This page looks best with JavaScript enabled

Rahasia Menanam Teratai: Panduan Lengkap untuk Bunga yang Menakjubkan

 ·  ☕ 14 min read
  • Menambah nilai estetika pada kolam atau taman air
  • Menyediakan habitat bagi satwa liar, seperti katak dan ikan
  • Membantu menyaring air dan mengurangi polusi
  • Bunga teratai dapat digunakan sebagai bahan makanan atau obat tradisional

Secara historis, teratai telah dibudidayakan selama berabad-abad di Asia. Di Indonesia, teratai banyak ditemukan di daerah Jawa, Bali, dan Sumatera. Tanaman ini memiliki makna simbolis yang kuat dalam budaya Indonesia dan sering dikaitkan dengan kesucian dan keindahan.

Untuk menanam teratai, diperlukan beberapa langkah berikut:

  1. Pemilihan bibit: Pilih bibit teratai yang sehat dan bebas dari penyakit.
  2. Persiapan media tanam: Siapkan kolam atau wadah tanam dengan kedalaman air sekitar 15-30 cm.
  3. Penanaman: Tanam bibit teratai pada lumpur atau tanah liat yang subur. Pastikan akar terendam dalam air.
  4. Perawatan: Berikan pupuk secara teratur dan jaga kebersihan air kolam. Teratai membutuhkan sinar matahari yang cukup dan suhu air yang hangat.

Dengan perawatan yang tepat, tanaman teratai dapat tumbuh subur dan menghasilkan bunga yang indah. Nikmati keindahan teratai di kolam atau taman air Anda!

Cara Menanam Teratai

Menanam teratai adalah kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam cara menanam teratai, yaitu:

  • Bibit: Pilih bibit teratai yang sehat dan berkualitas.
  • Media tanam: Siapkan media tanam berupa lumpur atau tanah liat yang subur.
  • Kedalaman air: Tanam bibit teratai pada kedalaman air sekitar 15-30 cm.
  • Sinar matahari: Pastikan tanaman teratai mendapatkan sinar matahari yang cukup.
  • Pupuk: Berikan pupuk secara teratur untuk menyuburkan tanaman.
  • Pembersihan air: Jaga kebersihan air kolam agar teratai tumbuh optimal.
  • Hama dan penyakit: Waspadai hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman teratai.
  • Kesabaran: Menanam teratai membutuhkan kesabaran karena tanaman ini membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berbunga.

Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, Anda dapat menanam teratai dengan sukses dan menikmati keindahan bunganya yang mempesona. Teratai dapat menjadi penghias kolam atau taman air yang indah, sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Selain itu, menanam teratai juga bisa menjadi kegiatan yang menenangkan dan terapeutik. Melihat tanaman teratai yang tumbuh dengan subur dapat memberikan rasa kepuasan dan ketenangan.

Bibit

Bibit, Cara Menanam

Dalam cara menanam teratai, pemilihan bibit merupakan langkah yang sangat penting. Bibit yang sehat dan berkualitas akan menentukan keberhasilan pertumbuhan dan keindahan tanaman teratai nantinya.

Bibit teratai yang sehat biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Akar yang kuat dan tidak rusak
  • Daun yang berwarna hijau segar dan tidak layu
  • Tunas yang kokoh dan tidak patah

Sebaliknya, bibit teratai yang berkualitas buruk biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Akar yang lemah atau rusak
  • Daun yang berwarna kuning atau layu
  • Tunas yang lemah atau patah

Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih bibit teratai yang sehat dan berkualitas. Bibit yang baik akan lebih mudah tumbuh dan menghasilkan bunga yang indah. Sebaliknya, bibit yang buruk akan sulit tumbuh dan bahkan bisa mati.

Jika Anda ingin menanam teratai, pastikan untuk memilih bibit yang sehat dan berkualitas. Anda bisa mendapatkan bibit teratai di toko tanaman atau toko online. Dengan memilih bibit yang baik, Anda akan meningkatkan peluang keberhasilan dalam menanam teratai.

