This page looks best with JavaScript enabled

Rahasia Terungkap: Cara Menanam Seledri untuk Hasil yang Luar Biasa

 ·  ☕ 15 min read

Menanam seledri cukup mudah, dan dapat dilakukan baik di kebun maupun di pot. Berikut adalah langkah- langkah cara menanam seledri:

  1. Siapkan benih. Benih seledri tersedia secara luas di toko-toko pertanian. Pilih benih yang berkualitas baik dan tanggal kedaluwarsanya masih lama.
  2. Siapkan media tanam. Seledri membutuhkan tanah yang gembur dan subur dengan pH antara 6,0 dan 6,8. Tambahkan kompos atau pupuk kandang ke tanah untuk meningkatkan kesuburannya.
  3. Tanam benih. Taburkan benih seledri secara merata di atas permukaan tanah. Tutup benih dengan lapisan tanah tipis, sekitar 1/4 inci.
  4. Siram benih. Sirami benih secara menyeluruh, tetapi jangan sampai tergenang air. Jaga kelembapan tanah selama proses perkecambahan.
  5. Beri jarak tanaman. Setelah bibit seledri tumbuh sekitar 2-3 inci, beri jarak pada tanaman. Jarak yang ideal antara tanaman seledri adalah 6-8 inci.
  6. Pupuk tanaman. Pupuk tanaman seledri setiap beberapa minggu dengan pupuk lengkap. Gunakan pupuk yang seimbang, seperti 10-10-10.
  7. Siram tanaman secara teratur. Seledri membutuhkan banyak air, terutama selama cuaca panas. Sirami tanaman secara teratur, tetapi jangan sampai tergenang air.
  8. Panen seledri. Seledri dapat dipanen sekitar 60-80 hari setelah tanam. Panen seledri dengan memotong batang di pangkal tanaman.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat menanam seledri sendiri dengan mudah dan menikmati manfaat kesehatannya yang luar biasa.

Cara Menanam Seledri

Menanam seledri itu mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Berikut adalah 10 aspek penting dalam cara menanam seledri:

  • Benih yang baik: Gunakan benih seledri yang berkualitas baik dan masih baru.
  • Tanah yang subur: Seledri membutuhkan tanah yang gembur, subur, dan memiliki pH antara 6,0 dan 6,8.
  • Penanaman yang tepat: Tanam benih seledri secara merata dan tutup dengan lapisan tanah tipis.
  • Penyiraman yang teratur: Seledri membutuhkan banyak air, terutama selama cuaca panas.
  • Pemupukan yang cukup: Pupuk tanaman seledri setiap beberapa minggu dengan pupuk lengkap.
  • Penjarangan tanaman: Setelah bibit seledri tumbuh, beri jarak pada tanaman agar memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh.
  • Pengendalian hama dan penyakit: Seledri rentan terhadap beberapa hama dan penyakit, seperti kutu daun dan bercak daun. Lakukan pengendalian secara organik untuk mencegah kerusakan tanaman.
  • Panen yang tepat: Seledri dapat dipanen sekitar 60-80 hari setelah tanam.
  • Penyimpanan yang baik: Simpan seledri di tempat yang sejuk dan lembab untuk menjaga kesegarannya.
  • Manfaat kesehatan: Seledri kaya akan nutrisi, seperti vitamin K, vitamin C, dan kalium, serta antioksidan.

Dengan mengikuti aspek-aspek penting ini, Anda dapat menanam seledri sendiri dengan mudah dan menikmati manfaat kesehatannya yang luar biasa.

Selain itu, menanam seledri juga dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Anda dapat menanam seledri di kebun, di pot, atau bahkan di dalam ruangan. Dengan sedikit perhatian dan perawatan, Anda dapat memanen seledri segar dan sehat untuk dinikmati sendiri atau bersama keluarga dan teman.

Benih yang Baik

Benih Yang Baik, Cara Menanam

Dalam upaya menanam seledri yang berhasil, benih memegang peranan penting. Benih yang baik akan menjadi awal yang baik bagi pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif. Oleh karena itu, memilih benih seledri yang berkualitas baik dan masih baru sangatlah penting.

