- Perubahan suasana hati yang ekstrem, seperti perasaan sedih, cemas, atau marah yang berkepanjangan
- Perubahan perilaku, seperti menjadi lebih menarik diri atau agresif
- Gangguan tidur, seperti insomnia atau tidur berlebihan
- Gangguan makan, seperti kehilangan nafsu makan atau makan berlebihan
- Penurunan konsentrasi atau memori
- Pikiran atau perilaku irasional, seperti halusinasi atau delusi
Penting untuk dicatat bahwa tidak semua orang yang mengalami tanda dan gejala ini mengalami gangguan jiwa. Namun, jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami beberapa tanda dan gejala ini, penting untuk mencari bantuan profesional.
Gangguan jiwa dapat diobati, dan pengobatan dini dapat membantu meningkatkan hasil pengobatan. Ada berbagai pilihan pengobatan yang tersedia, termasuk terapi, pengobatan, dan rawat inap.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang berjuang melawan gangguan jiwa, ada banyak sumber daya yang tersedia untuk membantu. Anda dapat menemukan informasi dan dukungan di National Alliance on Mental Illness (NAMI) atau di situs web National Institute of Mental Health (NIMH).
Ciri-ciri Orang yang Mengalami Gangguan Jiwa
Gangguan jiwa adalah masalah kesehatan mental yang serius. Gangguan ini dapat menyebabkan perubahan perilaku, pikiran, dan perasaan. Gejala gangguan jiwa sering kali sulit dikenali, namun ada beberapa tanda peringatan yang harus diwaspadai.
- Perubahan suasana hati yang ekstrem
- Perubahan perilaku yang signifikan
- Gangguan tidur
- Gangguan makan
- Penurunan konsentrasi atau memori
- Pikiran atau perilaku irasional
- Penyalahgunaan zat
- Penarikan diri dari aktivitas sosial
- Kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai
- Perasaan tidak berharga atau bersalah
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami beberapa gejala ini, penting untuk mencari bantuan profesional. Gangguan jiwa dapat diobati, dan pengobatan dini dapat membantu meningkatkan hasil pengobatan.
Gangguan jiwa adalah masalah kesehatan mental yang serius, namun dapat dikelola. Dengan pengobatan dan dukungan yang tepat, orang yang mengalami gangguan jiwa dapat menjalani kehidupan yang penuh dan produktif.
Perubahan Suasana Hati yang Ekstrem
Perubahan suasana hati yang ekstrem adalah salah satu ciri orang yang mengalami gangguan jiwa. Perubahan suasana hati ini bisa sangat bervariasi, dari perasaan sedih yang mendalam hingga perasaan gembira yang berlebihan. Perubahan suasana hati ini sering kali tidak sesuai dengan situasi yang sedang dialami, dan dapat terjadi secara tiba-tiba dan tanpa sebab yang jelas.
Perubahan suasana hati yang ekstrem dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakseimbangan kimia di otak, stres, atau trauma. Perubahan suasana hati ini dapat sangat mengganggu kehidupan sehari-hari, dan dapat menyebabkan masalah di tempat kerja, sekolah, atau hubungan.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem, penting untuk mencari bantuan profesional. Ada berbagai pilihan pengobatan yang tersedia, termasuk terapi, pengobatan, dan rawat inap. Dengan pengobatan yang tepat, perubahan suasana hati yang ekstrem dapat dikelola, dan orang yang mengalaminya dapat menjalani kehidupan yang penuh dan produktif.
Sumber:
- National Institute of Mental Health: Depression
- National Alliance on Mental Illness: Depression
Perubahan Perilaku yang Signifikan
Dalam dunia kesehatan mental, perubahan perilaku yang signifikan dapat menjadi pertanda adanya gangguan jiwa. Perubahan perilaku ini bisa bermacam-macam, dan dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang.
