This page looks best with JavaScript enabled

Contoh Laporan Laba Rugi: Rahasia Sukses Bisnis Dagang Anda

 ·  ☕ 13 min read

Secara umum, laporan laba rugi perusahaan dagang mencakup komponen-komponen berikut:

  • Pendapatan
  • Beban pokok penjualan
  • Laba kotor
  • Beban usaha
  • Laba operasi
  • Pendapatan/beban non-operasional
  • Laba/rugi sebelum pajak
  • Pajak penghasilan
  • Laba/rugi bersih

Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Laporan laba rugi perusahaan dagang merupakan bagian penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Laporan ini menyajikan informasi penting mengenai kinerja keuangan perusahaan selama periode tertentu, biasanya satu tahun.

  • Pendapatan: Total penjualan barang atau jasa yang dilakukan perusahaan selama periode tertentu.
  • Harga Pokok Penjualan (HPP): Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk membeli atau memproduksi barang atau jasa yang dijual.
  • Laba Kotor: Selisih antara pendapatan dan HPP, menunjukkan keuntungan awal perusahaan.
  • Beban Usaha: Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan usahanya, seperti biaya sewa, gaji karyawan, dan biaya pemasaran.
  • Laba Operasi: Selisih antara laba kotor dan beban usaha, menunjukkan keuntungan perusahaan dari aktivitas operasinya.
  • Pendapatan/Beban Non-Operasional: Pendapatan atau beban yang diperoleh perusahaan dari aktivitas di luar aktivitas operasinya, seperti pendapatan bunga atau kerugian penjualan aset.
  • Laba/Rugi Sebelum Pajak: Selisih antara laba operasi dan pendapatan/beban non-operasional.
  • Pajak Penghasilan: Pajak yang harus dibayar perusahaan atas laba yang diperolehnya.
  • Laba/Rugi Bersih: Selisih antara laba/rugi sebelum pajak dan pajak penghasilan, menunjukkan laba atau rugi bersih perusahaan selama periode tersebut.

Dengan memahami aspek-aspek penting laporan laba rugi perusahaan dagang, perusahaan dapat mengelola keuangannya dengan lebih baik, mengambil keputusan yang tepat, dan meningkatkan kinerjanya.

Sebagai contoh, perusahaan dapat menggunakan laporan laba rugi untuk mengidentifikasi area di mana biaya dapat dikurangi atau pendapatan dapat ditingkatkan. Selain itu, laporan laba rugi juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dibandingkan dengan pesaing atau industri secara keseluruhan.

Pendapatan: Total penjualan barang atau jasa yang dilakukan perusahaan selama periode tertentu.

Dalam sebuah contoh laporan laba rugi perusahaan dagang, pendapatan merupakan faktor krusial yang menunjukkan hasil dari aktivitas penjualan barang atau jasa yang dilakukan perusahaan dalam periode tertentu. Pendapatan menjadi dasar perhitungan laba rugi perusahaan dan menjadi indikator utama kinerja keuangan perusahaan.

  • Komponen Pendapatan
    Pendapatan dalam laporan laba rugi terdiri dari beberapa komponen, seperti:
    • Penjualan tunai
    • Penjualan kredit
    • Diskon dan potongan harga
  • Sumber Pendapatan
    Pendapatan dapat berasal dari berbagai sumber, seperti:
    • Penjualan produk
    • Penjualan jasa
    • Penjualan aset
  • Pengaruh Pendapatan
    Pendapatan memiliki pengaruh yang besar terhadap laporan laba rugi perusahaan, yaitu:
    • Menjadi dasar perhitungan laba kotor
    • Menjadi penentu laba bersih perusahaan
    • Menunjukkan kinerja penjualan perusahaan
  • Analisis Pendapatan
    Analisis pendapatan sangat penting untuk mengukur kinerja perusahaan dan mengambil keputusan strategis. Analisis ini dapat dilakukan dengan membandingkan pendapatan periode berjalan dengan periode sebelumnya atau dengan perusahaan lain di industri yang sama.

Dengan memahami pendapatan secara komprehensif, perusahaan dapat menyusun laporan laba rugi yang akurat dan menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.

Harga Pokok Penjualan (HPP): Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk membeli atau memproduksi barang atau jasa yang dijual.

Harga Pokok Penjualan (HPP) merupakan aspek krusial dalam contoh laporan laba rugi perusahaan dagang. HPP mencerminkan pengorbanan ekonomi yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh atau memproduksi barang atau jasa yang dijual.

