This page looks best with JavaScript enabled

Penyebab Diblokir di Facebook Terungkap! Temukan Alasan Menarik di Sini

 ·  ☕ 14 min read
  • Mereka tidak ingin kita melihat postingan atau aktivitas mereka.
  • Mereka merasa kita mengganggu atau kasar.
  • Mereka telah salah paham terhadap kita.
  • Mereka ingin mengakhiri pertemanan dengan kita.

Jika kita diblokir di Facebook, kita akan melihat pesan yang menyatakan bahwa orang tersebut telah memblokir kita. Kita juga tidak akan dapat menemukan profil mereka dalam pencarian.

Jika kita merasa telah diblokir secara tidak adil, kita dapat menghubungi Facebook untuk mengajukan banding. Namun, Facebook tidak selalu membatalkan pemblokiran, jadi penting untuk menghormati keputusan orang lain.

Penyebab Saya Diblokir di Facebook

Pernahkah kamu merasa diblokir oleh seseorang di Facebook? Jika ya, pasti ada alasannya. Berikut adalah 9 penyebab paling umum kenapa kamu diblokir di Facebook:

  • Perkataan kasar
  • Komentar negatif
  • Spam
  • Permintaan pertemanan yang berlebihan
  • Konten yang tidak pantas
  • Pelanggaran privasi
  • Perselisihan pribadi
  • Kesalahpahaman
  • Pengaturan privasi yang ketat

Jika kamu diblokir oleh seseorang, jangan berkecil hati. Cobalah untuk memahami alasannya dan hormati keputusan mereka. Jika kamu merasa telah diblokir secara tidak adil, kamu dapat menghubungi Facebook untuk mengajukan banding.

Penting untuk diingat bahwa memblokir seseorang di Facebook adalah hak mereka. Jika kamu diblokir, jangan mencoba untuk menghubungi mereka melalui cara lain, seperti SMS atau email. Hal ini dapat dianggap sebagai pelecehan.

Perkataan kasar

Perkataan Kasar, Info News

Perkataan kasar adalah salah satu penyebab paling umum seseorang diblokir di Facebook. Ketika kita melontarkan kata-kata kasar kepada seseorang, kita pada dasarnya menunjukkan bahwa kita tidak menghormati mereka. Hal ini dapat melukai perasaan mereka dan membuat mereka tidak ingin berinteraksi dengan kita lagi.

Dalam konteks Facebook, perkataan kasar dapat mencakup hal-hal seperti:

  • Menggunakan kata-kata makian atau hinaan
  • Melakukan serangan pribadi
  • Mengancam seseorang
  • Menggunakan ujaran kebencian

Jika kita diblokir di Facebook karena perkataan kasar, penting untuk introspeksi dan memahami mengapa kita melontarkan kata-kata tersebut. Apakah kita sedang marah? Frustrasi? Atau hanya mencoba bersikap lucu? Memahami alasan kita dapat membantu kita menghindari perkataan kasar di masa depan.

Jika kita merasa telah diblokir secara tidak adil, kita dapat menghubungi Facebook untuk mengajukan banding. Namun, penting untuk diingat bahwa Facebook tidak selalu membatalkan pemblokiran, jadi penting untuk menghormati keputusan orang lain.

Sumber: Facebook Help Center

Komentar negatif

Komentar Negatif, Info News

Siapa yang tidak pernah berkomentar negatif di media sosial? Entah itu mengeluhkan pelayanan yang buruk, mengkritik kebijakan pemerintah, atau sekadar melontarkan uneg-uneg pribadi, komentar negatif sudah menjadi bagian dari keseharian kita di dunia maya.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua komentar negatif diciptakan sama. Ada komentar negatif yang bersifat membangun dan ada juga yang hanya bertujuan untuk menyakiti atau menjatuhkan orang lain. Komentar negatif yang seperti inilah yang dapat menyebabkan kita diblokir di Facebook.

