- Menambah pendapatan petani
- Menyediakan sumber pangan alternatif
- Meningkatkan ketahanan pangan
- Melestarikan sumber daya genetik
Secara historis, ubi jalar telah menjadi bahan pangan penting bagi masyarakat di seluruh dunia. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, dan telah menyebar ke berbagai belahan dunia sejak abad ke-16. Di Indonesia, ubi jalar merupakan salah satu bahan pangan pokok yang dikonsumsi oleh masyarakat luas.
Artikel ini akan membahas secara lebih mendalam tentang cara menanam ubi jalar, mulai dari pemilihan bibit hingga panen. Artikel ini juga akan mengulas berbagai aspek penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya ubi jalar agar memperoleh hasil yang optimal.
Cara Menanam Ubi yang Wajib Diketahui
Menanam ubi bukanlah hal yang sulit, namun ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan agar memperoleh hasil panen yang optimal. Berikut adalah 10 aspek penting dalam cara menanam ubi:
- Pemilihan bibit: Pilih bibit ubi yang berkualitas baik, bebas dari hama dan penyakit.
- Pengolahan lahan: Gemburkan tanah dan buat bedengan dengan lebar sekitar 1 meter.
- Penanaman: Tanam bibit ubi dengan jarak sekitar 30-50 cm.
- Pemupukan: Berikan pupuk kandang atau kompos pada saat tanam dan susulan saat tanaman berumur 1 bulan.
- Penyiangan: Lakukan penyiangan secara teratur untuk membersihkan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan ubi.
- Penyiraman: Siram tanaman ubi secara teratur, terutama pada saat musim kemarau.
- Pembasahan: Lakukan pembasahan pada batang ubi saat tanaman berumur sekitar 2-3 bulan.
- Pengendalian hama dan penyakit: Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat dan sesuai dengan jenis hama atau penyakit yang menyerang.
- Panen: Panen ubi dapat dilakukan saat tanaman berumur sekitar 4-5 bulan.
- Pascapanen: Setelah dipanen, ubi harus segera dibersihkan dan disimpan di tempat yang kering dan sejuk.
Kesepuluh aspek tersebut saling berkaitan dan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya ubi jalar. Dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut, petani dapat memperoleh hasil panen yang optimal dan berkualitas baik.
Sebagai contoh, pemilihan bibit yang berkualitas baik akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif. Pengolahan lahan yang baik akan menciptakan kondisi tanah yang ideal untuk pertumbuhan ubi. Pemupukan yang tepat akan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Dan pengendalian hama dan penyakit yang tepat akan mencegah tanaman dari serangan hama dan penyakit yang dapat menurunkan hasil panen.
Pemilihan bibit
Dalam cara menanam ubi, pemilihan bibit memegang peranan yang sangat penting. Bibit yang berkualitas baik akan menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif, sehingga pada akhirnya akan berdampak pada hasil panen yang optimal.
Bibit ubi yang berkualitas baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Bebas dari hama dan penyakit
- Berukuran sedang, tidak terlalu besar atau terlalu kecil
- Tidak terdapat luka atau cacat
- Berasal dari tanaman yang sehat dan produktif
Bibit ubi yang terinfeksi hama atau penyakit dapat menyebarkan penyakit tersebut ke tanaman lain. Selain itu, bibit yang rusak atau cacat akan sulit tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga dapat menurunkan hasil panen.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih bibit ubi yang berkualitas baik sebelum melakukan penanaman. Dengan menggunakan bibit yang baik, petani dapat meningkatkan peluang keberhasilan budidaya ubi jalar dan memperoleh hasil panen yang melimpah.
Sebagai contoh, seorang petani di daerah Jawa Tengah berhasil meningkatkan hasil panen ubinya hingga 30% setelah menggunakan bibit ubi yang berkualitas baik. Hal ini membuktikan bahwa pemilihan bibit yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam cara menanam ubi.
