This page looks best with JavaScript enabled

Rahasia Terungkap! Panduan Menanam Tanaman Patah Tulang

 ·  ☕ 14 min read
  • Sebagai tanaman hias
  • Sebagai obat tradisional
  • Sebagai bahan bakar
  • Sebagai bahan baku industri

Tanaman patah tulang dapat ditanam dengan mudah. Berikut adalah cara menanam tanaman patah tulang:

  1. Siapkan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang.
  2. Buat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 15 cm.
  3. Masukkan bibit tanaman patah tulang ke dalam lubang tanam.
  4. Timbun lubang tanam dengan media tanam dan padatkan.
  5. Siram tanaman patah tulang secara teratur.

Cara Menanam Tanaman Patah Tulang

Tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli) merupakan tanaman yang dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 2 meter. Tanaman ini berasal dari Afrika dan Madagaskar.

Berikut adalah 10 aspek penting dalam menanam tanaman patah tulang:

  • Media tanam
  • Bibit tanaman
  • Lubang tanam
  • Pupuk
  • Penyiraman
  • Penyinaran matahari
  • Pemangkasan
  • Pengendalian hama dan penyakit
  • Perbanyakan tanaman
  • Pemanenan

Aspek-aspek tersebut saling berkaitan dan sangat penting diperhatikan dalam menanam tanaman patah tulang. Misalnya, media tanam yang baik akan mendukung pertumbuhan tanaman, sementara penyiraman yang cukup akan menjaga kelembapan tanah dan mencegah tanaman layu.

Selain itu, tanaman patah tulang juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti tanaman hias, obat tradisional, bahan bakar, dan bahan baku industri. Tanaman ini juga dapat ditanam di berbagai jenis tanah, sehingga sangat cocok untuk dijadikan tanaman hias di rumah atau di taman.

Media Tanam

Media Tanam, Cara Menanams

Saat menanam tanaman patah tulang, pemilihan media tanam sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Media tanam yang baik akan menyediakan nutrisi, air, dan oksigen yang cukup bagi akar tanaman.

  • Jenis Media Tanam

    Ada berbagai jenis media tanam yang dapat digunakan untuk menanam tanaman patah tulang, seperti tanah, pasir, sekam bakar, dan cocopeat. Setiap jenis media tanam memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tanah merupakan media tanam yang paling umum digunakan karena mudah didapatkan dan harganya terjangkau. Namun, tanah memiliki kelemahan yaitu mudah padat dan dapat menahan air terlalu banyak. Pasir memiliki kelebihan yaitu tidak mudah padat dan memiliki drainase yang baik. Namun, pasir memiliki kelemahan yaitu miskin nutrisi dan mudah kering. Sekam bakar memiliki kelebihan yaitu kaya akan nutrisi dan memiliki drainase yang baik. Namun, sekam bakar memiliki kelemahan yaitu mudah lapuk dan dapat meningkatkan pH tanah. Cocopeat memiliki kelebihan yaitu memiliki kapasitas menahan air yang baik dan tidak mudah lapuk. Namun, cocopeat memiliki kelemahan yaitu miskin nutrisi dan dapat menurunkan pH tanah.

  • Komposisi Media Tanam

    Komposisi media tanam yang ideal untuk menanam tanaman patah tulang adalah campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Komposisi ini akan menyediakan nutrisi, air, dan oksigen yang cukup bagi akar tanaman.

  • pH Media Tanam

    Tanaman patah tulang tumbuh optimal pada pH tanah antara 6,0 hingga 7,0. Jika pH tanah terlalu asam atau terlalu basa, tanaman patah tulang akan mengalami kesulitan dalam menyerap nutrisi.

  • Drainase Media Tanam

    Media tanam yang baik untuk menanam tanaman patah tulang harus memiliki drainase yang baik. Drainase yang baik akan mencegah air menggenang di sekitar akar tanaman, yang dapat menyebabkan pembusukan akar.

Dengan memilih media tanam yang tepat, tanaman patah tulang akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan bunga yang indah.

