Perombakan kabinet merupakan salah satu instrumen penting yang dimiliki oleh Presiden untuk menjalankan roda pemerintahan. Melalui perombakan kabinet, Presiden dapat mengevaluasi kinerja menteri dan melakukan penyegaran dalam jajaran kabinetnya. Perombakan kabinet juga dapat menjadi sinyal perubahan arah kebijakan pemerintah atau sebagai respons terhadap situasi politik tertentu.
siapa yang akan tetap menjadi menteri jokowi
Presiden memiliki kewenangan untuk mengangkat dan memberhentikan menteri. Keputusan ini didasarkan pada berbagai faktor, termasuk kinerja menteri, keseimbangan politik, dan situasi politik terkini. Berikut adalah 8 aspek penting yang dapat mempengaruhi keputusan Presiden Jokowi dalam menentukan menteri yang akan tetap menjabat:
- Kinerja
- Kesetiaan
- Pengalaman
- Keahlian
- Elektabilitas
- Representasi
- Visi
- Misi
Selain aspek-aspek di atas, Presiden Jokowi juga mempertimbangkan faktor-faktor lain, seperti dinamika koalisi partai pendukung pemerintah dan aspirasi masyarakat. Perombakan kabinet merupakan salah satu instrumen penting yang dimiliki oleh Presiden untuk menjalankan roda pemerintahan. Melalui perombakan kabinet, Presiden dapat mengevaluasi kinerja menteri dan melakukan penyegaran dalam jajaran kabinetnya.
Sebagai contoh, pada perombakan kabinet yang dilakukan pada tahun 2020, Presiden Jokowi mempertahankan beberapa menteri yang dinilai memiliki kinerja baik, seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Selain itu, Presiden Jokowi juga mengangkat beberapa menteri baru dari kalangan profesional dan akademisi, seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro.
Kinerja
Dalam dunia kerja, kinerja merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kesuksesan seseorang. Begitu pula dalam dunia politik, kinerja seorang menteri sangat menentukan apakah ia akan tetap menjabat atau tidak. Presiden Jokowi dikenal sebagai sosok yang tegas dan tidak segan-segan memberhentikan menteri yang kinerjanya buruk. Sebaliknya, menteri yang memiliki kinerja baik biasanya akan dipertahankan oleh Presiden Jokowi.
Salah satu contoh menteri yang kinerjanya baik dan dipertahankan oleh Presiden Jokowi adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sri Mulyani dikenal sebagai sosok yang cerdas, kompeten, dan berpengalaman. Selama menjabat sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani berhasil menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah kondisi global yang tidak menentu. Selain itu, Sri Mulyani juga berhasil meningkatkan penerimaan negara dan menurunkan tingkat utang pemerintah. Hal ini membuat Sri Mulyani menjadi salah satu menteri terbaik yang dimiliki oleh Indonesia.
Contoh lainnya adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Retno Marsudi dikenal sebagai sosok yang tegas dan diplomatis. Selama menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi berhasil meningkatkan posisi Indonesia di mata dunia internasional. Retno Marsudi juga berhasil menyelesaikan beberapa konflik diplomatik dengan negara lain, seperti konflik Laut Natuna dengan Tiongkok.
Dari kedua contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa kinerja merupakan salah satu faktor terpenting yang menentukan apakah seorang menteri akan tetap menjabat atau tidak. Presiden Jokowi selalu mempertimbangkan kinerja menteri dalam mengambil keputusan perombakan kabinet. Oleh karena itu, menteri yang ingin tetap menjabat harus menunjukkan kinerja yang baik dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
Sumber: Profil Lengkap Menteri Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024
Kesetiaan
Dalam dunia politik, kesetiaan merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi keputusan seorang pemimpin dalam memilih menteri. Presiden Jokowi dikenal sebagai sosok yang loyal dan menghargai kesetiaan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa menteri yang tetap dipertahankan oleh Presiden Jokowi dalam setiap kali melakukan perombakan kabinet. Salah satu contohnya adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Pratikno dikenal sebagai sosok yang setia dan selalu mendampingi Presiden Jokowi sejak awal menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga menjadi Presiden RI.
Selain Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga merupakan salah satu menteri yang dikenal setia kepada Presiden Jokowi. Sri Mulyani tetap dipertahankan oleh Presiden Jokowi meskipun sempat ditawari posisi di lembaga internasional. Kesetiaan Sri Mulyani kepada Presiden Jokowi terlihat dari sikapnya yang selalu mendukung kebijakan pemerintah, bahkan saat kebijakan tersebut mendapat kritik dari berbagai pihak.