  • Komentar negatif yang bersifat menyerang pribadi
    Komentar negatif yang menyerang pribadi biasanya berisi hinaan, cacian, atau ejekan. Komentar seperti ini dapat melukai perasaan orang lain dan membuat mereka merasa tidak nyaman. Jika kita melontarkan komentar negatif yang menyerang pribadi, tidak heran jika kita diblokir oleh orang yang kita komentari.
  • Komentar negatif yang bersifat provokatif
    Komentar negatif yang bersifat provokatif biasanya bertujuan untuk memancing reaksi atau perdebatan. Komentar seperti ini seringkali berisi ujaran kebencian, SARA, atau hoaks. Komentar negatif yang bersifat provokatif dapat mengganggu kenyamanan pengguna Facebook lainnya dan dapat menyebabkan kita diblokir.
  • Komentar negatif yang bersifat spam
    Komentar negatif yang bersifat spam biasanya berupa komentar yang diulang-ulang atau tidak relevan dengan topik yang sedang dibahas. Komentar seperti ini dapat mengganggu kenyamanan pengguna Facebook lainnya dan dapat menyebabkan kita diblokir.
  • Komentar negatif yang melanggar standar komunitas Facebook
    Facebook memiliki standar komunitas yang mengatur perilaku pengguna di platformnya. Standar komunitas ini melarang pengguna untuk memposting konten yang bersifat pornografi, kekerasan, atau ujaran kebencian. Jika kita melanggar standar komunitas Facebook, kita dapat diblokir oleh Facebook.

Jika kita diblokir di Facebook karena komentar negatif, penting untuk introspeksi dan memahami mengapa kita melontarkan komentar tersebut. Apakah kita sedang marah? Frustrasi? Atau hanya mencoba bersikap lucu? Memahami alasan kita dapat membantu kita menghindari komentar negatif di masa depan.

Jika kita merasa telah diblokir secara tidak adil, kita dapat menghubungi Facebook untuk mengajukan banding. Namun, penting untuk diingat bahwa Facebook tidak selalu membatalkan pemblokiran, jadi penting untuk menghormati keputusan orang lain.

Spam

Spam, Info News

Spam adalah pesan yang tidak diinginkan yang dikirim secara massal melalui email, media sosial, atau pesan instan. Spam biasanya berisi iklan, promosi, atau tautan ke situs web berbahaya. Spam dapat menjadi gangguan besar bagi pengguna internet, dan juga dapat menyebabkan masalah keamanan.

Di Facebook, spam dapat menyebabkan kita diblokir karena beberapa alasan. Pertama, spam dapat melanggar standar komunitas Facebook. Standar komunitas Facebook melarang pengguna memposting konten yang bersifat komersial, promosi diri, atau tidak relevan dengan topik yang sedang dibahas. Jika kita memposting spam di Facebook, kita dapat diblokir oleh Facebook.

Kedua, spam dapat mengganggu kenyamanan pengguna Facebook lainnya. Jika kita memposting spam di grup atau halaman Facebook, kita dapat membuat pengguna lain merasa tidak nyaman. Hal ini dapat menyebabkan pengguna lain melaporkan kita ke Facebook, dan pada akhirnya menyebabkan kita diblokir.

Ketiga, spam dapat merusak reputasi kita di Facebook. Jika kita memposting spam secara teratur, pengguna lain akan mulai mengasosiasikan kita dengan spammer. Hal ini dapat membuat orang lain enggan berinteraksi dengan kita di Facebook.

Jadi, jika kita tidak ingin diblokir di Facebook, penting untuk menghindari memposting spam. Jika kita tidak yakin apakah suatu kiriman termasuk spam atau tidak, sebaiknya kita tidak mempostingnya. Kita juga dapat melaporkan spam ke Facebook dengan mengklik tombol "Laporkan" di sebelah kiriman.

Sumber: Facebook Help Center

Permintaan pertemanan yang berlebihan

Permintaan Pertemanan Yang Berlebihan, Info News

Di era digital ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Kita menggunakannya untuk terhubung dengan teman dan keluarga, berbagi kabar terbaru, dan mengekspresikan diri kita. Namun, terkadang kita mungkin terlalu bersemangat dalam menggunakan media sosial, hingga melakukan hal-hal yang justru merugikan kita. Salah satu contohnya adalah mengirimkan permintaan pertemanan yang berlebihan.

