Beberapa penyebab umum laptop mati total meskipun sedang dicharger antara lain:
- Baterai rusak
- Adaptor daya rusak
- Motherboard rusak
- Komponen lainnya rusak, seperti RAM atau hard drive
Untuk mengatasi masalah laptop mati total meskipun sedang dicharger, Anda dapat mencoba beberapa langkah berikut:
- Periksa apakah adaptor daya terhubung dengan benar ke laptop dan ke sumber listrik.
- Gunakan adaptor daya lain yang kompatibel dengan laptop Anda.
- Lepaskan baterai dari laptop dan coba hidupkan laptop hanya dengan menggunakan adaptor daya.
- Jika langkah-langkah di atas tidak berhasil, kemungkinan besar ada komponen laptop yang rusak. Anda dapat membawa laptop ke teknisi untuk diperiksa dan diperbaiki.
notebook mati total walau di charger
Laptop mati total meskipun sedang dicas adalah masalah yang umum terjadi. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masalah pada baterai hingga kerusakan pada motherboard. Berikut adalah 10 aspek penting yang perlu diperhatikan terkait masalah ini:
- Baterai rusak
- Adaptor daya rusak
- Motherboard rusak
- Kabel charger rusak
- Soket charger kotor
- Sistem operasi rusak
- Overheating
- Kerusakan fisik
- Infeksi virus atau malware
- Konflik perangkat keras
Untuk mengatasi masalah laptop mati total meskipun sedang dicas, Anda dapat mencoba beberapa langkah berikut:
- Periksa apakah adaptor daya terhubung dengan benar ke laptop dan ke sumber listrik.
- Gunakan adaptor daya lain yang kompatibel dengan laptop Anda.
- Lepaskan baterai dari laptop dan coba hidupkan laptop hanya dengan menggunakan adaptor daya.
- Bersihkan soket charger dari debu atau kotoran.
- Restart laptop Anda.
- Perbarui sistem operasi laptop Anda.
- Lakukan pemindaian virus atau malware pada laptop Anda.
- Jika semua langkah di atas tidak berhasil, kemungkinan besar ada komponen laptop yang rusak. Anda dapat membawa laptop ke teknisi untuk diperiksa dan diperbaiki.
Baterai rusak
Baterai adalah salah satu komponen penting dalam sebuah laptop. Tanpa baterai, laptop tidak akan bisa menyala dan digunakan. Baterai berfungsi untuk menyimpan daya listrik yang digunakan untuk menjalankan laptop. Jika baterai rusak, maka laptop tidak akan bisa menyala meskipun sedang dicharger.
Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan bahwa baterai laptop rusak, antara lain:
- Laptop tidak bisa menyala meskipun sudah dicharger
- Baterai cepat habis
- Baterai kembung
- Baterai mengeluarkan bau tidak sedap
Jika baterai laptop rusak, maka harus segera diganti dengan baterai yang baru. Baterai yang rusak dapat menyebabkan kerusakan pada komponen laptop lainnya, seperti motherboard. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga kesehatan baterai laptop dengan cara menggunakannya dengan benar dan tidak membiarkan baterai sampai habis.
Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga kesehatan baterai laptop:
- Jangan biarkan baterai laptop sampai habis. Isi ulang baterai saat kapasitasnya sudah mencapai 20%.
- Jangan mengisi baterai laptop semalaman. Cabut charger setelah baterai terisi penuh.
- Hindari menggunakan laptop di tempat yang panas. Panas dapat merusak baterai.
- Kalibrasi baterai laptop secara berkala. Kalibrasi dapat membantu memperpanjang usia baterai.
Sumber:
- https://support.microsoft.com/id-id/help/4027458/surface-troubleshoot-battery-problems
- https://www.asus.com/id/support/FAQ/1015083/
Adaptor daya rusak
Adaptor daya adalah komponen penting dalam sebuah laptop. Adaptor berfungsi untuk mengubah arus listrik dari sumber listrik (misalnya stopkontak) menjadi arus listrik yang sesuai dengan kebutuhan laptop. Jika adaptor daya rusak, maka laptop tidak akan bisa menyala meskipun sedang dicharger.
Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan bahwa adaptor daya laptop rusak, antara lain:
- Laptop tidak bisa menyala meskipun sudah dicharger
- Adaptor daya mengeluarkan suara dengung atau bergetar
- Kabel adaptor daya rusak atau putus
- Adaptor daya menjadi panas saat digunakan
Jika adaptor daya laptop rusak, maka harus segera diganti dengan adaptor daya yang baru. Adaptor daya yang rusak dapat menyebabkan kerusakan pada komponen laptop lainnya, seperti motherboard. Oleh karena itu, penting untuk selalu menggunakan adaptor daya asli atau adaptor daya yang kompatibel dengan laptop Anda.
Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga kesehatan adaptor daya laptop:
- Jangan biarkan adaptor daya terjatuh atau terbentur.
