This page looks best with JavaScript enabled

Cara Menanam Selada Hidroponik di Baskom: Rahasia Terungkap untuk Panen Melimpah

 ·  ☕ 14 min read

Cara menanam selada hidroponik di baskom cukup mudah. Pertama, siapkan baskom atau wadah lain yang kedap air. Kemudian, isi baskom dengan larutan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman selada. Selanjutnya, buat lubang pada media tanam (misalnya rockwool atau spons) dan masukkan bibit selada ke dalamnya. Letakkan media tanam pada baskom yang telah diisi larutan nutrisi. Pastikan akar tanaman terendam dalam larutan nutrisi, tetapi jangan sampai media tanam terendam seluruhnya. Terakhir, tempatkan baskom di tempat yang terkena sinar matahari langsung atau di bawah lampu LED.

Cara Menanam Selada Hidroponik di Baskom

Menanam selada hidroponik di baskom memiliki beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan. Berikut adalah 10 aspek penting tersebut:

  • Pemilihan bibit
  • Persiapan baskom
  • Pembuatan larutan nutrisi
  • Penanaman bibit
  • Pencahayaan
  • Pengaturan pH
  • Pengontrolan hama dan penyakit
  • Pemanenan
  • Sanitasi
  • Ketekunan

Pemilihan bibit yang baik akan menentukan keberhasilan budidaya selada hidroponik. Bibit yang sehat dan berkualitas akan menghasilkan tanaman yang subur dan produktif. Persiapan baskom yang tepat juga penting untuk memastikan tanaman memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Pembuatan larutan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman selada sangat penting untuk pertumbuhan tanaman yang optimal.

Penanaman bibit harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman. Pencahayaan yang cukup sangat penting untuk pertumbuhan tanaman selada. Pengaturan pH larutan nutrisi harus dijaga dalam kisaran yang optimal untuk pertumbuhan selada. Pengontrolan hama dan penyakit sangat penting untuk mencegah kerusakan tanaman.

Pemanenan selada hidroponik dapat dilakukan ketika tanaman sudah mencapai ukuran yang diinginkan. Sanitasi sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit pada tanaman. Ketekunan dalam merawat tanaman selada hidroponik sangat penting untuk keberhasilan budidaya.

Dengan memperhatikan aspek-aspek penting tersebut, Anda dapat berhasil menanam selada hidroponik di baskom dan menikmati hasil panen yang segar dan sehat.

Pemilihan Bibit

Pemilihan Bibit, Cara Menanams

Dalam cara menanam selada hidroponik di baskom, pemilihan bibit menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Bibit yang baik akan menentukan keberhasilan budidaya selada hidroponik. Bibit yang sehat dan berkualitas akan menghasilkan tanaman yang subur dan produktif.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih bibit selada hidroponik, yaitu:

Kualitas bibit: Pilih bibit yang berasal dari sumber yang terpercaya dan memiliki reputasi baik.Jenis selada: Pilih jenis selada yang sesuai dengan selera dan kondisi lingkungan tempat Anda menanam.Umur bibit: Pilih bibit yang sudah cukup umur dan siap untuk dipindahkan ke baskom.

Dengan memilih bibit yang tepat, Anda dapat meningkatkan peluang keberhasilan budidaya selada hidroponik di baskom dan menikmati hasil panen yang segar dan sehat.

Sumber:Cara Menanam Selada Hidroponik di Baskom

Persiapan Baskom

Persiapan Baskom, Cara Menanams

Dalam cara menanam selada hidroponik di baskom, persiapan baskom menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Baskom merupakan wadah tempat tanaman selada akan tumbuh dan berkembang. Persiapan baskom yang tepat akan memastikan tanaman memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan baskom, yaitu:

Ukuran baskom: Pilih baskom yang berukuran cukup besar untuk menampung tanaman selada. Baskom harus memiliki kedalaman minimal 20 cm dan lebar minimal 30 cm. Bahan baskom: Pilih baskom yang terbuat dari bahan yang kuat dan tahan lama. Baskom dapat terbuat dari plastik, logam, atau kaca. Lubang drainase: Pastikan baskom memiliki lubang drainase di bagian bawah. Lubang drainase berfungsi untuk mengalirkan kelebihan air dan mencegah tanaman tergenang air.

