This page looks best with JavaScript enabled

Rahasia Menanam Sawi yang Belum Kamu Tahu, Panen Melimpah!

 ·  ☕ 14 min read

Berikut adalah beberapa langkah cara menanam sayur sawi:

  1. Persiapan Lahan: Gemburkan tanah dan buat bedengan dengan lebar sekitar 1 meter dan tinggi 20-30 cm. Beri jarak antar bedengan sekitar 50 cm.
  2. Pemilihan Bibit: Pilih bibit sawi yang berkualitas baik dan bebas dari hama penyakit.
  3. Penyemaian Bibit: Semai bibit sawi pada persemaian yang telah diisi dengan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang. Siram secukupnya dan letakkan persemaian di tempat yang teduh.
  4. Pemindahan Bibit: Setelah bibit berumur sekitar 2-3 minggu atau memiliki 4-5 helai daun, bibit dapat dipindahkan ke bedengan yang telah disiapkan. Buat lubang tanam dengan jarak antar lubang sekitar 20-25 cm.
  5. Perawatan Tanaman: Siram tanaman sawi secara teratur, terutama pada saat musim kemarau. Beri pupuk tambahan berupa pupuk kandang atau pupuk kimia sesuai kebutuhan. Lakukan penyiangan gulma secara berkala agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.
  6. Pengendalian Hama dan Penyakit: Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara alami, seperti menggunakan pestisida organik atau dengan cara manual.
  7. Panen: Sayur sawi dapat dipanen setelah berumur sekitar 30-45 hari setelah tanam. Panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman beserta akarnya.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, Anda dapat menanam sayur sawi dengan mudah dan mendapatkan hasil panen yang optimal.

Cara Menanam Sayur Sawi

Siapa sangka menanam sayur sawi itu mudah dan menyenangkan? Yuk, kita kupas tuntas cara menanamnya.

  • Persiapan Lahan: Gemburkan tanah, buat bedengan agar air tidak menggenang.
  • Pemilihan Bibit: Pilih bibit sawi yang sehat dan berkualitas.
  • Penyemaian: Semai bibit di persemaian, siram secukupnya, dan letakkan di tempat teduh.
  • Pemindahan Bibit: Setelah bibit berdaun 4-5, pindahkan ke bedengan dengan jarak 20-25 cm.
  • Penyiraman: Siram sawi secara teratur, terutama saat musim kemarau.
  • Pemupukan: Beri pupuk kandang atau pupuk kimia sesuai kebutuhan.
  • Penyiangan: Bersihkan gulma yang mengganggu pertumbuhan sawi.
  • Pengendalian Hama: Kendalikan hama secara alami atau manual.
  • Panen: Panen sawi saat berumur 30-45 hari, cabut beserta akarnya.

Dari persiapan lahan hingga panen, setiap aspek penting untuk diperhatikan. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, kamu bisa menikmati hasil panen sayur sawi yang segar dan sehat. Menanam sawi tidak hanya bermanfaat untuk konsumsi sendiri, tapi juga bisa jadi hobi yang menyenangkan!

Sebagai tambahan, menanam sawi secara organik dengan memanfaatkan pupuk alami akan menghasilkan sawi yang lebih bernutrisi. Selain itu, melibatkan anak-anak dalam proses penanaman bisa menumbuhkan kecintaan mereka terhadap alam dan pertanian.

Persiapan Lahan

Persiapan Lahan, Cara Menanam

Dalam "cara menanam sayur sawi", persiapan lahan merupakan langkah awal yang sangat penting. Menggemburkan tanah dan membuat bedengan yang baik akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan kesehatan tanaman sawi.

Tanah yang gembur akan memudahkan akar tanaman untuk menyerap air dan nutrisi dari dalam tanah. Selain itu, tanah yang gembur juga akan membuat tanaman lebih kokoh berdiri dan tidak mudah roboh. Sementara itu, bedengan berfungsi untuk mengatur aliran air dan mencegah tanaman tergenang air. Genangan air dapat menyebabkan akar tanaman membusuk dan tanaman menjadi layu. Oleh karena itu, sangat penting untuk membuat bedengan yang baik sebelum menanam sayur sawi.

