengendalian hama dan penyakit menjadi sangat krusial. Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman sawi dan menyebabkan kerusakan yang signifikan, bahkan dapat memusnahkan seluruh tanaman jika tidak dikendalikan dengan baik.

  • Identifikasi Hama dan Penyakit
    Langkah pertama dalam pengendalian hama dan penyakit adalah mengidentifikasi jenis hama atau penyakit yang menyerang tanaman sawi. Beberapa hama yang umum menyerang sawi antara lain kutu daun, ulat, dan thrips. Sementara itu, penyakit yang umum menyerang sawi antara lain busuk daun, bercak daun, dan layu fusarium.
  • Cara Pengendalian
    Setelah mengidentifikasi hama atau penyakit yang menyerang, langkah selanjutnya adalah melakukan pengendalian. Pengendalian dapat dilakukan secara alami menggunakan pestisida organik atau secara kimia menggunakan pestisida sintetis. Pestisida organik lebih ramah lingkungan, namun mungkin kurang efektif dibandingkan pestisida sintetis. Pemilihan metode pengendalian harus disesuaikan dengan jenis hama atau penyakit yang menyerang.
  • Pencegahan
    Selain pengendalian, pencegahan juga sangat penting untuk mencegah serangan hama dan penyakit pada tanaman sawi hidroponik. Beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan antara lain menjaga kebersihan lingkungan tanam, menggunakan benih yang sehat, dan melakukan rotasi tanaman.

Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara teratur, Anda dapat menjaga tanaman sawi hidroponik tetap sehat dan terhindar dari kerusakan. Tanaman sawi yang sehat akan tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah.

Panen

Panen, Cara Menanams

Setelah melalui proses penanaman dan perawatan yang tepat, sampailah kita pada tahap yang ditunggu-tunggu, yaitu panen. Bagi penanam sawi hidroponik tanpa rockwool, panen dapat dilakukan saat tanaman berumur sekitar 30-45 hari. Masa panen ini menjadi salah satu keunggulan teknik hidroponik, karena memungkinkan panen lebih cepat dibandingkan dengan penanaman di tanah.

  • Waktu Panen
    Panen sawi hidroponik tanpa rockwool dapat dilakukan saat tanaman telah memiliki ukuran yang cukup dan daunnya terlihat segar dan hijau. Biasanya, panen dilakukan pada pagi hari saat suhu udara masih sejuk. Waktu panen yang tepat akan menentukan kualitas dan kesegaran hasil panen.
  • Cara Panen
    Cara panen sawi hidroponik tanpa rockwool cukup mudah. Anda dapat menggunakan pisau atau gunting yang tajam untuk memotong pangkal batang sawi. Pastikan untuk memotong tepat di atas permukaan media tanam. Setelah dipanen, sawi siap untuk dicuci dan dikemas.
  • Penyimpanan
    Untuk menjaga kesegaran sawi setelah panen, simpanlah di tempat yang sejuk dan lembap. Anda dapat menyimpan sawi di dalam lemari es atau wadah kedap udara. Dengan penyimpanan yang tepat, sawi dapat bertahan hingga beberapa hari.

Masa panen yang singkat dan kemudahan dalam memanen menjadi daya tarik tersendiri dari cara menanam sawi hidroponik tanpa rockwool. Dengan teknik ini, Anda dapat menikmati sawi segar dan sehat hasil panen sendiri secara lebih cepat dan mudah.

FAQ Cara Menanam Sawi Hidroponik Tanpa Rockwool

Bagi pemula yang ingin menanam sawi hidroponik tanpa rockwool, mungkin masih memiliki beberapa pertanyaan. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum beserta jawabannya:

Pertanyaan 1: Apa saja keuntungan menanam sawi hidroponik tanpa rockwool?


Jawaban:Menanam sawi hidroponik tanpa rockwool memiliki beberapa keuntungan, di antaranya:

  • Lebih ekonomis karena tidak membutuhkan rockwool yang relatif mahal.
  • Lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah rockwool yang sulit terurai.
  • Pertumbuhan akar lebih baik karena media tanam yang digunakan lebih porous.

Pertanyaan 2: Apa saja media tanam yang bisa digunakan selain rockwool?


Jawaban:Selain rockwool, beberapa media tanam yang bisa digunakan untuk menanam sawi hidroponik tanpa rockwool adalah spons, sabut kelapa, dan arang sekam.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara membuat larutan nutrisi untuk sawi hidroponik?