- Jangan melilitkan kabel adaptor daya terlalu kencang.
- Jangan menggunakan adaptor daya di tempat yang panas atau lembap.
- Cabut adaptor daya dari stopkontak saat tidak digunakan.
Sumber:
- https://support.microsoft.com/id-id/help/4023538/surface-troubleshoot-power-supply-problems
- https://www.asus.com/id/support/FAQ/1015083/
Motherboard rusak
Motherboard merupakan komponen penting dalam sebuah laptop. Motherboard berfungsi sebagai penghubung antara semua komponen laptop, termasuk prosesor, RAM, hard drive, dan komponen lainnya. Jika motherboard rusak, maka laptop tidak akan bisa menyala meskipun sedang dicharger.
Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan bahwa motherboard laptop rusak, antara lain:
- Laptop tidak bisa menyala meskipun sudah dicharger
- Laptop sering restart atau mati sendiri
- Laptop mengeluarkan suara beep yang tidak biasa
- Layar laptop blank atau bergaris-garis
- Keyboard atau touchpad laptop tidak berfungsi
Jika motherboard laptop rusak, maka harus segera diganti dengan motherboard yang baru. Motherboard yang rusak dapat menyebabkan kerusakan pada komponen laptop lainnya, seperti prosesor, RAM, dan hard drive. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga kesehatan motherboard laptop dengan cara menggunakan laptop dengan benar dan tidak membiarkan laptop terjatuh atau terbentur.
Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga kesehatan motherboard laptop:
- Jangan biarkan laptop terjatuh atau terbentur.
- Jangan menggunakan laptop di tempat yang panas atau lembap.
- Bersihkan laptop secara teratur dari debu dan kotoran.
- Jangan membuka casing laptop sendiri jika tidak memiliki keahlian yang cukup.
Sumber:
- https://support.microsoft.com/id-id/help/4023538/surface-troubleshoot-power-supply-problems
- https://www.asus.com/id/support/FAQ/1015083/
Kabel charger rusak
Kabel charger adalah komponen penting yang menghubungkan laptop ke sumber listrik. Jika kabel charger rusak, maka laptop tidak akan bisa menyala meskipun sedang dicharger. Kerusakan pada kabel charger dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:
-
Kabel tertekuk atau terjepit
Kabel charger yang tertekuk atau terjepit dapat menyebabkan putusnya kabel di bagian dalam. Hal ini dapat menyebabkan laptop tidak bisa dicharge meskipun kabel masih terhubung ke sumber listrik. -
Kabel terkelupas
Kabel charger yang terkelupas dapat menyebabkan korsleting listrik. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada laptop atau bahkan kebakaran. -
Konektor kabel rusak
Konektor kabel charger yang rusak dapat menyebabkan laptop tidak bisa dicharge dengan benar. Hal ini dapat disebabkan oleh korosi, kotoran, atau kerusakan fisik. -
Kabel tidak kompatibel
Menggunakan kabel charger yang tidak kompatibel dengan laptop dapat menyebabkan laptop tidak bisa dicharge dengan benar. Pastikan untuk menggunakan kabel charger asli atau kabel charger yang kompatibel dengan laptop Anda.
Jika kabel charger laptop Anda rusak, maka segera ganti dengan kabel charger yang baru. Menggunakan kabel charger yang rusak dapat menyebabkan kerusakan pada laptop Anda. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga kesehatan kabel charger laptop dengan cara menggunakannya dengan benar dan tidak membiarkan kabel tertekuk atau terjepit.
Soket charger kotor
Soket charger adalah bagian penting dari laptop yang berfungsi untuk mengalirkan listrik dari charger ke baterai laptop. Jika soket charger kotor, maka aliran listrik dapat terhambat, sehingga menyebabkan laptop tidak bisa dicharge dengan benar. Hal ini dapat menyebabkan laptop mati total meskipun sedang dicharger.
Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan bahwa soket charger laptop kotor, antara lain:
- Laptop tidak bisa dicharge meskipun sudah dicolokkan ke charger
- Charger terasa longgar saat dicolokkan ke soket charger
- Soket charger terlihat kotor atau berdebu
Jika soket charger laptop kotor, maka harus segera dibersihkan. Cara membersihkan soket charger laptop adalah dengan menggunakan cotton bud yang dibasahi dengan alkohol. Gosok perlahan soket charger hingga bersih dari kotoran dan debu.
Membersihkan soket charger laptop secara teratur dapat mencegah laptop mati total meskipun sedang dicharger. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan soket charger laptop.
Sumber:
- https://www.asus.com/id/support/FAQ/1015083/
Sistem Operasi Rusak
Sistem operasi adalah perangkat lunak yang mengendalikan dan mengelola semua perangkat keras dan perangkat lunak pada sebuah laptop. Jika sistem operasi rusak, maka laptop tidak akan bisa berfungsi dengan baik, termasuk mengisi daya baterai. Hal ini dapat menyebabkan laptop mati total meskipun sedang dicharger.
