This page looks best with JavaScript enabled

Rahasia Berkebun: Cara Menanam Timun di Pot untuk Pemula

 ·  ☕ 14 min read

Berikut ini adalah langkah-langkah cara menanam timun di pot:

  1. Pilih pot berukuran besar dengan diameter minimal 30 cm dan tinggi 40 cm.
  2. Isi pot dengan media tanam berupa campuran tanah, kompos, dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1.
  3. Buat lubang tanam sedalam 5-7 cm pada media tanam.
  4. Masukkan 2-3 biji timun ke dalam lubang tanam dan tutup dengan tanah.
  5. Siram tanaman timun secara teratur, terutama saat musim kemarau.
  6. Berikan pupuk secara berkala setiap 2-3 minggu sekali.
  7. Pasang ajir atau penyangga untuk tanaman timun agar bisa merambat.
  8. Panen timun saat buah sudah matang, biasanya sekitar 60-70 hari setelah tanam.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, Anda dapat menanam timun di pot dengan mudah dan memperoleh hasil panen yang melimpah. Selamat mencoba!

Cara Menanam Timun di Pot

Menanam timun di pot menjadi solusi berkebun di lahan terbatas. Berikut 10 aspek penting untuk diperhatikan:

  • Pot: Pilih pot besar dengan drainase baik.
  • Media Tanam: Gunakan campuran tanah, kompos, dan sekam padi.
  • Bibit: Pilih bibit timun berkualitas baik.
  • Penanaman: Tanam 2-3 biji sedalam 5-7 cm.
  • Penyiraman: Siram secara teratur, terutama saat musim kemarau.
  • Pemupukan: Berikan pupuk setiap 2-3 minggu sekali.
  • Penyangga: Pasang ajir atau penyangga untuk tanaman merambat.
  • Hama dan Penyakit: Waspadai hama seperti ulat dan penyakit seperti bercak daun.
  • Panen: Panen timun saat buah sudah matang.
  • Kreativitas: Manfaatkan pot warna-warni untuk mempercantik tampilan.

Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, menanam timun di pot dapat menjadi kegiatan berkebun yang menyenangkan dan bermanfaat. Pot yang berisi tanaman timun yang merambat akan memberikan kesan asri dan sejuk pada lingkungan sekitar, sekaligus menyediakan sumber pangan sehat bagi keluarga.

Selain itu, menanam timun di pot juga dapat mengajarkan anak-anak tentang pentingnya pertanian dan menjaga lingkungan. Dengan melibatkan mereka dalam proses penanaman dan perawatan, kita dapat menumbuhkan kecintaan mereka terhadap alam dan mengajarkan mereka tentang sumber makanan mereka.

Pot

Pot, Cara Menanams

Pemilihan pot yang tepat sangat penting dalam cara menanam timun di pot. Pot yang besar akan memberikan ruang yang cukup bagi tanaman timun untuk tumbuh dan berkembang. Sementara itu, drainase yang baik akan mencegah genangan air yang dapat menyebabkan busuk akar. Genangan air juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya jamur dan bakteri yang dapat merugikan tanaman timun.

Selain itu, pot dengan drainase yang baik akan membantu menjaga kelembapan tanah tetap optimal. Timun membutuhkan tanah yang lembap, tetapi tidak becek. Tanah yang terlalu kering dapat menyebabkan tanaman layu, sedangkan tanah yang terlalu becek dapat menyebabkan busuk akar. Oleh karena itu, memilih pot dengan drainase yang baik sangat penting untuk keberhasilan menanam timun di pot.

Dalam praktiknya, kita dapat memilih pot yang terbuat dari tanah liat, plastik, atau fiberglass. Pot tanah liat memiliki drainase yang baik secara alami, tetapi mudah pecah. Pot plastik lebih ringan dan tahan lama, tetapi drainase alaminya kurang baik. Sedangkan pot fiberglass memiliki drainase yang baik dan tahan lama, tetapi harganya lebih mahal. Pemilihan jenis pot dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan budget masing-masing.