Kesetiaan merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan. Menteri yang setia akan selalu mendukung kebijakan pemerintah dan tidak akan mudah terpengaruh oleh kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Hal ini sangat penting bagi Presiden Jokowi dalam menjalankan roda pemerintahan, terutama dalam menghadapi situasi politik yang tidak menentu.
Namun, kesetiaan juga harus diimbangi dengan kinerja yang baik. Menteri yang setia saja tidak akan berguna jika tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Oleh karena itu, Presiden Jokowi tidak hanya mempertimbangkan kesetiaan dalam memilih menteri, tetapi juga mempertimbangkan kinerja dan faktor-faktor lainnya seperti kompetensi, pengalaman, dan elektabilitas.
Sumber: Profil Lengkap Menteri Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024
Pengalaman
Pengalaman merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi keputusan Presiden Jokowi dalam menentukan menteri yang akan tetap menjabat. Menteri yang berpengalaman biasanya lebih siap dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Selain itu, menteri yang berpengalaman juga lebih mudah beradaptasi dengan perubahan situasi politik dan ekonomi.
Salah satu contoh menteri yang berpengalaman dan tetap dipertahankan oleh Presiden Jokowi adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Retno Marsudi memiliki pengalaman panjang di bidang diplomasi dan pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Belanda dan Norwegia. Pengalaman Retno Marsudi sangat bermanfaat bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang internasional, seperti konflik Laut Natuna dengan Tiongkok dan sengketa perbatasan dengan Malaysia.
Contoh lainnya adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sri Mulyani memiliki pengalaman yang luas di bidang ekonomi dan keuangan. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia dan Menteri Keuangan Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pengalaman Sri Mulyani sangat membantu Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Dari kedua contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengalaman merupakan salah satu faktor penting yang menentukan apakah seorang menteri akan tetap menjabat atau tidak. Presiden Jokowi selalu mempertimbangkan pengalaman menteri dalam mengambil keputusan perombakan kabinet. Oleh karena itu, menteri yang ingin tetap menjabat harus memiliki pengalaman yang cukup dan mampu menunjukkan kinerja yang baik.
Sumber: Profil Lengkap Menteri Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024
Keahlian
Dalam dunia kerja, keahlian merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kesuksesan seseorang. Begitu pula dalam dunia politik, keahlian seorang menteri sangat menentukan apakah ia akan tetap menjabat atau tidak. Presiden Jokowi dikenal sebagai sosok yang pragmatis dan selalu mencari orang-orang yang memiliki keahlian khusus untuk mengisi posisi menteri.
-
Keahlian Teknis
Keahlian teknis merupakan kemampuan khusus yang dimiliki seseorang dalam bidang tertentu. Misalnya, seorang menteri keuangan harus memiliki keahlian teknis di bidang ekonomi dan keuangan. Seorang menteri kesehatan harus memiliki keahlian teknis di bidang kesehatan. Keahlian teknis sangat penting bagi seorang menteri karena akan memudahkan mereka dalam menjalankan tugasnya.
-
Keahlian Manajerial
Keahlian manajerial merupakan kemampuan seseorang dalam mengelola organisasi dan sumber daya. Seorang menteri harus memiliki keahlian manajerial agar dapat memimpin kementeriannya dengan baik. Keahlian manajerial meliputi kemampuan merencanakan, mengorganisir, memimpin, dan mengendalikan.
-
Keahlian Interpersonal
Keahlian interpersonal merupakan kemampuan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain. Seorang menteri harus memiliki keahlian interpersonal agar dapat membangun hubungan baik dengan rekan kerja, bawahan, dan masyarakat. Keahlian interpersonal meliputi kemampuan berkomunikasi, bernegosiasi, dan menyelesaikan konflik.
-
Keahlian Politik
Keahlian politik merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola situasi politik. Seorang menteri harus memiliki keahlian politik agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam situasi politik yang kompleks. Keahlian politik meliputi kemampuan menganalisis situasi politik, membangun koalisi, dan mengelola citra publik.
Keempat keahlian tersebut sangat penting bagi seorang menteri. Menteri yang memiliki keempat keahlian tersebut akan lebih mudah dalam menjalankan tugasnya dan mencapai tujuan kementeriannya. Oleh karena itu, Presiden Jokowi selalu mempertimbangkan keahlian seorang menteri dalam mengambil keputusan perombakan kabinet.