-
Gangguan Rutinitas Sehari-hari
Penderita gangguan jiwa mungkin mengalami kesulitan dalam menjalankan rutinitas sehari-hari, seperti bekerja, sekolah, atau mengurus diri sendiri. Mereka mungkin menjadi lebih malas, tidak termotivasi, atau tidak mampu berkonsentrasi. -
Perubahan Interaksi Sosial
Penderita gangguan jiwa mungkin menarik diri dari interaksi sosial, atau justru menjadi sangat tergantung pada orang lain. Mereka mungkin mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, memahami isyarat sosial, atau mengendalikan emosi mereka dalam situasi sosial. -
Perubahan Pola Makan dan Tidur
Gangguan jiwa dapat menyebabkan perubahan pola makan dan tidur. Penderita mungkin kehilangan nafsu makan atau makan berlebihan, dan mengalami kesulitan tidur atau tidur terlalu banyak. -
Perilaku Impulsif dan Berisiko
Penderita gangguan jiwa mungkin terlibat dalam perilaku impulsif dan berisiko, seperti penyalahgunaan narkoba atau alkohol, perjudian, atau hubungan seksual yang tidak aman. Perilaku ini dapat membahayakan diri mereka sendiri atau orang lain.
Perubahan perilaku yang signifikan dapat sangat mengganggu kehidupan seseorang, dan dapat menyebabkan masalah di tempat kerja, sekolah, atau hubungan. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami perubahan perilaku yang signifikan, penting untuk mencari bantuan profesional. Ada berbagai pilihan pengobatan yang tersedia, termasuk terapi, pengobatan, dan rawat inap. Dengan pengobatan yang tepat, perubahan perilaku yang signifikan dapat dikelola, dan orang yang mengalaminya dapat menjalani kehidupan yang penuh dan produktif.
Gangguan Tidur
Gangguan tidur merupakan salah satu ciri umum orang yang mengalami gangguan jiwa. Gangguan tidur dapat berupa kesulitan tidur, sering terbangun di malam hari, atau tidur terlalu lama. Gangguan tidur dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk stres, kecemasan, dan depresi. Gangguan tidur juga dapat menjadi gejala dari gangguan jiwa lainnya, seperti skizofrenia atau gangguan bipolar.
-
Kesulitan Tidur
Kesulitan tidur adalah salah satu jenis gangguan tidur yang paling umum. Orang yang mengalami kesulitan tidur mungkin kesulitan untuk tertidur, atau mereka mungkin terbangun beberapa kali sepanjang malam. Kesulitan tidur dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk stres, kecemasan, dan depresi. -
Sering Terbangun di Malam Hari
Sering terbangun di malam hari juga merupakan jenis gangguan tidur yang umum. Orang yang sering terbangun di malam hari mungkin terbangun beberapa kali sepanjang malam, atau mereka mungkin terbangun dan tidak dapat kembali tidur. Sering terbangun di malam hari dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk stres, kecemasan, dan gangguan tidur lainnya. -
Tidur Terlalu Lama
Tidur terlalu lama juga merupakan jenis gangguan tidur yang umum. Orang yang tidur terlalu lama mungkin tidur lebih dari 8 jam setiap malam, atau mereka mungkin tidur sepanjang hari. Tidur terlalu lama dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk depresi, gangguan tidur lainnya, dan penggunaan obat-obatan tertentu.
Gangguan tidur dapat sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. Orang yang mengalami gangguan tidur mungkin merasa lelah, mudah tersinggung, dan sulit berkonsentrasi. Gangguan tidur juga dapat menyebabkan masalah di tempat kerja, sekolah, atau hubungan. Jika Anda mengalami gangguan tidur, penting untuk mencari bantuan profesional. Ada berbagai pilihan pengobatan yang tersedia, termasuk terapi, pengobatan, dan perubahan gaya hidup. Dengan pengobatan yang tepat, gangguan tidur dapat dikelola, dan Anda dapat menjalani kehidupan yang penuh dan produktif.
Gangguan Makan
Gangguan makan adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan gangguan pola makan yang tidak sehat. Gangguan makan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk stres, kecemasan, dan trauma. Gangguan makan juga dapat menjadi gejala dari gangguan jiwa lainnya, seperti skizofrenia atau gangguan bipolar.
-
Anorexia nervosa
Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan pembatasan asupan makanan yang ekstrem. Orang dengan anoreksia nervosa mungkin memiliki ketakutan yang intens terhadap penambahan berat badan, dan mereka mungkin terlibat dalam perilaku tidak sehat untuk menurunkan berat badan, seperti olahraga berlebihan, membatasi asupan makanan, atau menggunakan obat pencahar. -
Bulimia nervosa
Bulimia nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan pesta makan dan pembersihan. Orang dengan bulimia nervosa mungkin makan dalam jumlah besar makanan dalam waktu singkat, dan kemudian mereka mungkin mencoba untuk mengeluarkan makanan tersebut dengan memuntahkannya, menggunakan obat pencahar, atau berolahraga berlebihan. -
Gangguan makan berlebihan
Gangguan makan berlebihan adalah gangguan makan yang ditandai dengan makan berlebihan yang tidak terkontrol. Orang dengan gangguan makan berlebihan mungkin makan dalam jumlah besar makanan dalam waktu singkat, dan mereka mungkin merasa tidak dapat mengendalikan makan mereka.