Sumber: Cara Menanam Ubi Jalar
Pengolahan lahan
Pengolahan lahan merupakan salah satu tahap penting dalam cara menanam ubi. Lahan yang gembur dan subur akan memudahkan pertumbuhan ubi dan meningkatkan hasil panen. Penggemburan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan cangkul atau traktor. Setelah tanah gembur, buatlah bedengan dengan lebar sekitar 1 meter. Bedengan berfungsi untuk mengatur jarak tanam ubi dan memudahkan perawatan tanaman.
Tanah yang gembur akan memudahkan akar ubi untuk menembus tanah dan mencari nutrisi. Selain itu, tanah yang gembur juga akan meningkatkan aerasi tanah, sehingga akar ubi dapat bernapas dengan baik. Bedengan yang dibuat dengan lebar sekitar 1 meter akan memberikan ruang yang cukup bagi tanaman ubi untuk tumbuh dan berkembang. Jarak tanam yang tepat akan mencegah tanaman ubi saling berebut nutrisi dan sinar matahari.
Sebagai contoh, seorang petani di daerah Jawa Timur berhasil meningkatkan hasil panen ubinya hingga 20% setelah mengolah lahan dengan baik. Hal ini membuktikan bahwa pengolahan lahan merupakan salah satu faktor penting dalam cara menanam ubi.
Sumber: Cara Menanam Ubi Jalar
Penanaman
Dalam cara menanam ubi, penanaman menjadi salah satu tahapan krusial yang memengaruhi keberhasilan panen. Salah satu aspek penting dalam penanaman ubi adalah mengatur jarak tanam. Jarak tanam yang tepat memberikan ruang yang cukup bagi tanaman ubi untuk tumbuh dan berkembang optimal, serta mencegah persaingan antar tanaman dalam memperoleh nutrisi dan sinar matahari.
-
Jarak Optimal untuk Pertumbuhan Akar
Jarak tanam sekitar 30-50 cm memberikan ruang yang cukup bagi akar ubi untuk tumbuh dan mencari nutrisi. Akar ubi yang leluasa tumbuh akan menghasilkan umbi yang besar dan berkualitas baik.
-
Pengurangan Risiko Hama dan Penyakit
Jarak tanam yang tepat memungkinkan sirkulasi udara yang baik antar tanaman. Sirkulasi udara yang baik membantu mengurangi kelembapan di sekitar tanaman, sehingga dapat mencegah serangan hama dan penyakit.
-
Kemudahan Perawatan
Jarak tanam yang sesuai memudahkan petani dalam melakukan perawatan tanaman, seperti penyiangan, pemupukan, dan pengendalian hama. Petani dapat mengakses setiap tanaman dengan mudah tanpa merusak tanaman lainnya.
-
Peningkatan Hasil Panen
Dengan mengatur jarak tanam yang tepat, petani dapat memaksimalkan jumlah tanaman ubi yang ditanam per satuan luas lahan. Hal ini berpotensi meningkatkan hasil panen ubi secara keseluruhan.
Memahami pentingnya jarak tanam dalam penanaman ubi merupakan kunci keberhasilan budidaya ubi. Dengan mengatur jarak tanam sekitar 30-50 cm, petani dapat menciptakan kondisi pertumbuhan yang optimal bagi tanaman ubi, sehingga menghasilkan umbi yang besar, berkualitas baik, dan melimpah.
Pemupukan
Dalam "cara menanam ubi", pemupukan merupakan langkah penting untuk memastikan pertumbuhan tanaman yang sehat dan produktif, sehingga menghasilkan panen umbi yang optimal. Pemberian pupuk kandang atau kompos pada saat tanam dan susulan saat tanaman berumur 1 bulan memiliki peranan krusial dalam memberikan nutrisi yang dibutuhkan tanaman ubi.
-
Nutrisi untuk Pertumbuhan
Pupuk kandang dan kompos kaya akan unsur hara makro dan mikro yang penting untuk pertumbuhan tanaman ubi. Unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium berperan penting dalam pembentukan umbi, perkembangan akar, dan ketahanan tanaman.
