Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW pertama kali disampaikan oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada tahun 93 H/712 M. Sejak saat itu, Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW menjadi tradisi di kalangan umat Islam di seluruh dunia.
Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW
Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW merupakan salah satu tradisi penting dalam agama Islam, khususnya pada hari Jumat. Berikut adalah 8 aspek penting terkait khutbah Jumat Maulid Nabi SAW:
- Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
- Penyampaian Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW
- Peneladanan Sifat dan Ajaran Nabi Muhammad SAW
- Penguatan Keimanan Umat Islam
- Tradisi Umat Islam di Seluruh Dunia
- Pertama Kali Disampaikan pada Masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz
- Media Dakwah dan Penyebaran Islam
- Momen Refleksi dan Introspeksi Diri
Kedelapan aspek tersebut saling terkait dan membentuk sebuah kesatuan yang utuh dalam khutbah Jumat Maulid Nabi SAW. Melalui khutbah ini, umat Islam dapat mengenang perjuangan dan pengorbanan Nabi Muhammad SAW, meneladani sifat dan ajaran beliau, serta memperkuat keimanan mereka. Selain itu, khutbah Jumat Maulid Nabi SAW juga menjadi media dakwah yang efektif untuk menyebarkan ajaran Islam di seluruh dunia.
Dengan memahami berbagai aspek penting tersebut, umat Islam dapat lebih menghayati makna dan hikmah dari khutbah Jumat Maulid Nabi SAW. Sehingga, khutbah ini tidak hanya menjadi sebuah tradisi semata, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam di seluruh dunia memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Peringatan ini menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Islam dan memiliki arti yang sangat besar bagi umat Islam. Salah satu bentuk peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah dengan menggelar khutbah Jumat Maulid Nabi SAW.
Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW merupakan sebuah khutbah khusus yang disampaikan pada hari Jumat untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Khutbah ini biasanya berisi tentang sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, sifat-sifat beliau, dan ajaran-ajaran beliau. Melalui khutbah ini, umat Islam dapat mengenang kembali perjuangan dan pengorbanan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam.
Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi komponen penting dalam khutbah Jumat Maulid Nabi SAW karena kelahiran beliau merupakan peristiwa yang sangat bersejarah bagi umat Islam. Kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa perubahan besar bagi dunia, beliau menjadi pembawa ajaran Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Oleh karena itu, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu cara untuk mengenang dan menghargai perjuangan beliau.
Dengan memahami hubungan antara peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW dan khutbah Jumat Maulid Nabi SAW, umat Islam dapat lebih menghayati makna dan hikmah dari peringatan tersebut. Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekedar tradisi, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/129362/maulid-nabi-muhammad-saw-momentum-untuk-meneladani-akhlak-rasulullah
Penyampaian Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW
Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW memang lekat dengan penyampaian sejarah hidup Nabi Muhammad SAW. Sebab, kelahiran beliau menjadi momentum penting nan bersejarah dalam Islam. Kisah perjuangan, keteladanan, dan ajaran Nabi Muhammad SAW, yang disampaikan dalam khutbah, menjadi pijakan umat Islam dalam menapaki kehidupan.
Penyampaian sejarah hidup Nabi Muhammad SAW dalam khutbah Jumat Maulid Nabi SAW memberikan banyak manfaat. Di antaranya:
- Menambah wawasan dan pengetahuan tentang sosok Nabi Muhammad SAW, utusan Allah yang membawa ajaran Islam.
- Menumbuhkan rasa cinta dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, yang menjadi suri tauladan utama bagi umat Islam.
- Meneladani akhlak dan perilaku Nabi Muhammad SAW, dalam kehidupan sehari-hari.
- Memperkuat keimanan dan keyakinan terhadap ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Dengan memahami sejarah hidup Nabi Muhammad SAW, umat Islam dapat mengambil pelajaran berharga dan menerapkannya dalam kehidupan. Misalnya, tentang kejujuran, kesabaran, keadilan, dan kasih sayang yang menjadi ciri khas beliau. Dengan demikian, khutbah Jumat Maulid Nabi SAW bukan hanya menjadi sarana peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tapi juga menjadi media pembelajaran dan pembinaan umat Islam.
Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/129362/maulid-nabi-muhammad-saw-momentum-untuk-meneladani-akhlak-rasulullah
Peneladanan Sifat dan Ajaran Nabi Muhammad SAW
Dalam khutbah Jumat Maulid Nabi SAW, terdapat seruan untuk meneladani sifat dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Hal ini sangat penting karena sifat dan ajaran beliau menjadi pedoman hidup bagi umat Islam. Dengan meneladaninya, umat Islam diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat.
-
Kejujuran
Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang jujur dan dapat dipercaya. Sifat ini harus diteladani oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Kejujuran akan membawa keberkahan dan kepercayaan dari orang lain.
-
Kesabaran
Nabi Muhammad SAW juga dikenal sebagai sosok yang sabar dalam menghadapi cobaan hidup. Sifat ini harus diteladani oleh umat Islam dalam menghadapi kesulitan. Dengan kesabaran, umat Islam dapat menyelesaikan masalah dengan baik dan tetap teguh dalam pendiriannya.
-
Keadilan
Nabi Muhammad SAW selalu menjunjung tinggi keadilan. Sifat ini harus diteladani oleh umat Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan keadilan, umat Islam dapat menciptakan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.
-
Kasih Sayang
Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang penyayang dan penuh kasih sayang kepada sesama. Sifat ini harus diteladani oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kasih sayang, umat Islam dapat menciptakan lingkungan yang penuh kedamaian dan kebahagiaan.
Dengan meneladani sifat dan ajaran Nabi Muhammad SAW, umat Islam diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bertakwa kepada Allah SWT. Sifat-sifat tersebut akan membawa keberkahan dan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.
Penguatan Keimanan Umat Islam
Dalam khutbah Jumat Maulid Nabi SAW, terdapat seruan untuk memperkuat keimanan umat Islam. Keimanan merupakan pondasi utama dalam ajaran Islam, yang menjadi dasar bagi segala amal perbuatan. Dengan keimanan yang kuat, umat Islam akan memiliki pegangan hidup yang kokoh dan tidak mudah terombang-ambing oleh berbagai godaan dunia.
Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW memperkuat keimanan umat Islam melalui berbagai cara, di antaranya:
-
Menumbuhkan rasa cinta dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad SAW merupakan sosok teladan utama bagi umat Islam. Dengan mencintainya, umat Islam akan terdorong untuk mengikuti ajaran dan sunnahnya, yang akan memperkuat keimanan mereka. -
Menjelaskan tentang sifat-sifat dan ajaran Nabi Muhammad SAW.
Dalam khutbah Jumat Maulid Nabi SAW, dijelaskan tentang sifat-sifat terpuji Nabi Muhammad SAW, seperti kejujuran, kesabaran, keadilan, dan kasih sayang. Umat Islam diajak untuk meneladani sifat-sifat tersebut, yang akan menguatkan keimanan mereka. -
Menceritakan tentang perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam.
Nabi Muhammad SAW menghadapi banyak kesulitan dan tantangan dalam menyebarkan agama Islam. Kisah perjuangan beliau akan menginspirasi umat Islam untuk tetap teguh dalam menjalankan ajaran Islam, meskipun menghadapi berbagai rintangan.
Dengan memahami hubungan antara khutbah Jumat Maulid Nabi SAW dan penguatan keimanan umat Islam, diharapkan umat Islam dapat meningkatkan kualitas keimanannya. Keimanan yang kuat akan membawa keberkahan dan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.
Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/129362/maulid-nabi-muhammad-saw-momentum-untuk-meneladani-akhlak-rasulullah
Tradisi Umat Islam di Seluruh Dunia
Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW merupakan tradisi yang sudah mengakar kuat di kalangan umat Islam di seluruh dunia. Tradisi ini menjadi salah satu cara umat Islam untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus untuk meneladani sifat dan ajaran beliau.