Sumber:

https://www.bibitbunga.com/cara-menanam-teratai-dari-biji/

Media tanam

Media Tanam, Cara Menanam

Dalam cara menanam teratai, media tanam memegang peranan yang sangat penting. Teratai adalah tanaman akuatik yang hidup di air, tetapi membutuhkan media tanam untuk menopang akarnya. Media tanam yang baik untuk teratai adalah lumpur atau tanah liat yang subur.

Lumpur dan tanah liat memiliki tekstur yang halus dan padat, sehingga dapat menahan air dengan baik. Hal ini penting untuk teratai karena akarnya membutuhkan kelembaban yang cukup untuk menyerap nutrisi. Selain itu, lumpur dan tanah liat juga kaya akan nutrisi yang dibutuhkan teratai untuk tumbuh dan berbunga.

Jika Anda ingin menanam teratai, pastikan untuk menyiapkan media tanam yang baik. Anda bisa menggunakan lumpur dari sungai atau danau, atau tanah liat yang dicampur dengan pupuk kandang. Dengan menggunakan media tanam yang subur, teratai Anda akan tumbuh subur dan menghasilkan bunga yang indah.

Berikut adalah contoh nyata dari pentingnya media tanam dalam cara menanam teratai:

  • Seorang pembudidaya teratai di Jawa Barat menggunakan lumpur dari sungai sebagai media tanam teratai. Teratai yang ditanam di lumpur tersebut tumbuh subur dan menghasilkan bunga yang banyak.
  • Seorang pehobi tanaman di Jakarta menggunakan tanah liat yang dicampur dengan pupuk kandang sebagai media tanam teratai. Teratai yang ditanam di tanah liat tersebut juga tumbuh subur dan menghasilkan bunga yang indah.

Kedua contoh tersebut menunjukkan bahwa media tanam yang baik sangat penting untuk keberhasilan dalam menanam teratai. Oleh karena itu, pastikan untuk menyiapkan media tanam yang subur sebelum menanam teratai.

Sumber:

https://www.wikihow.com/Grow-Lotus-Flowers

Kedalaman air

Kedalaman Air, Cara Menanam

Kedalaman air merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam cara menanam teratai. Teratai adalah tanaman akuatik yang membutuhkan air untuk hidup, namun tidak semua kedalaman air cocok untuk pertumbuhannya. Kedalaman air yang ideal untuk menanam teratai adalah sekitar 15-30 cm.

  • Akar terendam dengan baik

    Pada kedalaman air 15-30 cm, akar teratai dapat terendam dengan baik sehingga dapat menyerap nutrisi dan air yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Jika air terlalu dangkal, akar teratai tidak dapat menyerap nutrisi secara optimal sehingga pertumbuhannya akan terhambat. Sebaliknya, jika air terlalu dalam, akar teratai akan kesulitan bernapas dan dapat menyebabkan tanaman mati.

  • Daun teratai tidak terendam

    Meskipun teratai adalah tanaman akuatik, daunnya tidak boleh terendam air. Jika daun teratai terendam, daun akan membusuk dan tanaman akan mati. Kedalaman air 15-30 cm memastikan bahwa daun teratai tidak terendam sehingga dapat berfotosintesis dengan baik.

  • Menghindari hama dan penyakit

    Kedalaman air 15-30 cm juga dapat membantu menghindari hama dan penyakit. Hama dan penyakit tertentu pada teratai lebih mudah menyerang tanaman yang ditanam pada air yang dangkal. Dengan menanam teratai pada kedalaman air yang tepat, risiko serangan hama dan penyakit dapat diminimalisir.

  • Memperindah tampilan

    Kedalaman air 15-30 cm juga dapat memperindah tampilan teratai. Pada kedalaman tersebut, bunga teratai akan terlihat lebih menonjol dan indah. Selain itu, kedalaman air yang tepat dapat membuat kolam atau taman air terlihat lebih estetik.

Dengan memperhatikan kedalaman air yang tepat, Anda dapat menanam teratai dengan sukses dan menikmati keindahan bunganya yang mempesona.

