This page looks best with JavaScript enabled

Rahasia Terungkap: Panduan Lengkap Menanam Terong yang Menguntungkan

 ·  ☕ 14 min read

Berikut ini adalah beberapa topik utama yang akan dibahas dalam artikel ini:

  • Persiapan lahan dan penyemaian benih
  • Penanaman bibit dan perawatan tanaman
  • Hama dan penyakit pada tanaman terong
  • Pemanenan dan pascapanen

Cara Menanam Terong

Menanam terong adalah kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Berikut adalah 10 aspek penting yang perlu diperhatikan dalam menanam terong:

  • Persiapan Lahan: Gemburkan tanah dan buat bedengan.
  • Penyemaian Benih: Semai benih dalam wadah berisi media semai.
  • Penanaman Bibit: Tanam bibit terong di lahan dengan jarak yang tepat.
  • Penyiraman: Siram tanaman terong secara teratur, terutama saat cuaca panas.
  • Pemupukan: Berikan pupuk secara berkala untuk menyuburkan tanaman.
  • Penyiangan: Bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman terong.
  • Hama dan Penyakit: Waspadai serangan hama dan penyakit pada tanaman terong.
  • Penyangga Tanaman: Beri penyangga pada tanaman terong agar tidak roboh.
  • Pemanenan: Panen terong saat buah sudah matang dan berwarna ungu tua.
  • Pascapanen: Simpan terong di tempat yang sejuk dan kering.

Menanam terong tidaklah sulit, asalkan kita memperhatikan aspek-aspek penting tersebut. Dengan perawatan yang baik, kita bisa memperoleh hasil panen terong yang melimpah.

Selain manfaat ekonominya, menanam terong juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menyehatkan. Dengan menanam terong sendiri, kita bisa memastikan bahwa kita mengonsumsi terong yang bebas pestisida dan bahan kimia berbahaya.

Persiapan Lahan

Persiapan Lahan, Cara Menanam

Persiapan lahan merupakan salah satu aspek terpenting dalam cara menanam terong. Lahan yang gembur dan memiliki bedengan akan memudahkan pertumbuhan akar terong dan penyerapan nutrisi dari tanah. Selain itu, bedengan juga berfungsi untuk mengatur drainase air, sehingga tanaman terong tidak tergenang air dan membusuk.

Untuk menggemburkan tanah, dapat menggunakan cangkul atau traktor. Setelah tanah gembur, buatlah bedengan dengan lebar sekitar 1 meter dan tinggi sekitar 30 cm. Jarak antar bedengan sekitar 50-60 cm.

Bedengan yang baik akan membuat tanaman terong tumbuh dengan sehat dan menghasilkan buah yang lebat. Oleh karena itu, pastikan untuk mempersiapkan lahan dengan baik sebelum menanam terong.

Sumber: https://www.pertanianku.com/cara-menanam-terong-agar-buahnya-banyak-dan-besar/

Penyemaian Benih

Penyemaian Benih, Cara Menanam

Penyemaian benih merupakan tahap awal dalam cara menanam terong. Tahap ini sangat penting karena menentukan kualitas bibit terong yang akan ditanam. Benih terong yang baik akan menghasilkan bibit yang sehat dan kuat, sehingga nantinya dapat tumbuh menjadi tanaman terong yang produktif.

Untuk menyemai benih terong, siapkan wadah seperti tray semai atau polybag kecil. Isi wadah dengan media semai yang terdiri dari campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Buat lubang kecil pada media semai, kemudian masukkan 1-2 benih terong ke dalam setiap lubang. Timbun benih dengan media semai, kemudian siram dengan air secukupnya.

Letakkan wadah semai di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Jaga kelembapan media semai dengan menyiramnya secara teratur. Dalam waktu sekitar 7-10 hari, benih terong akan berkecambah dan tumbuh menjadi bibit.

Bibit terong yang sudah tumbuh berdaun 2-3 helai siap untuk dipindahkan ke lahan tanam. Bibit yang sehat memiliki batang yang kokoh, daun yang berwarna hijau segar, dan tidak terserang hama atau penyakit.