-
File sistem rusak
File sistem adalah bagian dari sistem operasi yang mengatur bagaimana data disimpan dan diakses pada hard drive. Jika file sistem rusak, maka sistem operasi tidak akan bisa mengakses data pada hard drive, termasuk file yang diperlukan untuk mengisi daya baterai. -
Driver rusak
Driver adalah perangkat lunak yang memungkinkan sistem operasi berkomunikasi dengan perangkat keras. Jika driver rusak, maka sistem operasi tidak akan bisa berkomunikasi dengan perangkat keras, termasuk pengontrol baterai. Hal ini dapat menyebabkan laptop tidak bisa mengisi daya baterai. -
Infeksi virus atau malware
Virus dan malware adalah program jahat yang dapat merusak sistem operasi dan menyebabkan laptop tidak berfungsi dengan baik. Infeksi virus atau malware dapat menyebabkan laptop mati total meskipun sedang dicharger. -
Pembaruan sistem operasi yang gagal
Pembaruan sistem operasi dapat memperbaiki bug dan meningkatkan keamanan. Namun, jika pembaruan sistem operasi gagal, maka dapat menyebabkan sistem operasi rusak dan menyebabkan laptop tidak berfungsi dengan baik, termasuk mengisi daya baterai.
Jika sistem operasi laptop Anda rusak, maka harus segera diperbaiki. Cara memperbaiki sistem operasi laptop adalah dengan menginstal ulang sistem operasi. Menginstal ulang sistem operasi akan menghapus semua data pada hard drive, jadi pastikan untuk membackup data Anda terlebih dahulu.
Overheating
Laptop yang terlalu panas dapat menyebabkan berbagai masalah, salah satunya adalah mati total meskipun sedang dicharger. Hal ini terjadi karena panas yang berlebihan dapat merusak komponen penting di dalam laptop, termasuk baterai dan motherboard.
-
Penyebab Overheating
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan laptop overheating, antara lain:- Penggunaan laptop dalam jangka waktu lama tanpa henti
- Menjalankan program atau game yang berat
- Menutup lubang ventilasi laptop
- Debu dan kotoran yang menumpuk di dalam laptop
-
Akibat Overheating
Overheating dapat menyebabkan berbagai masalah pada laptop, antara lain:- Laptop menjadi lambat dan tidak responsif
- Kerusakan pada komponen laptop, seperti baterai, motherboard, atau hard drive
- Laptop mati total
-
Cara Mencegah Overheating
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah overheating pada laptop, antara lain:- Gunakan laptop di tempat yang sejuk dan berventilasi baik
- Jangan menutup lubang ventilasi laptop
- Bersihkan laptop dari debu dan kotoran secara teratur
- Gunakan cooling pad untuk membantu mendinginkan laptop
Jika laptop Anda mengalami overheating, segera matikan laptop dan biarkan dingin. Setelah dingin, bersihkan laptop dari debu dan kotoran, dan pastikan lubang ventilasi tidak tertutup. Jika masalah overheating masih berlanjut, sebaiknya bawa laptop ke teknisi untuk diperiksa.
Kerusakan fisik
Penyebab utama laptop mati total meskipun sedang dicharger adalah kerusakan fisik. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti terjatuh, terbentur, atau terkena air. Kerusakan fisik dapat menyebabkan komponen penting di dalam laptop, seperti motherboard atau hard drive, menjadi rusak dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya, laptop tidak bisa menyala meskipun sedang dicharger.
Salah satu contoh kerusakan fisik yang dapat menyebabkan laptop mati total adalah ketika laptop terjatuh dari ketinggian. Benturan yang terjadi saat laptop terjatuh dapat menyebabkan motherboard atau hard drive menjadi retak atau rusak. Hal ini dapat menyebabkan laptop tidak bisa menyala sama sekali, meskipun sedang dicharger.
Selain terjatuh, laptop juga bisa mengalami kerusakan fisik akibat terbentur benda keras. Benturan yang terjadi dapat menyebabkan komponen di dalam laptop menjadi longgar atau terlepas. Hal ini juga dapat menyebabkan laptop tidak bisa menyala meskipun sedang dicharger.
Kerusakan fisik pada laptop tidak hanya disebabkan oleh benturan atau terjatuh saja, tetapi juga bisa disebabkan oleh terkena air. Jika laptop terkena air, komponen di dalam laptop dapat menjadi korslet dan rusak. Hal ini dapat menyebabkan laptop tidak bisa menyala sama sekali, meskipun sedang dicharger.
Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga laptop dari kerusakan fisik. Hindari membawa laptop di tempat yang ramai atau berpotensi terjatuh. Jika laptop tidak digunakan, simpanlah di tempat yang aman dan kering.