  • Benih Sehat, Tanaman Kuat
    Benih yang berkualitas baik biasanya berasal dari tanaman induk yang sehat dan memiliki ketahanan terhadap penyakit. Dengan menggunakan benih seperti ini, Anda meningkatkan peluang untuk mendapatkan bibit seledri yang kuat dan tahan banting.
  • Perkecambahan Optimal
    Benih yang masih baru memiliki tingkat perkecambahan yang lebih tinggi dibandingkan benih yang sudah lama disimpan. Hal ini akan menghasilkan jumlah bibit yang lebih banyak dan merata, sehingga Anda tidak perlu khawatir akan kegagalan tanam.
  • Pertumbuhan Maksimal
    Benih yang baik akan menghasilkan bibit yang tumbuh dengan vigor dan memiliki sistem perakaran yang kuat. Tanaman seledri yang sehat akan mampu menyerap nutrisi secara optimal dan menghasilkan batang yang kokoh dan berdaun lebat.
  • Panen Berlimpah
    Tanaman seledri yang berasal dari benih yang baik memiliki potensi hasil panen yang lebih tinggi. Batangnya akan tumbuh lebih besar dan lebih banyak, sehingga Anda dapat menikmati seledri segar dalam jumlah yang melimpah.

Dengan memperhatikan kualitas benih, Anda telah mengambil langkah awal yang penting dalam cara menanam seledri. Benih yang baik akan menjadi fondasi bagi tanaman yang sehat dan produktif, sehingga Anda dapat menikmati manfaat seledri yang kaya nutrisi untuk kesehatan dan kelezatan masakan Anda.

Tanah yang Subur

Tanah Yang Subur, Cara Menanam

Dalam perjalanan menanam seledri, tanah yang subur memegang peranan bagaikan pondasi bagi sebuah bangunan kokoh. Seledri membutuhkan tanah yang gembur, kaya nutrisi, dan memiliki pH yang sesuai agar dapat tumbuh dengan optimal dan memberikan hasil panen yang melimpah.

Tanah yang gembur memungkinkan akar seledri menembus dan menyerap nutrisi dengan mudah. Struktur tanah yang baik juga mendukung drainase yang baik, mencegah akar tergenang air dan membusuk. Selain itu, tanah yang subur menyediakan berbagai unsur hara penting, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, yang dibutuhkan seledri untuk pertumbuhannya.

pH tanah juga merupakan faktor penting. Seledri tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH antara 6,0 dan 6,8. Tanah yang terlalu asam atau terlalu basa dapat menghambat penyerapan nutrisi dan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, mengukur pH tanah sebelum menanam seledri sangatlah penting. Jika diperlukan, Anda dapat menambahkan kapur atau sulfur untuk menyesuaikan pH tanah sesuai kebutuhan.

Dengan menyediakan tanah yang subur dan sesuai, Anda telah memberikan awal yang baik bagi tanaman seledri Anda. Tanah yang sehat akan mendukung pertumbuhan yang kuat, batang yang kokoh, dan daun yang lebat. Pada akhirnya, Anda akan menuai hasil panen seledri yang melimpah, kaya nutrisi, dan siap dinikmati dalam berbagai hidangan lezat.

Sumber:

  • Growing Celery and Celeriac
  • How to Grow Celery

Penanaman yang tepat

Penanaman Yang Tepat, Cara Menanam

Dalam rangkaian cara menanam seledri, penanaman yang tepat menjadi kunci awal pertumbuhan yang baik. Menanam benih seledri secara merata dan menutupnya dengan lapisan tanah tipis memastikan kondisi yang optimal untuk perkecambahan dan perkembangan bibit.

  • Menabur Benih secara Merata
    Menaburkan benih secara merata di permukaan tanah memungkinkan setiap benih memiliki ruang yang cukup untuk berkecambah dan tumbuh. Hal ini mencegah persaingan antar bibit dan memastikan pertumbuhan yang seragam.
  • Kedalaman Penanaman
    Menutup benih dengan lapisan tanah tipis sangat penting. Lapisan tanah ini memberikan kelembapan yang dibutuhkan untuk perkecambahan, sekaligus melindungi benih dari sinar matahari langsung dan hama.
  • Persiapan Tanah yang Baik
    Sebelum menanam benih, pastikan tanah sudah diolah dengan baik. Tanah yang gembur dan subur akan memudahkan benih berkecambah dan akar berkembang dengan baik.
  • Penyiraman yang Hati-hati
    Setelah menanam benih, siram secara hati-hati. Hindari menyiram terlalu banyak yang dapat mengubur benih atau membasuh benih dari tanah.