Sinar matahari

Sinar Matahari, Cara Menanam

Sinar matahari merupakan salah satu faktor penting dalam cara menanam teratai. Teratai membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk melakukan fotosintesis dan menghasilkan bunga yang indah. Fotosintesis adalah proses di mana tanaman menggunakan sinar matahari, air, dan karbon dioksida untuk menghasilkan makanan (glukosa) dan oksigen. Glukosa digunakan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang, sedangkan oksigen dilepaskan ke udara.

Jika tanaman teratai tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup, pertumbuhannya akan terhambat dan tidak dapat menghasilkan bunga. Selain itu, tanaman teratai yang kekurangan sinar matahari juga lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa tanaman teratai mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Berikut adalah beberapa tips untuk memastikan bahwa tanaman teratai mendapatkan sinar matahari yang cukup:

  • Tanam teratai di lokasi yang terkena sinar matahari langsung selama minimal 6 jam per hari.
  • Hindari menanam teratai di bawah pohon atau bangunan yang dapat menghalangi sinar matahari.
  • Jika Anda menanam teratai di dalam ruangan, pastikan untuk menyediakan lampu tambahan yang dapat memberikan sinar matahari buatan.

Dengan memperhatikan kebutuhan sinar matahari tanaman teratai, Anda dapat menanam teratai dengan sukses dan menikmati keindahan bunganya yang mempesona.

Sumber:

https://www.thespruce.com/growing-lotus-flowers-5076048

Pupuk

Pupuk, Cara Menanam

Dalam cara menanam teratai, pemupukan memegang peranan yang sangat penting. Teratai membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh subur dan menghasilkan bunga yang indah. Pemupukan secara teratur dapat memberikan nutrisi yang dibutuhkan teratai untuk tumbuh optimal.

  • Pupuk NPK

    Pupuk NPK (Nitrogen, Fosfor, dan Kalium) merupakan jenis pupuk yang paling umum digunakan untuk memupuk teratai. Pupuk NPK dapat memberikan nutrisi yang dibutuhkan teratai untuk pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) serta pembungaan. Pemberian pupuk NPK secara teratur dapat membuat teratai tumbuh subur dan menghasilkan bunga yang banyak.

  • Pupuk kandang

    Pupuk kandang merupakan jenis pupuk organik yang juga dapat digunakan untuk memupuk teratai. Pupuk kandang mengandung banyak unsur hara yang dibutuhkan teratai, seperti nitrogen, fosfor, kalium, dan kalsium. Pemberian pupuk kandang secara teratur dapat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan tanah, sehingga teratai dapat tumbuh dengan baik.

  • Pupuk daun

    Pupuk daun merupakan jenis pupuk yang diberikan melalui daun tanaman. Pupuk daun dapat memberikan nutrisi yang dibutuhkan teratai secara cepat dan efektif. Pemberian pupuk daun secara teratur dapat membuat teratai tumbuh subur dan menghasilkan daun yang hijau dan sehat.

  • Frekuensi pemupukan

    Frekuensi pemupukan teratai tergantung pada jenis pupuk yang digunakan. Untuk pupuk NPK, pemupukan dapat dilakukan setiap 2-3 bulan sekali. Untuk pupuk kandang, pemupukan dapat dilakukan setiap 4-6 bulan sekali. Sedangkan untuk pupuk daun, pemupukan dapat dilakukan setiap 1-2 minggu sekali.

Dengan melakukan pemupukan secara teratur, Anda dapat menyuburkan tanaman teratai dan membuatnya tumbuh subur serta menghasilkan bunga yang indah. Pemupukan yang tepat merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam cara menanam teratai.

Pembersihan air

Pembersihan Air, Cara Menanam

Kebersihan air kolam merupakan faktor penting dalam cara menanam teratai. Teratai adalah tanaman akuatik yang membutuhkan air bersih untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Air yang kotor dapat mengandung bakteri, jamur, dan hama yang dapat merusak tanaman teratai.