Sumber:
- https://www.asus.com/id/support/FAQ/1015083/
Infeksi Virus atau Malware
Infeksi virus atau malware merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan notebook mati total meski sedang di-charger. Virus dan malware adalah program jahat yang dapat menyerang dan merusak sistem operasi, aplikasi, dan file pada notebook. Akibatnya, notebook menjadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya, termasuk dalam proses pengisian daya baterai.
-
Malware yang Menargetkan Sistem Pengisian Daya
Beberapa jenis malware dirancang untuk secara khusus menargetkan sistem pengisian daya notebook. Malware ini dapat merusak atau menonaktifkan komponen yang bertanggung jawab dalam proses pengisian daya, sehingga baterai tidak dapat diisi meskipun notebook terhubung ke sumber listrik. -
Malware yang Menguras Daya Baterai
Jenis malware lainnya dapat berjalan di latar belakang dan terus-menerus menguras daya baterai notebook. Akibatnya, baterai cepat habis dan notebook mati total meskipun baru saja di-charger. -
Malware yang Mengubah Pengaturan Sistem
Malware juga dapat mengubah pengaturan sistem notebook, termasuk pengaturan daya. Hal ini dapat menyebabkan notebook mati total ketika baterai mencapai tingkat daya tertentu, meskipun masih terhubung ke charger. -
Cara Mencegah Infeksi Virus atau Malware
Untuk mencegah infeksi virus atau malware yang dapat menyebabkan notebook mati total, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, seperti menggunakan perangkat lunak antivirus, memperbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala, serta berhati-hati saat mengunduh file atau membuka lampiran email dari sumber yang tidak dikenal.
Dengan memahami hubungan antara infeksi virus atau malware dengan notebook mati total saat di-charger, pengguna dapat mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk melindungi notebook mereka dan memastikan pengisian daya baterai yang optimal.
Konflik Perangkat Keras
Konflik perangkat keras adalah suatu kondisi ketika dua atau lebih perangkat keras pada sebuah notebook tidak dapat bekerja sama dengan baik, sehingga mengakibatkan notebook mati total meskipun sedang di-charger. Konflik ini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti ketidakcocokan driver, masalah pada BIOS, atau adanya perangkat keras yang rusak.
-
Komponen yang Berkonflik
Konflik perangkat keras dapat terjadi antara berbagai komponen, seperti: kartu grafis, kartu suara, perangkat penyimpanan, atau perangkat jaringan. Ketika komponen-komponen ini tidak dapat berkomunikasi atau bekerja sama dengan baik, dapat menyebabkan notebook mengalami masalah, termasuk mati total.
-
Ketidakcocokan Driver
Driver adalah perangkat lunak yang memungkinkan sistem operasi berkomunikasi dengan perangkat keras. Jika driver yang digunakan tidak kompatibel dengan perangkat keras, dapat menyebabkan konflik dan membuat notebook tidak berfungsi dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan notebook mati total, terutama jika driver yang bermasalah terkait dengan komponen penting seperti motherboard atau kartu grafis.
-
Masalah pada BIOS
BIOS (Basic Input/Output System) adalah firmware yang tersimpan pada motherboard notebook. BIOS bertanggung jawab untuk menginisialisasi perangkat keras dan memuat sistem operasi. Jika terdapat masalah pada BIOS, seperti pengaturan yang salah atau kerusakan, dapat menyebabkan konflik perangkat keras dan membuat notebook tidak dapat menyala.
-
Perangkat Keras yang Rusak
Dalam beberapa kasus, konflik perangkat keras dapat disebabkan oleh perangkat keras yang rusak. Misalnya, jika terdapat modul RAM yang rusak, dapat menyebabkan konflik dengan komponen lain dan membuat notebook mati total. Demikian pula, jika motherboard rusak, dapat menyebabkan notebook tidak dapat berkomunikasi dengan perangkat keras lainnya dan mengakibatkan mati total.
Jadi, konflik perangkat keras dapat menjadi salah satu penyebab notebook mati total meskipun sedang di-charger. Untuk mencegah dan mengatasi masalah ini, pengguna dapat memastikan bahwa driver yang digunakan selalu diperbarui, BIOS dikonfigurasi dengan benar, dan perangkat keras dalam kondisi baik. Jika konflik perangkat keras tetap terjadi, disarankan untuk berkonsultasi dengan teknisi ahli untuk mendapatkan bantuan.
Periksa apakah adaptor daya terhubung dengan benar ke laptop dan ke sumber listrik.
Salah satu penyebab paling umum notebook mati total meskipun sedang di-charger adalah masalah pada adaptor daya. Adaptor daya berfungsi untuk mengubah arus listrik dari sumber listrik (misalnya stopkontak) menjadi arus listrik yang sesuai dengan kebutuhan notebook. Jika adaptor daya tidak terhubung dengan benar, maka notebook tidak akan bisa mendapatkan daya listrik yang dibutuhkan untuk beroperasi, sehingga menyebabkan notebook mati total.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan adaptor daya terhubung dengan benar:
- Pastikan kabel adaptor daya terpasang dengan benar ke adaptor daya dan ke notebook.