-
Perbaikan Struktur Tanah
Pupuk organik seperti pupuk kandang dan kompos membantu memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan porositas dan drainase. Struktur tanah yang baik memudahkan akar ubi menembus dan menyerap nutrisi, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal.
-
Peningkatan Aktivitas Mikroba
Pemberian pupuk organik dapat meningkatkan aktivitas mikroba bermanfaat di dalam tanah. Mikroba ini membantu memecah bahan organik menjadi unsur hara yang mudah diserap oleh tanaman, sehingga meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi ubi.
-
Pengurangan Pemakaian Pupuk Kimia
Pupuk organik dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Penggunaan pupuk organik secara berkelanjutan membantu menjaga kesuburan tanah dan mengurangi dampak lingkungan yang negatif.
Dengan memahami pentingnya pemupukan dalam "cara menanam ubi", petani dapat menyediakan nutrisi yang cukup bagi tanaman ubi untuk tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang melimpah dan berkualitas tinggi.
Penyiangan
Dalam "cara menanam ubi", penyiangan merupakan kegiatan penting untuk menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman ubi. Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman ubi dapat berebut nutrisi, air, dan sinar matahari, sehingga menghambat pertumbuhan ubi dan menurunkan hasil panen.
-
Mengurangi Persaingan Nutrisi
Gulma memiliki sistem perakaran yang dapat menyerap nutrisi dari tanah, sama seperti tanaman ubi. Penyiangan menghilangkan gulma, sehingga mengurangi persaingan nutrisi dan memastikan bahwa tanaman ubi mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dengan baik.
-
Meningkatkan Ketersediaan Air
Gulma juga dapat menyerap air dari tanah, yang dapat membuat tanaman ubi kekurangan air. Penyiangan membantu menjaga kelembapan tanah dan memastikan bahwa tanaman ubi mendapatkan air yang cukup untuk pertumbuhannya.
-
Memastikan Sinar Matahari yang Cukup
Gulma yang tinggi dapat menaungi tanaman ubi dan menghalangi sinar matahari mencapai daunnya. Sinar matahari sangat penting untuk fotosintesis, proses yang membuat tanaman ubi menghasilkan makanan. Penyiangan memungkinkan sinar matahari masuk ke tanaman ubi, sehingga mendukung pertumbuhan yang optimal.
-
Mencegah Hama dan Penyakit
Gulma dapat menjadi tempat berkembang biaknya hama dan penyakit. Penyiangan menghilangkan tempat persembunyian hama dan penyakit, sehingga mengurangi risiko serangan pada tanaman ubi.
Dengan melakukan penyiangan secara teratur, petani dapat menciptakan kondisi yang optimal untuk pertumbuhan tanaman ubi, sehingga menghasilkan panen yang melimpah dan berkualitas tinggi.
Penyiraman
Dalam "cara menanam ubi", penyiraman merupakan aspek penting untuk memastikan pertumbuhan dan produktivitas tanaman ubi. Air sangat penting bagi tanaman ubi untuk berbagai proses vital, terutama pada saat musim kemarau ketika curah hujan berkurang.
-
Menjaga Hidrasi Tanaman
Tanaman ubi membutuhkan air untuk berbagai proses fisiologis, seperti fotosintesis, transportasi nutrisi, dan pengaturan suhu. Penyiraman secara teratur, terutama pada saat musim kemarau, memastikan bahwa tanaman ubi memiliki cukup air untuk menjalankan proses-proses tersebut dengan baik.
-
Mencegah Layu dan Kerusakan Sel
Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman ubi layu dan mengalami kerusakan sel. Layu terjadi ketika tanaman ubi kehilangan terlalu banyak air, menyebabkan sel-selnya kehilangan turgiditas dan menjadi lemas. Kerusakan sel dapat terjadi ketika sel-sel tanaman kehilangan terlalu banyak air dan mengalami kematian.
-
Meningkatkan Penyerapan Nutrisi
Air membantu melarutkan nutrisi di dalam tanah, sehingga memudahkan tanaman ubi untuk menyerapnya. Penyiraman secara teratur memastikan bahwa nutrisi tersedia dalam bentuk yang dapat diserap oleh tanaman ubi.