Bibit Tanaman

Bibit Tanaman, Cara Menanams

Dalam menanam tanaman patah tulang, pemilihan bibit tanaman merupakan salah satu aspek yang penting. Bibit tanaman yang baik akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih bibit tanaman patah tulang:

  • Umur Bibit
    Bibit tanaman patah tulang yang baik berumur sekitar 6-12 bulan. Bibit yang terlalu muda rentan terserang penyakit, sedangkan bibit yang terlalu tua pertumbuhannya lambat.
  • Ukuran Bibit
    Bibit tanaman patah tulang yang baik memiliki tinggi sekitar 15-20 cm dan diameter batang sekitar 0,5-1 cm. Bibit yang terlalu kecil atau terlalu besar kurang baik untuk ditanam.
  • Kondisi Bibit
    Bibit tanaman patah tulang yang baik memiliki batang yang kokoh, daun yang hijau segar, dan bebas dari hama dan penyakit. Bibit yang layu, daunnya menguning, atau terdapat bercak-bercak pada daun sebaiknya tidak dipilih.
  • Asal Bibit
    Bibit tanaman patah tulang yang baik berasal dari indukan yang sehat dan produktif. Sebaiknya pilih bibit tanaman patah tulang dari penjual yang terpercaya.

Dengan memilih bibit tanaman patah tulang yang baik, Anda akan mendapatkan tanaman yang sehat dan produktif. Tanaman patah tulang yang sehat akan menghasilkan bunga yang indah dan dapat dijadikan sebagai tanaman hias di rumah atau di taman.

Lubang Tanam

Lubang Tanam, Cara Menanams

Dalam cara menanam tanaman patah tulang, lubang tanam memegang peranan penting. Lubang tanam adalah tempat dimana bibit tanaman akan ditanam. Ukuran dan kedalaman lubang tanam harus disesuaikan dengan ukuran bibit tanaman. Lubang tanam yang terlalu kecil akan menghambat pertumbuhan akar tanaman, sedangkan lubang tanam yang terlalu besar dapat menyebabkan tanaman mudah roboh.

  • Ukuran Lubang Tanam
    Ukuran lubang tanam untuk tanaman patah tulang sebaiknya sekitar 30x30x30 cm. Ukuran ini cukup untuk menampung akar tanaman dan memberikan ruang yang cukup untuk pertumbuhan tanaman.
  • Kedalaman Lubang Tanam
    Kedalaman lubang tanam untuk tanaman patah tulang sebaiknya sekitar 15-20 cm. Kedalaman ini cukup untuk menanam bibit tanaman hingga pangkal batangnya.
  • Jarak Antar Lubang Tanam
    Jarak antar lubang tanam untuk tanaman patah tulang sebaiknya sekitar 50-100 cm. Jarak ini cukup untuk memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan tanaman.
  • Cara Membuat Lubang Tanam
    Lubang tanam dapat dibuat menggunakan cangkul atau sekop. Buat lubang tanam dengan ukuran dan kedalaman yang sesuai, kemudian gemburkan tanah di dasar lubang tanam.

Dengan membuat lubang tanam yang sesuai, tanaman patah tulang akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan bunga yang indah.

Pupuk

Pupuk, Cara Menanams

Dalam cara menanam tanaman patah tulang, pupuk berperan penting untuk menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman agar dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan bunga yang indah.

  • Jenis Pupuk

    Ada berbagai jenis pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman patah tulang, seperti pupuk kandang, pupuk kompos, dan pupuk kimia. Pupuk kandang dan pupuk kompos merupakan pupuk organik yang kaya akan unsur hara makro dan mikro, serta dapat memperbaiki struktur tanah. Pupuk kimia merupakan pupuk anorganik yang mengandung unsur hara tertentu dalam bentuk yang mudah diserap tanaman.

  • Waktu Pemupukan

    Pemupukan tanaman patah tulang dapat dilakukan secara berkala, yaitu setiap 1-2 bulan sekali. Pemupukan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar tidak mudah menguap.