Elektabilitas
Elektabilitas merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keputusan Presiden Jokowi dalam menentukan menteri yang akan tetap menjabat. Elektabilitas merupakan kemampuan seseorang untuk memenangkan pemilu atau mendapatkan dukungan publik. Menteri yang memiliki elektabilitas tinggi biasanya lebih mudah diterima oleh masyarakat dan dapat membantu pemerintah dalam meraih tujuan politiknya.
-
Popularitas
Popularitas merupakan salah satu indikator elektabilitas. Menteri yang populer biasanya memiliki banyak pengikut di media sosial dan sering diberitakan di media massa. Popularitas dapat membantu menteri dalam membangun citra positif dan meningkatkan dukungan publik.
-
Kinerja
Kinerja merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi elektabilitas seorang menteri. Menteri yang memiliki kinerja baik biasanya akan mendapat dukungan dari masyarakat. Sebaliknya, menteri yang kinerjanya buruk biasanya akan kehilangan dukungan dari masyarakat.
-
Kedekatan dengan masyarakat
Kedekatan dengan masyarakat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi elektabilitas seorang menteri. Menteri yang dekat dengan masyarakat biasanya lebih mudah diterima dan mendapat dukungan dari masyarakat. Sebaliknya, menteri yang jauh dari masyarakat biasanya akan sulit diterima dan mendapat dukungan dari masyarakat.
-
Dukungan partai politik
Dukungan partai politik merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi elektabilitas seorang menteri. Menteri yang didukung oleh partai politik besar biasanya lebih mudah memenangkan pemilu atau mendapatkan dukungan publik. Sebaliknya, menteri yang tidak didukung oleh partai politik besar biasanya akan sulit memenangkan pemilu atau mendapatkan dukungan publik.
Keempat faktor tersebut sangat penting bagi seorang menteri yang ingin tetap menjabat. Menteri yang memiliki keempat faktor tersebut akan lebih mudah memenangkan pemilu atau mendapatkan dukungan publik. Oleh karena itu, Presiden Jokowi selalu mempertimbangkan elektabilitas seorang menteri dalam mengambil keputusan perombakan kabinet.
Representasi
Dalam konteks "siapa yang akan tetap menjadi menteri Jokowi", representasi merujuk pada upaya untuk memastikan bahwa susunan kabinet mencerminkan keberagaman masyarakat Indonesia. Hal ini mencakup representasi dari berbagai kelompok, seperti:
-
Latar belakang etnis dan budaya
Indonesia merupakan negara dengan kekayaan budaya dan etnis yang beragam. Untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat merasa terwakili dalam pemerintahan, penting untuk memiliki menteri yang berasal dari berbagai latar belakang etnis dan budaya. -
Latar belakang agama
Indonesia juga merupakan negara dengan kemajemukan agama. Untuk menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama, penting untuk memiliki menteri yang mewakili berbagai latar belakang agama. -
Latar belakang gender
Perempuan merupakan setengah dari populasi Indonesia. Untuk memastikan bahwa kepentingan perempuan terwakili dalam pemerintahan, penting untuk memiliki menteri perempuan yang duduk di kabinet. -
Latar belakang daerah
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah yang sangat luas. Untuk memastikan bahwa seluruh daerah merasa terwakili dalam pemerintahan, penting untuk memiliki menteri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Visi
Dalam konteks "siapa yang akan tetap menjadi menteri Jokowi", visi merujuk pada tujuan besar dan arah yang ingin dicapai oleh pemerintahan Jokowi. Visi ini menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan program kerja, serta menjadi acuan dalam memilih menteri yang tepat untuk mewujudkan visi tersebut.
-
Visi Indonesia Maju
Visi Indonesia Maju merupakan visi yang diusung oleh Presiden Jokowi untuk periode pemerintahannya 2019-2024. Visi ini mencakup lima pilar utama, yaitu pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, pemerataan pembangunan, reformasi birokrasi, dan penguatan daya saing bangsa. Seorang menteri yang ingin tetap menjabat harus memiliki visi yang sejalan dengan visi Indonesia Maju dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan visi tersebut.
-
Visi Sektoral
Selain visi Indonesia Maju, setiap kementerian juga memiliki visi sektoral masing-masing. Visi sektoral ini harus selaras dengan visi Indonesia Maju dan menjadi acuan dalam menentukan program kerja kementerian. Seorang menteri harus memiliki visi sektoral yang jelas dan mampu mengartikulasikannya dengan baik, serta mampu menerjemahkan visi tersebut ke dalam program kerja yang konkret.