Berikut ini adalah cara membuat bedengan yang baik untuk menanam sayur sawi:

  1. Gali tanah sedalam sekitar 20-30 cm.
  2. Buat parit di sepanjang bedengan untuk mengalirkan air.
  3. Isi bedengan dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang atau kompos.
  4. Padatkan tanah dengan cara menginjak-injaknya perlahan.
  5. Buat lubang tanam dengan jarak sekitar 20-25 cm.
Dengan mempersiapkan lahan dengan baik, Anda dapat memastikan bahwa tanaman sawi Anda akan tumbuh dengan sehat dan produktif.

Sumber:

Cybex.co.id: Mengenal Teknik Pengolahan Tanah yang Baik dan Benar

Pemilihan Bibit

Pemilihan Bibit, Cara Menanam

Dalam "cara menanam sayur sawi", pemilihan bibit merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan panen. Bibit sawi yang sehat dan berkualitas akan menghasilkan tanaman yang kuat dan produktif. Sebaliknya, bibit yang lemah atau sakit akan menghasilkan tanaman yang kerdil dan mudah terserang hama penyakit.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih bibit sawi, antara lain:

  1. Jenis sawi: Ada banyak jenis sawi, seperti sawi hijau, sawi putih, dan sawi sendok. Pilih jenis sawi yang sesuai dengan selera dan kebutuhan Anda.
  2. Umur bibit: Bibit sawi yang baik biasanya berumur sekitar 2-3 minggu. Bibit yang terlalu muda atau terlalu tua akan sulit untuk tumbuh dengan baik.
  3. Kesehatan bibit: Bibit sawi yang sehat memiliki batang yang kokoh, daun yang hijau segar, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit.

Dengan memilih bibit sawi yang sehat dan berkualitas, Anda dapat meningkatkan peluang keberhasilan panen sayur sawi Anda.

Sumber:

PetaniFarm: Cara Menanam Sawi Hijau dari Bibit Hingga Panen

Penyemaian

Penyemaian, Cara Menanam

Dalam "cara menanam sayur sawi", tahap penyemaian merupakan langkah awal yang sangat penting untuk mempersiapkan bibit sawi yang sehat dan berkualitas. Penyemaian yang dilakukan dengan benar akan meningkatkan peluang keberhasilan panen sayur sawi.

Proses penyemaian meliputi beberapa langkah, yaitu:

  1. Siapkan persemaian dengan mengisi wadah dengan media tanam, seperti campuran tanah dan pupuk kandang.
  2. Buat lubang tanam pada media tanam dengan jarak yang cukup antar lubang.
  3. Masukkan benih sawi ke dalam lubang tanam dan tutup dengan tanah.
  4. Siram persemaian secukupnya hingga media tanam lembap.
  5. Letakkan persemaian di tempat yang teduh dan terlindung dari hujan.

Setelah disemai, benih sawi akan berkecambah dan tumbuh menjadi bibit dalam waktu sekitar 7-10 hari. Bibit yang sudah tumbuh kemudian dapat dipindahkan ke bedengan untuk ditanam.

Tahap penyemaian sangat penting karena dapat mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhan tanaman sawi. Bibit yang disemai dengan baik akan menghasilkan tanaman yang kuat dan produktif. Sebaliknya, bibit yang disemai asal-asalan akan menghasilkan tanaman yang kerdil dan mudah terserang hama penyakit.

Oleh karena itu, dalam "cara menanam sayur sawi", tahap penyemaian harus dilakukan dengan benar dan hati-hati. Dengan memperhatikan langkah-langkah penyemaian yang tepat, Anda dapat meningkatkan peluang keberhasilan panen sayur sawi Anda.