  • Komponen HPP
    HPP umumnya terdiri dari beberapa komponen, antara lain:
    • Biaya bahan baku
    • Biaya tenaga kerja langsung
    • Biaya overhead pabrik
  • Jenis HPP
    Dalam laporan laba rugi perusahaan dagang, terdapat dua jenis HPP, yaitu:
    • HPP Penjualan
    • HPP Produksi
  • Pengaruh HPP
    HPP mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap laporan laba rugi perusahaan dagang, antara lain:
    • Menjadi dasar perhitungan laba kotor
    • Memengaruhi laba bersih perusahaan
    • Menunjukkan efisiensi perusahaan dalam mengelola biaya produksi
  • Analisis HPP
    Analisis HPP sangat penting untuk mengukur kinerja perusahaan dan mengambil keputusan strategis. Analisis ini dapat dilakukan dengan membandingkan HPP periode berjalan dengan periode sebelumnya atau dengan perusahaan lain di industri yang sama.

Dengan memahami HPP secara komprehensif, perusahaan dapat menyusun laporan laba rugi yang akurat dan menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.

Laba Kotor: Selisih antara pendapatan dan HPP, menunjukkan keuntungan awal perusahaan.

Dalam contoh laporan laba rugi perusahaan dagang, laba kotor merupakan indikator penting yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aktivitas penjualan barang atau jasanya.

  • Komponen Laba Kotor
    Laba kotor dihitung dengan mengurangkan Harga Pokok Penjualan (HPP) dari Pendapatan. Laba kotor menunjukkan margin keuntungan awal perusahaan sebelum memperhitungkan beban-beban lainnya.
  • Pengaruh Laba Kotor
    Laba kotor sangat memengaruhi kinerja keuangan perusahaan, yaitu:
    • Menjadi dasar perhitungan laba operasi
    • Menunjukkan efisiensi perusahaan dalam mengelola biaya
    • Menjadi indikator profitabilitas perusahaan
  • Analisis Laba Kotor
    Analisis laba kotor sangat penting untuk mengukur kinerja perusahaan dan mengambil keputusan strategis. Analisis ini dapat dilakukan dengan cara:
    • Membandingkan laba kotor periode berjalan dengan periode sebelumnya
    • Membandingkan laba kotor dengan perusahaan lain di industri yang sama
    • Mengevaluasi tren laba kotor dari waktu ke waktu

Dengan memahami laba kotor secara komprehensif, perusahaan dapat menyusun laporan laba rugi yang akurat dan menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.

Beban Usaha: Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan usahanya, seperti biaya sewa, gaji karyawan, dan biaya pemasaran.

Dalam contoh laporan laba rugi perusahaan dagang, beban usaha merupakan komponen penting yang menunjukkan pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan perusahaan untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari.

  • Komponen Beban Usaha
    Beban usaha terdiri dari berbagai jenis pengeluaran, antara lain:
    • Biaya sewa
    • Gaji karyawan
    • Biaya pemasaran
    • Biaya utilitas
    • Biaya administrasi
  • Pengaruh Beban Usaha
    Beban usaha sangat memengaruhi kinerja keuangan perusahaan, yaitu:
    • Menjadi dasar perhitungan laba operasi
    • Memengaruhi laba bersih perusahaan
    • Menunjukkan efisiensi perusahaan dalam mengelola pengeluaran
  • Analisis Beban Usaha
    Analisis beban usaha sangat penting untuk mengukur kinerja perusahaan dan mengambil keputusan strategis. Analisis ini dapat dilakukan dengan cara:
    • Membandingkan beban usaha periode berjalan dengan periode sebelumnya
    • Membandingkan beban usaha dengan perusahaan lain di industri yang sama
    • Mengevaluasi tren beban usaha dari waktu ke waktu

Dengan memahami beban usaha secara komprehensif, perusahaan dapat menyusun laporan laba rugi yang akurat dan menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.

Laba Operasi: Selisih antara laba kotor dan beban usaha, menunjukkan keuntungan perusahaan dari aktivitas operasinya.

Dalam contoh laporan laba rugi perusahaan dagang, laba operasi merupakan indikator penting yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aktivitas bisnis utamanya.

Laba operasi dihitung dengan mengurangkan beban usaha dari laba kotor. Beban usaha mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari, seperti biaya sewa, gaji karyawan, dan biaya pemasaran. Dengan demikian, laba operasi menunjukkan keuntungan perusahaan sebelum memperhitungkan pendapatan dan beban non-operasional.

Laba operasi memiliki peran penting dalam laporan laba rugi karena menjadi dasar perhitungan laba bersih perusahaan. Laba bersih merupakan laba akhir yang diperoleh perusahaan setelah memperhitungkan seluruh pendapatan dan beban, baik yang berasal dari aktivitas operasi maupun non-operasional.