-
Visi Pribadi
Visi pribadi seorang menteri juga menjadi faktor yang penting dalam menentukan apakah ia akan tetap menjabat. Visi pribadi menteri harus sejalan dengan visi Indonesia Maju dan visi sektoral kementeriannya. Seorang menteri yang memiliki visi pribadi yang kuat akan lebih termotivasi dan bersemangat dalam menjalankan tugasnya.
-
Kemampuan Menerjemahkan Visi Menjadi Aksi
Seorang menteri tidak hanya harus memiliki visi, tetapi juga harus mampu menerjemahkan visi tersebut menjadi aksi nyata. Seorang menteri yang baik harus memiliki kemampuan manajerial yang baik, mampu menyusun rencana kerja yang jelas, dan mampu mengkoordinasikan semua sumber daya yang ada untuk mewujudkan visi.
Kemampuan seorang menteri dalam mewujudkan visi menjadi aksi nyata akan sangat menentukan apakah ia akan tetap menjabat. Presiden Jokowi dikenal sebagai sosok yang tegas dan tidak segan-segan mengganti menteri yang kinerjanya buruk. Oleh karena itu, menteri yang ingin tetap menjabat harus selalu menunjukkan kinerja yang baik dan mampu membuktikan bahwa mereka mampu mewujudkan visi Indonesia Maju.
Misi
Dalam konteks "siapa yang akan tetap menjadi menteri Jokowi", misi merujuk pada tujuan spesifik yang ingin dicapai oleh seorang menteri dalam menjalankan tugasnya. Misi ini harus selaras dengan visi Indonesia Maju dan visi sektoral kementerian yang dipimpinnya. Seorang menteri yang ingin tetap menjabat harus memiliki misi yang jelas dan mampu mengartikulasikannya dengan baik, serta mampu menerjemahkan misi tersebut ke dalam program kerja yang konkret.
Misi seorang menteri sangat penting karena menjadi acuan dalam menentukan prioritas kerja dan mengalokasikan sumber daya. Seorang menteri harus mampu menyusun misi yang realistis dan dapat diukur, serta mampu mengkomunikasikan misinya secara efektif kepada seluruh jajaran kementeriannya. Selain itu, seorang menteri juga harus mampu mengevaluasi kemajuan pencapaian misi secara berkala dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.
Sebagai contoh, Menteri Keuangan Sri Mulyani memiliki misi untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Misi ini diterjemahkan ke dalam berbagai program kerja, seperti penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pengelolaan utang negara, dan reformasi perpajakan. Berkat kerja keras dan komitmennya dalam menjalankan misi tersebut, Sri Mulyani berhasil menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah pandemi COVID-19 dan memperoleh berbagai penghargaan internasional.
Contoh lainnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memiliki misi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Misi ini diterjemahkan ke dalam berbagai program kerja, seperti Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, dan Guru Penggerak. Berkat kerja keras dan inovasinya dalam menjalankan misi tersebut, Nadiem Makarim berhasil membawa perubahan positif di dunia pendidikan Indonesia dan memperoleh apresiasi dari berbagai pihak.
Dari kedua contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa misi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan apakah seorang menteri akan tetap menjabat. Presiden Jokowi dikenal sebagai sosok yang tegas dan tidak segan-segan mengganti menteri yang kinerjanya buruk. Oleh karena itu, menteri yang ingin tetap menjabat harus selalu menunjukkan kinerja yang baik dan mampu membuktikan bahwa mereka mampu menjalankan misi kementeriannya dengan baik.Sumber: Visi-Misi Indonesia Maju
Pertanyaan Umum tentang "Siapa yang Akan Tetap Menjadi Menteri Jokowi"
Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan mengenai "siapa yang akan tetap menjadi menteri Jokowi":
Pertanyaan 1: Faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan Presiden Jokowi dalam memilih menteri yang akan tetap menjabat?
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan Presiden Jokowi dalam memilih menteri yang akan tetap menjabat, antara lain kinerja, kesetiaan, pengalaman, keahlian, elektabilitas, representasi, visi, dan misi.
Pertanyaan 2: Bagaimana cara mengetahui menteri mana saja yang akan tetap menjabat?
Biasanya Presiden Jokowi akan mengumumkan susunan kabinet baru setelah melakukan perombakan. Pengumuman ini biasanya disampaikan melalui konferensi pers atau pernyataan resmi dari Istana Kepresidenan.
Pertanyaan 3: Apakah ada menteri yang sudah pasti akan tetap menjabat?
Tidak ada menteri yang pasti akan tetap menjabat. Semua menteri berpotensi diganti atau dipertahankan tergantung pada penilaian Presiden Jokowi.
