This page looks best with JavaScript enabled

Temukan Rahasia Membuat CV Menarik dengan Contoh Objektif yang Tak Tertahankan

 ·  ☕ 12 min read

Dengan menulis contoh objektif dalam CV yang kuat, pelamar dapat meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan wawancara dan, pada akhirnya, mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan.

Contoh Objektif dalam CV

Contoh objektif dalam CV sangatlah penting karena dapat membantu Anda membuat kesan pertama yang baik pada perekrut. Berikut adalah 9 aspek penting yang harus diperhatikan saat menulis contoh objektif dalam CV:

  • Singkat: 2-3 kalimat sudah cukup.
  • Spesifik: Sesuaikan dengan posisi yang dilamar.
  • Kuantitatif: Jika memungkinkan, gunakan angka untuk mendukung klaim Anda.
  • Relevan: Sorot keterampilan dan pengalaman yang relevan dengan posisi yang dilamar.
  • Profesional: Gunakan bahasa yang profesional dan hindari kata-kata yang terlalu santai.
  • Bebas Kesalahan: Periksa kesalahan tata bahasa dan ejaan dengan cermat.
  • Menarik: Mulailah dengan kalimat yang kuat yang akan menarik perhatian perekrut.
  • Jujur: Janganor memalsukan keterampilan atau pengalaman Anda.
  • Berorientasi pada Tindakan: Gunakan kata kerja aktif untuk menunjukkan apa yang dapat Anda lakukan.

Dengan memperhatikan aspek-aspek ini, Anda dapat menulis contoh objektif dalam CV yang efektif yang akan membantu Anda mendapatkan wawancara dan, pada akhirnya, mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan.

Sebagai contoh, jika Anda melamar posisi marketing, Anda dapat menulis contoh objektif dalam CV sebagai berikut:

"Memperoleh posisi marketing di perusahaan teknologi terkemuka di mana saya dapat memanfaatkan keterampilan saya dalam pemasaran digital dan manajemen media sosial untuk mendorong pertumbuhan bisnis."

Singkat

Singkat, Contoh Cv

Dalam menulis contoh objektif dalam CV, singkat itu penting. Perekrut biasanya meninjau banyak CV dalam waktu singkat, jadi mereka tidak punya waktu untuk membaca paragraf panjang tentang tujuan karier Anda. Oleh karena itu, buatlah contoh objektif dalam CV Anda ringkas dan padat, hanya 2-3 kalimat saja.

  • Langsung ke Inti

    Contoh objektif dalam CV Anda harus langsung menjelaskan tujuan karier Anda dan apa yang dapat Anda tawarkan kepada perusahaan. Hindari kata-kata bertele-tele dan langsung ke inti.

  • Fokus pada Keterampilan dan Pengalaman

    Dalam 2-3 kalimat tersebut, sertakan keterampilan dan pengalaman yang paling relevan dengan posisi yang Anda lamar. Ini akan membantu perekrut melihat dengan cepat apakah Anda memenuhi syarat untuk pekerjaan tersebut.

  • Hindari Klise

    Hindari menggunakan frasa klise dalam contoh objektif dalam CV Anda, seperti "Saya seorang pekerja keras" atau "Saya berorientasi pada hasil". Perekrut telah membaca frasa ini berkali-kali, jadi gunakan kata-kata yang lebih spesifik dan asli untuk menggambarkan diri Anda.

  • Perhatikan Tata Bahasa dan Ejaan

    Meskipun contoh objektif dalam CV Anda singkat, pastikan tata bahasa dan ejaannya benar. Kesalahan tata bahasa dan ejaan dapat membuat perekrut ragu untuk mempertimbangkan lamaran Anda.

Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat menulis contoh objektif dalam CV yang singkat, padat, dan efektif. Ingat, perekrut hanya punya waktu beberapa detik untuk meninjau CV Anda, jadi buatlah contoh objektif dalam CV Anda menonjol dan mudah dibaca.

Spesifik

Spesifik, Contoh Cv

Saat menulis contoh objektif dalam cv, penting untuk menyesuaikannya dengan posisi yang dilamar. Ini karena perekrut ingin melihat bagaimana keterampilan dan pengalaman Anda relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Dengan menyesuaikan contoh objektif dalam cv Anda dengan posisi yang dilamar, Anda dapat menunjukkan kepada perekrut bahwa Anda telah meluangkan waktu untuk mempelajari perusahaan dan posisi tersebut, dan bahwa Anda yakin bahwa Anda memiliki kualifikasi yang tepat untuk pekerjaan tersebut.