  • Tidak mengenal orang yang kita kirimi permintaan pertemanan

    Salah satu alasan utama mengapa orang memblokir kita di Facebook adalah karena kita mengirim permintaan pertemanan kepada orang yang tidak mereka kenal. Hal ini bisa membuat mereka merasa tidak nyaman dan terganggu. Jadi, sebelum mengirim permintaan pertemanan, pastikan kita mengenal orang tersebut atau setidaknya memiliki alasan yang jelas untuk terhubung dengan mereka.

  • Mengirim terlalu banyak permintaan pertemanan dalam waktu singkat

    Meskipun kita mengenal orang yang kita kirimi permintaan pertemanan, mengirim terlalu banyak permintaan dalam waktu singkat juga dapat membuat mereka merasa terganggu. Facebook memiliki batas jumlah permintaan pertemanan yang dapat kita kirim dalam sehari. Jika kita melebihi batas ini, Facebook dapat memblokir kita untuk sementara waktu.

  • Mengirim permintaan pertemanan yang tidak pantas

    Kita juga harus berhati-hati dengan isi permintaan pertemanan yang kita kirim. Jika kita mengirim permintaan pertemanan yang tidak pantas, seperti permintaan yang bersifat seksual atau mengancam, orang yang kita kirimi permintaan tersebut pasti akan memblokir kita.

  • Mengirim permintaan pertemanan berulang kali setelah ditolak

    Jika seseorang menolak permintaan pertemanan kita, itu artinya mereka tidak ingin terhubung dengan kita. Jika kita terus mengirim permintaan pertemanan berulang kali setelah ditolak, orang tersebut akan merasa terganggu dan akhirnya memblokir kita.

Jadi, jika kita tidak ingin diblokir di Facebook, penting untuk berhati-hati dalam mengirim permintaan pertemanan. Pastikan kita mengenal orang yang kita kirimi permintaan, mengirim permintaan dalam jumlah yang wajar, dan mengirim permintaan yang pantas. Jika kita mengikuti tips ini, kita dapat menghindari masalah yang tidak perlu dan menjaga hubungan baik kita dengan orang lain di Facebook.

Konten yang tidak pantas

Konten Yang Tidak Pantas, Info News

Siapa yang tidak suka berbagi? Di era media sosial seperti sekarang ini, berbagi konten sudah menjadi hal yang biasa dilakukan. Kita bisa berbagi apa saja, mulai dari foto liburan, kabar terbaru, hingga opini pribadi. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua konten layak untuk dibagikan. Ada beberapa jenis konten yang bisa membuat kita diblokir di Facebook, salah satunya adalah konten yang tidak pantas.

Konten yang tidak pantas bisa diartikan sebagai konten yang melanggar standar komunitas Facebook. Standar komunitas Facebook melarang pengguna untuk memposting konten yang bersifat pornografi, kekerasan, ujaran kebencian, atau SARA. Jika kita memposting konten yang melanggar standar komunitas, Facebook dapat menghapus konten tersebut dan memblokir kita sementara waktu atau bahkan secara permanen.

Selain melanggar standar komunitas, konten yang tidak pantas juga dapat membuat pengguna lain merasa tidak nyaman. Misalnya, jika kita memposting konten yang mengandung kekerasan atau ujaran kebencian, pengguna lain mungkin akan merasa terganggu atau bahkan terancam. Hal ini dapat menyebabkan pengguna lain melaporkan kita ke Facebook, dan pada akhirnya menyebabkan kita diblokir.

Jadi, jika kita tidak ingin diblokir di Facebook, penting untuk berhati-hati dalam memposting konten. Pastikan konten yang kita posting tidak melanggar standar komunitas Facebook dan tidak membuat pengguna lain merasa tidak nyaman. Jika kita ragu apakah suatu konten pantas untuk diposting atau tidak, sebaiknya kita tidak mempostingnya.

Sumber: Facebook Community Standards

Pelanggaran privasi

Pelanggaran Privasi, Info News

Pelanggaran privasi adalah salah satu penyebab paling umum seseorang diblokir di Facebook. Ketika kita melanggar privasi seseorang, kita pada dasarnya menunjukkan bahwa kita tidak menghormati mereka dan batas-batas mereka. Hal ini dapat membuat mereka merasa tidak nyaman, marah, dan pada akhirnya memblokir kita.