Pertanyaan 4: Apa saja harapan masyarakat terhadap menteri yang akan tetap menjabat?
Masyarakat berharap menteri yang akan tetap menjabat dapat bekerja dengan baik, bersih, dan amanah. Masyarakat juga berharap menteri dapat membantu Presiden Jokowi dalam mewujudkan visi dan misinya.
Pertanyaan 5: Bagaimana cara menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Presiden Jokowi terkait pemilihan menteri?
Masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya melalui berbagai saluran, seperti media sosial, surat elektronik, atau melalui perwakilan rakyat di DPR.
Pertanyaan 6: Siapa saja menteri yang paling banyak disebut-sebut akan tetap menjabat?
Beberapa menteri yang paling banyak disebut-sebut akan tetap menjabat adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Kesimpulannya, keputusan Presiden Jokowi dalam memilih menteri yang akan tetap menjabat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Masyarakat berharap menteri yang terpilih dapat bekerja dengan baik dan membantu Presiden Jokowi dalam mewujudkan visi dan misinya.
Sumber: Profil Lengkap Menteri Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024
Tips Memilih Menteri yang Tepat
Memilih menteri yang tepat sangat penting bagi jalannya pemerintahan. Presiden Jokowi harus mempertimbangkan banyak faktor dalam memilih menteri, seperti kinerja, pengalaman, dan visi. Masyarakat juga memiliki harapan yang tinggi terhadap para menteri yang akan dipilih.
Tip 1: Pertimbangkan Kinerja
Salah satu faktor terpenting dalam memilih menteri adalah kinerja mereka di masa lalu. Menteri yang memiliki kinerja baik biasanya akan dipertahankan oleh Presiden Jokowi. Contohnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani yang selalu mendapat pujian atas kinerjanya dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
Tip 2: Cari Pengalaman
Menteri yang berpengalaman biasanya lebih siap dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Selain itu, menteri yang berpengalaman juga lebih mudah beradaptasi dengan perubahan situasi politik dan ekonomi. Contohnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang memiliki pengalaman panjang di bidang diplomasi.
Tip 3: Perhatikan Visi
Menteri harus memiliki visi yang sejalan dengan visi Presiden Jokowi. Visi ini menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan program kerja, serta menjadi acuan dalam memilih menteri yang tepat untuk mewujudkan visi tersebut.
Tip 4: Pastikan Representasi
Susunan kabinet harus mencerminkan keberagaman masyarakat Indonesia. Hal ini mencakup representasi dari berbagai kelompok, seperti latar belakang etnis, budaya, agama, gender, dan daerah.
Tip 5: Cari Dukungan Publik
Menteri yang memiliki elektabilitas tinggi biasanya lebih mudah diterima oleh masyarakat dan dapat membantu pemerintah dalam meraih tujuan politiknya. Elektabilitas dapat dilihat dari popularitas, kinerja, dan kedekatan dengan masyarakat.
Dengan mempertimbangkan tips-tips di atas, Presiden Jokowi dapat memilih menteri yang tepat untuk mewujudkan visi dan misinya. Masyarakat juga akan merasa lebih diwakili dan memiliki harapan yang tinggi terhadap kinerja para menteri yang terpilih.
Memilih menteri yang tepat sangat penting bagi jalannya pemerintahan. Presiden Jokowi harus mempertimbangkan banyak faktor dalam memilih menteri, seperti kinerja, pengalaman, visi, representasi, dan dukungan publik. Dengan mempertimbangkan tips-tips di atas, Presiden Jokowi diharapkan dapat memilih menteri yang terbaik untuk Indonesia.
Siapa yang Akan Tetap Menjadi Menteri Jokowi?
Sebagai orang nomor satu di Indonesia, Presiden Jokowi tentu berwenang untuk memilih dan menentukan siapa saja yang akan menjadi pembantunya, yaitu para menteri. Banyak faktor yang jadi pertimbangan Jokowi dalam menentukan siapa yang akan tetap menjabat sebagai menteri. Tentunya, kinerja, kesetiaan, pengalaman, keahlian, elektabilitas, representasi, visi, dan misi menjadi poin-poin penting yang diperhatikan oleh Presiden Jokowi.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Jokowi diharapkan dapat memilih menteri-menteri terbaik yang mampu membantunya dalam menjalankan roda pemerintahan. Masyarakat Indonesia pun tentu memiliki harapan yang tinggi terhadap para menteri yang terpilih. Semoga para menteri yang terpilih nanti dapat bekerja dengan baik, bersih, dan amanah.