-
Mengurangi Stres Tanaman
Kekurangan air dapat menyebabkan stres pada tanaman ubi. Stres tanaman dapat menghambat pertumbuhan, perkembangan, dan produktivitas tanaman. Penyiraman secara teratur membantu mengurangi stres pada tanaman ubi, sehingga memungkinkan tanaman tumbuh dengan baik.
Dengan memahami pentingnya penyiraman dalam "cara menanam ubi", petani dapat memastikan bahwa tanaman ubi mendapatkan air yang cukup, terutama pada saat musim kemarau. Hal ini akan mendukung pertumbuhan, produktivitas, dan kualitas panen ubi.
Pembasahan
Dalam "cara menanam ubi", pembasahan merupakan suatu teknik yang dilakukan untuk memacu pertumbuhan dan meningkatkan hasil panen ubi jalar. Pembasahan dilakukan dengan cara membasahi batang ubi menggunakan air.
-
Meningkatkan Pertumbuhan Akar
Pembasahan batang ubi dapat merangsang pertumbuhan akar baru. Akar yang lebih banyak dan kuat akan membantu tanaman ubi menyerap lebih banyak nutrisi dan air dari dalam tanah, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
-
Memperbesar Ukuran Umbi
Pembasahan batang ubi juga dapat membantu memperbesar ukuran umbi. Air yang diserap melalui batang ubi akan dialirkan ke umbi, sehingga mempercepat pertumbuhan dan pembesaran umbi.
-
Meningkatkan Kualitas Umbi
Pembasahan batang ubi dapat meningkatkan kualitas umbi. Ubi yang dihasilkan akan memiliki daging yang lebih padat, kadar gula yang lebih tinggi, dan warna yang lebih cerah.
-
Mengurangi Penyakit
Pembasahan batang ubi dapat mengurangi risiko serangan penyakit. Air yang mengalir di batang ubi dapat membantu membersihkan spora jamur dan bakteri penyebab penyakit.
Dengan memahami pentingnya pembasahan batang ubi dalam "cara menanam ubi", petani dapat memperoleh manfaat yang signifikan, seperti pertumbuhan tanaman yang lebih baik, hasil panen yang lebih tinggi, dan kualitas ubi yang lebih unggul.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Dalam "cara menanam ubi", pengendalian hama dan penyakit merupakan aspek penting untuk melindungi tanaman ubi dari serangan hama dan penyakit. Hama dan penyakit dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman ubi, mengurangi hasil panen, dan bahkan menyebabkan gagal panen. Oleh karena itu, pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan secara tepat dan sesuai dengan jenis hama atau penyakit yang menyerang.
Ada berbagai jenis hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman ubi, seperti hama penggerek batang, hama kutu kebul, penyakit layu fusarium, dan penyakit busuk ubi. Setiap jenis hama dan penyakit memiliki gejala dan cara pengendalian yang berbeda. Oleh karena itu, petani perlu mengidentifikasi jenis hama atau penyakit yang menyerang tanaman ubinya terlebih dahulu sebelum melakukan pengendalian.
Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti penggunaan pestisida, insektisida, fungisida, atau dengan cara alami seperti penggunaan tanaman pengusir hama. Pemilihan metode pengendalian harus disesuaikan dengan jenis hama atau penyakit yang menyerang. Pengendalian hama dan penyakit yang tepat akan membantu menjaga kesehatan tanaman ubi dan meningkatkan hasil panen.
Sebagai contoh, seorang petani ubi di daerah Jawa Barat berhasil meningkatkan hasil panen ubinya hingga 25% setelah melakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat. Hal ini membuktikan bahwa pengendalian hama dan penyakit merupakan salah satu faktor penting dalam "cara menanam ubi" untuk mendapatkan hasil panen yang optimal.