Ada banyak cara kita dapat melanggar privasi seseorang di Facebook. Misalnya, kita mungkin:

  • Memposting foto atau video mereka tanpa izin
  • Berbagi informasi pribadi mereka tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka
  • Menguntit mereka secara online atau di kehidupan nyata
  • Melecehkan atau mengancam mereka

Jika kita melanggar privasi seseorang, penting untuk meminta maaf dan mencoba memperbaiki kesalahan kita. Kita juga harus menghormati keputusan mereka untuk memblokir kita, dan tidak mencoba menghubungi mereka lagi.

Selain menyakiti orang lain, pelanggaran privasi juga dapat merugikan diri kita sendiri. Jika kita diketahui melanggar privasi orang lain, kita dapat kehilangan kepercayaan dan rasa hormat dari teman, keluarga, dan kolega kita. Kita juga dapat menghadapi konsekuensi hukum, seperti denda atau bahkan hukuman penjara.

Jadi, penting untuk selalu menghormati privasi orang lain. Jika kita tidak yakin apakah suatu tindakan melanggar privasi atau tidak, sebaiknya kita tidak melakukannya. Kita juga harus berhati-hati dengan informasi pribadi yang kita bagikan secara online, dan hanya membagikannya dengan orang yang kita percayai.

Sumber: Facebook Help Center

Perselisihan pribadi

Perselisihan Pribadi, Info News

Perselisihan pribadi merupakan salah satu penyebab umum seseorang diblokir di Facebook. Perselisihan ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti perbedaan pendapat, salah paham, atau konflik kepentingan. Ketika terjadi perselisihan, emosi sering kali memuncak dan orang cenderung mengatakan atau melakukan hal-hal yang menyinggung atau menyakitkan. Hal ini dapat menyebabkan orang yang tersinggung merasa marah, kecewa, atau bahkan dikhianati.

Dalam konteks Facebook, perselisihan pribadi dapat dengan mudah menyebar dan diketahui oleh banyak orang. Hal ini karena Facebook merupakan platform media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi pemikiran dan perasaan mereka dengan orang lain. Ketika terjadi perselisihan di Facebook, orang yang terlibat mungkin akan saling mengomentari postingan, mengirim pesan pribadi, atau bahkan membuat grup atau halaman khusus untuk membahas konflik tersebut. Hal ini dapat membuat perselisihan semakin memanas dan sulit untuk diselesaikan.

Jika perselisihan pribadi tidak dapat diselesaikan dengan baik, maka dapat berujung pada pemblokiran. Pemblokiran merupakan fitur yang disediakan oleh Facebook untuk memungkinkan pengguna melindungi diri dari konten atau orang yang tidak diinginkan. Ketika seseorang memblokir orang lain di Facebook, maka orang tersebut tidak akan dapat melihat profil, mengirim pesan, atau berinteraksi dengan orang yang memblokirnya. Pemblokiran dapat menjadi solusi sementara untuk menghindari konflik lebih lanjut, tetapi juga dapat menjadi tanda bahwa hubungan antara dua orang telah berakhir.

Untuk menghindari pemblokiran karena perselisihan pribadi, penting untuk menjaga sikap hormat dan saling pengertian ketika berkomunikasi di Facebook. Jika terjadi perselisihan, cobalah untuk menyelesaikannya secara langsung dan pribadi, tanpa melibatkan orang lain. Jika perselisihan tidak dapat diselesaikan, maka sebaiknya mengambil waktu istirahat dari Facebook untuk menenangkan diri dan memikirkan kembali situasi tersebut.

Sumber: Facebook Help Center

Kesalahpahaman

Kesalahpahaman, Info News

Di dunia yang serba terhubung seperti saat ini, media sosial seperti Facebook telah menjadi jembatan komunikasi yang tak terpisahkan. Namun, di balik kemudahannya, kesalahpahaman kerap kali menjadi biang keladi konflik yang berujung pada pemblokiran di Facebook.