-
Menyebarkan Ajaran Islam
Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW menjadi sarana yang efektif untuk menyebarkan ajaran Islam. Melalui khutbah tersebut, umat Islam dapat belajar tentang sejarah hidup Nabi Muhammad SAW, sifat-sifat terpuji beliau, dan ajaran-ajaran beliau. Dengan demikian, umat Islam dapat memahami ajaran Islam dengan lebih baik dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
-
Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Tradisi peringatan Maulid Nabi SAW dapat mempererat ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama umat Islam. Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk berkumpul dan bersama-sama memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Melalui kegiatan ini, umat Islam dapat mempererat tali silaturahmi dan saling mendoakan.
-
Menumbuhkan Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW
Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW dapat menumbuhkan kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui khutbah tersebut, umat Islam dapat belajar tentang perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam. Dengan demikian, umat Islam dapat lebih menghargai jasa-jasa Nabi Muhammad SAW dan berusaha untuk mengikuti ajaran-ajaran beliau.
-
Meneladani Sifat dan Ajaran Nabi Muhammad SAW
Tradisi peringatan Maulid Nabi SAW menjadi pengingat bagi umat Islam untuk meneladani sifat dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Melalui khutbah Jumat Maulid Nabi SAW, umat Islam dapat belajar tentang sifat-sifat terpuji Nabi Muhammad SAW, seperti kejujuran, kesabaran, keadilan, dan kasih sayang. Dengan demikian, umat Islam dapat berusaha untuk menerapkan sifat-sifat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Tradisi umat Islam di seluruh dunia dalam memperingati Maulid Nabi SAW memiliki makna yang sangat penting. Tradisi ini tidak hanya sekedar tradisi belaka, tetapi juga menjadi sarana untuk menyebarkan ajaran Islam, mempererat ukhuwah islamiyah, menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, dan meneladani sifat dan ajaran beliau.
Pertama Kali Disampaikan pada Masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz
Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW pertama kali disampaikan pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada tahun 93 H/712 M. Hal ini menjadi tonggak sejarah dalam tradisi peringatan Maulid Nabi SAW di kalangan umat Islam.
Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi keputusan Khalifah Umar bin Abdul Aziz untuk menyampaikan khutbah Jumat Maulid Nabi SAW. Pertama, beliau ingin memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada beliau. Kedua, beliau ingin meneladani sifat dan ajaran Nabi Muhammad SAW kepada umat Islam. Ketiga, beliau ingin memperkuat keimanan umat Islam dan menyatukan mereka dalam satu tujuan.
Keputusan Khalifah Umar bin Abdul Aziz untuk menyampaikan khutbah Jumat Maulid Nabi SAW memiliki dampak yang sangat besar bagi perkembangan Islam. Tradisi ini kemudian menyebar ke seluruh dunia Islam dan menjadi salah satu tradisi penting dalam peringatan Maulid Nabi SAW. Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW menjadi sarana untuk menyebarkan ajaran Islam, mempererat ukhuwah islamiyah, menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, dan meneladani sifat dan ajaran beliau.
Pada masa sekarang, tradisi peringatan Maulid Nabi SAW masih terus dilestarikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peringatan tersebut. Melalui khutbah ini, umat Islam dapat belajar tentang sejarah hidup Nabi Muhammad SAW, sifat-sifat terpuji beliau, dan ajaran-ajaran beliau. Dengan demikian, umat Islam dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/129362/maulid-nabi-muhammad-saw-momentum-untuk-meneladani-akhlak-rasulullah
Media Dakwah dan Penyebaran Islam
Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW merupakan salah satu media dakwah yang efektif untuk menyebarkan ajaran Islam. Melalui khutbah ini, para ulama dan penceramah dapat menyampaikan pesan-pesan Islam kepada masyarakat luas, khususnya pada hari Jumat yang merupakan hari berkumpulnya umat Islam.
-
Penyampaian Sejarah Hidup dan Ajaran Nabi Muhammad SAW
Dalam khutbah Jumat Maulid Nabi SAW, para penceramah biasanya menyampaikan sejarah hidup dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada umat Islam tentang sosok Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama dan sumber ajaran Islam. Dengan memahami sejarah hidup dan ajaran Nabi Muhammad SAW, umat Islam dapat meneladani sifat dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari.
