This page looks best with JavaScript enabled

Rahasia CV Lewat Email yang Tak Tertahankan, Dijamin Dilirik HRD!

 ·  ☕ 12 min read

Untuk membuat CV lewat email yang baik dan menarik perhatian perekrut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Gunakan alamat email yang profesional dan mudah diingat.
  • Tulis subjek email yang jelas dan informatif, seperti "Lamaran Pekerjaan untuk Posisi [Nama Posisi]".
  • Lampirkan CV dalam format PDF atau DOCX, dan beri nama file dengan format "Nama Anda_CV".
  • Tulis isi email yang singkat, padat, dan jelas, yang menyatakan maksud Anda melamar pekerjaan tersebut dan alasan mengapa Anda tertarik dengan posisi tersebut.
  • Koreksi kembali CV dan isi email Anda sebelum mengirimkannya, untuk memastikan tidak ada kesalahan penulisan atau tata bahasa.

contoh cv lewat email

Dalam dunia kerja masa kini, melamar pekerjaan lewat email sudah jadi hal yang umum. Maka dari itu, penting banget buat kamu punya contoh CV lewat email yang kece dan bisa menarik perhatian perekrut.

  • Profesional: Alamat email yang kamu pakai harus terlihat profesional, hindari pakai nama panggilan atau email yang aneh-aneh.
  • Singkat: Isi email jangan terlalu panjang, langsung to the point aja. Jelaskan secara singkat maksud kamu melamar dan kenapa kamu tertarik dengan posisi tersebut.
  • Jelas: Subjek email harus jelas dan informatif, serta nama file CV juga harus sesuai dengan nama kamu.
  • Formal: Walaupun lewat email, tetap gunakan bahasa yang formal dan sopan.
  • Koreksi: Sebelum dikirim, cek lagi CV dan email kamu untuk memastikan nggak ada kesalahan penulisan atau tata bahasa.
  • Lampiran: Lampirkan CV dalam format PDF atau DOCX, jangan lupa kasih nama file yang jelas.
  • Tindak Lanjut: Setelah mengirim email, jangan lupa untuk menindak lanjuti dengan menelepon atau mengirim email lagi untuk menanyakan status lamaran kamu.

Dengan memperhatikan aspek-aspek di atas, kamu bisa membuat contoh CV lewat email yang menarik dan profesional. Kesempatan kamu untuk dilirik perekrut pun akan lebih besar. Jadi, jangan malas untuk membuat CV lewat email yang kece ya!

Sebagai contoh, kamu bisa lihat contoh CV lewat email berikut ini:

Kepada Yth.[Nama Perekrut][Nama Perusahaan][Alamat Perusahaan]Dengan hormat,Saya ingin melamar posisi [Nama Posisi] yang diiklankan di [Nama Website/Sumber Lowongan]. Saya telah bekerja selama [Jumlah Tahun] tahun di bidang [Nama Industri] dan memiliki pengalaman yang relevan dengan posisi tersebut.Saya yakin dengan keterampilan dan pengalaman saya, saya dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi perusahaan Anda. Saya juga seorang pekerja keras, termotivasi, dan berorientasi pada hasil.Saya telah melampirkan CV saya untuk pertimbangan lebih lanjut. Saya bersedia untuk memberikan informasi tambahan atau mengikuti tes yang diperlukan.Terima kasih atas waktu dan pertimbangannya. Saya berharap dapat segera mendengar kabar dari Anda.Hormat saya,[Nama Anda]

Profesional: Alamat email yang kamu pakai harus terlihat profesional, hindari pakai nama panggilan atau email yang aneh-aneh.

Kalau kamu melamar kerja lewat email, alamat email yang kamu pakai itu penting banget. Jangan pakai nama panggilan atau email yang aneh-aneh, karena itu bisa bikin perekrut mikir kamu nggak serius. Misalnya, hindari pakai alamat email kayak "anakgaul99@situsgratisan.com" atau "princesscantik@inbox.me".