  • Dosis Pemupukan

    Dosis pemupukan untuk tanaman patah tulang harus disesuaikan dengan jenis pupuk yang digunakan. Untuk pupuk kandang atau pupuk kompos, dosisnya sekitar 1-2 kg per tanaman. Untuk pupuk kimia, dosisnya sesuai dengan petunjuk pada kemasan.

  • Cara Pemupukan

    Pupuk dapat diberikan dengan cara ditaburkan di sekitar tanaman atau dilarutkan dalam air kemudian disiramkan ke tanaman.

Dengan pemupukan yang tepat, tanaman patah tulang akan tumbuh sehat dan menghasilkan bunga yang indah.

Penyiraman

Penyiraman, Cara Menanams

Dalam cara menanam tanaman patah tulang, penyiraman merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan. Penyiraman yang tepat dapat menjaga kelembapan tanah dan mencegah tanaman layu. Namun, penyiraman yang berlebihan juga dapat menyebabkan pembusukan akar.

  • Waktu Penyiraman

    Waktu terbaik untuk menyiram tanaman patah tulang adalah pada pagi atau sore hari. Hal ini karena pada saat tersebut matahari tidak terlalu terik, sehingga air tidak mudah menguap.

  • Frekuensi Penyiraman

    Frekuensi penyiraman tanaman patah tulang tergantung pada kondisi cuaca dan jenis tanah. Pada musim kemarau, tanaman patah tulang perlu disiram lebih sering, yaitu sekitar 2-3 kali seminggu. Sedangkan pada musim hujan, tanaman patah tulang cukup disiram 1-2 kali seminggu.

  • Jumlah Air

    Jumlah air yang diberikan saat menyiram tanaman patah tulang harus disesuaikan dengan ukuran tanaman dan kondisi tanah. Siramlah tanaman patah tulang hingga air merembes ke dalam tanah, tetapi jangan sampai menggenang.

  • Cara Penyiraman

    Cara terbaik menyiram tanaman patah tulang adalah dengan menggunakan gembor atau selang. Hindari menyiram tanaman patah tulang dari atas, karena dapat merusak bunga dan daunnya.

Dengan penyiraman yang tepat, tanaman patah tulang akan tumbuh dengan sehat dan menghasilkan bunga yang indah.

Penyinaran matahari

Penyinaran Matahari, Cara Menanams

Dalam cara menanam tanaman patah tulang, penyinaran matahari merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan. Tanaman patah tulang membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh dengan baik dan menghasilkan bunga yang indah.

Sinar matahari berperan penting dalam proses fotosintesis, yaitu proses pembuatan makanan pada tanaman. Fotosintesis terjadi di dalam daun tanaman, dimana terdapat zat hijau daun yang disebut klorofil. Klorofil menyerap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi kimia yang digunakan untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa (gula) dan oksigen.

Tanaman patah tulang yang mendapatkan sinar matahari yang cukup akan tumbuh dengan sehat, memiliki batang yang kokoh, daun yang hijau segar, dan bunga yang indah. Sebaliknya, tanaman patah tulang yang kekurangan sinar matahari akan tumbuh kerdil, memiliki batang yang lemah, daun yang menguning, dan tidak berbunga.

Oleh karena itu, dalam cara menanam tanaman patah tulang, sangat penting untuk memilih lokasi tanam yang terkena sinar matahari langsung. Tanaman patah tulang dapat ditanam di pot atau di tanah langsung. Jika ditanam di pot, pastikan pot diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung.

Sumber:

  • Euphorbia tirucalli

Pemangkasan

Pemangkasan, Cara Menanams

Pemangkasan merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam tanaman patah tulang. Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tanaman, merangsang pertumbuhan tunas baru, dan menjaga kesehatan tanaman.

Tanaman patah tulang yang tidak dipangkas akan tumbuh tinggi dan kurus, dengan batang yang lemah dan bunga yang sedikit. Pemangkasan dapat dilakukan secara berkala untuk menjaga bentuk tanaman dan merangsang pertumbuhan tunas baru. Tunas baru ini akan menghasilkan bunga yang lebih banyak dan indah.