Sumber: https://www.pertanianku.com/cara-menanam-terong-agar-buahnya-banyak-dan-besar/

Penanaman Bibit

Penanaman Bibit, Cara Menanam

Dalam cara menanam terong, penanaman bibit merupakan salah satu tahap penting yang menentukan keberhasilan budidaya tanaman terong. Menanam bibit dengan jarak yang tepat akan memberikan ruang yang cukup bagi tanaman untuk tumbuh dan berkembang, sehingga dapat menghasilkan buah yang lebat dan berkualitas.

  • Penyerapan Nutrisi yang Optimal

    Jarak tanam yang tepat memastikan bahwa setiap tanaman terong memiliki akses yang cukup terhadap nutrisi dan air di dalam tanah. Hal ini sangat penting untuk pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif.

  • Sir Udara yang Baik

    Jarak tanam yang cukup juga memungkinkan sirkulasi udara yang baik di antara tanaman. Sirkulasi udara yang baik membantu mencegah serangan penyakit dan hama, serta membuat tanaman lebih kuat dan tahan terhadap stres.

  • Mengurangi Persaingan Antar Tanaman

    Penanaman bibit dengan jarak yang tepat dapat mengurangi persaingan antar tanaman untuk mendapatkan sinar matahari, air, dan nutrisi. Dengan mengurangi persaingan, setiap tanaman terong memiliki kesempatan yang lebih besar untuk tumbuh dan berproduksi secara optimal.

  • Memudahkan Pemeliharaan Tanaman

    Jarak tanam yang tepat memudahkan petani untuk melakukan perawatan tanaman, seperti penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit. Jarak tanam yang cukup juga memungkinkan petani untuk mengakses tanaman dengan mudah tanpa merusak tanaman lain.

Dengan memahami pentingnya penanaman bibit dengan jarak yang tepat dalam cara menanam terong, petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen terong.

Penyiraman

Penyiraman, Cara Menanam

Air merupakan komponen penting bagi pertumbuhan tanaman, termasuk tanaman terong. Penyiraman secara teratur, terutama saat cuaca panas, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman terong. Berikut penjelasannya:

Tanaman terong membutuhkan air yang cukup untuk melakukan berbagai proses fisiologis, seperti fotosintesis, pengangkutan nutrisi, dan pengaturan suhu. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman terhambat pertumbuhannya, layu, dan bahkan mati.

Saat cuaca panas, penguapan air dari tanaman meningkat. Oleh karena itu, tanaman membutuhkan air lebih banyak untuk menggantikan air yang hilang. Jika tidak disiram secara cukup, tanaman terong akan mengalami stres kekeringan, yang dapat menyebabkan daun menguning, buah rontok, dan penurunan hasil panen.

Selain itu, penyiraman secara teratur membantu menjaga kelembapan tanah, yang penting untuk perkembangan akar tanaman. Akar yang sehat dan kuat dapat menyerap nutrisi dan air dari dalam tanah dengan lebih baik, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan optimal.

Dengan memahami pentingnya penyiraman dalam cara menanam terong, petani dapat memastikan bahwa tanaman terong mereka mendapatkan air yang cukup untuk tumbuh sehat dan berproduksi dengan baik.

Sumber: https://www.pertanianku.com/cara-menanam-terong-agar-buahnya-banyak-dan-besar/

Pemupukan

Pemupukan, Cara Menanam

Pemupukan merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam terong. Pemberian pupuk secara berkala membantu menyuburkan tanaman dan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan produksi buah yang optimal.

  • Jenis Pupuk

    Jenis pupuk yang digunakan untuk tanaman terong biasanya terdiri dari pupuk organik (seperti pupuk kandang atau kompos) dan pupuk anorganik (seperti urea, TSP, dan KCL). Pemberian pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah dan menyediakan unsur hara organik, sedangkan pupuk anorganik dapat menyediakan unsur hara spesifik yang dibutuhkan tanaman.