  • Nama lengkap: Ini adalah pilihan paling aman dan profesional. Misalnya: nama.belakang@gmail.com
  • Nama depan dan belakang: Kalau nama kamu cukup umum, kamu bisa pakai nama depan dan belakang untuk membedakan diri kamu dari pelamar lain. Misalnya: andi.saputra@yahoo.com
  • Nama dan profesi: Kamu bisa menambahkan profesi kamu di alamat email untuk menunjukkan kualifikasi kamu. Misalnya: andi.saputra.designer@mail.com

Selain itu, pastikan alamat email kamu mudah diingat dan dieja. Hindari pakai angka atau simbol yang aneh-aneh, karena bisa bikin perekrut kesulitan ngetik atau nge-remember alamat email kamu.

Singkat: Isi email jangan terlalu panjang, langsung to the point aja. Jelaskan secara singkat maksud kamu melamar dan kenapa kamu tertarik dengan posisi tersebut.

Dalam contoh CV lewat email, salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah singkat dan jelas. Perekrut biasanya menerima banyak lamaran setiap harinya, jadi mereka nggak punya waktu untuk baca email yang panjang-panjang. Cukup jelaskan secara singkat maksud kamu melamar dan kenapa kamu tertarik dengan posisi tersebut.

  • Pertama-tama, sebutkan posisi yang kamu lamar. Misalnya: "Saya ingin melamar posisi Desainer Grafis yang diiklankan di website perusahaan Anda."
  • Kemudian, jelaskan secara singkat kenapa kamu tertarik dengan posisi tersebut. Misalnya: "Saya memiliki pengalaman selama 3 tahun di bidang desain grafis dan sangat tertarik dengan visi perusahaan Anda untuk menciptakan produk-produk yang inovatif."
  • Terakhir, tambahkan ajakan untuk perekrut. Misalnya: "Saya yakin dengan keterampilan dan pengalaman saya, saya dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi perusahaan Anda. Saya bersedia untuk memberikan informasi tambahan atau mengikuti tes yang diperlukan."

Dengan mengikuti tips ini, kamu bisa membuat email lamaran yang singkat, jelas, dan menarik perhatian perekrut. Jadi, nggak ada alasan lagi buat kamu kirim email lamaran yang panjang dan bertele-tele. Tulis email dengan singkat dan jelas, lalu tunggu kabar baik dari perekrut.

Jelas: Subjek email harus jelas dan informatif, serta nama file CV juga harus sesuai dengan nama kamu.

Dalam dunia serba digital ini, melamar pekerjaan lewat email sudah jadi hal yang umum. Supaya lamaran kamu dilirik sama perekrut, contoh CV lewat email yang kamu kirim harus jelas dan informatif, mulai dari subjek email sampai nama file CV.

  • Subjek email yang jelas: Subjek email lamaran kerja kamu harus jelas dan informatif, sehingga perekrut langsung tahu posisi apa yang kamu lamar dan dari mana kamu melamar. Hindari pakai subjek yang umum atau nggak jelas, seperti "Lamaran Pekerjaan" atau "CV". Sebaiknya, cantumkan posisi yang kamu lamar dan nama perusahaan yang kamu tuju. Misalnya: "Lamaran Pekerjaan untuk Posisi Desainer Grafis di PT Kreasi Digital".
  • Nama file CV yang sesuai: Nama file CV juga nggak boleh asal-asalan. Jangan cuma kasih nama "CV" atau "Resume", karena bisa jadi perekrut punya banyak CV dengan nama yang sama dan CV kamu jadi ketuker sama CV pelamar lain. Sebaiknya, kasih nama file CV dengan format "Nama Kamu_Posisi yang Dilamar". Misalnya: "Andi Saputra_Desainer Grafis".

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, kamu bisa membuat contoh CV lewat email yang jelas dan informatif, sehingga perekrut langsung tahu siapa kamu dan apa yang kamu lamar. Kesempatan kamu untuk dilirik perekrut pun akan lebih besar. Jadi, jangan lupa untuk selalu memperhatikan subjek email dan nama file CV kamu ya!

Formal: Walaupun lewat email, tetap gunakan bahasa yang formal dan sopan.