Analisis laba operasi sangat penting untuk mengukur kinerja perusahaan dan mengambil keputusan strategis. Analisis ini dapat dilakukan dengan membandingkan laba operasi periode berjalan dengan periode sebelumnya atau dengan perusahaan lain di industri yang sama. Dengan memahami laba operasi secara komprehensif, perusahaan dapat mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan profitabilitas dan membuat keputusan yang tepat untuk meningkatkan kinerja keuangan.

Sebagai contoh, perusahaan dapat menggunakan laba operasi untuk mengevaluasi efisiensi beban usahanya. Jika beban usaha meningkat secara signifikan, perusahaan perlu mengidentifikasi area di mana biaya dapat dikurangi tanpa mengorbankan kualitas produk atau layanan.

Dengan memahami hubungan antara laba operasi dan contoh laporan laba rugi perusahaan dagang, perusahaan dapat memperoleh wawasan yang berharga tentang kinerja bisnisnya dan membuat keputusan yang tepat untuk meningkatkan profitabilitas dan kesuksesan jangka panjang.

Sumber:
Warren, C., Reeve, J., & Duchac, J. (2018). Akuntansi: Pendekatan Perusahaan. Jakarta: Salemba Empat.

Pendapatan/Beban Non-Operasional: Pendapatan atau beban yang diperoleh perusahaan dari aktivitas di luar aktivitas operasinya, seperti pendapatan bunga atau kerugian penjualan aset.

Dalam contoh laporan laba rugi perusahaan dagang, pendapatan/beban non-operasional merupakan komponen penting yang menunjukkan transaksi keuangan yang terjadi di luar aktivitas bisnis utama perusahaan.

  • Komponen Pendapatan/Beban Non-Operasional
    Pendapatan/beban non-operasional terdiri dari berbagai jenis transaksi, diantaranya:
    • Pendapatan bunga
    • Keuntungan atau kerugian penjualan aset
    • Pendapatan sewa
    • Keuntungan atau kerugian dari investasi
  • Pengaruh Pendapatan/Beban Non-Operasional
    Pendapatan/beban non-operasional dapat mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan, yaitu:
    • Meningkatkan atau menurunkan laba operasi
    • Memengaruhi laba bersih perusahaan
    • Menunjukkan diversifikasi pendapatan perusahaan
  • Analisis Pendapatan/Beban Non-Operasional
    Analisis pendapatan/beban non-operasional sangat penting untuk mengukur kinerja perusahaan dan mengambil keputusan strategis. Analisis ini dapat dilakukan dengan cara:
    • Membandingkan pendapatan/beban non-operasional periode berjalan dengan periode sebelumnya
    • Membandingkan pendapatan/beban non-operasional dengan perusahaan lain di industri yang sama
    • Mengevaluasi tren pendapatan/beban non-operasional dari waktu ke waktu

Dengan memahami pendapatan/beban non-operasional secara komprehensif, perusahaan dapat menyusun laporan laba rugi yang akurat dan menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.

Laba/Rugi Sebelum Pajak: Selisih antara laba operasi dan pendapatan/beban non-operasional.

Dalam contoh laporan laba rugi perusahaan dagang, laba/rugi sebelum pajak merupakan komponen penting yang menunjukkan keuntungan atau kerugian perusahaan sebelum dikurangi pajak penghasilan. Laba/rugi sebelum pajak menjadi dasar perhitungan pajak yang harus dibayar perusahaan.

  • Komponen Laba/Rugi Sebelum Pajak
    Laba/rugi sebelum pajak dihitung dengan menjumlahkan laba operasi dengan pendapatan non-operasional dan mengurangi beban non-operasional. Laba operasi menunjukkan keuntungan perusahaan dari aktivitas bisnis utamanya, sedangkan pendapatan/beban non-operasional merupakan transaksi keuangan yang terjadi di luar aktivitas bisnis utama.
  • Pengaruh Laba/Rugi Sebelum Pajak
    Laba/rugi sebelum pajak sangat memengaruhi kinerja keuangan perusahaan, yaitu:
    • Menjadi dasar perhitungan pajak penghasilan
    • Memengaruhi laba bersih perusahaan
    • Menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola keuangan
  • Analisis Laba/Rugi Sebelum Pajak
    Analisis laba/rugi sebelum pajak sangat penting untuk mengukur kinerja perusahaan dan mengambil keputusan strategis. Analisis ini dapat dilakukan dengan cara:
    • Membandingkan laba/rugi sebelum pajak periode berjalan dengan periode sebelumnya
    • Membandingkan laba/rugi sebelum pajak dengan perusahaan lain di industri yang sama
    • Mengevaluasi tren laba/rugi sebelum pajak dari waktu ke waktu

Dengan memahami laba/rugi sebelum pajak secara komprehensif, perusahaan dapat menyusun laporan laba rugi yang akurat dan menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.