Misalnya, jika Anda melamar posisi marketing, Anda dapat menulis contoh objektif dalam cv yang berfokus pada keterampilan pemasaran Anda, seperti:

"Memperoleh posisi marketing di perusahaan teknologi terkemuka di mana saya dapat memanfaatkan keterampilan saya dalam pemasaran digital dan manajemen media sosial untuk mendorong pertumbuhan bisnis."

Namun, jika Anda melamar posisi keuangan, Anda dapat menulis contoh objektif dalam cv yang berfokus pada keterampilan keuangan Anda, seperti:

"Memperoleh posisi keuangan di perusahaan rintisan teknologi di mana saya dapat menggunakan keterampilan saya dalam akuntansi dan analisis keuangan untuk mendukung pertumbuhan bisnis."

Dengan menyesuaikan contoh objektif dalam cv Anda dengan posisi yang dilamar, Anda dapat meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan wawancara dan, pada akhirnya, mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan.

Sumber: The Balance Careers

Kuantitatif

Kuantitatif, Contoh Cv

Dalam menulis contoh objektif dalam CV, menggunakan angka untuk mendukung klaim Anda dapat membuat CV Anda lebih kuat dan meyakinkan. Angka dapat mengukur pencapaian Anda dan memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang telah Anda capai di posisi sebelumnya. Ini dapat membantu perekrut memahami kontribusi Anda secara lebih konkret dan objektif.

Misalnya, alih-alih mengatakan "Saya meningkatkan penjualan secara signifikan", Anda dapat mengatakan "Saya meningkatkan penjualan sebesar 25% selama tiga tahun saya di perusahaan sebelumnya". Dengan menggunakan angka, Anda memberikan bukti konkret tentang pencapaian Anda dan membuatnya lebih sulit bagi perekrut untuk mengabaikan kualifikasi Anda.

Namun, penting untuk menggunakan angka secara jujur dan akurat. Jangan membesar-besarkan pencapaian Anda atau menggunakan angka yang tidak dapat diverifikasi. Perekrut dapat dengan mudah memverifikasi klaim Anda dengan menghubungi pemberi kerja sebelumnya atau dengan menelusuri profil LinkedIn Anda. Jika mereka menemukan bahwa Anda telah membesar-besarkan pencapaian Anda, hal itu dapat merusak kredibilitas Anda dan peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan.

Sumber: The Balance Careers

Relevan

Relevan, Contoh Cv

Saat menulis contoh objektif dalam cv, penting untuk menyoroti keterampilan dan pengalaman yang relevan dengan posisi yang Anda lamar. Ini karena perekrut ingin melihat bagaimana kualifikasi Anda sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Dengan mencocokkan keterampilan dan pengalaman Anda dengan posisi yang Anda lamar, Anda dapat menunjukkan kepada perekrut bahwa Anda adalah kandidat yang cocok untuk pekerjaan tersebut.

  • Keterampilan Keras

    Keterampilan keras adalah keterampilan teknis atau spesifik pekerjaan yang dapat Anda pelajari melalui pendidikan, pelatihan, atau pengalaman. Saat mengidentifikasi keterampilan keras yang relevan untuk disorot dalam contoh objektif dalam cv Anda, perhatikan tugas dan tanggung jawab utama dari posisi yang Anda lamar. Misalnya, jika Anda melamar posisi marketing, Anda dapat menyoroti keterampilan seperti pemasaran digital, manajemen media sosial, dan analisis data.

  • Keterampilan Lunak

    Keterampilan lunak adalah keterampilan yang lebih umum dan dapat diterapkan yang dapat Anda gunakan di berbagai pekerjaan. Keterampilan lunak seperti komunikasi, kerja tim, dan pemecahan masalah sangat dihargai oleh pemberi kerja. Saat mengidentifikasi keterampilan lunak yang relevan untuk disorot dalam contoh objektif dalam cv Anda, pertimbangkan budaya perusahaan dan nilai-nilai inti dari perusahaan tempat Anda melamar. Misalnya, jika Anda melamar ke perusahaan rintisan teknologi yang menekankan inovasi dan pemikiran di luar kebiasaan, Anda dapat menyoroti keterampilan seperti kreativitas, pemikiran analitis, dan kemauan untuk mengambil risiko.