Gangguan makan dapat sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. Orang dengan gangguan makan mungkin merasa malu atau bersalah tentang kebiasaan makan mereka, dan mereka mungkin menarik diri dari aktivitas sosial. Gangguan makan juga dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti malnutrisi, masalah jantung, dan gangguan pencernaan.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang berjuang melawan gangguan makan, penting untuk mencari bantuan profesional. Ada berbagai pilihan pengobatan yang tersedia, termasuk terapi, pengobatan, dan rawat inap. Dengan pengobatan yang tepat, gangguan makan dapat dikelola, dan orang yang mengalaminya dapat menjalani kehidupan yang penuh dan produktif.
Penurunan Konsentrasi atau Memori
Gangguan jiwa dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang, termasuk kemampuan kognitif seperti konsentrasi dan memori. Penurunan konsentrasi atau memori merupakan salah satu ciri umum orang yang mengalami gangguan jiwa.
Penurunan konsentrasi dapat membuat seseorang sulit untuk fokus pada tugas atau mengikuti percakapan. Mereka mungkin mudah teralihkan dan kesulitan mengingat informasi baru. Penurunan memori dapat menyebabkan kesulitan mengingat kejadian atau fakta baru, serta kesulitan mengingat informasi yang sudah dipelajari.
Penurunan konsentrasi atau memori dapat sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari. Seseorang mungkin mengalami kesulitan di tempat kerja atau sekolah, dan mereka mungkin kesulitan mengelola keuangan atau tugas sehari-hari. Penurunan konsentrasi atau memori juga dapat menyebabkan masalah dalam hubungan dan aktivitas sosial.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami penurunan konsentrasi atau memori, penting untuk mencari bantuan profesional. Ada berbagai pilihan pengobatan yang tersedia, termasuk terapi, pengobatan, dan perubahan gaya hidup. Dengan pengobatan yang tepat, penurunan konsentrasi atau memori dapat dikelola, dan orang yang mengalaminya dapat menjalani kehidupan yang penuh dan produktif.
Sumber:
National Institute of Mental Health: Depression
Pikiran atau Perilaku Irasional
Pikiran atau perilaku irasional merupakan salah satu ciri-ciri orang yang mengalami gangguan jiwa. Pikiran irasional dapat berupa keyakinan atau pemikiran yang tidak sesuai dengan kenyataan, sementara perilaku irasional adalah tindakan yang tidak sesuai dengan norma sosial atau membahayakan diri sendiri atau orang lain.
Pikiran atau perilaku irasional dapat menjadi gejala dari berbagai gangguan jiwa, seperti skizofrenia, gangguan bipolar, atau depresi. Gejala ini dapat sangat mengganggu kehidupan sehari-hari, karena dapat menyebabkan masalah dalam pekerjaan, sekolah, atau hubungan sosial.
Salah satu contoh pikiran irasional adalah delusi, yaitu keyakinan yang salah dan tidak sesuai dengan kenyataan. Contohnya, seseorang dengan skizofrenia mungkin percaya bahwa mereka adalah tokoh terkenal atau memiliki kekuatan supernatural. Contoh perilaku irasional adalah halusinasi, yaitu melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Halusinasi dapat terjadi pada orang dengan skizofrenia atau gangguan bipolar.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami pikiran atau perilaku irasional, penting untuk mencari bantuan profesional. Ada berbagai pilihan pengobatan yang tersedia, seperti terapi, pengobatan, dan rawat inap. Dengan pengobatan yang tepat, pikiran atau perilaku irasional dapat dikelola, dan orang yang mengalaminya dapat menjalani kehidupan yang penuh dan produktif.
Sumber:
National Institute of Mental Health: Schizophrenia
Penyalahgunaan Zat
Penyalahgunaan zat merupakan salah satu ciri-ciri umum pada orang yang mengalami gangguan jiwa. Penyalahgunaan zat dapat diartikan sebagai penggunaan zat-zat tertentu, seperti alkohol atau obat-obatan terlarang, secara berlebihan dan tidak sesuai dengan tujuan medis. Zat-zat tersebut dapat mempengaruhi fungsi otak dan menyebabkan perubahan perilaku, pikiran, dan perasaan.