Dengan memilih pot besar dengan drainase baik, kita dapat memberikan lingkungan tumbuh yang optimal bagi tanaman timun di pot. Hal ini akan meningkatkan peluang keberhasilan menanam timun di pot dan menghasilkan panen yang melimpah.

Sumber: Growing Cucumbers in Containers

Media Tanam

Media Tanam, Cara Menanams

Dalam cara menanam timun di pot, media tanam memegang peranan penting dalam keberhasilan budidaya. Media tanam yang baik akan menyediakan nutrisi, air, dan oksigen yang cukup bagi tanaman timun untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

  • Komposisi Media Tanam

    Media tanam yang ideal untuk menanam timun di pot adalah campuran tanah, kompos, dan sekam padi. Tanah menyediakan unsur hara dan mineral yang dibutuhkan tanaman, kompos memberikan nutrisi organik dan meningkatkan kesuburan tanah, sedangkan sekam padi berfungsi sebagai penahan air dan meningkatkan aerasi tanah.

  • Persiapan Media Tanam

    Sebelum digunakan, media tanam harus dicampur secara merata dengan perbandingan 1:1:1 (tanah:kompos:sekam padi). Setelah dicampur, media tanam dapat langsung dimasukkan ke dalam pot dan siap digunakan untuk menanam timun.

  • Penggantian Media Tanam

    Media tanam pada pot perlu diganti secara berkala, biasanya setiap 6-12 bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah dan mencegah penumpukan patogen yang dapat merugikan tanaman.

  • Penyiraman

    Setelah ditanam, timun di pot perlu disiram secara teratur, terutama pada saat musim kemarau. Frekuensi penyiraman dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kelembapan tanah. Penyiraman yang berlebihan harus dihindari karena dapat menyebabkan busuk akar.

Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, kita dapat menyediakan media tanam yang optimal bagi tanaman timun di pot. Hal ini akan meningkatkan kesehatan tanaman, pertumbuhan yang baik, dan pada akhirnya menghasilkan panen timun yang melimpah.

Bibit

Bibit, Cara Menanams

Dalam cara menanam timun di pot, pemilihan bibit memegang peran krusial. Bibit timun yang berkualitas baik akan menghasilkan tanaman yang sehat, produktif, dan tahan terhadap hama dan penyakit.

  • Varietas

    Pilih varietas timun yang cocok ditanam di pot, seperti varietas 'Potluck' atau 'Patio Snacker'. Varietas ini memiliki ukuran yang lebih kecil dan pertumbuhan yang lebih kompak, sehingga cocok untuk ditanam di pot.

  • Sumber

    Beli bibit timun dari sumber yang terpercaya, seperti toko pertanian atau pembibitan. Hindari membeli bibit dari sumber yang tidak jelas, karena berisiko mendapatkan bibit yang berkualitas buruk atau terinfeksi penyakit.

  • Tampilan fisik

    Pilih bibit timun yang tampak sehat, bebas dari hama dan penyakit. Bibit yang baik memiliki batang yang kuat, daun yang hijau segar, dan akar yang sehat.

  • Tanggal kedaluwarsa

    Perhatikan tanggal kedaluwarsa pada kemasan bibit. Bibit yang sudah kedaluwarsa memiliki tingkat perkecambahan yang rendah dan berisiko gagal tumbuh.

Dengan memilih bibit timun berkualitas baik, kita dapat meningkatkan peluang keberhasilan cara menanam timun di pot. Tanaman yang tumbuh dari bibit yang baik akan lebih kuat, sehat, dan produktif. Selain itu, pemilihan bibit yang tepat juga dapat membantu kita menghemat waktu dan tenaga dalam perawatan tanaman.

Penanaman

Penanaman, Cara Menanams

Dalam cara menanam timun di pot, penanaman merupakan salah satu langkah awal yang sangat penting. Pada tahap ini, kita akan menanam biji timun yang telah dipilih sebelumnya ke dalam media tanam yang telah disiapkan. Kedalaman dan jumlah biji yang ditanam perlu diperhatikan dengan saksama, karena hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman timun nantinya.