  • Pengalaman

    Pengalaman Anda juga harus relevan dengan posisi yang Anda lamar. Jika memungkinkan, sertakan pengalaman yang menunjukkan bahwa Anda memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk berhasil dalam peran tersebut. Misalnya, jika Anda melamar posisi manajer pemasaran, Anda dapat menyoroti pengalaman Anda dalam mengelola tim pemasaran, mengembangkan kampanye pemasaran, dan mencapai tujuan pemasaran.

Dengan menyoroti keterampilan dan pengalaman yang relevan dalam contoh objektif dalam cv Anda, Anda dapat meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan wawancara dan, pada akhirnya, mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan.

Profesional

Profesional, Contoh Cv

Saat menulis contoh objektif dalam cv, penting untuk menggunakan bahasa yang profesional dan menghindari kata-kata yang terlalu santai. Hal ini karena cv adalah dokumen formal yang digunakan untuk melamar pekerjaan, dan Anda ingin memberikan kesan yang baik kepada perekrut sejak awal.

  • Gunakan Kosakata yang Tepat

    Pilih kata-kata yang jelas, ringkas, dan profesional. Hindari menggunakan kata-kata gaul, slang, atau kata-kata yang terlalu teknis. Misalnya, alih-alih mengatakan "Saya jago pemasaran", Anda dapat mengatakan "Saya memiliki pengalaman yang terbukti dalam mengembangkan dan melaksanakan kampanye pemasaran yang sukses".

  • Hindari Nada Kasual

    Nada cv Anda harus formal dan sopan. Hindari menggunakan bahasa yang terlalu santai atau percakapan. Misalnya, alih-alih mengatakan "Saya suka bekerja dalam tim", Anda dapat mengatakan "Saya seorang pemain tim yang efektif dan berpengalaman".

  • Koreksi Tata Bahasa dan Ejaan

    Pastikan untuk mengoreksi tata bahasa dan ejaan dengan cermat sebelum mengirimkan cv Anda. Kesalahan tata bahasa dan ejaan dapat membuat Anda terlihat tidak profesional dan mengurangi peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan.

  • Minta Umpan Balik

    Jika memungkinkan, mintalah orang lain untuk membaca cv Anda dan memberikan umpan balik tentang profesionalisme bahasanya. Ini dapat membantu Anda mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.

Dengan menggunakan bahasa yang profesional dalam contoh objektif dalam cv, Anda dapat membuat kesan yang baik kepada perekrut dan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan.

Bebas Kesalahan

Bebas Kesalahan, Contoh Cv

Contoh objektif dalam cv adalah bagian penting dari cv Anda, karena ini adalah kesan pertama yang akan dilihat oleh perekrut. Kesalahan tata bahasa dan ejaan dapat merusak kesan pertama tersebut dan membuat cv Anda terlihat tidak profesional.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksa kesalahan tata bahasa dan ejaan dengan cermat sebelum mengirimkan cv Anda. Anda dapat menggunakan alat pemeriksa tata bahasa atau meminta orang lain untuk membaca cv Anda dan memberikan umpan balik.

Dengan memastikan bahwa cv Anda bebas dari kesalahan, Anda dapat menunjukkan kepada perekrut bahwa Anda adalah seorang profesional yang memperhatikan detail. Hal ini akan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan wawancara dan, pada akhirnya, mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan.

Sumber: The Balance Careers

Menarik

Menarik, Contoh Cv

Contoh objektif dalam CV yang menarik sangat penting karena dapat membantu Anda menonjol dari kandidat lainnya dan membuat perekrut penasaran untuk mempelajari lebih lanjut tentang Anda. Kalimat pembuka yang kuat dapat langsung menarik perhatian perekrut dan membuat mereka ingin terus membaca.

Ada beberapa cara untuk menulis kalimat pembuka yang kuat untuk contoh objektif dalam CV Anda. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan kata kerja aksi yang kuat. Misalnya, Anda dapat memulai dengan kata kerja seperti "mencapai", "memimpin", atau "mengembangkan". Cara lain untuk menulis kalimat pembuka yang kuat adalah dengan menggunakan angka atau data kuantitatif. Misalnya, Anda dapat memulai dengan mengatakan "Meningkatkan penjualan sebesar 25%" atau "Menghemat perusahaan $1 juta".