Sumber: Cara Menanam Ubi Jalar
Panen
Tahap panen merupakan salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu dalam "cara menanam ubi". Panen ubi dapat dilakukan saat tanaman berumur sekitar 4-5 bulan, tergantung pada varietas ubi yang ditanam. Menentukan waktu panen yang tepat sangat penting untuk mendapatkan hasil panen yang optimal.
Ubi yang dipanen terlalu cepat akan memiliki ukuran yang kecil dan rasa yang kurang manis. Sebaliknya, ubi yang dipanen terlalu lambat dapat mengalami pembusukan atau serangan hama. Oleh karena itu, petani perlu memperhatikan beberapa tanda-tanda yang menunjukkan bahwa ubi sudah siap dipanen.
Beberapa tanda-tanda ubi siap dipanen antara lain:
- Daun ubi mulai menguning dan layu
- Batang ubi mengering dan mudah patah
- Kulit ubi terasa keras dan tidak mudah tergores
- Ubi sudah mencapai ukuran yang maksimal
Dengan memahami tanda-tanda ubi siap panen, petani dapat melakukan panen pada waktu yang tepat. Panen ubi dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak umbi. Ubi yang sudah dipanen kemudian dibersihkan dari tanah dan sisa-sisa tanaman. Ubi yang sudah bersih dapat langsung dikonsumsi atau disimpan untuk dijual.
Sumber: Cara Menanam Ubi Jalar
Pascapanen
Dalam "cara menanam ubi", tahap pascapanen memegang peranan penting untuk menjaga kualitas dan kesegaran ubi setelah dipanen. Ubi yang tidak ditangani dengan baik setelah panen dapat mengalami penurunan kualitas, pembusukan, dan kehilangan nilai jual. Oleh karena itu, membersihkan dan menyimpan ubi dengan benar merupakan bagian krusial dalam "cara menanam ubi" untuk memperoleh hasil panen yang optimal.
Membersihkan ubi setelah panen bertujuan untuk menghilangkan tanah dan sisa-sisa tanaman yang menempel pada permukaan ubi. Ubi yang kotor dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme penyebab pembusukan. Selain itu, sisa-sisa tanaman dapat menarik hama dan penyakit yang dapat merusak ubi.
Setelah dibersihkan, ubi harus segera disimpan di tempat yang kering dan sejuk. Kondisi penyimpanan yang tepat akan memperpanjang umur simpan ubi dan menjaga kualitasnya. Ubi sebaiknya disimpan pada suhu sekitar 10-15 derajat Celcius dengan kelembapan udara sekitar 85-90%. Pada kondisi ini, ubi dapat bertahan hingga beberapa bulan tanpa mengalami pembusukan.
Sebagai contoh, seorang petani ubi di daerah Jawa Timur berhasil memperpanjang umur simpan ubinya hingga 3 bulan dengan cara membersihkan dan menyimpan ubi dengan benar. Hal ini membuktikan bahwa tahap pascapanen merupakan komponen penting dalam "cara menanam ubi" untuk menjaga kualitas dan nilai jual hasil panen.
Sumber: Cara Menanam Ubi Jalar
Pertanyaan Umum Seputar Cara Menanam Ubi
Menanam ubi merupakan kegiatan yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Namun, ada beberapa pertanyaan umum yang sering muncul terkait cara menanam ubi. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan umum beserta jawabannya:
Pertanyaan 1: Kapan waktu yang tepat untuk menanam ubi?
Waktu yang tepat untuk menanam ubi adalah pada awal musim hujan, yaitu sekitar bulan Oktober-November.
Pertanyaan 2: Bagaimana cara memilih bibit ubi yang baik?
Pilihlah bibit ubi yang sehat, bebas dari hama dan penyakit, serta berukuran sedang.
Pertanyaan 3: Berapa jarak tanam yang ideal untuk ubi?
Jarak tanam yang ideal untuk ubi adalah sekitar 30-50 cm.
Pertanyaan 4: Bagaimana cara merawat tanaman ubi yang baik?
Perawatan tanaman ubi meliputi penyiraman, penyiangan, dan pemupukan secara teratur.
Pertanyaan 5: Kapan ubi bisa dipanen?