- Pastikan adaptor daya terhubung ke sumber listrik yang berfungsi.
- Jika menggunakan colokan ekstensi atau stop kontak, pastikan colokan tersebut berfungsi dengan baik.
Dengan memastikan adaptor daya terhubung dengan benar, Anda dapat menghindari masalah notebook mati total meskipun sedang di-charger. Hal ini akan membantu menjaga notebook Anda tetap berfungsi dengan baik dan memperpanjang usia pakai baterai.
Sumber:
- https://support.microsoft.com/id-id/help/4023538/surface-troubleshoot-power-supply-problems
Gunakan adaptor daya lain yang kompatibel dengan laptop Anda.
Jika notebook Anda mati total meskipun sedang di-charger, salah satu penyebabnya mungkin adalah masalah pada adaptor daya. Adaptor daya berfungsi untuk mengubah arus listrik dari sumber listrik (misalnya stopkontak) menjadi arus listrik yang sesuai dengan kebutuhan notebook. Jika adaptor daya yang digunakan tidak kompatibel dengan notebook Anda, maka notebook tidak akan bisa mendapatkan daya listrik yang dibutuhkan untuk beroperasi, sehingga menyebabkan notebook mati total.
-
Pastikan adaptor daya kompatibel dengan notebook Anda
Setiap notebook memiliki spesifikasi adaptor daya yang berbeda-beda. Pastikan adaptor daya yang Anda gunakan memiliki spesifikasi yang sesuai dengan notebook Anda. Anda dapat memeriksa spesifikasi adaptor daya pada buku panduan notebook atau pada situs web produsen notebook.
-
Gunakan adaptor daya asli atau adaptor daya berkualitas baik
Adaptor daya asli atau adaptor daya berkualitas baik biasanya memiliki kualitas bahan dan pembuatan yang lebih baik, sehingga dapat mengalirkan listrik dengan lebih stabil dan aman. Adaptor daya yang murah atau berkualitas rendah dapat menyebabkan masalah pada notebook, termasuk mati total.
-
Hindari menggunakan adaptor daya yang sudah rusak
Jika adaptor daya yang Anda gunakan sudah rusak, misalnya kabelnya putus atau konektornya longgar, jangan gunakan adaptor daya tersebut. Adaptor daya yang rusak dapat menyebabkan masalah pada notebook, termasuk mati total.
Dengan menggunakan adaptor daya yang kompatibel, asli, berkualitas baik, dan tidak rusak, Anda dapat menghindari masalah notebook mati total meskipun sedang di-charger. Hal ini akan membantu menjaga notebook Anda tetap berfungsi dengan baik dan memperpanjang usia pakai baterai.
Lepaskan baterai dari laptop dan coba hidupkan laptop hanya dengan menggunakan adaptor daya.
Ketika notebook mati total meskipun sedang di-charger, salah satu cara untuk mengidentifikasi penyebab masalahnya adalah dengan melepas baterai dari laptop dan mencoba menyalakan laptop hanya dengan menggunakan adaptor daya. Tindakan ini dapat membantu kita mengetahui apakah masalahnya terletak pada baterai atau pada komponen lain di dalam laptop.
-
Mengetahui Kondisi Baterai
Jika laptop dapat menyala dan berfungsi dengan baik saat baterai dilepas dan hanya menggunakan adaptor daya, maka kemungkinan besar masalahnya terletak pada baterai. Baterai mungkin sudah rusak atau tidak dapat lagi menyimpan daya dengan baik, sehingga menyebabkan notebook mati total meskipun sedang di-charger.
-
Menyingkirkan Kemungkinan Masalah Lain
Jika laptop tetap tidak dapat menyala saat baterai dilepas dan hanya menggunakan adaptor daya, maka kemungkinan masalahnya terletak pada komponen lain di dalam laptop, seperti motherboard, RAM, atau komponen lainnya. Dengan menyingkirkan kemungkinan masalah pada baterai, kita dapat mempersempit pencarian penyebab notebook mati total.
-
Menghemat Biaya Perbaikan
Jika masalahnya ternyata terletak pada baterai, maka biaya perbaikannya biasanya lebih murah dibandingkan dengan perbaikan komponen lain di dalam laptop. Dengan melakukan pengecekan menggunakan cara ini, kita dapat menghemat biaya perbaikan jika ternyata yang bermasalah adalah baterai.
-
Langkah Pemecahan Masalah yang Mudah
Melepas baterai dari laptop dan mencoba menyalakan laptop hanya dengan menggunakan adaptor daya adalah langkah pemecahan masalah yang mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Cara ini tidak memerlukan keahlian teknis khusus dan dapat dilakukan tanpa harus membongkar laptop.