  • Pengaruh kebersihan air pada pertumbuhan teratai
    Air yang bersih memungkinkan teratai menyerap nutrisi dan oksigen dengan baik. Teratai juga dapat berfotosintesis dengan baik karena air yang bersih tidak menghalangi cahaya matahari masuk ke dalam air.
  • Pengaruh kebersihan air pada kesehatan teratai
    Air yang kotor dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, jamur, dan hama yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman teratai. Penyakit ini dapat menyebabkan daun teratai menguning, layu, dan rontok. Bahkan, penyakit yang parah dapat menyebabkan tanaman teratai mati.
  • Cara menjaga kebersihan air kolam
    Ada beberapa cara untuk menjaga kebersihan air kolam, antara lain dengan cara:
    • Mengganti air kolam secara teratur
    • Menyaring air kolam dengan filter
    • Membersihkan kotoran dan sampah dari permukaan air
    • Menambahkan tanaman air yang dapat membantu membersihkan air
  • Manfaat menjaga kebersihan air kolam
    Menjaga kebersihan air kolam tidak hanya bermanfaat bagi tanaman teratai, tetapi juga bermanfaat bagi ekosistem kolam secara keseluruhan. Air yang bersih dapat menjadi habitat yang baik bagi ikan, katak, dan hewan air lainnya. Selain itu, air yang bersih juga dapat membuat kolam terlihat lebih indah dan menarik.

Dengan menjaga kebersihan air kolam, Anda dapat membantu tanaman teratai tumbuh subur dan sehat. Selain itu, Anda juga dapat menciptakan ekosistem kolam yang seimbang dan indah.

Hama dan penyakit

Hama Dan Penyakit, Cara Menanam

Menanam teratai memang indah, tapi jangan lupa juga untuk waspada terhadap hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman kesayangan kamu. Hama dan penyakit ini bisa menurunkan kualitas tanaman, bahkan sampai menyebabkan kematian. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis-jenis hama dan penyakit yang umum menyerang teratai serta cara mengatasinya.

Salah satu hama yang sering menyerang teratai adalah kutu daun. Kutu daun adalah serangga kecil berwarna hijau atau hitam yang menyerang daun dan batang teratai. Kutu daun dapat menyebabkan daun teratai menjadi keriting dan menguning. Selain kutu daun, teratai juga bisa diserang oleh ulat daun. Ulat daun adalah larva dari kupu-kupu atau ngengat yang memakan daun teratai. Akibat serangan ulat daun, daun teratai bisa menjadi bolong dan rusak.

Selain hama, teratai juga bisa terserang penyakit. Salah satu penyakit yang umum menyerang teratai adalah penyakit busuk daun. Penyakit busuk daun disebabkan oleh jamur yang menyerang daun teratai. Akibat serangan penyakit busuk daun, daun teratai bisa menjadi coklat dan rontok. Selain penyakit busuk daun, teratai juga bisa terserang penyakit layu. Penyakit layu disebabkan oleh bakteri yang menyerang akar dan batang teratai. Akibat serangan penyakit layu, teratai bisa layu dan mati.

Untuk mencegah dan mengatasi hama dan penyakit pada teratai, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Pertama, pastikan tanaman teratai mendapatkan sinar matahari yang cukup dan air yang bersih. Kedua, hindari pemberian pupuk yang berlebihan karena dapat menarik hama. Ketiga, lakukan pemeriksaan rutin pada tanaman teratai untuk mendeteksi hama dan penyakit sejak dini. Jika ditemukan hama atau penyakit, segera lakukan tindakan pengendalian dengan menggunakan pestisida atau fungisida yang sesuai.

Dengan melakukan perawatan yang tepat, kamu dapat mencegah dan mengatasi hama dan penyakit pada tanaman teratai. Dengan demikian, tanaman teratai kamu akan tumbuh subur dan menghasilkan bunga yang indah.