Saat mengirim contoh CV lewat email, penting untuk tetap menggunakan bahasa yang formal dan sopan, meskipun kita berkomunikasi melalui email. Hal ini menunjukkan bahwa kita menghargai penerima email dan menganggap serius lamaran pekerjaan yang kita kirimkan.

Bahasa yang formal dan sopan juga memudahkan perekrut untuk membaca dan memahami CV kita. Perekrut biasanya menerima banyak lamaran pekerjaan setiap harinya, jadi mereka akan lebih tertarik membaca CV yang ditulis dengan jelas dan ringkas.

Selain itu, menggunakan bahasa yang formal dan sopan juga menunjukkan bahwa kita adalah kandidat yang profesional dan berpendidikan. Hal ini akan memberikan kesan yang baik kepada perekrut dan meningkatkan peluang kita untuk mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan.

Jadi, selalu ingat untuk menggunakan bahasa yang formal dan sopan ketika mengirim contoh CV lewat email. Dengan begitu, kita menunjukkan bahwa kita adalah kandidat yang serius dan menghargai perekrut. Kesempatan kita untuk mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan pun akan lebih besar.

Sumber: Email Etiquette for Sending a Resume

Koreksi: Sebelum dikirim, cek lagi CV dan email kamu untuk memastikan nggak ada kesalahan penulisan atau tata bahasa.

Dalam membuat contoh cv lewat email, tahap koreksi sangat krusial. Soalnya, CV dan email yang kamu kirim itu adalah representasi diri kamu di hadapan perekrut. Bayangin kalau ada kesalahan penulisan atau tata bahasa, bisa-bisa perekrut langsung ilfil sama kamu. Makanya, sebelum dikirim, pastikan kamu udah koreksi CV dan email dengan teliti.

Kesalahan sekecil apapun, seperti salah ketik atau penggunaan tanda baca yang salah, bisa bikin CV kamu terlihat nggak profesional. Padahal, perekrut itu biasanya menilai kandidat dari hal-hal detail kayak gitu. Jadi, jangan sampai kamu kehilangan kesempatan kerja cuma gara-gara kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari.

Selain itu, koreksi juga penting untuk memastikan bahwa CV dan email kamu sesuai dengan standar penulisan yang baik. Perekrut biasanya menerima banyak lamaran kerja setiap harinya, jadi mereka nggak punya waktu untuk baca CV yang berantakan atau susah dipahami. Dengan mengoreksi CV dan email kamu, kamu bisa memastikan bahwa lamaran kamu terlihat rapi dan mudah dibaca, sehingga perekrut tertarik untuk mempelajarinya lebih lanjut.

Jadi, sebelum kamu mengirim contoh cv lewat email, jangan lupa untuk koreksi dulu ya. Pastikan nggak ada kesalahan penulisan atau tata bahasa, dan pastikan juga CV dan email kamu sesuai dengan standar penulisan yang baik. Dengan begitu, kamu bisa meningkatkan peluang kamu untuk dilirik oleh perekrut dan mendapatkan pekerjaan yang kamu inginkan.

Sumber: Email Etiquette for Sending a Resume

Lampiran: Lampirkan CV dalam format PDF atau DOCX, jangan lupa kasih nama file yang jelas.

Dalam membuat contoh CV lewat email, jangan lupa untuk melampirkan CV kamu dalam format PDF atau DOCX. Format ini umum digunakan dan dapat dibuka oleh berbagai perangkat, sehingga perekrut dapat dengan mudah mengakses dan membaca CV kamu. Selain itu, pastikan nama file CV-mu jelas dan sesuai dengan nama kamu, misalnya "NamaKamu_CV". Hal ini akan memudahkan perekrut untuk mengidentifikasi CV kamu di antara banyak lamaran yang masuk.