Dengan memahami hubungan antara "Lepaskan baterai dari laptop dan coba hidupkan laptop hanya dengan menggunakan adaptor daya" dan "notebook mati total walau di charger", kita dapat melakukan langkah-langkah pemecahan masalah yang tepat untuk mengidentifikasi penyebab masalah dan memperbaikinya dengan lebih efektif.
Bersihkan soket charger dari debu atau kotoran.
Soket charger merupakan bagian penting dari laptop yang berfungsi untuk mengalirkan listrik dari charger ke baterai laptop. Jika soket charger kotor, maka aliran listrik dapat terhambat, sehingga menyebabkan laptop tidak bisa dicharge dengan benar. Hal ini dapat menyebabkan laptop mati total meskipun sedang dicharger.
Debu dan kotoran dapat menumpuk di soket charger dari waktu ke waktu. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penggunaan laptop di tempat yang berdebu atau kotor, atau karena soket charger tidak dibersihkan secara teratur. Debu dan kotoran yang menumpuk dapat menghalangi aliran listrik, sehingga menyebabkan laptop tidak bisa dicharge dengan baik.
Membersihkan soket charger dari debu dan kotoran secara teratur dapat membantu mencegah laptop mati total meskipun sedang dicharger. Cara membersihkan soket charger sangat mudah. Anda hanya perlu menggunakan cotton bud yang dibasahi dengan alkohol. Gosok perlahan soket charger hingga bersih dari debu dan kotoran.
Dengan membersihkan soket charger secara teratur, Anda dapat memastikan bahwa laptop Anda dapat dicharge dengan baik dan tidak akan mati total meskipun sedang dicharger.
Sumber:
- https://www.asus.com/id/support/FAQ/1015083/
Restart laptop Anda.
Dalam dunia teknologi, khususnya laptop, kita mungkin pernah mengalami situasi di mana laptop tiba-tiba mati total meskipun sedang dicharger. Kondisi ini tentu membuat kita khawatir dan bingung, terutama jika ada data penting yang belum sempat disimpan. Salah satu langkah sederhana yang dapat kita coba untuk mengatasi masalah ini adalah dengan merestart laptop.
Restart laptop dapat membantu mengatasi berbagai masalah pada laptop, termasuk masalah mati total meskipun sedang dicharger. Saat Anda merestart laptop, sistem operasi dan semua program yang sedang berjalan akan ditutup dan kemudian dijalankan kembali. Proses ini dapat membantu menyegarkan sistem dan memperbaiki masalah yang mungkin terjadi, termasuk masalah pada sistem pengisian daya.
Selain itu, merestart laptop juga dapat membantu mengosongkan memori cache dan file sementara yang mungkin menumpuk dan menyebabkan masalah pada sistem pengisian daya. Dengan merestart laptop, file-file sementara tersebut akan dihapus dan sistem akan kembali ke keadaan awal yang lebih stabil.
Oleh karena itu, jika Anda mengalami masalah laptop mati total meskipun sedang dicharger, cobalah untuk merestart laptop Anda. Cara ini mungkin terdengar sederhana, tetapi terkadang dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah tersebut. Jika setelah merestart laptop masalah masih berlanjut, Anda dapat mencoba langkah pemecahan masalah lainnya atau berkonsultasi dengan teknisi ahli untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.
Sumber:
- https://support.microsoft.com/id-id/help/4023538/surface-troubleshoot-power-supply-problems
Perbarui sistem operasi laptop Anda.
Dalam dunia teknologi yang terus berkembang, memperbarui sistem operasi laptop merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga performa dan keamanan laptop. Sistem operasi yang terbaru biasanya memiliki perbaikan bug, fitur keamanan yang lebih baik, dan dukungan untuk perangkat keras terbaru. Namun, tahukah Anda bahwa memperbarui sistem operasi laptop juga dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah "notebook mati total walau di charger"? Yuk, kita bahas hubungan di antara keduanya!
Sistem operasi adalah perangkat lunak yang menjadi pusat kendali laptop Anda. Sistem ini mengatur semua aktivitas yang terjadi di dalam laptop, termasuk proses pengisian daya baterai. Ketika sistem operasi tidak diperbarui, dapat terjadi ketidakcocokan antara sistem operasi dan komponen laptop, termasuk sistem pengisian daya baterai. Ketidakcocokan ini dapat menyebabkan masalah pada proses pengisian daya, sehingga mengakibatkan baterai tidak dapat terisi dengan baik meskipun laptop sedang dicharger.
Selain itu, sistem operasi yang tidak diperbarui juga dapat menyebabkan masalah pada driver perangkat keras. Driver adalah perangkat lunak yang memungkinkan sistem operasi berkomunikasi dengan perangkat keras laptop, termasuk komponen pengisian daya baterai. Jika driver tidak diperbarui, dapat terjadi masalah pada komunikasi antara sistem operasi dan komponen pengisian daya baterai, sehingga menyebabkan laptop mati total meskipun sedang dicharger.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memperbarui sistem operasi laptop Anda secara berkala. Dengan memperbarui sistem operasi, Anda dapat memastikan bahwa laptop Anda memiliki sistem operasi terbaru dengan perbaikan bug, fitur keamanan yang lebih baik, dan dukungan untuk perangkat keras terbaru. Hal ini dapat membantu mencegah masalah pada proses pengisian daya baterai, sehingga laptop Anda dapat terus berfungsi dengan baik dan tidak mati total meskipun sedang dicharger.