Sumber:

PetaniFarm: Cara Menanam Sawi Hijau dari Bibit Hingga Panen

Pemindahan Bibit

Pemindahan Bibit, Cara Menanam

Dalam "cara menanam sayur sawi", tahap pemindahan bibit merupakan salah satu langkah penting yang menentukan keberhasilan panen. Bibit yang dipindahkan pada waktu yang tepat dan dengan jarak tanam yang sesuai akan tumbuh dengan optimal dan menghasilkan panen yang melimpah.

  • Waktu Pemindahan Bibit

    Bibit sawi siap dipindahkan ke bedengan setelah memiliki 4-5 helai daun. Pada tahap ini, bibit sudah cukup kuat untuk tumbuh di lapangan terbuka. Jika bibit dipindahkan terlalu cepat, bibit akan mudah layu dan mati. Sebaliknya, jika bibit dipindahkan terlalu lambat, bibit akan menjadi terlalu besar dan sulit untuk dipindahkan.

  • Jarak Tanam

    Jarak tanam yang ideal untuk sawi adalah 20-25 cm. Jarak tanam ini cukup lebar untuk memberi ruang bagi tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Jarak tanam yang terlalu rapat akan membuat tanaman saling berebut nutrisi dan sinar matahari, sehingga pertumbuhannya akan terhambat.

  • Cara Pemindahan Bibit

    Bibit sawi dipindahkan ke bedengan dengan cara dicabut perlahan dari persemaian. Akar bibit jangan sampai rusak saat dicabut. Lubang tanam dibuat terlebih dahulu pada bedengan, kemudian bibit ditanam pada lubang tersebut dan dipadatkan tanahnya.

  • Perawatan Setelah Pemindahan Bibit

    Setelah dipindahkan, bibit sawi perlu disiram secara teratur untuk menjaga kelembapan tanah. Bibit juga perlu dilindungi dari sinar matahari langsung dan hama penyakit. Dalam beberapa hari pertama setelah pemindahan, bibit sawi mungkin akan terlihat layu. Namun, jangan khawatir, biasanya bibit akan kembali segar setelah beberapa hari.

Dengan memperhatikan langkah-langkah pemindahan bibit dengan benar, Anda dapat meningkatkan peluang keberhasilan panen sayur sawi Anda. Bibit yang dipindahkan pada waktu yang tepat dan dengan jarak tanam yang sesuai akan tumbuh dengan optimal dan menghasilkan panen yang melimpah.

Penyiraman

Penyiraman, Cara Menanam

Dalam "cara menanam sayur sawi", penyiraman merupakan salah satu aspek penting yang menentukan keberhasilan panen. Sawi membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman layu, kerdil, dan bahkan mati. Sebaliknya, penyiraman yang berlebihan juga dapat merugikan tanaman, karena dapat menyebabkan akar membusuk dan tanaman menjadi rentan terhadap penyakit.

Pada musim kemarau, penyiraman sawi harus dilakukan lebih sering, karena air lebih cepat menguap dari tanah. Frekuensi penyiraman dapat dilakukan setiap hari atau setiap dua hari sekali, tergantung pada kondisi tanah dan cuaca. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, saat matahari tidak terlalu terik.

Cara penyiraman yang baik adalah dengan menggunakan gembor atau selang air. Hindari menyiram sawi dengan air yang terlalu deras, karena dapat merusak tanaman. Siramlah sawi hingga tanah menjadi lembap, tetapi tidak sampai tergenang air.

Dengan memperhatikan kebutuhan air sawi dan melakukan penyiraman secara teratur, terutama saat musim kemarau, Anda dapat meningkatkan peluang keberhasilan panen sayur sawi Anda. Tanaman sawi yang tersiram dengan baik akan tumbuh dengan subur dan menghasilkan panen yang melimpah.

Sumber:

Cybex.co.id: Tips Menanam Sawi Hijau yang Mudah untuk Pemula

Pemupukan

Pemupukan, Cara Menanam

Dalam "cara menanam sayur sawi", pemupukan merupakan salah satu aspek penting yang menentukan keberhasilan panen. Sawi membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan tanaman kerdil, daun menguning, dan hasil panen yang sedikit. Sebaliknya, pemupukan yang berlebihan juga dapat merugikan tanaman, karena dapat menyebabkan tanaman menjadi terlalu rimbun dan mudah terserang penyakit.

