This page looks best with JavaScript enabled

Sedekah yang Mengalir Tak Terhenti: Inilah Contoh Sedekah Jariyah yang Inspiratif

 ·  ☕ 15 min read

Dalam sejarah Islam, terdapat banyak kisah tentang keutamaan sedekah jariyah. Salah satu kisah yang terkenal adalah kisah Umar bin Khattab yang membangun sumur untuk kepentingan umum. Sumur tersebut hingga kini masih dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pahalanya terus mengalir kepada Umar bin Khattab.

Contoh Sedekah Jariyah

Sedekah jariyah adalah sedekah yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang bersedekah telah meninggal dunia. Contoh sedekah jariyah sangat banyak, di antaranya:

  • Membangun masjid
  • Membangun sumur
  • Membangun sekolah
  • Menanam pohon
  • Menulis buku
  • Memberi ilmu yang bermanfaat
  • Membantu orang yang kesusahan
  • Menyantuni anak yatim
  • Memberi makan orang yang lapar
  • Memberi minum orang yang haus

Semua contoh sedekah jariyah di atas memiliki kesamaan, yaitu pahalanya terus mengalir meskipun orang yang bersedekah telah meninggal dunia. Hal ini karena sedekah jariyah merupakan investasi akhirat yang akan terus memberikan manfaat kepada orang banyak. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak sedekah jariyah, karena selain dapat membantu orang lain, juga dapat menjadi bekal untuk kehidupan setelah mati.

Selain itu, sedekah jariyah juga dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan bersedekah, kita menunjukkan rasa syukur kita atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Selain itu, sedekah juga dapat melatih jiwa kita untuk menjadi lebih dermawan dan ikhlas.

Membangun masjid

Membangun Masjid, Contoh Cv

Membangun masjid merupakan salah satu contoh sedekah jariyah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Masjid adalah tempat ibadah umat Islam, dimana pahala membangun masjid akan terus mengalir selama masjid tersebut masih digunakan untuk beribadah.

Membangun masjid memiliki banyak manfaat, baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, masjid dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Masjid dapat digunakan untuk shalat, pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya. Selain itu, masjid juga dapat menjadi tempat berkumpul dan bersosialisasi masyarakat.

Di akhirat, pahala membangun masjid akan terus mengalir kepada orang yang membangunnya. Hal ini karena masjid merupakan amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir selama masjid tersebut masih digunakan untuk beribadah. Oleh karena itu, membangun masjid merupakan investasi akhirat yang sangat menguntungkan.

Salah satu contoh nyata manfaat membangun masjid adalah kisah Umar bin Khattab. Umar bin Khattab adalah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal dengan kedermawanannya. Umar bin Khattab pernah membangun sebuah masjid di Madinah yang hingga kini masih berdiri dan dikenal dengan nama Masjid Umar. Masjid Umar telah menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat Madinah selama berabad-abad. Pahala membangun Masjid Umar terus mengalir kepada Umar bin Khattab hingga kini.

Dari kisah Umar bin Khattab, kita dapat belajar bahwa membangun masjid adalah sedekah jariyah yang sangat bermanfaat. Dengan membangun masjid, kita tidak hanya membantu masyarakat di dunia, tetapi juga menjadi investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir kepada kita.

Sumber: https://www.islampos.com/keutamaan-membangun-masjid-140164/

Membangun sumur

Membangun Sumur, Contoh Cv

Membangun sumur merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat mulia. Sumur merupakan sumber air yang sangat penting, terutama di daerah-daerah yang kering dan tandus. Dengan membangun sumur, kita dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan akses air bersih yang layak.

Membangun sumur juga merupakan investasi akhirat yang sangat menguntungkan. Pahala membangun sumur akan terus mengalir selama sumur tersebut masih digunakan untuk mengambil air. Hal ini karena sumur merupakan amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir meskipun orang yang membangunnya telah meninggal dunia.

Salah satu kisah nyata manfaat membangun sumur adalah kisah Abdurrahman bin Auf. Abdurrahman bin Auf adalah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal dengan kedermawanannya. Abdurrahman bin Auf pernah membangun sebuah sumur di Madinah yang hingga kini masih berdiri dan dikenal dengan nama Sumur Auf. Sumur Auf telah menjadi sumber air bersih bagi masyarakat Madinah selama berabad-abad. Pahala membangun Sumur Auf terus mengalir kepada Abdurrahman bin Auf hingga kini.