Sumber:
- https://support.microsoft.com/id-id/help/4023538/surface-troubleshoot-power-supply-problems
Lakukan pemindaian virus atau malware pada laptop Anda.
Dalam dunia digital saat ini, virus dan malware menjadi ancaman nyata bagi laptop kita. Infeksi virus atau malware dapat menyebabkan berbagai masalah pada laptop, termasuk membuat laptop mati total meskipun sedang dicharger. Yuk, kita cari tahu hubungan antara "Lakukan pemindaian virus atau malware pada laptop Anda" dan "notebook mati total walau di charger"!
-
Virus dan malware dapat merusak sistem pengisian daya baterai
Beberapa jenis virus dan malware dirancang khusus untuk menyerang sistem pengisian daya baterai laptop. Virus dan malware ini dapat merusak atau menonaktifkan komponen yang bertanggung jawab dalam proses pengisian daya, sehingga baterai tidak dapat diisi meskipun laptop terhubung ke sumber listrik.
-
Virus dan malware dapat menguras daya baterai
Jenis virus dan malware lainnya dapat berjalan di latar belakang dan terus-menerus menguras daya baterai laptop. Akibatnya, baterai cepat habis dan laptop mati total meskipun baru saja di-charger.
-
Virus dan malware dapat mengubah pengaturan sistem
Virus dan malware juga dapat mengubah pengaturan sistem laptop, termasuk pengaturan daya. Hal ini dapat menyebabkan laptop mati total ketika baterai mencapai tingkat daya tertentu, meskipun masih terhubung ke charger.
-
Pemindaian virus dan malware dapat mencegah masalah
Dengan melakukan pemindaian virus atau malware secara rutin, Anda dapat mendeteksi dan menghapus virus atau malware yang mungkin menginfeksi laptop Anda. Hal ini dapat membantu mencegah masalah pada sistem pengisian daya baterai dan memastikan laptop Anda dapat dicharger dengan baik.
Jadi, dengan memahami hubungan antara "Lakukan pemindaian virus atau malware pada laptop Anda" dan "notebook mati total walau di charger", Anda dapat mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk melindungi laptop Anda dari infeksi virus atau malware. Dengan menjaga laptop Anda bebas dari virus dan malware, Anda dapat memastikan laptop Anda berfungsi dengan baik dan tidak mati total meskipun sedang dicharger.
Jika semua langkah di atas tidak berhasil, kemungkinan besar ada komponen laptop yang rusak. Anda dapat membawa laptop ke teknisi untuk diperiksa dan diperbaiki.
Ketika notebook mati total meskipun sedang dicharger dan semua langkah pemecahan masalah dasar telah dilakukan, besar kemungkinan terdapat kerusakan pada komponen laptop. Komponen yang rusak dapat bermacam-macam, mulai dari baterai, adaptor daya, motherboard, hingga komponen lainnya. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pemeriksaan dan perbaikan oleh teknisi ahli.
Membawa laptop ke teknisi untuk diperiksa dan diperbaiki memiliki beberapa manfaat. Pertama, teknisi memiliki pengetahuan dan pengalaman yang diperlukan untuk mengidentifikasi komponen yang rusak secara akurat. Kedua, teknisi memiliki akses ke peralatan dan suku cadang yang mungkin tidak dimiliki oleh pengguna awam. Ketiga, teknisi dapat memberikan garansi atas perbaikan yang dilakukan, sehingga pengguna dapat merasa lebih tenang.
Selain itu, membawa laptop ke teknisi juga dapat menghemat waktu dan biaya dalam jangka panjang. Jika pengguna mencoba memperbaiki laptop sendiri tanpa memiliki keahlian yang cukup, terdapat risiko kerusakan yang lebih parah dan biaya perbaikan yang lebih mahal. Oleh karena itu, jika semua langkah pemecahan masalah dasar tidak berhasil, disarankan untuk segera membawa laptop ke teknisi untuk diperiksa dan diperbaiki.
Sumber:
- https://support.microsoft.com/id-id/help/4023538/surface-troubleshoot-power-supply-problems
Tanya Jawab Seputar "Notebook Mati Total Walau di Charger"
Bingung kenapa notebook kamu mati total meskipun sedang dicharger? Tenang, berikut ini tanya jawab yang bisa bantu kamu memahami masalah ini beserta solusinya:
Pertanyaan 1: Kenapa notebook bisa mati total saat dicharger?