Dengan mempersiapkan baskom dengan baik, Anda dapat menciptakan lingkungan tumbuh yang optimal untuk tanaman selada hidroponik. Tanaman akan memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh dan berkembang, serta terhindar dari masalah genangan air.

Sumber: Cara Menanam Selada Hidroponik di Baskom

Pembuatan Larutan Nutrisi

Pembuatan Larutan Nutrisi, Cara Menanams

Dalam cara menanam selada hidroponik di baskom, pembuatan larutan nutrisi merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Larutan nutrisi berfungsi sebagai pengganti tanah dalam menyediakan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman selada untuk tumbuh dan berkembang.

Larutan nutrisi harus dibuat dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan tanaman selada. Kekurangan atau kelebihan nutrisi dapat menyebabkan tanaman mengalami gangguan pertumbuhan atau bahkan mati. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti petunjuk pembuatan larutan nutrisi dengan cermat.

Ada beberapa cara untuk membuat larutan nutrisi untuk selada hidroponik. Salah satu cara yang paling umum adalah menggunakan pupuk AB Mix. Pupuk AB Mix terdiri dari dua larutan, yaitu larutan A dan larutan B. Larutan A mengandung unsur hara makro, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Sedangkan larutan B mengandung unsur hara mikro, seperti zat besi, mangan, dan seng.

Untuk membuat larutan nutrisi, campurkan larutan A dan larutan B dengan perbandingan yang sesuai. Perbandingan yang umum digunakan adalah 1:1. Namun, perbandingan ini dapat disesuaikan tergantung pada kebutuhan tanaman selada.

Setelah larutan nutrisi dibuat, larutan tersebut harus diaduk secara merata. Larutan nutrisi yang sudah jadi dapat langsung digunakan untuk menyiram tanaman selada hidroponik.

Sumber: Cara Menanam Selada Hidroponik di Baskom

Penanaman bibit

Penanaman Bibit, Cara Menanams

Dalam "cara menanam selada hidroponik di baskom", penanaman bibit merupakan salah satu tahap penting yang menentukan keberhasilan budidaya. Bibit yang sehat dan berkualitas akan menghasilkan tanaman selada yang subur dan produktif. Penanaman bibit yang tepat juga akan mencegah masalah-masalah pada tanaman, seperti layu atau pertumbuhan yang terhambat.

Sebelum melakukan penanaman bibit, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain pemilihan bibit, persiapan media tanam, dan pembuatan lubang tanam. Bibit selada yang baik harus berasal dari sumber yang terpercaya dan memiliki kualitas yang baik. Media tanam yang digunakan harus memiliki struktur yang baik, gembur, dan memiliki pH yang sesuai dengan kebutuhan tanaman selada. Lubang tanam harus dibuat dengan ukuran yang cukup besar untuk menampung akar bibit.

Penanaman bibit dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar. Bibit ditanam pada lubang tanam yang telah dibuat, kemudian ditutup dengan media tanam. Setelah bibit ditanam, media tanam harus disiram dengan air secukupnya. Penyiraman dilakukan secara perlahan agar media tanam tidak tergerus.

Setelah bibit ditanam, bibit harus dirawat dengan baik agar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Perawatan bibit meliputi penyiraman secara teratur, pemberian nutrisi, dan pengendalian hama dan penyakit. Dengan perawatan yang baik, bibit selada akan tumbuh menjadi tanaman selada yang sehat dan produktif.

Sumber: Cara Menanam Selada Hidroponik di Baskom

Pencahayaan

Pencahayaan, Cara Menanams

Dalam "cara menanam selada hidroponik di baskom", pencahayaan memegang peranan yang sangat penting. Selada membutuhkan cahaya matahari yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Jika cahaya matahari tidak tersedia, Anda dapat menggunakan lampu LED sebagai alternatif.