Dengan mengikuti langkah-langkah penanaman yang tepat ini, Anda akan memberikan awal yang baik bagi tanaman seledri Anda. Benih yang tertanam dengan baik akan berkecambah dengan cepat dan tumbuh menjadi bibit yang kuat, siap memulai perjalanan mereka menjadi tanaman seledri yang sehat dan produktif.

Penyiraman yang teratur

Penyiraman Yang Teratur, Cara Menanam

Dalam upaya cara menanam seledri, penyiraman yang teratur memegang peranan penting. Seledri merupakan tanaman yang membutuhkan banyak air, terutama saat cuaca sedang panas. Air sangat dibutuhkan untuk berbagai proses penting dalam pertumbuhan tanaman, seperti fotosintesis, pengangkutan unsur hara, dan pengaturan suhu.

Saat cuaca panas, tanaman seledri akan mengalami penguapan air yang lebih tinggi melalui stomata pada daunnya. Jika tidak disiram secara cukup, tanaman akan mengalami kekurangan air atau stres kekeringan. Hal ini dapat menyebabkan layu, pertumbuhan terhambat, dan penurunan hasil panen.

Oleh karena itu, penyiraman yang teratur menjadi sangat penting untuk menjaga kelembapan tanah dan memenuhi kebutuhan air tanaman seledri. Penyiraman yang baik akan mendukung pertumbuhan yang sehat, batang yang kokoh, dan daun yang lebat. Dengan memperhatikan kebutuhan air tanaman, Anda dapat membantu tanaman seledri mencapai potensi pertumbuhannya secara optimal.

Sumber:

  • Growing Celery and Celeriac
  • How to Grow Celery

Pemupukan yang Cukup

Pemupukan Yang Cukup, Cara Menanam

Dalam perjalanan menanam seledri, pemupukan yang cukup ibarat nutrisi bagi tanaman, menjadi kunci sukses untuk pertumbuhan yang optimal dan hasil panen yang melimpah. Memberi pupuk pada tanaman seledri setiap beberapa minggu dengan pupuk lengkap memastikan tanaman mendapatkan asupan hara yang dibutuhkan untuk tumbuh sehat dan produktif.

  • Nutrisi untuk Pertumbuhan
    Pupuk lengkap mengandung berbagai unsur hara penting, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, yang berperan penting dalam pertumbuhan tanaman. Nitrogen membantu pembentukan daun dan batang, fosfor memperkuat akar dan meningkatkan pembungaan, sedangkan kalium mendukung ketahanan tanaman terhadap penyakit dan kekeringan.
  • Meningkatkan Hasil Panen
    Pemupukan yang cukup mendorong tanaman seledri untuk menghasilkan lebih banyak batang yang besar dan kokoh. Batang seledri yang sehat dan bernas kaya akan nutrisi dan memiliki rasa yang lebih gurih.
  • Meningkatkan Kualitas Tanah
    Pupuk organik, seperti kompos atau pupuk kandang, tidak hanya menyediakan unsur hara bagi tanaman tetapi juga meningkatkan struktur dan kesuburan tanah. Tanah yang subur mendukung pertumbuhan akar yang kuat dan memungkinkan tanaman menyerap nutrisi secara optimal.
  • Tahan Hama dan Penyakit
    Tanaman seledri yang sehat dan ternutrisi lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Daun yang kuat dan batang yang kokoh menjadi benteng alami yang menyulitkan hama dan penyakit untuk menyerang.

Dengan memperhatikan pemupukan yang cukup, Anda tidak hanya merawat tanaman seledri Anda tetapi juga berinvestasi pada panen yang melimpah dan sehat. Seledri yang dipupuk dengan baik akan menjadi sumber nutrisi yang berharga, siap dinikmati dalam berbagai hidangan lezat.

Penjarangan Tanaman

Penjarangan Tanaman, Cara Menanam

Dalam perjalanan "cara menanam seledri", penjarangan tanaman menjadi sebuah langkah krusial yang tidak boleh dilewatkan. Setelah bibit seledri tumbuh beberapa sentimeter, sangat penting untuk memberi jarak yang cukup di antara tanaman. Mengapa hal ini penting?