Penyalahgunaan zat seringkali menjadi mekanisme koping yang tidak sehat bagi orang yang mengalami gangguan jiwa. Mereka mungkin menggunakan zat-zat tersebut untuk meredakan gejala-gejala gangguan jiwa, seperti kecemasan, depresi, atau halusinasi. Namun, penyalahgunaan zat justru dapat memperburuk gejala-gejala gangguan jiwa dan menyebabkan masalah-masalah baru, seperti masalah kesehatan fisik, masalah hubungan, dan masalah keuangan.
Contohnya, seseorang dengan gangguan kecemasan mungkin menggunakan alkohol untuk menenangkan diri. Namun, penggunaan alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan kecemasan yang lebih parah, serta masalah kesehatan fisik seperti kerusakan hati dan gangguan pencernaan. Selain itu, penyalahgunaan alkohol juga dapat merusak hubungan dengan keluarga dan teman, serta menyebabkan masalah di tempat kerja.
Oleh karena itu, penting bagi orang yang mengalami gangguan jiwa untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan menghindari penyalahgunaan zat. Pengobatan dapat membantu mengelola gejala-gejala gangguan jiwa dan mengurangi keinginan untuk menyalahgunakan zat. Dengan pengobatan yang tepat, orang yang mengalami gangguan jiwa dapat menjalani kehidupan yang penuh dan produktif.
Sumber:
National Institute of Mental Health: Substance Use and Mental Health
Penarikan diri dari aktivitas sosial
Salah satu ciri orang yang mengalami gangguan jiwa adalah menarik diri dari aktivitas sosial. Penarikan diri ini bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti perasaan cemas, malu, atau tidak percaya diri. Orang yang mengalami gangguan jiwa mungkin merasa sulit untuk berinteraksi dengan orang lain, sehingga mereka memilih untuk menghindari situasi sosial.
Penarikan diri dari aktivitas sosial dapat memiliki dampak negatif pada kehidupan seseorang. Hal ini dapat menyebabkan kesepian, isolasi, dan kesulitan dalam menjalin hubungan. Selain itu, penarikan diri dari aktivitas sosial juga dapat memperburuk gejala gangguan jiwa, seperti depresi dan kecemasan.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami penarikan diri dari aktivitas sosial, penting untuk mencari bantuan profesional. Ada berbagai pilihan pengobatan yang tersedia, seperti terapi, pengobatan, dan rawat inap. Dengan pengobatan yang tepat, orang yang mengalami gangguan jiwa dapat mengatasi gejala-gejala gangguan jiwa dan kembali berpartisipasi dalam aktivitas sosial.
Sumber:
National Institute of Mental Health: Social Anxiety DisorderKehilangan Minat pada Hal-hal yang Dulu Disukai
Kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai merupakan salah satu ciri-ciri orang yang mengalami gangguan jiwa. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan kadar neurotransmiter di otak, efek samping obat-obatan, atau gejala depresi.
Bagi orang yang mengalami gangguan jiwa, kehilangan minat pada aktivitas yang dulu mereka sukai bisa menjadi tanda bahwa kondisi mereka sedang memburuk. Hal ini bisa berdampak negatif pada kehidupan mereka, karena mereka mungkin menjadi lebih menarik diri dan tidak lagi terlibat dalam kegiatan yang dulu mereka nikmati. Kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai juga bisa menjadi tanda bahwa pengobatan yang mereka jalani tidak efektif dan perlu diubah.
Jika Anda memperhatikan bahwa seseorang yang Anda kenal mengalami kehilangan minat pada hal-hal yang dulu mereka sukai, penting untuk mendorong mereka untuk mencari bantuan profesional. Seorang terapis atau psikiater dapat membantu mendiagnosis penyebab kehilangan minat tersebut dan merekomendasikan pengobatan yang tepat.
Sumber:
National Institute of Mental Health: DepressionPerasaan Tidak Berharga atau Bersalah
Perasaan tidak berharga atau bersalah merupakan salah satu ciri yang umum ditemukan pada orang yang mengalami gangguan jiwa. Perasaan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan kadar neurotransmiter di otak, efek samping obat-obatan, atau gejala depresi.