  • Waktu Pemupukan

    Waktu pemupukan untuk tanaman terong biasanya dilakukan pada saat tanam, saat tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam, dan saat tanaman mulai berbunga dan berbuah. Pemberian pupuk secara berkala memastikan bahwa tanaman selalu mendapatkan nutrisi yang cukup pada setiap tahap pertumbuhan.

  • Dosis Pemupukan

    Dosis pemupukan untuk tanaman terong perlu disesuaikan dengan kondisi tanah, umur tanaman, dan ketersediaan air. Pemberian pupuk yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan pada tanaman, sedangkan pemberian pupuk yang kurang dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat dan produksi buah yang rendah.

  • Cara Pemupukan

    Pemupukan untuk tanaman terong dapat dilakukan dengan cara ditabur atau dikocor. Pemupukan dengan cara ditabur dilakukan dengan menaburkan pupuk di sekitar tanaman, sedangkan pemupukan dengan cara dikocor dilakukan dengan melarutkan pupuk dalam air dan kemudian menyiramkannya ke tanaman.

Dengan memahami pentingnya pemupukan dalam cara menanam terong, petani dapat memastikan bahwa tanaman terong mereka mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh sehat dan berproduksi secara optimal. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kualitas dan kuantitas buah terong yang dihasilkan.

Penyiangan

Penyiangan, Cara Menanam

Dalam cara menanam terong, penyiangan merupakan salah satu kegiatan penting yang seringkali disepelekan. Padahal, penyiangan memiliki peran yang sangat penting bagi pertumbuhan dan produktivitas tanaman terong. Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman terong dapat berebut nutrisi, air, dan sinar matahari, sehingga menghambat pertumbuhan tanaman terong dan menurunkan hasil panen.

Gulma juga dapat menjadi inang bagi hama dan penyakit, yang dapat menyerang tanaman terong dan menyebabkan kerugian yang lebih besar. Oleh karena itu, penyiangan secara teratur sangat penting untuk menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman terong.

Penyiangan dapat dilakukan secara manual menggunakan tangan atau cangkul, atau menggunakan herbisida. Penyiangan manual harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman terong. Herbisida dapat digunakan untuk mengendalikan gulma secara lebih efektif, namun penggunaannya harus sesuai dengan dosis dan cara aplikasi yang dianjurkan.

Dengan melakukan penyiangan secara teratur, petani dapat memastikan bahwa tanaman terong mereka terbebas dari gulma dan mendapatkan nutrisi, air, dan sinar matahari yang cukup. Hal ini akan berdampak pada pertumbuhan tanaman yang optimal dan peningkatan hasil panen terong.

Sumber: https://www.pertanianku.com/cara-menanam-terong-agar-buahnya-banyak-dan-besar/

Hama dan Penyakit

Hama Dan Penyakit, Cara Menanam

Dalam cara menanam terong, hama dan penyakit merupakan faktor penting yang perlu diwaspadai. Serangan hama dan penyakit dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman dan menurunkan hasil panen. Oleh karena itu, petani perlu melakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat untuk melindungi tanaman terong mereka.

Salah satu hama yang sering menyerang tanaman terong adalah kutu daun. Kutu daun dapat menghisap cairan dari daun terong, sehingga menyebabkan daun menguning dan keriting. Selain kutu daun, ulat grayak juga sering menyerang tanaman terong. Ulat grayak dapat memakan daun dan buah terong, sehingga menyebabkan kerusakan yang cukup parah.

Penyakit yang sering menyerang tanaman terong antara lain penyakit layu fusarium dan penyakit busuk buah. Penyakit layu fusarium disebabkan oleh jamur yang menyerang akar tanaman, sehingga menyebabkan tanaman layu dan mati. Penyakit busuk buah disebabkan oleh jamur yang menyerang buah terong, sehingga menyebabkan buah membusuk dan tidak dapat dikonsumsi.

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman terong dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan menggunakan pestisida, memasang perangkap, dan melakukan rotasi tanaman. Pemilihan metode pengendalian hama dan penyakit harus disesuaikan dengan jenis hama atau penyakit yang menyerang, serta kondisi lingkungan sekitar.