Sumber:

https://www.bibitbunga.com/cara-menanam-teratai-dari-biji/

Kesabaran

Kesabaran, Cara Menanam

Dalam menanam teratai, kesabaran merupakan faktor yang sangat penting. Teratai adalah tanaman akuatik yang memiliki siklus hidup yang relatif lambat. Dari mulai ditanam hingga berbunga, teratai membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Proses pertumbuhan yang lambat ini mengajarkan kita tentang pentingnya kesabaran dalam berkebun dan dalam kehidupan secara umum.

Ketika menanam teratai, kita harus sabar menunggu benih berkecambah, bibit tumbuh menjadi tanaman muda, dan tanaman muda berkembang menjadi tanaman dewasa. Selama proses ini, kita harus memberikan perawatan yang tepat, seperti memastikan air yang cukup, sinar matahari, dan nutrisi. Kita juga harus bersabar menghadapi hama dan penyakit yang mungkin menyerang tanaman teratai kita.

Kesabaran dalam menanam teratai tidak hanya mengajarkan kita tentang pentingnya menunggu, tetapi juga tentang menghargai proses pertumbuhan dan perkembangan. Ketika kita melihat tanaman teratai kita tumbuh dan berkembang sedikit demi sedikit, kita akan merasakan kepuasan dan kebahagiaan yang mendalam. Bunga teratai yang indah adalah simbol kesabaran dan keindahan, dan mengajarkan kita bahwa hal-hal baik membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berkembang.

Sumber:

https://www.youtube.com/watch?v=_fole2UkPBo

Pertanyaan Umum Seputar Cara Menanam Teratai

Menanam teratai adalah kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat, tetapi juga bisa menimbulkan beberapa pertanyaan. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum seputar cara menanam teratai:

Pertanyaan 1: Apakah sulit menanam teratai?

Jawaban: Menanam teratai tidak sulit, tetapi membutuhkan kesabaran dan perawatan yang tepat. Teratai adalah tanaman akuatik yang membutuhkan air, sinar matahari, dan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berbunga.

Pertanyaan 2: Berapa lama waktu yang dibutuhkan teratai untuk berbunga?

Jawaban: Waktu yang dibutuhkan teratai untuk berbunga tergantung pada dan kondisi lingkungan. Secara umum, teratai membutuhkan waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun untuk berbunga.

Pertanyaan 3: Apakah teratai membutuhkan air yang dalam?

Jawaban: Tidak, teratai tidak membutuhkan air yang dalam. Kedalaman air yang ideal untuk menanam teratai adalah sekitar 15-30 cm.

Pertanyaan 4: Apakah teratai dapat ditanam di dalam ruangan?

Jawaban: Ya, teratai dapat ditanam di dalam ruangan, tetapi membutuhkan pot yang besar dan sinar matahari yang cukup. Pastikan untuk memberikan lampu tambahan jika diperlukan.

Pertanyaan 5: Bagaimana cara mengatasi hama pada teratai?

Jawaban: Ada beberapa cara mengatasi hama pada teratai, seperti menggunakan pestisida alami, memelihara ikan pemakan hama, dan menjaga kebersihan air kolam.

Pertanyaan 6: Apa manfaat menanam teratai?

Jawaban: Menanam teratai memiliki banyak manfaat, di antaranya mempercantik kolam atau taman air, menyediakan habitat bagi satwa liar, menyaring air dan mengurangi polusi, serta sebagai bahan makanan atau obat tradisional.

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, diharapkan dapat membantu Anda dalam menanam teratai dengan sukses. Selamat berkebun!

Sumber:

https://www.bibitbunga.com/cara-menanam-teratai-dari-biji/

Tips Menanam Teratai untuk Pemula

Menanam teratai itu mudah dan menyenangkan. Cukup ikuti beberapa tips berikut ini, dan kamu akan bisa menikmati keindahan bunga teratai di kolam atau taman airmu sendiri.

Tip 1: Pilih bibit yang sehat

Bibit teratai yang sehat sangat penting untuk keberhasilan penanaman. Pilih bibit yang memiliki akar yang kuat, daun yang hijau segar, dan tunas yang kokoh. Hindari bibit yang terlihat layu atau rusak.