  • Intensitas Cahaya

    Intensitas cahaya yang dibutuhkan selada bervariasi tergantung pada jenis selada. Namun, secara umum, selada membutuhkan intensitas cahaya sekitar 10.000-15.000 lux. Intensitas cahaya yang terlalu rendah dapat menyebabkan tanaman selada tumbuh lemah dan kerdil. Sedangkan intensitas cahaya yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tanaman selada terbakar.

  • Durasi Cahaya

    Selada membutuhkan durasi cahaya sekitar 12-14 jam per hari. Durasi cahaya yang terlalu pendek dapat menyebabkan tanaman selada berbunga lebih cepat. Sedangkan durasi cahaya yang terlalu panjang dapat menyebabkan tanaman selada tumbuh terlalu tinggi dan lemah.

  • Jenis Cahaya

    Selada dapat tumbuh dengan baik di bawah cahaya matahari maupun cahaya lampu LED. Namun, jika Anda menggunakan lampu LED, pastikan lampu tersebut memiliki spektrum cahaya yang sesuai dengan kebutuhan selada. Spektrum cahaya yang ideal untuk selada adalah spektrum cahaya penuh yang meliputi merah, biru, dan hijau.

  • Penempatan Lampu

    Jika Anda menggunakan lampu LED, lampu harus ditempatkan pada jarak yang tepat dari tanaman selada. Jarak yang ideal antara lampu dan tanaman selada adalah sekitar 15-20 cm. Jarak yang terlalu dekat dapat menyebabkan tanaman selada terbakar. Sedangkan jarak yang terlalu jauh dapat menyebabkan tanaman selada tidak mendapatkan cahaya yang cukup.

Dengan memperhatikan faktor-faktor pencahayaan yang disebutkan di atas, Anda dapat memastikan tanaman selada hidroponik di baskom Anda tumbuh subur dan produktif.

Pengaturan pH

Pengaturan PH, Cara Menanams

Dalam "cara menanam selada hidroponik di baskom", pengaturan pH memegang peranan penting. pH adalah ukuran keasaman atau kebasaan suatu larutan, dan sangat mempengaruhi ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Selada tumbuh optimal pada pH antara 6,0-6,5. Di luar kisaran ini, tanaman selada akan kesulitan menyerap unsur hara, sehingga pertumbuhannya akan terhambat.

Untuk mengatur pH larutan nutrisi, Anda dapat menggunakan pH meter. pH meter akan menunjukkan nilai pH larutan, dan Anda dapat menambahkan asam atau basa untuk menyesuaikan pH sesuai dengan kebutuhan tanaman selada. Asam yang biasa digunakan untuk menurunkan pH adalah asam nitrat atau asam fosfor, sedangkan basa yang biasa digunakan untuk menaikkan pH adalah kalium hidroksida atau natrium hidroksida.

Penting untuk memantau pH larutan nutrisi secara teratur, karena pH dapat berubah seiring waktu. Perubahan pH dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penyerapan unsur hara oleh tanaman, penambahan nutrisi, atau penguapan air. Dengan memantau pH larutan nutrisi secara teratur, Anda dapat memastikan bahwa tanaman selada selalu mendapatkan pH yang optimal untuk pertumbuhannya.

Sumber: Cara Menanam Selada Hidroponik di Baskom

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian Hama Dan Penyakit, Cara Menanams

Dalam "cara menanam selada hidroponik di baskom", pengendalian hama dan penyakit menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman selada kapan saja, dan jika tidak dikendalikan, dapat menyebabkan kerugian yang besar. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengendalian hama dan penyakit secara teratur untuk mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit pada tanaman selada hidroponik.

  • Inspeksi Rutin

    Salah satu cara terbaik untuk mengendalikan hama dan penyakit adalah dengan melakukan inspeksi rutin pada tanaman selada. Inspeksi rutin dapat dilakukan setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu. Tujuan dari inspeksi rutin adalah untuk mendeteksi adanya hama atau penyakit sedini mungkin, sehingga dapat segera diambil tindakan pengendalian.