Dengan memahami pentingnya pengendalian hama dan penyakit dalam cara menanam terong, petani dapat melindungi tanaman terong mereka dari serangan hama dan penyakit, sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan kualitas buah terong.

Sumber: https://www.pertanianku.com/cara-menanam-terong-agar-buahnya-banyak-dan-besar/

Penyangga Tanaman

Penyangga Tanaman, Cara Menanam

Dalam membudidayakan terong, memberikan penyangga pada tanaman merupakan salah satu aspek penting yang seringkali diabaikan. Padahal, penyangga tanaman memiliki peran yang sangat krusial dalam keberhasilan budidaya terong, terutama untuk menjaga tanaman tetap tegak dan produktif.

  • Menjaga Kualitas dan Kuantitas Buah Terong

    Tanaman terong yang tidak diberi penyangga rentan roboh, terutama saat tanaman mulai berbuah dan buahnya semakin besar dan berat. Robohnya tanaman dapat menyebabkan buah terong rusak, terluka, atau bahkan membusuk. Dengan memberikan penyangga, tanaman terong dapat berdiri tegak dan buahnya dapat tumbuh dengan baik, sehingga menghasilkan buah terong yang berkualitas dan berkuantitas tinggi.

  • Mencegah Penyakit

    Tanaman terong yang roboh lebih rentan terserang penyakit, seperti penyakit busuk buah. Hal ini karena buah terong yang bersentuhan langsung dengan tanah lebih mudah terinfeksi jamur atau bakteri penyebab penyakit. Penyangga tanaman dapat mencegah tanaman roboh dan menjaga buah terong tetap bersih dan sehat, sehingga terhindar dari serangan penyakit.

  • Memudahkan Perawatan Tanaman

    Tanaman terong yang diberi penyangga lebih mudah untuk dirawat. Petani dapat dengan mudah melakukan penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit tanpa harus khawatir tanaman roboh. Penyangga tanaman juga memudahkan petani untuk memanen buah terong tanpa merusak tanaman.

  • Meningkatkan Efisiensi Lahan

    Dengan memberikan penyangga pada tanaman terong, petani dapat menanam lebih banyak tanaman dalam satu lahan. Hal ini karena tanaman terong yang diberi penyangga dapat tumbuh secara vertikal, sehingga menghemat ruang tanam. Efisiensi lahan ini dapat meningkatkan produktivitas dan keuntungan petani.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pemberian penyangga pada tanaman terong merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam terong. Dengan memberikan penyangga, petani dapat menjaga tanaman terong tetap tegak, meningkatkan kualitas dan kuantitas buah terong, mencegah penyakit, memudahkan perawatan tanaman, dan meningkatkan efisiensi lahan. Oleh karena itu, petani disarankan untuk selalu memberikan penyangga pada tanaman terong mereka agar dapat memperoleh hasil panen yang optimal.

Pemanenan

Pemanenan, Cara Menanam

Pemanenan merupakan salah satu aspek krusial dalam cara menanam terong. Waktu panen yang tepat menentukan kualitas dan kuantitas buah terong yang dihasilkan. Buah terong yang dipanen pada waktu yang tepat akan memiliki rasa yang lebih manis, tekstur yang lebih empuk, dan nilai jual yang lebih tinggi.

Buah terong umumnya siap dipanen saat sudah matang dan berwarna ungu tua. Ciri-ciri buah terong yang matang antara lain kulit buah mengkilap, permukaan buah terasa agak lunak saat ditekan, dan tangkai buah mudah terlepas dari tanaman. Jika dipanen terlalu cepat, buah terong akan terasa pahit dan keras. Sebaliknya, jika dipanen terlalu lambat, buah terong akan menjadi terlalu matang dan mudah rusak.

Waktu panen yang tepat juga dapat mencegah serangan hama dan penyakit. Buah terong yang terlalu matang lebih rentan terserang hama dan penyakit, seperti lalat buah dan busuk buah. Oleh karena itu, petani perlu memanen buah terong pada waktu yang tepat untuk menghindari kerugian akibat serangan hama dan penyakit.