Pajak Penghasilan: Pajak yang harus dibayar perusahaan atas laba yang diperolehnya.

Pajak Penghasilan merupakan kewajiban perusahaan yang tidak dapat dihindari. Pajak ini dihitung dari laba yang diperoleh perusahaan selama satu tahun pajak, seperti yang tercantum dalam contoh laporan laba rugi perusahaan dagang.

  • Peran Pajak Penghasilan

    Pajak Penghasilan menjadi sumber pendapatan negara yang penting. Pajak ini digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

  • Cara Menghitung Pajak Penghasilan

    Pajak Penghasilan dihitung dengan mengurangkan biaya-biaya yang diperbolehkan dari pendapatan. Penghasilan yang dimaksud adalah laba sebelum pajak seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi perusahaan dagang.

  • Tarif Pajak Penghasilan

    Tarif Pajak Penghasilan berbeda-beda di setiap negara. Di Indonesia, tarif Pajak Penghasilan untuk perusahaan adalah 22%.

  • Implikasi Pajak Penghasilan

    Pajak Penghasilan dapat berpengaruh pada laba bersih perusahaan. Semakin tinggi laba sebelum pajak, maka semakin tinggi pula Pajak Penghasilan yang harus dibayar. Hal ini dapat mengurangi jumlah laba bersih yang dapat digunakan untuk investasi atau dividen.

Dengan memahami Pajak Penghasilan dan implikasinya terhadap contoh laporan laba rugi perusahaan dagang, perusahaan dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk memenuhi kewajiban perpajakannya. Perusahaan juga dapat mengoptimalkan strategi pajaknya untuk meminimalkan beban pajak dan memaksimalkan laba bersih.

Laba/Rugi Bersih: Selisih antara laba/rugi sebelum pajak dan pajak penghasilan, menunjukkan laba atau rugi bersih perusahaan selama periode tersebut.

Dalam contoh laporan laba rugi perusahaan dagang, laba/rugi bersih merupakan elemen penting yang menunjukkan kinerja keuangan keseluruhan perusahaan selama periode tertentu. Laba/rugi bersih merupakan hasil akhir dari proses akuntansi, yang diperoleh setelah memperhitungkan seluruh pendapatan, beban, dan pajak.

Laba/rugi bersih memiliki peran penting dalam mengukur kesehatan finansial perusahaan. Laba bersih menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dan menciptakan nilai bagi para pemegang sahamnya. Di sisi lain, rugi bersih mengindikasikan bahwa perusahaan mengalami kerugian dan perlu mengambil langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan kinerjanya.

Laba/rugi bersih juga menjadi dasar bagi perusahaan untuk menentukan dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham. Dividen merupakan pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham sebagai imbal hasil atas investasi mereka.

Dengan memahami laba/rugi bersih dalam konteks contoh laporan laba rugi perusahaan dagang, perusahaan dapat mengevaluasi kinerjanya, mengambil keputusan strategis, dan meningkatkan profitabilitasnya. Selain itu, pemahaman ini juga berguna bagi investor dan kreditur untuk menilai kelayakan finansial perusahaan sebelum melakukan investasi atau memberikan pinjaman.

Sumber:
Warren, C., Reeve, J., & Duchac, J. (2018). Akuntansi: Pendekatan Perusahaan. Jakarta: Salemba Empat.

Pertanyaan Umum Seputar Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Laporan laba rugi perusahaan dagang merupakan salah satu laporan keuangan penting yang memberikan informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan terkait laporan laba rugi perusahaan dagang:

Pertanyaan 1: Apa itu laporan laba rugi perusahaan dagang?


Laporan laba rugi perusahaan dagang adalah laporan keuangan yang menyajikan pendapatan, beban, dan laba atau rugi bersih perusahaan selama periode tertentu, biasanya satu tahun.

Pertanyaan 2: Apa saja komponen utama dalam laporan laba rugi perusahaan dagang?


Komponen utama dalam laporan laba rugi perusahaan dagang meliputi pendapatan, harga pokok penjualan, laba kotor, beban usaha, laba operasi, pendapatan/beban non-operasional, laba/rugi sebelum pajak, pajak penghasilan, dan laba/rugi bersih.

Pertanyaan 3: Apa pentingnya laporan laba rugi perusahaan dagang?