Seledri membutuhkan ruang untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Ketika tanaman terlalu berdekatan, mereka akan bersaing untuk mendapatkan sinar matahari, air, dan nutrisi. Akibatnya, tanaman akan tumbuh kerdil, batangnya kurus, dan daunnya kecil. Selain itu, kondisi yang terlalu rapat dapat meningkatkan kelembapan di sekitar tanaman, sehingga menciptakan lingkungan yang ideal bagi hama dan penyakit.

Dengan memberi jarak yang cukup, setiap tanaman seledri akan memiliki akses yang optimal terhadap sumber daya yang dibutuhkan. Batangnya dapat tumbuh besar dan kokoh, daunnya lebat dan berwarna hijau tua. Tanaman yang sehat dan kuat juga lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Jadi, dalam "cara menanam seledri", penjarangan tanaman memegang peranan penting untuk memastikan pertumbuhan yang optimal dan hasil panen yang melimpah. Luangkan waktu untuk memberi jarak pada tanaman seledri Anda, dan saksikan sendiri perbedaannya!

Sumber:

  • Growing Celery and Celeriac
  • How to Grow Celery

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian Hama Dan Penyakit, Cara Menanam

Dalam perjalanan menanam seledri, pengendalian hama dan penyakit memegang peranan penting. Seledri rentan terhadap serangan hama, seperti kutu daun, dan penyakit, seperti bercak daun. Jika tidak dikendalikan dengan baik, hama dan penyakit dapat merusak tanaman dan mengurangi hasil panen.

  • Cegah Hama dan Penyakit Sejak Dini
    Pencegahan adalah kunci dalam mengendalikan hama dan penyakit. Menjaga kebersihan kebun, menanam varietas seledri yang tahan hama, dan melakukan rotasi tanaman dapat membantu mengurangi risiko serangan.
  • Pengendalian Organik: Ramah Lingkungan
    Pengendalian hama dan penyakit secara organik lebih ramah lingkungan dibandingkan menggunakan bahan kimia sintetis. Metode organik meliputi penggunaan pestisida alami, seperti sabun insektisida atau minyak nim, dan memanfaatkan musuh alami hama.
  • Menjaga Kesehatan Tanaman
    Tanaman seledri yang sehat lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Pastikan tanaman mendapatkan cukup sinar matahari, air, dan nutrisi. Pemupukan yang teratur dan penyiraman yang tepat akan membantu tanaman tumbuh kuat dan memiliki sistem pertahanan yang baik.
  • Deteksi dan Penanganan Dini
    Deteksi dini hama dan penyakit sangat penting. Periksa tanaman secara teratur dan segera ambil tindakan jika ditemukan tanda-tanda serangan. Penanganan dini dapat mencegah penyebaran hama dan penyakit dan menyelamatkan tanaman.

Dengan mengendalikan hama dan penyakit secara efektif, Anda dapat melindungi tanaman seledri Anda dan menikmati panen yang sehat dan melimpah. Ingat, seledri yang sehat tidak hanya lezat tetapi juga kaya nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan Anda.

Panen yang Tepat

Panen Yang Tepat, Cara Menanam

Ketika menanam seledri, panen yang tepat adalah kunci untuk menikmati hasil jerih payah Anda. Seledri dapat dipanen sekitar 60-80 hari setelah tanam, dan mengetahui waktu yang tepat sangat penting untuk mendapatkan seledri dengan kualitas terbaik.

  • Indikator Kematangan

    Salah satu cara untuk mengetahui apakah seledri sudah siap dipanen adalah dengan mengamati pangkal batangnya. Jika pangkal batang sudah terlihat membesar dan berwarna putih, itu tandanya seledri sudah matang dan siap dipanen.

  • Ukuran Tanaman

    Ukuran tanaman juga dapat menjadi indikator kematangan seledri. Tanaman seledri yang sudah siap dipanen biasanya memiliki tinggi sekitar 30-40 cm dengan batang yang kokoh dan berdiameter sekitar 2-3 cm.

  • Warna Daun

    Perhatikan warna daun seledri. Daun seledri yang sudah siap dipanen biasanya berwarna hijau tua dan mengkilap. Jika daun mulai menguning atau layu, sebaiknya tunda panen agar seledri dapat berkembang lebih lanjut.