Selain format dan nama file yang jelas, pastikan juga ukuran file CV kamu tidak terlalu besar. Perekrut biasanya menerima banyak lamaran kerja melalui email, sehingga mereka tidak ingin repot membuka file CV yang berukuran besar dan memakan waktu lama untuk diunduh. Idealnya, ukuran file CV kamu tidak lebih dari 2 MB.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, kamu dapat memastikan bahwa CV yang kamu lampirkan dalam contoh CV lewat email terlihat profesional dan mudah diakses oleh perekrut. Hal ini akan meningkatkan peluang kamu untuk dilirik dan dipertimbangkan untuk posisi yang kamu lamar.

Sumber: Email Etiquette for Sending a Resume

Tindak Lanjut: Setelah mengirim email, jangan lupa untuk menindak lanjuti dengan menelepon atau mengirim email lagi untuk menanyakan status lamaran kamu.

Dalam dunia kerja yang kompetitif saat ini, melamar pekerjaan lewat email sudah jadi hal yang lumrah. Supaya lamaran kamu nggak tenggelam di antara lautan email lainnya, penting banget buat melakukan tindak lanjut. Caranya bisa dengan menelepon atau mengirim email lagi beberapa hari setelah kamu mengirim lamaran awal. Menanyakan status lamaran nggak cuma menunjukkan bahwa kamu antusias dengan posisi yang kamu lamar, tapi juga memberi kesan bahwa kamu orang yang proaktif dan nggak cuma duduk manis nunggu kabar.

  • Kesan yang Baik: Tindak lanjut menunjukkan bahwa kamu benar-benar tertarik dengan posisi yang kamu lamar dan menghargai waktu perekrut. Ini akan memberikan kesan yang baik dan membuat perekrut lebih mengingat lamaran kamu.
  • Peluang Mendapat Informasi: Dengan menanyakan status lamaran, kamu bisa mendapatkan informasi terbaru tentang proses rekrutmen. Mungkin saja lamaran kamu sudah masuk ke tahap berikutnya, atau mungkin ada persyaratan tambahan yang perlu kamu penuhi. Informasi ini tentu saja penting untuk mempersiapkan langkah kamu selanjutnya.
  • Meningkatkan Peluang Direkrut: Perekrut biasanya lebih cenderung merekrut kandidat yang proaktif dan menunjukkan minat yang tinggi. Dengan menindak lanjuti lamaran kamu, kamu menunjukkan bahwa kamu nggak cuma sekedar melamar kerja, tapi juga benar-benar ingin bergabung dengan perusahaan tersebut.

Jadi, jangan ragu untuk menindak lanjuti lamaran kerja kamu lewat email atau telepon. Tunjukkan bahwa kamu antusias, proaktif, dan benar-benar ingin mendapatkan pekerjaan tersebut. Siapa tahu, tindak lanjut kamu bisa jadi faktor penentu yang membuat kamu dilirik oleh perekrut.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Contoh CV Lewat Email

Bingung bagaimana cara membuat contoh CV lewat email yang menarik perhatian HRD? Tenang, berikut ini beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan beserta jawabannya.

Pertanyaan 1: Bolehkah menggunakan alamat email yang lucu atau unik untuk melamar kerja?

Sebaiknya tidak, karena alamat email yang tidak profesional dapat mengurangi kredibilitas lamaran kamu. Gunakan alamat email yang formal dan mudah diingat, seperti nama.belakang@email.com.

Pertanyaan 2: Bagaimana cara menulis subjek email lamaran kerja yang efektif?

Subjek email yang baik harus jelas dan informatif, seperti "Lamaran Kerja untuk Posisi [Nama Posisi] di [Nama Perusahaan]". Hindari subjek yang terlalu umum atau panjang lebar.

Pertanyaan 3: Apakah perlu melampirkan CV dalam format PDF atau DOCX?

Ya, lampirkan CV dalam format PDF atau DOCX agar perekrut dapat membukanya dengan mudah menggunakan berbagai perangkat. Hindari menggunakan format lain yang mungkin tidak didukung oleh semua perangkat.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara membuat isi email lamaran kerja yang menarik?

Tulis isi email yang singkat, padat, dan jelas. Perkenalkan dirimu, sebutkan posisi yang kamu lamar, dan jelaskan secara singkat kualifikasi serta pengalaman yang relevan. Hindari penggunaan bahasa yang berlebihan atau bertele-tele.