Berdasarkan pengalaman para petani dan ahli pertanian, menanam 2-3 biji timun sedalam 5-7 cm memberikan hasil yang optimal. Kedalaman tanam ini memungkinkan biji timun untuk mendapatkan kelembapan dan nutrisi yang cukup dari media tanam, sehingga dapat berkecambah dan tumbuh dengan baik. Selain itu, jarak tanam yang cukup akan memberikan ruang bagi tanaman timun untuk berkembang dan berproduksi secara maksimal.

Apabila biji timun ditanam terlalu dangkal, maka biji tersebut berisiko kekeringan dan kesulitan berkecambah. Sebaliknya, jika biji ditanam terlalu dalam, maka biji tersebut akan kesulitan mendapatkan oksigen yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan kedalaman tanam yang tepat agar tanaman timun dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang melimpah.

Penyiraman

Penyiraman, Cara Menanams

Air sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman timun. Penyiraman yang teratur, terutama saat musim kemarau, merupakan salah satu aspek penting dalam cara menanam timun di pot. Timun membutuhkan air yang cukup untuk menjaga kesegaran dan turgiditasnya. Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman layu, daun menguning, dan pertumbuhan terhambat. Sebaliknya, penyiraman yang berlebihan juga dapat berdampak negatif, seperti busuk akar dan penyakit jamur.

Frekuensi penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca, kelembapan tanah, dan ukuran tanaman. Sebagai panduan umum, timun di pot perlu disiram setiap 1-2 hari sekali, terutama saat musim kemarau. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menghindari penguapan yang berlebihan. Siramlah hingga air keluar dari lubang drainase pot, tetapi hindari menggenangi tanah.

Selain penyiraman secara teratur, pemberian mulsa pada permukaan tanah juga dapat membantu menjaga kelembapan tanah dan mengurangi penguapan. Penggunaan mulsa dari bahan organik, seperti jerami atau kompos, juga dapat menambah unsur hara pada tanah dan menekan pertumbuhan gulma.

Dengan memperhatikan aspek penyiraman yang tepat dalam cara menanam timun di pot, kita dapat memastikan bahwa tanaman timun mendapatkan air yang cukup untuk tumbuh dan berproduksi secara optimal. Penyiraman yang teratur akan menghasilkan tanaman timun yang sehat, subur, dan berbuah lebat.

Sumber: Watering Cucumber Plants

Pemupukan

Pemupukan, Cara Menanams

Dalam cara menanam timun di pot, pemupukan memegang peranan penting untuk memastikan tanaman tumbuh sehat dan berbuah lebat. Pemberian pupuk secara teratur akan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan, pembungaan, dan pembentukan buah.

  • Nutrisi untuk Pertumbuhan

    Pupuk menyediakan nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang dibutuhkan tanaman timun untuk pertumbuhan yang optimal. Nitrogen membantu pertumbuhan daun dan batang, fosfor berperan dalam perkembangan akar dan bunga, sedangkan kalium meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit dan hama.

  • Pembungaan dan Pembuahan

    Pupuk yang kaya fosfor juga dapat meningkatkan pembungaan dan pembuahan pada tanaman timun. Fosfor berperan dalam pembentukan bunga dan perkembangan buah, sehingga pemberian pupuk yang cukup akan menghasilkan bunga yang lebih banyak dan buah yang lebih besar.

  • Kesehatan Tanaman

    Pemberian pupuk secara teratur juga dapat meningkatkan kesehatan tanaman timun secara keseluruhan. Tanaman yang mendapatkan nutrisi yang cukup akan lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, sehingga mengurangi risiko gagal panen.

  • Jenis dan Dosis Pupuk

    Untuk tanaman timun di pot, disarankan menggunakan pupuk NPK dengan perbandingan 10:10:10 atau 15:15:15. Pupuk dapat diberikan dengan cara dikocor atau ditabur di sekitar tanaman, dengan dosis sesuai petunjuk pada kemasan pupuk.