Dengan memahami pentingnya pemanenan dalam cara menanam terong, petani dapat memperoleh hasil panen yang optimal, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Buah terong yang dipanen pada waktu yang tepat akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan dapat memenuhi permintaan pasar.

Sumber: https://www.pertanianku.com/cara-menanam-terong-agar-buahnya-banyak-dan-besar/

Pascapanen

Pascapanen, Cara Menanam

Setelah memanen terong, langkah selanjutnya yang tidak kalah penting dalam cara menanam terong adalah penyimpanan pascapanen. Penyimpanan yang tepat akan menjaga kualitas dan kesegaran terong sehingga dapat bertahan lebih lama dan sampai ke tangan konsumen dalam kondisi baik.

Terong sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan kering, seperti di lemari es atau ruangan ber-AC. Hindari menyimpan terong di tempat yang lembap atau terkena sinar matahari langsung karena dapat mempercepat pembusukan. Suhu ideal untuk menyimpan terong adalah sekitar 10-12 derajat Celcius dengan kelembapan udara sekitar 85-90%.

Dalam penyimpanan pascapanen, terong juga perlu dijauhkan dari buah-buahan lain yang menghasilkan gas etilen, seperti apel dan pisang. Gas etilen dapat mempercepat pematangan dan pembusukan terong. Oleh karena itu, penting untuk memisahkan terong dari buah-buahan tersebut selama penyimpanan.

Dengan mengikuti tips penyimpanan pascapanen yang tepat, petani dan konsumen dapat menikmati terong yang segar dan berkualitas lebih lama. Hal ini tentu akan memberikan nilai tambah bagi petani dan kepuasan bagi konsumen.

Sumber: https://www.pertanianku.com/cara-menanam-terong-agar-buahnya-banyak-dan-besar/

Tanya Jawab Seputar Cara Menanam Terong

Bagi pemula yang ingin mencoba menanam terong, mungkin masih memiliki beberapa pertanyaan. Berikut beberapa tanya jawab yang sering ditanyakan terkait cara menanam terong:

Pertanyaan: Apa saja persiapan yang perlu dilakukan sebelum menanam terong?


Jawaban: Persiapan sebelum menanam terong meliputi pemilihan lahan yang gembur dan subur, pengolahan tanah dengan cara dicangkul atau dibajak, serta pembuatan bedengan untuk memudahkan drainase air.

Pertanyaan: Bagaimana cara menyemai benih terong yang baik?


Jawaban: Untuk menyemai benih terong, siapkan wadah seperti tray semai atau polybag kecil. Isi wadah dengan media semai yang terdiri dari campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Buat lubang kecil pada media semai, lalu masukkan 1-2 benih terong ke dalam setiap lubang. Timbun benih dengan media semai, kemudian siram dengan air secukupnya.

Pertanyaan: Kapan waktu yang tepat untuk memindahkan bibit terong ke lahan tanam?


Jawaban: Bibit terong siap dipindahkan ke lahan tanam saat sudah berumur sekitar 4-6 minggu atau memiliki 4-6 helai daun.

Pertanyaan: Bagaimana cara merawat tanaman terong agar tumbuh subur dan berbuah banyak?


Jawaban: Perawatan tanaman terong meliputi penyiraman secara teratur, pemupukan setiap 2-3 minggu, penyiangan gulma, pengendalian hama dan penyakit, serta pemberian penyangga pada tanaman agar tidak roboh.

Pertanyaan: Kapan terong bisa dipanen?


Jawaban: Terong dapat dipanen saat buah sudah matang dan berwarna ungu tua. Ciri-ciri buah terong yang matang antara lain kulit buah mengkilap, permukaan buah terasa agak lunak saat ditekan, dan tangkai buah mudah terlepas dari tanaman.

Pertanyaan: Bagaimana cara menyimpan terong agar tetap segar dan tahan lama?