  • Waktu Menanam

    Waktu menanam juga mempengaruhi waktu panen. Seledri yang ditanam pada musim semi biasanya dapat dipanen pada musim panas, sedangkan seledri yang ditanam pada musim gugur dapat dipanen pada musim dingin.

Dengan memperhatikan indikator-indikator ini, Anda dapat memanen seledri pada waktu yang tepat. Seledri yang dipanen pada saat yang tepat akan memiliki rasa yang lebih renyah, manis, dan kaya nutrisi. Jadi, jangan ragu untuk memeriksa tanaman seledri Anda secara teratur dan panenlah saat sudah menunjukkan tanda-tanda kematangan.

Penyimpanan yang Baik

Penyimpanan Yang Baik, Cara Menanam

Setelah melalui perjalanan panjang dalam "cara menanam seledri", tiba saatnya untuk menjaga kesegaran hasil panen Anda. Penyimpanan yang baik menjadi kunci untuk mempertahankan kualitas seledri dan menikmati kelezatannya dalam waktu yang lebih lama.

Menyimpan seledri di tempat yang sejuk dan lembab sangat penting untuk mencegah layu dan kehilangan nutrisi. Suhu dingin memperlambat proses pematangan dan pelayuan, sementara kelembapan menjaga kesegaran daun seledri. Salah satu cara efektif untuk menyimpan seledri adalah dengan membungkusnya dengan tisu basah dan menyimpannya dalam lemari es.

Menjaga kesegaran seledri tidak hanya bermanfaat untuk kenikmatan cita rasa, tetapi juga untuk kesehatan. Seledri yang segar mengandung lebih banyak vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Dengan menyimpan seledri dengan baik, Anda dapat mempertahankan kandungan nutrisinya dan menikmati manfaat kesehatannya secara optimal.

Sumber:

How to Store Celery

Manfaat Kesehatan

Manfaat Kesehatan, Cara Menanam

Menanam seledri bukan hanya sekadar hobi berkebun, tetapi juga sebuah investasi untuk kesehatan Anda. Seledri kaya akan nutrisi penting, seperti vitamin K, vitamin C, dan kalium, serta antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh.

Vitamin K berperan penting dalam pembekuan darah dan kesehatan tulang, sementara vitamin C merupakan antioksidan kuat yang membantu melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Kalium, di sisi lain, penting untuk mengatur tekanan darah dan fungsi otot.

Dengan menanam seledri sendiri, Anda dapat memastikan akses ke sumber nutrisi yang segar dan sehat ini kapan saja. Anda dapat menambahkan seledri ke dalam salad, sup, tumisan, atau jus untuk meningkatkan rasa dan nilai gizinya.

Jadi, saat Anda menanam seledri, Anda tidak hanya mempercantik kebun Anda, tetapi juga berinvestasi pada kesehatan dan kesejahteraan Anda. Jadikan menanam seledri sebagai bagian dari gaya hidup sehat Anda dan nikmati manfaat kesehatannya yang luar biasa.

Sumber:

9 Impressive Health Benefits of Celery

Tanya Jawab Seputar "Cara Menanam Seledri"

Kalau kamu punya pertanyaan seputar menanam seledri, kamu datang ke tempat yang tepat! Di sini, kami akan menjawab beberapa pertanyaan umum yang mungkin kamu punya. Jadi, siapkan cangkul dan bibit seledrimu, karena kita akan menyelami dunia berkebun seledri!

Pertanyaan 1: Kapan waktu yang tepat menanam seledri?

Waktu terbaik untuk menanam seledri adalah pada awal musim semi atau akhir musim gugur. Hindari menanam saat cuaca terlalu panas atau dingin, karena seledri tidak tahan suhu ekstrem.

Pertanyaan 2: Bagaimana cara memilih bibit seledri yang bagus?

Pilih bibit seledri yang sehat dan bebas dari penyakit. Bibit harus berwarna hijau cerah dan memiliki akar yang kuat. Hindari bibit yang layu atau menguning.

Pertanyaan 3: Berapa jarak tanam seledri yang ideal?

Jarak tanam yang ideal untuk seledri adalah sekitar 30-45 cm. Jarak ini memberikan ruang yang cukup bagi tanaman untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara merawat tanaman seledri?

Tanaman seledri membutuhkan sinar matahari yang cukup, air yang teratur, dan tanah yang subur. Beri pupuk secara teratur dan kendalikan hama dan penyakit untuk menjaga tanaman tetap sehat.