Tip 2: Siapkan media tanam yang subur

Teratai membutuhkan media tanam yang subur dan kaya nutrisi. Kamu bisa menggunakan lumpur dari sungai atau danau, atau campuran tanah liat dan pupuk kandang.

Tip 3: Tanam teratai pada kedalaman air yang tepat

Kedalaman air yang ideal untuk menanam teratai adalah sekitar 15-30 cm. Kedalaman ini memungkinkan akar teratai menyerap nutrisi dan air dengan baik, sekaligus mencegah daun terendam air.

Tip 4: Berikan sinar matahari yang cukup

Teratai membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk melakukan fotosintesis dan menghasilkan bunga yang indah. Tanam teratai di lokasi yang terkena sinar matahari langsung selama minimal 6 jam per hari.

Tip 5: Pupuk teratai secara teratur

Teratai membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh subur dan berbunga. Berikan pupuk NPK atau pupuk kandang secara teratur untuk memastikan teratai mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.

Tip 6: Jaga kebersihan air kolam

Air kolam yang bersih sangat penting untuk kesehatan teratai. Ganti air kolam secara teratur, saring air dengan filter, dan bersihkan kotoran dan sampah dari permukaan air.

Tip 7: Waspadai hama dan penyakit

Ada beberapa hama dan penyakit yang dapat menyerang teratai, seperti kutu daun, ulat daun, dan penyakit busuk daun. Periksa teratai secara teratur dan segera lakukan tindakan pengendalian jika ditemukan hama atau penyakit.

Tip 8: Bersabarlah

Teratai membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berbunga. Jangan berkecil hati jika teratai kamu belum berbunga dalam waktu dekat. Teruslah merawat teratai dengan baik, dan kamu akan segera bisa menikmati keindahan bunganya.

Itulah beberapa tips menanam teratai untuk pemula. Dengan mengikuti tips-tips ini, kamu bisa menanam teratai dengan sukses dan menikmati keindahannya di kolam atau taman airmu sendiri.

Menanam Teratai, Si Cantik Penghuni Kolam

Foto teratai yang sedang berbunga

Teratai, siapa yang tak kenal bunga cantik penghuni kolam ini? Selain keindahan bunganya, teratai juga memiliki banyak manfaat. Tak heran jika banyak orang yang ingin menanam bunga ini di kolam atau taman air mereka.

Menanam teratai tidaklah sulit, asalkan kita mengetahui cara yang benar. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih bibit teratai yang sehat. Bibit yang sehat biasanya memiliki akar yang kuat, daun yang hijau segar, dan tunas yang kokoh.

Setelah mendapatkan bibit teratai yang sehat, langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam. Media tanam yang ideal untuk teratai adalah lumpur atau tanah liat yang subur. Lumpur atau tanah liat ini dapat dicampur dengan pupuk kandang untuk menambah kesuburan.

Langkah selanjutnya adalah menanam teratai pada kedalaman air yang tepat. Kedalaman air yang ideal adalah sekitar 15-30 cm. Kedalaman ini memungkinkan akar teratai menyerap nutrisi dan air dengan baik, sekaligus mencegah daun terendam air.

Teratai membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh dan berbunga. Tanam teratai di lokasi yang terkena sinar matahari langsung selama minimal 6 jam per hari.

Teratai juga membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh subur. Berikan pupuk NPK atau pupuk kandang secara teratur untuk memastikan teratai mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.

Yang tak kalah penting adalah menjaga kebersihan air kolam. Air kolam yang bersih sangat penting untuk kesehatan teratai. Ganti air kolam secara teratur, saring air dengan filter, dan bersihkan kotoran dan sampah dari permukaan air.

Jika semua langkah di atas dilakukan dengan benar, teratai akan tumbuh subur dan menghasilkan bunga yang indah. Bunga teratai dapat menjadi penghias kolam atau taman air yang indah, sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Yuk, tanam teratai di kolam atau taman air Anda sekarang juga! Nikmati keindahan bunganya, sekaligus rasakan manfaatnya.

Images References

Images References, Cara Menanam
Share on