  • Jenis Pupuk

    Ada dua jenis pupuk yang dapat digunakan untuk memupuk sawi, yaitu pupuk kandang dan pupuk kimia. Pupuk kandang berasal dari kotoran hewan, seperti ayam, sapi, atau kambing. Pupuk kandang mengandung unsur hara yang lengkap dan dapat memperbaiki struktur tanah. Pupuk kimia merupakan pupuk buatan yang mengandung unsur hara tertentu, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Pupuk kimia dapat memberikan nutrisi yang lebih cepat bagi tanaman, tetapi penggunaannya harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

  • Waktu Pemupukan

    Pemupukan sawi dapat dilakukan beberapa kali selama masa pertumbuhan. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman berumur sekitar 2 minggu setelah tanam. Pemupukan selanjutnya dilakukan setiap 2-3 minggu sekali. Pemupukan terakhir dilakukan saat tanaman berumur sekitar 1 bulan sebelum panen.

  • Cara Pemupukan

    Pupuk kandang biasanya diberikan dengan cara ditaburkan di sekitar tanaman. Pupuk kimia dapat diberikan dengan cara dikocor atau disebarkan di sekitar tanaman. Pemberian pupuk harus dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai mengenai daun tanaman.

  • Manfaat Pemupukan

    Pemupukan yang dilakukan dengan benar dapat memberikan banyak manfaat bagi tanaman sawi, antara lain:

    • Menyediakan nutrisi yang cukup bagi tanaman untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.
    • Meningkatkan hasil panen.
    • Meningkatkan kualitas sayuran sawi.
    • Memperbaiki struktur tanah.
    • Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit.

Dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi sawi dan melakukan pemupukan sesuai dengan kebutuhan, Anda dapat meningkatkan peluang keberhasilan panen sayur sawi Anda. Tanaman sawi yang dipupuk dengan baik akan tumbuh dengan subur dan menghasilkan panen yang melimpah.

Penyiangan

Penyiangan, Cara Menanam

Dalam "cara menanam sayur sawi", penyiangan merupakan salah satu aspek penting yang sering disepelekan. Padahal, penyiangan memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan panen sawi. Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman sawi dapat menyerap nutrisi dan air yang dibutuhkan oleh sawi. Akibatnya, pertumbuhan sawi akan terhambat dan hasil panen akan berkurang.

Selain itu, gulma juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya hama dan penyakit. Hama dan penyakit tersebut dapat menyerang tanaman sawi dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Oleh karena itu, penyiangan harus dilakukan secara teratur untuk mencegah pertumbuhan gulma dan menjaga kesehatan tanaman sawi.

Cara penyiangan yang baik adalah dengan menggunakan tangan atau cangkul kecil. Penyiangan dilakukan dengan cara mencabut atau memotong gulma hingga ke akarnya. Penyiangan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari saat matahari tidak terlalu terik. Setelah disiangi, gulma dapat dibiarkan di sekitar tanaman sebagai mulsa atau dibuang ke tempat sampah.

Dengan memperhatikan pentingnya penyiangan dan melakukan penyiangan secara teratur, Anda dapat meningkatkan peluang keberhasilan panen sayur sawi Anda. Tanaman sawi yang terbebas dari gulma akan tumbuh dengan subur dan menghasilkan panen yang melimpah.

Sumber:

Cybex.co.id: Tips Menanam Sawi Hijau yang Mudah untuk Pemula

Pengendalian Hama

Pengendalian Hama, Cara Menanam

Dalam "cara menanam sayur sawi", pengendalian hama merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan. Hama dapat merusak tanaman sawi dan menyebabkan kerugian yang besar. Oleh karena itu, pengendalian hama perlu dilakukan secara efektif dan ramah lingkungan.