Selain itu, pemangkasan juga dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tanaman. Pemangkasan dapat menghilangkan cabang atau daun yang mati, rusak, atau terserang penyakit. Dengan demikian, tanaman patah tulang akan terhindar dari penyakit dan tumbuh dengan sehat.

Dalam melakukan pemangkasan tanaman patah tulang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti:

  • Waktu pemangkasan yang tepat adalah pada musim kemarau.
  • Gunakan alat pemotong yang tajam dan steril.
  • Pangkas cabang atau daun yang mati, rusak, atau terserang penyakit.
  • Pangkas tanaman patah tulang secara teratur untuk menjaga bentuk dan kesehatannya.

Dengan melakukan pemangkasan secara tepat, tanaman patah tulang akan tumbuh dengan sehat, indah, dan berbunga lebat.

Sumber:

  • Tips Merawat Tanaman Patah Tulang (Euphorbia Tirucalli)

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian Hama Dan Penyakit, Cara Menanams

Dalam cara menanam tanaman patah tulang, pengendalian hama dan penyakit merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan. Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman patah tulang dan menyebabkan kerusakan yang parah, bahkan dapat menyebabkan kematian tanaman.

Hama yang sering menyerang tanaman patah tulang antara lain kutu daun, ulat, dan belalang. Hama-hama ini dapat memakan daun dan batang tanaman, sehingga menyebabkan tanaman menjadi rusak dan pertumbuhannya terhambat.

Penyakit yang sering menyerang tanaman patah tulang antara lain penyakit bercak daun, penyakit busuk batang, dan penyakit layu fusarium. Penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan pada daun, batang, dan akar tanaman, sehingga menyebabkan tanaman menjadi layu dan mati.

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman patah tulang dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:

  • Penggunaan pestisida nabati
  • Penggunaan pestisida kimia
  • Pengendalian biologis
  • Sanitasi lingkungan

Pemilihan metode pengendalian hama dan penyakit harus disesuaikan dengan jenis hama dan penyakit yang menyerang, serta tingkat keparahan serangan. Pengendalian hama dan penyakit secara tepat dapat menjaga kesehatan tanaman patah tulang dan mencegah kerugian akibat kerusakan tanaman.

Sumber:

  • Tips Merawat Tanaman Patah Tulang (Euphorbia Tirucalli)

Perbanyakan Tanaman

Perbanyakan Tanaman, Cara Menanams

Perbanyakan tanaman merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam tanaman patah tulang. Dengan memperbanyak tanaman, kita dapat memperoleh tanaman baru yang memiliki sifat dan karakteristik yang sama dengan tanaman induknya. Ada beberapa metode perbanyakan tanaman yang dapat diterapkan pada tanaman patah tulang, antara lain:

  • Perbanyakan dengan stek batang
  • Perbanyakan dengan cangkok
  • Perbanyakan dengan biji

Pemilihan metode perbanyakan tanaman harus disesuaikan dengan jenis tanaman dan tujuan perbanyakan. Metode perbanyakan dengan stek batang merupakan metode yang paling umum digunakan untuk memperbanyak tanaman patah tulang. Metode ini mudah dilakukan dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.

Berikut adalah langkah-langkah perbanyakan tanaman patah tulang dengan stek batang:

  1. Pilih batang tanaman patah tulang yang sehat dan tidak berpenyakit.
  2. Potong batang sepanjang 10-15 cm menggunakan pisau atau gunting yang tajam.
  3. Buang daun-daun pada bagian bawah batang.
  4. Tanam batang stek pada media tanam yang gembur dan berdrainase baik.
  5. Siram stek batang secara teratur dan letakkan di tempat yang teduh.
  6. Setelah sekitar 1-2 bulan, stek batang akan mulai berakar dan tumbuh menjadi tanaman baru.