Bagi orang yang mengalami gangguan jiwa, perasaan tidak berharga atau bersalah dapat menjadi tanda bahwa kondisi mereka sedang memburuk. Hal ini dapat berdampak negatif pada kehidupan mereka, karena mereka mungkin menjadi lebih menarik diri dan tidak lagi terlibat dalam kegiatan yang dulu mereka nikmati.
Contohnya, seseorang dengan depresi mungkin merasa bahwa mereka tidak berharga atau bersalah karena mereka tidak dapat melakukan tugas-tugas sehari-hari seperti biasanya. Perasaan ini dapat membuat mereka semakin menarik diri dan menghindari kontak sosial, yang pada akhirnya dapat memperburuk gejala depresi mereka.
Penting untuk diingat bahwa perasaan tidak berharga atau bersalah bukanlah tanda kelemahan. Ini adalah gejala dari kondisi medis yang dapat diobati. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami perasaan ini, penting untuk mencari bantuan profesional. Seorang terapis atau psikiater dapat membantu mendiagnosis penyebab perasaan tersebut dan merekomendasikan pengobatan yang tepat.
Sumber:
National Institute of Mental Health: DepressionPertanyaan Umum tentang Ciri-ciri Orang yang Mengalami Gangguan Jiwa
Gangguan kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan, memengaruhi banyak orang, dan sering kali sulit untuk mengetahui apakah seseorang sedang berjuang. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum tentang ciri-ciri orang yang mengalami gangguan jiwa:
Pertanyaan 1: Apa saja ciri-ciri umum gangguan jiwa?
Ciri-ciri umum gangguan jiwa dapat meliputi perubahan suasana hati yang ekstrem, perubahan perilaku yang signifikan, gangguan tidur, gangguan makan, penurunan konsentrasi atau memori, pikiran atau perilaku irasional, penyalahgunaan zat, penarikan diri dari aktivitas sosial, kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai, dan perasaan tidak berharga atau bersalah.
Pertanyaan 2: Apakah semua orang yang mengalami gangguan jiwa berbahaya?
Tidak, sebagian besar orang yang mengalami gangguan jiwa tidak berbahaya. Faktanya, banyak orang dengan gangguan jiwa menjalani kehidupan yang penuh dan produktif. Namun, beberapa orang dengan gangguan jiwa tertentu, seperti skizofrenia atau gangguan bipolar, mungkin mengalami episode psikotik di mana mereka dapat menjadi berbahaya bagi diri mereka sendiri atau orang lain.
Pertanyaan 3: Apakah gangguan jiwa bisa disembuhkan?
Meskipun gangguan jiwa tidak dapat disembuhkan, namun bisa dikelola. Dengan pengobatan yang tepat, orang dengan gangguan jiwa dapat hidup normal dan produktif. Perawatan termasuk terapi, pengobatan, dan perubahan gaya hidup.
Pertanyaan 4: Bagaimana cara membantu seseorang yang mengalami gangguan jiwa?
Cara terbaik untuk membantu seseorang yang mengalami gangguan jiwa adalah dengan mendorong mereka untuk mencari bantuan profesional. Anda juga dapat memberikan dukungan emosional, mendengarkan mereka, dan membantu mereka menemukan sumber daya yang mereka butuhkan.
Pertanyaan 5: Apa yang harus saya lakukan jika saya pikir seseorang yang saya kenal sedang mengalami gangguan jiwa?
Jika Anda menduga seseorang yang Anda kenal sedang mengalami gangguan jiwa, penting untuk mendorong mereka untuk mencari bantuan profesional. Anda juga dapat memberikan dukungan emosional, mendengarkan mereka, dan membantu mereka menemukan sumber daya yang mereka butuhkan.
Pertanyaan 6: Di mana saya bisa mendapatkan bantuan jika saya atau seseorang yang saya kenal sedang berjuang dengan gangguan jiwa?
Ada banyak sumber daya yang tersedia untuk membantu orang yang berjuang dengan gangguan jiwa. Anda dapat menghubungi National Alliance on Mental Illness (NAMI) di 1-800-950-NAMI (6264), atau mengunjungi situs web mereka di nami.org.
Gangguan jiwa adalah kondisi kesehatan mental yang serius, tetapi dapat dikelola. Dengan pengobatan yang tepat, orang dengan gangguan jiwa dapat hidup normal dan produktif. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang berjuang dengan gangguan jiwa, jangan ragu untuk mencari bantuan.