Jawaban: Terong sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan kering, seperti di lemari es atau ruangan ber-AC. Hindari menyimpan terong di tempat yang lembap atau terkena sinar matahari langsung karena dapat mempercepat pembusukan.

Dengan memahami jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, diharapkan pemula dapat lebih percaya diri dalam menanam terong dan memperoleh hasil panen yang memuaskan.

Sumber: https://www.pertanianku.com/cara-menanam-terong-agar-buahnya-banyak-dan-besar/

Tips Menanam Terong yang Mudah dan Menghasilkan Banyak Buah

Menanam terong di rumah bisa jadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Dengan mengikuti tips sederhana ini, kamu bisa mendapatkan hasil panen terong yang melimpah dan berkualitas:

Tip 1: Pilih Bibit yang Unggul

Bibit terong yang bagus akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif. Pilih bibit yang berasal dari varietas unggul, seperti varietas hibrida atau varietas lokal yang sudah terbukti baik.

Tip 2: Siapkan Lahan yang Subur

Terong membutuhkan lahan yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik. Olah tanah dengan baik dan tambahkan pupuk kandang atau kompos untuk menyuburkan tanah.

Tip 3: Siram Secara Teratur

Terong membutuhkan air yang cukup, terutama saat musim kemarau. Siram tanaman secara teratur, terutama pada pagi atau sore hari. Hindari menyiram tanaman pada siang hari karena dapat menyebabkan daun terbakar.

Tip 4: Beri Pupuk Secara Berkala

Pemupukan sangat penting untuk menjaga kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman terong. Berikan pupuk NPK secara berkala, sesuai dengan dosis dan waktu yang dianjurkan.

Tip 5: Beri Penyangga pada Tanaman

Ketika tanaman terong mulai berbuah, berikan penyangga agar tanaman tidak roboh. Penyangga dapat dibuat dari bambu atau kayu yang diikat pada tanaman.

Tip 6: Kendalikan Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit dapat menyerang tanaman terong. Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara alami menggunakan pestisida organik atau dengan cara manual, seperti mencabut gulma atau menangkap hama dengan tangan.

Tip 7: Panen Saat Tepat Waktu

Terong siap dipanen saat buahnya sudah berwarna ungu tua dan mengkilap. Panen dengan cara memotong tangkai buah menggunakan pisau atau gunting tajam.

Selamat mencoba tips menanam terong ini. Dengan perawatan yang baik, kamu bisa menikmati hasil panen terong yang melimpah dan berkualitas langsung dari kebun sendiri.

Cara Menanam Terong, Si Ungu yang Kaya Gizi

Gambar cara menanam terong

Bagi pencinta kuliner, terong menjadi salah satu sayuran yang wajib ada di dapur. Rasanya yang nikmat dan kandungan gizinya yang melimpah membuat terong banyak digemari. Nah, buat kamu yang ingin menanam terong sendiri di rumah, yuk simak cara-caranya di sini!

Menanam terong tidaklah sulit, asalkan kamu telaten dan mengikuti langkah-langkahnya dengan benar. Pertama, siapkan bibit terong yang unggul. Pilih bibit yang berasal dari varietas yang baik dan bebas dari hama penyakit. Setelah itu, gemburkan tanah dan buat bedengan untuk menanam terong. Jangan lupa beri pupuk kandang atau kompos untuk menyuburkan tanah.

Selanjutnya, siram tanaman terong secara teratur, terutama saat musim kemarau. Beri pupuk NPK secara berkala agar tanaman tumbuh subur. Untuk mencegah tanaman roboh, pasang penyangga pada tanaman saat mulai berbuah. Jangan lupa juga untuk mengendalikan hama dan penyakit agar tanaman tetap sehat.

Terong siap dipanen saat buahnya sudah berwarna ungu tua dan mengkilap. Panen dengan cara memotong tangkai buah menggunakan pisau atau gunting tajam. Setelah dipanen, terong bisa langsung diolah menjadi berbagai masakan yang lezat dan bergizi. Selamat mencoba menanam terong sendiri di rumah!

Images References

Images References, Cara Menanam
Share on