Dengan memperhatikan aspek pemupukan dalam cara menanam timun di pot, kita dapat memastikan bahwa tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh sehat, berbuah lebat, dan tahan terhadap hama dan penyakit. Pemupukan secara teratur akan menghasilkan panen timun yang melimpah dan berkualitas.

Penyangga

Penyangga, Cara Menanams

Dalam cara menanam timun di pot, memasang ajir atau penyangga untuk tanaman merambat merupakan aspek penting yang tak boleh dilewatkan. Timun adalah tanaman rambat yang membutuhkan dukungan untuk tumbuh ke atas dan memperoleh sinar matahari yang cukup. Tanaman timun yang merambat juga akan menghasilkan buah yang lebih banyak dan berkualitas lebih baik.

  • Manfaat Ajir atau Penyangga

    Pemasangan ajir atau penyangga pada tanaman timun di pot memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

    • Menopang batang tanaman agar tidak roboh
    • Membantu tanaman memperoleh sinar matahari yang cukup
    • Meningkatkan sirkulasi udara di sekitar tanaman
    • Memudahkan perawatan tanaman, seperti penyiraman dan pemupukan
    • Menghasilkan buah timun yang lebih banyak dan berkualitas lebih baik
  • Jenis Ajir atau Penyangga

    Terdapat berbagai jenis ajir atau penyangga yang dapat digunakan untuk tanaman timun di pot, antara lain:

    • Ajir kayu
    • Bambu
    • Pipa PVC
    • Jaring
    Dalam memilih jenis ajir atau penyangga, perlu disesuaikan dengan ukuran dan tinggi tanaman timun yang ditanam.
  • Pemasangan Ajir atau Penyangga

    Pemasangan ajir atau penyangga pada tanaman timun di pot dapat dilakukan dengan cara berikut:

    • Tancapkan ajir atau penyangga ke dalam tanah pot sedalam sekitar 50 cm.
    • Pasang ajir atau penyangga di sekitar tanaman timun dengan jarak yang cukup.
    • Ikat tanaman timun pada ajir atau penyangga menggunakan tali atau benang.

Dengan memasang ajir atau penyangga pada tanaman timun di pot, kita dapat membantu tanaman tumbuh dengan baik, menghasilkan buah yang lebat dan berkualitas. Tanaman timun yang merambat pada ajir atau penyangga akan terlihat lebih asri dan akan menjadi hiasan yang indah di taman atau di halaman rumah kita.

Hama dan Penyakit

Hama Dan Penyakit, Cara Menanams

Dalam cara menanam timun di pot, hama dan penyakit merupakan salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Hama seperti ulat dan penyakit seperti bercak daun dapat menyerang tanaman timun dan menyebabkan kerusakan yang cukup parah. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit secara tepat.

Hama ulat dapat menyerang daun tanaman timun dan menyebabkan daun menjadi rusak dan berlubang. Akibatnya, proses fotosintesis pada tanaman terganggu dan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat. Sementara itu, penyakit bercak daun dapat menyebabkan munculnya bercak-bercak berwarna kuning atau cokelat pada daun. Bercak-bercak ini dapat meluas dan menyebabkan daun menjadi kering dan rontok.

Untuk mencegah dan mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman timun di pot, dapat dilakukan beberapa langkah, antara lain:

  • Menjaga kebersihan lingkungan tanam dari gulma dan sisa-sisa tanaman.
  • Melakukan penyiraman dengan benar, tidak berlebihan dan tidak kekurangan air.
  • Memberikan pupuk secara teratur untuk menjaga kesehatan tanaman.
  • Menggunakan pestisida alami atau kimia jika diperlukan, sesuai dengan dosis dan aturan penggunaan yang tepat.

Dengan melakukan pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit secara tepat, kita dapat melindungi tanaman timun di pot dari serangan hama dan penyakit. Tanaman yang sehat akan menghasilkan buah yang lebat dan berkualitas.