Sumber:
National Institute of Mental Health: Mental HealthCiri-ciri Orang yang Mengalami Gangguan Jiwa
Gangguan jiwa adalah kondisi kesehatan mental yang memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang. Gangguan jiwa dapat bersifat sementara atau permanen, dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti genetika, trauma, atau stres.
Ada banyak tanda dan gejala yang dapat menandakan gangguan jiwa, di antaranya:
1. Perubahan Suasana Hati yang Ekstrem
Orang yang mengalami gangguan jiwa mungkin mengalami perubahan suasana hati yang ekstrem, seperti merasa sangat sedih, cemas, atau marah dalam waktu yang lama. Perubahan suasana hati ini sering kali tidak sesuai dengan situasi yang sedang dialami, dan dapat terjadi secara tiba-tiba dan tanpa sebab yang jelas.
2. Perubahan Perilaku yang Signifikan
Orang yang mengalami gangguan jiwa mungkin mengalami perubahan perilaku yang signifikan, seperti menjadi lebih menarik diri atau agresif. Mereka mungkin juga mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi atau perilaku mereka, seperti impulsif atau sembrono.
3. Gangguan Tidur
Orang yang mengalami gangguan jiwa mungkin mengalami gangguan tidur, seperti insomnia atau tidur berlebihan. Mereka mungkin kesulitan untuk tidur, sering terbangun di malam hari, atau merasa lelah dan tidak segar setelah tidur.
4. Gangguan Makan
Orang yang mengalami gangguan jiwa mungkin mengalami gangguan makan, seperti kehilangan nafsu makan atau makan berlebihan. Mereka mungkin juga terlibat dalam perilaku tidak sehat untuk mengendalikan berat badan, seperti olahraga berlebihan atau penggunaan obat pencahar.
5. Penurunan Konsentrasi atau Memori
Orang yang mengalami gangguan jiwa mungkin mengalami penurunan konsentrasi atau memori. Mereka mungkin kesulitan untuk fokus pada tugas, mengingat informasi, atau mengikuti percakapan.
6. Pikiran atau Perilaku Irasional
Orang yang mengalami gangguan jiwa mungkin mengalami pikiran atau perilaku irasional, seperti halusinasi atau delusi. Halusinasi adalah melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada, sedangkan delusi adalah keyakinan yang salah dan tidak sesuai dengan kenyataan.
7. Penyalahgunaan Zat
Orang yang mengalami gangguan jiwa mungkin menyalahgunakan zat, seperti alkohol atau obat-obatan terlarang, untuk mengatasi gejala-gejala gangguan jiwa mereka. Penyalahgunaan zat dapat memperburuk gejala gangguan jiwa dan menyebabkan masalah kesehatan lainnya.
8. Penarikan Diri dari Aktivitas Sosial
Orang yang mengalami gangguan jiwa mungkin menarik diri dari aktivitas sosial karena mereka merasa cemas, malu, atau tidak percaya diri. Penarikan diri dari aktivitas sosial dapat memperburuk gejala gangguan jiwa dan menyebabkan kesepian dan isolasi.
Penting untuk diingat bahwa tidak semua orang yang mengalami tanda dan gejala ini mengalami gangguan jiwa. Namun, jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami beberapa tanda dan gejala ini, penting untuk mencari bantuan profesional. Gangguan jiwa dapat diobati, dan pengobatan dini dapat membantu meningkatkan hasil pengobatan.
Ada banyak sumber daya yang tersedia untuk membantu orang yang mengalami gangguan jiwa, seperti National Alliance on Mental Illness (NAMI) atau National Institute of Mental Health (NIMH). Jangan ragu untuk mencari bantuan jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang berjuang dengan gangguan jiwa.
Ciri-ciri Orang yang Mengalami Gangguan Jiwa
Gangguan jiwa dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau latar belakang sosial. Gejalanya beragam, namun ada beberapa ciri umum yang dapat dikenali, seperti perubahan suasana hati yang ekstrem, perilaku yang tidak biasa, kesulitan tidur, gangguan makan, dan masalah konsentrasi atau memori.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami ciri-ciri tersebut, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Gangguan jiwa dapat diobati, dan semakin cepat diobati, semakin baik prognosisnya. Jangan biarkan stigma atau rasa malu menghalangi Anda untuk mendapatkan bantuan. Gangguan jiwa bukanlah tanda kelemahan, melainkan kondisi kesehatan yang dapat disembuhkan.