  • Penggunaan Insektisida dan Fungisida

    Jika ditemukan hama atau penyakit pada tanaman selada, dapat dilakukan pengendalian dengan menggunakan insektisida atau fungisida. Insektisida digunakan untuk mengendalikan hama, sedangkan fungisida digunakan untuk mengendalikan penyakit. Saat menggunakan insektisida atau fungisida, penting untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan produk.

  • Penggunaan Metode Organik

    Selain menggunakan insektisida dan fungisida, pengendalian hama dan penyakit juga dapat dilakukan dengan menggunakan metode organik. Metode organik yang dapat digunakan antara lain penggunaan pestisida alami, seperti pestisida nabati atau pestisida hayati.

  • Sanitasi yang Baik

    Sanitasi yang baik juga memegang peranan penting dalam pengendalian hama dan penyakit. Sanitasi yang baik dapat dilakukan dengan membersihkan peralatan dan wadah yang digunakan untuk menanam selada secara teratur. Selain itu, penting juga untuk membuang sisa-sisa tanaman yang sudah terinfeksi hama atau penyakit.

Dengan melakukan pengendalian hama dan penyakit secara teratur, Anda dapat mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit pada tanaman selada hidroponik. Tanaman selada yang sehat dan bebas dari hama dan penyakit akan tumbuh dengan baik dan produktif, sehingga Anda dapat menikmati hasil panen yang melimpah.

Pemanenan

Pemanenan, Cara Menanams

Pemanenan adalah tahap akhir dari "cara menanam selada hidroponik di baskom". Tahap ini sangat penting karena menentukan kualitas dan hasil panen selada yang kita tanam. Waktu panen yang tepat sangat berpengaruh pada kesegaran dan kandungan nutrisi selada.

Selada hidroponik dapat dipanen ketika tanaman sudah mencapai ukuran yang diinginkan, biasanya sekitar 30-45 hari setelah tanam. Ciri-ciri selada yang siap panen adalah daunnya yang sudah lebar dan berwarna hijau segar, serta batangnya yang kokoh.

Proses pemanenan selada hidroponik cukup mudah. Kita hanya perlu memotong batang selada tepat di atas permukaan air menggunakan pisau yang tajam. Setelah dipanen, selada harus segera dicuci dan disimpan di tempat yang sejuk dan lembab agar kesegarannya tetap terjaga.

Dengan memahami teknik pemanenan yang tepat, kita dapat memperoleh hasil panen selada hidroponik yang berkualitas tinggi. Selada yang segar dan kaya nutrisi ini tentu akan sangat bermanfaat bagi kesehatan kita.

Sumber: Cara Menanam Selada Hidroponik di Baskom

Sanitasi

Sanitasi, Cara Menanams

Dalam cara menanam selada hidroponik di baskom, sanitasi merupakan aspek penting yang seringkali diremehkan. Padahal, sanitasi yang baik sangat berpengaruh pada keberhasilan budidaya selada hidroponik. Sanitasi yang buruk dapat menjadi sumber penyakit bagi tanaman selada, sehingga menyebabkan tanaman menjadi layu, pertumbuhan terhambat, bahkan mati.

Salah satu contoh pentingnya sanitasi dalam budidaya selada hidroponik adalah pencegahan penyakit busuk akar. Penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur yang tumbuh pada akar tanaman. Jamur ini dapat menyebar dengan cepat melalui air, sehingga dapat menginfeksi tanaman lain dalam waktu singkat. Untuk mencegah penyakit busuk akar, penting untuk menjaga kebersihan baskom dan peralatan yang digunakan untuk menanam selada hidroponik. Baskom harus dibersihkan secara teratur menggunakan sabun dan air, dan peralatan seperti gunting dan pisau harus disterilkan sebelum digunakan.

Selain mencegah penyakit, sanitasi yang baik juga dapat meningkatkan kualitas selada hidroponik. Selada yang ditanam dalam kondisi yang bersih dan sehat akan memiliki rasa yang lebih segar dan kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan sanitasi dalam setiap tahap budidaya selada hidroponik, mulai dari persiapan baskom, pembuatan larutan nutrisi, penanaman bibit, hingga pemanenan.