Sumber: Mengenal Hama dan Penyakit pada Tanaman Timun

Panen

Panen, Cara Menanams

Saat menanam timun di pot, panen merupakan momen yang ditunggu-tunggu. Buah timun yang segar dan renyah siap dipetik ketika sudah matang. Proses panen ini menjadi penanda keberhasilan dalam merawat tanaman timun.

  • Tanda-tanda Kematangan Timun

    Beberapa tanda yang menunjukkan timun sudah matang antara lain:

    • Warna kulit timun berubah dari hijau tua menjadi hijau muda atau kekuningan.
    • Kulit timun terasa sedikit lunak saat ditekan.
    • Bulu-bulu halus pada kulit timun mulai rontok.
  • Waktu Panen

    Umumnya, timun dapat dipanen setelah berumur 50-70 hari sejak ditanam. Waktu panen yang tepat akan memengaruhi rasa dan kualitas timun.

  • Teknik Panen

    Panen timun dilakukan dengan menggunakan gunting atau pisau yang tajam. Potong tangkai timun dengan hati-hati, jangan sampai merusak tanaman.

  • Penyimpanan Timun

    Setelah dipanen, timun dapat disimpan di lemari es selama beberapa hari. Simpan timun dalam keadaan kering dan hindari memar untuk menjaga kesegarannya.

Proses panen menjadi bagian penting dalam cara menanam timun di pot. Dengan mengetahui tanda-tanda kematangan timun dan teknik panen yang tepat, kita dapat menikmati hasil panen yang maksimal dan berkualitas baik.

Kreativitas

Kreativitas, Cara Menanams

Dalam cara menanam timun di pot, kreativitas dapat menjadi nilai tambah yang mempercantik tampilan halaman atau taman Anda. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan pot berwarna-warni.

Pot berwarna-warni tidak hanya berfungsi sebagai wadah untuk tanaman timun, tetapi juga dapat menjadi elemen dekoratif yang menarik. Warna-warna cerah, seperti merah, kuning, atau biru, dapat menciptakan kesan ceria dan semarak pada lingkungan sekitar.

Selain itu, penggunaan pot warna-warni dapat disesuaikan dengan konsep desain rumah atau taman Anda. Misalnya, pot berwarna putih atau krem cocok untuk rumah bergaya minimalis, sedangkan pot berwarna terracotta atau cokelat akan semakin memperkuat kesan alami pada taman bergaya rustic.

Dengan memanfaatkan pot warna-warni, Anda dapat mengekspresikan kreativitas dan menjadikan tanaman timun di pot Anda sebagai bagian dari dekorasi rumah yang unik dan indah.

Sumber: Colorful Planters for Container Gardens

Tanya Jawab Seputar Cara Menanam Timun di Pot

Menanam timun di pot memang seru dan gak sulit. Tapi, pasti ada aja pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak. Nah, berikut ini beberapa tanya jawab yang sering ditanyakan:

Pertanyaan 1: Saya mau nanam timun di pot, tapi potnya kecil banget. Bisa gak ya?


Bisa banget! Timun itu tanaman yang cukup adaptif. Asal potnya ada lubang drainase dan ukurannya minimal diameter 30 cm dan tinggi 40 cm, timun kamu bisa tumbuh subur.

Pertanyaan 2: Kenapa daun timun yang baru kutanam layu?


Penyebabnya bisa jadi karena penyiraman yang kurang atau kelebihan. Timun butuh disiram secara teratur, tapi jangan sampai becek ya. Kalau terlalu kering, daunnya bisa layu. Sebaliknya, kalau terlalu becek, akarnya bisa busuk.

Pertanyaan 3: Timunku banyak banget ulatnya. Gimana cara membasminya?


Ulat memang musuh utama tanaman timun. Kamu bisa membasminya secara alami dengan menyemprotkan larutan air dan sabun cuci piring. Atau, kamu juga bisa menggunakan pestisida organik yang ramah lingkungan.

Pertanyaan 4: Kok timun yang kutanam berbuahnya kecil-kecil?