Contoh objektif dalam CV yang menarik tidak hanya akan membantu Anda menonjol dari kandidat lainnya, tetapi juga akan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan wawancara. Jadi, luangkan waktu untuk menyusun kalimat pembuka yang kuat yang akan membuat perekrut tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang Anda.

Sumber: The Balance Careers

Jujur

Jujur, Contoh Cv

Dalam menulis contoh objektif dalam CV, kejujuran sangatlah penting. Perekrut berpengalaman dapat dengan mudah mengetahui apakah Andaatau memalsukan keterampilan atau pengalaman Anda. Hal ini tidak hanya akan merusak kredibilitas Anda, tetapi juga dapat membuat Anda kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan.

  • Menjaga Integritas

    Kejujuran adalah landasan dari integritas pribadi dan profesional. Ketika Anda menulis contoh objektif dalam CV, penting untuk jujur tentang keterampilan dan pengalaman Anda. Menjaga integritas akan membangun kepercayaan dengan perekrut dan menunjukkan bahwa Anda adalah seseorang yang dapat dipercaya.

  • Menghindari Konsekuensi Negatif

    atau memalsukan keterampilan atau pengalaman dapat memiliki konsekuensi negatif. Perekrut dapat dengan mudah memverifikasi klaim Anda dengan menghubungi pemberi kerja sebelumnya atau dengan menelusuri profil LinkedIn Anda. Jika mereka menemukan bahwa Anda telah tidak jujur, hal itu dapat merusak reputasi Anda dan peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan.

  • Fokus pada Keterampilan dan Pengalaman yang Sesuai

    Alih-alihatau memalsukan keterampilan atau pengalaman, fokuslah untuk menyoroti keterampilan dan pengalaman yang relevan dengan posisi yang Anda lamar. Jelaskan bagaimana keterampilan dan pengalaman Anda dapat memberikan kontribusi positif bagi perusahaan. Pendekatan ini akan lebih meyakinkan dan akan menunjukkan bahwa Anda adalah kandidat yang cocok untuk pekerjaan tersebut.

Dengan bersikap jujur dalam contoh objektif dalam CV Anda, Anda dapat membangun kepercayaan dengan perekrut, menghindari konsekuensi negatif, dan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan.

Berorientasi pada Tindakan

Berorientasi Pada Tindakan, Contoh Cv

Dalam menulis contoh objektif dalam CV, penting untuk menggunakan kata kerja aktif untuk menunjukkan apa yang dapat Anda lakukan. Kata kerja aktif menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang proaktif dan berorientasi pada hasil. Hal ini akan membuat CV Anda lebih menarik bagi perekrut dan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan wawancara.

Beberapa contoh kata kerja aktif yang dapat Anda gunakan dalam contoh objektif dalam CV Anda meliputi:

  • Mencapai
  • Memimpin
  • Mengembangkan
  • Meningkatkan
  • Menghemat

Dengan menggunakan kata kerja aktif dalam contoh objektif dalam CV Anda, Anda dapat menunjukkan kepada perekrut bahwa Anda adalah orang yang memiliki motivasi dan mampu mencapai tujuan. Hal ini akan membuat Anda menjadi kandidat yang lebih menarik dan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan.

Sumber: The Balance Careers

Pertanyaan Umum tentang Contoh Objektif dalam CV

Contoh objektif dalam CV adalah pernyataan singkat yang merangkum tujuan dan aspirasi karier seseorang. Ini memainkan peran penting dalam menarik perhatian perekrut dan memberikan gambaran awal tentang kualifikasi dan tujuan pelamar. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum tentang contoh objektif dalam CV:

Pertanyaan 1: Apa itu contoh objektif dalam CV?

Contoh objektif dalam CV adalah pernyataan yang ringkas dan jelas yang menguraikan tujuan karier dan aspirasi pelamar. Ini biasanya ditempatkan di bagian atas CV, tepat di bawah informasi kontak.

Pertanyaan 2: Mengapa contoh objektif dalam CV penting?

Contoh objektif yang kuat dalam CV dapat membantu menarik perhatian perekrut, memberikan gambaran awal tentang kualifikasi pelamar, dan meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan wawancara.