-
Penjelasan tentang Akidah dan Ibadah
Selain sejarah hidup Nabi Muhammad SAW, khutbah Jumat Maulid Nabi SAW juga sering digunakan untuk menjelaskan tentang akidah dan ibadah dalam Islam. Para penceramah akan menyampaikan tentang keesaan Allah SWT, rukun iman, rukun Islam, dan berbagai ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Islam. Dengan memahami akidah dan ibadah yang benar, umat Islam dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
-
Seruan untuk Berakhlak Mulia
Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW juga menjadi sarana untuk menyerukan kepada umat Islam agar berakhlak mulia. Para penceramah akan menyampaikan tentang pentingnya sifat-sifat terpuji seperti jujur, amanah, sabar, dan kasih sayang. Dengan berakhlak mulia, umat Islam dapat menjadi teladan yang baik bagi masyarakat sekitar dan menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.
-
Ajakan untuk Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah
Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW juga menjadi kesempatan untuk mengajak umat Islam agar meningkatkan ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama Muslim. Para penceramah akan menyampaikan tentang pentingnya menjaga silaturahmi, saling tolong-menolong, dan menghindari perpecahan. Dengan meningkatkan ukhuwah islamiyah, umat Islam dapat membangun masyarakat yang harmonis dan kuat.
Dengan demikian, khutbah Jumat Maulid Nabi SAW memiliki peran penting sebagai media dakwah untuk menyebarkan ajaran Islam. Melalui khutbah ini, umat Islam dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang Islam, meneladani sifat dan perilaku Nabi Muhammad SAW, dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Momen Refleksi dan Introspeksi Diri
Di tengah hiruk pikuk kehidupan, khutbah Jumat Maulid Nabi SAW hadir sebagai oase yang mengajak kita untuk melakukan refleksi dan introspeksi diri. Peringatan kelahiran Rasulullah SAW menjadi momentum untuk merenungkan kembali perjalanan hidup kita, menakar sejauh mana kita telah meneladani akhlak dan ajaran beliau.
Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW menyajikan kisah perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan kebenaran. Kisah ini membangkitkan kesadaran kita tentang pentingnya memiliki prinsip yang kuat, kegigihan, dan kesabaran dalam menghadapi kesulitan hidup. Melalui refleksi ini, kita dapat mengevaluasi diri, apakah kita telah menjadi pribadi yang berani memperjuangkan kebaikan dan istiqomah di jalan Allah.
Selain itu, khutbah Jumat Maulid Nabi SAW juga mengingatkan kita tentang sifat-sifat terpuji Rasulullah SAW, seperti kejujuran, amanah, dan kasih sayang. Dengan merenungkan sifat-sifat ini, kita dapat mengidentifikasi kekurangan dalam diri kita dan berusaha untuk memperbaikinya. Introspeksi diri yang mendalam akan membantu kita menjadi pribadi yang lebih berakhlak mulia, sesuai dengan tuntunan agama Islam.
Momen refleksi dan introspeksi diri dalam khutbah Jumat Maulid Nabi SAW sangat penting untuk pertumbuhan spiritual kita. Dengan merenungkan kembali perjalanan hidup dan sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW, kita dapat memperoleh inspirasi dan motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Refleksi dan introspeksi ini menjadi kunci untuk meraih kesuksesan sejati, baik di dunia maupun di akhirat.
Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/129362/maulid-nabi-muhammad-saw-momentum-untuk-meneladani-akhlak-rasulullah
Tanya Jawab tentang Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW
Berikut ini beberapa pertanyaan umum yang sering ditanyakan tentang khutbah Jumat Maulid Nabi SAW:
Pertanyaan 1: Apa itu khutbah Jumat Maulid Nabi SAW?
Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW adalah khutbah khusus yang disampaikan pada hari Jumat untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Pertanyaan 2: Siapa yang pertama kali menyampaikan khutbah Jumat Maulid Nabi SAW?
Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
Pertanyaan 3: Apa saja manfaat khutbah Jumat Maulid Nabi SAW?
Meningkatkan iman, meneladani sifat Nabi Muhammad SAW, dan mempererat persaudaraan umat Islam.
Pertanyaan 4: Apa saja tema umum yang dibahas dalam khutbah Jumat Maulid Nabi SAW?
Sejarah hidup Nabi Muhammad SAW, ajaran beliau, dan pentingnya meneladani akhlak beliau.
Pertanyaan 5: Kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan khutbah Jumat Maulid Nabi SAW?
Pada hari Jumat, setelah sholat Jumat.
Pertanyaan 6: Apakah ada syarat khusus untuk mendengarkan khutbah Jumat Maulid Nabi SAW?
Tidak ada syarat khusus, semua umat Islam dipersilakan untuk hadir dan mendengarkan khutbah.
Semoga informasi ini bermanfaat. Mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi SAW sebagai momentum untuk meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT.
Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/129362/maulid-nabi-muhammad-saw-momentum-untuk-meneladani-akhlak-rasulullah
Tips untuk Menulis Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW yang Menarik
Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW merupakan kesempatan yang baik untuk menyampaikan pesan-pesan Islam kepada umat Muslim. Agar khutbah menjadi menarik dan mengena, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Tip 1: Tentukan Tema yang Relevan
Pilih tema khutbah yang sesuai dengan kebutuhan dan minat jamaah. Misalnya, membahas tentang akhlak Nabi Muhammad SAW, perjuangan beliau dalam menyebarkan Islam, atau hikmah dari peristiwa Isra' Mi'raj.
Tip 2: Susun Struktur yang Jelas
Khutbah yang baik memiliki struktur yang jelas, yaitu pembukaan, isi, dan penutup. Di bagian pembukaan, sampaikan salam dan pujian kepada Allah SWT serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Di bagian isi, uraikan tema khutbah secara sistematis. Di bagian penutup, rangkum poin-poin penting dan berikan ajakan kepada jamaah untuk mengamalkan ajaran Islam.
Tip 3: Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami
Hindari menggunakan bahasa yang terlalu tinggi atau istilah-istilah yang sulit dipahami oleh jamaah. Gunakan bahasa yang sederhana dan jelas agar pesan khutbah dapat tersampaikan dengan baik.
Tip 4: Sertakan Kisah-kisah Inspiratif
Kisah-kisah inspiratif tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW atau para sahabatnya dapat memperkuat pesan khutbah dan membuat jamaah lebih tertarik. Kisah-kisah tersebut juga dapat memberikan motivasi kepada jamaah untuk mengamalkan ajaran Islam.
Tip 5: Berikan Ajakan yang Jelas
Di bagian penutup khutbah, berikan ajakan yang jelas kepada jamaah untuk mengamalkan ajaran Islam. Ajakan tersebut dapat berupa seruan untuk meningkatkan ibadah, mempererat silaturahmi, atau berakhlak mulia.
Kesimpulan
Dengan mengikuti tips-tips di atas, insya Allah khutbah Jumat Maulid Nabi SAW yang disampaikan akan menarik dan mengena di hati jamaah. Semoga khutbah tersebut dapat memberikan manfaat dan berkah bagi kita semua.
Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW
Khutbah Jumat Maulid Nabi SAW adalah sebuah tradisi penting dalam agama Islam, khususnya pada hari Jumat. Khutbah ini berisi tentang sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, sifat-sifat beliau, dan ajaran-ajaran beliau. Melalui khutbah ini, umat Islam dapat mengenang perjuangan dan pengorbanan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam.
Selain itu, khutbah Jumat Maulid Nabi SAW juga memiliki banyak manfaat, di antaranya adalah untuk meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW, memperkuat keimanan umat Islam, dan mempersatukan umat Islam dalam satu tujuan. Tradisi ini pertama kali dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada tahun 93 H/712 M, dan hingga kini masih terus dilestarikan oleh umat Islam di seluruh dunia.