Sumber: Cara Menanam Selada Hidroponik di Baskom

Ketekunan

Ketekunan, Cara Menanams

Menanam selada hidroponik di baskom memang bukan perkara mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari hama penyakit hingga kendala teknis. Namun, dengan ketekunan, semua rintangan tersebut dapat diatasi dan kita dapat menikmati hasil panen yang memuaskan.

  • Ketekunan dalam Pemeliharaan
    Selada hidroponik membutuhkan perawatan yang rutin dan intensif. Kita harus rajin mengontrol pH dan nutrisi larutan, memastikan tanaman mendapat cahaya yang cukup, serta membersihkan baskom dan peralatan secara teratur. Dengan ketekunan, kita dapat menciptakan lingkungan tumbuh yang optimal bagi tanaman selada kita.
  • Ketekunan dalam Mengatasi Masalah
    Hama penyakit adalah salah satu masalah yang sering dihadapi dalam budidaya selada hidroponik. Jika tanaman terserang hama penyakit, kita harus segera mengambil tindakan untuk mengatasinya. Jangan mudah menyerah, karena dengan ketekunan, kita dapat menemukan solusi yang tepat dan menyelamatkan tanaman kita.
  • Ketekunan dalam Mencari Ilmu
    Budidaya selada hidroponik adalah ilmu yang terus berkembang. Ada banyak hal baru yang bisa kita pelajari untuk meningkatkan hasil panen kita. Dengan ketekunan, kita dapat terus belajar dan mengaplikasikan ilmu baru tersebut dalam praktik budidaya kita.
  • Ketekunan dalam Menanti Hasil
    Menanam selada hidroponik tidak bisa instan. Dibutuhkan waktu dan kesabaran untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan. Jangan berkecil hati jika tanaman kita belum tumbuh sesuai harapan. Dengan ketekunan, kita pasti akan melihat hasil kerja keras kita membuahkan hasil.

Ketekunan adalah kunci sukses dalam cara menanam selada hidroponik di baskom. Dengan ketekunan, kita dapat mengatasi segala rintangan dan menikmati hasil panen yang berlimpah.

Seputar Cara Menanam Selada Hidroponik di Baskom

Yuk, gali lebih dalam tentang cara menanam selada hidroponik di baskom! Berikut ini beberapa pertanyaan umum beserta jawabannya untuk membantu kamu memulai perjalanan hidroponikmu.

Pertanyaan 1: Sulit banget nggak sih nanam selada hidroponik di baskom?


Menanam selada hidroponik di baskom memang memerlukan ketekunan dan perhatian khusus, tapi nggak sesulit yang dibayangkan kok! Dengan mengikuti langkah-langkah dasar dan memperhatikan detail, kamu bisa menikmati hasil panen selada segar dan sehat.

Pertanyaan 2: Kenapa sih harus pakai baskom, bukan pot biasa aja?


Baskom digunakan dalam hidroponik karena dapat menampung larutan nutrisi dalam jumlah lebih banyak. Larutan nutrisi ini sangat penting untuk pertumbuhan tanaman karena menyediakan unsur hara yang dibutuhkan. Selain itu, baskom juga memudahkan kamu untuk mengontrol pH dan kadar nutrisi larutan.

Pertanyaan 3: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk panen selada hidroponik?


Waktu panen selada hidroponik bervariasi tergantung jenis selada yang ditanam. Umumnya, kamu bisa memanen selada sekitar 30-45 hari setelah tanam. Ciri-ciri selada yang siap panen adalah daunnya lebar, berwarna hijau segar, dan batangnya kokoh.

Pertanyaan 4: Apa saja sih hama dan penyakit yang sering menyerang selada hidroponik?


Hama dan penyakit yang umum menyerang selada hidroponik antara lain kutu daun, thrips, jamur busuk akar, dan penyakit layu fusarium. Untuk mencegah serangan hama dan penyakit, penting untuk menjaga kebersihan baskom dan peralatan, serta memberikan nutrisi yang cukup bagi tanaman.

Pertanyaan 5: Boleh nggak sih pakai air keran biasa untuk larutan nutrisi?