Dengan melakukan perbanyakan tanaman secara tepat, kita dapat memperoleh tanaman patah tulang baru yang sehat dan berkualitas. Tanaman patah tulang baru ini dapat digunakan untuk memperindah taman atau sebagai tanaman hias di dalam rumah.

Sumber:

  • Tips Merawat Tanaman Patah Tulang (Euphorbia Tirucalli)

Pemanenan

Pemanenan, Cara Menanams

Pemanenan merupakan aspek penting dalam cara menanam tanaman patah tulang. Pemanenan dilakukan untuk memperoleh hasil panen berupa batang atau daun tanaman patah tulang yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti tanaman hias, obat tradisional, bahan bakar, dan bahan baku industri.

Waktu panen tanaman patah tulang sangat tergantung pada tujuan pemanfaatannya. Untuk tanaman hias, panen dapat dilakukan saat tanaman sudah tumbuh cukup besar dan memiliki bentuk yang indah. Untuk obat tradisional, panen dapat dilakukan saat tanaman sudah berumur sekitar 1 tahun. Sedangkan untuk bahan bakar dan bahan baku industri, panen dapat dilakukan saat tanaman sudah berumur sekitar 2-3 tahun.

Cara panen tanaman patah tulang cukup mudah. Untuk memanen batang, cukup potong batang tanaman menggunakan pisau atau gunting yang tajam. Untuk memanen daun, cukup petik daun tanaman yang sudah tua dan sehat. Setelah dipanen, batang atau daun tanaman patah tulang dapat langsung digunakan atau diolah terlebih dahulu sesuai kebutuhan.

Pemanenan tanaman patah tulang yang tepat dapat memberikan hasil panen yang optimal. Hasil panen yang optimal sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dan memberikan manfaat yang maksimal.

Sumber:

  • Tips Merawat Tanaman Patah Tulang (Euphorbia Tirucalli)

Pertanyaan Umum tentang Cara Menanam Tanaman Patah Tulang

Tanaman patah tulang (Euphorbia tirucalli) merupakan tanaman yang banyak digemari karena bentuknya yang unik dan perawatannya yang mudah. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan tentang cara menanam tanaman patah tulang:

Pertanyaan 1: Bagaimana cara memilih bibit tanaman patah tulang yang baik?

Pilihlah bibit tanaman patah tulang yang berukuran sedang, tidak terlalu kecil atau terlalu besar. Pastikan batang bibit kokoh dan tidak layu, serta daunnya berwarna hijau segar dan tidak terdapat bercak-bercak.

Pertanyaan 2: Berapa ukuran lubang tanam yang ideal untuk tanaman patah tulang?

Ukuran lubang tanam yang ideal untuk tanaman patah tulang adalah sekitar 30x30x30 cm. Ukuran ini cukup untuk menampung akar tanaman dan memberikan ruang yang cukup untuk pertumbuhannya.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara merawat tanaman patah tulang yang baru ditanam?

Setelah ditanam, siram tanaman patah tulang secara teratur, terutama pada musim kemarau. Berikan pupuk kandang atau kompos secara berkala untuk menyuburkan tanah. Lindungi tanaman dari hama dan penyakit dengan menggunakan pestisida nabati atau kimia jika diperlukan.

Pertanyaan 4: Apakah tanaman patah tulang dapat ditanam di dalam pot?

Ya, tanaman patah tulang dapat ditanam di dalam pot. Pilihlah pot yang berukuran cukup besar dan memiliki lubang drainase yang baik. Gunakan media tanam yang gembur dan subur, serta pastikan untuk menyirami tanaman secara teratur.

Pertanyaan 5: Kapan waktu yang tepat untuk memanen tanaman patah tulang?

Waktu panen tanaman patah tulang tergantung pada tujuan pemanfaatannya. Untuk tanaman hias, panen dapat dilakukan saat tanaman sudah tumbuh cukup besar dan memiliki bentuk yang indah. Untuk obat tradisional, panen dapat dilakukan saat tanaman sudah berumur sekitar 1 tahun.

Pertanyaan 6: Apa saja manfaat tanaman patah tulang?