Jawaban:Larutan nutrisi untuk sawi hidroponik dapat dibuat dengan mencampurkan air dengan pupuk hidroponik sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Pastikan untuk menggunakan pupuk yang lengkap dan mengandung unsur hara makro dan mikro.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara mengatur pH larutan nutrisi?


Jawaban:pH larutan nutrisi dapat diatur menggunakan larutan asam atau basa. Jika pH terlalu tinggi, dapat ditambahkan larutan asam seperti asam nitrat atau asam fosfat. Jika pH terlalu rendah, dapat ditambahkan larutan basa seperti kalium hidroksida atau natrium hidroksida.

Pertanyaan 5: Berapa lama waktu panen sawi hidroponik tanpa rockwool?


Jawaban:Sawi hidroponik tanpa rockwool dapat dipanen setelah tanaman berumur sekitar 30-45 hari.

Pertanyaan 6: Apa saja hama dan penyakit yang umum menyerang sawi hidroponik?


Jawaban:Beberapa hama dan penyakit yang umum menyerang sawi hidroponik antara lain kutu daun, ulat, thrips, busuk daun, bercak daun, dan layu fusarium.

Semoga FAQ ini dapat membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar cara menanam sawi hidroponik tanpa rockwool. Dengan memahami teknik dan tips yang tepat, Anda dapat menikmati sawi segar dan sehat hasil panen sendiri.

Selamat berkebun hidroponik!

Sumber:

  • Cara Menanam Sawi Hidroponik Tanpa Rockwool
  • Tutorial Menanam Sawi Hidroponik Tanpa Rockwool

Tips Menanam Sawi Hidroponik Tanpa Rockwool

Menanam sawi hidroponik tanpa rockwool bisa jadi tantangan tersendiri, tapi jangan khawatir! Dengan tips berikut, kamu bisa sukses menanam sawi hidroponik tanpa rockwool dan menikmati hasil panen yang segar dan sehat:

Pilih bibit unggul: Pastikan bibit sawi yang kamu pilih berkualitas baik, bebas hama dan penyakit, serta memiliki daya kecambah tinggi. Ini akan menjadi dasar yang kuat untuk pertumbuhan tanaman sawi yang sehat.

Gunakan media tanam yang tepat: Gunakan media tanam yang porous dan dapat menyerap air dengan baik, seperti spons, sabut kelapa, atau arang sekam. Media tanam ini akan memastikan akar tanaman mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup.

Siapkan larutan nutrisi yang seimbang: Larutan nutrisi adalah kunci pertumbuhan sawi hidroponik. Pastikan larutan nutrisi mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap, dengan pH yang sesuai (5,5-6,5). Ini akan memastikan tanaman sawi mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan.

Berikan aerasi yang cukup: Aerasi yang baik sangat penting untuk pertumbuhan akar sawi. Gunakan pompa air atau aerator untuk memastikan larutan nutrisi tersirkulasi dengan baik dan akar tanaman mendapatkan oksigen yang cukup.

Atur pencahayaan yang optimal: Sawi membutuhkan cahaya yang cukup untuk fotosintesis. Berikan pencahayaan sekitar 12-14 jam per hari, baik menggunakan cahaya matahari maupun lampu buatan.

Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara teratur: Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman sawi hidroponik. Lakukan pemantauan secara teratur dan ambil tindakan pengendalian yang tepat untuk mencegah kerusakan pada tanaman.

Dengan mengikuti tips di atas, kamu akan selangkah lebih dekat untuk menikmati sawi hidroponik tanpa rockwool yang segar dan sehat. Selamat berkebun!

Cara Menanam Sawi Hidroponik Tanpa Rockwool

Sawi Hidroponik Tanpa Rockwool

Menanam sawi hidroponik tanpa rockwool menjadi solusi tepat bagi kamu yang ingin menikmati sayuran segar dan sehat tanpa menguras kantong dan berkontribusi pada lingkungan. Teknik ini menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari biaya yang lebih ekonomis, ramah lingkungan, hingga pertumbuhan tanaman yang lebih optimal.

Untuk memulai, pilih bibit berkualitas baik dan gunakan media tanam yang porous seperti spons atau sabut kelapa. Siapkan larutan nutrisi yang seimbang dan pastikan aerasi yang cukup untuk menunjang pertumbuhan akar. Berikan pencahayaan yang optimal dan lakukan pengendalian hama dan penyakit secara rutin.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, kamu akan segera bisa memanen sawi hidroponik segar dan renyah tanpa harus mengeluarkan banyak biaya atau merusak lingkungan. Selamat mencoba dan rasakan manfaat luar biasa dari bercocok tanam dengan cara yang lebih bijak!

Images References

Images References, Cara Menanams
Share on