Pertanyaan 5: Apakah perlu menindaklanjuti lamaran kerja setelah mengirim email?

Ya, sangat disarankan untuk menindaklanjuti lamaran kerja beberapa hari setelah mengirim email. Kamu dapat menghubungi perekrut melalui telepon atau email untuk menanyakan status lamaranmu. Hal ini menunjukkan bahwa kamu antusias dan tertarik dengan posisi tersebut.

Pertanyaan 6: Di mana bisa menemukan contoh CV lewat email yang bagus?

Kamu dapat menemukan contoh CV lewat email yang bagus di berbagai situs web, seperti LinkedIn, Indeed, atau Glassdoor. Carilah contoh yang sesuai dengan industri dan posisi yang kamu lamar.

Dengan mengikuti tips di atas, kamu bisa membuat contoh CV lewat email yang menarik dan profesional. Tingkatkan peluangmu untuk dilirik HRD dan raih pekerjaan impianmu!

Sumber: Email Etiquette for Sending a Resume

Tips Membuat Contoh CV Lewat Email yang Menarik

Mau bikin CV lewat email yang bikin HRD terpikat? Ikuti tips kece ini, dijamin lamaranmu bakal dilirik terus!

Tip 1: Pakai Alamat Email Profesional

Hindari pakai alamat email aneh-aneh atau nama panggilan. Contohnya, pakai aja nama.belakang@email.com. Biar kelihatan profesional dan mudah diingat.

Tip 2: Subjek Email yang Jelas

Tulis subjek email yang singkat dan jelas. Cantumkan posisi yang kamu lamar dan nama perusahaan. Contohnya, "Lamaran Kerja untuk Posisi Desainer Grafis di PT Kreasi Digital".

Tip 3: Lampirkan CV Format PDF atau DOCX

Jangan lupa lampirkan CV dalam format PDF atau DOCX. Biar perekrut bisa buka CV-mu dengan mudah di berbagai perangkat.

Tip 4: Tulis Isi Email yang Singkat dan Jelas

Langsung to the point! Perkenalkan diri, sebutkan posisi yang kamu lamar, dan jelaskan singkat kualifikasi kamu. Hindari bahasa bertele-tele.

Tip 5: Tindak Lanjuti Lamaran Kerja

Setelah kirim email, jangan lupa tindak lanjuti beberapa hari kemudian. Telepon atau email perekrut untuk tanya status lamaranmu. Tunjukkan kalau kamu antusias dan tertarik dengan posisi tersebut.

Tip 6: Cari Contoh CV Lewat Email yang Bagus

Butuh inspirasi? Cari aja contoh CV lewat email yang bagus di internet. Banyak banget contoh yang bisa kamu jadikan acuan.

Kesimpulan

Dengan mengikuti tips di atas, dijamin contoh CV lewat email kamu bakal kece abis! Tingkatkan peluangmu untuk dilirik HRD dan raih kerjaan impianmu!

Kirim CV Lewat Email, Gampang Banget!

Contoh CV Lewat Email

Kirim CV lewat email itu gampang banget, asal tau triknya. Pertama, pakai alamat email yang profesional, bukan yang aneh-aneh. Kedua, tulis subjek email yang jelas, sebutin posisi yang dilamar dan nama perusahaan. Ketiga, lampirkan CV dalam format PDF atau DOCX, biar gampang dibuka. Keempat, isi emailnya singkat dan jelas, langsung to the point. Kelima, tindak lanjuti lamaran kamu beberapa hari setelah dikirim, tunjukin kalau kamu antusias sama posisi itu. Keenam, cari contoh CV lewat email yang bagus di internet, banyak banget yang bisa kamu jadikan acuan.

Dengan ngikutin tips-tips di atas, dijamin CV lewat email kamu bakal kece abis! Tingkatin peluang kamu buat dilirik HRD dan raih kerjaan impian!

Images References

Images References, Contoh Cv
Share on