Pertanyaan 5: Kapan seledri siap panen?

Seledri biasanya siap dipanen sekitar 60-80 hari setelah tanam. Panen seledri saat pangkal batangnya membesar dan berwarna putih.

Pertanyaan 6: Bagaimana cara menyimpan seledri agar tetap segar?

Untuk menyimpan seledri agar tetap segar, bungkus dengan tisu basah dan simpan dalam lemari es. Seledri yang disimpan dengan baik dapat bertahan hingga 2 minggu.

Nah, sekarang kamu sudah tahu dasar-dasar menanam seledri. Yuk, praktikkan dan nikmati hasil panen seledrimu sendiri! Menanam seledri tidak hanya menyenangkan, tapi juga menyehatkan. Selamat berkebun!

Sumber: Growing Celery

Tips Menanam Seledri yang Sukses

Yuk, ubah halaman rumahmu jadi kebun seledri yang subur! Dengan tips-tips ini, menanam seledri nggak sesulit yang kamu bayangin, kok. Siap-siap panen seledri segar dan sehat untuk tambahan gizi keluarga.

Tips 1: Pilih Bibit yang Berkualitas

Pilih bibit seledri yang sehat, bebas dari penyakit, dan warnanya hijau cerah. Akarnya pun harus kuat dan tidak layu. Bibit yang bagus bakal jadi awal yang baik untuk tanaman seledri yang sehat.

Tips 2: Siapkan Tanah yang Gembur

Seledri suka tanah yang gembur, subur, dan punya pH sekitar 6-7. Kalo tanahnya keras dan padat, akar seledri susah berkembang. Tambahin kompos atau pupuk kandang biar tanahnya jadi lebih subur.

Tips 3: Tanam di Waktu yang Tepat

Waktu terbaik nanam seledri adalah awal musim penghujan atau akhir musim kemarau. Hindari nanam pas lagi musim panas atau dingin banget, ya. Seledri nggak kuat sama suhu yang ekstrem.

Tips 4: Beri Jarak Tanam yang Cukup

Jangan tanam seledri terlalu rapat. Beri jarak sekitar 30-45 cm antar tanaman. Jarak ini bikin seledri punya ruang yang cukup buat tumbuh dan nggak berebut nutrisi.

Tips 5: Siram Secara Teratur

Seledri butuh banyak air, terutama pas cuaca lagi panas. Siram tanaman secara teratur, tapi jangan sampai becek. Tanah yang terlalu basah bisa bikin akar seledri busuk.

Tips 6: Beri Pupuk dengan Benar

Pupuk seledri secara teratur pakai pupuk kompos atau pupuk kandang. Pupuk akan kasih nutrisi yang cukup buat seledri tumbuh sehat dan menghasilkan batang yang kokoh.

Tips 7: Lindungi dari Hama dan Penyakit

Seledri bisa diserang hama dan penyakit. Lindungi tanaman dengan cara menanam varietas yang tahan hama, menjaga kebersihan kebun, dan menyemprotkan pestisida alami kalo perlu.

Tips 8: Panen dengan Tepat

Seledri biasanya bisa dipanen sekitar 60-80 hari setelah tanam. Panen seledri saat pangkal batangnya udah membesar dan berwarna putih. Jangan terlambat panen, ya, karena seledri yang terlalu tua rasanya jadi pahit.

Nah, dengan mengikuti tips-tips ini, kamu bisa menanam seledri sendiri dengan mudah dan menikmati seledri segar dan sehat kapan aja. Yuk, tanam seledri sekarang dan rasakan manfaatnya!

Cara Menanam Seledri

Seledri segar dan renyah

Siapa sangka menanam seledri semudah ini? Dengan mengikuti langkah-langkah cara menanam seledri yang tepat, kamu bisa menikmati seledri segar dan renyah hasil kebun sendiri. Dari menyiapkan benih hingga memanen, artikel ini mengupas tuntas rahasia menanam seledri yang sukses.

Menanam seledri bukan sekadar berkebun, tapi juga investasi kesehatan. Seledri kaya akan vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh kita. Jadi, yuk, jadikan menanam seledri sebagai hobi baru dan rasakan manfaatnya yang luar biasa.

Images References

Images References, Cara Menanam
Share on