Jawaban: Ada beberapa kemungkinan, seperti baterai rusak, adaptor daya rusak, motherboard bermasalah, kabel charger putus, soket charger kotor, sistem operasi error, notebook overheat, kerusakan fisik, infeksi virus atau malware, hingga konflik perangkat keras.
Pertanyaan 2: Apa yang harus dilakukan saat baterai notebook rusak?
Jawaban: Segera ganti baterai dengan yang baru. Baterai rusak dapat menyebabkan kerusakan pada komponen laptop lainnya.
Pertanyaan 3: Bagaimana cara mengatasi adaptor daya yang rusak?
Jawaban: Ganti adaptor daya dengan yang baru dan pastikan adaptor daya kompatibel dengan notebook kamu.
Pertanyaan 4: Apa yang menyebabkan motherboard rusak?
Jawaban: Jatuh atau terbentur, penggunaan di tempat yang panas atau lembap, serta debu dan kotoran yang menumpuk.
Pertanyaan 5: Bagaimana cara mencegah notebook overheat?
Jawaban: Gunakan di tempat yang sejuk dan berventilasi baik, jangan tutup lubang ventilasi, bersihkan debu dan kotoran secara teratur, serta gunakan cooling pad.
Pertanyaan 6: Apa yang harus dilakukan jika notebook mati total karena infeksi virus atau malware?
Jawaban: Lakukan pemindaian virus atau malware menggunakan perangkat lunak antivirus, perbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala, serta berhati-hati saat mengunduh file atau membuka lampiran email dari sumber yang tidak dikenal.
Kesimpulan: Memahami penyebab notebook mati total saat dicharger sangat penting untuk menemukan solusi yang tepat. Jika semua langkah pemecahan masalah dasar tidak berhasil, disarankan untuk membawa notebook ke teknisi untuk diperiksa dan diperbaiki.
Sumber:
- ASUS - Pertanyaan Umum: Mengatasi Masalah Pengisian Daya Baterai
Tips Mengatasi Notebook Mati Total Walau Dicharger
Bingung kenapa notebook kamu mati total padahal lagi dicharger? Jangan khawatir, berikut beberapa tips yang bisa kamu coba:
Tip 1: Periksa Baterainya
Baterai yang rusak bisa bikin notebook mati total meski lagi dicharger. Coba ganti baterai dengan yang baru. Jangan lupa pastikan baterainya cocok dengan tipe notebook kamu ya!
Tip 2: Cek Adaptor Dayanya
Adaptor daya yang rusak juga bisa jadi penyebabnya. Ganti adaptor daya dengan yang baru dan pastikan adaptornya kompatibel dengan notebook kamu.
Tip 3: Bersihkan Soket Charger
Soket charger yang kotor bisa menghambat aliran listrik. Bersihkan soket charger menggunakan cotton bud yang dibasahi alkohol. Gosok perlahan sampai bersih.
Tip 4: Restart Notebook
Restart notebook bisa membantu mengatasi berbagai masalah, termasuk mati total saat dicharger. Saat direstart, sistem operasi dan semua program yang berjalan akan ditutup dan dijalankan ulang. Ini bisa menyegarkan sistem dan memperbaiki masalah yang terjadi.
Tip 5: Update Sistem Operasi
Sistem operasi yang tidak update bisa menyebabkan masalah pada proses pengisian daya baterai. Update sistem operasimu secara berkala untuk memastikannya selalu yang terbaru dan terbebas dari bug.
Jika semua tips di atas sudah dicoba tapi notebook masih mati total, kemungkinan ada kerusakan pada komponen notebook. Sebaiknya bawa notebook kamu ke teknisi untuk diperiksa dan diperbaiki.
Semoga tips ini bermanfaat ya! Jangan lupa share ke teman-teman yang punya masalah yang sama.
Laptop Mati Total Pas Lagi Dicharge? Jangan Panik!
Siapa yang nggak sebel kalau laptopnya mati total pas lagi di-charge? Padahal lagi asik-asiknya kerja atau main game. Tapi tenang, nggak perlu panik dulu. Ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mengatasi masalah ini:
- Cek baterainya, mungkin udah rusak dan perlu diganti.
- Periksa adaptor dayanya, siapa tahu udah nggak berfungsi dengan baik.
- Bersihkan soket chargernya, karena kotoran bisa menghambat aliran listrik.
- Restart laptopnya, siapa tahu sistemnya lagi error.
- Update sistem operasinya, karena versi terbaru biasanya lebih stabil dan jarang bermasalah.
Kalau semua cara di atas udah dicoba tapi laptop masih mati total, berarti ada kemungkinan komponen di dalamnya yang rusak. Sebaiknya langsung dibawa ke teknisi aja ya, biar diperiksa dan diperbaiki.
Jadi, kalau laptop kamu mati total pas lagi di-charge, jangan langsung dibawa ke tukang servis. Coba dulu beberapa cara di atas, siapa tahu bisa diatasi sendiri.