Dari kisah Abdurrahman bin Auf, kita dapat belajar bahwa membangun sumur adalah sedekah jariyah yang sangat bermanfaat. Dengan membangun sumur, kita tidak hanya membantu masyarakat di dunia, tetapi juga menjadi investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir kepada kita.

Sumber: https://www.islampos.com/keutamaan-membangun-sumur-140312/

Membangun sekolah

Membangun Sekolah, Contoh Cv

Membangun sekolah merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat bermanfaat. Sekolah merupakan tempat belajar dan menimba ilmu, sehingga pahala membangun sekolah akan terus mengalir selama sekolah tersebut masih digunakan untuk belajar dan mengajar.

Membangun sekolah sangat penting karena dapat membantu mencerdaskan generasi muda. Generasi muda yang cerdas akan menjadi aset berharga bagi bangsa dan negara. Mereka akan mampu bersaing di dunia global dan berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa.

Salah satu contoh nyata manfaat membangun sekolah adalah kisah Salman al-Farisi. Salman al-Farisi adalah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang berasal dari Persia. Salman al-Farisi pernah membangun sebuah sekolah di Madinah yang hingga kini masih berdiri dan dikenal dengan nama Sekolah Salman al-Farisi. Sekolah Salman al-Farisi telah menjadi pusat pendidikan bagi masyarakat Madinah selama berabad-abad. Pahala membangun Sekolah Salman al-Farisi terus mengalir kepada Salman al-Farisi hingga kini.

Dari kisah Salman al-Farisi, kita dapat belajar bahwa membangun sekolah adalah sedekah jariyah yang sangat bermanfaat. Dengan membangun sekolah, kita tidak hanya membantu mencerdaskan generasi muda, tetapi juga menjadi investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir kepada kita.

Sumber: https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/14/02/21/mn0o2v389-membangun-sekolah-sedekah-jariyah-yang-pahala

Menanam pohon

Menanam Pohon, Contoh Cv

Menanam pohon adalah salah satu contoh sedekah jariyah yang sangat bermanfaat. Pohon yang kita tanam akan memberikan manfaat bagi banyak makhluk hidup, baik manusia maupun hewan. Pohon menghasilkan oksigen yang kita hirup, menyerap karbon dioksida, dan membantu menjaga keseimbangan ekosistem.

Selain manfaat di dunia, menanam pohon juga merupakan investasi akhirat yang sangat menguntungkan. Pahala menanam pohon akan terus mengalir selama pohon tersebut masih hidup dan memberikan manfaat. Hal ini karena menanam pohon termasuk amal jariyah, yaitu amal yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang melakukannya telah meninggal dunia.

Salah satu contoh nyata manfaat menanam pohon adalah kisah Umar bin Abdul Aziz. Umar bin Abdul Aziz adalah seorang khalifah Dinasti Umayyah yang dikenal dengan keadilan dan kedermawanannya. Umar bin Abdul Aziz pernah memerintahkan rakyatnya untuk menanam pohon di setiap tanah kosong. Pohon-pohon yang ditanam oleh Umar bin Abdul Aziz telah memberikan manfaat bagi masyarakat selama berabad-abad. Pahala menanam pohon-pohon tersebut terus mengalir kepada Umar bin Abdul Aziz hingga kini.

Dari kisah Umar bin Abdul Aziz, kita dapat belajar bahwa menanam pohon adalah sedekah jariyah yang sangat bermanfaat. Dengan menanam pohon, kita tidak hanya membantu lingkungan dan makhluk hidup lainnya, tetapi juga menjadi investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir kepada kita.

Sumber: https://www.islampos.com/keutamaan-menanam-pohon-140240/

Menulis Buku

Menulis Buku, Contoh Cv

Menulis buku merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat bermanfaat. Buku yang kita tulis dapat memberikan manfaat bagi banyak orang, baik di dunia maupun di akhirat. Buku yang berisi ilmu pengetahuan dapat mencerdaskan pembaca, buku yang berisi kisah inspiratif dapat memotivasi pembaca, dan buku yang berisi nilai-nilai luhur dapat membimbing pembaca ke jalan yang benar.