Ubi dapat dipanen setelah berumur sekitar 4-5 bulan.
Pertanyaan 6: Bagaimana cara menyimpan ubi agar tahan lama?
Ubi dapat disimpan di tempat yang kering dan sejuk, serta dijauhkan dari sinar matahari langsung.
Dengan mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan umum tersebut, diharapkan dapat membantu dalam memahami cara menanam ubi dengan baik dan benar.
Sumber: Cara Menanam Ubi Jalar
Tips Sukses Menanam Ubi
Menanam ubi merupakan kegiatan yang mengasyikkan dan bermanfaat. Dengan mengikuti tips berikut, kamu bisa mendapatkan hasil panen ubi yang melimpah dan berkualitas tinggi:
Tip 1: Pilih Bibit yang Unggul
Bibit ubi yang bagus adalah kunci keberhasilan dalam menanam ubi. Pilihlah bibit yang sehat, bebas dari hama dan penyakit, serta berasal dari varietas yang unggul.
Tip 2: Olah Tanah dengan Baik
Tanah yang gembur dan subur akan membuat ubi tumbuh dengan baik. Olah tanah sedalam 30-50 cm dan tambahkan pupuk kandang atau kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Tip 3: Tanam Ubi pada Waktu yang Tepat
Waktu tanam ubi yang ideal adalah pada awal musim hujan. Hal ini karena ubi membutuhkan banyak air untuk tumbuh dan berkembang.
Tip 4: Beri Jarak Tanam yang Cukup
Jarak tanam yang cukup akan membuat ubi tumbuh dengan baik dan tidak saling berebut nutrisi. Jarak tanam yang ideal untuk ubi adalah sekitar 30-50 cm.
Tip 5: Siram Ubi Secara Teratur
Ubi membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dengan baik. Siram ubi secara teratur, terutama pada saat musim kemarau.
Tip 6: Beri Pupuk Secara Berkala
Pemupukan secara berkala akan membuat ubi tumbuh subur dan menghasilkan umbi yang besar. Berikan pupuk NPK atau pupuk kandang setiap 2-3 minggu sekali.
Tip 7: Lakukan Pembasahan Batang
Pembasahan batang ubi dapat membuat ubi tumbuh lebih cepat dan menghasilkan umbi yang lebih besar. Lakukan pembasahan batang ubi setiap 2-3 minggu sekali.
Tip 8: Panen Ubi pada Waktu yang Tepat
Ubi dapat dipanen setelah berumur sekitar 4-5 bulan. Tanda-tanda ubi yang siap dipanen adalah daunnya yang menguning dan batangnya yang mengering.
Dengan mengikuti tips di atas, kamu bisa menanam ubi dengan sukses dan mendapatkan hasil panen yang melimpah. Selamat mencoba!
Cara Menanam Ubi, Rahasia Mendapatkan Hasil Panen Melimpah
Ubi jalar, si umbi manis yang digemari banyak orang, ternyata tidak sulit untuk ditanam sendiri. Dengan mengikuti cara yang tepat, kamu bisa memanen ubi yang melimpah di halaman rumahmu.
Pertama, pilihlah bibit ubi yang sehat dan bebas dari hama penyakit. Olah tanah dengan baik, buat bedengan, dan tanam bibit ubi dengan jarak yang cukup. Siram ubi secara teratur, terutama saat musim kemarau, dan jangan lupa untuk memberi pupuk secara berkala. Rahasia sukses menanam ubi lainnya adalah melakukan pembasahan batang secara rutin.
Setelah menunggu sekitar 4-5 bulan, ubi pun siap dipanen. Tanda-tanda ubi yang siap dipanen adalah daunnya yang menguning dan batangnya yang mengering. Panen ubi dengan hati-hati agar umbinya tidak rusak. Setelah dipanen, bersihkan ubi dari tanah dan simpan di tempat yang kering dan sejuk.
Jadi, tunggu apalagi? Yuk, tanam ubi sendiri dan nikmati hasil panen yang melimpah!