  • Pengendalian Hama Secara Alami

    Pengendalian hama secara alami dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami hama, seperti predator dan parasitoid. Predator adalah hewan yang memangsa hama, sedangkan parasitoid adalah serangga kecil yang meletakkan telurnya di dalam tubuh hama. Musuh alami ini dapat membantu mengurangi populasi hama tanpa menggunakan bahan kimia.

    Contoh pengendalian hama secara alami pada tanaman sawi adalah dengan memelihara burung hantu atau burung elang. Burung-burung ini akan memangsa tikus yang merupakan hama utama pada tanaman sawi.

  • Pengendalian Hama Secara Manual

    Pengendalian hama secara manual dapat dilakukan dengan cara memungut hama satu per satu, menggunakan perangkap, atau memasang penghalang fisik. Cara ini efektif untuk mengendalikan hama dalam jumlah kecil.

    Contoh pengendalian hama secara manual pada tanaman sawi adalah dengan memasang jaring di sekitar tanaman untuk mencegah kupu-kupu putih bertelur pada daun sawi.

Dengan memperhatikan pentingnya pengendalian hama dan melakukan pengendalian hama secara alami atau manual, Anda dapat meningkatkan peluang keberhasilan panen sayur sawi Anda. Tanaman sawi yang terbebas dari hama akan tumbuh dengan subur dan menghasilkan panen yang melimpah.

Panen

Panen, Cara Menanam

Panen merupakan salah satu tahap terpenting dalam "cara menanam sayur sawi". Panen yang dilakukan pada waktu yang tepat dan dengan cara yang benar akan menghasilkan sawi yang berkualitas baik dan bernilai jual tinggi.

Sawi siap dipanen saat berumur sekitar 30-45 hari setelah tanam. Ciri-ciri sawi yang siap panen adalah daunnya yang sudah lebar dan berwarna hijau tua, serta batangnya yang sudah kokoh. Panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman sawi beserta akarnya. Cara ini lebih baik dibandingkan dengan memotong batang sawi, karena dapat meminimalisir kerusakan pada tanaman dan memperpanjang umur simpan sawi.

Setelah dipanen, sawi harus segera dibersihkan dan disortasi. Sawi yang baik dan berkualitas akan memiliki daun yang segar, tidak layu, dan tidak berlubang. Sawi yang sudah disortasi dapat langsung dijual atau disimpan di lemari es untuk memperpanjang umur simpannya.

Dengan memperhatikan waktu panen dan cara panen yang benar, Anda dapat meningkatkan kualitas dan nilai jual sayur sawi yang Anda tanam. Sawi yang berkualitas baik akan disukai oleh konsumen dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani.

Sumber:

Cybex.co.id: Tips Menanam Sawi Hijau yang Mudah untuk Pemula

Tanya Jawab Seputar Cara Menanam Sayur Sawi

Banyak hal yang ingin diketahui tentang cara menanam sawi, mulai dari cara menyemai hingga cara mengatasi hama dan penyakit. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan beserta jawabannya:

Pertanyaan 1: Kapan waktu terbaik untuk menanam sawi?


Waktu terbaik untuk menanam sawi adalah saat musim hujan, karena tanaman sawi membutuhkan banyak air. Namun, sawi juga bisa ditanam pada musim kemarau asalkan penyiraman dilakukan secara teratur.

Pertanyaan 2: Bagaimana cara menyemai benih sawi?


Benih sawi disemai pada persemaian yang berisi campuran tanah dan pupuk kandang. Benih ditanam sedalam 0,5-1 cm dan disiram secara teratur. Setelah 7-10 hari, benih akan berkecambah dan siap dipindahkan ke bedengan.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara memindahkan bibit sawi?


Bibit sawi siap dipindahkan ke bedengan saat berumur 2-3 minggu atau memiliki 4-5 helai daun. Bibit ditanam dengan jarak 20-25 cm antar tanaman. Setelah dipindahkan, bibit disiram secara teratur dan diberi naungan.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara mengatasi hama dan penyakit pada tanaman sawi?


Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman sawi antara lain ulat, kutu daun, dan penyakit busuk daun. Hama dan penyakit ini dapat diatasi dengan menggunakan pestisida alami atau kimia. Namun, penggunaan pestisida kimia harus dilakukan sesuai dosis dan aturan yang tepat.