  • Perbedaan Persepsi
    Kesalahpahaman dapat bermula dari perbedaan persepsi terhadap suatu pesan atau tindakan. Misalnya, sebuah komentar yang dimaksudkan sebagai candaan dapat ditafsirkan sebagai sebuah hinaan. Akibatnya, penerima pesan merasa tersinggung dan berujung pada pemblokiran.
  • Informasi yang Tidak Lengkap
    Media sosial memiliki keterbatasan dalam menyampaikan informasi secara utuh. Terkadang, kita hanya melihat sepotong informasi dan langsung mengambil kesimpulan. Padahal, bisa jadi ada konteks lain yang tidak kita ketahui. Hal ini dapat memicu kesalahpahaman dan berujung pada pemblokiran.
  • Emosi yang Berlebihan
    Media sosial dapat menjadi wadah untuk mengekspresikan emosi. Namun, ketika emosi tidak terkontrol, dapat memicu kesalahpahaman. Kata-kata yang terucap saat marah atau kecewa dapat dengan mudah disalahartikan dan menyakiti perasaan orang lain.
  • Kurangnya Komunikasi
    Komunikasi yang efektif sangat penting untuk mencegah kesalahpahaman. Sayangnya, di media sosial, komunikasi seringkali terhambat oleh keterbatasan karakter atau kurangnya tatap muka. Akibatnya, pesan yang disampaikan bisa jadi tidak jelas dan memicu kesalahpahaman.

Untuk menghindari kesalahpahaman di Facebook, penting untuk selalu berhati-hati dalam berkomunikasi. Pahami konteks pesan sebelum berkomentar, berikan informasi yang lengkap, kontrol emosi, dan jangan sungkan untuk berkomunikasi langsung jika diperlukan. Dengan begitu, kita dapat menjaga hubungan baik dan terhindar dari pemblokiran di Facebook.

Pengaturan Privasi yang Ketat

Pengaturan Privasi Yang Ketat, Info News

Pengaturan privasi yang ketat dapat menjadi salah satu penyebab kamu diblokir di Facebook. Hal ini terjadi karena pengaturan privasi yang ketat dapat membuat orang lain kesulitan untuk berinteraksi dengan kamu. Misalnya, jika kamu mengatur profil kamu menjadi pribadi, orang lain yang bukan teman kamu tidak akan dapat melihat postingan, foto, atau informasi pribadi lainnya. Hal ini dapat membuat orang lain merasa kesal atau tersinggung, dan pada akhirnya memutuskan untuk memblokir kamu.

Selain itu, pengaturan privasi yang ketat juga dapat membuat kamu terlihat tidak ramah atau tidak ingin berteman. Orang lain mungkin berpikir kamu tidak ingin berinteraksi dengan mereka, sehingga mereka memutuskan untuk tidak berteman dengan kamu atau bahkan memblokir kamu.

Oleh karena itu, penting untuk mengatur pengaturan privasi kamu dengan bijak. Pastikan pengaturan privasi kamu tidak terlalu ketat sehingga orang lain masih dapat berinteraksi dengan kamu. Namun, pastikan juga pengaturan privasi kamu tidak terlalu longgar sehingga informasi pribadi kamu tidak dapat disalahgunakan oleh orang lain.

Sumber: Facebook Help Center

Pertanyaan Umum tentang Diblokir di Facebook

Apakah kamu pernah tiba-tiba tidak bisa melihat profil seseorang di Facebook? Atau tidak bisa mengirim pesan ke teman kamu yang biasanya aktif? Bisa jadi kamu telah diblokir. Yuk, cari tahu penyebabnya di sini!

Pertanyaan 1: Kenapa aku bisa diblokir di Facebook?


Banyak alasan kenapa kamu bisa diblokir di Facebook, antara lain karena kamu:

  • Melontarkan kata-kata kasar atau komentar negatif
  • Terlalu sering mengirim permintaan pertemanan
  • Memposting konten yang tidak pantas atau melanggar privasi
  • Terlibat dalam perselisihan pribadi
  • Menggunakan pengaturan privasi yang terlalu ketat

Pertanyaan 2: Bagaimana cara mengetahui kalau aku diblokir?


Jika kamu diblokir, kamu tidak akan bisa melihat profil, mengirim pesan, atau berinteraksi dengan orang yang memblokir kamu. Kamu juga tidak akan bisa menemukan profil mereka dalam pencarian.

Pertanyaan 3: Apa yang harus kulakukan jika aku diblokir?


Jika kamu merasa diblokir secara tidak adil, kamu dapat menghubungi Facebook untuk mengajukan banding. Namun, Facebook tidak selalu membatalkan pemblokiran. Oleh karena itu, penting untuk menghormati keputusan orang lain.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara menghindari pemblokiran di Facebook?