Pertanyaan 3: Bagaimana cara menulis contoh objektif dalam CV yang efektif?

Contoh objektif yang efektif harus disesuaikan dengan posisi yang dilamar, menyoroti keterampilan dan pengalaman yang relevan, ditulis dengan jelas dan ringkas, serta bebas dari kesalahan ejaan dan tata bahasa.

Pertanyaan 4: Apa saja kesalahan umum yang harus dihindari saat menulis contoh objektif dalam CV?

Beberapa kesalahan umum yang harus dihindari antara lain menggunakan frasa klise, membuat pernyataan yang terlalu umum, atau menyertakan informasi yang tidak relevan.

Pertanyaan 5: Apakah ada contoh contoh objektif dalam CV yang bagus?

Contoh objektif yang baik dapat ditemukan secara online atau dalam buku panduan penulisan CV. Namun, penting untuk menyesuaikan contoh tersebut dengan keterampilan, pengalaman, dan tujuan karier Anda sendiri.

Dengan memahami pertanyaan umum ini, Anda dapat menulis contoh objektif dalam CV yang kuat yang akan membantu Anda mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan.

Sumber: The Balance Careers

Tips Menulis Contoh Objektif dalam CV

Contoh objektif dalam CV merupakan bagian penting yang dapat membantu kamu menarik perhatian perekrut dan meningkatkan peluangmu untuk mendapatkan pekerjaan yang kamu inginkan. Berikut ini beberapa tips mudah untuk menulis contoh objektif yang efektif:

Tip 1: Tulis dengan Jelas dan Singkat

Contoh objektifmu harus jelas dan ringkas, sehingga perekrut dapat dengan cepat memahami tujuan kariermu. Hindari menggunakan kalimat yang berbelit-belit atau istilah teknis yang sulit dipahami.

Tip 2: Sesuaikan dengan Posisi yang Dilamar

Sesuaikan contoh objektifmu dengan posisi yang kamu lamar. Soroti keterampilan dan pengalaman yang paling relevan dengan pekerjaan yang kamu cari. Ini akan menunjukkan kepada perekrut bahwa kamu telah meluangkan waktu untuk mempelajari perusahaan dan posisi tersebut.

Tip 3: Gunakan Kata Kerja yang Kuat

Gunakan kata kerja yang kuat dan aktif dalam contoh objektifmu. Ini akan membuat pernyataanmu lebih menarik dan menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang proaktif dan berorientasi pada hasil.

Tip 4: Soroti Prestasimu

Jika memungkinkan, sertakan pencapaian spesifik dalam contoh objektifmu. Ini akan memberikan bukti nyata tentang keterampilan dan kemampuanmu.

Tip 5: Hindari Frasa Klise

Hindari menggunakan frasa klise atau umum dalam contoh objektifmu. Perekrut telah membaca frasa ini berkali-kali, jadi gunakan bahasa yang lebih segar dan asli untuk menggambarkan dirimu.

Kesimpulan

Dengan mengikuti tips ini, kamu dapat menulis contoh objektif dalam CV yang kuat dan menarik yang akan membantu kamu mendapatkan pekerjaan impianmu.

Menulis Contoh Objektif dalam CV yang Menarik

Contoh Objektif dalam CV

Contoh objektif dalam CV adalah kesempatan untuk menunjukkan siapa dirimu dan apa yang kamu cari dalam karier. Ini seperti sebuah iklan singkat yang menarik perhatian perekrut dan membuat mereka ingin tahu lebih banyak tentangmu. Jadi, buatlah semenarik mungkin!

Berikut tips membuat contoh objektif dalam CV yang memikat:

  • Tulis dengan jelas dan singkat, seperti sebuah tweet
  • Sesuaikan dengan posisi yang kamu lamar, seperti menyamar jadi bunglon
  • Gunakan kata kerja yang kuat, seperti seorang pahlawan super
  • Soroti prestasimu, seperti piala yang kamu banggakan
  • Hindari frasa klise, seperti menghindari kata-kata yang sudah usang
Ingat, contoh objektif dalam CV adalah cerminan dirimu. Jadi, tunjukkan yang terbaik dan raih pekerjaan impianmu!

Images References

Images References, Contoh Cv
Share on