Pertanyaan 5: Kapan waktu yang tepat untuk memanen sawi?


Sawi siap dipanen saat berumur 30-45 hari setelah tanam. Ciri-ciri sawi yang siap panen adalah daunnya yang lebar dan berwarna hijau tua, serta batangnya yang sudah kokoh.

Pertanyaan 6: Bagaimana cara menyimpan sawi agar tahan lama?


Sawi yang sudah dipanen dapat disimpan di lemari es selama 3-5 hari. Sawi juga dapat disimpan dalam keadaan beku selama 6-8 bulan. Untuk menyimpan sawi dalam keadaan beku, sawi harus dicuci bersih dan dipotong-potong terlebih dahulu.

Demikianlah beberapa pertanyaan umum tentang cara menanam sawi. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu Anda dalam membudidayakan sawi sendiri di rumah.

Sumber:

Cybex.co.id: Tips Menanam Sawi Hijau yang Mudah untuk Pemula

Tips Menanam Sayur Sawi

Menanam sayur sawi sendiri ternyata tidak sulit, lho! Yuk, kita simak beberapa tips berikut:

Tip 1: Pilih Bibit Unggul

Memilih bibit sawi yang bagus sangat penting karena akan berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Pilihlah bibit yang sehat, bebas hama, dan berasal dari varietas yang unggul.

Tip 2: Siapkan Lahan dengan Baik

Lahan yang baik untuk menanam sawi adalah lahan yang gembur dan banyak terkena sinar matahari. Gemburkan tanah dan buat bedengan-bedengan kecil agar air tidak menggenang.

Tip 3: Siram Secara Teratur

Sawi membutuhkan banyak air, terutama saat cuaca panas. Siram sawi setiap hari atau dua hari sekali, tergantung kondisi tanah. Jangan sampai tanaman kekurangan air, karena bisa menyebabkan sawi layu dan mati.

Tip 4: Beri Pupuk Secara Rutin

Pupuk sangat penting untuk menyuburkan tanaman sawi. Beri pupuk kandang atau pupuk kimia secara rutin, sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Tip 5: Bersihkan Gulma

Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman sawi dapat menyerap nutrisi yang dibutuhkan sawi. Bersihkan gulma secara teratur agar sawi bisa tumbuh dengan baik.

Tip 6: Panen Tepat Waktu

Sawi biasanya siap dipanen setelah berumur sekitar 30-45 hari. Ciri-ciri sawi yang siap panen adalah daunnya yang lebar dan berwarna hijau tua, serta batangnya yang sudah kokoh.

Demikian beberapa tips menanam sayur sawi yang bisa kamu coba. Dengan perawatan yang baik, sawi yang kamu tanam pasti akan tumbuh subur dan bisa kamu nikmati hasilnya sendiri!

Menanam Sawi, Si Hijau Kaya Manfaat

Sawi hijau segar

Menanam sawi, siapa takut? Ternyata sayuran hijau kaya manfaat ini bisa ditanam sendiri di rumah, lho! Tak perlu lahan luas, cukup dengan memanfaatkan pekarangan atau pot, kamu sudah bisa menikmati hasil panen sawi segar. Yuk, ikuti langkah-langkah mudah berikut:

Pertama, pilih bibit sawi yang sehat dan berkualitas. Siapkan lahan dengan menggemburkan tanah dan membuat bedengan. Siram sawi secara teratur dan jangan lupa beri pupuk untuk menyuburkan tanaman. Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar sawi agar tidak menyerap nutrisi. Terakhir, panen sawi saat daunnya lebar dan berwarna hijau tua, biasanya setelah berumur sekitar 30-45 hari.

Dengan perawatan yang tepat, kamu bisa memanen sawi segar dan berkualitas. Selain menghemat pengeluaran, menanam sawi sendiri juga bisa jadi hobi yang menyenangkan. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, tanam sawi sekarang juga!

Images References

Images References, Cara Menanam
Share on