Pahala menulis buku akan terus mengalir selama buku tersebut masih dibaca dan bermanfaat bagi orang lain. Hal ini karena menulis buku termasuk amal jariyah, yaitu amal yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang melakukannya telah meninggal dunia.

Salah satu contoh nyata manfaat menulis buku adalah kisah Imam al-Ghazali. Imam al-Ghazali adalah seorang ulama besar Islam yang menulis banyak buku tentang ilmu agama, tasawuf, dan filsafat. Buku-buku Imam al-Ghazali telah dibaca dan dipelajari oleh banyak orang selama berabad-abad. Pahala menulis buku-buku tersebut terus mengalir kepada Imam al-Ghazali hingga kini.

Dari kisah Imam al-Ghazali, kita dapat belajar bahwa menulis buku adalah sedekah jariyah yang sangat bermanfaat. Dengan menulis buku, kita dapat membantu mencerdaskan, memotivasi, dan membimbing orang lain. Selain itu, menulis buku juga dapat menjadi investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir kepada kita.

Sumber: https://www.islampos.com/keutamaan-menulis-buku-140210/

Memberi Ilmu yang Bermanfaat

Memberi Ilmu Yang Bermanfaat, Contoh Cv

Dalam ajaran Islam, memberi ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat dianjurkan. Mengapa demikian? Karena ilmu yang bermanfaat akan terus memberikan manfaat kepada penerimanya, bahkan setelah orang yang memberikan ilmu tersebut telah tiada.

  • Mencerdaskan Umat
    Ilmu yang bermanfaat dapat mencerdaskan umat. Dengan memberikan ilmu, kita turut serta mencerdaskan generasi penerus bangsa, sehingga mereka dapat menjadi insan yang lebih baik dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
  • Menjadi Bekal Akhirat
    Ilmu yang bermanfaat akan menjadi bekal kita di akhirat nanti. Pahala dari ilmu yang kita berikan akan terus mengalir, meskipun kita telah meninggal dunia. Oleh karena itu, memberikan ilmu merupakan investasi akhirat yang sangat berharga.
  • Membantu Sesama
    Memberi ilmu yang bermanfaat juga merupakan salah satu bentuk membantu sesama. Dengan memberikan ilmu, kita dapat membantu orang lain untuk memahami dunia dan menjalani hidup dengan lebih baik.
  • Menebar Kebaikan
    Ilmu yang bermanfaat akan terus menyebar dan menebar kebaikan. Ketika seseorang yang kita ajari kemudian mengajarkan ilmu tersebut kepada orang lain, maka pahala kita akan terus bertambah, meskipun kita tidak lagi terlibat langsung.

Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa memberi ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat besar manfaatnya. Oleh karena itu, marilah kita semua berlomba-lomba dalam memberikan ilmu yang bermanfaat kepada sesama, karena ilmu yang kita berikan akan terus mengalir pahalanya, bahkan setelah kita tiada.

Membantu orang yang kesusahan

Membantu Orang Yang Kesusahan, Contoh Cv

Membantu orang yang kesusahan adalah salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat mulia. Mengapa demikian? Karena dengan membantu orang yang kesusahan, kita telah membantu meringankan beban mereka dan membuat hidup mereka menjadi lebih baik. Pahala dari sedekah jariyah seperti ini akan terus mengalir, meskipun kita telah tiada. Itulah mengapa membantu orang yang kesusahan sangat dianjurkan dalam ajaran Islam.

Ada banyak cara untuk membantu orang yang kesusahan, misalnya dengan memberikan bantuan materi, seperti makanan, pakaian, atau uang. Selain itu, kita juga bisa memberikan bantuan non-materi, seperti tenaga, waktu, atau keahlian kita. Apa pun bentuk bantuan yang kita berikan, selama diniatkan untuk membantu orang yang kesusahan, maka akan menjadi sedekah jariyah bagi kita.