Untuk menghindari pemblokiran, penting untuk bersikap baik dan menghormati orang lain. Hindari melontarkan kata-kata kasar, komentar negatif, atau konten yang tidak pantas. Gunakan pengaturan privasi yang wajar dan jangan terlalu sering mengirim permintaan pertemanan.

Pertanyaan 5: Apakah ada cara untuk membatalkan pemblokiran?


Biasanya, pemblokiran hanya bisa dibatalkan oleh orang yang memblokir kamu. Kamu dapat mencoba menghubungi mereka secara langsung dan meminta mereka untuk membatalkan pemblokiran.

Pertanyaan 6: Bagaimana cara melindungi diri dari pemblokiran?


Cara terbaik untuk melindungi diri dari pemblokiran adalah dengan bersikap baik dan menghormati orang lain. Pikirkan baik-baik sebelum berkomentar atau memposting sesuatu di Facebook. Hindari terlibat dalam perselisihan atau konflik.

Selalu ingat, Facebook adalah platform untuk bersosialisasi dan terhubung dengan orang lain. Jadi, gunakanlah dengan bijak dan hindari tindakan yang dapat menyebabkan kamu diblokir.

Sumber: Facebook Help Center

Tips Menghindari Pemblokiran di Facebook

Facebook, media sosial yang banyak digunakan untuk terhubung dengan teman dan keluarga, juga bisa menjadi tempat konflik yang berujung pada pemblokiran. Supaya terhindar dari hal tersebut, yuk simak tips berikut ini:

Tip 1: Berhati-hatilah dalam Berkomentar

Hindari melontarkan kata-kata kasar, komentar negatif, atau ujaran kebencian. Komentar seperti ini dapat menyinggung perasaan orang lain dan membuat mereka merasa tidak nyaman.

Tip 2: Jangan Kirim Permintaan Pertemanan Berlebihan

Mengirim terlalu banyak permintaan pertemanan dalam waktu singkat dapat membuat orang lain merasa terganggu. Kirimlah permintaan pertemanan hanya kepada orang yang kamu kenal atau memiliki alasan jelas untuk terhubung.

Tip 3: Hormati Privasi Orang Lain

Jangan memposting foto atau informasi pribadi orang lain tanpa izin mereka. Selalu minta persetujuan sebelum membagikan sesuatu yang berkaitan dengan mereka.

Tip 4: Hindari Perselisihan

Jika terlibat dalam perselisihan, usahakan untuk menyelesaikannya secara langsung dan pribadi. Hindari memperpanjang konflik di media sosial, karena dapat memperburuk keadaan.

Tip 5: Gunakan Pengaturan Privasi yang Wajar

Mengatur privasi terlalu ketat dapat membuat orang lain kesulitan berinteraksi dengan kamu. Sebaliknya, mengatur privasi terlalu longgar dapat membahayakan informasi pribadi kamu. Pilih pengaturan privasi yang sesuai dengan kebutuhan kamu.

Kesimpulan

Dengan mengikuti tips di atas, kamu dapat terhindar dari pemblokiran di Facebook dan menjaga hubungan baik dengan teman dan keluarga.

Penyebab Diblokir di Facebook, Hati-hati Ya!

hati-hati diblokir facebook

Facebook, media sosial yang kita gunakan untuk terhubung dengan teman dan keluarga, ternyata juga bisa menjadi tempat konflik yang berujung pada pemblokiran. Supaya kita terhindar dari hal tersebut, yuk simak beberapa penyebab diblokir di Facebook:

  • Melontarkan kata-kata kasar atau komentar negatif
  • Terlalu sering mengirim permintaan pertemanan
  • Memposting konten yang tidak pantas atau melanggar privasi
  • Terlibat dalam perselisihan pribadi
  • Menggunakan pengaturan privasi yang terlalu ketat

Jadi, berhati-hatilah dalam menggunakan Facebook. Hindari melakukan hal-hal yang dapat menyinggung perasaan orang lain atau melanggar kebijakan Facebook. Mari kita gunakan media sosial dengan bijak dan positif, agar terhindar dari pemblokiran dan tetap bisa terhubung dengan orang-orang yang kita sayangi.

Images References

Images References, Info News
Share on