Buah timun yang kecil bisa disebabkan oleh kurangnya nutrisi. Pastikan kamu memberikan pupuk secara teratur, ya. Pemberian pupuk akan membantu tanaman timun tumbuh sehat dan menghasilkan buah yang besar dan lebat.

Pertanyaan 5: Kenapa timunku banyak yang busuk?


Penyebab busuk pada buah timun bisa jadi karena serangan penyakit jamur. Untuk mencegahnya, kamu bisa menyemprotkan fungisida secara rutin. Selain itu, pastikan juga pot yang kamu gunakan memiliki drainase yang baik.

Pertanyaan 6: Timunku udah besar, tapi kok belum berbuah juga?


Timun yang belum berbuah bisa jadi karena kurangnya sinar matahari atau penyerbukan yang tidak sempurna. Pastikan tanaman timun kamu mendapat sinar matahari yang cukup dan bantu penyerbukannya dengan cara menanam bunga-bunga yang menarik lebah.

Nah, itulah beberapa tanya jawab seputar cara menanam timun di pot. Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu bisa menanam timun sendiri dengan mudah dan sukses. Selamat mencoba!

Sumber: Mengenal Hama dan Penyakit pada Tanaman Timun

Tips Cara Menanam Timun di Pot

Menanam timun di pot itu gampang banget, lho! Cuma perlu beberapa trik khusus biar timunnya tumbuh subur dan berbuah lebat. Yuk, simak tipsnya di bawah ini:

Tip 1: Pilih Pot yang Tepat

Pilih pot yang berukuran besar dengan diameter minimal 30 cm dan tinggi 40 cm. Pastikan potnya juga punya lubang drainase biar air nggak menggenang dan bikin akar timun busuk. Pilih juga pot yang warnanya ceria biar halaman atau tamanmu makin cantik.

Tip 2: Siapkan Media Tanam yang Gembur

Tanah yang keras dan nggak gembur bikin timun susah tumbuh. Campurkan tanah, kompos, dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1. Media tanam ini bikin tanah jadi lebih subur, gembur, dan bisa menyimpan air dengan baik.

Tip 3: Siram Timun Secara Teratur

Timun itu tanaman yang haus, lho! Siram timun setiap hari, terutama saat musim kemarau. Tapi jangan sampai kebanyakan, ya! Tanah yang terlalu becek bisa bikin akar timun busuk.

Tip 4: Beri Pupuk Secara Rutin

Timun butuh nutrisi biar bisa tumbuh sehat dan berbuah lebat. Beri pupuk NPK setiap 2-3 minggu sekali. Pupuk ini mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium yang penting untuk pertumbuhan tanaman.

Tip 5: Pasang Ajir untuk Tanaman Merambat

Tanaman timun itu merambat, jadi butuh penyangga biar bisa tumbuh ke atas. Pasang ajir atau penyangga di sekitar tanaman timun. Ikat tanaman pada ajir menggunakan tali atau benang. Cara ini bikin timun tumbuh lebih sehat dan berbuah lebih banyak.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, kamu bisa menanam timun di pot dengan mudah dan berhasil. Selamat mencoba!

Cara Menanam Timun di Pot

Timun dalam pot

Siapa sangka menanam timun di pot itu mudah dan menyenangkan? Dengan sedikit kreativitas dan perawatan yang tepat, kamu bisa menikmati timun segar hasil tanam sendiri. Yuk, simak tipsnya di bawah ini:

  • Pilih pot yang cukup besar dan punya lubang drainase.
  • Campurkan tanah, kompos, dan sekam padi untuk media tanam yang subur dan gembur.
  • Siram timun secara teratur, tapi jangan sampai becek.
  • Beri pupuk NPK secara rutin untuk nutrisi tanaman.
  • Pasang ajir atau penyangga untuk tanaman merambat.

Dengan perawatan yang baik, tanaman timunmu akan tumbuh subur dan berbuah lebat. Nikmati kesegaran timun hasil tanam sendiri, dan rasakan kepuasan berkebun di rumah. Selamat mencoba!

Images References

Images References, Cara Menanams
Share on