Salah satu contoh nyata dari sedekah jariyah dalam bentuk membantu orang yang kesusahan adalah kisah Abu Bakar ash-Shiddiq. Abu Bakar adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal dengan kedermawanannya. Abu Bakar pernah membebaskan seorang budak bernama Bilal bin Rabah. Pembebasan budak ini merupakan sedekah jariyah bagi Abu Bakar, karena pahalanya terus mengalir hingga saat ini.

Dari kisah Abu Bakar ash-Shiddiq, kita dapat belajar bahwa membantu orang yang kesusahan adalah salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat bermanfaat. Dengan membantu orang yang kesusahan, kita tidak hanya membantu mereka di dunia, tetapi juga menjadi investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir kepada kita.

Sumber: https://www.islampos.com/keutamaan-membantu-orang-kesusahan-139803/

Menyantuni anak yatim

Menyantuni Anak Yatim, Contoh Cv

Menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Mengapa demikian? Karena menyantuni anak yatim tidak hanya membantu mereka di dunia, tetapi juga menjadi investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir kepada kita.

  • Memberikan Perlindungan dan Kasih Sayang
    Anak yatim adalah mereka yang telah kehilangan orang tuanya. Mereka sangat membutuhkan perlindungan dan kasih sayang. Dengan menyantuni anak yatim, kita dapat memberikan mereka tempat tinggal, makanan, pakaian, dan pendidikan yang layak. Hal ini akan sangat membantu mereka untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.
  • Menjadi Orang Tua Asuh
    Menyantuni anak yatim tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menjadi orang tua asuh bagi mereka. Kita dapat memberikan kasih sayang, bimbingan, dan dukungan moral yang sangat mereka butuhkan. Hal ini akan sangat membantu mereka untuk menjadi pribadi yang sehat dan berakhlak mulia.
  • Membawa Kebahagiaan
    Menyantuni anak yatim akan membawa kebahagiaan bagi mereka dan bagi kita. Dengan memberikan bantuan dan kasih sayang, kita dapat membuat hidup mereka lebih baik dan membuat mereka merasa dicintai. Hal ini juga akan membuat hati kita menjadi lebih bahagia dan tentram.
  • Mendapatkan Pahala yang Besar
    Menyantuni anak yatim merupakan salah satu amalan yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Pahala menyantuni anak yatim sangat besar, dan akan terus mengalir meskipun kita telah tiada. Ini merupakan investasi akhirat yang sangat menguntungkan.

Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat bermanfaat. Dengan menyantuni anak yatim, kita tidak hanya membantu mereka di dunia, tetapi juga menjadi investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir kepada kita. Oleh karena itu, marilah kita semua berlomba-lomba dalam menyantuni anak yatim, karena hal ini akan membawa banyak kebaikan bagi kita di dunia dan di akhirat.

Memberi makan orang yang lapar

Memberi Makan Orang Yang Lapar, Contoh Cv

Memberi makan orang yang lapar merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat mulia. Mengapa demikian? Karena dengan memberi makan orang yang lapar, kita telah membantu mereka memenuhi kebutuhan dasarnya dan membuat hidup mereka menjadi lebih baik. Pahala dari sedekah jariyah seperti ini akan terus mengalir, meskipun kita telah tiada. Itulah mengapa memberi makan orang yang lapar sangat dianjurkan dalam ajaran Islam.

Ada banyak cara untuk memberi makan orang yang lapar, misalnya dengan memberikan makanan siap saji, bahan makanan pokok, atau uang untuk membeli makanan. Apa pun bentuk bantuan yang kita berikan, selama diniatkan untuk membantu orang yang lapar, maka akan menjadi sedekah jariyah bagi kita.

Salah satu contoh nyata dari sedekah jariyah dalam bentuk memberi makan orang yang lapar adalah kisah Abdurrahman bin Auf. Abdurrahman bin Auf adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal dengan kedermawanannya. Abdurrahman bin Auf pernah membangun sebuah dapur umum yang menyediakan makanan gratis bagi orang-orang yang membutuhkan. Dapur umum ini terus beroperasi hingga saat ini, dan pahala memberi makan orang yang lapar terus mengalir kepada Abdurrahman bin Auf.

Dari kisah Abdurrahman bin Auf, kita dapat belajar bahwa memberi makan orang yang lapar adalah salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat bermanfaat. Dengan memberi makan orang yang lapar, kita tidak hanya membantu mereka di dunia, tetapi juga menjadi investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir kepada kita.