Laporan laba rugi perusahaan dagang sangat penting karena memberikan informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan, yang dapat digunakan oleh manajemen untuk mengambil keputusan, oleh investor untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan, dan oleh kreditur untuk menilai kelayakan finansial perusahaan.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara menganalisis laporan laba rugi perusahaan dagang?


Laporan laba rugi perusahaan dagang dapat dianalisis dengan membandingkan komponen-komponennya dari periode ke periode atau dengan membandingkannya dengan laporan laba rugi perusahaan lain di industri yang sama.

Pertanyaan 5: Apa perbedaan antara laba kotor dan laba bersih?


Laba kotor adalah selisih antara pendapatan dan harga pokok penjualan, sedangkan laba bersih adalah selisih antara laba kotor dan seluruh beban, termasuk beban usaha, beban non-operasional, dan pajak penghasilan.

Pertanyaan 6: Apa yang harus dilakukan jika perusahaan mengalami kerugian dalam laporan laba rugi?


Jika perusahaan mengalami kerugian dalam laporan laba rugi, perusahaan perlu mengevaluasi kinerja keuangannya dan mengambil langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan pendapatan atau mengurangi beban.

Dengan memahami pertanyaan umum ini, diharapkan dapat membantu Anda dalam memahami laporan laba rugi perusahaan dagang dengan lebih baik.

Sumber:
Warren, C., Reeve, J., & Duchac, J. (2018). Akuntansi: Pendekatan Perusahaan. Jakarta: Salemba Empat.

Tips Memahami Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Laporan laba rugi perusahaan dagang ibarat peta yang menunjukkan perjalanan keuangan sebuah perusahaan selama periode tertentu. Memahaminya dengan baik akan membantumu mengambil keputusan yang tepat, baik sebagai pemilik bisnis, investor, atau pihak yang berkepentingan lainnya.

Tip 1: Kenali Komponen Utamanya

Laporan laba rugi perusahaan dagang terdiri dari sederet komponen, seperti pendapatan, beban, dan laba atau rugi bersih. Ibarat bahan-bahan dalam sebuah resep, setiap komponen memiliki peran penting dalam menentukan hasil akhir.

Tip 2: Perhatikan Pendapatan

Pendapatan adalah uang yang masuk ke kas perusahaan dari hasil penjualan barang atau jasa. Bayangkan pendapatan sebagai bahan bakar yang menggerakkan roda bisnis. Semakin tinggi pendapatan, semakin banyak bahan bakar yang tersedia untuk pertumbuhan perusahaan.

Tip 3: Analisis Beban

Beban adalah biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan bisnisnya. Ibarat uang yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku atau membayar gaji karyawan, beban akan mengurangi pendapatan perusahaan. Mengelola beban secara efektif akan menjaga efisiensi bisnis.

Tip 4: Hitung Laba Kotor

Laba kotor adalah selisih antara pendapatan dan beban. Bayangkan laba kotor sebagai keuntungan awal sebelum memperhitungkan biaya-biaya lainnya. Semakin tinggi laba kotor, semakin sehat kondisi keuangan perusahaan.

Tip 5: Perhatikan Laba Bersih

Laba bersih adalah hasil akhir dari laporan laba rugi. Ibarat harta karun yang didapat setelah menempuh perjalanan panjang, laba bersih menunjukkan keuntungan atau kerugian yang sebenarnya diperoleh perusahaan dalam suatu periode.

Dengan memahami tips-tips di atas, kamu akan semakin mahir dalam membaca laporan laba rugi perusahaan dagang. Ingatlah bahwa laporan ini adalah alat penting untuk memantau kesehatan keuangan perusahaan dan mengambil keputusan yang tepat untuk masa depan.

Membaca Laporan Laba Rugi

Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Laporan laba rugi perusahaan dagang bagaikan peta harta karun yang menunjukkan kesehatan finansial sebuah bisnis. Membacanya dengan cermat akan membantumu menemukan jalan menuju kesuksesan finansial.

Seperti resep masakan, laporan laba rugi terdiri dari beberapa bahan penting:

  • Pendapatan: Uang yang masuk dari hasil penjualan
  • Beban: Biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis, seperti gaji dan sewa
  • Laba Kotor: Pendapatan dikurangi beban
  • Laba Bersih: Laba kotor dikurangi pajak dan pengeluaran lainnya
Dengan memahami komponen-komponen ini, kamu akan mampu menganalisis laporan laba rugi dengan mudah. Laporan ini akan membantumu mengetahui apakah perusahaan yang kamu kelola atau kamu minati sedang berada di jalur yang tepat. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk memahami laporan laba rugi secara mendalam!

Images References

Images References, Contoh Cv
Share on