Sebaiknya hindari menggunakan air keran biasa karena dapat mengandung kaporit dan mineral yang berbahaya bagi tanaman. Gunakanlah air bersih yang telah difilter atau air hujan untuk membuat larutan nutrisi.

Pertanyaan 6: Apakah menanam selada hidroponik di baskom bisa dilakukan di ruangan yang minim cahaya?


Selada membutuhkan cahaya matahari yang cukup untuk tumbuh dengan baik. Jika kamu menanam selada di ruangan yang minim cahaya, kamu bisa menggunakan lampu LED sebagai sumber cahaya tambahan. Pastikan untuk memberikan intensitas cahaya yang sesuai agar tanaman tidak kerdil atau terbakar.

Demikian beberapa pertanyaan umum seputar cara menanam selada hidroponik di baskom. Semoga informasi ini bermanfaat dan menginspirasi kamu untuk memulai berkebun hidroponik di rumah.

Selamat mencoba dan nikmati selada segar hasil panenmu sendiri!

Sumber: Cara Menanam Selada Hidroponik di Baskom

Tips Menanam Selada Hidroponik di Baskom

Menanam selada hidroponik di baskom memang seru, tapi ada beberapa trik khusus yang bisa bikin tanamanmu makin subur dan bebas ribet.

Tip 1: Pilih Bibit Unggul

Pilih bibit selada berkualitas baik dari toko pertanian terpercaya. Bibit yang sehat akan menghasilkan tanaman yang kuat dan produktif.

Tip 2: Siapkan Baskom yang Lega

Ukuran baskom berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Pilih baskom yang cukup besar (minimal 30x30 cm) agar akar selada punya ruang untuk berkembang optimal.

Tip 3: Beri Nutrisi yang Seimbang

Campurkan nutrisi khusus hidroponik sesuai takaran yang dianjurkan. Jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit, karena bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.

Tip 4: Perhatikan Cahaya

Selada butuh banyak cahaya matahari. Kalau tidak cukup, gunakan lampu LED sebagai pengganti. Atur jarak lampu sekitar 15-20 cm dari tanaman.

Tip 5: Jaga Kebersihan

Baskom dan peralatan harus selalu bersih untuk mencegah penyakit. Cuci baskom secara teratur dan sterilkan gunting atau pisau yang digunakan.

Tip 6: Panen saat Tepat

Selada siap dipanen setelah sekitar 30-45 hari tanam. Ciri-cirinya daunnya lebar, hijau segar, dan batangnya kokoh.

Tips Tambahan:

Awasi tanaman secara rutin untuk mendeteksi hama atau penyakit sejak dini.Jangan terlalu sering menyiram. Siram secukupnya saat media tanam sudah mulai kering.Nikmati hasil panenmu! Selada hidroponik segar dan kaya nutrisi, cocok untuk berbagai sajian.Dengan mengikuti tips ini, kamu bisa menanam selada hidroponik di baskom dengan mudah dan sukses. Selamat berkebun!

Cara Menanam Selada Hidroponik di Baskom

cara menanam selada hidroponik di baskom

Menanam selada hidroponik di baskom itu gampang banget! Kamu bisa punya selada segar dan sehat kapan pun, tanpa perlu lahan yang luas. Yuk, baca panduannya di sini!

Pertama, pilih bibit selada yang bagus. Bibit yang sehat akan tumbuh jadi tanaman yang kuat dan berdaun lebat. Siapkan baskom berukuran sedang, minimal 30x30 cm. Isi baskom dengan air bersih dan tambahkan nutrisi khusus hidroponik sesuai takaran. Pastikan cahaya cukup, ya. Kalau di dalam ruangan, gunakan lampu LED.

Jangan lupa bersihkan baskom dan peralatan secara teratur agar tanaman tetap sehat. Siram selada secukupnya, jangan sampai terlalu basah. Dalam 30-45 hari, seladamu sudah siap dipanen! Nikmati hasil panenmu dengan bangga, karena kamu sudah berhasil menanam selada hidroponik di baskom sendiri.

Images References

Images References, Cara Menanams
Share on