Tanaman patah tulang memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai tanaman hias, obat tradisional, bahan bakar, dan bahan baku industri. Tanaman ini juga diyakini dapat menyerap racun dari udara dan tanah.

Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat menanam tanaman patah tulang dengan mudah dan memperoleh manfaatnya secara optimal.

Sumber:


Tips Merawat Tanaman Patah Tulang (Euphorbia Tirucalli)

Tips Menanam Tanaman Patah Tulang

Menanam tanaman patah tulang itu mudah dan menyenangkan. Dengan mengikuti beberapa tips sederhana ini, Anda dapat menanam tanaman patah tulang yang sehat dan indah di rumah Anda.

Tip 1: Pilih Bibit yang Tepat

Pilihlah bibit tanaman patah tulang yang berukuran sedang, tidak terlalu kecil atau terlalu besar. Pastikan batang bibit kokoh dan tidak layu, serta daunnya berwarna hijau segar dan tidak terdapat bercak-bercak.

Tip 2: Siapkan Media Tanam yang Baik

Tanaman patah tulang menyukai tanah yang gembur dan subur. Campurkan tanah dengan kompos atau pupuk kandang untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Tip 3: Buat Lubang Tanam yang Cukup Besar

Ukuran lubang tanam yang ideal untuk tanaman patah tulang adalah sekitar 30x30x30 cm. Ukuran ini cukup untuk menampung akar tanaman dan memberikan ruang yang cukup untuk pertumbuhannya.

Tip 4: Siram Tanaman Secara Teratur

Tanaman patah tulang membutuhkan penyiraman yang cukup, terutama pada musim kemarau. Siram tanaman secara teratur, tetapi jangan sampai tergenang air.

Tip 5: Berikan Pupuk Secara Berkala

Untuk menyuburkan tanaman, berikan pupuk kandang atau kompos secara berkala. Pemupukan dapat dilakukan setiap 1-2 bulan sekali.

Tip 6: Lindungi Tanaman dari Hama dan Penyakit

Tanaman patah tulang cukup tahan terhadap hama dan penyakit. Namun, untuk mencegah serangan hama dan penyakit, Anda dapat menggunakan pestisida nabati atau kimia jika diperlukan.

Tip 7: Pangkas Tanaman Secara Teratur

Pemangkasan dapat dilakukan untuk membentuk tanaman dan merangsang pertumbuhan tunas baru. Pangkas tanaman patah tulang secara teratur, terutama pada bagian yang sudah tua atau rusak.

Tip 8: Pindahkan Tanaman ke Pot yang Lebih Besar Jika Diperlukan

Jika tanaman patah tulang sudah tumbuh terlalu besar untuk potnya, pindahkan ke pot yang lebih besar. Gunakan pot yang berukuran cukup besar dan memiliki lubang drainase yang baik.

Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat menanam tanaman patah tulang dengan mudah dan memperoleh manfaatnya secara optimal.

Cara Menanam Tanaman Patah Tulang

Tanaman patah tulang

Menanam tanaman patah tulang itu mudah, menyenangkan, dan bermanfaat. Tanaman ini tidak hanya mempercantik rumah, tapi juga bisa dijadikan obat tradisional dan bahan bakar. Yuk, ikuti panduan berikut untuk menanam tanaman patah tulang yang sehat dan indah:

  • Pilih bibit yang sehat dan tidak layu.
  • Siapkan tanah yang gembur dan subur.
  • Buat lubang tanam yang cukup besar.
  • Siram tanaman secara teratur.
  • Berikan pupuk secara berkala.
  • Lindungi tanaman dari hama dan penyakit.
  • Pangkas tanaman secara teratur.
  • Pindahkan tanaman ke pot yang lebih besar jika diperlukan.

Dengan mengikuti panduan ini, kamu bisa menikmati keindahan tanaman patah tulang di rumahmu. Tanaman ini akan memberikan manfaat yang banyak, baik untuk kesehatan maupun lingkungan.

Images References

Images References, Cara Menanams
Share on