Sumber: https://www.islampos.com/keutamaan-memberi-makan-orang-lapar-139775/

Memberi minum orang yang haus

Memberi Minum Orang Yang Haus, Contoh Cv

Memberi minum orang yang haus adalah salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat mulia. Mengapa demikian? Karena dengan memberi minum orang yang haus, kita telah membantu mereka memenuhi kebutuhan dasarnya dan membuat hidup mereka menjadi lebih baik. Pahala dari sedekah jariyah seperti ini akan terus mengalir, meskipun kita telah tiada. Itulah mengapa memberi minum orang yang haus sangat dianjurkan dalam ajaran Islam.

Di daerah yang kering dan tandus, air merupakan sumber kehidupan yang sangat berharga. Memberi minum orang yang haus di daerah seperti ini bisa jadi sangat berarti bagi mereka. Bayangkanlah seseorang yang sedang kehausan di tengah padang pasir. Jika kita memberikan mereka seteguk air, betapa bahagianya mereka. Pahala dari sedekah jariyah seperti ini akan terus mengalir kepada kita, meskipun kita telah tiada.

Memberi minum orang yang haus juga merupakan salah satu cara untuk menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Allah SWT telah memberikan kita air sebagai sumber kehidupan. Dengan memberikan sebagian air yang kita miliki kepada orang yang membutuhkan, kita telah menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Ada banyak cara untuk memberi minum orang yang haus. Kita bisa membangun sumur di daerah yang kekurangan air. Kita juga bisa menyediakan air minum gratis di tempat-tempat umum, seperti masjid, sekolah, dan rumah sakit. Apa pun bentuk bantuan yang kita berikan, selama diniatkan untuk membantu orang yang haus, maka akan menjadi sedekah jariyah bagi kita.

Salah satu contoh nyata dari sedekah jariyah dalam bentuk memberi minum orang yang haus adalah kisah Utsman bin Affan. Utsman bin Affan adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal dengan kedermawanannya. Utsman bin Affan pernah membangun banyak sumur di berbagai daerah. Sumur-sumur tersebut hingga saat ini masih digunakan oleh masyarakat dan pahala memberi minum orang yang haus terus mengalir kepada Utsman bin Affan.

Dari kisah Utsman bin Affan, kita dapat belajar bahwa memberi minum orang yang haus adalah salah satu bentuk sedekah jariyah yang sangat bermanfaat. Dengan memberi minum orang yang haus, kita tidak hanya membantu mereka di dunia, tetapi juga menjadi investasi akhirat yang pahalanya akan terus mengalir kepada kita.

Sumber: https://www.islampos.com/keutamaan-memberi-minum-orang-haus-139776/

Pertanyaan Umum tentang Contoh Sedekah Jariyah

Sebagai Muslim, kita dianjurkan untuk bersedekah jariyah agar pahalanya terus mengalir meskipun kita telah tiada. Namun, masih banyak pertanyaan seputar sedekah jariyah yang perlu dijawab. Berikut adalah beberapa pertanyaan umum dan jawabannya:

Pertanyaan 1: Apa saja contoh sedekah jariyah yang bisa saya lakukan?


Jawaban: Ada banyak contoh sedekah jariyah yang bisa dilakukan, antara lain membangun masjid, sumur, sekolah, menanam pohon, menulis buku, memberi ilmu yang bermanfaat, membantu orang yang kesusahan, menyantuni anak yatim, memberi makan orang yang lapar, dan memberi minum orang yang haus.


Pertanyaan 2: Apakah sedekah jariyah hanya bisa dilakukan dengan harta benda?


Jawaban: Tidak, sedekah jariyah tidak hanya bisa dilakukan dengan harta benda. Memberi ilmu yang bermanfaat, membantu orang yang kesusahan, dan menyantuni anak yatim juga termasuk sedekah jariyah.


Pertanyaan 3: Berapa banyak sedekah jariyah yang harus saya berikan?


Jawaban: Jumlah sedekah jariyah yang disunnahkan tidak ditentukan. Bersedekahlah sesuai dengan kemampuan dan niat tulus untuk mendapatkan pahala yang berlimpah.


Pertanyaan 4: Apakah pahala sedekah jariyah hanya mengalir untuk orang yang bersedekah?


Jawaban: Tidak, pahala sedekah jariyah juga mengalir untuk orang yang menerima manfaat dari sedekah tersebut.


Pertanyaan 5: Apakah sedekah jariyah bisa dilakukan secara kolektif?


Jawaban: Ya, sedekah jariyah bisa dilakukan secara kolektif, misalnya dengan membangun masjid atau sumur bersama-sama.


Pertanyaan 6: Apa saja manfaat bersedekah jariyah?


Jawaban: Manfaat bersedekah jariyah sangat banyak, antara lain mendapatkan pahala yang terus mengalir, menjadi bekal di akhirat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Dengan bersedekah jariyah, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga berinvestasi untuk bekal di akhirat. Marilah kita semua berlomba-lomba dalam bersedekah jariyah, karena pahalanya akan terus mengalir meskipun kita telah tiada.

Sumber: https://www.islampos.com/keutamaan-sedekah-jariyah-140165/

Tips Memilih Contoh Sedekah Jariyah

Sedekah jariyah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Pahala dari sedekah jariyah akan terus mengalir meskipun orang yang bersedekah telah meninggal dunia. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memilih contoh sedekah jariyah yang tepat agar pahalanya dapat terus mengalir.

Tips 1: Pilihlah sedekah jariyah yang bermanfaat bagi banyak orang. Contohnya, membangun masjid, sumur, atau sekolah. Dengan memilih sedekah jariyah yang bermanfaat bagi banyak orang, pahala yang akan kita terima juga akan lebih besar.

Tips 2: Pilihlah sedekah jariyah yang bersifat jangka panjang. Contohnya, menanam pohon atau menulis buku. Sedekah jariyah yang bersifat jangka panjang akan terus memberikan manfaat bagi orang lain meskipun kita telah tiada.

Tips 3: Pilihlah sedekah jariyah yang sesuai dengan kemampuan kita. Tidak perlu memaksakan diri untuk bersedekah jariyah dalam jumlah banyak. Bersedekahlah sesuai dengan kemampuan dan niat tulus kita.

Tips 4: Pilihlah sedekah jariyah yang tidak memberatkan orang lain. Misalnya, jangan membangun masjid di daerah yang sudah memiliki banyak masjid. Pilihlah lokasi yang benar-benar membutuhkan masjid.

Tips 5: Pilihlah sedekah jariyah yang dikelola dengan baik. Pastikan sedekah jariyah yang kita berikan dikelola dengan baik dan transparan. Hal ini penting agar sedekah jariyah yang kita berikan benar-benar bermanfaat bagi orang lain.

Tips 6: Berniatlah karena Allah SWT. Saat bersedekah jariyah, niatkanlah karena Allah SWT semata. Jangan mengharapkan pujian atau balasan dari orang lain.

Tips 7: Berdoa agar sedekah jariyah kita diterima. Setelah bersedekah jariyah, sempatkanlah untuk berdoa agar sedekah jariyah kita diterima oleh Allah SWT dan pahalanya terus mengalir.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, kita dapat memilih contoh sedekah jariyah yang tepat dan bermanfaat bagi banyak orang. Pahala dari sedekah jariyah yang kita berikan akan terus mengalir meskipun kita telah tiada. Marilah kita berlomba-lomba dalam bersedekah jariyah, karena pahalanya sangat besar dan bermanfaat.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Sedekah yang Tak Terhenti

Masjid

Sedekah jariyah, sedekah yang pahalanya terus mengalir meskipun kita sudah tiada. Banyak contoh sedekah jariyah yang bisa kita lakukan, seperti membangun masjid, sumur, sekolah, menanam pohon, atau membantu mereka yang membutuhkan.

Setiap kebaikan yang kita lakukan, sekecil apapun, akan menjadi amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir. Bahkan setelah kita tiada, pahala itu akan terus mengalir dan menjadi bekal kita di akhirat kelak.

Marilah kita berlomba-lomba dalam bersedekah jariyah, karena sedekah jariyah adalah investasi terbaik yang bisa kita lakukan untuk kehidupan di dunia dan di akhirat.

Images References

Images References, Contoh Cv
Share on